Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Pada masa kini, hari raya ini berkembang bukan hanya para orang yang memadu kasih, tapi pada sahabat dan teman dekat. Namun mayoritas yang merayakannya adalah orang yang sedang jatuh cinta. Ini pun dianut saat ini dan semakin meluas di kalangan muda-mudi di negeri ini. Ketika hari tersebut ada yang memberikan coklat kepada kekasihnya atau kado spesial lainnya.
Selaku umat Islam, tentu saja kita mesti menilik ulang perayaan tersebut. Ada beberapa tinjauan dalam perayaan tersebut yang bisa dikritisi. Di antaranya adalah tentang memadu kasih lewat pacaran dan hukum merayakan valentine serta memberikan hadiah ketika itu. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk membahasnya.
Meninjau Fenomena Memadu Kasih Lewat Pacaran
Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan. Saudaraku, jika kita telaah, bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini.
Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina
Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chating. Namun lambat laut akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini.”[1] Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.
Kedua: Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan
Padahall Allah Ta’ala perintahkan dalam firman-Nya,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS. An Nur: 30). Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”[2]
Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”[3] Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat, namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina).
Keempat: Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[4]
Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran. Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini, bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaran-pelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami, maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami, judi islami, arak islami, dan seterusnya.
Menikah, Solusi Terbaik untuk Memadu Kasih
Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
« لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ »
“Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”[5]
Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah. Namun ingat, syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda[6], barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[7] Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima’ yaitu mampu berhubungan badan. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah. Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah.[8] Itulah yang lebih tepat.
Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah. Ingatlah, bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan.”[9]
Obat Bagi Yang Dimabuk Cinta
Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun belum sanggup untuk menikah.
Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah.
Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”[10]
Kedua: Banyak memohon pada Allah
Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)
Ketiga: Rajin memenej pandangan
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya. Mujahid mengatakan, “Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah.”[11]
Keempat: Lebih giat menyibukkan diri
Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Ibnul Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Ia berkata, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[12]
Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan
Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hati. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan sayuran.” Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.” Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”[13]
Kasih Sayang di Hari Valentine
Saling memberi kado, saling memberi coklat dan hadiah, fenomena semacam inilah yang akan kita saksikan pada hari Valentine (14 Februari) dan hari ini pun disebut dengan hari kasih sayang. Jika ini didasari pada memadu kasih dengan pacaran, sudah kami jabarkan kekeliruannya di atas. Jika ini adalah kasih sayang secara umum, maka di antara kerusakan yang dilakukan adalah tasyabuh atau mengikuti budaya orang barat (orang kafir).
Mungkin sebagian kaum muslimin tidak mengetahui bahwa sebenarnya perayaan ini berasal dari budaya barat untuk mengenang pendeta (santo) Valentinus. Paus Gelasius I menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari peringatan santo Valentinus. Kenapa tanggal 14 Februari bisa dihubungkan dengan santo Valentinus? Ada yang menceritakan bahwa sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati karena memperjuangkan cinta), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu“. Pada kebanyakan versi menyatakan bahwa 14 Februari dihubungkan dengan kegugurannya sebagai martir.[14]
Dari sini menunjukkan bahwa perayaan Valentine bukan perayaan kaum muslimin, namun termasuk perayaan barat. Perayaan ini pun dimaksudkan untuk mengenang tokoh orang kafir yaitu santo Valentinus. Sehingga kerusakannya yang terlihat jelas adalah tasyabuh (meniru-niru) orang kafir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[15] Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal perayaan, penampilan dan kebiasaan yang menjadi ciri khas mereka. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).[16]
Perayaan ini adalah acara ritual agama lain. Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta, asalnya adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka. Sehingga dari sisi inilah pemberian hadiah valentine menjadi terlarang.
Peringatan dari Komisi Fatwa di Saudi Arabia
Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa, Saudi Arabia) telah menanggapi pertanyaan seputar ‘Idul Hubb (perayaan Hari Valentine). Para ulama yang duduk di sana menjawab, “Perayaan hari Valentine termasuk perayaan yang dikategorikan tasyabuh (meniru-niru) orang kafir dan termasuk salah satu hari besar dari kaum paganis Kristen. Karenanya, diharamkan bagi siapapun dari kaum muslimin, yang dia mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhir, untuk mengambil bagian di dalamnya, termasuk memberi ucapan selamat (kepada seseorang pada saat itu). Sebaliknya, wajib baginya untuk menjauhi perayaan tersebut sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, dan menjaga jarak dirinya dari kemarahan Allah dan hukuman-Nya.
Begitu pula seorang muslim diharamkan untuk membantu dalam perayaan ini, atau perayaan lainya yang terlarang, baik membantu dengan makanan, minuman, jual, beli, produksi, ucapan terima kasih, surat-menyurat, pengumuman, dan lain lain. Semua ini termasuk bentuk tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran, serta termasuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah: 2).”[17] Demikian cuplikan dari fatwa Al Lajnah Ad Daimah.
Oleh karenanya, tidaklah pantas jika kaum muslimin ikut serta dalam perayaan ini baik dengan mengucapkan selamat Valentine lewat surat maupun lainnya, memberi hadiah dan coklat, serta mendukung dengan menjual berbagai hadiah untuk perayaan tersebut.
Semoga Allah memberi taufik dan memperbaiki keadaan kaum muslimin.
Diselesaikan berkat nikmat Allah di Panggang-Gunung Kidul, 24 Shofar 1431 H
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
[1] Fathul Qodir, Asy Syaukani, 4/300, Mawqi’ At Tafaasir.
[2] HR. Muslim no. 5770
[3] HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).
[4] HR. Muslim no. 6925.
[5] HR. Ibnu Majah no. 1847. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shahihah no. 624.
[6] Yang dimaksud dengan syabab (pemuda) di sini adalah siapa saja yang belum mencapai usia 30 tahun. Inilah pendapat ulama-ulama Syafi’iyah. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 9/173, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392 H)
[7] HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400.
[8] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 9/173.
[9] Rodhotul Muhibbin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 212, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah Beirut, tahun 1412 H.
[10] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 10/187, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H.
[11] Majmu’ Al Fatawa, 15/394.
[12] Al Jawabul Kafi, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah
[13] Lihat Talbis Iblis, Ibnul Jauzi, hal. 289, Darul Kutub Al ‘Arobi, cetakan pertama, tahun 1405 H.
[14] Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Valentine
[15] HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269.
[16] Lihat penukilan ijma’ (kesepakatan ulama) yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidho’ Ash Shirotil Mustaqim, 1/363, Wazarotu Asy Syu-un Al Islamiyah, cetakan ketujuh, tahun 1417 H.
[17] Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wa Ifta’, no. 21203, 2/263-264, Mawqi’ Al Ifta’. Yang menandatangani fatwa tersebut: Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah Alusy Syaikh selaku ketua; Syaikh ‘Abdullah bin Ghodyan, Syaikh Sholih Al Fauzan dan Syaikh Bark Abu Zaid selaku anggota. Silakan lihat pada link berikut: http://alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=186&PageNo=1&BookID=12


Toko Online Khas Yogyakarta
08 Feb 2010 [#]
begitulah tingkah anak muda jaman sekarang…
syukron dah diingatkan
deni
08 Feb 2010 [#]
mudah2an ini menjadi pencerahan tdk hanya bagi kalangan muda tp semua kt punya tanggungjawab untuk menjaga aqidah dan moral ummat agar tdk terdominai oleh pola pikir serta budaya barat yg bertentangan dgn nilai2 dan syariat Islam.
Abul Abbas, ST
08 Feb 2010 [#]
barokallohu fikum atas artikelnya yg bermanfaat
from : Mahassiswa pascasarjana UI Jakarta
hersan
08 Feb 2010 [#]
izin copas akh, jazakallah khoir
tian
08 Feb 2010 [#]
Ass. Ijin share di fb
hadi khumaedi
08 Feb 2010 [#]
saya mu ucpkn terima kasih ats smua… jd saya tau ap itu hukum2 pacrn, valentin dll…. dan ak mohon doa’y dri saudara agr sy brada dlm jln yg bnaar jln yg dridhoi allah swt… amiin
Ummu Ammar
08 Feb 2010 [#]
Begitu banyak perbuatan2 meniru tradisi barat yg bisa merusak aqidah dan sudah mendarah daging di kalangan ummat islam,terutama anak remaja,semua disebabkan karna kurangnya ilmu agama dan jauhnya pengamalan terhadap Al qur’an dan sunnah,kiranyalah sbg orang tua kita harus menanamkan ilmu dien sejak kecil,mudah2an Allah memberi petujuk kpd kita semua,Allahumma Amin,ijin copy,jazaakallahukhairon .
abu hanifah alim
08 Feb 2010 [#]
Valentine’s day = Zina day
hari penuh kemaksiatan yg menjerumuskan kpd perzinaan,
tdk pantas pengikut Nabi Muhammad merayakannya,
ahda
08 Feb 2010 [#]
artikelnya bagus,.ijin muat di blog saya…
abdul manan
08 Feb 2010 [#]
alhamdulillah”dengan adanya situs ini saya jadi semakin tau, mana yang benar dan salah, dan wawasan saya,semakin bertambah tentang kebenaran islam. semoga ALLAH senan tiasa mencurahkan rahmatnya, kepada pejuang/pendakwah di situs ini, AMIN YAROBAL ALAMIN..!!!
Muslim.Or.Id
09 Feb 2010 [#]
@ Fahrul
Wa’alaikumus salam.
Semoga Allah senantiasa merahmati antum.
Solusinya adalah banyak sibukkan diri, kurang bergaul dengan wanita kecuali jika ada hajat dan di kampus hanya jika butuh saja.
ahmad anwar
09 Feb 2010 [#]
pda zaman dahulu kala di masa romawi ada seorang pendeta kah apakah yg berjalan di tman dan hutan sekitar kerajaan dan pd pg itu dia dikejutkn suara hewan2 hutan yg secara serentak bersuara seperti baru kawin gitu, memang pas musim kawin sih, hari itu tgl 14 pebruari dan si pendeta merenung dan mungkin dapat pencerahan serta laporan sama penguasa setempat, akhirx diputuskan lah hari itu sebagai hari kasih sayang, itulah yg sy tahu dari sejarah valentin dr buku yg sy baca, masalahnya ” apakh sebgai manusia kita layak untuk tetap mempertahankan yg sekedar trdisi, apa lg cuma mencontoh dari kebiasaan hewa? ” silahkan anda mencari referensi untuk hal tsb, saran saya, ikuti aja Alquran dan sunah aja, tuh sdh jaminan hdp di dunia akhirat amin.
abu al-Hasan Aldy
09 Feb 2010 [#]
Pembahasannya menarik dan mengena…,
boleh ana cuplik dalam artikel ana yaa…
Jazakumullahu khairan katsiran…
hayesta f. imanda
09 Feb 2010 [#]
Informasinya memadai, simple dan pas.
Mohon ijin untuk print-out dan menyebarkannya ke siswa tempat istri mengajar. jazakallah.
abu kaffah
10 Feb 2010 [#]
Jazakumullahu khairan katsiran…
mohon ijin tuk kopas, trims
cakra
10 Feb 2010 [#]
Nih dia yg sy cari2,….
lengkap abis Ngupasnya
Arie
10 Feb 2010 [#]
Trimakash dgn informasinya..
Yg tlah membrikan pnjlsn tntng valentine day..
Yg slama ini aq blm tw menjadi taw..
Smoga ada manfaatny amien.
AbuRafa Ferdian Yunus
10 Feb 2010 [#]
Smoga temen2 ana ngerti tuk ngga’ ngerayain lg apa2 yg bukan dari Islam.amin
nuni
10 Feb 2010 [#]
Subhanallah… terima kasih artikelnya, sangat informatif.. izin copas ya, Ustadz.. jazaakallahukhairon.
iqball
11 Feb 2010 [#]
mdh2n hr2 brkutnya!
kt msh jga bsa slng2 mngtkan antra saudara seiman, amin.
krna,
tdak smua saudra2 kta yg mngrti seutuhny ajran islam.
trmsuk sy sndri.
klau bsa!
hal2 yg sepelepun,
hndakny di uraikn jga.
elbar
11 Feb 2010 [#]
saya cuma menyampaikan syukkron atas tulisan anda
Hamda
11 Feb 2010 [#]
Assalamualaikum
Saya mohon izin unuk posting tulisan-tulisan yang ada di muslim.or.id.
Boleg ga?
InsyaALLAH sumber nya saya sebutkan, dan isi idak di edit.
Tolong jawabannya.
Jazakumullahu Khairan
qiqi
11 Feb 2010 [#]
assalamu’alaikum. . .
artikel yang sangadt bermanfaat.
bolehkah saya copy d sebarkand blog saya ???
Muslim.Or.Id
11 Feb 2010 [#]
@ Hamba: Wa’alaikumus salam. silakan,
septian
11 Feb 2010 [#]
alhamdulillah, website muslim.or.id memberikan penerangan yang begitu mnyentuh jiwa muda, termasuk saya sebagai jiwa muda, betapa tidak… jaman skarang pemuda sbgai gnerasi penerus seolah buta untuk menyikapi fenomena yang trjadi karena kurangnya ilmu…
sukron katsiran atas artikelnya.. skaligus mw ijin copy ke blog.
Faisal anwar
11 Feb 2010 [#]
Ijin di share y….
agoest
11 Feb 2010 [#]
ijin copast
Hina Kelana
12 Feb 2010 [#]
Jazakallah khairon. Diingatkan, saya izin untuk share pd teman juga artikel yg lainnya. Syukron.
ummu hamzah
12 Feb 2010 [#]
afwan.. minta izin mw ana share ke FB… jazakumulloh khoir..
Jati Sarwo Edy
13 Feb 2010 [#]
Isilah hari Valentine dngan kegiatan yang positif demi kemaslahatan umat manusia!!!!!!!!
Muslim.Or.Id
13 Feb 2010 [#]
@ Jati,
Dari mana positifnya??
Wong hari raya pendeta kok diperingati.
Nuli Nurmalina
13 Feb 2010 [#]
Bnr Jg p Yg Td TLh D’paparkn atau D’jlskn…
Astagfirullah,,,
jka bnr msh bnyk kaum remaja saat nie yg m’rayakn hr valentine/k’mtian pastur…
c’mga dngn ad’a artikel s’prt nie,,
kaum remaja,muslimim/muslimat dapat memahami dan tidak ikut tuk m’ryakan hr. valentine…
c’mga bs d’ambil hkmh’a…ameen….
Izy
13 Feb 2010 [#]
Assalamualaikum…izin share akh..
ALGUN HRP
13 Feb 2010 [#]
as,wr.wb,,sy prbdi membnrkn ap yg tlh akhi urikn td,,smg ap yg tlh d uraikn td,smua kaum muslimin n muslimt membc ap yg tlh d urai d ats,,
l,ailia
13 Feb 2010 [#]
SUBHANALLAH…smoga qt sllu d beri petunjukNYA…
Ny. fitri
13 Feb 2010 [#]
Setuju sekali….saya mencari dalil2 tentang valentine…karena akan menjadi sebuah kunci jawaban saya untuk anak2 saya kelak…semoga islam semakin baik di banding agam alinnya…
kalau bisa mohon di copy ke email saya boleh kah????
wassalam
dian k.
13 Feb 2010 [#]
sukron katsir..
mohon izin share.
sundari
13 Feb 2010 [#]
kebanyakan umat islam yang awam dengan arti kalimat “VALENTINE DAY” akan menganggap sepele terhadap hari itu, karena mereka tidak mengetahui atau mengetahui akan latar belakang namun karena mengikuti gaya hidup yang salah kaprah meyakini sesuatu demi demi dan demi …. sehingga mereka mengabaikannya….a’udzubilah mindzaliq. mudah mudahan kita tidak termasuk golongan orang-orang yang ingkar akan kebenaran yang nyata.amiiiien
fahrul
13 Feb 2010 [#]
Assalamu ‘alaikum
Setiap kali ana mau belajar di kampus ana gak bisa menghindari melihat hal2 maksiat(banyak aurat wanita yang terlihat bahkan ada wannita memakai baju ketat,memperlihatkan(maaf) belahan dada,dan lain2)
Apa solusinya muslim.or.id dan apakah saya telah melakukan perbuatan maksiat karena mau tak mau banyak melihat hal tsb?
abdul gofur
13 Feb 2010 [#]
Allhamdullilah Maha Besar yaa Alloh dengan s’gala Firmanya .. smoga artikel ini menambah aqidah dan ke IMAN-an kita kepada ALLOH swt khususnya dalam ke islaman kita di manapun utk semua kaum muslimin dan muslimat khususnya di Indonesia dan belahan dunia .. amin ..
uswatun hasanah
13 Feb 2010 [#]
alhamdulillah, telah ada yng memberi dakwah tentang valentine. semoga akan lebih banyak orang yang mendapat hidayah
amien.
danang
14 Feb 2010 [#]
alhamdulillahirabbil’alamin, sukron atas ilmu yang bermanfaat bagt buat sy. smg web ini menjadi gudang ilmu buat smua muslim
duran dirin
14 Feb 2010 [#]
baik… sangat baik tulisan ini,masih banyak sekali remaja2 muslim dan orang2 tua muslim yg belum tau, bahkan belum mengerti apa itu valentine day…saya aja baru tahu setelah baca tulisan ini,sekali lagi saya komentari…sangat baik.
Kamaruz
14 Feb 2010 [#]
Tulisannya bgs bget buat di baca, mdh2an allah trus mmbrikan ide tuk memperbanyk ge tulisan2 lain…
adyawan
14 Feb 2010 [#]
assalamu’alaykum wr.wb
Subhanalloh terima kasih banyak atas artikel yang disampaikan, mudah2an bermanfaat dan diridhoi Alloh.
mohon ijin untuk mengkopas ya…
Jazakumullahu Khairan
Abullah
14 Feb 2010 [#]
izin copast . . .
Muslim.Or.Id
14 Feb 2010 [#]
@ Fahrul: Wa’alaikumus salam.
Kami sarankan agar menyibukkan dirilah dengan hal yang manfaat dan datanglah di kampus dalam keadaan butuh saja. Juga perbanyaklah puasa, supaya bisa menahan syahwat.
Semoga Allah mudahkan.
Suparman Salim
14 Feb 2010 [#]
Subhanallah, semoga iman di dada ini selalu tersirami dengan baik sehingga di tengah panasnya kehidupan dan gejolak hawa nafsu yang menggelegak ada secercah harapan kebaikan yang teramat mahal ini.
Jazakallah khair atas nasehat dan ilmunya, semoga selalu istiqomah menasehati ummat dan barokah Allah menyertai Ustadz. Amin.
Amir Luthfi Adnan
15 Feb 2010 [#]
Kita berharap semua ummat Islam tidak menuruti Tradisi yang berasal dari non Islam
Sulthan Siregar
15 Feb 2010 [#]
Assalamu Alaikum Akhi, maaf sebelumnya jika komentar ana nantinya tidak berkenan. dulu sewaktu ana masih sekolah kegiatan valentine ini seperti sudah membudaya padahal ternyata adalah budaya barat yng jika kita ikuti maka samalah kita dengan orang2 kafir, nah yang ana bingung kenapa budaya islam tentang tidak boleh berpacaran kurang masuk dipikiran anak muda dulu maupun sekarang ini, ana adalah pendosa yang jga pernah berpacaran, dan pasti juga penzina seperti uraian diatas walaupun tdak sampai jima, tetapi berkhalwat, sentuhan sudah pasti ana lakukan. apa taubat ana bisa diterima yach. trus apa yang bisa ana lakukan dengan keadaan luar yang kadang dluar kontrol, andai semua wanita bisa berjilbab en tertutup mungkin ana bisa tahan, lah ini aurat terumbar dengan pohon dihutan sama banyaknya. mohon petunjukx akhi