Melagukan Al Quran dengan Langgam Jawa, Bolehkah? – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Melagukan Al Quran dengan Langgam Jawa, Bolehkah?

Muncul di tengah-tengah kita cara membaca Al Quran dengan Langgam Jawa, apakah seperti itu dibolehkan?

7328 14
al_quran_langgam_jawa

Hukum Azan/langgam/jawa Hukum Maqam Bayati Nahawan Salaf Melagukan Al Quran Ngaji Nada Jawa Adzan Langam Jawa

Muncul di tengah-tengah kita cara membaca Al Quran dengan Langgam Jawa, apakah seperti itu dibolehkan?

Di dalam langgam Jawa tersebut terjadi pemaksaan cara baca. Begitu pula irama yang ditiru adalah irama lagu-lagu yang biasa dinyanyikan dalam lagu-lagu Jawa atau wayang.

Memang ada beberapa maqamat atau cara melagukan Al-Quran yang disebutkan oleh para Qurra yaitu bayati, rast, nahawanad, siika, shabaa, dan hijaz. (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 169799)

Tentang hukum memakai maqamat tadi Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz rahimahullah menyatakan, “Tidak boleh bagi seorang mukmin membaca Al-Qur’an dengan nada-nada para penyayi. Yang diperintahkan bagi kita adalah membaca Al-Qur’an seperti yang dibaca oleh para ulama salaf kita yang shalih yaitu para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan yang mengikuti mereka. Caranya adalah memperindah bacaan dengan tartil, dengan meresapi dan khusyu’ sampai berpengaruh dalam hati yang mendengarkan maupun yang membaca. Adapun membaca Al-Qur’an dengan cara yang biasa dilakukan oleh para penyayi, seperti itu tidaklah dibolehkan.” (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, 9: 290. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 9330).

Intinya, boleh saja melagukan Al-Quran sebagaimana perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ

“Barangsiapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Al Qur’an, maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Abu Daud no. 1469 dan Ahmad 1: 175. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kata Imam Nawawi bahwa Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah juga kebanyakan ulama memaknakan ‘yataghonna bil Qur’an’ adalah,

يُحَسِّن صَوْته بِهِ

“Memperindah suara ketika membaca Al Quran.”

Namun aturan dalam melagukan Al Qur’an harus memenuhi syarat berikut:

  • Tidak keluar dari kaedah dan aturan tajwid.
  • Huruf yang dibaca tetap harus jelas sesuai yang diperintahkan.
  • Tidak boleh serupa dengan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan. (Lihat Bahjatun Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 1: 472)

Ada dua hal melagukan Al-Qur’an yang perlu diperhatikan:

1- Irama yang mengikuti tabiat asli manusia, tanpa memberat-beratkan diri, belajar atau berlatih khusus. Melagukan bacaan Al-Qur’an seperti ini dibolehkan.

2- Irama yang dibuat-buat, bukan dari tabiat asli, diperoleh dengan memberat-beratkan diri, dibuat-buat dan dibutuhkan latiham sebagaimana para penyanyi berlatih untuk mahir dalam mendendangkan lagu. Melagukan semacam ini dibenci oleh para ulama salaf, mereka mencela dan melarangnya. Para ulama salaf dahulu mengingkari cara membaca Al-Qur’an dengan dibuat-buat seperti itu. (Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qayyim, 1: 474)

Niat seseorang juga mesti diperhatikan. Karena tujuan membaca Al-Qur’an adalah untuk raih pahala. Raih pahala ini tentu saja harus didasari niatan ikhlas. Jangan tujuannya untuk menonjolkan kejawaan atau keindonesiaan atau kebangsaan dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Sikap seperti ini hanya menonjolkan ashabiyyah semata.

Wallahul musta’an. Semoga mencerahkan. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, 29 Rajab 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

Syekh Yg Pakai Jiharkah Apakah Mengubah Nada Dalam Membaca Al Quran Di Larang Adzan Jawa Boleh Cara Belajar Ngaji Langgam Jawa Boleh Kah Baca Alquran Langgam Jawa

In this article

Join the Conversation

  • davanfuzavarazta

    Intinya dibolehkan atau tidak ??

  • davanfuzavarazta

    Intinya dibolehkan atau tidak ??

    • Kalau keluar dr kaedah tajwid dan itu dibuat2 shg memaksakan diri untk bisa sama dg irama sinden misalnya, mk tdk boleh.

  • bayu

    maaf mbak/mas, ustadz/ustadza…kalau menjelaskan apakah tidak sebaiknya menjelaskan secara detail..dalam nada jawa tersebut adakah tajwid dan tartil yang salah?tlong disebutkan bagian mana yang salah dalam bacaan trsebut sehingga tidak rancu dan menimbulkan fitnah nantinya…terima kasih
    semoga allah swt membalas semua kebaikan anda..

    • Kalau ada kesalahan spt:
      1- tajwidnya
      2- terlalu memaksakan irama
      3- niru2 lantunan sinden
      Itu yang bermasalah.

  • cinta

    ini baru jawaban yg bijak dan hebbat

  • Fahrijal Umar

    kalau tujuannya untuk mejauhkan arabisme atau hal-hal yang berbau arab bagaimana hukumnya ? sukron

  • Rizky Yanto

    Jadi karena membaca Al Quran adalah ibadah maka ada tuntunan yg harus dipenuhi dalam mengamalkannya,tidak asal suara merdu dan dilagukan seenak sendiri.Betul begitu ustadz?

    • Asal tdk menyalahi aturan membaca Al-Quran dan tdk memberat2kan diri saat membaca, tidak masalah.

  • Pingback: Dosen IAIN Imam Bonjol Padang, Bolehkan Baca Al Qur’an Pakai Langgam Dangdut | Onlineindo News()

  • ana nesia ce

    izin copas gambar ya stad…sukron sebelumnya..

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Silahkan