radio muslim

Kata Kunci “istighotsah”

Ini Dalilnya (18): Istighatsah ala Jahiliyah

Kategori: Aqidah

7 Komentar // 8 Desember 2011

Masalah Keempat: Seputar Istighatsah Definisi istighatsah ala jahiliyah Pembaca yang budiman, sungguh mengherankan memang, ketika orang yang hidup di abad 21 dengan berbagai kemajuan IPTEK-nya masih berpikir ala jahiliyah. Masih mending jika keyakinan tersebut berangkat dari kebodohan karena ia tinggal di tengah hutan belantara, atau di daerah terpencil yang takBaca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (14): Larangan Melakukan Safar Khusus untuk Ziarah Kubur

Kategori: Aqidah

4 Komentar // 28 November 2011

Sebagaimana pernah disinggung sebelumnya, penganut tarekat sufi semacam Novel Alaydrus dalilnya takkan lepas dari dua hal: hadits dha’if atau (terkadang) hadits palsu namun lafazhnya sesuai kemauan mereka, atau hadits shahih yang maknanya dipelintir ke sana ke mari. Jadi, dalam bab ini saya hanya akan menjelaskan validitas (keabsahan) dalil-dalil yang disebutkanBaca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (13): Benarkah Kuburan Merupakan Tempat Terkabulnya Do’a?

Kategori: Aqidah

Belum Ada Komentar // 26 November 2011

Benarkah pemakaman kaum shalihin adalah tempat terkabulnya doa? Agaknya saudara kita yang satu ini benar-benar Quburi[1]. Dengan cara berdalil yang aneh bin ajaib, dia menyimpulkan bahwa kuburan merupakan tempat terkabulnya doa. Mana dalilnya? Dalilnya ialah bahwa dalam doa masuk pemakaman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: أَسْأَلُ اللهَ الْعَافِيَةَ لَنَاBaca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (12): Bolehkah Ziarah Kubur untuk Mencari Berkah?

Kategori: Aqidah

9 Komentar // 23 November 2011

Masalah kedua: Seputar Ziarah Kubur Ziarah kubur bagi wanita Novel mengatakan: “Sebagaimana kaum pria, para wanita juga diizinkan untuk berziarah, selama tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama. Bahkan mereka dianjurkan untuk menziarahi kubur para Nabi dan ulama untuk mendapatkan keberkahan mereka” [1]. Saya katakan: Mana dalilnya yang menyebutkan bahwaBaca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (10): Terapi Intensif bagi Pelaku Bid’ah

Kategori: Manhaj

5 Komentar // 19 November 2011

Sebagai pelengkap, rasanya kurang pas kalau kita bicara panjang lebar tentang bid’ah namun tidak memberikan solusi bagi mereka yang telah lama ‘mengidap’ penyakit yang satu ini. Karenanya, kami berusaha untuk menawarkan beberapa terapi yang diharapkan mampu membantu ‘kesembuhan’ mereka.  Terapi pertama: Kenali penyakitnya terlebih dahulu Seperti layaknya penyakit, sebelum seorangBaca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (9): Meluruskan Pemahaman Tentang Bid’ah

Kategori: Manhaj

4 Komentar // 17 November 2011

Sebagai pelengkap, berikut ini kami nukilkan beberapa masalah penting yang harus kita perhatikan mengenai hakikat bid’ah yang sering kali tersamarkan bagi kebanyakan orang.[1] 1. Bid’ah kadang memiliki dalil yang bersifat umum. Ketika sesuatu dihukumi sebagai bid’ah, bukan berarti hal itu harus seratus persen di luar Islam dan tidak ada dalilnyaBaca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (8): Pembagian Bid’ah yang Tepat

Kategori: Manhaj

9 Komentar // 15 November 2011

Setelah memahami kekeliruan mereka yang membagi bid’ah persis dengan pembagian hukum syar’i (wajib, mandub, mubah, makruh dan haram). Ada baiknya kalau di sini kami jelaskan klasifikasi bid’ah yang benar, yang tidak bertentangan dengan sabda Nabi: “wa kullu bid’atin dholalah”. Yaitu dengan meninjau dari segi hubungannya dengan syari’at, atau dari kadarBaca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (7): Beda Bid’ah dan Mashalih Mursalah

Kategori: Manhaj

12 Komentar // 13 November 2011

Saudaraku seiman, yang akan kita bahas kali ini sangatlah penting, yaitu persamaan dan perbedaan antara bid’ah dan mashalih mursalah. Dalam buku Mana Dalilnya 1, si penulis tak bisa membedakan antara bid’ah dan mashalih mursalah, akibatnya  ia menggolongkan hal-hal yang merupakan mashalih mursalah ke dalam bid’ah[1]). Seperti ketika menjelaskan  bid’ah wajib,Baca lebih lanjut…

Ini Dalilnya (6): Benarkah Pembagian Bid’ah Menjadi Lima?

Kategori: Manhaj

16 Komentar // 11 November 2011

Syubhat 4: Pembagian bid’ah menjadi lima Sebagian ulama berpendapat bahwa bid’ah terbagi menjadi lima sebagai berikut: Bid’ah Wajibah: yaitu setiap bid’ah yang sesuai dengan kaidah-kaidah dan dalil-dalil diwajibkannya sesuatu dalam syariat. Contohnya pembukuan Al Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dikhawatirkan keduanya akan tersia-siakan. Berhubung menyampaikan risalahBaca lebih lanjut…

Biojanna

Kembali ke Atas