Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?


Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa shalaatu wa salaamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.


Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan –dengan izin-Mu-

Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.

Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama

Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,
“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”

Beliau rahimahullah menjawab:
Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (Qs. Az Zumar [39]: 7)

Allah Ta’ala juga berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Qs. Al Maidah [5]: 3)

Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?

Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan, baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.

Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs. Ali Imron [3]: 85)

Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal?

Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.

Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal?

Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ‘santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan, “Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan. Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” -Demikian perkataan Syaikhul Islam-

Barangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa, baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka, atau supaya ingin mengikat persahabatan, atau karena malu atau sebab lainnya. Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat), namun agama Allah yang jadi korban. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka.
Allah-lah tempat kita meminta. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia.

Fatwa Kedua: Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka

Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/29-30, no. 405.

Syaikh rahimahullah ditanya: Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?

Beliau rahimahullah menjawab:
Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)

Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena Yahudi tersebut dulu ketika kecil pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam. Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu.

Fatwa Ketiga: Merayakan Natal Bersama

Fatwa berikut adalah fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 8848.

Pertanyaan:
Apakah seorang muslim diperbolehkan bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam perayaan Natal yang biasa dilaksanakan pada akhir bulan Desember? Di sekitar kami ada sebagian orang yang menyandarkan pada orang-orang yang dianggap berilmu bahwa mereka duduk di majelis orang Nashrani dalam perayaan mereka. Mereka mengatakan bahwa hal ini boleh-boleh saja. Apakah perkataan mereka semacam ini benar? Apakah ada dalil syar’i yang membolehkan hal ini?

Jawaban:
Tidak boleh bagi kita bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka, walaupun ada sebagian orang yang dikatakan berilmu melakukan semacam ini. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak. Di samping itu pula, hal ini termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Padahal Allah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah [5]: 2)

Semoga Allah memberi taufik pada kita. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikut dan sahabatnya.

Ketua Al Lajnah Ad Da’imah: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Saatnya Menarik Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan:

Pertama, Kita –kaum muslimin- diharamkan menghadiri perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981.

Kedua, Kaum muslimin juga diharamkan mengucapkan ‘selamat natal’ kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. Jadi, cukup ijma’ kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Qs. An Nisa’ [4]: 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.

Oleh karena itu, yang mengatakan bahwa Al Qur’an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir, maka ini pendapat yang keliru. Karena ijma’ kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. Dan ijma’ adalah sumber hukum Islam, sama dengan Al Qur’an dan Al Hadits. Ijma’ juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya.

Ketiga, jika diberi ucapan selamat natal, tidak perlu kita jawab (balas) karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala.

Keempat, tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya.

Kelima, membantu orang Nashrani dalam merayakan Natal juga tidak diperbolehkan karena ini termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.

Keenam, diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut.

Demikianlah beberapa fatwa ulama mengenai hal ini. Semoga kaum muslimin diberi taufiko oleh Allah untuk menghindari hal-hal yang terlarang ini. Semoga Allah selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus dan menghindarkan kita dari berbagai penyimpangan. Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alihi wa shohbihi wa sallam.

Diselesaikan pada siang hari, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul, 18 Dzulhijah 1429 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.
Artikel www.muslim.or.id

  • niko

    bagaimana bertamu ke rumah orang non muslim?misalnya bertamu ke rumah dosen yang beragama nasrani?

  • Damar_rmd

    Assalamu’alaikum……………….

  • NINGSIH

    bagaimana mengucapkan selamat hari raya kepada non muslim, karena di lingkungan saya ada be2rapa agama, sedangkan setiap tahun ketika kita merayakan Lebaran mereka selalu berputar untuk memberikan ucapan selamat. Apakah hanya untuk golongan kita aja kita memberikan selamat.. terimakasih atas pencerahannya

  • Muh Abduh T

    @niko

    Bertamunya apa dulu?
    Kalau mau mengucapkan selamat natal, ya jelas-jelas gak boleh.
    Namun, kalau cuma mau tanya masalah kuliah, hal itu boleh-boleh saja

  • WHY

    Di tempat krjku atasan mengharuskan memberi ucapan selamat natal kepada presedir dengan mendatanginya k ruangannya, padahal atasanku itu jg seorang muslim. namun saya tidak pernah mau menurutinya karena itu bertentangan dengan prinsip saya, sehingga saya selalu mencari berbagai alasan untuk menghindarinya, misalnya saja dengan menyibukkan diri atau tidak menampakkan diri didepan atasan. dan alhamdulillah semua tidak pernah ada masalah..

  • ahmadi

    Assalamu’alaikum……………….
    O.. begitu ya…..l Saya baru tahu, koq Gusdur bilang lain

  • Shaleh

    bagaimana caranya menjelaskan kepada saudara kita yang non-muslim agar mereka mengerti dan tidak tersinggung bahwa kami kaum muslim haram untuk mengucapkan selamat natal kepada mereka?

  • nanda

    ^ atas ku

    Kayak ngga tau GusDur aja

    GusDur, Goyangan dangdut mesum pun dianggap halal…

  • achmad

    kalau selamat natal haram, mengapa kalau membangun rumah ibadah kita juga meminta kepada kafir? bukankah uang mereka juga haram?

  • kasih

    Mengapa anda bisa sangat yakin bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar dan agama yang lain adalah agama orang kafir.. sehingga sangatlah diharamkan untuk mengucapkan selamat hari raya pada umat lain?

    Tahukah Kristiani itu bukanlah suatu ‘Agama’? Kristiani itu adalah pengikut Kristus. Kristus datang tidak untuk membawa agama. Dia datang untuk menyebarkan Kasih ke atas dunia.
    Tolong sebutkan satu saja perbuatan Kristus yang anda anggap kalau diikuti maka kafir?
    Dan ingatlah saudara-ku, Isa Almasih akan datang di hari terakhir untuk mengadakan penghakiman kepada seluruh umat manusia.

    Tahukah anda, bahwa ajaran kristiani selalu mendoakan saudara-saudara yang berbeda agama, meskipun mereka selalu dianiaya? Kristiani selalu berdoa, agar kedamaian datang di atas dunia, hidup saling berdampingan di dalam perbedaan.

    Tolong hentikan penyebaran kebencian dengan mengadakan penghakiman mana yang kafir dan mana yang suci.. itu hanyalah hak Allah. Sebarkanlah cinta kasih ke seluruh dunia. Bersahabatlah dengan seluruh manusia di dunia, karena kita tidak hidup sendiri.

    Semoga kita semua selalu diberkati oleh Allah yang maha kuasa dan maha pengasih. Amin.

  • zq

    Thx god..
    Didlm Kitab Taurat-Mu,gk prnh ngajari aq memfitnah, menjelekkan agama org lain..
    KASIH itu yang slalu Kamu ajarkan..
    Kasihilah sesamu seperti kau mengasihi dirimu sendiri.

    Buat teman2 yang ngerti,..
    Thx y??

  • Wini

    hiks…koq Allah ga adil ke ciptaanNya?atau Dia sebenarnya The Real Provokator, untuk mengadu domba setiap manusia di Dunia ini dengan berkedok AGAMA!!!! atau cuman AGAMA aja yg terlalu Fanatik sampe mengucapkan perayaan ke umat yg lain di Haramkan.. ck..ck..ck..

  • marosbi

    mau kasih sedikit komentar mah buat si kasih.
    tadi kan si kasih bilang: “Tolong sebutkan satu saja perbuatan Kristus yang anda anggap kalau diikuti maka kafir?”.
    saya malah mau nanya ama si kasih, emang si kasih dan temen-temannya yang sejenis dengannya mengikutin kristus atau isa apa? emangnya si isa nganggap dia anaknya tuhan apa? emangnya ada 3 tuhan ya? abis itu saya mau nanya, si kasih dan kawan-kawannya ikut melaksanakan natal, kenaikan kristus,dll. emangnya pernah diajarin ya ama kristusnya.. terus,, si kasih tau dari mana kalo si kristus ngajarin gitu.. abis itu saya juga mau nanya.. kok orang nasrani kerjanya cuma nyanyi2 aja ya digereja.. katanya sering ndoain orang diluar agamanya walaupun dia sering teraniaya.. bukannya kerjaannya orang-orang nasrani keteka mereka dalam keadaan banyak mereka sering menganiaya orang muslim. liat di posa, di ambon, ama di iraq sana.. mohon penjelasannya..

    kemudian saya sedikit mau nanya ke si Wini
    si wini ini agamanya apa ya? kok aneh gitu ya kata-katanya? kalo semua agama itu sama, semuanya benar, maka mendingan orang-orang nasrasi dan yang lainnya masuk islam saja.. kan katanya semua benar..

  • roza wardhana

    buat pak Masrobi, jangan ngasih pembelaan yg mentah yah, itu keyakinan mereka,
    sekarang saya nanya anda, anda merayakan maulid disuruh Muhammad? anda memakai hadist2 dgn pewari sahabat-sahabat Muhammad padahal mereka memojokkan Trah Ali dan keluarga Rasul as claimed by shiites?
    see.. jawabannya sederhana banget tuh. it all depends on what you believe..
    eniwey saya mau cuman mau bilangin ke sodara-sodara saya yang muslim [saya sendiri muslim dan ngucapin selamat natal] santai aja sama masalah yg begini, yg mau ngucapin silahkan, yg enggak silahkan,
    saya justru sedih sama artikel diatas, yg mojokin sebagian cendekia-cendekia muslim. tolong berfikir dgn jernih. hal apa yg diutarakan pak QS yg bisa dibantah. tolong camkan, jalan pikiran artikel tsb sudah jelas, at the end of the day kesimpulannya adalah there shouldn’t be any christians nor politheists in every corner of the earth, but hey what ’bout jews, mereka tauhidnya sama loh sama muslim, cuman gak ngakuin syahadat kedua duank). tolong pake rasa..
    kecilnya muhammad ditandai kenabiannya oleh pendeta nestorian, ketakutan muhammad dihibur oleh warakah dan bunda khadijah simpatisan kristen, disaat terhina oleh penduduk mekah disambut baik oleh minoritas kristen taif, disaat terancam jiwanya dan mementingkan keselamatan pengikutnya berlindung pada suaka negara kristen etiopia,..
    grow up already brothers..

  • Muh Abduh T

    @ wini, zq dan kasih

    Kami cuma bisa katakan: Perkataan kalian semuanya dusta…
    Kasih sayang dari mana?
    Lihatlah penindasan di daerah kami di Ambon, lihatlah penindasan saudara kami di Poso yang sampai saat ini merasakan kekejian kalian.
    Lalu dengan sengaja kalian menikahi wanita-wanita muslimah. Setelah mereka hamil, kalian baru akan menikahinya dengan syarat KALAU WANITA MUSLIMAH INI MURTAD MASUK AGAMA NASHRANI
    Itukah kasih sayang …?
    Itukah kasih sayang dari kristus?
    Dengan beginikah kalian ingin agama kalian jaya dan banyak pengikutnya?

    Kedustaan agama kalian telah jelas …
    Kepalsuan kitab suci kalian sudah jelas
    Apa lagi yang kalian bela?

    Siapa sekarang yang fanatik? Kalian sebenarnya sudah mengetahui kitab agama kalian hanya karangan manusia saja, namun kalian masih tetap ikuti dan agung-agungkan. Siapakah yang fanatik sekarang?
    Apakah orang yang mengikuti kebenaran Al Qur’an yang merupakan wahyu Ilahi itu dikatakan fanatik? Lalu kami harus ikuti jalan kesesatan?

    Siapa bilang Isa Al Masih datang untuk membela orang Nashrani?

    Dijawab oleh Al Baghowi dalam tafsirnya, beliau berkata,

    وروينا عن النبي صلى الله عليه وسلم: “ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكمًا عادلا يكسر الصليب، ويقتل الخنزير ويضع الجزية، وتهلك في زمانه الملل كلها إلا الإسلام”.

    ”Kami telah mendapatkan riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,’Sungguh hampir dekat waktunya turun di tengah-tengah kalian (Isa) bin Maryam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghilangkan jizyah (upeti, karena kafir dzimmi sudah tidak ada lagi. Semuanya muslim, ed). Akan dihancurkan seluruh agama di zaman beliau kecuali Islam’.”(HR. Bukhari)

    Perhatikan Nabi Isa akan datang bukan untuk membela agama Nashrani, tetapi akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghancurkan agama tersebut.

    Dan yang dimaksudkan bahwa beliau menjadi hakim yang adil adalah beliau menjadi hakim dengan menggunakan syari’at Islam, bukan dengan syari’at Nashrani atau syari’at yang baru. Karena tatkala Isa bin Maryam itu turun, syari’at Islam masih tetap berlaku dan tidak terhapus. Bahkan Nabi Isa akan menjadi salah seorang hakim umat ini. Yang menguatkan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan Thobroni, dari Abdullah bin Mughoffal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    يَنْزِل عِيسَى اِبْن مَرْيَم مُصَدِّقًا بِمُحَمَّدِ عَلَى مِلَّته

    “Isa bin Maryam akan turun dengan membenarkan agama yang dibawa Nabi Muhammad.” Lihatlah penjelasan tentang hal ini di Fathul Bari, Ibnu Hajar.

    Bahkan Nabi Isa akan menjadi makmum di belakang imam kaum muslimin karena Allah memuliakan umat ini. Al Baghowi menceritakan dalam tafsirnya bahwa ketika Isa mendatangi Baitul Maqdis sedangkan orang-orang sedang melakukan shalat Ashar, maka Imam di masjid itu mundur dan menyuruh Isa untuk maju. Namun, Nabi Isa enggan, dan dia tetap shalat di belakang Imam tadi dengan syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Abu Daud dan Ahmad).

    Cukup ayat ini sebagai nasehat terakhir, dan perhatikanlah tafsiran dari para ulama Islam yang terkemuka:

    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

    “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imron [3] : 31)

    Bagaimana tafsiran ayat ini?

    Al Baghowi dalam tafsirnya mengatakan,
    Ayat ini diturunkan kepada Yahudi dan Nashrani yang mengatakan,’Kami adalah anak Allah dan yang paling dicintai-Nya’.
    Kemudian Adh-Dhohak mengatakan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam di sekitar orang Quraisy yang sedang memajang berhala-berhala mereka di Masjidil Harom dan menggantungkan pada berhala-berhala itu telur burung unta dan di telinganya diberi shunuf (anting-anting) dan mereka sujud di hadapannya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,”Wahai orang-orang Quraisy, Demi Allah, sungguh kalian telah menyelisihi (mendurhakai) agama ayah kalian –yaitu Ibrahim dan Isma’il-. Kemudian orang Quraisy mengatakan,”Sesungguhnya kami menyembah berhala-berhala tersebut karena kecintaan kami kepada Allah untuk mendapatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Maka Allah Ta’ala mengatakan,”Katakanlah wahai Muhammad (kepada orang-orang musyrik, pen), jika kalian mencintai Allah dan menyembah berhala untuk mendekatkan diri kalian kepada-Nya, ikutilah aku (Muhammad, pen) maka Allah akan mencintai kalian. Karena sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian dan sebagian hujjah (bukti) bagi kalian. Yaitu ikutilah syari’atku (syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen) dan sunnahku (jalan hidupku) maka Allah akan mencintai kalian. Maka kecintaan kaum mukminin kepada Allah adalah dengan mengikuti perintah Allah dan taat kepada-Nya dan mengharap ridho-Nya. Dan kecintaan Allah kepada kaum mukminin adalah pujian Allah kepada mereka, ganjaran untuk mereka, dan ampunan Allah untuk mereka. Oleh karena itu Allah mengatakan (yang artinya),” Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku”.

    Oleh karena itu, kalau kaum Nashrani benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah perintah-Nya untuk mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan masuk ke dalam agama Islam. Karena Nabi kalian juga telah mengisahkan tentang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Allah firmankan,

    وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6)

    “Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”” (QS. Ash Shof [61] : 6)

    Begitu juga kitab kalian (Injil) telah menceritakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun sengaja kalian sembunyikan. Allah Ta’ala berfirman,

    مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (29)

    “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Muhammad [48] : 29).

    Oleh karena itulah, masuklah dalam agama Islam karena agama inilah yang diterima di sisi Allah.
    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ

    “Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam….” (QS. Ali-’Imraan [3] : 19)

    Al-Baghawi mengatakan tentang makna ayat ini yaitu agama yang diridhai dan benar (hanya Islam). Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna Islam di dalam ayat ini adalah mengikuti ajaran rasul Allah yang diutus kepada mereka di setiap masa sampai ditutupnya risalah dengan diutusnya Muhammad shallallahu a’alaihi wa sallam yang menutup semua jalan menuju Allah kecuali satu jalan yang dibentangkan oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu orang-orang sesudah diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menghadap Allah dalam keadaan menganut agama selain syari’at beliau maka tidak akan diterima. Ath-Thabari membawakan riwayat dari Qatadah yang menafsirkan ayat ini : Yang dimaksud Islam di sini adalah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah serta mengakui ajaran dari sisi Allah yang dibawa olehnya (Rasulullah). Itulah agama Allah yang disyari’atkan untuk diri-Nya. Dan dengan agama itulah Allah mengutus para rasul-Nya. Dan itu pulalah agama yang ditunjukkan oleh para wali-Nya (kepada umat manusia). Allah tidak menerima selain agama itu dan tidak akan memberikan balasan pahala kecuali dengannya.

  • Abdurahman

    Untuk (para pembangkang), betapa kotor dan picik pikiran kalian, hanya demi melegalkan ucapan “merry chrismast” kalian berani menghina Alloh Aza wa Jalla, robb semesta Alam, dalam hal keduniaan tentu kalian akan memilih versi terbaru dari suatu produk, tapi kenapa saat Alloh telah menunjukkan kpd kalian pengganti yg lbh baik, Kitabulloh yg sempurna, tapi kenapa kalian masih berpegang pada kitab yg Kadaluarsa,…kalian mengatakan kalau kristiani itu cinta damai, lalu siapa yg pertama memulai perang di iraq, poso, ambon, kaum musliminkah…kalian mengatakan semua agama itu sama kenapa kalian tidak beragama islam saja, kristus yg kalian puja dan sembah itu, pernahkah dia meminta kalian untuk menyembahnya (salib), coba tunjukan satu dalil saja dikitab kalian…pikirkan sekali lagi sebelum menvonis dan berucap

  • Abdul Jabbar

    Mas roza wardhana, maaf saya agak risih dengan gaya kebarat-baratan Anda dalam memberi komentar. Pake bahasa inggris udah jamak mas, kate orang betawi! udeh berapa taon sih ente tinggal di Amrik? pake bahasa endonesia aja napa?!

    Pertama, Maulid Nabi tidak diajarkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, titik. Penjelasan lengkapnya silakan search di website muslim.or.id. Dan dari pertanyaan Anda ke Pak Masrobi, Anda secara langsung menghakimi Pak Masrobi sebagai orang yang ikut merayakan maulid Nabi. Begitu cara Anda menuduh untuk memojokkan seseorang tanpa bukti?! wow :P

    Tentang agama Shiitee, silakan buka http://www.hakekat.com saja! bukan pada forum ini pembahasannya.

    Tentang Yahudi yang Anda katakan tauhidnya sama dengan Islam, lagi lagi wow! :P dari sisi mana Anda menyimpulkan seperti itu? apakah Anda tidak membuka Al-Quran, yang bertaburan celaan dan murka Allah terhadap orang-orang Yahudi!?

    Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? (QS. At-Taubah: 30)

    Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. Yunus: 68)

    Yahudi menyatakan bahwa Nabi Uzair adalah anak Allah, dan Nasrani menyatakan bahwa Nabi Isa adalah anak Allah. Sedangkan Islam adalah agama tauhid yang menyatakan bahwa Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan! coba buka QS. Al-Ikhlas!

    lucu sekali membayangkan jika Allah bisa beranak hehehe… dari sini saja sudah dapat diketahui bahwa Yahudi != Islam. Tolong dong Anda komentar pake ilmu dan logika, jangan cuma pake rasa..

    Terakhir, mengenai pendeta Nasrani Waraqah bin Naufal yang mengetahui dan mengakui adanya tanda kenabian pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Waraqah bin Naufal pun mengimani kenabian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Bahkan Waraqah menyatakan bahwa jika umur beliau panjang maka beliau akan membela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perlu diketahui, bahwa pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibawa oleh ibunda Khadijah menghadap Waraqah, pada saat itu Waraqah sudah sangat tua. Dan sejarah mencatat bahwa Waraqah meninggal dunia beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dan ingat satu hal bahwa Waraqah adalah seorang Nasrani yang berpegang teguh dengan syariat yang masih murni yang dibawa oleh Nabi Isa ‘alaihissalam, dan di kala beliau hidup, pada saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diangkat menjadi Nabi dan Rasul.

    Sekarang, coba Anda bandingkan Waraqah dengan umat Nasrani ato umat kresten kate orang Betawi! apakah umat Kristen sekarang mengakui kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? bertekad membela beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam? yang suka bikin-bikin komik buat menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam siapa sih?

    Trus, Anda katakan bahwa ibunda Khadijah simpatisan Kristen, hehehe… dari sisi mananya mas? apakah karena beliau masih saudara dengan Waraqah bin Naufal? Mas, mbok ya komentar pake ilmu dan logika, jangan cuma pake rasa.. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi Nabi dan Rasul, ibunda Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam!

    Begitupun dengan orang Nasrani Tha’if yang simpati kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sama keadaannya dengan Waraqah bin Naufal, pada saat itu Islam belum tersebar, dan orang-orang Nasrani masih banyak yang berpegang dengan syari’at Nabi Isa yang masih murni. Dan pada saat Islam datang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka pun beriman kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadi penganut Islam serta melepaskan agama Nasrani mereka, karena mereka tahu bahwa kedatangan Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah diberitakan di dalam kitab Injil.

    Sekarang, kita bandingkan dengan umat kristen zaman sekarang! apakah mereka mau menerima Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melepaskan agama lama mereka? hanya orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah lah yang bisa.

    Suaka dari Raja Najasyi dari Habasyah (Etiopia) untuk kaum muslimin pun penuh dengan cerita yang menarik. Dan sejarah pun mencatat bagian-bagian akhir dari kisah tersebut. Yup! Raja Najasyi menjadi seorang muslim, menjadi seorang pembela kaum muslimin di Negaranya. Pada saat Raja Najasyi meninggal dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatinya dengan melakukan sholat Ghoib! Ya Allah berikanlah balasan berupa surga-Mu yang luas untuk Raja Najasyi…

    ***

    Sekarang balik ke cerita Natal. Sejarah Natal penuh dengan intrik dan kontroversi dengan balutan-balutan politisme sinkretisme ; penyatuan antara perayaan kelahiran SUN OF GOD (Dewa Matahari) dengan perayaan kelahiran SON OF GOD. Silakan baca kisahnya berikut ini:

    ##

    Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada di dalam Bibel/Injil dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun perintah kepada murid-muridnya untuk merayakan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana pada abad I – 4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheis (penyembah berhala dan percaya kepada banyak tuhan).

    Ketika konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya paganisme mereka, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari SUNDAY (SUN = MATAHARI ; DAY = HARI) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember. Maka supaya agama katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi maka dilakukan sinkritisme. Pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Oleh karena itu di dalam Bibel/Injil tidak pernah kita jumpai ayat yang menyebutkan bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember!

    ##

    Sangat perlu kami tekankan disini bahwa agama Islam sangat sangat toleran terhadap penganut Kristen. Dan Islam pun mengatur bagaimana cara bermuamalah dengan ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani). Dan ingat, bahwa keyakinan kami untuk tidak mengucapkan selamat kepada Anda adalah hak asasi kami sebagai ummat Islam yang berpegang teguh dengan ajarannya. Kami mohon Anda jangan melanggar hak kami! silakan Anda hidup dengan tenang di negara ini, dan Anda tidak akan kami ganggu selama Anda tidak mengusik kami, ingat itu!

    Melalui forum ini saya mengajak kepada umat Kristen/Katolik untuk meninjau kembali ajaran agama Anda.

    Saya mengajak kepada umat Kristen/Katolik untuk kembali kepada fitroh Anda, yaitu menjadi seorang Muslim…

  • inunk

    jazakumullah khairan

  • Ilham

    AssWrWb.
    Saudaraku. Aku tidak setuju pada pendapat Anda yg menyamakan ijma’ dgn Al Quran dan Hadits sbg sumber hukum Islam. Bgm bisa, sesuatu pendapat yg muncul setelah Al Quran dan Hadits dikukuhkan dgn ayat Al Quran (surat An Nisa’ ayat 115), yg datang lebih awal, sebagai sumber hukum Islam yg sama kedudukannya dgn Al Quran dan Hadits? Kita tahu “tafsir” Al Quran saja berbeda dari masa ke masa (tentu bukan isi Al Quran!). Tentu Ijma’ tsb juga akan berubah dari masa ke masa.

    Semoga kita dibimbing ke jalan yg benar oleh Allah swt. Amin ya rabbal alamin.

  • nanda

    Perayaan Natal adalah PErayaan Kesyirikan. MErayakan Kelahiran tuhan menurut mereka. Bagaimana bisa kita ucapkan Selamat kepada mereka ? padahal tidak akan selamat bagi orang2 yang menjadikan manusia sebagai Tuhan, karena inilah Dosa besar yg terbesar.

    Kalo kita dapati teman / saudara kita yg ketahuan bermaksiat terhadap manusia (mencuri / korupsi / membunuh), lamtas apakah pantas kita beri UCAPAN SELAMAT kepada teman kita itu Huh SELAMAT YAAA, ATAS MEMBUNUH ORANG / ATAS MENCURI UANG ORANG !!! Yiiihaaaa! Yiiihaaaa!

    contoh di atas adalah bermaksiat kepada manusia…. LALU, kalau bermaksiat menduakan Allah dengan menjadikan Manusia sebagai tuhan2 tambahan Huh BAGAIMANA Mungkin bisa diberi ucapat selamat HuhHuh??

    sedangkan fatwa :

    Kutip
    MUI melarang ikut upacara natal bersama, karena ini masuk area ibadah…ini jelas, karena mereka ibadah, kita ikut menghadiri…jadi ga boleh, namun masalah mengucapkan selamat, AFAIK tidak diharamkan
    Ulama lain yg membolehkan adalah
    1. Ustd. Yusuf Qaradhawi (googling aja yow…banyak ko)
    2. Ustd. Quraish Shihab (http://media.isnet.org/islam/Quraish/Membumi/Natal.html)

    tetap saja itu fatwa manusia yg tdk ma’sum, yg bisa kita tolak kalau benar2 menyimpang…. Senyum manis meskipun itu membawa nama besar tokoh tertentu

    Kalau alasannya : ‘Saya kan Ngga enak sama teman2 / keluarga yg merayakan Natal… kalo ngga mengucapkan selamat’
    Jawab :
    ‘Kalau Keluarga / teman anda ada yg terlibat korupsi / pembunuhan, apakah juga nggak enak kalau ngga mengucapkan Selamat HuhHuh

    Padahal membunuh adalah dosa besar, tapi merayakan Natal atas lahirnya tuhan, itu adalah sebesar2 dosa Sip, mantap!

  • Wahyu

    Saya setuju dgn Mas Abdul Jabar.

    Benar sekali adany,

    marilah kita mempelajari ajaran agma dgn ilmu n logika,
    karena sesungguhny Allah menciptakan manusia sbgai makhluk sempurna karna akalny.

    Dan jgn sekali-kali kita melakukan hal yg msh belum jlaz,
    lebih baik kita slalu menjaga diri dengan menjauhkan diri kita dari hal2 yang haram.

    Ingat,
    ISLAM brbeda dari agama lain,
    hanya ISLAM yg bnr2 memberikan kebaikan dalam kehidupan.

    Tidak pernah ISLAM memperbolehkan makan daging babi krn sblmny Allah sudah tau bahwa trdpt larva cacing di dalamny.

    ISLAM juga slalu mengajarkan bahwa tempat ibadah adalah tempat suci yg tidak boleh dimasuki sembarangan,

    tidak sprti gereja yg dapat kita masuki dengan sepatu yg mgkn saja habis menginjak Tai Kebo.

    Harap Qt mempelajari agama dgn benar.
    Islam adalah agamaku n Allah adalah Tuhanku yg Esa n Muhammad adalah rosul Allah.
    Titik.

    Wasalam.

  • budi

    hendaknya temen2 yang “membela” ucapan selamat natal pada umat kristiani, tidak usah membela diri. karena yang ingin diberi ucapan selamat itu kan hanya sebagian mereka saja. sedangkan Allah tetap melarang untuk mengikuti cara mereka. Karena salah satu cara agar kita dapat mengikuti cara mereka adalah dengan “mereka mengucapkan selamat idhul fitri” pada umat muslim, dengan harapan agar sebagaian orang2 muslim mau mengakui kebenaran agama mereka dengan mengucapkan “selamat natal”.
    sebaiknya sebelum memberi komentar boleh atau tidak, banyak2 lah belajar dengan ilmu dan sejarah kejadiannya, sehingga tidak meng-analogikan boleh mengucapkan itu dengan hanya mengikuti “perasaan tidak enak”, “toleran”, dan lain2 yang menyebabkan orang muslim menyamakan agamanya dengan agama lain, yang jelas2 disebutkan kebenaran agama islam, dan anjuran pemeluk agama sebelum dan setelah islam untuk mengikuti agama islam yang diturunkan oleh Allah melalui perantaraan nabi Muhammad, sebagaimana landasannya disebutkan dalam tulisan dan komentar Muhammad Abduh diatas.

    kalau seandainya temen2 yang sempat menyaksikan debat antara Uskup Agung (Bishop General Wakefield Evangelist of Canada) dan Syeikh Ahmad Deedat (Cendekiawan muslim ahli Injil dr Afrika Selatan) yang diadakan di Mapel Leaf Garden Toronto Canada pada bulan Juli 1994. Tentunya orang kristen atau yang mati2an membela kristen akan berfikir dengan lebih baik sebelum memberikan tanggapan yang seharusnya dilandasi berbagai dasar2 baik dari Al Qur’an maupun logika yang sehat.

    kalau saya sih, sarankan jika tidak banyak dasar pemahaman yang dimiliki sebaiknya mendengarkan dulu. atau berikan alasan dan pemahaman logis dengan menggunakan landasan firman Allah dan pemikiran yang baik agar tidak terjadi pembelaan yang membabi buta, seolah paling benar atau paling faham.

    Salam untuk semua saudara, semoga senantiasa mendapat hidayah dan lindungan Allah dalam berdiskusi…..

  • Wahyudin

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Tuk saudara2ku seiman seakidah, janganlah kalian mengukuti hawa nafsu kalian untuk mendurhakai Allah SWT dengan mengucapkan selamat natal (baca: selamat atas lahirnya dewa matahari) . Jangan kalian merasa tidak enak, malu, dan takut sehingga kalian mendurhakai Allah (mengucapkan selamat natal), karena kalian tidak pantas merasa tidak enak, malu dan takut kepada orang kafir karena derajat kalian lebih tinggi dari mereka, ingat firman Allah:”..derajat kalian tinggi jika kalian beriman..”. Sepantasnya kita hanya malu dan takut kepada Dzat yang maha suci yang telah memberikan segala nikmat karunia kepada kita yaitu Allah SWT. Subhanalloh walhamdulillah walaailaahaillalloh Allahu akhbar….
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  • http://sofian.co.nr Sofian

    maaf saya memberi komentar.
    Saya seorang Katolik, dan mampir ke blog ini karena ingin tahu permasalahan fatwa tersebut. Seperti rublik yang sudah dibaca sebelumnya, bagi saya teman-teman muslim tidak mengucapkan ‘Selamat Natal’ itu bukanlah masalah dan mungkin orang” lain yang seiman dengan saya juga akan mengerti hal tersebut.

    Soal Poso dan Ambon (mungkin palestina dan irak) yang anda bicarakan di atas tidak dapat memukul rata dan digunakan untuk menjatuhkan suatu agama. Karena manusia dibentuk oleh kepribadian dan agamanya. Agama merupakan doktrin yang digunakan untuk mengatur kehidupan manusia, jadi harap kaji ulang sudut pandang anda. Dan saya tidak keberatan pada beberapa teman yang mengucapkan selamat natal kepada saya.

    Indonesia mengakui 5 agama atas keyakinan akan Tuhan. Jadi tolong tangkap informasi dengan kepala dingin, jangan sampai anda menyebarkan hal yang hanya menjadi ego anda. Maaf kalau ada yang salah.

  • http://sofian.co.nr Sofian

    Tambahan :

    ‘marilah kita mempelajari ajaran agma dgn ilmu n logika’.
    Agama adalah sarana untuk membentuk keimanan. Keimanan berdasarkan keyakinan dan sangat jauh dari logika. Kita mempelajari makhluk yang mungkin tidak dapat kita lihat dan rasakan secara logika.

    ‘Tidak pernah ISLAM memperbolehkan makan daging babi krn sblmny Allah sudah tau bahwa trdpt larva cacing di dalamny’.
    Saat ini teknologi sudah maju sehingga peternakan pun sudah berkembang dan teknik memasak pun harus benar. Cacing dan Larva tidak hanya ada pada babi tetapi kambing dan sapi pun demikian. Saat idul adha, silahkan anda melihat pemeriksaan di penjagalan, dimana kadang dalam hati kambing terdapat banyak sekali cacing ketika disayat waktu diperiksa.

    Bila fatwa merupakan persetujuan muslim jaman sekarang. Apakah fatwa merupakan dasar ajaran?
    Maaf, saya hanya sekedar ingin tahu. apabla ada yang salah, sekali lagi saya mohon maaf, Bila ada yang ingin membahas atau sharing pengetahuan silahkan kirim pesan pada email saya.

  • http://www.muslim.or.id Muslim.or.id

    Mas Sofian, terimakasih sudah sudi ikut memberikan pendapat Anda di forum ini. Dan mudah-mudahan Allah memberikan hidayah taufiq-Nya kepada Anda sekeluarga, aamiin…

    Indonesia “katanya” memang mengakui 5 agama, seperti yang kita pelajari di pelajaran PMP/PPKN sewaktu SD dulu.

    Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”, akan tetapi hingga saat ini kami berpikir, “agama apa ya selain Islam yang berketuhanan yang maha esa?” Bahkan agama Kristen/Katholik pun tidak masuk kriteria sila pertama Pancasila. Yup! konsep Trinitas Kristiani mengaburkan konsep ketuhanan yang maha esa pada agama Anda. Hingga saat ini pun saya yakin, tidak ada satu pun perwakilan dari Kristen/Katholik yang bisa menjelaskan secara gamblang tentang konsep Trinitas. Jika ada yang bertanya kepada Anda sebagai seorang Kristen, “Ceritakan kepada kami tentang agama dan Tuhan Anda?” maka apa jawaban Anda?

    Sekarang coba Anda simak kutipan dari Al-Qur’an Surah Al-Ikhlas berikut ini:

    (1) Katakanlah, “Dia-lah Allah yang Maha Esa.”
    (2) Allah tempat meminta segala sesuatu
    (3) (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
    (4) Dan tidak ada yang serupa/setara dengan Dia.

    Sungguh indah bukan, bagaimana Al-Quran menyampaikan tentang Allah… coba sekarang Anda ceritakan tentang Yesus yang katanya beliau adalah anak Allah (yaitu tuhan bapa), yang lahir dari rahim Maria (apakah Allah tuhan bapa menikah dengan Maria sehingga lahirlah Yesus?)

    Mengenai komentar kedua Anda tentang daging Babi. Ketahuilah bahwa Allah mengharamkan daging babi bukan karena semata-mata karena ada larva dan semacamnya, dan ini juga koreksi bagi ikhwah yang lainnya. Mengenai pengharaman daging babi, silakan buka link berikut: Pengharaman Babi yang ditulis oleh ustadz Kholid Syamhudi.

    Tentang pertanyaan terakhir Anda, apakah fatwa merupakan dasar ajaran agama. Begini Mas Sofian, sederhananya, fatwa adalah jawaban yang diberikan oleh seorang yang memiliki ilmu agama (dalam hal ini misalnya adalah ulama) ketika ada orang yang bertanya. Dan dasar pijakan dari fatwa tersebut adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits). Jadi, sumber ajaran Islam adalah Al-Quran dan As-Sunnah tersebut, dan kedua sumber ajaran Islam tersebut dipahami dengan pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti yang diajarkan kepada para sahabatnya.

    Demikian penjelasan ringkas kami. Mudah-mudahan bermanfaat.

  • Abdurrahman

    untuk saudara2ku sekalian,
    janganlah kalian merasa tidak enak untuk tidak mengucapkan selamat natal kepada orang kristen.
    ini dari pengalaman pribadi, saya punya keluarga yang beragama katolik (bapak, kakak dan adik kandung saya). namun saya sama sekali tidak pernah memberikan ucapan selamat natal kepada mereka, meskipun jika lebaran idul fithri ataupun idul adha mereka mengucapkan selamat kepada saya.

    Allah memang memerintahkan kita bersikap baik terhadap sesama manusia, namun ada batas2 yang harus kita perhatikan khususnya jika menyangkut masalah keyakinan (karena hal ini juga sudah diatur dalam agama kita ini).

    lagipula, berbuat baik kepada sesama manusia yang berlainan agama bisa dilakukan dengan cara lain kan ? di antaranya, bisa dengan membantu mereka jika kesusahan, dsb dsb.
    bukan dengan cara memberi selamat pada hari keagamaan ? ya gak?

  • http://kangaswad.info Aswad

    Untuk para komentator yang semoga mendapat hidayah Allah Ta’ala kepada jalan Islam…

    Ketahuilah, Islam adalah agama yang indah dan sangat menjunjung perdamaian. Bahkan menyakiti, menzhalimi, melukai atau bahkan membunuh non-muslim adalah hal yang dilarang oleh Islam, kecuali pada medan perang atau orang yang telah divonis boleh diperangi oleh penguasa. Bahkan Islam memerintahkan untuk bergaul dengan baik, berbuat adil, memberi hadiah bahkan mendoakannya bila bersin.
    Silakan baca tentang “Sikap seorang muslim yang benar terhadap non-muslim” di blog saya.
    Namun, ketahuilah, dalam Islam, rasa cinta seorang muslim yang paling tinggi diserahkan kepada Allah Ta’ala, sesembahan yang Esa, satu-satunya yang patut diibadahi. Maka untuk permasalahan yang berhubungan dengan keyakinan terhadap Allah Ta’ala, seorang muslim tidak bisa meremehkan. Sebagaimana anda mencintai seseorang, tentu anda akan membela orang tersebut. Nah, ini rasa cinta yang paling tinggi yang ada di hati seorang muslim, maka tentu pembelaan tertinggi akan diberikan. Makanya, dalam hal ini tidak pas kalau dikatakan “Cuma mengucapkan ‘selamat natal’ saja koq….”. Kata ‘Cuma’ disini mengindikasikan ini adalah perkara remeh yang tidak perlu terlalu prinsipil. Padahal sebaliknya, ini adalah perkara yang paling prinsipil bagi seorang muslim.
    Keyakinan trinitas yang kental dalam perayaan natal adalah hal yang sangat dan paling bertentangan dengan konsep Islam. Bahkan konsep yang paling mendasar. Karena konsep Islam adalah bahwa yang patut disembah hanya satu, yaitu Allah Ta’ala.
    Dan memang secara logis, tidak mungkin sesembahan itu lebih dari satu. Karena konsekuensinya akan ada sifat ‘butuh’ pada salah satunya. Seperti pada keyakinan trinitas, ada tuhan bapa ada tuhan anak. Maka agar tuhan ada dan bisa jadi tuhan, butuh tuhan bapa. Padahal dalam konsep Islam, yang menjadi Rabb adalah yang tidak memiliki sifat ‘butuh’ tersebut. Bahkan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Indah bukan?
    Kemudian dalam konsep Islam, tidak boleh ada makhluk yang disamakan tarafnya dengan Allah Ta’ala. Bahkan jika ada ummat Islam yang berbuat demikian pun, ia bisa terancam keluar dari statusnya sebagai muslim.
    Ringkasnya, pengucapan ‘Selamat Natal’ bagi seorang muslim adalah melakukan sesuatu yang berkaitan dengan hal yang paling dilarang dalam Islam.
    Jika anda dapat memahami hal ini dan anda orang yang gemar ‘bertoleransi’ maka sepatutnya anda juga mentoleransi konsep Islam ini dengan tidak menghina dan merendahkan orang yang tidak mau mengucapkan ‘Selamat Natal’.
    Dan Islam telah menawarkan solusi paling tepat dalam hal ini. Yaitu sebagaimana di firmankan oleh Allah Ta’ala:
    قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
    Artinya: “Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku“.

  • http://rumaysho.wordpress.com Muh Abduh T

    @ akhi ilham

    Akhi yang semoga dirahmati oleh Allah.
    Sedikit kami sanggah komentar antum.

    Perhatikanlah perkataan Imam Asy Syafi’i berikut:
    Ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin tidak mungkin menyelisihi ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali. (Ar Risalah, 322)

    Syaikhul Ibnu Taimiyah juga mengatakan:
    Begitu pula setiap ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin, semuanya pasti benar dan pasti mencocoki Al Qur’an dan As Sunnah (Majmu’ Fatawa, 7/40)

    Jadi kesimpulannya akhi:
    Ijma’ juga adalah dalil yang menunjukkan adanya dalil. Ini berarti ijma’ pasti berlandaskan pada Al Qur’an dan As Sunnah. Dan jika sudah ada ijma’ tidak boleh diselisihi.

    Wallahu Ta’ala A’lam.

    Semoga engkau selalu mendapatkan taufik Allah.

    Silakan berkunjung ke blog kami: http://rumaysho.wordpress.com

  • AbuNajwa

    buat mas Sofian
    boleh saya minta alamat email anda atau web anda yang saya bisa mengirim tulisan atau artikel kepada anda.
    saya punya tulisan (yang sebenarnya salinan dari sebuah buku menjadi soft copy) yang isinya sangat bagus untuk pengatahuan anda yang berkaitan dengan keyakinan anda.
    terima kasih.

  • http://mbahjogo.wordpress.com mbahjogo

    Salam buat saudaraku Mas Sofian,
    aku salut Mas Sofian mau bergabung dan untuk saling menambah wacana dan wawasan di situs ini, aku berharap menjadi bermanfaat.

    Fatwa sumbernya dasar ajaran agama (kalau di islam Al-Qur’an dan Al Hadist) dan berkembang menjadi pemahaman (faham) dan menimbulkan suatu keyakinan.
    Keyakinan ini untuk pribadi yang menyakini, bukan untuk memaksakan kehendak ke pribadi orang lain.

    Perbedaan keyakinan bila disikapi dengan cara berfikir dengan bijak dan iman, Insya Allah akan menimbulkan kedamaian dan akhlak yang mulia.

    Tentang :
    ” Tidak pernah ISLAM memperbolehkan makan daging babi krn sblmny Allah sudah tau bahwa trdpt larva cacing di dalamnya “.
    bukan hanya semata-mata terdapat larva cacing, kalau kita mau berpikir agak dalam lagi, kenapa Allah menciptakan babi kalau tidak boleh dimakan, apalagi ilmu pengetahuan sudah bisa untuk menghilang virus tersebut. (maaf….seakan-akan Allah menciptakan babi itu sia-sia).

    Tetapi tujuan umat islam tidak boleh makan daging babi karena memang perintah Allah, untuk mengetahui siapa yang melaksanakan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.
    Masalah didalam daging babi ada kandungan virus, itu salah satu perintah Allah agar manusia selalu berfikir dan menggunkan akalnya.

    Untuk menambah wawasan kita, contohnya minum minuman keras (khamar) itu larangan Allah didunia, tetapi di Surga disediakan oleh Allah minuman khamar.

    Al Qur’an Surah 47. Muhammad – ayat 15
    ” (Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? ”

    Intinya Perintah dan Larangan Allah adalah untuk membedahkan dan mengetahui diantara manusia yang melakukan perintah dan menjauhi laranganNYA, agar Allah menetapkan penginapan manusia diakherat…..SURGA atau NERAKA.

    Yang penting Wacana ini aku khususkan untuk diriku sendiri sebagai pengingat, karena aku orang yang banyak salah dan lupa.

    Untuk saudaraku Mas Sofian,
    jangan segan-segan untuk selalu bergabung disitus-situs semacam ini, dengan tujuan untuk menambah wawasan, biar kita menjadi orang yang bijak dan satun.

    Kesenangan syetan itu adalah membuat permusuhan diantara cucu anak Adam. untuk diajak bersama-sama ke Neraka……naudzubillah mindhalik.

    Semoga bermanfaat
    Ingat

  • Erlina Sih Mahanani

    Pemberian ucapan selamat adalah hal biasa dan bahkan diianjurkan sekalipun terhadap orang non islam. Sehingga pemberian ucapan natal kalau tidak melihat latar belakang natal itu sendiri adalah hal yang boleh-boleh saja. Tapi mengingat perayaan natal adalah peringatan ”kelahiran tuhan bagi orang kristen” maka hal itu akan membawa konsekwensi yang sangat FATAL.
    Jadi orang islam bukan anti memberikan selamat kepada orang kristen tapi kita takut kepada Allah ketika memberikan ucapan selamat natal kepada orang kristen.

    Hal ini seperti seorang anak yang memberikan selamat kepada ibunya sedangkan ayahnya berada di sampingnya:” Selamat berbahagia ibu, …..ibu sekarang sudah mendapat pacar baru”. Tentunya ucapan selamat dari anak ini adalah hal yang sangat baik tapi akan menimbulkan amarah dari sang ayah karena rasa cemburu yang sangat besar disebabkan cintanya kepada sang istri.

    Jadi kalau kita mengucapkan Selamat Natal berarti kita mengucapkan selamat kepada saudara kita yg telah berhasil ”mempersekutukan/menduakan Allah”. Inilah yang sangat menakutkan bagi orang islam karena Allah benar2 telah memperingatkan kita dan ancaman akan hal ini adalah sangat keras.

    Dan orang-orang orientalis pun sadar bahwa kekuatan islam adalah pada ajaran ”Tuhan satu” sehingga orang2 di luar islam seharusnya sadar bahwa larangan pemberian ucapan ini karena adanya ajaran tauhid (satu tuhan) yang kuat dan orang islam paling takut untuk menduakan Tuhan.

    ***

    Kita tahu bahwa Allah adalah maha pencemburu, kita tidak boleh mempersekutukanNya, menduakanNYA, karena hanya ada satu (1) Tuhan.

    Dalam 10 perintah Tuhan Keluaran 20:1- 17/Exodus 20:1-17 (alkitab versi terjemahan baru LAI)
    20:2 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
    20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
    20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
    20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
    Tiga (3) hukum yg pertama dari 10 perintah Tuhan (The Ten Commandments) ini adalah perintah untuk hanya meng-ESA-kan Tuhan.

    Sedangkan
    Dalam QS 6:81 Bagaimana aku takut kepada sesembahan-sesembahan yg kamu persekutukan (dg Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dg sesembahan-sesembahan yg Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yg lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka) jika kamu mengetahui.

    Jadi tidak ada petunjuk/keterangan satupun yg diturunkan untuk menyembah Yesus, ataupun menuhankannya baik dalam Quran, Alkitab perjanjian lama maupun perjanjian baru.

    Sehingga kalau umat Islam memberi selamat natal (menyetujui, mengakui essensi natal), berarti kita sudah jatuh dalam mempersekutukan Allah (syirik), padahal Allah sangat pencemburu dan tidak mau dipersekutukan/diduakan dg yg lain (sesembahan lain).

  • Erlina Sih Mahanani

    Untuk saudara Kasih, zq, wini
    Alasan orang Islam tidak memberikan ucapan selamat natal telah banyak dikemukakan, yg intinya bukan anti mengucapkan selamat kepada orang kristen tetapi karena takut akan Allah yang maha pencemburu (baca komentar Erlina sebelumnya)

    Yesus memang datang bukan membawa agama baru, tetapi melanjutkan agama yg dibawa nabi2 sebelumnya (tidak membawa syariat baru).

    Umat kristiani seperti yg saudara Kasih katakan adalah pengikut Yesus/mengaku sebagai pengikut Yesus. Pengikut Yesus mempunyai konsekwensi mengikuti segala perintahnya dan meniru apa yg dilakukannya. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang apakah saudara sudah yakin mengikuti dan meniru Yesus. Sudah sesuaikah/samakah ibadah yg dilakukan Yesus dahulu dg ibadah orang Kristen sekarang, apakah orang Kristen mengharamkan babi (baca Imamat 11:17 dan Ulangan 14:8 perintah mengharamkan babi), berpuasa seperti Yesus (Matius 4:2), Yesus dikafani ketika meninggal (Matius 27:59), wanita pada jaman Yesus teremasuk Maria ibundanya menggunakan kerudung (masih ada sisa ajaran ini yg bisa kita lihat para biarawati dan wanita2 yahudi), Yesus memelihara jenggotnya (seperti digambarkan oleh orang2 kristiani sendirinya) dan masih ada hal-hal yg lain.

    Kalau saudara bertiga memperhatikan hal di atas, apakah nanti Yesus masih mengenal umat Kristiani termasuk anda sebagai pengikutnya. Yang ditakutkan Yesus akan mengatakan ”Enyahlah kamu dari hadapanku, aku tidak mengenalmu”.

    Coba kita baca dari injil Matius 7:21-28
    Saya sertakan bbrp ayat ini dari Alkitab versi terjemahan baru LAI
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Ayat inilah yang sangat menakutkan saya sehingga akhirnya dengan pergumulan yang sangat berat saya memutuskan memeluk Islam.

    Karena mereka (dalam ayat2 tsb) adalah orang2 yg sangat hebat diatas standard orang kristen pada umumnya karena bermujizat, bernubuat, mengusir setan dg nama Yesus, tetapi Yesus justru mengusirnya, tidak mengenalnya dan tidak mengakui mereka sebagai pengikutnya.

    Hal lain kalau saudara membaca Lukas 13;23-29 yg demikian bunyinya:

    13:23. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
    13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
    13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
    13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
    13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
    13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
    13:29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.

    Sehingga kalau Yesus datang lagi ke dunia di hari akhir untuk menghakimi umat manusia (Islam pun mengenal dan mengakuinya) apakah Yesus mengenalmu? Walaupun sebelumnya mereka termasuk anda sudah makan dan minum di hadapannya dan mendengarkan ajarannya.

    Saudaraku saat ini masih ada kesempatan karena pintu rumah Tuan tersebut belum ditutup, jangan sampai terlambat dan menunggu sampai saatnya pintu ditutup dan Tuan sang empunya rumah tidak mengenal dan mengusirmu (lihat ayat 26, 27). Karena kesempatan untuk mendapatkan sorga/kerajaan Allah akan hilang.

  • Erlina Sih Mahanani

    Semua yang dilakukan Yesus adalah baik dan benar karena beliau adalah utusan Tuhan. Jadi perbuatannya kalau diikuti dg benar tidak menjadikan kita kafir. Yang menjadi masalah apakah orang kristen mengikuti apa yg dilakukan Yesus.
    Sepertinya orang Islam justru memiliki banyak kesamaan dg Yesus, seperti puasa, dikafani, berjenggot, bersujud, tidak makan babi, dll. Dan kalau kita melihat drama2 natal kita justru seperti melihat perkampungan Islam dg wanita berkerudung, lelaki berjubah dan berjenggot (pengalaman saya ketika terlibat dalam drama natal, sering kita mennggunakan sprei untuk dijadikan kerudung panjang pada saat memerankan Maria dan wanita2 lain dalam drama tersebut).

    Saudara zq, Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, bacalah hukum2 Taurat itu (dalam Perjanjian Lama) dg seksama dan teliti. Anda akan menemukan bahwa hukum Taurat sangatlah keras (contoh kalau menemukan istri tidak perawan lagi harus di bunuh, bisa lihat juga film ”Scarlet A Letter” yg diperankan Demi Moore, begitu ketatnya aturan pergaulan antara laki2 dan perempuan, dll).
    Di dalam Matius 5:17-19 demikian bunyinya:
    5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
    5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
    5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

    Yesus sendiri telah mengatakan tidak satu iota atau titik pun dihapus dari hukum Taurat dan lihatlah ancamannya bagi yang menghapuskannya walau yg paling kecil. Nah …… apakah anda dan orang kristiani sudah mengikuti hukum Taurat tersebut dan tidak menghapusnya.

  • Erlina Sih Mahanani

    Saudaraku Kasih, zq, wini dan Sofian pernahkan anda berfikir ”mengapa Yesus sangat berat, sedih dan takut (Matius 26:38, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.”) pada saat akan disalib sampai beliau dua kali berdoa (Matius 26:39, 42) ”jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku”.

    Apakah takut akan kematian, penyiksaan, penganiayaan, kesakitan? Saya kira bukan untuk sekaliber Yesus tidak akan takut mati, sakit ataupun disiksa, apalagi kalau penyaliban itu untuk menebus dosa manusia (menurut ajaran kristen).
    Kita tahu secara manusiawi, manusia akan sangat berani mengorbankan diri untuk kepentingan orang lain, untuk menyelamatkan orang lain/satu orang, apalagi untuk menyelamatkan seluruh umat manusia yang berjumlah milyaran. Siapapun tidak akan takut, bahkan akan bangga dan senang. Contoh film Armagedon, kamikaze untuk memberi kemuliaan kaisarnya, dll.

    Melihat latar belakang tersebut berarti bukan itu yg ditakutkan Yesus (rasa sakit dan kematian) tetapi ketakutan akan hal yg sangat besar dari ”akibat peristiwa penyaliban” akan menimpa kekasihnya yang paling dicintainya yaitu Allah (menduakan/mempersekutukan Allah dg menganggap dan menyembah Yesus sebagai Tuhan).
    Tetapi karena sudah menjadi kehendak Allah untuk menguji manusia sehingga Yesus menyerahkannya kepada Allah ” jadilah kehendak-Mu!” (Matius 26:38, 42).

    Saudaraku inilah yg ingin saya bagikan setelah pergumulan yg sangat berat, lama, tetesan air mata, pergolakan hati dan diskusi yang panjang dg pakar, pendeta2 senior dan terkenal di Jogja sekitar th 1995-1996 an. Dengan perasaan takut dan malu terhadap teman/saudara2 kristiani di gereja, persekutuan mahasiswa, pemuda, anak bimbing rohani saya, keluarga, teman2 kelompok pemhaman alkitab, dll

    Islam memang terlihat tidak menarik, kumuh, primitif pada bungkus luarnya, tetapi ternyata di dalamnya terdapat ajaran yg luar biasa dan sangat tinggi dibandingkan agama2 yang lain.

    Semoga Allah memberiakan petunjuk/hidayahNya kepada anda sekalian wahai jiwa yang merindukan kebenaran.

  • AbuNajwa

    Allahuakbar!!!
    buat Erlina, pegang teguh aqidah shahihah dan jangan lupa teruslah belajar ilmu syar’i melalui manhaj salaf.
    barokallahufik.

  • Wishnu

    Subhanallah, Allah memberi hidayah kepada hamba yang dikehendaki-Nya.

  • Machfudz

    TIDAK BOLEH.
    Karena itu semua adalah budaya orang2 yahudi dan nasrani, dan dalam islam tidak pernah di ajarkan seperti itu, trmasuk juga maulid nabi, nabi dan para shabat tidak pernah mengajarkannya, lantas kalau nabi dan para sahabat tidak pernah berbuat yang demikian, mengapa kita membuatnya?????
    apa kita lebih segala2nya dari nabi muhammad SAW.. jazakumullah khoiron ya akhi.

  • gunawan

    semoga Allooh mengampuni dosa-dosa kita dan menyatukan hati-hati ummat ini agar senantiasa taat kepada-Nya.

  • amin

    dulu ketika direktur perusahaanku bekerja nikah di gereja, aku diajak oleh managerku (yg juga nashrani) untuk datang tapi dengan tegas kutolak, dan apa yg terjadi selanjutnya perlakuan mereka juga tetep seperti biasanya karena prinsipku aku bekerja secara profesional selama itu tidak melanggar syariat islam, aku menyelesaikan kerjaan tepat waktu dll. Jadi saranku jangan pernah permisif ataupun sungkan thd ajaran2/amalan orang2 kafir (baik itu thd tetangga atau atasan kita) karena hal tsb jelas2 bisa merusak aqidah kita. Yang penting adalah kita tetep menjaga akhlak mulia seorang muslim thd mereka.

  • Tommi

    Alhamdulillah, jazakAllah khoir atas penjelasan mbak Erlina, semoga anda bisa tetap berada di jalan Islam yang diridhoi ALLAH SWT ini.
    Untuk teman2 kristen/non-muslim yg kebetulan membaca situs ini, ketahuilah janganlah tersinggung ketika kami tidak mengucapkan selamat natal pada anda, karena dengan 1 alasan yg kuat : kami takut pada murka Tuhan Rabb kami, ALLAH SWT. Karena ucapan selamat seperti ini sudah masuk ke wilayah aqidah yg mana jika kami melanggarnya, maka kami takut akan melanggar aqidah Islam kami yg sama saja dengan mengingkari keberadaan ALLAH SWT sebagai Tuhan yang Maha Satu, dan kami takut akan azab ALLAH SWT.

    Pahamilah kawan, kami tidak mengucapkan bukan berarti kami memusuhi kalian, bahkan Rabb kami dan Nabi kami, Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk selalu membina hubungan baik dengan orang2 beragama non muslim asalkan tidak masuk ke wilayah aqidah dan mereka tidak memerangi kami.

    Semoga berguna. Btw, nice article, izin copy ya

  • Umm Amatillah

    barakallahu fiik untuk mb Erlina dan ikhwah lain. teruslah berdakwah dengan ilmu dan hikmah…

  • Abu abdurrazaq mohammad sholeh

    Buat bu erlina terasa tergetar hati saya membaca komentar bu erlina karena iman bu erlina yg dilandasi dengan 100 persen kesadaran dan kemengertian, saya merasa tugas kita amat berat karena masih banyak sekali umat islam sendiri (yg dari lahir islam seperti saya) tidak memiliki kesadaran iman seperti bu erlina, salut bu erlina … dan semoga bisa menjadi pelajaran buat kita2 yg dari lahir islam … barakallohu fiikum dan teruslah berdakwah dengan istiqomah …
    Buat yg beragama lain supaya tidak tersinggung karena artikel ini hanya untuk mengingatkan kami orang islam agar tidak terjadi kesalahan aqidah kami .. hubungan kami dengan orang bukan islam sudah di atur hanya soal keduniaan, bukan soal agama kita campur baur, jd harap di mengerti …. jd hubungan baik tetep bisa dibina, tapi hanya soal keduniaan .. bukan hubungan baik soal keyakinan dan ibadah … soal keyakinan dan ibadah buat orang islam adalah bagimu agamamu dan bagiku agamaku …

  • Abu abdurrazaq mohammad sholeh

    Setiudaknya bagi anda yg beragama lain sudah berusaha untuk mencari kebenaran, dengan ikut berdiskusi, teruslah mencari dan berdiskusi untuk mencari kebenaran dan meraih sorga ( kalau anda percaya ) karena pasti hanya ada satu yg benar dan masuk surga, islam atau agama lain, tidak mungkin semua benar, karena saling bertentangan, dan tidak mungkin islam benar dan sekaligus salah, demikian jg agama lain tidak mungkin salah dan sekaligus benar, maka teruslah mencari semoga suatu saat anda akan menemukan jalan menuju sorga yg benar …

  • lia

    ass.wr.wb
    mw nanya apakah dalam melaksanakan sholat sunah ada bacaan do’a iftitah?
    terimakasih atas perhatiaannya.

    wassalam

  • http://herman1989.multiply.com/ herman

    terimakasih buat penulis..saat ini memang di serang pemikiran supaya kita lemah..kita harus terus refresh pemikiran islam..salut buat mbak erlina

  • katonsembada

    assalammuaalaikhum.wr wb.
    saya selama ini belum pernah jelas banget tentang perkawinan perbedaan agama..dalam hukumnya..pertanyaan saya adalah
    1 bolehkah orang muslim menikah dg non muslim2
    2 kalo memang boleh apa hukumnya.
    3 bila ada seperti ini dalam perkawinan sampai mempunyai keturunan
    suami non muslim dan isti mulim..itu hukumnya apa..
    4 ada juga berita burung entah benar entah yg mana yg lebib benar..katanya bila bertanya pd ahli kitab itu boleh2 saja,tapi kalo bukan ahli kitab itu tidak boleh(di haramkan)

    demikian pertanyaan saya.

    wassalam
    katon sembada S.

