Bermaafan Sebelum Ramadhan

Kategori: Ramadhan

73 Komentar // 9 Agustus 2010

Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da’wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da’wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da’wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da’wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam.

Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:

عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد

Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.

Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).

Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.

Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه

Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi” (HR. Bukhari no.2449)

Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: “Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari”. Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,

إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.

Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.

Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.

Wallahu’alam.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel www.muslim.or.id

buku saku

73 Komentar

  1. hendri gakonto
    09 Agu 2010 [#]

    aduh, bingung ya,
    kok, kayanya berat amat, ya
    jadinya, saya gak bisa komentar dech..
    karena takut salah komentar,,
    karena SALAH KOMEN TAR PUN,, ADA hadsinya..
    jadi,, saya serahin aja dech sama yang emang udah ditakdirkan Allah memiliki kelebihan di bidang ini..
    semoga ka mi yang bodoh dan awam ini..
    mengikuti sesuaztu yang benar.. AAMIIN

  2. fendi insan biasa
    09 Agu 2010 [#]

    Mohon maaf sebelumnya,
    saya sih gak tahu detail tentang hadist..
    Menurut pikiran saya, bulan ramadhan adalah bulan yang suci ….
    jangankan nilai ibadah selama bulan itu,
    untuk memasukinya pun kita dianjurkan dengan hati yang suci dan bersih..
    so, salahkan kita kalau demi mencapai niat baik tersebut, lalu berusaha membersihkan dan menyucikan diri kita terlebihj dahulu, dengan cara mengakui kesalahan, dan meminta maaf pada orang lain?
    ingat lho, agama kita juga tidak pernah menyempitkan sesuatu, selalu memberikan kelapangan..
    kalau sudah begini, orang awam yang membaca akan patah semangat dan merasa makin bersalah,
    jadi, kalau pun yang anda tulis adalah suatu yang benar, tolonglah menyampaikannya dengan bahsa serta kesimpulan yang menyejukkan hati dan perasaan orang lain.
    kalau begini, yang ada bukan pencerahan, melainkan ketakutan akan diri yang serba hina dan nista,
    mohon untuk direnungkan,,
    saya pun belum tentu benar, tapi itulah yang saya rasakan, walau mungkin agama katanya tidak bisa dengan perasaan..
    semoga saya tidak jadi orang yang menyulitkan dan menyusahkan orang lain,
    Selamat memasuki bulan suci Ramadhan, semoga kita semua beroleh ampunan dan rahmat dan berkatNya. Aamiin

  3. alvin
    09 Agu 2010 [#]

    siapa yang mau berkomentar,
    kalau salah komentar pun
    sangat berat hukumannya,
    silakan kalian sajalah yang berkomentar
    yang diberikan kelebihan memahami agama .

  4. Dani
    09 Agu 2010 [#]

    mohon ijin sharenya…..
    jazakallah khoiron…

  5. reef
    09 Agu 2010 [#]

    Ijin share..jazakalloh khoiron katsir

  6. erwan
    10 Agu 2010 [#]

    Ijin share..jazakalloh khoiron

  7. Milanisti
    10 Agu 2010 [#]

    ijin share ya..

    jazakallahu khoiron

  8. Dira
    10 Agu 2010 [#]

    Terima Kasih Atas Ilmu yang bermanfaat ini ya
    SUBHANALLAH ….., WALHAMDULILLAH

  9. Arman
    10 Agu 2010 [#]

    Bgmn dg dosa ghibah, su’uzhan, lalai dr amanah, berbohong, dan blm mengembalikan brg yg dipinjam?

    Dlu sy prnh dgr kajian, ustadz-ny membolehkan utk minta maaf scr tdk langsung mlalui sms dg nomor perdana, dikarenakan madharat yg malah bs merusak persahabatan krn mengungkit2 kesalahan masa lalu,

    worst case-nya klo qt malah dpt cercaan spt *oh jadi antum pernah gtu ya sama ana? g disangka2 ternyata antum ‘pemakan bangkai’!*, hal itu bs saja terjadi kan? Mohon jawaban, pendapat, dan petunjuknya..

  10. aris
    10 Agu 2010 [#]

    ijin share,
    jazakallahu khairon

  11. Giarto akbar
    10 Agu 2010 [#]

    Izin Share ^^

    jazakalloh khoiron

  12. Ibn Yunus
    10 Agu 2010 [#]

    ijin save and share..

    jzk..

  13. Abdullah Fakir
    10 Agu 2010 [#]

    ijin share dan copas. jazaakalloh khoir.

  14. indra
    10 Agu 2010 [#]

    klo tradisi bermaaf-maafan di hari raya idul fitri, ada gak hadist nya! Mohon penjelasannya?

  15. Yulian Purnama
    10 Agu 2010 [#]

    #Arman
    Barang yang belum dikembalikan semestinya dikembalikan, dan meminta-maaf lah secara langsung. Karena jika ternyata ia belum memaafkan, akan ia akan menuntut kelak di hari kiamat. Wallahul musta’an.

  16. M Ridho
    10 Agu 2010 [#]

    jazakumulloh khoiron ustadz ilmunya :D
    Oh ya,bagaimana sikap kita kalau kita mendapat permintaan maaf dari mereka pada sblm romadhon baik langsung maupun tidak langsung (via sms/facebook)?

  17. Siti
    10 Agu 2010 [#]

    Izin Share ya,,,jzk.
    Terima kasih…

  18. har
    10 Agu 2010 [#]

    ijin kopas ya

  19. abu 'aisyah
    10 Agu 2010 [#]

    ternyata kang aswad dan antum orang yang sama y…ane kira beda orang

  20. Must Ris
    11 Agu 2010 [#]

    Mohon ijin share

  21. Wisnu
    11 Agu 2010 [#]

    Ijin save dan share y… JazakALLOH khoiron

  22. One One
    11 Agu 2010 [#]

    Ijin Share ya…..
    Jazakumullahu Khairon Khatsiroo

  23. ardi
    11 Agu 2010 [#]

    ijin save and share..

    jzk..

  24. satya abu daffah
    11 Agu 2010 [#]

    syukron…

  25. abu hamzah
    11 Agu 2010 [#]

    ijin copas&share

  26. ridha
    11 Agu 2010 [#]

    anda harusnya kaji lebih dalam hadits dari Abu Hurairah tersebut bukan malah menggunjing orang lain… lebuh baik intropeksi diri ketimbang menilai orang lain. Mohon Maaf Klo ada yg salah. Jazakallah khairan katsiran

  27. ica
    11 Agu 2010 [#]

    syukron ilmunya…

  28. Achmad Ramdhani Z
    11 Agu 2010 [#]

    terima kasih kang Yulian Pratama, dari kemarin saya mencoba mencari-cari jawaban mengenai tradisi bermaaf-maafan sebelum ramadhan… Lalu kang, kalo tradisi bermaaf-maafan pada hari raya Idul Fitri bagaimana? Apa ada dalilnya juga, maksud saya, mengapa harus saling maaf-memaafkan, bukankah pada hari itu segala dosa diputihkan? terima kasih

  29. ganes
    11 Agu 2010 [#]

    izin copas & share.. jazzakollohu khoir

  30. abu hudzaifah
    11 Agu 2010 [#]

    kesalahan ini wajib diberitahukan kepada kaum muslimin yang masih mengerjakannya sampai hari ini…

  31. Yulian Purnama
    11 Agu 2010 [#]

    #fendi insan biasa
    Namun maaf, kebaikan dalam agama tidak dihasilkan dari logika semata.

  32. Yulian Purnama
    11 Agu 2010 [#]

    #M Ridho
    Kalau ada orang yang meminta maaf, sebaiknya dimaafkan.

  33. Besral
    11 Agu 2010 [#]

    Terima kasih sudah berbagi,

    Saya kira ada niatan tersembunyi dari pengirim sms tersebut. Kita tahu setiap idul fitri, jutaan sms beredar, berapa rupiah yang beredar? siapa yang diuntungkan?
    Sama halnya dengan bermaaf-maafan sebelum ramadhan ini, sengaja disebarkan oleh mereka yang ingin meraup keuntungan….
    Moga2 pikiran saya salah..

  34. Yulian Purnama
    11 Agu 2010 [#]

    #ridha
    Maaf, saya tidak merasa menggunjing individu tertentu. Kalau ada sebagian muslim yang salah, sebaiknya kita nasehati bukan?
    Terima kasih atas sarannya, semoga saya dapat lebih mengorek kesalahan dan dosa saya sendiri.

  35. ibnu salama
    11 Agu 2010 [#]

    jazzakumullahukhairon ust.
    nasehat antum insyallah sngat jelas, kita akan semakin hati2 mealkukan amalan2 ibadah.
    bagi yang menuduh nasehat ini sebagai gunjingan naif sekali, mhon sekali lagi dalami nasehat ini,jangan emosi yg didahulukan.

  36. ibnu abi
    13 Agu 2010 [#]

    abi pernah dapat sms tentang hadits tersebut dan pada akhir sms tertulis muttafaq ‘alaihi…pas dicek lagi di shahih bukhari muslim, ana ga nemu hadits itu… masya Allah…berani banget orang itu mengada-ada yang tidak ada…

  37. abu faiq harahap
    13 Agu 2010 [#]

    Ijin share

  38. Alfath
    14 Agu 2010 [#]

    Ustadz, dlm tulisan ini saya baca bhw kita tdk boleh mengkhususkan waktu tertntu untk minta maaf/maaf- maafan, misalnya staun skali. Berarti idulfitri nanti pun kita tidak perlu dong minta maaf or salam2an kpd klrg, tetangga ato handaitolan? Toh itu bukan ajaran islam kan? Mohon dijawab tadz! Trims!

  39. Abu Dhiya'
    14 Agu 2010 [#]

    Jazakallahukhairan atas ilmu ini,
    mohon ijin copy paste….

  40. Abduh Tuasikal
    14 Agu 2010 [#]

    @ Alfath
    Betul sekali, tdk ada pengkhususan maaf memaafkan saat sebelum ramadhan atau sesudahnya.

  41. Abduh Tuasikal
    14 Agu 2010 [#]

    @ Achmad
    Jk antum renungkan artikel di atas dg seksama, pasti sudah tahu jawabannya.

  42. ahmad fuady
    16 Agu 2010 [#]

    izin share. makasih.

  43. Danny Marahaly
    16 Agu 2010 [#]

    Assalamu’alaikum …

    He.. He.. ngakunya pengikut dan pecinta Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu dikasi tau yang benar bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat radiyallahu ‘anhu beramal, eh malah pada protes, ternyata kita memang belum siap ya jadi pengikut Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur.

  44. Fathanullah Salafy
    16 Agu 2010 [#]

    2 hari sebelum memasuki bulan ramadhan ana dapat banyak sms yang isinya meminta maaf, satu hal yang membuat ana heran. puasa aja blom kok udah pada minta maaf ya. ternyata memang sudah menyebar tradisi buatan ini. syukron artikelnya akhi yulian. ana izin copas. semoga Allah Taala merahmati ilmu antum.

  45. aa
    17 Agu 2010 [#]

    Saya juga sempat kaget saat teman saya minta maaf pas mau puasa,sebelumnya tidak ada tradisi spt itu…erima kasih

  46. iwan rustanto
    18 Agu 2010 [#]

    ijin save & share

  47. Kurnia
    25 Agu 2010 [#]

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Ijin Share ustadz,terima kasih atas Ilmunya

  48. tyan
    28 Agu 2010 [#]

    assalamualaikum…
    terima kasih artikelnya … ijin copy dan sharenya…
    kalo merasa bersalah dengan orang yg sudah meninggal bagaimana caranya minta maaf … sedang dia tidak bermaksut menyakiti orang tersebut

  49. Yulian Purnama
    29 Agu 2010 [#]

    #tyan
    Cukup dengan bertaubat kepada Allah.

  50. ABU NUSHOIBAH JUM'AT
    30 Agu 2010 [#]

    Semoga kita dimudahkan oleh Alloh Ta’ala untuk mengamalkan sunnah Nabi shollallohu ‘alahi wa sallam hingga ajal datang menjemu,amin.

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas