Hiburan bagi yang Mendapatkan Musibah

Kategori: Tazkiyatun Nufus

39 Komentar // 8 April 2010

Berikut adalah beberapa nasehat dari ayat al Qur’an, hadits dan perkataan ulama yang semoga bisa menghibur setiap orang yang sedang mengalami musibah.

Musibah Terasa Ringan dengan Mengingat Penderitaan yang Dialami Orang Sholih

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِيَعْزِ المسْلِمِيْنَ فِي مَصَائِبِهِمْ المصِيْبَةُ بي

Musibah yang menimpaku sungguh akan menghibur kaum muslimin.[1]

Dalam lafazh yang lain disebutkan.

مَنْ عَظَمَتْ مُصِيْبَتُهُ فَلْيَذْكُرْ مُصِيْبَتِي، فَإِنَّهَا سَتَهَوَّنُ عَلَيْهِ مُصِيْبَتُهُ

Siapa saja yang terasa berat ketika menghapi musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku. Ia akan merasa ringan menghadapi musibah tersebut.[2] Ternyata, musibah orang yang lebih sholih dari kita memang lebih berat dari yang kita alami. Sudah seharusnya kita tidak terus larut dalam kesedihan.

Semakin Kuat Iman, Memang Akan Semakin Terus Diuji

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.[3]

Di Balik Musibah, Pasti Ada Jalan Keluar

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.”[4]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Bersama kesulitan, ada kemudahan.[5]

Merealisasikan Iman adalah dengan Bersabar

‘Ali bin Abi Tholib mengatakan,

الصَّبْرُ مِنَ الإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الجَسَدِ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ صَبْرَ لَهُ.

Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.[6]

Musibah Awalnya Saja Terasa Sulit, Namun Jika Bersabar akan Semakin Mudah

Hudzaifah ibnul Yaman mengatakan,

إِنَّ اللهَ لَمْ يَخْلُقْ شَيْئاً قَطٌّ إِلاَّ صَغِيْراً ثُمَّ يَكْبَرُ، إِلاَّ المصِيْبَة فَإِنَّهُ خَلَقَهَا كَبِيْرَةً ثُمَّ تَصْغُرُ.

Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan sesuatu melainkan dari yang kecil hingga yang besar kecuali musibah. Adapun musibah, Allah menciptakannya dari keadaan besar kemudian akan menjadi kecil.[7] Allah menciptakan segala sesuatu, misalkan dalam penciptaan manusia melalui tahapan dari kecil hingga beranjak dewasa (besar) semacam dalam firman Allah,

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua.” (QS. Ghofir: 67)

Namun untuk musibah tidaklah demikian. Musibah datang dalam keadaan besar, yakni terasa berat. Akan tetapi, lambat laut akan menjadi ringan jika seseorang mau bersabar.

Bersabarlah Di Awal  Musibah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.[8] Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.

Pahala Orang yang Mau Bersabar Tanpa Batas

Ingatlah janji Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan bahwa  ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga.[9]

Akan Mendapatkan Ganti yang Lebih Baik

Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا ». قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[10]

Do’a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insya Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik.

Semoga yang mendapati musibah semakin ringan menghadapinya dengan sedikit hiburan ini. Semoga kita selalu dianugerahi kesabaran dari Allah Ta’ala.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Diselesaikan pada malam 11 Muharram 1431 H di Panggang-Gunung Kidul (kediaman mertua tercinta)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id


[1] Shahih Al Jami’, 5459, dari Al Qosim bin Muhammad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[2] Disebutkan dalam Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, Ibnu ‘Abdil Barr, hal. 249, Mawqi’ Al Waroq.

[3] HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[4] Taisir Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 929, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H

[5] HR. Ahmad no. 2804. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[6] Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, hal. 250.

[7] Idem.

[8] HR. Bukhari no. 1283, dari Anas bin Malik.

[9] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/89, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.

[10] HR. Muslim no. 918.

