Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?
Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa shalaatu wa salaamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.
Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan –dengan izin-Mu-
Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.
Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama
Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.
Beliau rahimahullah pernah ditanya,
“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”
Beliau rahimahullah menjawab:
Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-
Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ
“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (Qs. Az Zumar [39]: 7)
Allah Ta’ala juga berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Qs. Al Maidah [5]: 3)
Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?
Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan, baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.
Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman,
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs. Ali Imron [3]: 85)
Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal?
Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.
Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal?
Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ’santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan, “Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan. Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” -Demikian perkataan Syaikhul Islam-
Barangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa, baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka, atau supaya ingin mengikat persahabatan, atau karena malu atau sebab lainnya. Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat), namun agama Allah yang jadi korban. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka.
Allah-lah tempat kita meminta. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia.
Fatwa Kedua: Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka
Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/29-30, no. 405.
Syaikh rahimahullah ditanya: Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?
Beliau rahimahullah menjawab:
Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)
Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena Yahudi tersebut dulu ketika kecil pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam. Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu.
Fatwa Ketiga: Merayakan Natal Bersama
Fatwa berikut adalah fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 8848.
Pertanyaan:
Apakah seorang muslim diperbolehkan bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam perayaan Natal yang biasa dilaksanakan pada akhir bulan Desember? Di sekitar kami ada sebagian orang yang menyandarkan pada orang-orang yang dianggap berilmu bahwa mereka duduk di majelis orang Nashrani dalam perayaan mereka. Mereka mengatakan bahwa hal ini boleh-boleh saja. Apakah perkataan mereka semacam ini benar? Apakah ada dalil syar’i yang membolehkan hal ini?
Jawaban:
Tidak boleh bagi kita bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka, walaupun ada sebagian orang yang dikatakan berilmu melakukan semacam ini. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak. Di samping itu pula, hal ini termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Padahal Allah berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah [5]: 2)
Semoga Allah memberi taufik pada kita. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikut dan sahabatnya.
Ketua Al Lajnah Ad Da’imah: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Saatnya Menarik Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan:
Pertama, Kita –kaum muslimin- diharamkan menghadiri perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981.
Kedua, Kaum muslimin juga diharamkan mengucapkan ’selamat natal’ kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. Jadi, cukup ijma’ kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Qs. An Nisa’ [4]: 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.
Oleh karena itu, yang mengatakan bahwa Al Qur’an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir, maka ini pendapat yang keliru. Karena ijma’ kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. Dan ijma’ adalah sumber hukum Islam, sama dengan Al Qur’an dan Al Hadits. Ijma’ juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya.
Ketiga, jika diberi ucapan selamat natal, tidak perlu kita jawab (balas) karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala.
Keempat, tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya.
Kelima, membantu orang Nashrani dalam merayakan Natal juga tidak diperbolehkan karena ini termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.
Keenam, diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut.
Demikianlah beberapa fatwa ulama mengenai hal ini. Semoga kaum muslimin diberi taufiko oleh Allah untuk menghindari hal-hal yang terlarang ini. Semoga Allah selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus dan menghindarkan kita dari berbagai penyimpangan. Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alihi wa shohbihi wa sallam.
Diselesaikan pada siang hari, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul, 18 Dzulhijah 1429 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.
Artikel www.muslim.or.id














bagaimana bertamu ke rumah orang non muslim?misalnya bertamu ke rumah dosen yang beragama nasrani?
Assalamu’alaikum……………….
bagaimana mengucapkan selamat hari raya kepada non muslim, karena di lingkungan saya ada be2rapa agama, sedangkan setiap tahun ketika kita merayakan Lebaran mereka selalu berputar untuk memberikan ucapan selamat. Apakah hanya untuk golongan kita aja kita memberikan selamat.. terimakasih atas pencerahannya
@niko
Bertamunya apa dulu?
Kalau mau mengucapkan selamat natal, ya jelas-jelas gak boleh.
Namun, kalau cuma mau tanya masalah kuliah, hal itu boleh-boleh saja
Di tempat krjku atasan mengharuskan memberi ucapan selamat natal kepada presedir dengan mendatanginya k ruangannya, padahal atasanku itu jg seorang muslim. namun saya tidak pernah mau menurutinya karena itu bertentangan dengan prinsip saya, sehingga saya selalu mencari berbagai alasan untuk menghindarinya, misalnya saja dengan menyibukkan diri atau tidak menampakkan diri didepan atasan. dan alhamdulillah semua tidak pernah ada masalah..
Assalamu’alaikum……………….
O.. begitu ya…..l Saya baru tahu, koq Gusdur bilang lain
bagaimana caranya menjelaskan kepada saudara kita yang non-muslim agar mereka mengerti dan tidak tersinggung bahwa kami kaum muslim haram untuk mengucapkan selamat natal kepada mereka?
^ atas ku
Kayak ngga tau GusDur aja
GusDur, Goyangan dangdut mesum pun dianggap halal…
kalau selamat natal haram, mengapa kalau membangun rumah ibadah kita juga meminta kepada kafir? bukankah uang mereka juga haram?
Mengapa anda bisa sangat yakin bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar dan agama yang lain adalah agama orang kafir.. sehingga sangatlah diharamkan untuk mengucapkan selamat hari raya pada umat lain?
Tahukah Kristiani itu bukanlah suatu ‘Agama’? Kristiani itu adalah pengikut Kristus. Kristus datang tidak untuk membawa agama. Dia datang untuk menyebarkan Kasih ke atas dunia.
Tolong sebutkan satu saja perbuatan Kristus yang anda anggap kalau diikuti maka kafir?
Dan ingatlah saudara-ku, Isa Almasih akan datang di hari terakhir untuk mengadakan penghakiman kepada seluruh umat manusia.
Tahukah anda, bahwa ajaran kristiani selalu mendoakan saudara-saudara yang berbeda agama, meskipun mereka selalu dianiaya? Kristiani selalu berdoa, agar kedamaian datang di atas dunia, hidup saling berdampingan di dalam perbedaan.
Tolong hentikan penyebaran kebencian dengan mengadakan penghakiman mana yang kafir dan mana yang suci.. itu hanyalah hak Allah. Sebarkanlah cinta kasih ke seluruh dunia. Bersahabatlah dengan seluruh manusia di dunia, karena kita tidak hidup sendiri.
Semoga kita semua selalu diberkati oleh Allah yang maha kuasa dan maha pengasih. Amin.
Thx god..
Didlm Kitab Taurat-Mu,gk prnh ngajari aq memfitnah, menjelekkan agama org lain..
KASIH itu yang slalu Kamu ajarkan..
Kasihilah sesamu seperti kau mengasihi dirimu sendiri.
Buat teman2 yang ngerti,..
Thx y??
hiks…koq Allah ga adil ke ciptaanNya?atau Dia sebenarnya The Real Provokator, untuk mengadu domba setiap manusia di Dunia ini dengan berkedok AGAMA!!!! atau cuman AGAMA aja yg terlalu Fanatik sampe mengucapkan perayaan ke umat yg lain di Haramkan.. ck..ck..ck..
mau kasih sedikit komentar mah buat si kasih.
tadi kan si kasih bilang: “Tolong sebutkan satu saja perbuatan Kristus yang anda anggap kalau diikuti maka kafir?”.
saya malah mau nanya ama si kasih, emang si kasih dan temen-temannya yang sejenis dengannya mengikutin kristus atau isa apa? emangnya si isa nganggap dia anaknya tuhan apa? emangnya ada 3 tuhan ya? abis itu saya mau nanya, si kasih dan kawan-kawannya ikut melaksanakan natal, kenaikan kristus,dll. emangnya pernah diajarin ya ama kristusnya.. terus,, si kasih tau dari mana kalo si kristus ngajarin gitu.. abis itu saya juga mau nanya.. kok orang nasrani kerjanya cuma nyanyi2 aja ya digereja.. katanya sering ndoain orang diluar agamanya walaupun dia sering teraniaya.. bukannya kerjaannya orang-orang nasrani keteka mereka dalam keadaan banyak mereka sering menganiaya orang muslim. liat di posa, di ambon, ama di iraq sana.. mohon penjelasannya..
kemudian saya sedikit mau nanya ke si Wini
si wini ini agamanya apa ya? kok aneh gitu ya kata-katanya? kalo semua agama itu sama, semuanya benar, maka mendingan orang-orang nasrasi dan yang lainnya masuk islam saja.. kan katanya semua benar..
buat pak Masrobi, jangan ngasih pembelaan yg mentah yah, itu keyakinan mereka,
sekarang saya nanya anda, anda merayakan maulid disuruh Muhammad? anda memakai hadist2 dgn pewari sahabat-sahabat Muhammad padahal mereka memojokkan Trah Ali dan keluarga Rasul as claimed by shiites?
see.. jawabannya sederhana banget tuh. it all depends on what you believe..
eniwey saya mau cuman mau bilangin ke sodara-sodara saya yang muslim [saya sendiri muslim dan ngucapin selamat natal] santai aja sama masalah yg begini, yg mau ngucapin silahkan, yg enggak silahkan,
saya justru sedih sama artikel diatas, yg mojokin sebagian cendekia-cendekia muslim. tolong berfikir dgn jernih. hal apa yg diutarakan pak QS yg bisa dibantah. tolong camkan, jalan pikiran artikel tsb sudah jelas, at the end of the day kesimpulannya adalah there shouldn’t be any christians nor politheists in every corner of the earth, but hey what ’bout jews, mereka tauhidnya sama loh sama muslim, cuman gak ngakuin syahadat kedua duank). tolong pake rasa..
kecilnya muhammad ditandai kenabiannya oleh pendeta nestorian, ketakutan muhammad dihibur oleh warakah dan bunda khadijah simpatisan kristen, disaat terhina oleh penduduk mekah disambut baik oleh minoritas kristen taif, disaat terancam jiwanya dan mementingkan keselamatan pengikutnya berlindung pada suaka negara kristen etiopia,..
grow up already brothers..
@ wini, zq dan kasih
Kami cuma bisa katakan: Perkataan kalian semuanya dusta…
Kasih sayang dari mana?
Lihatlah penindasan di daerah kami di Ambon, lihatlah penindasan saudara kami di Poso yang sampai saat ini merasakan kekejian kalian.
Lalu dengan sengaja kalian menikahi wanita-wanita muslimah. Setelah mereka hamil, kalian baru akan menikahinya dengan syarat KALAU WANITA MUSLIMAH INI MURTAD MASUK AGAMA NASHRANI
Itukah kasih sayang …?
Itukah kasih sayang dari kristus?
Dengan beginikah kalian ingin agama kalian jaya dan banyak pengikutnya?
Kedustaan agama kalian telah jelas …
Kepalsuan kitab suci kalian sudah jelas
Apa lagi yang kalian bela?
Siapa sekarang yang fanatik? Kalian sebenarnya sudah mengetahui kitab agama kalian hanya karangan manusia saja, namun kalian masih tetap ikuti dan agung-agungkan. Siapakah yang fanatik sekarang?
Apakah orang yang mengikuti kebenaran Al Qur’an yang merupakan wahyu Ilahi itu dikatakan fanatik? Lalu kami harus ikuti jalan kesesatan?
Siapa bilang Isa Al Masih datang untuk membela orang Nashrani?
Dijawab oleh Al Baghowi dalam tafsirnya, beliau berkata,
وروينا عن النبي صلى الله عليه وسلم: “ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكمًا عادلا يكسر الصليب، ويقتل الخنزير ويضع الجزية، وتهلك في زمانه الملل كلها إلا الإسلام”.
”Kami telah mendapatkan riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,’Sungguh hampir dekat waktunya turun di tengah-tengah kalian (Isa) bin Maryam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghilangkan jizyah (upeti, karena kafir dzimmi sudah tidak ada lagi. Semuanya muslim, ed). Akan dihancurkan seluruh agama di zaman beliau kecuali Islam’.”(HR. Bukhari)
Perhatikan Nabi Isa akan datang bukan untuk membela agama Nashrani, tetapi akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghancurkan agama tersebut.
Dan yang dimaksudkan bahwa beliau menjadi hakim yang adil adalah beliau menjadi hakim dengan menggunakan syari’at Islam, bukan dengan syari’at Nashrani atau syari’at yang baru. Karena tatkala Isa bin Maryam itu turun, syari’at Islam masih tetap berlaku dan tidak terhapus. Bahkan Nabi Isa akan menjadi salah seorang hakim umat ini. Yang menguatkan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan Thobroni, dari Abdullah bin Mughoffal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَنْزِل عِيسَى اِبْن مَرْيَم مُصَدِّقًا بِمُحَمَّدِ عَلَى مِلَّته
“Isa bin Maryam akan turun dengan membenarkan agama yang dibawa Nabi Muhammad.” Lihatlah penjelasan tentang hal ini di Fathul Bari, Ibnu Hajar.
Cukup ayat ini sebagai nasehat terakhir, dan perhatikanlah tafsiran dari para ulama Islam yang terkemuka:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imron [3] : 31)
Bagaimana tafsiran ayat ini?
Al Baghowi dalam tafsirnya mengatakan,
”Ayat ini diturunkan kepada Yahudi dan Nashrani yang mengatakan,’Kami adalah anak Allah dan yang paling dicintai-Nya’.
Kemudian Adh-Dhohak mengatakan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam di sekitar orang Quraisy yang sedang memajang berhala-berhala mereka di Masjidil Harom dan menggantungkan pada berhala-berhala itu telur burung unta dan di telinganya diberi shunuf (anting-anting) dan mereka sujud di hadapannya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,”Wahai orang-orang Quraisy, Demi Allah, sungguh kalian telah menyelisihi (mendurhakai) agama ayah kalian –yaitu Ibrahim dan Isma’il-. Kemudian orang Quraisy mengatakan,”Sesungguhnya kami menyembah berhala-berhala tersebut karena kecintaan kami kepada Allah untuk mendapatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Maka Allah Ta’ala mengatakan,”Katakanlah wahai Muhammad (kepada orang-orang musyrik, pen), jika kalian mencintai Allah dan menyembah berhala untuk mendekatkan diri kalian kepada-Nya, ikutilah aku (Muhammad, pen) maka Allah akan mencintai kalian. Karena sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian dan sebagian hujjah (bukti) bagi kalian. Yaitu ikutilah syari’atku (syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen) dan sunnahku (jalan hidupku) maka Allah akan mencintai kalian. Maka kecintaan kaum mukminin kepada Allah adalah dengan mengikuti perintah Allah dan taat kepada-Nya dan mengharap ridho-Nya. Dan kecintaan Allah kepada kaum mukminin adalah pujian Allah kepada mereka, ganjaran untuk mereka, dan ampunan Allah untuk mereka. Oleh karena itu Allah mengatakan (yang artinya),” Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku”.
Oleh karena itu, kalau kaum Nashrani benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah perintah-Nya untuk mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan masuk ke dalam agama Islam. Karena Nabi kalian juga telah mengisahkan tentang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Allah firmankan,
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6)
“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”” (QS. Ash Shof [61] : 6)
Begitu juga kitab kalian (Injil) telah menceritakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun sengaja kalian sembunyikan. Allah Ta’ala berfirman,
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (29)
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Muhammad [48] : 29).
Oleh karena itulah, masuklah dalam agama Islam karena agama inilah yang diterima di sisi Allah.
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ
“Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam….” (QS. Ali-’Imraan [3] : 19)
Untuk (para pembangkang), betapa kotor dan picik pikiran kalian, hanya demi melegalkan ucapan “merry chrismast” kalian berani menghina Alloh Aza wa Jalla, robb semesta Alam, dalam hal keduniaan tentu kalian akan memilih versi terbaru dari suatu produk, tapi kenapa saat Alloh telah menunjukkan kpd kalian pengganti yg lbh baik, Kitabulloh yg sempurna, tapi kenapa kalian masih berpegang pada kitab yg Kadaluarsa,…kalian mengatakan kalau kristiani itu cinta damai, lalu siapa yg pertama memulai perang di iraq, poso, ambon, kaum musliminkah…kalian mengatakan semua agama itu sama kenapa kalian tidak beragama islam saja, kristus yg kalian puja dan sembah itu, pernahkah dia meminta kalian untuk menyembahnya (salib), coba tunjukan satu dalil saja dikitab kalian…pikirkan sekali lagi sebelum menvonis dan berucap
Mas roza wardhana, maaf saya agak risih dengan gaya kebarat-baratan Anda dalam memberi komentar. Pake bahasa inggris udah jamak mas, kate orang betawi! udeh berapa taon sih ente tinggal di Amrik? pake bahasa endonesia aja napa?!
Pertama, Maulid Nabi tidak diajarkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, titik. Penjelasan lengkapnya silakan search di website muslim.or.id. Dan dari pertanyaan Anda ke Pak Masrobi, Anda secara langsung menghakimi Pak Masrobi sebagai orang yang ikut merayakan maulid Nabi. Begitu cara Anda menuduh untuk memojokkan seseorang tanpa bukti?! wow :P
Tentang agama Shiitee, silakan buka http://www.hakekat.com saja! bukan pada forum ini pembahasannya.
Tentang Yahudi yang Anda katakan tauhidnya sama dengan Islam, lagi lagi wow! :P dari sisi mana Anda menyimpulkan seperti itu? apakah Anda tidak membuka Al-Quran, yang bertaburan celaan dan murka Allah terhadap orang-orang Yahudi!?
Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? (QS. At-Taubah: 30)
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. Yunus: 68)
Yahudi menyatakan bahwa Nabi Uzair adalah anak Allah, dan Nasrani menyatakan bahwa Nabi Isa adalah anak Allah. Sedangkan Islam adalah agama tauhid yang menyatakan bahwa Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan! coba buka QS. Al-Ikhlas!
lucu sekali membayangkan jika Allah bisa beranak hehehe… dari sini saja sudah dapat diketahui bahwa Yahudi != Islam. Tolong dong Anda komentar pake ilmu dan logika, jangan cuma pake rasa..
Terakhir, mengenai pendeta Nasrani Waraqah bin Naufal yang mengetahui dan mengakui adanya tanda kenabian pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Waraqah bin Naufal pun mengimani kenabian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bahkan Waraqah menyatakan bahwa jika umur beliau panjang maka beliau akan membela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perlu diketahui, bahwa pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibawa oleh ibunda Khadijah menghadap Waraqah, pada saat itu Waraqah sudah sangat tua. Dan sejarah mencatat bahwa Waraqah meninggal dunia beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dan ingat satu hal bahwa Waraqah adalah seorang Nasrani yang berpegang teguh dengan syariat yang masih murni yang dibawa oleh Nabi Isa ‘alaihissalam, dan di kala beliau hidup, pada saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
Sekarang, coba Anda bandingkan Waraqah dengan umat Nasrani ato umat kresten kate orang Betawi! apakah umat Kristen sekarang mengakui kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? bertekad membela beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam? yang suka bikin-bikin komik buat menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam siapa sih?
Trus, Anda katakan bahwa ibunda Khadijah simpatisan Kristen, hehehe… dari sisi mananya mas? apakah karena beliau masih saudara dengan Waraqah bin Naufal? Mas, mbok ya komentar pake ilmu dan logika, jangan cuma pake rasa.. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi Nabi dan Rasul, ibunda Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam!
Begitupun dengan orang Nasrani Tha’if yang simpati kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sama keadaannya dengan Waraqah bin Naufal, pada saat itu Islam belum tersebar, dan orang-orang Nasrani masih banyak yang berpegang dengan syari’at Nabi Isa yang masih murni. Dan pada saat Islam datang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka pun beriman kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadi penganut Islam serta melepaskan agama Nasrani mereka, karena mereka tahu bahwa kedatangan Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah diberitakan di dalam kitab Injil.
Sekarang, kita bandingkan dengan umat kristen zaman sekarang! apakah mereka mau menerima Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melepaskan agama lama mereka? hanya orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah lah yang bisa.
Suaka dari Raja Najasyi dari Habasyah (Etiopia) untuk kaum muslimin pun penuh dengan cerita yang menarik. Dan sejarah pun mencatat bagian-bagian akhir dari kisah tersebut. Yup! Raja Najasyi menjadi seorang muslim, menjadi seorang pembela kaum muslimin di Negaranya. Pada saat Raja Najasyi meninggal dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatinya dengan melakukan sholat Ghoib! Ya Allah berikanlah balasan berupa surga-Mu yang luas untuk Raja Najasyi…
***
Sekarang balik ke cerita Natal. Sejarah Natal penuh dengan intrik dan kontroversi dengan balutan-balutan politisme sinkretisme ; penyatuan antara perayaan kelahiran SUN OF GOD (Dewa Matahari) dengan perayaan kelahiran SON OF GOD. Silakan baca kisahnya berikut ini:
##
Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada di dalam Bibel/Injil dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun perintah kepada murid-muridnya untuk merayakan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana pada abad I – 4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheis (penyembah berhala dan percaya kepada banyak tuhan).
Ketika konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya paganisme mereka, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari SUNDAY (SUN = MATAHARI ; DAY = HARI) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember. Maka supaya agama katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi maka dilakukan sinkritisme. Pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Oleh karena itu di dalam Bibel/Injil tidak pernah kita jumpai ayat yang menyebutkan bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember!
##
Sangat perlu kami tekankan disini bahwa agama Islam sangat sangat toleran terhadap penganut Kristen. Dan Islam pun mengatur bagaimana cara bermuamalah dengan ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani). Dan ingat, bahwa keyakinan kami untuk tidak mengucapkan selamat kepada Anda adalah hak asasi kami sebagai ummat Islam yang berpegang teguh dengan ajarannya. Kami mohon Anda jangan melanggar hak kami! silakan Anda hidup dengan tenang di negara ini, dan Anda tidak akan kami ganggu selama Anda tidak mengusik kami, ingat itu!
Melalui forum ini saya mengajak kepada umat Kristen/Katolik untuk meninjau kembali ajaran agama Anda.
Saya mengajak kepada umat Kristen/Katolik untuk kembali kepada fitroh Anda, yaitu menjadi seorang Muslim…
jazakumullah khairan
AssWrWb.
Saudaraku. Aku tidak setuju pada pendapat Anda yg menyamakan ijma’ dgn Al Quran dan Hadits sbg sumber hukum Islam. Bgm bisa, sesuatu pendapat yg muncul setelah Al Quran dan Hadits dikukuhkan dgn ayat Al Quran (surat An Nisa’ ayat 115), yg datang lebih awal, sebagai sumber hukum Islam yg sama kedudukannya dgn Al Quran dan Hadits? Kita tahu “tafsir” Al Quran saja berbeda dari masa ke masa (tentu bukan isi Al Quran!). Tentu Ijma’ tsb juga akan berubah dari masa ke masa.
Semoga kita dibimbing ke jalan yg benar oleh Allah swt. Amin ya rabbal alamin.
Perayaan Natal adalah PErayaan Kesyirikan. MErayakan Kelahiran tuhan menurut mereka. Bagaimana bisa kita ucapkan Selamat kepada mereka ? padahal tidak akan selamat bagi orang2 yang menjadikan manusia sebagai Tuhan, karena inilah Dosa besar yg terbesar.
Kalo kita dapati teman / saudara kita yg ketahuan bermaksiat terhadap manusia (mencuri / korupsi / membunuh), lamtas apakah pantas kita beri UCAPAN SELAMAT kepada teman kita itu Huh SELAMAT YAAA, ATAS MEMBUNUH ORANG / ATAS MENCURI UANG ORANG !!! Yiiihaaaa! Yiiihaaaa!
contoh di atas adalah bermaksiat kepada manusia…. LALU, kalau bermaksiat menduakan Allah dengan menjadikan Manusia sebagai tuhan2 tambahan Huh BAGAIMANA Mungkin bisa diberi ucapat selamat HuhHuh??
sedangkan fatwa :
Kutip
MUI melarang ikut upacara natal bersama, karena ini masuk area ibadah…ini jelas, karena mereka ibadah, kita ikut menghadiri…jadi ga boleh, namun masalah mengucapkan selamat, AFAIK tidak diharamkan
Ulama lain yg membolehkan adalah
1. Ustd. Yusuf Qaradhawi (googling aja yow…banyak ko)
2. Ustd. Quraish Shihab (http://media.isnet.org/islam/Quraish/Membumi/Natal.html)
tetap saja itu fatwa manusia yg tdk ma’sum, yg bisa kita tolak kalau benar2 menyimpang…. Senyum manis meskipun itu membawa nama besar tokoh tertentu
Kalau alasannya : ‘Saya kan Ngga enak sama teman2 / keluarga yg merayakan Natal… kalo ngga mengucapkan selamat’
Jawab :
‘Kalau Keluarga / teman anda ada yg terlibat korupsi / pembunuhan, apakah juga nggak enak kalau ngga mengucapkan Selamat HuhHuh
Padahal membunuh adalah dosa besar, tapi merayakan Natal atas lahirnya tuhan, itu adalah sebesar2 dosa Sip, mantap!