9 Kiat Agar Tidak Terjerumus dalam Kelamnya Zina (2)


Keenam: Wanita Hendaklah Betah Tinggal Di Rumah

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi no. 1173, shahih)

Dalam ajaran Islam pun, shalat wanita lebih baik di rumah. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di kamarnya, dan shalat seorang wanita di rumahnya yang kecil lebih utama baginya daripada dirumahnya.” (HR. Abu Daud no. 570. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya)

Ketujuh: Hendaklah Wanita Menjalani Berbagai Adab Ketika Keluar Rumah

Di antara adab yang mesti diperhatikan oleh wanita adalah:

Pertama: Tidak memakai harum-haruman ketika keluar rumah.

Dari Abu Musa Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ ثُمَّ مَرَّتْ عَلَى الْقَوْمِ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ

Apabila seorang wanita memakai wewangian, lalu keluar menjumpai orang-orang hingga mereka mencium wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina.” (HR. Ahmad 4/413. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid)

Kedua: Hendaklah wanita benar-benar menutup aurat dengan sempurna ketika memasuki rumah yang terdapat kaum laki-laki

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Abu Al Malih Al Hudzali bahwa para wanita dari penduduk Himsha pernah meminta izin untuk menemui ‘Asiyah, maka dia berkata; “Mungkin kalian adalah para wanita yang suka masuk ke pemandian umum, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِى غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ

Wanita mana pun yang meletakkan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka ia telah menghancurkan tirai antara dia dan Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 3750. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ketiga: Hendaklah wanita berhias diri dengan sifat malu

Allah Ta’ala berfirman mengenai para wanita yang mendatangi Nabi Musa ‘alaihis salam,

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan.” (QS. Al Qoshshosh: 25)

Keempat: Tidak bercampur baur dengan para pria

Allah Ta’ala menceritakan mengenai dua wanita yang mendatangi Musa,

وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ

Dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab, “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak Kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya“. (QS. Al Qoshshosh: 23)

Kedelapan: Menghindari Jabat Tangan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)

Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Lebih baik kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum dari besi daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat As Silsilah Ash Shohihah 226)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925). Jika kita melihat pada hadits ini, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau bukan mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul: “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.”[1]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mencontohkan tidak menyalami wanita –non mahrom- dalam kondisi yang seharusnya beliau dituntut bersalaman sekalipun semacam baiat.

Telah menceritakan kepadaku Malik dari Muhammad bin Al Munkadir dari Umaimah binti Ruqaiqah berkata; “Aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika para wanita membaiatnya untuk Islam. Kami mengatakan; ‘Wahai Rasulullah, kami membaiatmu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak mendatangi kejahatan yang telah kami lakukan antara kedua tangan dan kaki kami, dan tidak bermaksiat terhadap anda dalam kebaikan.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan: “Semampu dan sekuat kalian.” Umaimah berkata, “Kami menyahutnya, “Allah dan Rasul-Nya lebih kami sayangi daripada diri kami. Wahai Rasulullah, kemarilah, kami akan membaiatmu.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّمَا قَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ كَقَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ أَوْ مِثْلِ قَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ

Sesungguhnya aku tidak akan bersalaman dengan wanita. Perkataanku terhadap seratus wanita adalah seperti perkataanku terhadap seorang wanita, atau seperti perkataanku untuk satu wanita.” (HR. Malik 2/982. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kesembilan: Hendaknya Wanita Meninggalkan Tutur Kata yang Mendayu-dayu

Allah Ta’ala berfirman,

فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32) Yang dimaksudkan “janganlah kamu tunduk dalam berbicara”, As Sudi mengatakan, “Janganlah wanita mendayu-dayukan kata-katanya ketika bercakap-cakap dengan kaum pria.”[2]

Inilah beberapa jalan yang jika dijalankan dengan baik akan menjauhkan kita dari pebuatan zina yang keji. Hanya Allah yang memberi taufik bagi siapa saja yang mau merenungkan hal ini.[3]

Selesai disusun atas nikmat Allah di Panggang-GK, 19 Jumadil Awwal 1431 H (03/05/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id


[1] Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i, hal. 41, Muassasah Ar Royan

[2] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 6/409, Dar Thoyibah, cetakan kedua, 1420 H.

[3] Pembahasan ini banyak kami sarikan dari penjelasan Syaikh Musthofa Al ‘Adawi dalam risalah beliau “Wa laa taqrobuz zinaa”, Daar Majid ‘Asiiri.

  • Yoyokkusumo

    subhanallah, terima kasih ustad, semoga kita slalu diberikan hidayah Nya, shg terhindar dari maksiat apapun, amin

  • Pingback: Hello world!

  • pemuja allah dan rosull

    gawat manusia sekarang udah punya ilmu nyuruhin orang berhenti ke masjid.semoga ilmunya bisah di perbaiki atuchh masss !! pake larang wanita pake haruman lagiii yaaa lo jangan buat islam sepittt, ajarkan pada ummat agar menjaga akhlak jangan ngajarin ummat bodoooh !!bahakan bisah benci masjit donk heheheheh …

    • http://ikhwanmuslim.com Muhammad Nur Ichwan

      @pemuja Allah
      coba pahami dengan seksama dan tanpa emosi artikel di atas. penulis tidaklah melakukan seperti apa yang anda tuduhkan, apalagi sampai mengarahkan umat ini untuk bodoh.
      1. wanita tidaklah dilarang pergi ke masjid asalkan aman dari fitnah dan memang lebih baik wanita shalat di rumahnya, itupun berdasarkan hadits nabi di atas. apakah anda mengatakan nabi mengajarkan umat ini untuk bodoh?
      2. demikian pula wanita memang dilarang untuk keluar rumah dengan memakai parfum, itupun berdasarkan hadits nabi di atas. apakah anda berani mengatakan nabi mengajarkan umat ini untuk bodoh?
      terima kasih

  • mila ika

    sungguh suatu pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Dan wanita itu benar-benar mulia. Terima kasih banyak untuk penulis, semoga ini bermanfaat. Amin.

  • Pingback: 9 Kiat Agar Tidak Terjerumus dalam Kelamnya Zina | Kuncung.Net

  • Pingback: 9 Kiat Agar Tidak Terjerumus dalam Kelamnya Zina « Blog Abu Umamah™

  • feri.siswanto

    tsukron katsir,smoga allah menmbh keimanan kita,amien

  • http://www.yahoo.com Fahrul

    @Pemuja Allah
    Assalamu`alikum
    Pertama saya kritik nick name anda masa mengatakan “pemuja Allah dan Rosull” anda ini orang Islam atu tidak sih masa Allah dipuja bersama RasukNya wah sama saja anda berbuat syirik. Kedua, kalau anda memang seorang pemuja Allah tentu akan menaati perintah Allah dan RasulNya karena Allah memerintahkannya walaupun harus mengorbankan harta dan nyawa anda. Ketiga kok di jaman Nabi Muhammad para sahabat yang wanita tak ada memprotes perintah Nabi Muhammad. Dan terakhir dengan pelarangan pemakaian parfum ke mesjid atau tempat umum sesungguhnya malah menghindari kita dari perbuatan zina apalagi shalat wanita malah lebih baik di rumah daripada si mesjid, tidak wajib bagi mereka untuk ke mesjid.

  • http://shareislamyuk.blogspot.com Muhammad Fahreza

    Assalamu’alaykum

    saya mau tanya, tentang

    “kaidah “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.”

    Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i, hal. 41, Muassasah Ar Royan ”

    1.) Tolong dijelaskan lebih lanjut apa-apa saja contohnya
    2.) Itu Taysir artinya apa ya? Apakah harusnya tertulis tafsir? hehe . saya belum ngerti sama sekali. :D

    jazakullah khayran

    • http://ikhwanmuslim.com Muhammad Nur Ichwan

      @fareza
      wa’alaikumussalam.
      1.) memang yang tepat adalah taisir bukan tafsir. taisir artinya kemudahan.
      2.) mengenai contoh yang antum tanyakan sudah disertakan oleh penulis dimana rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa setiap anggota badan manusia memiliki bagian dari perzinahan seperti zina mata adalah dengan memandang yang haram, zina lisan adalah dengan mengucapkan perkataan yang haram. penamaan memandang dan mengucapkan sesuatu yg haram dengan zina menunjukkan bahwa kedua perbuatan tersebut haram sebagaimana zina.
      contoh lainnya dapat antum lihat sendiri di buku tersebut. wallahu a’lam.

  • http://shareislamyuk.blogspot.com Muhammad Fahreza

    @Muhammad Nur Ichwan

    terima kasih atas ilmunya.
    soalnya kan saya ngutip artikel ini, lalu ada temen saya yang nanya darimana asal kaidah tersebut.

    hehe

    oh iya, saya mau tanya lagi,
    1.) Apakah buku “Taysir Ilmi Ushul Fiqih” itu dapat dibeli di Indonesia?
    2.) Adakah buku kaedah-kaedah fiqih secara lengkap? Bisakah tolong direkomendasikan suatu buku? hehe. terima kasih ya

    jazakullah

    • http://ikhwanmuslim.com Muhammad Nur Ichwan

      @fahreza
      1. Saya kurang tahu akan hal itu. Saya jg mengopi dari salah seorang ustadz.
      2. Setahu ana ada mausu’ah qawaid fiqhiyyah sebanyak 13 jilid karya Dr. al-Burnu, bisa didownload di waqfeya.qom.

  • Pingback: 9 Kiat Agar Tidak Terjerumus dalam Kelamnya Zina (2) » BDI PT ARUN LNG

  • ezra

    zina dalam islam itu konteksnya apa saja yaa?
    apa hanya tertuju pada hubungan suami istri di luar pernikahan, atau ada konteks lainnya?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #ezra
      Yang dibahas dalam artikel, mencakup semua bentuk zina

  • fatimah syahra

    asalamu’alaikum

    saya mw konsultasi,kalo pergi” karna mangantarkan ibu atau dperintah gmana?????

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #fatimah syahra
      Wa’alaikumussalam, boleh pergi jika ada kebutuhan, selama menjaga hijab dan aman dari fitnah. Jika safar, harus bersama mahram.

  • eko sriyono

    semoga bermanfaat………..amiin

  • Karyanto

    Subhanallah islam sudah mengatur segala sesuatu sedemikian rupa sehingga dapat menyelamatkan kaum hawa dr fitnah dunia jadi kenapa tidak sebaiknya untuk diikuti demi keselamatan dirinya didunia dan akhirat, bagi kaum laki2 hendaknya hindari perbuatan zina dengan segala bentuk yg sudah dijelaskan diatas karena masih banyak sekali celah2 untuk berbuat maksiat yg apabila tidak di filtrasi dr diri sendiri maka hal tersebut mustahil untuk mengamankan diri dapat terhindar dr perbuatan maksiat tsb

@muslimindo