buku saku

9 Komentar

  1. fahrul
    30 Jun 2010 [#]

    Asssalamu ‘alaikum
    Menurut saya orang berfikir bahwa pemberian harakat adalah bid’ah merupakan keliru,kalau kita fikirkan secara jernih bukankah urusan penulisan huruf merupakan perkara duniawi di mana hukum asalnya adalah mubah dan halal. Bahkan saya pribadi mengatakan boleh kira membaca Al-Qur’an dengan tulisan latin bagi orang yang belum lancar membaca Al-Qur’an selama tidak merusak tajwid. Coba renungkan pendapat saya ini. Jazakallah.

  2. fahrul
    30 Jun 2010 [#]

    Assalamu ‘alaikum
    Ada kok Al -Qur’an dan terjemahan cetakan TNI-AD yang menggunakan tulisan Arab dan latin untuk ayat-ayat Al-Qur’an dgn bahasa Arab dan sesuai tajwidnya.

  3. fahrul
    30 Jun 2010 [#]

    Assalamu ‘alaikum
    Saya ingatkan kepada para pembaca agar tetap mempelajari Al-Qur’an dgn tulisan Arab agar kita tak salah dalam membacanya,sebagaimana kita mempelajari bahasa Arab,Jepang,Mandarin harus mempelajari tulisannya supaya sesuai kaidah bahasa masing-masing. Jazakallah.

  4. fahrul
    30 Jun 2010 [#]

    assalamu’alaikum
    tolong jelaskan perkara maslahat murshala? Jazakallah.

  5. Yulian Purnama
    30 Jun 2010 [#]

    #fahrul
    Wa’alaikumussalam. Silakan simak: http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html

  6. abu ayoub
    28 Agu 2010 [#]

    menurut buku siirah khulafa rasyidin, sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. yang memperkenalkan penambahan harakat dan memperkenalkan ilmu nahwu dan sharaf ketika beliau jadi khalifah keempat menggantikan Uthman bin Affan.

    Rasulullah s.a.w. sendiri sudah memberi jaminan bahwa kita umat islam boleh mengikuti sunnah yang dilakukan oleh kulafa rasyidin sebagaimana hadist “MAKA KALIAN HARUS BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAHKU DAN SUNNAHNYA PARA KHULAFA RASYIDIN YANG MEMBERI PETUNJUK SETELAHKU (Riwayat At Tirmidziy dan Ibnu Majah).

    Jadi kalau ada yang menyebut penambahan harakat Quran itu bid’ah, maka mereka mengingkari hadist di atas.

    wassalam alaikum

  7. abah
    23 Nov 2010 [#]

    Paling mudah melihat kesalahan orang lain , ketimbang menelisik kekurangan diri pribadi.
    mudah mudahan ga ada yang adu jotos gara gara ngebahas bid’ah. Amien.

  8. supendi
    08 Agu 2011 [#]

    simak terus muslim.or.id. semoga tetap eksis

  9. Abu Ja'far
    29 Jan 2012 [#]

    Mengenai pemberian harokat mushaf, hal itu adalah boleh atau malah wajib, disamping adanya contoh dari ‘Ali bin Abi Thalib, ada juga IJMA’ (konsensus) dari para ‘ulama, sedangkan maulid bukan perkara yang masuk dalam IJMA’, lalu pertanyaanya bagaimana bisa mengqiyaskan yang IJMA’ dengan yang bukan IJMA’? bukankah itu Qiyas FASID alias rusak???

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas