Donasi Semarak
Ramadhan 1433 H

Di Mana Air Matamu?

Kategori: Tazkiyatun Nufus

89 Komentar // 7 Juli 2010

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.

Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan; suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (HR. Bukhari [4763] dan Muslim [800]).

Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah, suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha, “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan, “Pada suatu malam, beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Aisyah, biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku.’ Maka aku katakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. Namun saya juga merasa senang apa yang membuat anda senang.’ Aisyah menceritakan, ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.’ Aisyah berkata, ‘Beliau terus menerus menangis sampai-sampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. Aisyah mengatakan, ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Aisyah melanjutkan, ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis, Bilal pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. Maka Nabi pun menjawab, ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku, sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya), “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi….dst sampai selesai” (QS. Ali Imran : 190).” (HR. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]).

Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”.

al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis, dan ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi.”

Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. Maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau menjawab, “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. Namun, aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit, sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”.

Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampai-sampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku teringat akan sebuah dosaku, maka aku pun menangis.”

Saya [penyusun artikel] berkata: Kalau al-Hasan al-Bashri saja menangis sedemikian keras karena satu dosa yang diperbuatnya, lalu bagaimanakah lagi dengan orang yang mengingat bahwa jumlah dosanya tidak dapat lagi dihitung dengan jari tangan dan jari kaki? Laa haula wa laa quwwata illa billah! Alangkah jauhnya akhlak kita dibandingkan dengan akhlak para salafush shalih? Beginikah seorang salafi, wahai saudaraku? Tidakkah dosamu membuatmu menangis dan bertaubat kepada Rabbmu? “Apakah mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan kepada-Nya? Sementara Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (lihat QS. al-Maa’idah : 74).

Aina nahnu min haa’ulaa’i? Aina nahnu min akhlagis salaf? Ya akhi, jadilah salafi sejati!

Disarikan dari al-Buka’ min Khas-yatillah, asbabuhu wa mawani’uhu wa thuruq tahshilihi, hal. 4-13 karya Abu Thariq Ihsan bin Muhammad bin ‘Ayish al-’Utaibi, tanpa penerbit, berupa file word.

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel www.muslim.or.id

buku saku

89 Komentar

  1. ummu afifah
    07 Jul 2010 [#]

    ijin share…jazaakumullohu khoyron

  2. Abu Syahna
    08 Jul 2010 [#]

    Assalamualaikum, mohon izin share….

  3. Abu Dzaki
    08 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum,artikel yg sangat bagus untuk melunakkan hati yg keras….,jzakallah khairan
    mhhn,ijin copy untuk temen2,jazakallah khairan

  4. didi tarsidi
    08 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum
    Mohon izin untuk copy, untuk dibaca di rumah

  5. psikopat
    08 Jul 2010 [#]

    hati saya sudah mati nampaknya… artikel di atas tidak ada gunanya sama sekali bagi saya… dimanakah aku harus menghidupkan hati ini… hambar terasa

  6. NINONURMADI.COM
    08 Jul 2010 [#]

    assalamualaikum

    terimakasih ya untuk muslim or id
    saya selalu membaca artikel muslim nya menjadi terbuka hatinya, saya dukung untuk muslim.or.id
    saya mohon maaf saya selalu copy paste artikel dari muslim or id, jadi ijinkan saya meletakan isinya di blogspot saya, namun saya tidak menghilangkan link dari artikel asalnya, terimakasih ya
    silahkan cek di
    http://articlemuslim.blogspot.com/

    wassalamualaikum
    ^_*

  7. ahmad bazher
    08 Jul 2010 [#]

    afwan izin share ya..syukron

  8. Airyn
    08 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum, izin share d fb ya

  9. @abu dzar
    09 Jul 2010 [#]

    Jazakalloh

  10. marai
    09 Jul 2010 [#]

    psikopat,tangisilah hatimu yang tak bisa menangis lagi itu.semoga Alloh melembutkan hatiku dan hatimu.

  11. misar
    09 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum
    mohon izin untuk mengcopi artikel ini.
    jazakalloh khoeron.

  12. ummu filzah
    09 Jul 2010 [#]

    subhanalloh…. izin share juga yah.

  13. Ahya
    10 Jul 2010 [#]

    Izin share,jazakalloh khoiron

  14. ibnu ali
    11 Jul 2010 [#]

    ana minta izin copas ya. buat diisi di blog.

  15. sasmito abdullah
    12 Jul 2010 [#]

    Shubhanalloh.. artikel yg bagus

  16. titik
    13 Jul 2010 [#]

    subhanallah……hanya ini yg mampu aku ucapkan,trimakasih ilmu nya…..izin share ya….

  17. abu umair al-bagani
    13 Jul 2010 [#]

    Bismillah. Air mata keimanan akan terwujud dengan 2 cara, yaitu: 1)Air mata yang mengalir karena rasa Khauf kepada Allah ta’ala dan adzabNya; 2) Air mata yang mengalir karena rasa syukur akan nikmat yang diberikan Allah Ta’ala kepada hambanya. Wallahu a’lam. ana izin copas filenya.jazakumullah khairan

  18. Suwarno
    13 Jul 2010 [#]

    Syukron akhi.. dari artikel ini antum telah menjadi jalan kebaikan buat ana dan kaum muslimin, semoga Allah selalu menjaga antum dan kita semua dalam ketaatan kepada-Nya, Amiin

  19. sofiah masithah
    14 Jul 2010 [#]

    Subhanallah…izin share di fb ya ustadz..

  20. landyust
    15 Jul 2010 [#]

    assalamu’alaikum…. izin share jg ya….

  21. ummu ahmad
    17 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaykum..
    ijin bwt share ya?

  22. nur azizah
    20 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum..
    ijin share ya saudaraku bt di fb ana.Jazakumullah khair

  23. nur azizah
    20 Jul 2010 [#]

    assalam mu’alaikum…..izin share nya Jazakumullah khair

  24. azharul fuad
    20 Jul 2010 [#]

    Aslm.

    Terimakasih atas pelajaran-pelajaran yang dapat saya petik dari tulisan-tulisan yang ada dan saya mohon ijin untuk men-share di website saya maupun di Fb setidaknya untuk berbagi ilmu dan tausiyah.

    Wslm.

  25. widya
    21 Jul 2010 [#]

    assalamualaikum….
    ijin share yah….

  26. robby octo pranajaya
    21 Jul 2010 [#]

    assalammualaikum wr.wb

    mohon izin untuk share smua hasil anda

  27. rusmayanti
    25 Jul 2010 [#]

    Assalamualaikum , izin share ya…

  28. junaedi
    29 Jul 2010 [#]

    kk, mo bagi ketemn ane di FB nih.. maksih atas topiknya

  29. julianto
    30 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum wr wb
    admin muslim.or.id, ijin share ya.. untuk setiap artikel-artikelnya..
    jazakumullohu khoiron katsiro

  30. Dadang Buhajar
    31 Jul 2010 [#]

    Assalammualaikum wr.wb

    mohon izin untuk share semua hasil anda dan menyebarluaskannya, Syukron.

    Wass.

  31. abdullah azhar
    03 Agu 2010 [#]

    assalamu’alaikum…
    ijin share akh…

  32. Wage
    04 Agu 2010 [#]

    ijin dikopi bagi keteman-temen yang belum sempat buka internet. semoga kebajikan besa tersebar keseluruh alam

  33. Abu Ubaidillah
    15 Agu 2010 [#]

    ijin copas ya ustadz.jazakallohu khoiro

  34. Abdurrauf
    16 Agu 2010 [#]

    Ijin share..

  35. Ana Hadriana
    16 Agu 2010 [#]

    Assalamu’alaikum

    ana mohon ijin untuk menshare artikelnya ya???
    Jazakumullah khairan katsiro, semoga Allah membalasnya dengan yg lebih baik. amiiiiinnn

  36. Abu Fatheemah
    16 Agu 2010 [#]

    Akhi ana bisa dikirimkan file docnya al-Buka’ min Khas-yatillah, asbabuhu wa mawani’uhu wa thuruq tahshilihi, hal. 4-13 karya Abu Thariq Ihsan bin Muhammad bin ‘Ayish al-’Utaibi… ?? sudah terjemahan atau bhs arab yah ..??

  37. Yulian Purnama
    20 Agu 2010 [#]

    #Abu Fatheemah
    Silakan download yang berbahasa arab di http://www.saaid.net/Doat/ehsan/149.htm. Kami tidak tahu mengenai buku terjemahannya.

  38. Abu Zain
    25 Agu 2010 [#]

    Assalamu’alaikum …
    Mohon ijin copy / share di FB… maturnuwun

  39. Lukman Zakariyah
    07 Sep 2010 [#]

    Assalamu’alaikum….

    ijin untuk mengcopy semuanya….

  40. Lola
    10 Sep 2010 [#]

    izin share y,,syukron

  41. nardi
    11 Sep 2010 [#]

    Assalammualaikum wr.wb

    mohon izin untuk bisa share dan menyebarluaskannya, Syukron.

    Wassalam

  42. Yuli Triretno
    12 Sep 2010 [#]

    Assalamualaikum

    izin share ya..

  43. Yuli Triretno
    12 Sep 2010 [#]

    Assalamualaikum..
    ijin share ya..

  44. Agung Nur W
    15 Sep 2010 [#]

    Assalamu’alaikum Waromatullahi wabarakatuh, semoga semua admin senantiasa mendapatkan petunjuk & pertolongan dari Allah Azzawajalla dalam berdakwah.mohon izin share ilmu yg ada dalam pengelolaan Muslim.or.id untuk disebar luaskan semoga manfaatnya lebih banyak untuk ummat,Subhanallah …Ya Rabb mudahkanlah mata ni untuk menangis karena kelalaian kami..Jazakallahu khair

  45. Abu Muhammad Zaid Efendy
    25 Sep 2010 [#]

    Alhamdulillah,,

  46. abdullah
    07 Okt 2010 [#]

    Ya Allah… dekatkan hamba dg orang yang takut kpd-Mu

  47. ekasharie
    11 Okt 2010 [#]

    Assalamu’alaykum.Wr.Wb
    ijin share untuk tiap artikel di muslim.or.id
    semua artikelnya sangat bermanfaat.
    Jazakumulloh khoir

  48. ayilama
    12 Okt 2010 [#]

    aslm..
    ijin share juga y, syukron

  49. harry
    13 Okt 2010 [#]

    Izin shere ya…jazakumullah khairan katsiran

  50. Muhammad Ibrahim
    27 Okt 2010 [#]

    Assalammualaikum wr.wb

    Dear Brother,

    I am blessed to be on your website and reading your articles.

    Truely Allah have blessed you with the ability to write such article.

    I seek your kind permission to share this gift that Allah has bestowed upon you either in print or via soft copy.

    May Allah shower his blessing on you and every everyone that reads the articles on Islam and the love and blessing of Allah.

    Assalammualaikum wr.wb

    From
    Abdullah

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas