“Aku ingin bertaubat hanya saja dosaku terlalu banyak. Aku pernah terjerumus dalam zina. Sampai-sampai aku pun hamil dan sengaja membunuh jiwa dalam kandungan. Aku ingin berubah dan bertaubat. Mungkinkah Allah mengampuni dosa-dosaku?!”
Sebagai nasehat dan semoga tidak membuat kita berputus dari rahmat Allah, cobalah kita lihat sebuah kisah yang pernah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran-pelajaran berharga di dalamnya.
Kisah Taubat Pembunuh 100 Jiwa
Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya tentang keberadaan orang-orang yang paling alim di muka bumi. Namun ia ditunjuki pada seorang rahib. Lantas ia pun mendatanginya dan berkata, ”Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah taubatnya diterima?” Rahib pun menjawabnya, ”Orang seperti itu tidak diterima taubatnya.” Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.
Kemudian ia kembali lagi bertanya tentang keberadaan orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjuki kepada seorang ‘alim. Lantas ia bertanya pada ‘alim tersebut, ”Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah taubatnya masih diterima?” Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu(yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”
Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya. Akhirnya, terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, ”Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah”. Namun malaikat adzab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun”. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka. Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju -pen). Jika jaraknya dekat, maka ia yang berhak atas orang ini.” Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju. Akhirnya,ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat.”1
Beberapa Faedah Hadits
Pertama: Luasnya ampunan Allah
Hadits ini menunjukkan luasnya ampunan Allah. Hal ini dikuatkan dengan hadits lainnya,
Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.”2
Kedua: Allah akan mengampuni setiap dosa meskipun dosa besar selama mau bertaubat
Selain faedah dari hadits ini, kita juga dapat melihat pada firman Allah Ta’ala,
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53). Ibnu Katsir mengatakan, ”Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagai buih di lautan. ”3
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras). Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas.”4
Ketiga: Janganlah membuat seseorang putus asa dari rahmat Allah
Ketika menjelaskan surat Az Zumar ayat 53 di atas, Ibnu Abbas mengatakan, “Barangsiapa yang membuat seorang hamba berputus asa dari taubat setelah turunnya ayat ini, maka ia berarti telah menentang Kitabullah ‘azza wa jalla. Akan tetapi seorang hamba tidak mampu untuk bertaubat sampai Allah memberi taufik padanya untuk bertaubat.”5
Keempat: Seseorang yang melakukan dosa beberapa kali dan ia bertaubat, Allah pun akan mengampuninya
Sebagaimana disebutkan pula dalam hadits lainnya, dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,
“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”6 An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.
An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”7
An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Ini adalah madzhbab para ulama dan mereka pun berijma’ (bersepakat) bahwa taubat seorang yang membunuh dengan sengaja, itu sah. Para ulama tersebut tidak berselisih pendapat kecuali Ibnu ‘Abbas. Adapun beberapa perkataan yang dinukil dari sebagian salaf yang menyatakan taubatnya tidak diterima, itu hanyalah perkataan dalam maksud mewanti-wanti besarnya dosa membunuh dengan sengaja. Mereka tidak memaksudkan bahwa taubatnya tidak sah.”8
Keenam: Orang yang bertaubat hendaknya berhijrah dari lingkungan yang jelek
An Nawawi mengatakan, ”Hadits ini menunjukkan orang yang ingin bertaubat dianjurkan untuk berpindah dari tempat ia melakukan maksiat.”9
Ketujuh: Memperkuat taubat yaitu berteman dengan orang yang sholih
An Nawawi mengatakan, ”Hendaklah orang yang bertaubat mengganti temannya dengan teman-teman yang baik, sholih, berilmu, ahli ibadah, waro’dan orang-orang yang meneladani mereka-mereka tadi. Hendaklah ia mengambil manfaat ketika bersahabat dengan mereka.”10
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.”11
Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”12
Kedelapan: Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu
Dalam hadits ini dapat kita ambil pelajaran pula bahwa orang yang berilmu memiliki keutamaan yang luar biasa dibanding ahli ibadah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits lainnya, dari Abu Darda’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Dan keutamaan orang yang berilmu dibanding seorang ahli ibadah adalah bagaikan keutamaan bulan pada malam purnama dibanding bintang-bintang lainnya.”13 Al Qodhi mengatakan, ”Orang yang berilmu dimisalkan dengan bulan dan ahli ibadah dimisalkan dengan bintang karena kesempurnaan ibadah dan cahayanya tidaklah muncul dari ahli ibadah. Sedangkan cahaya orang yang berilmu berpengaruh pada yang lainnya.”14
Kesembilan: Orang yang berfatwa tanpa ilmu hanya membawa kerusakan
Lihatlah bagaimana kerusakan yang diperbuat oleh ahli ibadah yang berfatwa tanpa dasar ilmu. Ia membuat orang lain sesat bahkan kerugian menimpa dirinya sendiri. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Umar bin ‘Abdul ‘Aziz,
”Barangsiapa beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan.”15
Syarat Diterimanya Taubat
Syarat taubat yang mesti dipenuhi oleh seseorang yang ingin bertaubat adalah sebagai berikut:
Pertama: Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi.
Kedua: Menyesali dosa yang telah dilakukan sehingga ia pun tidak ingin mengulanginya kembali.
Ketiga: Tidak terus menerus dalam berbuat dosa. Maksudnya, apabila ia melakukan keharaman, maka ia segera tinggalkan dan apabila ia meninggalkan suatu yang wajib, maka ia kembali menunaikannya. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia segera menunaikannya atau meminta maaf.
Keempat: Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut lagi karena jika seseorang masih bertekad untuk mengulanginya maka itu pertanda bahwa ia tidak benci pada maksiat.
Kelima: Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka taubat tersebut tidak lagi diterima.
Inilah syarat taubat yang biasa disebutkan oleh para ulama.
Penutup
Saudaraku yang sudah bergelimang maksiat dan dosa. Kenapa engkau berputus asa dari rahmat Allah? Lihatlah bagaimana ampunan Allah bagi setiap orang yang memohon ampunan pada-Nya. Orang yang sudah membunuh 99 nyawa + 1 pendeta yang ia bunuh, masih Allah terima taubatnya. Lantas mengapa engkau masih berputus asa dari rahmat Allah?!
Orang yang dulunya bergelimang maksiat pun setelah ia taubat, bisa saja ia menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Ia bisa menjadi muslim yang sholih dan muslimah yang sholihah. Itu suatu hal yang mungkin dan banyak sekali yang sudah membuktikannya. Mungkin engkau pernah mendengar nama Fudhail bin Iyadh. Dulunya beliau adalah seorang perampok. Namun setelah itu bertaubat dan menjadi ulama besar. Itu semua karena taufik Allah. Kami pun pernah mendengar ada seseorang yang dulunya terjerumus dalam maksiat dan pernah menzinai pacarnya. Namun setelah berhijrah dan bertaubat, ia pun menjadi seorang yang alim dan semakin paham agama. Semua itu karena taufik Allah. Dan kami yakin engkau pun pasti bisa lebih baik dari sebelumnya. Semoga Allah beri taufik.
Ingatlah bahwa orang yang berbuat dosa kemudia ia bertaubat dan Allah ampuni, ia seolah-olah tidak pernah berbuat dosa sama sekali. Dari Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdillah dari ayahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Orang yang bertaubat dari suatu dosa seakan-akan ia tidak pernah berbuat dosa itu sama sekali.”16
Setiap hamba pernah berbuat salah, namun hamba yang terbaik adalah yang rajin bertaubat. Dari Anas, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Semua keturunan Adam adalah orang yang pernah berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.”17
Orang yang bertaubat akan Allah ganti kesalahan yang pernah ia perbuat dengan kebaikan. Sehingga seakan-akan yang ada dalam catatan amalannya hanya kebaikan saja. Allah Ta’ala berfirman,
”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Furqon: 70)
Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Allah akan mengganti amalan kejelekan yang diperbuat seseorang dengan amalan sholih. Allah akan mengganti kesyirikan yang pernah ia perbuat dengan keikhlasan. Allah akan mengganti perbuatan maksiat dengan kebaikan. Dan Allah pun mengganti kekufurannya dahulu dengan keislaman.”18
Sekarang, segeralah bertaubat dan memenuhi syarat-syaratnya. Lalu perbanyaklah amalan kebaikan dengan melaksanakan yang wajib-wajib dan sempurnakan dengan shalat sunnah, puasa sunnah dan sedekah, karena amalan kebaikan niscaya akan menutupi dosa-dosa yang telah engkau perbuat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasehat berharga kepada Abu Dzar Al Ghifariy Jundub bin Junadah,
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.”19
Semoga Allah menerima setiap taubat kita. Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk menggapai ridho-Nya.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Disusun di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul , 1 Shofar 1431 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Footnote:

tarto
07 Mar 2010 [Permalink]
jazakumullah atas kajian,petikan tsb membuat hati ana tentram dan tenang
Fathan
07 Mar 2010 [Permalink]
Subhanallah, Sungguh ana berada pada agama yang lurus, dosa tidak ditebus oleh seseorang yang diakui Tuhan, tetapi oleh pribadi yang berbuat dosa dengan jalan taubat. Dosa yang menggunung tak terkira, karena sifat Maha Penyayang dan Maha Pengampun dari-Nya semua bisa diampuni asalkan bertaubat. Adakah Agama mulia selain Islam. Ya Allah tetapkan dan ridhoi islam jadi dien Hamba dengan mengikuti jejak para Salafussholih. dan mantapkan hati hamba untuk selalu istiqomah menjadi Salafy karena ini jalan lurus itu.
Tutung
07 Mar 2010 [Permalink]
AY RABBI AGFIRLI DZANBIY…
‘Makasih ustadz…rasanya lega membaca tausiyah ini, semoga juga menjadi penyemangat dalam memperbaiki diri untuk menggapai kasih sayangNYA yang tiada henti…amiin
Abu Nabila
07 Mar 2010 [Permalink]
Agar taubatnya diterima, jangan lupa untuk tetap beriman dan beramal sholeh, seperti yg disebutkan pd surat al Furqon:70 diatas.
Yang tdk beriman (kafir) dan tdk beramal sholeh, taubatnya tdk diterima.
Ahmad Muchlis
07 Mar 2010 [Permalink]
Assalammu’alaikum
Ana ijin copy artikelnya ya
Jazakallah
ebie
07 Mar 2010 [Permalink]
makasih atas artikelnya, sangat bermanfaat buat saya pribadi….
wati
07 Mar 2010 [Permalink]
Ass wr wb..
Pak Ustadz, aku ijin copy artikelnya ya..
Hatur Nuhuuun..
awi biang
08 Mar 2010 [Permalink]
alhamdulillah….akhirnya hati ini mendapat ketenangan setelah membaca artikel di atas….trus, bgaimana jika kita pernah berbuat dosa dg menyakiti orang lain & blm smpt untuk meminta maaf serta kita tidak tahu dmana dia skr atau pun jika memang suatu saat nanti bertemu dan mgkin klw kita meminta maaf scara langsung malah akan menimbulkan masalah baru..
apakah dosa kita akan diampuni…???
jazakallah
Fahrul
08 Mar 2010 [Permalink]
Assalamu ‘alaikum
Kepada pihak Muslim.or.id ana mau tanya apakah orang yang meninggalakan shalat karena malas walaupun sudah dinasehati sudah murtad? Bila ya bagaimana cara dia untuk bertaubat apakah harus bersyahadat lagi dan mandi sebagaimana muallaf? Mohon penjelasan dari pihak redaksi Muslim.or.id
Jazakallah
Muslim.Or.Id
08 Mar 2010 [Permalink]
Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,
@ Mas Fahrul, kami sarankan untuk baca artikel berikut terlebih dahulu >> http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/dosa-meninggalkan-shalat-lima-waktu-lebih-besar-dari-dosa-berzina.html
Abu Muhammad Naufal Zaki
10 Mar 2010 [Permalink]
Membaca artikel ini ana suka menangis. ALangkah lembut dan Maha Pengampunnya Alloh, meskipun manusia memaksiati ALloh dari awal hinga akhir namun Alloh masih menerima taubatnya sebelum ajal sampai ditenggorokan. Padahal semua yg dinikmati adalah dari Alloh. Adapun manusia kebaikan yg kita buat dari awal sampai akhir bisa hilang dan berubah jadi kecaman jk sekali saja kita tergelincir pada kesalahan. Segala puji bagi ALloh atas kemurahanNya ini. Dan semoga kita semua dan keluarga serta keturunan kita termasuk orang-orang yg mendapatkan kenikmatan ini utk bertaubat selalu kepada Alloh dan tidak berputus asa atas rahmatNya.
Abu Hanif
15 Mar 2010 [Permalink]
Bismillah… Akh, Ijin Posting Artikelnya Di Blog Ana… Syukron
irasapita
15 Mar 2010 [Permalink]
Assalammu’alaikum wr. wb.
saya mau tanya dosa karna sombong apakah bisa diampuni?
jazakillah…
Bintu abdullah
16 Mar 2010 [Permalink]
Subhanallah.. Alloh sungguh Maha Pengampun thd dosa2 hamba-Nya. Jazakumullah artikelnya. Smg dpt mempertebal keimanan sseorang untk ttp istiqomah &brtaqwa pada Alloh swt..
Nurul chotimah
23 Mar 2010 [Permalink]
subhanaullah wal hamdulillah tersentuh sekali hati saya.begitu baik sekali allah itu…uraian air mata sy ga bisa sy bendung..”ya allah terimakasih aq diizinkan utk lebih tau tentang islam..terimakasih mama yg sudah mengarahkan aq sejak kecil utk belajar islam..istikhomahkan aq ya Robb di jalan lurusMU.AMIN
Rio Rizky
24 Mar 2010 [Permalink]
subhanallah..
Jajang
08 Apr 2010 [Permalink]
Subhanallah…
lela
11 Apr 2010 [Permalink]
Assalamu’alaikum…
makasih ya Allah,.. di saat iman ku terpuruk karena dosa2 yg menumpuk, aku hampir putus asa,… Subhanallah… aku……..
Fahrul
11 Apr 2010 [Permalink]
@irasapita
Assalammu’alaikum wr. wb.
saya mau tanya dosa karna sombong apakah bisa diampuni?
jazakillah…
WA ‘ALAIKUMUS SALAM
INSYA ALLAH BISA DIAMPUNI ASALKAN DIA BERTAUBAT DAN TAK MAU MENGULANGI LAGI. DAN PERLU DIINGAT SEMUA DOSA BISA DIAMPUNI KECUALI DOSA SYIRIK KALAU DIA SAMPAI MATI BELUM BERTAUBAT DARI KESYIRIKANNYA
ayu ntuw thariiy
13 Apr 2010 [Permalink]
alhamdulillah….
islam memang agama yg sbenar-bnarnya…
bersyukurlah org2 yg tetap berada d bawah agama ALLAH ini…
fahrul
15 Apr 2010 [Permalink]
#
Fahrul says:
11 April 2010 at 1:34 pm
@irasapita
Assalammu’alaikum wr. wb.
saya mau tanya dosa karna sombong apakah bisa diampuni?
jazakillah…
WA ‘ALAIKUMUS SALAM
INSYA ALLAH BISA DIAMPUNI ASALKAN DIA BERTAUBAT DAN TAK MAU MENGULANGI LAGI. DAN PERLU DIINGAT SEMUA DOSA BISA DIAMPUNI KECUALI DOSA SYIRIK KALAU DIA SAMPAI MATI BELUM BERTAUBAT DARI KESYIRIKANNYA
#
Ana mau memberi tambahan sesungguhnya semua dosa selain syirik bisa diampuni yang sesuai dikehendaki Allah
heri heriyanto
23 Apr 2010 [Permalink]
Ya Alloh, engkau memang Maha Pengampun, ampuni aku dosa-dosa ku yang lalu maupun yang akan datang yaa Alloh . . . Amiin ya robbal’alamiin
indriyani
29 Apr 2010 [Permalink]
allah maha penhgampun atas segala dosa manusia, selagi manusia memang sungguh-sungguh bertobat dan berjanji tdk akan mengulangi lg,…..semoga menjadikan kita lebih beriman kpd allah swt….amien.
heri
19 May 2010 [Permalink]
Syukron ya ustadz . . . .Jazakallah khoiron katsiron . . .
Dan mohon di posting artikel tentang kisah taubatnya seorang wanita yg telah mengaku berbuat zina di jaman Rasulullah . . .
GSPW Lubis
25 May 2010 [Permalink]
Subhanallah, atas kebesaran Allah yang sangat sayang terhadap manusia.
sri sari sugihartini
17 Jun 2010 [Permalink]
saya mau bertnya,pernah medatangi orang pintar, dan menanyakan perihal atau obat untuk usaha/bisnis,tapi ga pernah di laksanakan karena takut akan dosa,apakah hal tersebut termasuk dosa sirik?tolong di jawab ya ustsd?
Yulian Purnama
20 Jun 2010 [Permalink]
#sri sari sugiharti
Jika hati anda mempercayai obat atau wejangan dukun tersebut itu manjur, walau tidak melakukannya, perbuatan ini termasuk syirik kecil yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam namun membuat pelakunya tidak mendapat pahala shalat selama 40 hari, berdasarkan hadits:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَ
“Orang yang mendatangi dukun kemudian bertanya tentang suatu hal, tidak diterima shalatnya selama 40 hari” (HR. Muslim no.2230)
Oleh karena itu hendaknya anda bertaubat dengan sebenar-benarnya dari perbuatan tersebut.
Adapun anda tidak jadi melakukan apa yang disarankan dukun tersebut karena takut kepada Allah, ini mendatangkan pahala tersendiri bagi anda. Sebagaimana sabda Nabi:
إن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة
“Jika seseorang bermaksud untuk melakukan sebuah keburukan namun tidak jadi melakukannya, Allah memberinya satu pahala yang sempurna” (HR. Bukhari 6491 – Muslim 131)
Dan mudah-mudahan ini juga dapat menghapuskan dosa atas perbuatan anda tersebut, karena Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Sesunguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapus dosa dari keburukan-keburukan” (QS. Hud: 114).
Wallahu’alam
anni hidayah
06 Jul 2010 [Permalink]
kadang terasa tiada tersisa
Rahmat
08 Sep 2010 [Permalink]
assalamualaikum….
jazakALLOHul khoir atas ilmu nya, moga kita semua d limpahkan taufik dan hidayah ALLOH SWT…
Amiin..
ukhti dina
19 Oct 2010 [Permalink]
subhanallah …….
Sesungguhnya Allah maha Penerima Taubat ..
ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ^_^ ……
SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN RAHMAT NYA TERHADAP YANG MENULIS TAUTAN NI ^_^…
Imam
02 Apr 2011 [Permalink]
salammualaikum wr.wb
Ustadz saya seorang mahasiswa yang ingin mencari solusi jawaban dalam masalah hidup saya dan berharap cahaya dan ampunan dari Allah . saya manusia yang hina dan kotor karna saya telah berbuat Zina dengan pacar saya. saya pernah bertobat namun saya mengulangi nya Lagi karna saya masih dekat dan behubungan dengan pacar saya, skrng hidup saya tidak tenang Ustadz saya takut azab Allah dan saya takut pintu Tobat untuk saya telah di tutup oleh Allah. Saya benar2 ingin tobat Ustadz dan mengajak pacar saya untuk Bertobat dan memutuskan hub kami agar tidak terulang lagi perbuatan zina itu. namun masalah nya pacar saya tidak mau menerima hub kami putus.di sisi lain saya bertemu dengan seorang wanita yang soleha dan baik ilmu Agama nya saya pernah jujur dan bercerita kepada nya dan wanita yang soleha ini menyarankan saya untuk bertobat dan meninggalkan semua perbuatan ini.
dan wanita ini menerima saya apa ada nya. yang saya ingin tanyakan
Apakah Allah mengampuni dan masih menerima tobat saya?
Apa hukuman dari dosa yang saya perbuat dan apakah orang tua saya terkena dosa dari perbuatan saya dan masih adakah ampunan untuk saya dan kedua orang tua saya?
Apakah saya salah dan akan berdosa memutuskan hub saya dan meninggalkan pacar saya?
Apa yang harus saya lakukan terhadap pacar saya?
Apakah saya pantas jika saya dekat dengan wanita yang soleha tadi?
saya sangat berharap solusi dan nasehat dari Ustadz agar saya mampu menghadapi masalah ini dan mendapatkan jalan keluar.
dan semoga Allah SWT masih memberi jalan untuk saya. Amin
wassalammualaikum.wr.wb
Abduh Tuasikal
02 Apr 2011 [Permalink]
@ Imam
Wa’alaikumus salam
1. Jika seseorang benar2 bertaubat, Allah akan mengampuninya, lihat kisah dalam artikel di atas.
2. Orang lain tdk terkena dosa saudara, begitu juga orang tua saudara.
3. Kami menasehati tinggalkan hubungan tdk sah tsb agr tdk terjerumus dlm zina. jk wanita itu memang wanita baik dan ingin berubah, nikahi dia. Jika ia bukan wanita baik2, jauhi dia agr memudahkan taubat saudara. jk tdk maka saudara akan terjerumus lagi dalam zina dan zina berikutnya.
Semoga Allah beri taufik dan hidayah.
tsurayya dini nurhayati
24 Jun 2011 [Permalink]
assalamu’alikum,
saya sangat meyakini bahwa Rahmat Allah lebih luas daripada murkaNYA. Dlm penjelasan artikel di atas ada yang membuat saya tertarik bahwa meski kita melakukan dosa 100 ataupun 1000 kali asalkan kita mentaubatinya, maka dosa kita akan terampuni.
ustadz, yang ingin ditanyakan, apakah melakukan dosa yang sama secara berulang-ulang tapi ditaubati, lalu terjerumus lagi, apa masih terampuni? apa kemudian hal itu tidak menjadi ‘tobat sambal’? saat bertaubat menangis2 tapi saat lupa dilakukan lagi.
Mohon penerangannya.
Jazakumullah khairon katsir sebelum dan sesudahnya.
Yulian Purnama
26 Jun 2011 [Permalink]
#tsurayya dini nurhayati
wa’alaikumussalam, taubat itu ada syaratnya, simak:
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/syarat-taubat-diterima.html
jika memang sudah taubat dengan benar, lalu ternyata terjerumus lagi, lalu taubat lagi dengan benar, tetap akan diampuni insya Allah. Karena hati manusia itu mudah berbolak balik.
sahlaini fadhilah
13 Jul 2011 [Permalink]
assalamualaikum.. ustadz terimakasih banyak untuk artikelnya.. semoga memberi banyak manfaat untuk muslim dan muslimah ..,, semoga ustadz dirahmati Allah.., dan selalu di berikan taufik dan hidayahnya.., jazakallahu khairan,, wassalam.., =)
nasir
06 Aug 2011 [Permalink]
assalamu’alaikum wr wb
pak ustadz saya mau bertanya….
apakah taubat nasuha itu harus di dampingi dengan sholat sunnah taubat??terimakasih pak ustadz
wasalamu’alaikum wr wb
Yulian Purnama
08 Aug 2011 [Permalink]
#nasir
wa’alaikumussalam, shalat taubah hukumnya sunnah, tidak wajib.
Agus Fahmi
27 Sep 2011 [Permalink]
asalamualaikum ustadz
saya mau bertanya,
bagaimana cara memberi nasehat kepada orang tua untuk meninggalkan syirik, dia pun sudah pasrah dengan penyakit yang di derita nya bertahun tahun, sedangkan ayah saya kalau di beri nasehat dia bilang, saya lebih tau dari kamu, dan saya ke dukun bukan untuk nuntut ilmu hanya pergi berobat saja, saya takut dengan cara saya menasehati yang tidak benar bisa membuat saya berdosa karena menasehati dengan secara kasar,
Rudy
30 Sep 2011 [Permalink]
Asalamualaikum wr wb
saya mauk ngungkapkan pendapat, maaf sebelumnya.
Jikalau seperti itu, bila mana jika seorang itu melakukan hal” buruk itu dengan sengaja, karena seorang itu mengerti bahwa dosa” itu dapat diampuni begitu saja??
Mohon pencerahannya..
Wasalamualaikum wr wb
Abu Malik
25 Oct 2011 [Permalink]
Assalaamu’alaykum,
Mohon nasihatnya menghadapi suatu pernyataan bahwa kaum muslimin cenderung lebih bermudah2 dalam bermaksiat dikarenakan adanya kemudahan bertaubat dalam syariat.
Jazakumullahu khayr.
Yulian Purnama
31 Oct 2011 [Permalink]
#Rudy
Wa’alaikumussalam. Kita mesti optimis bahwa Allah itu Maha Pengampun, namun kita tidak tahu dosa-dosa kita diampuni atau tidak. Jadi, orang yang sengaja bermaksiat, hendaknya khawatir dosa-dosanya belum diampuni.
Yulian Purnama
02 Dec 2011 [Permalink]
#Agus Fahmi
Wa’alaikumussalam, silakan simak: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/menghadapi-orang-tua-yang-bermaksiat.html