<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html</link>
	<description>Muslim.or.id adalah pesantren online bagi siapa saja yang ingin mempelajari agama Islam berdasarkan pemahaman para salafus shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Mar 2010 09:59:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Dian</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46226</link>
		<dc:creator>Dian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 04:56:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46226</guid>
		<description>Assalamualaikum….
 Pak ustadz jadi sebaiknya apa yang harus kita lakukan untuk menghindar untuk berkunjung ketempat kerabat pada tanggal 25 desember, sedangkan orang tua mengajak untuk berkunjung, tanpa mengucapkan selamat,apa yang harus saya lakukan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum….<br />
 Pak ustadz jadi sebaiknya apa yang harus kita lakukan untuk menghindar untuk berkunjung ketempat kerabat pada tanggal 25 desember, sedangkan orang tua mengajak untuk berkunjung, tanpa mengucapkan selamat,apa yang harus saya lakukan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nonki</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46183</link>
		<dc:creator>Nonki</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 16:19:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46183</guid>
		<description>Tanpa mengurangi sedikitpun hormat saya pada setiap pendapat dan pejelasan yang ada, saya pikir saya sepakat dengan pendapat bang Haropan Siregar. Kalimat pendek yang kalau saya tidak keliru berbunyi &quot;Lakum Dimukum Waliadin&quot; ini bila diamalkan dengan cara-cara seperti yang dicontohkan Baginda Rasulullah SAW, Insya Allah akan menolong kita terhindar dari hal-hal yang justru pada akhirnya dapat membuat kita terperangkap pada kemungkinan berbuat Bid&#039;ah.

Jika seorang pemeluk Islam yakin akan Al-qur’an dan hadist maka ia akan selalu berbuat baik. Perintah Allah tidak ada yang sulit, terutama bagi orang yang beriman. 

Mohon dimaafkan.
Wasalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa mengurangi sedikitpun hormat saya pada setiap pendapat dan pejelasan yang ada, saya pikir saya sepakat dengan pendapat bang Haropan Siregar. Kalimat pendek yang kalau saya tidak keliru berbunyi &#8220;Lakum Dimukum Waliadin&#8221; ini bila diamalkan dengan cara-cara seperti yang dicontohkan Baginda Rasulullah SAW, Insya Allah akan menolong kita terhindar dari hal-hal yang justru pada akhirnya dapat membuat kita terperangkap pada kemungkinan berbuat Bid&#8217;ah.</p>
<p>Jika seorang pemeluk Islam yakin akan Al-qur’an dan hadist maka ia akan selalu berbuat baik. Perintah Allah tidak ada yang sulit, terutama bagi orang yang beriman. </p>
<p>Mohon dimaafkan.<br />
Wasalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zuhri</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46135</link>
		<dc:creator>Zuhri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 12:38:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46135</guid>
		<description>Saya bekerja di bidang jasa video shoteng. Saya mendapat order shoteng perayaan natal. Apakah yang harus saya lakukan? Haruskah aku menolak order ini. Bila aku terima hukumnya gimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bekerja di bidang jasa video shoteng. Saya mendapat order shoteng perayaan natal. Apakah yang harus saya lakukan? Haruskah aku menolak order ini. Bila aku terima hukumnya gimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46131</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 11:45:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46131</guid>
		<description>@ Wantoo

Semoga Allah senantiasa memberi taufik pada antum.
Coba baca artikel berikut, agar lebih paham:
http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Wantoo</p>
<p>Semoga Allah senantiasa memberi taufik pada antum.<br />
Coba baca artikel berikut, agar lebih paham:<br />
<a href="http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darkheart</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46129</link>
		<dc:creator>Darkheart</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 11:14:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46129</guid>
		<description>Assalamualikum Warakhmatullahi Wabarakatuh,
Mohon penjelasan ustadz, ayat-ayat mana sajakah di dalam Al Quran - begitu juga hadist-hadist shahih, yang menerangkan dengan sejelas-jelasnya bahwa para pemeluk Agama Nabi Isa A.S (Nasrani) adalah orang-orang kafir?

Pertanyaan ini saya ajukan mengingat yang saya fahami dari penjelasan di atas adalah bahwa fatwa larangan mengucapkan salam, apalagi mengikuti ritual kepercayaannya, jelas-jelas dimaksudkan untuk orang-orang kafir. 

Jika para ahlil kitab dan para Rasul seperti yang diisyaratkan oleh Rukun Iman (ke 3 dan ke 4) tersebut kita musuhi, tidakkah itu bertentangan dengan ajaran yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW? 

Di dalam Al Quran Allah SAW berfirman, &quot;Pada hari ini telah AKU sempurnakan agamamu dan AKU sempurnakan nikmat-KU atasmu dan AKU ridha Islam menjadi agamamu.&quot; (Al Maidah:3). 

Saya Haqul Yaqin bahwa Islam adalah agama terakhir dan paling sempurna di muka bumi. Tapi apakah menurut Ustadz dengan demikian lantas agama-agama yang diturunkan Allah SWT sebelumnya melalui para Rasul dengan kitab-kitab seperti Taurat, Zabur, dan Injil patut kita percayai sebagai agama orang-orang kafir?

Mohon penjelasannya Ustadz, dan mohon dimaafkan ketidaktahuan saya ini.

Wassalam.
DH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualikum Warakhmatullahi Wabarakatuh,<br />
Mohon penjelasan ustadz, ayat-ayat mana sajakah di dalam Al Quran &#8211; begitu juga hadist-hadist shahih, yang menerangkan dengan sejelas-jelasnya bahwa para pemeluk Agama Nabi Isa A.S (Nasrani) adalah orang-orang kafir?</p>
<p>Pertanyaan ini saya ajukan mengingat yang saya fahami dari penjelasan di atas adalah bahwa fatwa larangan mengucapkan salam, apalagi mengikuti ritual kepercayaannya, jelas-jelas dimaksudkan untuk orang-orang kafir. </p>
<p>Jika para ahlil kitab dan para Rasul seperti yang diisyaratkan oleh Rukun Iman (ke 3 dan ke 4) tersebut kita musuhi, tidakkah itu bertentangan dengan ajaran yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW? </p>
<p>Di dalam Al Quran Allah SAW berfirman, &#8220;Pada hari ini telah AKU sempurnakan agamamu dan AKU sempurnakan nikmat-KU atasmu dan AKU ridha Islam menjadi agamamu.&#8221; (Al Maidah:3). </p>
<p>Saya Haqul Yaqin bahwa Islam adalah agama terakhir dan paling sempurna di muka bumi. Tapi apakah menurut Ustadz dengan demikian lantas agama-agama yang diturunkan Allah SWT sebelumnya melalui para Rasul dengan kitab-kitab seperti Taurat, Zabur, dan Injil patut kita percayai sebagai agama orang-orang kafir?</p>
<p>Mohon penjelasannya Ustadz, dan mohon dimaafkan ketidaktahuan saya ini.</p>
<p>Wassalam.<br />
DH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Haropan Siregar</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46115</link>
		<dc:creator>Haropan Siregar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 03:43:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46115</guid>
		<description>Menurut pendapat saya, cara seseorang dalam menghormati perayaan/ritual keagamaan orang lain adalah, dengan cara tidak mengikuti/hadir pada saat mereka melakukan ritual tersebut. Namun dalam konteks kehidupan sosial di Indonesia, sering kali kondisi adanya rasa kebersamaan tersebut, dikaitkan dengan segala bentuk kegiatan dalam masyarakat, termasuk dalam melakukan kegiatan ritual keagamaan, padahal dalam Islam ada akhidah yang tidak boleh ditoleransi. Adanya sikap perasaan tidak enak inilah yang selalu membuat segalanya menjadi tidak jelas.
Semoga dengan adanya tafsir dalam suatu ayat yang mengatakan: &quot;agama mu adalah agama mu, agama ku adalah agama ku&quot;, dapat dijadikan sebagai suatu pedoman pada saat mengambil sikap dalam konteks pergaulan di negeri tercinta ini, sehingga tidak terjadi campur aduk, antara agama dengan kehidupan sosial yang berlaku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut pendapat saya, cara seseorang dalam menghormati perayaan/ritual keagamaan orang lain adalah, dengan cara tidak mengikuti/hadir pada saat mereka melakukan ritual tersebut. Namun dalam konteks kehidupan sosial di Indonesia, sering kali kondisi adanya rasa kebersamaan tersebut, dikaitkan dengan segala bentuk kegiatan dalam masyarakat, termasuk dalam melakukan kegiatan ritual keagamaan, padahal dalam Islam ada akhidah yang tidak boleh ditoleransi. Adanya sikap perasaan tidak enak inilah yang selalu membuat segalanya menjadi tidak jelas.<br />
Semoga dengan adanya tafsir dalam suatu ayat yang mengatakan: &#8220;agama mu adalah agama mu, agama ku adalah agama ku&#8221;, dapat dijadikan sebagai suatu pedoman pada saat mengambil sikap dalam konteks pergaulan di negeri tercinta ini, sehingga tidak terjadi campur aduk, antara agama dengan kehidupan sosial yang berlaku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wantoo</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46109</link>
		<dc:creator>Wantoo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 02:14:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46109</guid>
		<description>MOHON DIKAJI ULANG DAN DIREVIEW, TENTANG HADIS DAN DALIL-DALILNYA.
saya seorang muslim punya saudara non muslim, terus gimana ??
Help me please ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MOHON DIKAJI ULANG DAN DIREVIEW, TENTANG HADIS DAN DALIL-DALILNYA.<br />
saya seorang muslim punya saudara non muslim, terus gimana ??<br />
Help me please ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Moh Amien</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46108</link>
		<dc:creator>Moh Amien</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 01:57:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46108</guid>
		<description>Saya lebih sepakat dg pendapat yg extrim,
artinya supaya kita orang islam berhati-hati dalam melangkah..
Karna 
سلامة الإنسان في حفظ اللسان‎
artinya selamatnya seorang insan itu didalam menjaga lidahnya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lebih sepakat dg pendapat yg extrim,<br />
artinya supaya kita orang islam berhati-hati dalam melangkah..<br />
Karna<br />
سلامة الإنسان في حفظ اللسان‎<br />
artinya selamatnya seorang insan itu didalam menjaga lidahnya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zizi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46107</link>
		<dc:creator>zizi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 01:49:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46107</guid>
		<description>assalamualaikum..
ijin share tulisannya :) 
bermanfaat sekali..syukron..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum..<br />
ijin share tulisannya :)<br />
bermanfaat sekali..syukron..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: stainless tanks</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html/comment-page-2#comment-46012</link>
		<dc:creator>stainless tanks</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 04:19:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=463#comment-46012</guid>
		<description>“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->