Soal-23: Hukum Shalat di Masjid Yang Ada Bid’ah

Kategori: Soal Jawab

16 Komentar // 26 April 2010

Di tempat tinggal ada masjid yang masih ada beberapa bid’ah dalam shalat, masih wajibkan kita shalat d masjid itu?

Klik Player:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

16 Komentar

  1. Zulkarnain El-Madury
    26 Apr 2010 [Permalink]

    Boleh, sepanjang tidak mengikuti tradisi bid’ahnya

  2. Abdullah
    29 Apr 2010 [Permalink]

    Namun bagaimana jika kondisi yang bisa mengurangi kusyu seperti:
    1. Bacaan tidak fasih terlebih Al Fatihah
    2. Ada makmum yang bacaanya bisa terdengar oleh jemaah lain sehingga mengganggu
    3. Tidak tuma’ninah/terburu buru
    4. Zikir berjamaah yang mengganggu zikir sendiri terlebih mengganggu shalat sunnah atau orang yang masbuk terlebih lagi jika zikirnya “ribut” & tidak tartil
    Lalu lebih memilih masjid yang bacaannya bagus , tuma’ninah dan zikir masing2 sehingga lebih kusyu.

    Jazakallah

  3. Aris Munandar
    14 Jun 2010 [Permalink]

    #Abdullah
    Kalau tidak fasihnya imam itu tidak sampai merusak makna ayat, tetap boleh shalat bersamanya. Hendaknya cari posisi yang aman dari makmum yang berisik. Kemudian, adanya dzikir jama’i diabaikan saja, tidak perlu diikuti.

  4. budiono
    10 Jul 2010 [Permalink]

    Assalamu’alaykum Wr Wb,
    Sesuai rukun shalat, saat imam usai membaca Al Fatihah, imam kemudian membaca Amien yang di ikuti oleh makmum dst dst.
    Tapi ada imam yang sebelum membaca Amien terlebih dahulu membaca “robigfirli”.
    Bolehkah kita bermakmum kepada imam tersebut?>
    JazakAllah

  5. Yulian Purnama
    10 Jul 2010 [Permalink]

    #budiono
    Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,
    Amalan tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Tetap boleh bermakmum pada imam tersebut, namun jika ada imam lain yang lebih sesuai sunnah itu lebih baik.

  6. arief
    10 Jul 2010 [Permalink]

    assalamualikum
    kalau dari pengalaman saudara2 saya diatas adalah benar.,bisakah ditarik kesimpulan atas akal pikiran yang sehat,.kalau menjadi seorang imam yang baik dan benar di mata tuhan itu sangatlah tidak mudah.dalam pandangan saya sebagai muslim,imam dalam shalat adalah pemimpin,atau dalam makna yang lebih indeks yaitu orang yang memimpin kita dalam menuju keridhoan tuhan dalam shalat.gerak gerik,apa yang kita fikirkan,atau lafaz setiap kata2 yang benar dalam membaca ayat2 suci al quran harus sangat baik walau belum sempurna.
    kalau pengalaman saudara2 diatas yang saya akui sama halnya dengan saya mempunyai pengalaman yang sama dengan saudara2 semua benar2 terjadi,apakah bisa dibenarkan kita beribadah mengharapkan ridho tuhan dengan meniadakan unsur2 penting dan wajib dalam beribadah????(contohnya sudah disebutkan diatas)
    wassalamualikum..

  7. husain
    05 Nov 2010 [Permalink]

    assalamualaikum

  8. eny
    18 Apr 2011 [Permalink]

    Tolong dijelaskan
    1. apakah nasehat dan aturan orang tua berlaku utk ditaati anak(didlmnya berkait dgn bid’ah) jika org tuanya menganut mitos/klenik/syirik tulen, yang baginya sampai dijadikan pedoman dan aturan hidupny sehari2.
    2. bagaimana sikap sy sbgai menantu agar perasaan mertua tidak tersinggung dikarenakan sy tidak mengikuti aturanny yg saya tau jelas jelas itu masuk dalam syirik?

  9. Yulian Purnama
    25 Apr 2011 [Permalink]

    #eny
    1. Jika diperintahkan untuk melakukan atau ikut kebid’ahan maka tidak boleh ta’at dan haram hukumnya untuk ta’at. Namun untuk hal-hal lain yang mubah wajib hukumnya untuk ta’at kepada orang tua.
    2. Kedepankanlah akhlak mulia dalam bermuamalah dengan mertua, bersabar dan kenalkan beliau dengan Al Qur’an serta Sunnah.

  10. Kanti Ida Royani
    23 Jun 2011 [Permalink]

    لسَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ Permasalahan sy sama dng sdr.Eni yaitu sy tumbuh diklrg yg memegang teguh bid’ah, tdk ada dr ortu dan saudara2 sy yg mendirikan sholat sama skl dr sy wkt kecil ikut dan berkumpul dng mrk (mrk beribadah hy saat ramadhan dan hari raya saja). Adik sy satu tlh murtad tp skr kmbl masuk Islam dan yg lbh memprihatikan lg skr profesinya sbg ahli dukun syirik yg mengatas namakan dukun aliran Islam / putih tp sll bersemedi dtmpt2 yg tdk karu2an, nyembuhin dan sll ngasih zimat dan memantra-mantrai pasiennya. Dan smua klrg mendukung dan mengamini aktifitasnya. Smua saudara2 sy jg tdk ada satupun yg mau menjalankan ibadah. Hidupnya mrk smua kacau dan hancur berantakan. Bpk sy jg bgt skr ikut sy, sy slm puluhan thn biayai dan menanggung smua kbthn mrk dan biaya sklh dan tetek bengek mrk. Sy puluhan thn dan saat ini jg berusaha keras menasehati, mencontohi, menyadarkan dan mengajak mrk utk bertaubat mohon ampun dan beribadah mendekat kpd Allah SWT tp sy sll dimusuhi, dibenci, difitnah, dicaci maki, dicela dan dikata2in, diketawain dicemooh yg tdk karu2an oleh mrk, mrk baik trhdp sy bila sy sll mengirim uang bulanan rutin kpd tiap2 masing2 klrg, bila sy berhenti mengirimi uang bulanan,,,maka mrk smua berkomplot menyerang memusuhi saya dan mrk bersepakat bhw sy sdh tdk dianggap lg sbg saudaranya mrk, sy tlp mrk tdk ada yg mau mengangkat dan menerima. @Jujur sy sangat kasihan,sedih dan prihatin skl dng keadaan klrg sy yg jauh dr agama, mrk hdp tdk mau berlandaskn pd agama dan bersandar pd Allah. Bpk yg skr ikut sy tiap hari sy ajarin, sy beri pengetahuan dan wawasan ttg Islam yg benar,,,tiap hari sy ngajiin, sy bacain arti/terjemahan Al Qur’an, hadist2 Nabi, artikel2 Islam, dan stiap hari sy beserta suami dirmh sll bangun jam 3 tahajjud, baca Al Qur’an tiap hari tiap wkt dan suami sholat 5 wkt sll di masjid, Bpk jg sdh sering sy Ruqyah-kan, sy sering panggil Ustadz ke rumah utk memberikan tausiyah kpd Bpk…tp ttp Bpk tdk tergerak hatinya utk mengikuti langkah2 kami. Bpk masih enggan utk mau mandi, ganti baju dan mendirikan sholat. Tp sy sbagai anak tdk putus asa dlm menyadarkn Bpk dan klrg, soalnya sy sbg anak kasihan bila Bpk yg sdh tua dan sakit2an mati duluan sblm sempat bertaubat, gmn nanti berat, sengsara dan pedihnya hal yg akan diterima Bpk hidup di akherat kelak sana kl tdk mau bertaubat skr dan bila Bpk masih mengagungkan ilmu dan kesaktian2 ilmunya,zimat2 sesatnya itu…???. @Maka dr itu tiap hari sy sll cari artikel2 Islam dan mengcopy paste dan print buat sy bacakan kpd Bpk dan artikel2nya sy kirimkan ketiap klrg dan Ibu saya agar mrk jd tahu dan kmbl menyadari bhw slm ini hidupnya sdh jauh tersesat. @Saya seorang diri puluhan tahun berdoa, berusaha membawa mrk kearah jalan yg baik dan benar tp masih sulit krn mrk trll sombong dan sok tahu tp sbenarnya mrk tdk tahu apa2 slain kesesatan yg bagi mrk kesesatan itu adalh benar, dan sy masih blum menyerah krn sy menyayangi, mengasihi dan eman pd mrk smua. Dan sy tdk menginginkan klrg sy mengalami keadaan nasib mengerikan di neraka jahanam kelak nantinya. @Mohon doanya dr smuanya agar klrg sy kembali mendapatkan ampunan,dilunakkan, diketuk,dibuka pintu hatinya klrg sy dan smg Allah memberikan rahmat,petunjuk dan hidayah-Nya kpd klrg kami smuanya. آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ .​​‎​‎
    ​وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

  11. sedang berusaha beriman
    15 Jul 2011 [Permalink]

    masjid bid’ah (didalamnnya banyak para musyrik juga bertengger dimasjid bid’ah) sering membuat saya tidak kusyu pada alloh dengan berbagai suara maupun gerakan, masjid berdiri atas iman lokasi agak jauh jd bbrpa waktu saya salat dirumah , sampai sekarang saya belum mendapat solusinya

  12. Bayu Putra
    04 Aug 2011 [Permalink]

    Apakah kita wajib mengangkat tangan juga, ketika mnjadi makmum dari imam yng mngamalkan qunut subuh? Apalagi ada juga yng mmbalikan tangan ktk mmbaca doa tolak balak.

  13. Bayu Putra
    04 Aug 2011 [Permalink]

    Bagaimana infaq kita yg disalurkan ke masjid2 yang banyak melakukan bid’ah? Apakah kita infaq kita mndapat kan ganjaran?

  14. Yulian Purnama
    04 Aug 2011 [Permalink]

  15. Aris Munandar
    16 Aug 2011 [Permalink]

    #Bayu Putra
    Insya Allah tetap berpahala karena dengannya anda mendukung kaum muslimin yang melaksanakan shalat dll meski saya sarankan untuk lebih mengutamakan masjid masjid sunnah.

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas