Wahai Juru Dakwah, Bersatulah!


Pada suatu kesempatan, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah[1] ditanya,

Di tengah kaum muslimin saat ini banyak terdapat jama’ah yang masing-masing berdakwah kepada manusia dengan caranya masing-masing. Dengan adanya banyak jama’ah tersebut mereka membuka pintu perselisihan yang lebar. Bagaimana menurut Anda?

Beliau hafizhohullah menjawab:

Ya benar, apa yang Anda katakan sangat disesalkan benar adanya. Juru dakwah di masa ini terkotak-kotak menjadi beberapa jama’ah dan beberapa kelompok. Setiap jama’ah memiliki nama khusus dan metode khusus. Mereka saling menyalahkan satu dengan yang lain. Hal ini dapat membahayakan kaum muslimin dan membuat musuh Islam bergembira.

Bahkan semestinya pada da’i bermusyawarah dan menyatukan visi dan misi mereka, meskipun mereka berada di negeri-negeri yang saling berjauhan, kemudian saling ruju’ satu dengan yang lain. Dan sebaiknya mereka mengadakan pertemuan minimal setahun sekali untuk mengkaji masalah ini, yaitu mengenai seluk-beluk dunia dakwah yang mereka jalani. Dengan demikian mereka akan bersatu menjadi sebuah jama’ah saja, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

Bersatulah dengan tali Allah dan janganlah berpecah-belah” (QS. Al Imran: 103)

Adanya firqah (kekelompokan) hanya akan menimbulkan keburukan. Berpecahnya para da’i menjadi beberapa jama’ah tidak akan membawa kebaikan bahkan hanya akan membukan pintu keburukan.

Setiap jama’ah menyalahkan jama’ah yang lain dan mencari-cari kesalahan jama’ah yang lain, sampai-sampai dakwah Islam terabaikan. Dan ini merupakan salah satu sumber kelemahan. Semestinya para da’i itu bersatu dan saling belajar dari yang lain. Seseorang tidak boleh fanatik sehingga bersikeras dalam terus berada dalam kesalahan. Wajib bagi siapa pun untuk ruju’ kepada kebenaran jika telah dijelaskan kepadanya.

Adapun perkataan semacam, “Aku berlepas diri dari jama’ah itu karena mereka berpemahaman A sedangkan aku berpemahaman B”, ini adalah sebuah kesalahan! Allah Ta’ala berfirman,

أَطِيعُواْ اللَّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul-Nya, serta kepada ulil amri kalian. Jika kalian berselisih, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama bagi kalian dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisa: 59)

Kembali kepada Allah adalah mengembalikan perselisihan kepada Al Qur’an. Kembali kepada Rasul-Nya adalah mengembalikan perselisihan kepada keputusan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau masih hidup, atau kepada hadits-haditsnya setelah beliau wafat.

Sikap demikian akan memangkas persengketaan dan akan sejalanlah visi dan misi para da’i. Sehingga bersatulah mereka di atas kebaikan.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه

Sumber: Muntaqa Fatawa Shalih Al Fauzan Jilid 2, fatwa no.198

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel www.muslim.or.id


[1] Beliau adalah ulama besar umat Islam saat ini, salah satu anggota Al Lajnah ad Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah Wal Ifta (Komite Tetap dalam Riset Ilmiyyah dan Fatwa, Kerajaan Saudi Arabia)

  • Asmoko

    Ijin copas artikelnya. syukron

  • kacong

    Memang pak ustad di negari kita cintai,banyak mengaku paling benar,seharusnya kita ada pertemuan minimal satu tahun sekali,untuk silaturrahmi dan mengkaji dakwah kita,

  • Lasmi Annisa T.M

    “Hal yang tak dapat di pungkiri dan banyak terjadi dalam negeri yg sama-sama kita cintai, masing syiar merasa paling benar dan trkdang mengatakn dr kelompok syiar ini ‘begini’ dan ‘begitu”. IRONIS memang. Dan hal ini sy alami sndiri, ktk sy menanyakn pd seorg yg sll mengdakn syiar dakwah via situs ini, ttg sbh kelmpok organisasi agama qt yg menawarkn sy utk brgbung. Sy krn dasar aqidah dan 7annya baik, wlupn sy smpat heran dgn ‘pemujian’ kpd seorg tokoh agama yg ‘penulisan’ dlm setiap statementx sdh uzud dlm pndangan sy yg awam lg bodoh, tp sy tetap meyakini Allah dn RasulNya, serta smber apapn yakni Al-qur’an. Krn keheranan sy itu, sy cb tanyakan kpdnya (ustad) dan katanya ‘skrng bnyk yg sedng merongrong umat muslim dgn dalih aqidah pdhal sesat”. Bgmana nasib kaum muslimin yg brada jauh d pedalaman jk sdh bgn?? Mhn perhatian lewat mas media yg dpt menjangkau pedalaman. Agar kaum muslimin tidak mudah goyah dgn ‘kiat2′ yg intinya adalah menyesatkn. Tks

  • Fathanullah salafy

    Dari 73 golongam muslim hanya 1 yg akan slamat, ana berlindung kpada Allah smoga kta smua akan jdi 1 golongan tsb. Ironis memang agama kbenaran ini bsa trpecah yg mmbuat musuh2 islam jumawa en yakin kta akan bsa dpecah blah, akhirx hanya kpada Allah smua kta serahkan

  • Dicky Budi Prasetyo

    Assalammu’alaikum Wr.Wb.
    Subhannallah apakah kejadian ini juga sudah dimulainya Islam terpecah-pecah menjadi 73 golongan dan hanya 1 golongan yang diridhoi Allah ( Sunnah Rasulullah Saw )
    Dan yang lebih parah lagi bila terjadi antar fanatisme sehingga terjadi baku hantam karena mempertahankan prinsip tapi tanpa dasar agama yang jelas dan kuat.
    Apakah zaman sekarang ini memang sudah masuk ke dalam perpecahan khususnya umat Islam ? dan nanti akan timbul zaman yang akan dipimpin oleh seorang Imam Mahdi ( satrio paningit ) ?

    Wassalammu’alaikum Wr.Wb .

    IKHWAN

  • hasan

    ust itu apa kerena mereka disibukkkan dengan keadaan ekonomi jadi mereka sibuk untuk mencari keuntungan,sedangkan mereka ta.lim aja ngeluarkan biaya byk.apa lagi yang tak,lim sampai keluar negeri.j adi mereka cari masa untuk cari keuntungan.

  • abu syifa

    “Astagfirlloh ya ustad apakah ini tanda-tanda dari akhir jaman ana sangat sedih dengan saudara2 ana yang mengaku berada di telah mengikuti kajian salafi tapi mereka selalu mencari2 kesalahan saudaranya dan berusaha untuk menjauhkan saudaranya yang tidak ikut dalam kelompok mereka.

  • Ikhwan

    Artikel yg bagus jazakallah khairan

  • abu syifa

    “Assalam mualaikum”
    Ustad di tempat ana jg sedang ada gejolak yang sama dimana saudara2 ana ada yang merasa kelompok tertentu menghujat dan memfitnah sampai menuduh saudaranya sendiri dengan tuduhan2 yang sangat kejam padahal mereka tadinya menganggap sama2 salafi, cuman karena ada perbedaan sedikit tapi di besar2kan, padahal yang saya tau mereka itu (orang2 yang di hujat ahlak nur karimahnya) baik dan tidak menyimpang.

  • abu syifa

    “Assalam mualaikum”
    Ustad di tempat ana jg sedang ada gejolak yang sama dimana saudara2 ana ada yang merasa kelompok tertentu menghujat dan memfitnah sampai menuduh saudaranya sendiri dengan tuduhan2 yang sangat kejam padahal mereka tadinya menganggap sama2 salafi, cuman karena ada perbedaan sedikit tapi di besar2kan, padahal yang saya tau mereka itu (orang2 yang di hujat ahlak nur karimahnya) baik dan tidak menyimpang.
    “wassalammualaikum”

  • ummu muhammad

    bismillah.’afwan,ana mnt izin copy artikel2 yang ada di web ini.ana mau sebarkan ke teman2 dlm btk buletin dsb.’afwan,tolong dibalas ke email ana sj jwbnnya. kami sgt mengharapkan secepatnya.

  • fulan bin fulan

    Assalamu’alaykum wr.wb

    Kenyataan & fakta yg ada sekarang sungguh menyedihkan,banyak para ihwan yg mengaku paling salaf,merasa benar & suci sering menyalahkan saudara sesama muslim yg berlainan manhaj. Saling klaim kebenaran sering terjadi diantara aktifis dakwah yg justru membingungkan umat. Ngakunya aja bermanhaj salaf tp contoh perilakunya jauh dari para salafi,ketemu di jalan jarang saling tersenyum dg sesama apalagi menebarkan salam,kalaupun itu dilakukan hanya kepada sesama manhaj atau golongannya saja. Pantas saja Allah SWT memperingatkan kita dengan firmanNya “…JANGANLAH DIRIMU MERASA PALING SUCI KARENA SESUNGGUHNYA AKU(ALLAH) LEBIH MENGETAHUI SIAPA YG PALING BERTAQWA DIANTARA KAMU!” oleh karena itu para aktifis dakwah hendaklah bersatu dg memperhatikan dalil diatas,berdakwah lah dengan kelembutan tanpa harus saling menyalahkan & menyesatkan sesama,hindari perbedaan khilafiyah yg menjurus perpecahan diantara umat.

    Wassalamu’alaykum wr,wb

  • Pingback: Wahai Juru Dakwah, Bersatulah! « Kang Aswad

  • yulian

    ustad ada dosen sya dia mengatakan jangan percaya kepada ulama ….. toh semuanya itu gtu gtu aja …..sdangkn dosen sya non islam
    bagaimana cara sya menugur atau menyampaikan amanah dakwah ..

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #yulian
      Tunjukkan ilmu agama yang mendalam, akhlak yang mulia, disiplin tinggi dan prestasi bagus untuk menunjukkan ketinggian nilai Islam kepada dia.

  • yulian

    ya trimksi ustd …..sbnrnya sempt tersinggung sih ..tpi ya mau gmana lagi .. . mungkin benar kata ustad tunjukan ilmu agama yang mendalam,akhlak yang mulia,disiplin tinggi dan prestasi yang bagus untuk menunjukan ketinggian nilai islam

  • http://JawabanKlikPlayer abdulj

    Alhamdulillah, ini sih pekerjaan berat..mauxa kita sih bersatu…tapi apabila kita memaksakan kehendak justru akan menjadi fitnah.. saya nggak setuju kalo saling menyalahkan…tapi mungkin maksudxa meluruskan… itupun tidak mudah karena kebanyakan dari sdr kita taklid buta…begitu maksud kita membacakan ayat maupun hadist…tapi belum2 mereka sdh tersinggung dan tdk mau lagi mengikuti taklim… Sbg juru dakwah harus pandai2 menempatkan diri…tapi itulah kenyataan…kita tdk bermaksud utk berkelompok…tapi kita kecenderungan utk strategi berdakwah..kalau bersepakbola ada yg menyerang/bertahan di bagian sayap kanan maupun kiri dll…tapi tetap tujuannya ke yang satu akidah…Wallahu a’lam

  • http://telkomsel triyono PBS

    Asslamualaikum warahmatulloh wbrkatu ustadz…smua prtanyaan,curhat yg ana bca emang senada..&dialami jauzy ana sndiri, brusaha menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dg mnjalankan amalan sosial sesuai syariah sesama umahat, msih sja ada yg mngkritik, mskipun aktivitas sosial tsb dilakukan d rmah dan tdk iktilaf..oleh umahat2 jg, apa qt sbg sesama muslim hrus slalu bgitu..ato mnunggu dhuafa,janda, fakir miskin masuk gereja..bru kiyta bsa akuur..tegakkan yg ma’ruf jauhi kemungkaran, jgn tggu pndeta,rahib,bedande..dtg k rumah dhuafa,fakir miskin&janda2 trus minhgghu depan umat qt sudah jd murtad? Subhanalloh, ayo sodaraku..jg mrasa bnart sendiri..mri brsama qt jaga aqidah umat dg mrapatkan barisan..jazakumlloh khoir..wsalamualaikum

  • Pingback: Ajang Sambung Silaturrahim Warga Ahlis Sunnah Klaten | Fatawa : Wahai Juru Dakwah, Bersatulah!

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.