<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 May 2012 07:17:50 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-84711</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 04:18:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-84711</guid>
		<description>#Hendra 
Kami sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa masalah ucapan natal ini dalam Islam termasuk dalam masalah aqidah atau keyakinan, yang tidak bisa ditoleransi. Karena masalah keyakinan adalah masalah paling penting dalam hidup.  Menentukan nasib kita di akhirat kelak. Kami tidak percaya sama sekali bahwa Tuhan itu banyak dan semua agama sama. Karena penting dan urgennya masalah keyakinan ini, lebih dari apapun, maka wajarlah jika seorang muslim tidak diperkenankan mengambil sahabat dekat atau teman dekat dari kalangan Kristiani. 

Adapun dalam pergaulan dengan umat Kristen ada aturan tersendiri dalam syariat Islam. Diantara aturan tersebut, kami dilarang berbuat zhalim terhadap orang non-muslim. Menyakiti, melukai, menipu, mencurangi, orang non-muslim sembarangan.  Semua itu perbuatan dosa di mata Islam. Muslim juga dilarang mencela agama lain di depan pengikutnya, karena akan menjadi sebab mereka akan mencela Islam. Sehingga mencela agama lain di depan penganutnya juga merupakan perbuatan tercela dalam Islam. 

Terakhir, kami sangat menghargai rasa ingin tahu anda terhadap hukum-hukum dalam Islam dengan sering membaca buletin Islam. Semoga kelak hati anda terpanggil untuk memeluk Islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Hendra<br />
Kami sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa masalah ucapan natal ini dalam Islam termasuk dalam masalah aqidah atau keyakinan, yang tidak bisa ditoleransi. Karena masalah keyakinan adalah masalah paling penting dalam hidup.  Menentukan nasib kita di akhirat kelak. Kami tidak percaya sama sekali bahwa Tuhan itu banyak dan semua agama sama. Karena penting dan urgennya masalah keyakinan ini, lebih dari apapun, maka wajarlah jika seorang muslim tidak diperkenankan mengambil sahabat dekat atau teman dekat dari kalangan Kristiani. </p>
<p>Adapun dalam pergaulan dengan umat Kristen ada aturan tersendiri dalam syariat Islam. Diantara aturan tersebut, kami dilarang berbuat zhalim terhadap orang non-muslim. Menyakiti, melukai, menipu, mencurangi, orang non-muslim sembarangan.  Semua itu perbuatan dosa di mata Islam. Muslim juga dilarang mencela agama lain di depan pengikutnya, karena akan menjadi sebab mereka akan mencela Islam. Sehingga mencela agama lain di depan penganutnya juga merupakan perbuatan tercela dalam Islam. </p>
<p>Terakhir, kami sangat menghargai rasa ingin tahu anda terhadap hukum-hukum dalam Islam dengan sering membaca buletin Islam. Semoga kelak hati anda terpanggil untuk memeluk Islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hendra</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-84697</link>
		<dc:creator>Hendra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 14:29:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-84697</guid>
		<description>saya seorang katolik. 

beberapa tahun lalu saat saya baru masuk kerja di perusahaan sekarang, setiap karyawan mengucapkan selamat atas hari raya karyawan lain yang beragama lain, termasuk dari mereka yang muslim ke non muslim.

mulai dari tahun kedua dan seterusnya, beberapa staff muslim senior tidak lagi mengucapkan selamat. awalnya kami, non muslim, memang agak heran dan terkesan ada jarak, tapi kami tidak terlalu ambil pusing. saya sendiri juga tidak mempermasalahkan karena buat untuk pribadi natal atau paskah lebih bersifat rohani ketimbang fisik. kami lebih memilih bersikap &#039;ya sudahlah&#039; dan tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.

tentu saja sikap kami itu bukan sesuatu yang general atau umum. beberapa teman kami ada juga yang tersinggung dan &#039;balas dendam&#039; dengan juga tidak mengucapkan selamat ketika idul fitri datang. ketika rasa tersinggung itu terbakar, sering juga mereka membahas segala sesuatu tentang islam yang hampir semuanya didahului dengan &#039;katanya&#039;, &#039;gue denger&#039;, &#039;menurut si anu&#039;, dan &#039;dari yang gue baca&#039;. saya dan rekan-rekan &#039;ya sudahlah&#039; yang lain biasanya memilih untuk pergi dan tidak ikut diskusi yang dikendalikan emosi seperti itu. lagipula tidak bagus untuk tekanan darah dan nafsu makan. :D

belakangan kami dengar juga ada beberapa karyawan muslim yang juga tidak ikut bahasan-bahasan panas seperti itu ketika sedang berkumpul dengan karyawan muslim lain. yang saya tahu, bagi mereka, sudah cukup mereka tahu bahwa mereka tidak diperbolehkan mengucapkan selamat tapi tidak melebih-lebihkan kondisi itu dan bersikap biasa saja. saya respek dengan sikap mereka yang seperti itu. tapi sama seperti teman-teman non muslim saya, itu bukan sikap merata yang dimiliki setiap karyawan muslim lain.

saya dan beberapa teman tahu posisi agama-agama kami di mata islam tapi lebih memilih untuk tidak menganggap itu hal besar (dari posisi kami sendiri). meminjam kata-kata seorang kawan saya: &quot;ya anggeplah islam itu mercedez benz dan katolik itu mikrolet. kalo lu nyaman naek mikrolet, ya udah, cukup. yang penting gak usah ngejer-ngejer orang laen suruh naek mikrolet juga mentang-mentang lu nyaman. gak usah nyusain orang.&quot;

yang ingin saya katakan dan yang dimaksud teman saya adalah kami tahu, tapi tolong jangan lebih-lebihkan sikap tersebut. bila memang tidak mau mengucapkan selamat, ya tidak apa. tapi jangan kemudian memberi kuliah tentang inferioritas atau cacat agama kami di mata islam langsung di depan kami atau menjaga jarak terlalu kentara. lakukan itu dalam komunitas muslim yang cukup dewasa untuk tidak menerima mentah-mentah dan kemudian mengantagoniskan orang lain. cukup tahu sama tahu dalam pikiran karena di mata kami, tentu saja, agama kami ini tidak inferior atau cacat. dan tentu saja kata-kata saya ini berlaku untuk teman-teman saya yang sering &#039;katanya&#039; itu. 

salam.

nb. 

1. saya tahu mengenai larangan mengucapkan selamat dari semacam surat mingguan yang diedarkan setiap jumat oleh pengurus komunitas islam di gedung tempat perusahaan kami bekerja. saya dapat edaran tersebut dari ibu resepsionis, seorang muslimah, yang rutin meminjamkan ke saya setiap hari senin.
2. dalam pengertian saya, muslim dan muslimah adalah penganut islam. mohon maaf kalau salah menggunakan kata tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya seorang katolik. </p>
<p>beberapa tahun lalu saat saya baru masuk kerja di perusahaan sekarang, setiap karyawan mengucapkan selamat atas hari raya karyawan lain yang beragama lain, termasuk dari mereka yang muslim ke non muslim.</p>
<p>mulai dari tahun kedua dan seterusnya, beberapa staff muslim senior tidak lagi mengucapkan selamat. awalnya kami, non muslim, memang agak heran dan terkesan ada jarak, tapi kami tidak terlalu ambil pusing. saya sendiri juga tidak mempermasalahkan karena buat untuk pribadi natal atau paskah lebih bersifat rohani ketimbang fisik. kami lebih memilih bersikap &#8216;ya sudahlah&#8217; dan tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.</p>
<p>tentu saja sikap kami itu bukan sesuatu yang general atau umum. beberapa teman kami ada juga yang tersinggung dan &#8216;balas dendam&#8217; dengan juga tidak mengucapkan selamat ketika idul fitri datang. ketika rasa tersinggung itu terbakar, sering juga mereka membahas segala sesuatu tentang islam yang hampir semuanya didahului dengan &#8216;katanya&#8217;, &#8216;gue denger&#8217;, &#8216;menurut si anu&#8217;, dan &#8216;dari yang gue baca&#8217;. saya dan rekan-rekan &#8216;ya sudahlah&#8217; yang lain biasanya memilih untuk pergi dan tidak ikut diskusi yang dikendalikan emosi seperti itu. lagipula tidak bagus untuk tekanan darah dan nafsu makan. :D</p>
<p>belakangan kami dengar juga ada beberapa karyawan muslim yang juga tidak ikut bahasan-bahasan panas seperti itu ketika sedang berkumpul dengan karyawan muslim lain. yang saya tahu, bagi mereka, sudah cukup mereka tahu bahwa mereka tidak diperbolehkan mengucapkan selamat tapi tidak melebih-lebihkan kondisi itu dan bersikap biasa saja. saya respek dengan sikap mereka yang seperti itu. tapi sama seperti teman-teman non muslim saya, itu bukan sikap merata yang dimiliki setiap karyawan muslim lain.</p>
<p>saya dan beberapa teman tahu posisi agama-agama kami di mata islam tapi lebih memilih untuk tidak menganggap itu hal besar (dari posisi kami sendiri). meminjam kata-kata seorang kawan saya: &#8220;ya anggeplah islam itu mercedez benz dan katolik itu mikrolet. kalo lu nyaman naek mikrolet, ya udah, cukup. yang penting gak usah ngejer-ngejer orang laen suruh naek mikrolet juga mentang-mentang lu nyaman. gak usah nyusain orang.&#8221;</p>
<p>yang ingin saya katakan dan yang dimaksud teman saya adalah kami tahu, tapi tolong jangan lebih-lebihkan sikap tersebut. bila memang tidak mau mengucapkan selamat, ya tidak apa. tapi jangan kemudian memberi kuliah tentang inferioritas atau cacat agama kami di mata islam langsung di depan kami atau menjaga jarak terlalu kentara. lakukan itu dalam komunitas muslim yang cukup dewasa untuk tidak menerima mentah-mentah dan kemudian mengantagoniskan orang lain. cukup tahu sama tahu dalam pikiran karena di mata kami, tentu saja, agama kami ini tidak inferior atau cacat. dan tentu saja kata-kata saya ini berlaku untuk teman-teman saya yang sering &#8216;katanya&#8217; itu. </p>
<p>salam.</p>
<p>nb. </p>
<p>1. saya tahu mengenai larangan mengucapkan selamat dari semacam surat mingguan yang diedarkan setiap jumat oleh pengurus komunitas islam di gedung tempat perusahaan kami bekerja. saya dapat edaran tersebut dari ibu resepsionis, seorang muslimah, yang rutin meminjamkan ke saya setiap hari senin.<br />
2. dalam pengertian saya, muslim dan muslimah adalah penganut islam. mohon maaf kalau salah menggunakan kata tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-84644</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 15:46:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-84644</guid>
		<description>#Delta 
Wa&#039;alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh, hukum makanannya halal, namun menerimanya menimbang maslahah. Jika dengan menerima makanan tersebut akan dianggap menyetujuinya, maka sebaiknya tidak diterima.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Delta<br />
Wa&#8217;alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh, hukum makanannya halal, namun menerimanya menimbang maslahah. Jika dengan menerima makanan tersebut akan dianggap menyetujuinya, maka sebaiknya tidak diterima.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-84641</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 15:43:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-84641</guid>
		<description>#Adnan 
Wa&#039;alaikumussalam, sudah dibahas di: http://muslim.or.id/aqidah/selamat-natal-bolehkah-sanggahan-untuk-al-qardhawi.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Adnan<br />
Wa&#8217;alaikumussalam, sudah dibahas di: <a href="http://muslim.or.id/aqidah/selamat-natal-bolehkah-sanggahan-untuk-al-qardhawi.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/aqidah/selamat-natal-bolehkah-sanggahan-untuk-al-qardhawi.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Syaiful Arifin</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-84181</link>
		<dc:creator>Syaiful Arifin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 14:02:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-84181</guid>
		<description>saya sependapat dgn penulis artikel moch. Abduh karna logikanya adalah seluruh semesta alam ini milik Alloh sedangkan yang memiliki alam semesta menghendaki hanya agama islam yg dibawa Nabi Muhammad yg diridoiNya. artinya sgala kegiatan,aktivitas,ritual yg tidak ada dlm al quran,sunnah dan ijma ulama adalah bit&#039;ah, apalagi kegiatan tsb di tujukan kepada selain Alloh ya...........jelas haaaaaaaraaaaaaam. titik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sependapat dgn penulis artikel moch. Abduh karna logikanya adalah seluruh semesta alam ini milik Alloh sedangkan yang memiliki alam semesta menghendaki hanya agama islam yg dibawa Nabi Muhammad yg diridoiNya. artinya sgala kegiatan,aktivitas,ritual yg tidak ada dlm al quran,sunnah dan ijma ulama adalah bit&#8217;ah, apalagi kegiatan tsb di tujukan kepada selain Alloh ya&#8230;&#8230;&#8230;..jelas haaaaaaaraaaaaaam. titik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? &#187; BDI PT ARUN LNG - LHOKSEUMAWE - ACEH</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-83895</link>
		<dc:creator>Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? &#187; BDI PT ARUN LNG - LHOKSEUMAWE - ACEH</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 18:58:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-83895</guid>
		<description>[...] Sumber : http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sumber : <a href="http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-83498</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 14:16:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-83498</guid>
		<description>#wandy 
Silakan simak:
http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim
http://kangaswad.wordpress.com/2011/04/05/pertemanan-dengan-non-muslim/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#wandy<br />
Silakan simak:<br />
<a href="http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim" rel="nofollow">http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim</a><br />
<a href="http://kangaswad.wordpress.com/2011/04/05/pertemanan-dengan-non-muslim/" rel="nofollow">http://kangaswad.wordpress.com/2011/04/05/pertemanan-dengan-non-muslim/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wandy</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-83489</link>
		<dc:creator>wandy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 10:04:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-83489</guid>
		<description>ass wrb maaf kalo salah, menurut saya apabila ada temen kita non muslim yang meninggal boleh aja dijenguk cuman jangan mengikuti ibadah mereka kita datang sebagai penghormatan karena hubungan habbdul minanasnya (hubungan sesama manusia)kita tinggal didunia ini tidak sendirian nabi muhammad aja dulu bangkit berdiri dari duduknya ketika dilewati sekelompok orang yang sedang membawa jenasah non muslim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass wrb maaf kalo salah, menurut saya apabila ada temen kita non muslim yang meninggal boleh aja dijenguk cuman jangan mengikuti ibadah mereka kita datang sebagai penghormatan karena hubungan habbdul minanasnya (hubungan sesama manusia)kita tinggal didunia ini tidak sendirian nabi muhammad aja dulu bangkit berdiri dari duduknya ketika dilewati sekelompok orang yang sedang membawa jenasah non muslim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? &#187; Badan Dakwah Islam</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-83270</link>
		<dc:creator>Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? &#187; Badan Dakwah Islam</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 01:16:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-83270</guid>
		<description>[...] Sumber : http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sumber : <a href="http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hasbull</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-3#comment-83217</link>
		<dc:creator>Hasbull</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 10:41:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-83217</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum...
Terimakasih atas jawaban ini .
dan saya minta izin Copy ini artikel.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230;<br />
Terimakasih atas jawaban ini .<br />
dan saya minta izin Copy ini artikel.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