39 Komentar

  1. teguh
    08 Apr 2010 [Permalink]

    assalamualaikum…..

    trim’s artikel ini mngingatkan saya…
    pentinggnya sifat sabar.. ya.. meski itu sulit….hehe

    wassalam….

  2. ira
    09 Apr 2010 [Permalink]

    jazakallah ..

  3. tria
    09 Apr 2010 [Permalink]

    Artikelnya sngt ‘menghibur’,menjadi penenang hati…tnyt kategori sabar yg sebenar-benarnya menurut Rasul adlh yg tlh disebutkan pd tulisan ini. Tks.

  4. yuni
    09 Apr 2010 [Permalink]

    ya..sabar emng ga ada batasnya. orang yang bisa sabar sesuai sunnah rasul akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. karna kesabaran akan berbuah kebaikan

  5. elma
    09 Apr 2010 [Permalink]

    Jazakilahkhoiron

  6. ummu luthfan
    09 Apr 2010 [Permalink]

    jazakalloh…qodarulloh pas adik ana lagi dapat musibah insyaalloh ini bisa mengobati.amin

  7. Adang Junaidi
    09 Apr 2010 [Permalink]

    Dengan kesabaran jika seseorang kena musibah dia akan bertambah imannya

  8. Abu Nabila
    09 Apr 2010 [Permalink]

    Ana ingat suatu hadits yang shahih, yang sayangnya ana lupa riwayat siapa. Barangkali ada yang bisa mengingatkannya.
    Dari Nabi saw:
    Allah, apabila mencintai hambanya, maka hambanya itu diuji-Nya dengan cobaan.

  9. Fe
    09 Apr 2010 [Permalink]

    Terima kasih atas artikelnya yang menyejukkan hati. Cuz lg sedih nih… Tp alhamdulillah dah jauh lebih baik. semoga Allah melimpahkan kepada kita kesabaran yang baik. Aamiin.

  10. rizky
    10 Apr 2010 [Permalink]

    terima kasih atas artikelnya…semoga menambah kesabaran saya dalam mengalami cobaan yang sedang saya hadapi

  11. mp
    10 Apr 2010 [Permalink]

    semoga kita bisa sabar…

  12. vivi
    10 Apr 2010 [Permalink]

    alhamdulillah..sdh mendapatkan ilmu yg bermanfaat..semoga mulai hari ini saya menjadi orang yg sabar dlm menghadapi apapun..InsyaAllah..

  13. Erny
    13 Apr 2010 [Permalink]

    Subhanallah Alhamdulillah Setelah baca ini hati ku sedikit terobati … pas kebetulan keadaan ku sedang di uji … Terimakasih…

  14. abu faadhilah
    14 Apr 2010 [Permalink]

    assalamu’alaikum. mohon izin utk share. jazakallah khairan.

  15. clarissa
    15 Apr 2010 [Permalink]

    semestinya sikap sabar adalah penting.manusia yang sering lupa harus sering diingatkan..semoga bersabar selalu di atas ujian Allah

  16. nina
    21 Apr 2010 [Permalink]

    bagus bgt artikel, mmg berguna utk kita2 yg msh penuh dg ambisi yg meluap2. maka dg kesabaran semua bs dikendalikan.. Insya Allah..

  17. Bagus
    15 May 2010 [Permalink]

    Alhamdulillah q tlah mendapatkan ilmu yang berguna bagi diri q dan seluruh orang muslim . . .Q semakin yakin kalau agama Islam merupakan agama yang paling haq ,semoga q bs menjadi lebih baik dari yang sebelumnya

  18. Ahmad
    27 May 2010 [Permalink]

    Assalamualaikum
    Mhn ijin utk copy
    Jazakallah

  19. khfidl khafidi
    21 Jun 2010 [Permalink]

    assalamu’alaikum warohmatulloh
    pak, afwan sy ijin share via fb ya.
    jazakallahu khoiro.
    wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.

  20. ratna
    26 Jun 2010 [Permalink]

    jazakillah khaer …. ijin share ….

  21. Herdis Aja
    05 Jul 2010 [Permalink]

    Zazakallohu Khoiron Katsiron, Semoga saya termasuk Golongan Orang-orang yang sabar.., Amiiin.

  22. mulyana djajusman
    05 Jul 2010 [Permalink]

    Smg orang sabar disayang Allah Alhamdulillah amin YRA

  23. qaqa petok
    05 Jul 2010 [Permalink]

    jazakillah
    izin juga ya di link

  24. Barokah
    05 Jul 2010 [Permalink]

    Ya…. se-berat2-nya musibah yg pernah kita alami masih belum seberapa bila dibandingkan dengan para Rosul/Nabi dalam syiar Agama yang di amanahkan kepadanya

  25. ichsan
    05 Jul 2010 [Permalink]

    jazakallah khairan katsir, semoga kita tergolong orang2 yang sabar.. Amin

    izin juga di link

  26. Fatimah Z
    03 Aug 2010 [Permalink]

    Ustadz, terus terang, saya keberatan kalau mengQodho puasa, mending saya ikut shoum romadhon aja :). Perlu diketahui :
    Thn 2005, saya hamil.
    2006, menyusui.
    2007, hamil anak kdua.
    2008, menyusui.
    2009, hamil anak ketiga.
    2010, menyusui, Itu gimana Tadz? Saya juga punya maag kronis.
    ( Pernah saya coba Shoum, e.. pas menjelang berbuka, badan saya meriang, sampai gemetar).

    Syukron Ustadz.

  27. Yulian Purnama
    03 Aug 2010 [Permalink]

    #Fatimah Z
    Allah Ta’ala berfirman:
    فاتقو الله مااستطعتم
    Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian
    Anda tetap berkewajiban meng-qadha semampunya, walau hutang Ramadhan yang lalu belum terbayar hingga sudah lewat Ramadhan tahun ini. Anda lebih mengetahui kondisi diri anda dan kami sarankan berkonsultasi juga dengan dokter untuk dapat memutuskan kapan kondisi badan yang tepat untuk dapat berpuasa. Semoga Allah memberikan kemudahan.

  28. hamba selamanya
    20 Aug 2010 [Permalink]

    subhanallah!…sesungguhnya ujian e2 meningktkan iman..

    p/s:ana dr malaysia..terasa terhibur mmbaca koleksi2 perkongsian yg ada di situs ini..moga kalian terus istiqamah dlm mnyebarkan agama Allah..amin..

  29. nafisah bt abdullah
    20 Aug 2010 [Permalink]

    Semoga Allah selalu mmbantu kt semua,amin….

  30. ibnu
    24 Sep 2010 [Permalink]

    semuga Alloh memberi kekuatan untuk bisa bersabar menghadapi segala ujian. amin

  31. susimegarosdianti
    30 Sep 2010 [Permalink]

    semoga Alloh selalu beserta kita semua. Amiin

  32. eRna
    27 Oct 2010 [Permalink]

    syukron…informasi yg sgt bagus..izin sharin link nya

  33. ummi
    06 Dec 2010 [Permalink]

    subhanallah syukron katsiron dg baca ini saya tambah pengetahuan smoga dg artikel ini saya bisa bersabar dan selalu ingat kpd allah dalam menghadapi ujian hidup…..

  34. Abu
    29 Jul 2011 [Permalink]

    Alhamdulillah semoga bisa mencerahkan hatiku yang saat ini sedang gundah

  35. ira
    22 Oct 2011 [Permalink]

    Assalamualaikum wr.wb Uztad,
    Mohon bantuan atas musibah yang sedang saya alami. Saya memergoki suami saya berselingkuh dengan wanita lain sampai pada tahap yang tidak bisa lagi saya maafkan. Apa yang harus saya lakukan sementara saya tidak bekerja dan saya punya 3 orang anak yang masih kecil-kecil. Dia meminta maaf namun hati saya sudah begitu terluka. Mohon bantu saya Uztad

    Jazakallah khairon kathsir

  36. wijiastuti
    07 Nov 2011 [Permalink]

    sabar menunggu ya?

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas