Arsip untuk Kategori “Fiqh dan Muamalah”

Fiqih Ringkas I’tikaf (4)

Kategori: Fiqh dan Muamalah, Ramadhan

6 Komentar // 20 Agustus 2011

Pembatal I’tikaf a. Jima’ (bersetubuh) Allah ta’ala berfirman, وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ “(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu ber-i’tikaf dalam mesjid.” (Al Baqarah: 187). Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, بين جل تعالى أن الجماع يفسد الاعتكاف واجمع أهلBaca lebih lanjut…

Fiqih Ringkas I’tikaf (3)

Kategori: Fiqh dan Muamalah, Ramadhan

3 Komentar // 20 Agustus 2011

Syarat I’tikaf Syarat-syarat i’tikaf adalah sebagai berikut: 1. Islam وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلا يَأْتُونَ الصَّلاةَ إِلا وَهُمْ كُسَالَى وَلا يُنْفِقُونَ إِلاوَهُمْ كَارِهُونَ (٥٤) “Dan tidak ada yangBaca lebih lanjut…

Fiqih Ringkas I’tikaf (1)

Kategori: Fiqh dan Muamalah, Ramadhan

6 Komentar // 19 Agustus 2011

Definisi I’tikaf Secara literal (lughatan), kata “الاعْتِكاف” berarti “الاحتباس” (memenjarakan)[1]. Ada juga yang mendefinisikannya dengan: حَبْسُ النَّفْسِ عَنْ التَّصَرُّفَاتِ الْعَادِيَّةِ “Menahan diri dari berbagai kegiatan yang rutin dikerjakan” [2]. Dalam terminologi syar’i (syar’an), para ulamaBaca lebih lanjut…

Kembali ke Atas