Masalah kelima: Seputar Tabarruk Di penutup buku ini, saya tidak akan mengoreksi dalil-dalil yang disebutkan Novel tentang tabarruk para sahabat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena semua dalil yang disebutkannya shahih, dan saya sependapat dengan siapa pun yang mengatakan bolehnya tabarruk dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik sewaktuBaca lebih lanjut…
Kata Kunci “mana dalilnya 1?”
Ini Dalilnya (18): Istighatsah ala Jahiliyah
Masalah Keempat: Seputar Istighatsah Definisi istighatsah ala jahiliyah Pembaca yang budiman, sungguh mengherankan memang, ketika orang yang hidup di abad 21 dengan berbagai kemajuan IPTEK-nya masih berpikir ala jahiliyah. Masih mending jika keyakinan tersebut berangkat dari kebodohan karena ia tinggal di tengah hutan belantara, atau di daerah terpencil yang takBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (17): Antara Tawassul yang Dibolehkan dan yang Terlarang
Tawassul Para Sahabat Dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam pembahasan ini, Novel kembali memakai cara lamanya dalam berdalil… lagi-lagi ia berdalil dengan hadits yang tidak mengarah ke permasalahan. Hadits tersebut terkenal dengan istilah “hadietsul a’ma” (haditsnya Si orang buta). Novel mengatakan (hal 122-123): Dalam Sunan Tirmidzi disebutkan bahwaBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (16): Bentuk Tawassul yang Keliru
Dalam salah satu pembahasannya mengenai tawassul (hal 118), Novel memberinya judul sebagai berikut: Tawassul Nabi Muhammad saw dengan orang-orang yang berdoa. Kemudian ia mengatakan: Abu Sa’id Al Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa keluar dari rumahnya menuju Masjid untuk menunaikan shalat, kemudian membaca doa berikut:Baca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (15): Keliru dalam Memahami Tawassul
Masalah Ketiga: Tawassul Pemahaman yang kacau balau tentang tawassul Novel mengatakan: “Tawassul dengan orang lain artinya wasilah (perantara) yang kita sebutkan di dalam doa yang kita panjatkan bukanlah amal kita, tetapi nama seseorang. Contohnya adalah doa berikut: “Ya Allah, berkat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam…”, “Ya Allah, berkat ImamBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (14): Larangan Melakukan Safar Khusus untuk Ziarah Kubur
Sebagaimana pernah disinggung sebelumnya, penganut tarekat sufi semacam Novel Alaydrus dalilnya takkan lepas dari dua hal: hadits dha’if atau (terkadang) hadits palsu namun lafazhnya sesuai kemauan mereka, atau hadits shahih yang maknanya dipelintir ke sana ke mari. Jadi, dalam bab ini saya hanya akan menjelaskan validitas (keabsahan) dalil-dalil yang disebutkanBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (13): Benarkah Kuburan Merupakan Tempat Terkabulnya Do’a?
Benarkah pemakaman kaum shalihin adalah tempat terkabulnya doa? Agaknya saudara kita yang satu ini benar-benar Quburi[1]. Dengan cara berdalil yang aneh bin ajaib, dia menyimpulkan bahwa kuburan merupakan tempat terkabulnya doa. Mana dalilnya? Dalilnya ialah bahwa dalam doa masuk pemakaman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: أَسْأَلُ اللهَ الْعَافِيَةَ لَنَاBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (12): Bolehkah Ziarah Kubur untuk Mencari Berkah?
Masalah kedua: Seputar Ziarah Kubur Ziarah kubur bagi wanita Novel mengatakan: “Sebagaimana kaum pria, para wanita juga diizinkan untuk berziarah, selama tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama. Bahkan mereka dianjurkan untuk menziarahi kubur para Nabi dan ulama untuk mendapatkan keberkahan mereka” [1]. Saya katakan: Mana dalilnya yang menyebutkan bahwaBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (11): Benarkah Rasulullah Tidak Khawatir Umatnya Berbuat Syirik?
Bahagian Kedua Dalam bagian ini, kami tidak akan membahas seluruh syubhat yang ada di buku Mana Dalilnya 1, sebab hal itu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga di samping menjadikan buku ini tebal dan membosankan. Akan tetapi kami hanya menjawab syubhat-syubhat yang kami nilai paling berbahaya dan menyesatkan. Sekali lagiBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (10): Terapi Intensif bagi Pelaku Bid’ah
Sebagai pelengkap, rasanya kurang pas kalau kita bicara panjang lebar tentang bid’ah namun tidak memberikan solusi bagi mereka yang telah lama ‘mengidap’ penyakit yang satu ini. Karenanya, kami berusaha untuk menawarkan beberapa terapi yang diharapkan mampu membantu ‘kesembuhan’ mereka. Terapi pertama: Kenali penyakitnya terlebih dahulu Seperti layaknya penyakit, sebelum seorangBaca lebih lanjut…


