<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tanggal Kelahiran Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Totok Dariyanto</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-84282</link>
		<dc:creator>Totok Dariyanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:36:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-84282</guid>
		<description>ijin share di blog</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijin share di blog</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dumasir</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-80848</link>
		<dc:creator>dumasir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 02:03:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-80848</guid>
		<description>bismillah.
assalaamu&#039;alaikum.

ijin menyimak dan copy.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah.<br />
assalaamu&#8217;alaikum.</p>
<p>ijin menyimak dan copy&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pu2t</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-80785</link>
		<dc:creator>pu2t</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 19:35:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-80785</guid>
		<description>Assalamu ‘alaikum wrwb..
ijin nyimak dan copy...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum wrwb..<br />
ijin nyimak dan copy&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hamba Alloh</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-76779</link>
		<dc:creator>hamba Alloh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 08:25:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-76779</guid>
		<description>Assl.Wr.Wb.Semoga kita semua selalu mendapat ridho dr Alloh SWT..Allohumma Arinal haqqo haqqo warzuqnaattibaa&#039;ah,Wa arinal baatila baatila warzuqnajtinaabah...mari kita semua belajar sebelum qta menyalahkan orang lain,dan belajarlah kepada ulama yang bener2 mumpuni dr segi keilmuan,yang ittiba&#039; kpd rosululloh SAW,para sahabat,tabi&#039;in,para ulama salafussoolih,,,Semoga qta semua mendapat hidayah dr Alloh SWT.Ya Alloh Bukakanlah hati kami untuk memahami settitik dr ilmu2 mu,Sehingga kami tidak saling berselisih...AAmiiin...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assl.Wr.Wb.Semoga kita semua selalu mendapat ridho dr Alloh SWT..Allohumma Arinal haqqo haqqo warzuqnaattibaa&#8217;ah,Wa arinal baatila baatila warzuqnajtinaabah&#8230;mari kita semua belajar sebelum qta menyalahkan orang lain,dan belajarlah kepada ulama yang bener2 mumpuni dr segi keilmuan,yang ittiba&#8217; kpd rosululloh SAW,para sahabat,tabi&#8217;in,para ulama salafussoolih,,,Semoga qta semua mendapat hidayah dr Alloh SWT.Ya Alloh Bukakanlah hati kami untuk memahami settitik dr ilmu2 mu,Sehingga kami tidak saling berselisih&#8230;AAmiiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jailani</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-74680</link>
		<dc:creator>Jailani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 08:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-74680</guid>
		<description>jazakallahu khoir..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jazakallahu khoir..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Nur Ichwan</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-71456</link>
		<dc:creator>Muhammad Nur Ichwan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 17:05:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-71456</guid>
		<description>@Muhammad Rohibun
Meskipun kita tidak menentukan waktu-waktu tertentu dalam bershalawat, seyogyanya kita juga selektif dalam memilih shalawat yang diucapkan dan begitupula tatacara pelaksanaannya. 

Imam Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr Al Qurthubi rahimahullah mengatakan,
فَعَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَسْتَعْمِلَ مَا فِي كِتَابِ اللهِ وَصَحِيْحِ السُّنَّةِ مِنَ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَاهُ وَلاَ يَقُوْلُ أَخْتَارُهُ كَذَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اخْتَارَ لِنَبِيِّهِ وَأَوْلِيَائِهِ وَعَلَّمَهُمْ كَيْفَ يَدْعُوْنَ
”Seyogyanya seorang menggunakan do’a-do’a yang tercantum dalam Al Qur-an dan berbagai hadits yang shahih (valid berasal dari nabi-peny) serta meninggalkan berbagai do’a yang tidak bersumber dari keduanya. Janganlah ia mengatakan, “Saya telah memilih do’a sendiri (untuk diriku)”, karena Allah ta&#039;ala telah memilihkan dan mengajarkan berbagai do’a kepada nabi dan para wali-Nya (dalam Al Qur-an dan sunnah nabi-Nya) ” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur-an 4/226).

Syaikhul Islam, Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
لَا رَيْبَ أَنَّ الْأَذْكَارَ وَالدَّعَوَاتِ مِنْ أَفْضَلِ الْعِبَادَاتِ وَالْعِبَادَاتُ مَبْنَاهَا عَلَى التَّوْقِيفِ وَالِاتِّبَاعِ لَا عَلَى الْهَوَى وَالِابْتِدَاعِ فَالْأَدْعِيَةُ وَالْأَذْكَارُ النَّبَوِيَّةُ هِيَ أَفْضَلُ مَا يَتَحَرَّاهُ الْمُتَحَرِّي مِنْ الذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَسَالِكُهَا عَلَى سَبِيلِ أَمَانٍ وَسَلَامَةٍ وَالْفَوَائِدُ وَالنَّتَائِجُ الَّتِي تَحْصُلُ لَا يُعَبِّرُ عَنْهُ لِسَانٌ وَلَا يُحِيطُ بِهِ إنْسَانٌ وَمَا سِوَاهَا مِنْ الْأَذْكَارِ قَدْ يَكُونُ مُحَرَّمًا وَقَدْ يَكُونُ مَكْرُوهًا وَقَدْ يَكُونُ فِيهِ شِرْكٌ مِمَّا لَا يَهْتَدِي إلَيْهِ أَكْثَرُ النَّاسِ وَهِيَ جُمْلَةٌ يَطُولُ تَفْصِيلُهَا
”Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do’a termasuk ibadah yang utama dan ibadah terbangun di atas pondasi tauqif  (terima jadi dari pembuat syari’at-peny) dan ittiba’ (mengikuti aturan syari’at-peny), bukan mengikuti keinginan pribadi dan ibtida’ (membuat-buat sendiri). Dengan demikian berbagai do’a dan dzikir yang dituntunkan oleh nabi merupakan bentuk yang terbaik. Orang yang mengikuti tuntunan nabi dalam berdo’a dan berdzikir berada di atas jalan keamanan dan keselamatan. Berbagai faedah dan buah yang dipetik (oelehnya) tidak dapat diungkapkan oleh lisan dan tidak dapat diketahui oleh manusia. Adapun berbagai dzikir selain yang dituntunkan nabi terkadang berstatus haram, makruh atau bahkan berstatus kesyirikan (yang sangat disayangkan) betapa banyak orang yang tidak memperoleh petunjuk dalam hal ini (sehingga lebih mengutamakan berbagai do’a dan dzikir yang dibuat-buat sendiri daripada menggunakan do’a dan dzikir yang dituntunkan nabi shallallahu &#039;alaihi wa sallam).” (Majmu’ul Fatawa 22/511).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Muhammad Rohibun<br />
Meskipun kita tidak menentukan waktu-waktu tertentu dalam bershalawat, seyogyanya kita juga selektif dalam memilih shalawat yang diucapkan dan begitupula tatacara pelaksanaannya. </p>
<p>Imam Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr Al Qurthubi rahimahullah mengatakan,<br />
فَعَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَسْتَعْمِلَ مَا فِي كِتَابِ اللهِ وَصَحِيْحِ السُّنَّةِ مِنَ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَاهُ وَلاَ يَقُوْلُ أَخْتَارُهُ كَذَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اخْتَارَ لِنَبِيِّهِ وَأَوْلِيَائِهِ وَعَلَّمَهُمْ كَيْفَ يَدْعُوْنَ<br />
”Seyogyanya seorang menggunakan do’a-do’a yang tercantum dalam Al Qur-an dan berbagai hadits yang shahih (valid berasal dari nabi-peny) serta meninggalkan berbagai do’a yang tidak bersumber dari keduanya. Janganlah ia mengatakan, “Saya telah memilih do’a sendiri (untuk diriku)”, karena Allah ta&#8217;ala telah memilihkan dan mengajarkan berbagai do’a kepada nabi dan para wali-Nya (dalam Al Qur-an dan sunnah nabi-Nya) ” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur-an 4/226).</p>
<p>Syaikhul Islam, Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,<br />
لَا رَيْبَ أَنَّ الْأَذْكَارَ وَالدَّعَوَاتِ مِنْ أَفْضَلِ الْعِبَادَاتِ وَالْعِبَادَاتُ مَبْنَاهَا عَلَى التَّوْقِيفِ وَالِاتِّبَاعِ لَا عَلَى الْهَوَى وَالِابْتِدَاعِ فَالْأَدْعِيَةُ وَالْأَذْكَارُ النَّبَوِيَّةُ هِيَ أَفْضَلُ مَا يَتَحَرَّاهُ الْمُتَحَرِّي مِنْ الذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَسَالِكُهَا عَلَى سَبِيلِ أَمَانٍ وَسَلَامَةٍ وَالْفَوَائِدُ وَالنَّتَائِجُ الَّتِي تَحْصُلُ لَا يُعَبِّرُ عَنْهُ لِسَانٌ وَلَا يُحِيطُ بِهِ إنْسَانٌ وَمَا سِوَاهَا مِنْ الْأَذْكَارِ قَدْ يَكُونُ مُحَرَّمًا وَقَدْ يَكُونُ مَكْرُوهًا وَقَدْ يَكُونُ فِيهِ شِرْكٌ مِمَّا لَا يَهْتَدِي إلَيْهِ أَكْثَرُ النَّاسِ وَهِيَ جُمْلَةٌ يَطُولُ تَفْصِيلُهَا<br />
”Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do’a termasuk ibadah yang utama dan ibadah terbangun di atas pondasi tauqif  (terima jadi dari pembuat syari’at-peny) dan ittiba’ (mengikuti aturan syari’at-peny), bukan mengikuti keinginan pribadi dan ibtida’ (membuat-buat sendiri). Dengan demikian berbagai do’a dan dzikir yang dituntunkan oleh nabi merupakan bentuk yang terbaik. Orang yang mengikuti tuntunan nabi dalam berdo’a dan berdzikir berada di atas jalan keamanan dan keselamatan. Berbagai faedah dan buah yang dipetik (oelehnya) tidak dapat diungkapkan oleh lisan dan tidak dapat diketahui oleh manusia. Adapun berbagai dzikir selain yang dituntunkan nabi terkadang berstatus haram, makruh atau bahkan berstatus kesyirikan (yang sangat disayangkan) betapa banyak orang yang tidak memperoleh petunjuk dalam hal ini (sehingga lebih mengutamakan berbagai do’a dan dzikir yang dibuat-buat sendiri daripada menggunakan do’a dan dzikir yang dituntunkan nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam).” (Majmu’ul Fatawa 22/511).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Rohibun</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-71044</link>
		<dc:creator>Muhammad Rohibun</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 07:33:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-71044</guid>
		<description>Saya kadang bershalawat baik sendiri2 maupun bersama kawan2 (orang2 di kampung saya menyebutnya maulid), kegiatan ini tidak hanya kami lakukan pada hari/tanggal tertentu, apalagi mengkhususkan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Apakah perbuatan kami ini bid&#039;ah yang dapat mengarahkan kami kepada kesesatan?
mohon pencerahannya, terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kadang bershalawat baik sendiri2 maupun bersama kawan2 (orang2 di kampung saya menyebutnya maulid), kegiatan ini tidak hanya kami lakukan pada hari/tanggal tertentu, apalagi mengkhususkan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Apakah perbuatan kami ini bid&#8217;ah yang dapat mengarahkan kami kepada kesesatan?<br />
mohon pencerahannya, terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ma&#39;had Al-Ma&#39;tuq Sukabumi &#187; Blog Archive &#187; Tanggal Kelahiran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-67800</link>
		<dc:creator>Ma&#39;had Al-Ma&#39;tuq Sukabumi &#187; Blog Archive &#187; Tanggal Kelahiran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 13:41:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-67800</guid>
		<description>[...] Ibnu Utsaimin berkata, “Sebagian ahli falak belakangan telah meneliti tentang tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata jatuh pada tanggal 9 Rabiul Awal, bukan 12 Rabiul Awal.” [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ibnu Utsaimin berkata, “Sebagian ahli falak belakangan telah meneliti tentang tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata jatuh pada tanggal 9 Rabiul Awal, bukan 12 Rabiul Awal.” [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-67744</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 21:59:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-67744</guid>
		<description>#khoeruddin 
Yang melarang bid&#039;ah adalah Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam. Apakah beliau itu jumud? 
Bagi anda yang membandingkan Maulid Nabi dengan internet, silakan simak penjelasan-penjelasan berikut:
http://muslim.or.id/manhaj/kumpulan-penjelasan-mengenai-perayaan-maulid-nabi.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#khoeruddin<br />
Yang melarang bid&#8217;ah adalah Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Apakah beliau itu jumud?<br />
Bagi anda yang membandingkan Maulid Nabi dengan internet, silakan simak penjelasan-penjelasan berikut:<br />
<a href="http://muslim.or.id/manhaj/kumpulan-penjelasan-mengenai-perayaan-maulid-nabi.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/kumpulan-penjelasan-mengenai-perayaan-maulid-nabi.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: khoerudin</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/tanggal-kelahiran-nabi.html/comment-page-1#comment-67704</link>
		<dc:creator>khoerudin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 07:36:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=570#comment-67704</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum wrwb..
Perayaan maulid adalah sarana/media untuk mengingat kembali sejarah Rasulullah, dan memiliki banyak manfaat. apakah perayaan ini harus dihapuskan karena dianggap bid&#039;ah? terlalu naif kalau ini dilarang. Para ustadz yang menggunakan internet sebagai media dakwah, apakah juga internet diharamkan. marilah kita menghindari pola pikir yang jumud.. jgn sampai bangsa lain sudah sampai ke bulan, kita masih berkutat pada masalah bid&#039;ah. dan harus diingat, bid&#039;ah ada jasanah dan dholalah..selama ada kemasalahaan umum dan tdk melanggar aturan, mangga wae..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wrwb..<br />
Perayaan maulid adalah sarana/media untuk mengingat kembali sejarah Rasulullah, dan memiliki banyak manfaat. apakah perayaan ini harus dihapuskan karena dianggap bid&#8217;ah? terlalu naif kalau ini dilarang. Para ustadz yang menggunakan internet sebagai media dakwah, apakah juga internet diharamkan. marilah kita menghindari pola pikir yang jumud.. jgn sampai bangsa lain sudah sampai ke bulan, kita masih berkutat pada masalah bid&#8217;ah. dan harus diingat, bid&#8217;ah ada jasanah dan dholalah..selama ada kemasalahaan umum dan tdk melanggar aturan, mangga wae..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

