Soal-17: Mengenai Shaf Shalat

Kategori: Soal Jawab

4 Komentar // 23 April 2010

Jika shaf hampir penuh (tersisa satu), sedangkan ada orang yang baru datang, apakah saya harus menunggu orang untuk  membuat shaf baru atau masuk dalam shaf yang kurang tersebut?

Klik Player:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

4 Komentar

  1. misar
    23 Apr 2010 [Permalink]

    Insya Alloh yang utama adalah mengisi shof yang masih kosong dan antum tidak usah menunggu orang yang baru datang.

  2. frendis bin may
    24 Apr 2010 [Permalink]

    bagaimana kalau shaf d dpn sdh penuh,tidak ada ruang lg melainkan kita membuat shaf baru d belakang…apakah ada sunnah nya kita menarik 1 orang jamaah d dpn untuk menemani kita d belakang ? jazakumullahu khoir

  3. Abduh Tuasikal
    25 Apr 2010 [Permalink]

    @ Frendis.
    Kalau shaf di depan sudah penuh maka buatlah shaf baru di belakang walaupun sendirian. Dan tidak perlu menarik orang di depan untuk menemani di belakang karena di sini ada beberapa kerugian. Di antaranya, ini berarti telah membawa orang yang sudah shaf pertama (di depan) ditarik ke shaf yang kurang utama (di belakang). Maka ini akan membuat orang yang sudah dapat keutamaan menjadi merugi. Demikian faedah penjelasan dari Syaikh Ibnu Utsaimin.

  4. abu muhammad naufal zaki
    25 Apr 2010 [Permalink]

    Hehehe ana dulu suka narik orang ke belakang. . klo difikir2 jelas ini perbuatan jahil krn berarti yg depan jadi ada sela… beginilah klo beragama asal dengar dan lihat tok dan bukan berdasarkan dalil… dan baru ana tahu hukumnya setelah mengenal manhaj ini dari penjelasan para ustadz salaf dan juga fatwa syaikh albani (25 masalah agama… cuma kata ustadz kitab ini tidak ada idzin dari beliau atau ahli warisnya) dan syaikh Utsaimin.. .
    Memang benar, beribadah dg ilmu akan membuat hati terasa ringan dan tenang dalam mengamalkannya….

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas