<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Wahabisme Versus Terorisme</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-78344</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 05:51:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-78344</guid>
		<description>#shobarul 
Pertanyaan 1
Sebutan wahabi itu dilontarkan oleh orang2 yang tidak suka dengan dakwah sunnah. Mungkin bisa ditanyakan kepada mereka, apa yang mereka maksud dengan wahabi. Artikel kami yang menggunakan istilah &#039;wahabi&#039; maksudnya adalah dari sudut pandang mereka. Adapun dalam Islam, tidak dibenarkan membuat aliran-aliran.

Pertanyaan 2
Kita hanya dibebani oleh Allah untuk memutuskan dan menghukumi berdasarkan apa yang nampak. Jika seorang non-muslim mati dan tidak diketahui ia bersyahadat sebelum matinya, maka kita hukumi sebagai orang kafir, tidak dishalatkan, tidak dikafani, tidak dimandikan, tidak didoakan. Adapun apa-apa yang tersembunyi dan apa yang menjadi nasib dia di akhirat itu adalah urusan Allah Ta&#039;ala, Allah Maha Tahu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#shobarul<br />
Pertanyaan 1<br />
Sebutan wahabi itu dilontarkan oleh orang2 yang tidak suka dengan dakwah sunnah. Mungkin bisa ditanyakan kepada mereka, apa yang mereka maksud dengan wahabi. Artikel kami yang menggunakan istilah &#8216;wahabi&#8217; maksudnya adalah dari sudut pandang mereka. Adapun dalam Islam, tidak dibenarkan membuat aliran-aliran.</p>
<p>Pertanyaan 2<br />
Kita hanya dibebani oleh Allah untuk memutuskan dan menghukumi berdasarkan apa yang nampak. Jika seorang non-muslim mati dan tidak diketahui ia bersyahadat sebelum matinya, maka kita hukumi sebagai orang kafir, tidak dishalatkan, tidak dikafani, tidak dimandikan, tidak didoakan. Adapun apa-apa yang tersembunyi dan apa yang menjadi nasib dia di akhirat itu adalah urusan Allah Ta&#8217;ala, Allah Maha Tahu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: shobarul</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-77845</link>
		<dc:creator>shobarul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 02:20:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-77845</guid>
		<description>Pertanyaan 1.
Mhn dijelaskan lagi ustadz, Wahabi merupakan aliran Islam yang menyimpang shg orang orang yg mengikuti sunnah difitnah ikut aliran Wahabi

Atau

Wahabi merupakan aliran Islam yang mengikuti sunnah Rasululloh namun justru difitnah sebagai aliran Islam yang menyimpang

Mohon penjelasannya.

Pertanyaan 2.

Bagaimana hukumnya mengkafirkan seseorang yang jelas jelas bukan pemeluk Islam kaitannya dg sabda Nabi shallallâhu &#039;alaihi wasallam dari Abu Dzar radhiyallâhu&#039;anhu, beliau bersabda:

hadits

&quot;Barangsiapa memanggil orang lain dengan kekafiran
atau dia berkata “Hai musuh Allâh”, padahal tidak benar,
maka hal itu kembali padanya”.

Hal ini berkaitan bahwa seseorang pemeluk non Islam sangat mungkin pada saat menjelang ajal dia diberi hidayah Allah Ta&#039;ala dan mengucap 2 kalimat syahadat.

Mohon penjelasannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan 1.<br />
Mhn dijelaskan lagi ustadz, Wahabi merupakan aliran Islam yang menyimpang shg orang orang yg mengikuti sunnah difitnah ikut aliran Wahabi</p>
<p>Atau</p>
<p>Wahabi merupakan aliran Islam yang mengikuti sunnah Rasululloh namun justru difitnah sebagai aliran Islam yang menyimpang</p>
<p>Mohon penjelasannya.</p>
<p>Pertanyaan 2.</p>
<p>Bagaimana hukumnya mengkafirkan seseorang yang jelas jelas bukan pemeluk Islam kaitannya dg sabda Nabi shallallâhu &#8216;alaihi wasallam dari Abu Dzar radhiyallâhu&#8217;anhu, beliau bersabda:</p>
<p>hadits</p>
<p>&#8220;Barangsiapa memanggil orang lain dengan kekafiran<br />
atau dia berkata “Hai musuh Allâh”, padahal tidak benar,<br />
maka hal itu kembali padanya”.</p>
<p>Hal ini berkaitan bahwa seseorang pemeluk non Islam sangat mungkin pada saat menjelang ajal dia diberi hidayah Allah Ta&#8217;ala dan mengucap 2 kalimat syahadat.</p>
<p>Mohon penjelasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pendiri Wahabi yang sebenarnya&#8230; &#171; &#34;Bisa Karena Terbiasa&#34;</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-68851</link>
		<dc:creator>Pendiri Wahabi yang sebenarnya&#8230; &#171; &#34;Bisa Karena Terbiasa&#34;</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 22:42:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-68851</guid>
		<description>[...] http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ummu abdillah</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-48302</link>
		<dc:creator>ummu abdillah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 09:16:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-48302</guid>
		<description>assalamu&#039;alaykum ustadz, ana mau tanya klarifikasi yang terakhir tentang tuduhan dusta kpd Syaikhul islam Muhammad bin Abdul Wahhab diatas alhamdulillah sudah pernah ana dengar, tapi ana ga tau rujukannya..
ana minta tolong supaya ustdaz juga mencantumkan kitab2 ataw tulisan2 sirah yang bisa dijadikan rujukan data2 diatas. 

jazakallahu khairan katsiran.
barakallahu fikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum ustadz, ana mau tanya klarifikasi yang terakhir tentang tuduhan dusta kpd Syaikhul islam Muhammad bin Abdul Wahhab diatas alhamdulillah sudah pernah ana dengar, tapi ana ga tau rujukannya..<br />
ana minta tolong supaya ustdaz juga mencantumkan kitab2 ataw tulisan2 sirah yang bisa dijadikan rujukan data2 diatas. </p>
<p>jazakallahu khairan katsiran.<br />
barakallahu fikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuli hartanto</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-40145</link>
		<dc:creator>yuli hartanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 03:24:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-40145</guid>
		<description>jazakumullohikhoiron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jazakumullohikhoiron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: GARONGER</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-39936</link>
		<dc:creator>GARONGER</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 07:41:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-39936</guid>
		<description>@bawah, maklumlah AM hendropriyono-kan guru2nya orang2 JIL :D, panteslah dia berkata seperti itu, maklumi sajalah orang awam. mari kita kasih dia pengetahuan biar gak liat dari pake kaca mata kuda JIL (ada yang udah suratin dia ??)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@bawah, maklumlah AM hendropriyono-kan guru2nya orang2 JIL :D, panteslah dia berkata seperti itu, maklumi sajalah orang awam. mari kita kasih dia pengetahuan biar gak liat dari pake kaca mata kuda JIL (ada yang udah suratin dia ??)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu sulthon</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-37914</link>
		<dc:creator>abu sulthon</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 05:26:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-37914</guid>
		<description>Ada Fatwa Ulama dari Arab Saudi, sebagai tambahan bahwa ulama di saudi arabia tidak membenarkan terorisme. Mendukung pemerintah Indonesia sehubungan dengan hukuman mati terhadap amrozi cs, dan membantah cerita2 kurafat para pendukung paham khawarij (teroris). 

Amrozi cs, Mati Syahidkah?

Fatwa Alim Besar Kota Madinah, Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry –semoga Allah menjaga beliau-

Soal:

Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka juga memastikan pelbagai kabar gembira tentang jenazah yang telah dieksekusi tersebut berupa senyuman di wajah mereka setelah eksekusi, wewangian harum yang tercium dari jenazah mereka, dan selainnya. Mereka mengatakan pula bahwa itu adalah tanda mati syahid, dan perbedaan antara hak dan batil pada hari penguburan jenazah. Apakah ada nasihat bagi kaum muslimin secara umum di negeri kami? wa Jazâkumulâhu Khairan.

Jawab:

Bismillahirrahmanirrahim,

الحمد لله رب العالمين ، والعاقبة للمتقين ، ولا عدوان إلا على الظالمين ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك الحق المبين ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد ولد آدم أجمعين ، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الطيبين الطاهرين ، وسلم تسليما كثيرا على مر الأيام والليالي والشهور والسنين .

‘Amma Ba’du,

Bukanlah suatu hal yang aneh pada kalangan awam dan mereka yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah akan terjadi pada mereka seperti yang tersebut dalam pertanyaan, saat mereka mengiringi jenazah (para pelaku pengeboman) yang dieksekusi oleh pemerintah Indonesia. Orang-orang tersebut dieksekusi, lantaran perbuatan mereka menghilangkan harta benda dan nyawa, (dan ini) adalah perbuatan kaum Khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin karena dosa, baik dilakukan oleh pemerintah maupun rakyat.

Siapa yang memahami As-Sunnah, maka ia akan mengetahui bahwa eksekusi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka adalah perkara yang sangat tepat dan kebenaran semata.

Siapa yang mengetahui sejarah kaum Khawarij semenjak masa shahabat dan sepanjang perguliran masa ke masa, maka akan nampak baginya bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang dieksekusi itu adalah perbuatan khurûj (pembangkangan, kudeta) terhadap pemerintah muslim dan pelanggaran terhadap pelbagai kehormatan, berupa nyawa yang terjaga dan harta. Bahkan perbuatan kaum Khawarij pada hari ini adalah bentuk dari perbuatan kaum bathiniyah.

Diantara perbuatan kaum bathiniyah adalah, beberapa masa yang lalu mereka menduduki Baitul Haram dan menumpahkan darah-darah yang terjaga serta mengambil Hajar Aswad, sehingga menghilang dari kaum muslimin sekian lama, sebab mereka membawanya ke Baghdad atau tempat lain –sebagaimana yang diberitakan-.

Berikut ini adalah nasihat dariku kepada saudara-saudaraku dan anak-anakku, yaitu kaum muslimin di Indonesia –semoga Allah menjaga negara mereka dan negara kami dari setiap keburukan dan kejelekan- dalam dua hal:

Pertama, tentang keterangan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang mutawatir dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang celaan terhadap kaum Khawarij sepanjang masa, abad dan tahun –selama-lamanya-, serta cercaan dan kemurkaan atas mereka.

Beliau menggelari mereka bahwa “Mereka adalah anjing-anjing neraka”, “Mereka adalah orang-orang bodoh yang baru tumbuh” dan “Mereka berbicara dari ucapan manusia terbaik, akan tetapi mereka keluar dari Islam seperti tembusnya anak panah dari buruannya.”

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam (juga) memerintahkan untuk membunuh dan memerangi mereka. Beliau bersabda, “Mereka adalah seburuk-buruk makhluk dan yang paling buruk tabiatnya”, “Mayat mereka adalah seburuk-buruk mayat di kolong langit”, “Berbahagialah orang yang membunuh mereka dan dibunuh oleh mereka”, “Kalau aku dapati mereka, niscaya aku akan binasakan mereka seperti binasanya kaum ‘Ad dan Iram”.

Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saat terjadinya perpecahan di antara kaum muslimin, akan keluarlah di antara mereka mâriqah[1] yang akan diperangi oleh kelompok yang paling dekat dengan kebenaran, kemudian kelompok yang berada di atas kebenaran tersebut dapat membasmi mereka.”

Benarlah sabda beliau ini. Penduduk Nahrawan di Irak melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu. Perang terhadap mereka saat itu di bawah pimpinan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu bersama para tokoh Islam dari kalangan shahabat dan tabi’in.

‘Ali dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum (berada di atas) kebenaran dalam memerangi kaum Khawarij, sebagaimana faksinya lebih dekat kepada kebenaran dari faksi Mu’awiyah dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum.

Kedua, wajib atas setiap muslim untuk membenci kaum Khawarij, dan membantu pihak berwajib untuk membongkar kedok mereka. Sebab, menutupi dan tidak menunjukkan markas dan (kamp) konsentrasi mereka adalah membantu mereka dalam dosa dan permusuhan. Tidak bisa terlepas tanggung jawab seorang muslim yang mengetahui rencana dari perencanaan yang membahayakan ahlul Islam berupa pembunuhan jiwa, baik yang terjaga dengan Islam karena sebagai pemeluknya, atau terjaga dengan Islam karena hubungan perjanjian. Yang kami maksud dengan terjaga dengan Islam karena perjanjian adalah kaum kuffar yang tinggal di tengah-tengah kaum muslimin, baik sebagai pekerja atau penduduk. Mereka mendapatkan perlindungan, perjanjian dan keamanan dari pemerintah yang muslim.

Jangan bersimpati kepada mereka dengan melakukan demonstrasi, keluar ke jalan-jalan (membentuk) konsentrasi massa, atau penghujatan di media massa , baik koran, radio, televisi atau selainnya.

Tidak ada yang menggelari mereka dengan syuhada (orang yang mati syahid), kecuali dua jenis manusia:

Pertama, orang bodoh yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah yang dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, antara hak dan batil, dan antara sunnah dan bid’ah.

Kedua, Pengekor hawa nafsu dan orang-orang sesat yang menyimpang dari As-Sunnah. Mereka melakukan demontrasi, penghujatan, konsentrasi massa, dan memuji kaum Khawarij yang menyimpang tersebut.

Di antara upaya mereka untuk memuji mereka adalah menyebutkan karamah –sebagaimana tersebut dalam pertanyaan-. Ini termasuk kedustaan, kebohongan, bahan tertawaan manusia, anjuran terhadap bid’ah, menyebarkan kesesatan, membungkam As-Sunnah dan mengangkat bid’ah serta membantu para pelakunya.

Mereka tidak diterima persaksiannya, sebab mereka adalah musuh Ahlus Sunnah. Di antara prinsip dasar dan pokok orang-orang tersebut adalah bolehnya berdusta dalam membela mereka dan membantu penyebaran kebatilan mereka.

Hati-hati dan berhati-hatilah, wahai kaum muslimin dan muslimah, saudara dan saudari kami serta anak-anak kami di Indonesia, untuk tidak tertipu dengan mereka.

Saya nasihatkan pula kepada ahlul ilmi di negeri kalian untuk segera menyingkap kesesatan ini dan membantahnya dengan ilmu yang dibangun diatas Al-Qur`ân dan As-Sunnah.

Inilah yang dapat aku sampaikan sebagai jawaban dari pertanyaan yang datang kepada kami dalam majalah An-Nashihah yang terbit di Makassar, Sulawesi (Selatan) di Indonesia –semoga Allah menjaga negeri ini dan seluruh negeri kaum muslimin dari setiap keburukan dan kejelekan-. Juga aku memohon kepada-Nya Jalla wa ‘Alâ agar menyatukan para pemimpin dengan rakyatnya di atas apa yang diridhai-Nya terhadap hamba-Nya dari keislaman dan As-Sunnah.

Didikte oleh ‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman
Mantan Dosen Universitas Islam Madinah

Pada Malam Selasa, 20 Dzulqa’dah 1429 H

Bertepatan dengan Malam 18 November 2008

[1] Mâriqah adalah orang yang keluar dari ketaatan atau keluar dari Islam. Mâriqah adalah nama lain khawarij, -pent.

(Dikutip dari url http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;cat=Fatwa&amp;article=82)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada Fatwa Ulama dari Arab Saudi, sebagai tambahan bahwa ulama di saudi arabia tidak membenarkan terorisme. Mendukung pemerintah Indonesia sehubungan dengan hukuman mati terhadap amrozi cs, dan membantah cerita2 kurafat para pendukung paham khawarij (teroris). </p>
<p>Amrozi cs, Mati Syahidkah?</p>
<p>Fatwa Alim Besar Kota Madinah, Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry –semoga Allah menjaga beliau-</p>
<p>Soal:</p>
<p>Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka juga memastikan pelbagai kabar gembira tentang jenazah yang telah dieksekusi tersebut berupa senyuman di wajah mereka setelah eksekusi, wewangian harum yang tercium dari jenazah mereka, dan selainnya. Mereka mengatakan pula bahwa itu adalah tanda mati syahid, dan perbedaan antara hak dan batil pada hari penguburan jenazah. Apakah ada nasihat bagi kaum muslimin secara umum di negeri kami? wa Jazâkumulâhu Khairan.</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim,</p>
<p>الحمد لله رب العالمين ، والعاقبة للمتقين ، ولا عدوان إلا على الظالمين ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك الحق المبين ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد ولد آدم أجمعين ، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الطيبين الطاهرين ، وسلم تسليما كثيرا على مر الأيام والليالي والشهور والسنين .</p>
<p>‘Amma Ba’du,</p>
<p>Bukanlah suatu hal yang aneh pada kalangan awam dan mereka yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah akan terjadi pada mereka seperti yang tersebut dalam pertanyaan, saat mereka mengiringi jenazah (para pelaku pengeboman) yang dieksekusi oleh pemerintah Indonesia. Orang-orang tersebut dieksekusi, lantaran perbuatan mereka menghilangkan harta benda dan nyawa, (dan ini) adalah perbuatan kaum Khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin karena dosa, baik dilakukan oleh pemerintah maupun rakyat.</p>
<p>Siapa yang memahami As-Sunnah, maka ia akan mengetahui bahwa eksekusi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka adalah perkara yang sangat tepat dan kebenaran semata.</p>
<p>Siapa yang mengetahui sejarah kaum Khawarij semenjak masa shahabat dan sepanjang perguliran masa ke masa, maka akan nampak baginya bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang dieksekusi itu adalah perbuatan khurûj (pembangkangan, kudeta) terhadap pemerintah muslim dan pelanggaran terhadap pelbagai kehormatan, berupa nyawa yang terjaga dan harta. Bahkan perbuatan kaum Khawarij pada hari ini adalah bentuk dari perbuatan kaum bathiniyah.</p>
<p>Diantara perbuatan kaum bathiniyah adalah, beberapa masa yang lalu mereka menduduki Baitul Haram dan menumpahkan darah-darah yang terjaga serta mengambil Hajar Aswad, sehingga menghilang dari kaum muslimin sekian lama, sebab mereka membawanya ke Baghdad atau tempat lain –sebagaimana yang diberitakan-.</p>
<p>Berikut ini adalah nasihat dariku kepada saudara-saudaraku dan anak-anakku, yaitu kaum muslimin di Indonesia –semoga Allah menjaga negara mereka dan negara kami dari setiap keburukan dan kejelekan- dalam dua hal:</p>
<p>Pertama, tentang keterangan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang mutawatir dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang celaan terhadap kaum Khawarij sepanjang masa, abad dan tahun –selama-lamanya-, serta cercaan dan kemurkaan atas mereka.</p>
<p>Beliau menggelari mereka bahwa “Mereka adalah anjing-anjing neraka”, “Mereka adalah orang-orang bodoh yang baru tumbuh” dan “Mereka berbicara dari ucapan manusia terbaik, akan tetapi mereka keluar dari Islam seperti tembusnya anak panah dari buruannya.”</p>
<p>Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam (juga) memerintahkan untuk membunuh dan memerangi mereka. Beliau bersabda, “Mereka adalah seburuk-buruk makhluk dan yang paling buruk tabiatnya”, “Mayat mereka adalah seburuk-buruk mayat di kolong langit”, “Berbahagialah orang yang membunuh mereka dan dibunuh oleh mereka”, “Kalau aku dapati mereka, niscaya aku akan binasakan mereka seperti binasanya kaum ‘Ad dan Iram”.</p>
<p>Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saat terjadinya perpecahan di antara kaum muslimin, akan keluarlah di antara mereka mâriqah[1] yang akan diperangi oleh kelompok yang paling dekat dengan kebenaran, kemudian kelompok yang berada di atas kebenaran tersebut dapat membasmi mereka.”</p>
<p>Benarlah sabda beliau ini. Penduduk Nahrawan di Irak melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu. Perang terhadap mereka saat itu di bawah pimpinan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu bersama para tokoh Islam dari kalangan shahabat dan tabi’in.</p>
<p>‘Ali dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum (berada di atas) kebenaran dalam memerangi kaum Khawarij, sebagaimana faksinya lebih dekat kepada kebenaran dari faksi Mu’awiyah dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum.</p>
<p>Kedua, wajib atas setiap muslim untuk membenci kaum Khawarij, dan membantu pihak berwajib untuk membongkar kedok mereka. Sebab, menutupi dan tidak menunjukkan markas dan (kamp) konsentrasi mereka adalah membantu mereka dalam dosa dan permusuhan. Tidak bisa terlepas tanggung jawab seorang muslim yang mengetahui rencana dari perencanaan yang membahayakan ahlul Islam berupa pembunuhan jiwa, baik yang terjaga dengan Islam karena sebagai pemeluknya, atau terjaga dengan Islam karena hubungan perjanjian. Yang kami maksud dengan terjaga dengan Islam karena perjanjian adalah kaum kuffar yang tinggal di tengah-tengah kaum muslimin, baik sebagai pekerja atau penduduk. Mereka mendapatkan perlindungan, perjanjian dan keamanan dari pemerintah yang muslim.</p>
<p>Jangan bersimpati kepada mereka dengan melakukan demonstrasi, keluar ke jalan-jalan (membentuk) konsentrasi massa, atau penghujatan di media massa , baik koran, radio, televisi atau selainnya.</p>
<p>Tidak ada yang menggelari mereka dengan syuhada (orang yang mati syahid), kecuali dua jenis manusia:</p>
<p>Pertama, orang bodoh yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah yang dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, antara hak dan batil, dan antara sunnah dan bid’ah.</p>
<p>Kedua, Pengekor hawa nafsu dan orang-orang sesat yang menyimpang dari As-Sunnah. Mereka melakukan demontrasi, penghujatan, konsentrasi massa, dan memuji kaum Khawarij yang menyimpang tersebut.</p>
<p>Di antara upaya mereka untuk memuji mereka adalah menyebutkan karamah –sebagaimana tersebut dalam pertanyaan-. Ini termasuk kedustaan, kebohongan, bahan tertawaan manusia, anjuran terhadap bid’ah, menyebarkan kesesatan, membungkam As-Sunnah dan mengangkat bid’ah serta membantu para pelakunya.</p>
<p>Mereka tidak diterima persaksiannya, sebab mereka adalah musuh Ahlus Sunnah. Di antara prinsip dasar dan pokok orang-orang tersebut adalah bolehnya berdusta dalam membela mereka dan membantu penyebaran kebatilan mereka.</p>
<p>Hati-hati dan berhati-hatilah, wahai kaum muslimin dan muslimah, saudara dan saudari kami serta anak-anak kami di Indonesia, untuk tidak tertipu dengan mereka.</p>
<p>Saya nasihatkan pula kepada ahlul ilmi di negeri kalian untuk segera menyingkap kesesatan ini dan membantahnya dengan ilmu yang dibangun diatas Al-Qur`ân dan As-Sunnah.</p>
<p>Inilah yang dapat aku sampaikan sebagai jawaban dari pertanyaan yang datang kepada kami dalam majalah An-Nashihah yang terbit di Makassar, Sulawesi (Selatan) di Indonesia –semoga Allah menjaga negeri ini dan seluruh negeri kaum muslimin dari setiap keburukan dan kejelekan-. Juga aku memohon kepada-Nya Jalla wa ‘Alâ agar menyatukan para pemimpin dengan rakyatnya di atas apa yang diridhai-Nya terhadap hamba-Nya dari keislaman dan As-Sunnah.</p>
<p>Didikte oleh ‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman<br />
Mantan Dosen Universitas Islam Madinah</p>
<p>Pada Malam Selasa, 20 Dzulqa’dah 1429 H</p>
<p>Bertepatan dengan Malam 18 November 2008</p>
<p>[1] Mâriqah adalah orang yang keluar dari ketaatan atau keluar dari Islam. Mâriqah adalah nama lain khawarij, -pent.</p>
<p>(Dikutip dari url <a href="http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&#038;cat=Fatwa&#038;article=82" rel="nofollow">http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&#038;cat=Fatwa&#038;article=82</a>)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muslim.or.id</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-37865</link>
		<dc:creator>Muslim.or.id</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 15:54:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-37865</guid>
		<description>@Abuadia: Masya Allah akhi, semoga Pangdam Diponegoro membaca artikel dan komentar antum. Baarokallahu fiik...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abuadia: Masya Allah akhi, semoga Pangdam Diponegoro membaca artikel dan komentar antum. Baarokallahu fiik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Efendi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-37820</link>
		<dc:creator>Efendi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 06:23:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-37820</guid>
		<description>Assalamulaikum Wr.wb
terimakasìh atas pembahasan artikelnya,semoga kita mendapatkan kepemahaman tentang islam,.Insyaalloh. Waslmlkm wr.wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamulaikum Wr.wb<br />
terimakasìh atas pembahasan artikelnya,semoga kita mendapatkan kepemahaman tentang islam,.Insyaalloh. Waslmlkm wr.wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abuadia</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html/comment-page-1#comment-37804</link>
		<dc:creator>Abuadia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 03:48:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1276#comment-37804</guid>
		<description>Yang membuat ana sangat miris dan sakit hati adalah perkataan pangdam diponegoro, yang mengatakan &quot;bila melihat orang tak d kenal memakai jubah, bersorban dan berjenggot, laporkan saja!&quot; sungguh perkataan di atas tdk pantas keluar dari mulut seorang yang berpendidikan, hanya pantas keluar dari mulut orang bodoh dan tak berilmu, bukankah diponegoro bersorban, berjubah dan berjenggot?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang membuat ana sangat miris dan sakit hati adalah perkataan pangdam diponegoro, yang mengatakan &#8220;bila melihat orang tak d kenal memakai jubah, bersorban dan berjenggot, laporkan saja!&#8221; sungguh perkataan di atas tdk pantas keluar dari mulut seorang yang berpendidikan, hanya pantas keluar dari mulut orang bodoh dan tak berilmu, bukankah diponegoro bersorban, berjubah dan berjenggot?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