  • zahroh

    Syukron,…untuk artikel yang telah dimuat,semoga menjadi manfaat bagi ana, dan semua yang membaca artikel ini.Ana mau tanya kalau orang nasrani yang mengucapkan selamat kepada orang muslim hukumnya apa ya?..,.

  • http://imarliati@yahoo.co.id ufahirah

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana dengan mengucapkan selamat tahun baru masehi.Apakah haram juga hukumnya?

  • Tommi

    @ufahirah

    Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wassalam bersabda :
    “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum mereka” (HR. Abu Dawud dan Imam Ahmad, dengan sanad jayyid)
    Perayaan tahun baru masehi adalah salah satu bentuk perayaannya kaum masehi/nasrani dan bukan termasuk perayaan umat Islam. Jadi, sebaiknya kita hindari merayakan tahun baru masehi karena kita dilarang oleh Nabi kita -Shallallahu alaihi wassalam- untuk menyerupai dan ikut2an dalam kegiatan org kafir

    Akhi/ukhti ufahirah, untuk lebih jelasnya bisa dilihat di blog ini :
    http://rumaysho.wordpress.com/2008/12/31/10-dampak-negatif-merayakan-tahun-baru-masehi/

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu memberi petunjuk pada kita semua. Amin

  • Safei

    bagaimana dengan mengucapkan selamat hari raya Waisak bagi yang beragama Buddha atau hari raya Nyepi bagi yang beragama Hindu? apakah sama haramnya?

  • suheriyanto

    salam,namun bukankah nabi sangat menghargai orang-orang non muslim dan mereka masuk islam dan tertarik karna nilai toleransi islan itu sendiri gmana pak ustad.

  • MinDeL

    @Safei: mengucapkan selamat hari raya dan atau mengikuti hari raya kafirin adalah “HARAM” termasuk buddha hindu konghucu dan sejenisnya

    @suheriyanto: toleransi hanyalah yang terkait dengan hubungan sosial kemasyarakatan bukan dalam hal agama dan atau beribadah

  • astri

    sy bgung dg ap yg sy alami…….di satu sisi saya tidak mau menghadiriny, tetai di sisi lain keluarga sy ada yang non Islam……sy disuruh ibu sy yg non untuk dtg ke kluarga ibu yg non.tp sy sm se x ga da niat bwt ngrayain hal itu.sy hrz gmn?

  • Danny Sugiarto

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya mau tanya bagaimana tata cara sholat tarawih dan bacaan apa setelah sholat tarawih dan fitir yang sesuai dengan tuntunan Nabi. syukron

  • doni

    bagaimana kalo mendatangi keluarga yang kristen pada saat natal..bingung karena ibu saya mualaf? jadi sewaktu Idul fitri mereka ke rumah membantu,jd tidak enak klo tidak berkunjung, mohon penjelasannya

  • kikuk

    inilah agama yang penuh kedamaian

  • Aden Supiana

    Bagaimana hukumnya melayat, menghadiri pesta kematian dan pengantin orang non muslim? Sedangkan sy bingung, sebab dilingkungan tempat tinggal ada teman dan tetangga yang non muslim.

  • Karim

    Assalamualaikum.

    Pertama sekali saya ingin mengucapkan terima kasih atas ilmu yang dikongsikan dan alhamdulillah mendatangkan manfaat untuk diri saya dan juga umat Islam yang lain.

    Untuk mendapat kepastian adakah fatwa ini terpakai ke atas perayaan orang-orang kafir yang lain seperti berikut
    1. Perayaan tahun baru cina dan perayaan2 cina yang lain
    2. Perayaan penganut hindu seperti deepavali, thaipusam dan perayaan lain
    3. Perayaan agama-agama lain seperti sikh dan lain-lain

    untuk makluman di Malaysia seolah-olah sudah menjadi kebiasaan umat islam mengucapkan selamat ketika perayaan orang bukan islam di sini seperti ucapan berikut:
    1. Selamat tahun baru cina (atau dalam bahasa cina kong xi fa chai)
    2. selamat hari deepavali
    3. selamat hari thaipusam

    Saya harap pihak tuan dapat memperjelaskan isu-isu ini dengan lebih lanjut berdasarkan hujah-hujah agama. Sekian terima kasih.

  • AbuNajwa

    untuk: akh Karim dan yang lainnya
    silahkan kunjungi link berikut semoga dapat membantu memperjelas apa yang menjadi pertanyaan.
    syukron.

    http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/hukum-merayakan-hari-kemerdekaan/

  • FERRY

    nabi muhammad tidak pernah kompromi dengan kekafiran. nabi memberikan contoh bahwa hubungan kita dengan non muslim adalah hubungan dakwah.
    SARAN: tolong tulisan arabnya di per besar saya gak bisa baca nih…

  • Anista Olga Elisabeth

    g pa2kan klau baru tau, cos aku pernah skali ikut ngerayain hari natal drumah temen aku,yah niatnya cuma pengen silaturrahim sich,soalnya temen aku jg sering maen krumah,malah nginep,namanya jg temen,tp makasih deh udah dikasih penjelasan yg mantaaap, jd aku bisa mrubah pemikiran aku yg keliru, aku harap temen2 jg gitu yah

  • syahriadi

    bagaimana kalo kita berada di lingkungan nasrani bertetangga dgn mereka, dan mereka mengundang kita dalam acara tahun baru.

    apakah kita harus

  • hendra wijaya

    assalamualaikum

    alhamdullillah, dengan membaca artikel ini saya menjadi tahu bahwa mengucapkan selamat natal,mengikuti perayaan kaum masrani dan yahudi itu haram.

  • Hamba Allah

    Bagaimana kalo yang natalan itu orang tua sendiri? Apa tetap tidak boleh mendatangin, mengucapkan selamat dan ikut makan2 bersama?

    Trima kasih.

  • Irma

    Bagaimana jika sebaliknya, ustadz? Mereka (yang non muslim) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Apakah kita perlu menjawab atau sekedar mengucapkan terimakasih karena ucapan yang mereka berikan hanya sebentuk toleransi sesama umat beragama? Mohon klarifikasi beserta dalil / hadist yg shahih. Terima Kasih

  • Diding

    Saya masih tetap berkunjung dan bersalaman (tanpa mengucapkan kt Selamat Natal dll) kpd Org yg merayakan hari Raya selain Islam. Karena kebetulan saya adalah pengurus RT yang harus bisa bersikap baik kepada semua Warga tanpa pandang bulu. Bgmn Hukumnya? dan sikap spt apa yg hrs kita tunjukan kpd mereka yg Non Muslim tsb?

    Wassalam dan Terimakasih

  • sekar

    Uaztad, keluagaku juga ada yang non muslim, setiap hari raya idul fitri kami selalu saling berkunjung dan saling berma’afan, biarpun sampai saat ini saya belum pernah mengucapkan selamat natal, tapi sebagai saudara kami selalu bersilaturahmi apakah saya salah ?

  • Erlina

    Mengucapkan selamat itu baik, tetapi bagaimanapun alasan dan kesulitannya, mengucapkan selamat natal itu punya konsekwensi yang fatal berkaitan dg aqidah kita yaitu satu Tuhan. Kalo kita mengucapkan berarti kita mengakui esensi natal tersebut (memperingati kelahiran Yesus yg dianggap Tuhan dalam keyakinan kristen) sehingga hal ini sama dengan memberi selamat kepada saudara/teman kita yang telah “menyekutukan Allah”. Beranikah kita?

    @ Hamba Allah
    Orang tua saya dan semua saudara saya merayakan natal, betapa teriris2 hati ketika kita melihat dan tahu sebenarnya mereka sangat berharap saya memberi ucapan natal, sampai ketika mereka berpamitan akan ke gereja. Tapi hati kita akan lebih teriris sakit bila Allah marah dan cemburu karena telah diduakan oleh kita.
    Datang ke rumah orang tua pada saat natal bukan untuk memberi selamat dan merayakan, tetapi karena moment itu adalah moment berkumpulnya semua keluarga sehingga memungkinkan untuk bersilaturahmi tanpa ucapan selamat natal dan tanpa ikut serta merayakan.

  • Tommi

    “Tapi hati kita akan lebih teriris sakit bila Allah marah dan cemburu karena telah diduakan oleh kita.”

    Subhanallah…memang untuk membahas masalah spt ini butuh dari org yg pernah mengalaminya sendiri. Dan harus selalu ingat, Allah Azza Wa Jalla, Rabb kita, memiliki sifat Maha Pencemburu. So, kawan2 harus bisa memilih. Tidak mengucapkan selamat natal kepada keluarga, dengan risiko akan mendapat cercaan famili, tp akan mendapat ridho Allah Ta’ala…atau…mengucapkan selamat natal kepada keluarga, mendapat ridho keluarga anda tetapi dengan risiko yg sangat besar pula bahwa anda akan mendapat murka Allah Subhanahu wa Ta’ala…!

    Semua berpulang pada pilihan anda. Dan ingat2lah selalu firman Allah : “Kepunyaan Allah lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan.” QS Ali Imron ayat 109.

  • irham

    apakah udah ada topik mengenai “ucapan selamat ultah”?

  • ichal

    izin ngopy yah

  • ucha

    Asslm….

    Bagaiman Hukum nya, jika Orang Nasrani mengucapkan saLLam ( Assalamua’alaikum Wr.Wb ) kepada kita Umat Muslim……????

    Perlu di Jwb atau di diam kan saja saLam itu….???

    Thanks *.*

    Wassalam :)

  • http://www.tp-stainlessequipment.com stainless tanks

    “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”

  • zizi

    assalamualaikum..
    ijin share tulisannya :)
    bermanfaat sekali..syukron..

  • Moh Amien

    Saya lebih sepakat dg pendapat yg extrim,
    artinya supaya kita orang islam berhati-hati dalam melangkah..
    Karna
    سلامة الإنسان في حفظ اللسان‎
    artinya selamatnya seorang insan itu didalam menjaga lidahnya..

  • Wantoo

    MOHON DIKAJI ULANG DAN DIREVIEW, TENTANG HADIS DAN DALIL-DALILNYA.
    saya seorang muslim punya saudara non muslim, terus gimana ??
    Help me please ??

  • Haropan Siregar

    Menurut pendapat saya, cara seseorang dalam menghormati perayaan/ritual keagamaan orang lain adalah, dengan cara tidak mengikuti/hadir pada saat mereka melakukan ritual tersebut. Namun dalam konteks kehidupan sosial di Indonesia, sering kali kondisi adanya rasa kebersamaan tersebut, dikaitkan dengan segala bentuk kegiatan dalam masyarakat, termasuk dalam melakukan kegiatan ritual keagamaan, padahal dalam Islam ada akhidah yang tidak boleh ditoleransi. Adanya sikap perasaan tidak enak inilah yang selalu membuat segalanya menjadi tidak jelas.
    Semoga dengan adanya tafsir dalam suatu ayat yang mengatakan: “agama mu adalah agama mu, agama ku adalah agama ku”, dapat dijadikan sebagai suatu pedoman pada saat mengambil sikap dalam konteks pergaulan di negeri tercinta ini, sehingga tidak terjadi campur aduk, antara agama dengan kehidupan sosial yang berlaku.

  • Darkheart

    Assalamualikum Warakhmatullahi Wabarakatuh,
    Mohon penjelasan ustadz, ayat-ayat mana sajakah di dalam Al Quran – begitu juga hadist-hadist shahih, yang menerangkan dengan sejelas-jelasnya bahwa para pemeluk Agama Nabi Isa A.S (Nasrani) adalah orang-orang kafir?

    Pertanyaan ini saya ajukan mengingat yang saya fahami dari penjelasan di atas adalah bahwa fatwa larangan mengucapkan salam, apalagi mengikuti ritual kepercayaannya, jelas-jelas dimaksudkan untuk orang-orang kafir.

    Jika para ahlil kitab dan para Rasul seperti yang diisyaratkan oleh Rukun Iman (ke 3 dan ke 4) tersebut kita musuhi, tidakkah itu bertentangan dengan ajaran yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW?

    Di dalam Al Quran Allah SAW berfirman, “Pada hari ini telah AKU sempurnakan agamamu dan AKU sempurnakan nikmat-KU atasmu dan AKU ridha Islam menjadi agamamu.” (Al Maidah:3).

    Saya Haqul Yaqin bahwa Islam adalah agama terakhir dan paling sempurna di muka bumi. Tapi apakah menurut Ustadz dengan demikian lantas agama-agama yang diturunkan Allah SWT sebelumnya melalui para Rasul dengan kitab-kitab seperti Taurat, Zabur, dan Injil patut kita percayai sebagai agama orang-orang kafir?

    Mohon penjelasannya Ustadz, dan mohon dimaafkan ketidaktahuan saya ini.

    Wassalam.
    DH

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    @ Wantoo

    Semoga Allah senantiasa memberi taufik pada antum.
    Coba baca artikel berikut, agar lebih paham:
    http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html

  • Zuhri

    Saya bekerja di bidang jasa video shoteng. Saya mendapat order shoteng perayaan natal. Apakah yang harus saya lakukan? Haruskah aku menolak order ini. Bila aku terima hukumnya gimana?

  • http://madrasahmassahar.blogspot.com Nonki

    Tanpa mengurangi sedikitpun hormat saya pada setiap pendapat dan pejelasan yang ada, saya pikir saya sepakat dengan pendapat bang Haropan Siregar. Kalimat pendek yang kalau saya tidak keliru berbunyi “Lakum Dimukum Waliadin” ini bila diamalkan dengan cara-cara seperti yang dicontohkan Baginda Rasulullah SAW, Insya Allah akan menolong kita terhindar dari hal-hal yang justru pada akhirnya dapat membuat kita terperangkap pada kemungkinan berbuat Bid’ah.

    Jika seorang pemeluk Islam yakin akan Al-qur’an dan hadist maka ia akan selalu berbuat baik. Perintah Allah tidak ada yang sulit, terutama bagi orang yang beriman.

    Mohon dimaafkan.
    Wasalam.

  • Dian

    Assalamualaikum….
    Pak ustadz jadi sebaiknya apa yang harus kita lakukan untuk menghindar untuk berkunjung ketempat kerabat pada tanggal 25 desember, sedangkan orang tua mengajak untuk berkunjung, tanpa mengucapkan selamat,apa yang harus saya lakukan

  • ahmad doni

    semoga Tuhan mengampuni kita semua

  • http://ayakhe.multiply.com aya

    assalamualaikum………..
    dengan tidak mengurang rasa hormat saya kepada pak ustad.
    saya seorang muslimah yang punya 3 sahabat yang notabenenya berbeda agama seperti(hindu,budha dan katolik). setiap ada peringatan agama hari raya dari salah dari kita, semua sahabat lain ikut merayakannya dan mengucapkan selamat. seperti contohnya hari raya idul fitri. mereka yang non muslimpun ikut merayakan malahan memberikan parcel untuk keluarga saya. begitupun sebaliknya.

    tapi apakah saya tidak boleh mengucapkan selamat kepada sahabat saya dan bertandang rumahnya sebagai bentuk menghormati kepada sahabat-sahabat saya?????

    untuk jawabannya saya ucapkan terimah kasih………
    waalaikumsalam………..

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam.
      @ Aya.
      Bergaul dengan non muslim tidak terlarang, namun ada batasan tentunya. Yang menyangkut hal agama tentu saja di sinilah batasan kita. Kita tidak boleh mengucapkan selamat dalam hal yang menyangkut agama mereka. Coba lihat artikel yg lainnya di web ini:
      http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html.

      Semoga Allah beri kepahaman.

  • Abu Hilmi

    ustadz,saya mempunyai seorang teman dari etnis china,telah 6 thn masuk Islam bersama dgn orang tua,abang dan adiknya.Namun ternyata mereka masih ikut merayakan perayaan Imlek,wkt saya tanya kenapa,lalu dijawabnya bhw itu hanyalah tradisi dr etnis china semata,bukanlah suatu acara keagaman.saya mohon agar bisa diberi penjelasan yg rinci agar dpt saya teruskan kpd teman saya itu.jawaban dpt langsung dialamatkan kpd email saya.Jazakalloh khairan.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Abu Hilmi
      Merayakan ‘Id (perayaan rutin) selain ‘Id yang disyariatkan oleh Islam hukumnya haram, walaupun hanya tradisi, atau meskipun isi perayaannya hanya senang-senang saja tanpa ada ritual apa-apa. Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik:
      قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال ما هذان اليومان قالوا كنا نلعب فيهما في الجاهلية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الأضحى ويوم الفطر
      Di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam baru hijrah ke Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang biasanya di hari itu mereka bersenang-senang. Rasulullah bertanya: ‘Perayaan apakah yang dirayakan dalam dua hari ini?’. Warga madinah menjawab: ‘Pada dua hari raya ini, dahulu di masa Jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bersenang-senang’. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Idul Adha dan ‘Idul Fithri’ ” (HR. Abu Daud, 1134, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/119, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud, 1134)
      Simak juga: http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/aqidah-tanya-ustadz/hukum-merayakan-hari-kemerdekaan/

  • MAHENDRAWATI

    Ustadz..bagaiman korelasinya antara “mengucapkan natal” dng firman Allah pada QS 19:33??? mohon penjelasannya.. dan tlg juga dijelaskan betulkah dng mengucapkan “selamat natal” bisa melemahkan bahkan merusak aqidah kita ???

    • Abu Yazid Nurdin

      #Mahendrawati
      Tidak ada hubungan sama sekali. Ayat tersebut tidak berkonsekuensi bahwa kita sebagai umat Islam harus mengucapkan natal atau mengadakan selamatan natal di hari kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Kalaulah ayat tersebut berkonsekuensi demikian, lalu bagaimana dengan ayat ke-15 dalam surat yang sama? Apakah maksudnya juga mengucapkan selamat natal untuk memperingati hari lahirnya Nabi Yahya ‘alaihissalam? Tentu tidak.

      Mengucapkan selamat natal tidak diragukan lagi dapat melemahkan bahkan merusak aqidah kita. Karena sadar atau tidak, ketika seorang muslim mengucapkan selamat natal, maka dia telah mengakui atau membenarkan -minimal- sebagian keyakinan mereka. Ini bertolak belakang dengan aqidah islamiyyah.

  • Qadafi

    kalau orang ‘kafir’ mengucapkan selamat idul fitri atau hari besar yang lain?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Qadafi
      Itu tdk masalah, namun kita tdk boleh membalasnya dg mengucapkan selamat natal nantinya.

  • http://media-islam.or.id A Nizami

    Izin mengutip buat ditaruh di sini:
    http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal

    “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

    “Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

    Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

    Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.

    Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa Syirik. Dan Syirik

    tu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang yang tengah merayakan kemusyrikan?

  • Pingback: Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) tentang perayaan Natal bersama. « Jihadsabili’s Blog

  • sarey

    asalaamualaikum pak ustadz,
    ada cerita, ada seorang non muslim yg hidup diantara majoritas muslim, pada saat idul fitri dia memberi selamat, membri pemberian, dan berbuat baik ke semua muslim,, nah pada saat hari raya dia,tidak ada yg memberi selamat,inbox smsnya kosong melompong, dia mengatakan “kenapa islam seperti itu? padahal di pelajaran sejarah yg dia pelajari islam adalah agama yang cinta damai.. padahal kultur budaya indonesia adalah tolong menolong, kalo memang seperti ini, berarti islam lah yg mengikis budaya tolong menolong di Indonesia..” yaa begitulah kira2 pendpt salah seorang nonislam yg sy dapat…
    bagaimana pendapat ustadz? jazakallaah khair..

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #sarey
      Wa’alaikumussalam. Islam cinta damai namun tidak mencintai kekufuran. Bayangkan! Allah yang telah menciptakan kita, namun yang lain yang disembah. Adakah keburukan yang lebih buruk dari hal itu?
      Hati-hati terhadap tipu-daya misionaris yang kadang menggunakan strategi demikian, memberikan banyak hal kepada muslim, lalu mengharap timbal balik berupa terkikisnya akidah kita sedikit demi sedikit.
      Kita diharapkan dapat bermuamalah yang baik terhadap non-muslim, semoga mereka sadar dan dapat menerima Islam kelak. Namun bermuamalah yang baik itu jangan sampai mengorbankan akidah.

  • anash

    Tetangga kanan dan kiri semua kristen dan tiap tahun merayakan natal. Apakah haram hukumnya kita silaturahmi walaupun tanpa memberi ucapan selamat merayakan natal, namun hanya bersalaman. Karena bagaimanapun saya merasa tidak nyaman kalau tidak berkunjung karena tetangga bersebelahan rumah semua dan selama ini hubungan kami baik-baik saja. Saya rasanya serba salah. Mohon penjelesannya.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #anash
      Justru kita sebagai muslim seharusnya merasa tidak nyaman dengan adanya perayaan Natal. Mereka merayakan kemusyrikan yang membuat murka Dzat yang telah menciptakan kita. Bersalaman dalam hal ini tidak ubahnya memberikan selamat Natal.
      Kami sarankan untuk tidak perlu bersikap apa-apa, cukup biasa saja seperti hari-hari biasa.

  • Fad 78

    Apakah benar Ibnu Masud, Abu Umamah, Ibnu Abbas, Al Auzayi, An Nakhoi, Attobary dll. membolehkan salam kepada orang non-muslim yg tdk harbi?

    • Ammi Nur Baits

      #Fad 78
      Saya tidak menemukan pendapat mereka, tapi setidaknya keterangan an-Nawawi berikut menunjukkan bahwa dalam hal ini ulama berselisih pendapat. Berikut keterangan an-Nawawi:
      قال النووي : اختلف أصحابنا في أهل الذمة ، فقطع الأكثرون بأنه لا يجوز ابتداؤهم بالسلام ، وقال آخرون : ليس هو بحرام بل هو مكروه
      An Nawawi berkata: Ulama madzhab syafi’i berselisih pendapat tentang orang kafir dzimmi. Mayoritas di antara mereka berpendapat haramnya memulai salam kepada mereka. Namun sebagian lagi berpendapat hal tersebut tidak haram melainkan makruh“. (al-Azdkar, 253. Mauqi` Ya`sub-Syamelah.)

      Allahu a’lam

  • ummu George/Susi

    Assalamu’alaikum..afwn Ustadz sy Ingin berbagi Pengalaman dgn teman2 yg msh bingung bagaimana bersikap pd saudara atau teman atau tetangga yg non muslim yg baik hubungannya dgn kt dan selalu mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Adha pd kt bahkan selalu mengirimkan parcel atau hadiah2 pd kt. Sy kebetulan dulu sblm kenal Sunnah jg termasuk org yg berbalas kebaikan saudara, teman, tetangga yg non muslim td dgn hal yg sama yaitu mengucapkan ucapan selamat Natal, membalas kiriman parcel mrk dan berkunjung kermh mrk saat natal dgn alasan sy membalas kebaikan mrk dan spy Islam terlihat sebagai agama yg penuh toleransi. Tp ternyata sikap sy itu keliru besar. Lalu sy berpikir apa yg harus sy lakukan supaya syariat tetap bisa sy amalkan tp sy tdk dianggap aneh dan sombong stlh mengenal sunnah. Akhirnya sy balas kebaikan mrk mengirim bingkisan dgn kebaikan mengirim bingkisan jg.. Tp sy tdk mengirimnya pd saat moment perayaan Natal, awalnya mrk bingung dan bertanya ” ada acara selamatan apa kok ngirim bingkisan Parcel/ cake , sy katakan tdk ada acara apa2 sy hanya ingin memberi hadiah sj, dan di lain waktu lg sy kirim makan yg sy masak dirmh ke tetangga2 yg non Muslim, dan sy tetap bersikap baik pd mrk ketika bertemu. Bahkan kpd teman sy yg non muslim yg sangat dkt pd sy, sy bisa menjelaskan bahwa keyakinan sy melarang sy mengucapkan selamat Natal , subhanallahnya dia paham dan sampai skrg klu hari Haya Idul Fitri dia msh tetap mengucapkan selamat hari raya pd sy dan msh tetap mengirim hadiah kpd sy, walau sy sdh tdk pernah lagi mengucapkan selamat Natal, begitu jg dgn tetangga mrk msh mengucapkan selamat hari raya dan mengirim bingkisan walaupun sy sdh tdk pernah lg mengucapkan. Selamat Natal dan tdk membalas bingkisan mrk di hari Natal. Tp dihari2 lain sy berusaha berbuat baik dan membalas kebaikan mrk pd sy . Begitu jg utk peryaan hari Ulang tahun sy sdh tdk pernah mengucapkan pd kel dan teman2, tp di hari2 lain sy usahakan berbuat kebaikan sprt menelepon menanyakan kbr mrk, atau memberi mrk hadiah atau sy mengundang mrk makan tapi tanpa moment apapun. Krn bkn kah Rasulullah menyuruh kt seing2 saling memberi hadiah dan membagikan makan yg kt masak pd tetangga dan mengundang makan kel, teman dan tetangga.Alhamdulillah sejauh ini sy tdk ada masalah dlm mengamalkan sunnah dlm arti sy tdk jd dimusuhi krn menjalankan sunnah sprt tdk mengucapkan selamt natal , tdk mengucapkan selamat ulang thn, dan tdk hadir di acara2 bid’ah, tdk berjabat tangan lg dgn suami2 mrk. Sprtnya mrk paham bahwa itulah keyakian sy skrg dan dgn keyakianan itu mrk tau bahwa bkn berarti sy berubah jd sombong dan tdk menghargai dan tdk mau berbuat baik lg kpd mrk.Itu pengalaman sy. Semoga Allah selalu memudahkan kt dlm mengamalkan Sunnah dgn sikap yg lembut. Amiin. Walllahua’lam. Tlg dikoreksi Ustadz klu pengalaman dan pengamalan sy ini ada yg Keliru.

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Ummu George
      Tergantung niatan saudari … Semuanya dilihat dari niatan. Jika niatan saudari asalnya adl untuk ucapan selamat natal namun hadiahnya dikirim di hari lain, mk itu keliru. Wallahu a’lam.

  • http://bandung-s2b.com Nurhidayat

    Ada saatnya kita harus berani mengambil sikap dan memegang prinsip sekuat mungkin dengan tetap menjaga sikap kita agar tidak menyinggung perasaannya, seperti halnya saat kita ditawari makan daging babi, meminum arak dll tentunya kita harus menolaknya, walaupun mungkin akan sedikit menyinggung tetapi keyakinan dan ajaran kita jauh harus lebih kita hargai

  • achmad

    Assalamu’alaikum..afwan, kemarin saya copas artikel di atas,dengan menyatakan alamat web ini, tpi saya tidak terlebih dahulu..karena itu saya minta maaf telah lancang.trs saya ingin minta pendapat.

    saya mencopas artikel di atas, kemudian saya masukkan ke dalam catatan di fb saya. tidak lama kemudian ada teman saya yang menyuruh saya untuk menghapus catatan tersebut, karena katanya menyinggung yang berbeda keyakinan dan seharusnya hal-hal seperti itu disampaikan lewat forum islami saja, tidak boleh lewat fb saya ( karena saya hanya orang awam tentang agama ). perlu diketahui alasan saya menaruh artikel di atas di catatan fb saya adalah agar teman2 saya dapat membacanya, karena saya melihat ada beberapa teman saya yang mengucapkan selamat natal..mohon pendapat dari kawan2 semua..apa yang harus saya lakukan?

    • http://ikhwanmuslim.com Muhammad Nur Ichwan

      @achmad
      wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
      jelaskan dengan santun kepada teman-teman anda, baik yang muslim maupun nasrani, bahwa artikel tersebut tidaklah berniat untuk melukai perasaan orang-orang yang beragama nasrani. namun menjelaskan bahwa isi artikel itu merupakan ajaran agama yang dianut oleh kaum muslimin dan sebagai upaya untuk meluruskan kekeliruan yang sudah membudaya yang dilakukan oleh kaum muslimin.

  • Regyawan

    Assalamu’alaikum P’Ustadz…Orang tua sy khatolik, dosakah sy bila tdk mengucapkan selamat natal krn sy dianggap anak yg tdk dpt menghargai orangtua krn tdk memberikan ucapan selamat natal.
    Mohon penjelasan dr P’Ustadz benarkah tindakan sy tersebut.

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Regyawan
      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Dalam masalah yg berkaitan dg agama mereka, mk tetap tdk dibolehkan turut serta dlm perayaan atau mengucapkan selamat. Namun dalam hal dunia yg tdk ada kaitan dg agama mrk, mk dibolehkan. Trus tunjukkan akhlaq baik pd mereka slama itu tdk ada sangkut pautnya dg agama mereka. Moga Allah beri keistiqomahan dlm Islam.

  • Caramel

    kak,,, boleh nanya nga? gmana kalo kita sudah lama tinggal dengan orang yg beragama beda ma kita,, bahkan dari kecil bahkan sudah menjadi orang tua angkat.. lalu pada saat natal apakah haram saia mengucapkan selamat natal bagi mereka sementara pada hari raya islam mereka mengucapkan selamat hari raya kepada kita, salahkah jika kita mengucapkan selamat natal hanya sekedar rasa toleransi umat beragama,,???? thx,, balas yaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,

    • http://ikhwanmuslim.com Muhammad Nur Ichwan

      @caramel
      hal tersebut kami rasa sudah dijelaskan dalam artikel di atas. toleransi beragama tidak harus ditempuh dengan cara mengorbankan nilai-nilai agama.

  • abdullah

    @Akh Ammi Nur Baits
    Mungkin antum bisa membaca permasalahan ini di Syarh Shahih Adabil Mufrad karya Syaikh Husain. Seoengetahuan hal ini disebutkan disana.
    Wallahu a’lam.

  • ari

    Assalamu’alaikum
    tetangga saya orang khatolik pada saat mereka merayakan hari natal mereka memberikan makanan kepada kami mungkin sebagai hadiah natal..
    apakah hadiah itu haram..??

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #ari
      Wa’alaikumussalam. Andaikan itu memang hadiah natal pun, kalau makanannya halal maka halal. Apalagi anda belum yakin. Allahu’alam.

  • Yahya

    Assalamu’alaikum wr wb

    Mohon maaf saya tidak bisa berkata banyak. Saya hanya ingin mengemukakan pendapat saya, setuju atau tidak itu terserah pada diri masing-masing.
    Mengucapkan selamat Natal atau ikut merayakannya (memperingati) itu HARAM hukumnya bagi kita umat islam alasannya karna itu merupakan penyelewengan aqidah kita sebagai umat islam. Itu pendapat yang saya pegang selama ini.
    Kenapa dikatakan penyelewengan aqidah, alasannya karna dengan mengucapkan selamat natal berarti kita telah mengucapkan selamat atas lahirna Tuhan yesus.
    Lalu ada sebagian umat islam yang berkata kita tidak memperingati natal melikan kita memperingati lahirnya nabi Isa ‘alaihissalam, pendapat yang kedua ini juga keliru karna nabi ‘Isa ‘alaihissalam atau yang didsebut yesus oleh umat nasrai tidak dilahirkan tanggal 25 Desember. Lalu siapa sebenernya yang dilahiran tanggal 25 Desember iru???!

    Link di bawah ini merupakan penjelasan dari seoran mantan biarawati yang faham dan tau betul sejarah natal. semoga Allah membukakan pemahaman kita yang samar-samar untuk bisa mengatakan bahwa yang hak itu hak dan yang bathil itu bathil. Ammin..
    Wassalamu’alaikum wr wb

    http://www.youtube.com/watch?v=JWg1nRh1S68

  • Wahab

    Tiada toleransi dalam hal Aqidah.
    Jangan berpikiran JAIL(jaringan islam liberal)yg mengganggap semua agama itu sama(pluralis).syukron

  • Danish

    Assalamu’alaikum….Apakah diperbolehkan menerima hadiah/bingkisan natal? Bagaimana hukumnya, mohon penjelasan pa Ustadz… syukron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Danish

      Wa’alaikumus salam. Sebaiknya tdk diterima.

  • Lisa Eka

    Assalamu’alaikum. .
    Saya my tanya,klw ada teman kita yg non muslim meningal, bolehkah kita datang menjenguknya?
    Mohon penjelasanya. .

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Lisa
      Wa’alaikumus salam.
      Tdk boleh, itu termasuk wala’ atau loyal kata para ulama.

  • Delta

    Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

    saudaraku Ust. Yulian -semoga Allah menjagamu dan menjaga kaum Muslimin semuanya- mohon penjelasannya atas jawaban pada tanggal 05 Mar 2011 :

    “Andaikan itu memang hadiah natal pun, kalau makanannya halal maka halal. Apalagi anda belum yakin. Allahu’alam.”

    lalu apakah boleh kita menerima makanan/hadiah yang ada hubungannya dengan ritual kebid’ahan???

    syukron wa jazakallahu khairon

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Delta
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh, hukum makanannya halal, namun menerimanya menimbang maslahah. Jika dengan menerima makanan tersebut akan dianggap menyetujuinya, maka sebaiknya tidak diterima.

  • Pingback: Kumpulan Artikel Seputar Natal dan Tahun Baru — Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

  • http://adnan-islamagamaku.blospot Adnan

    Assalamuallaikum…
    Akhi saya perna ketemu orang yg memboleh kan mengucapkan selamat hari natal dan dalilnya di ambil dari Al-Qur’an Bunyinya sebagai berikut:
    Dan ucapakanlah padaku selamat hari natal, hari aku diwafatkan dan hari aku dibangkitkan. (QS. Maryam (19):33).
    Yg seharusnya kan seperti ini Bunyinya:
    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali”.(Qs.Maryam (19):33).Cara menerjemahkan Al-Qur’an menurut dia seperti ini:
    wassalam: Ucapkan salam…
    Yaum : Pada hari…
    Yang ini saya lupa bahasa Al-Qur’an-Nya hanya artinya seperti ini: “aku dilahirkan”
    Kira-Kira akhi ini bagaimana…???

  • http://khasbullah3.blogspot.com/ Hasbull

    Assalamu’alaikum…
    Terimakasih atas jawaban ini .
    dan saya minta izin Copy ini artikel.

  • Pingback: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? » Badan Dakwah Islam

  • wandy

    ass wrb maaf kalo salah, menurut saya apabila ada temen kita non muslim yang meninggal boleh aja dijenguk cuman jangan mengikuti ibadah mereka kita datang sebagai penghormatan karena hubungan habbdul minanasnya (hubungan sesama manusia)kita tinggal didunia ini tidak sendirian nabi muhammad aja dulu bangkit berdiri dari duduknya ketika dilewati sekelompok orang yang sedang membawa jenasah non muslim.

  • Pingback: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? » BDI PT ARUN LNG - LHOKSEUMAWE - ACEH

  • Syaiful Arifin

    saya sependapat dgn penulis artikel moch. Abduh karna logikanya adalah seluruh semesta alam ini milik Alloh sedangkan yang memiliki alam semesta menghendaki hanya agama islam yg dibawa Nabi Muhammad yg diridoiNya. artinya sgala kegiatan,aktivitas,ritual yg tidak ada dlm al quran,sunnah dan ijma ulama adalah bit’ah, apalagi kegiatan tsb di tujukan kepada selain Alloh ya………..jelas haaaaaaaraaaaaaam. titik

  • Hendra

    saya seorang katolik.

    beberapa tahun lalu saat saya baru masuk kerja di perusahaan sekarang, setiap karyawan mengucapkan selamat atas hari raya karyawan lain yang beragama lain, termasuk dari mereka yang muslim ke non muslim.

    mulai dari tahun kedua dan seterusnya, beberapa staff muslim senior tidak lagi mengucapkan selamat. awalnya kami, non muslim, memang agak heran dan terkesan ada jarak, tapi kami tidak terlalu ambil pusing. saya sendiri juga tidak mempermasalahkan karena buat untuk pribadi natal atau paskah lebih bersifat rohani ketimbang fisik. kami lebih memilih bersikap ‘ya sudahlah’ dan tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.

    tentu saja sikap kami itu bukan sesuatu yang general atau umum. beberapa teman kami ada juga yang tersinggung dan ‘balas dendam’ dengan juga tidak mengucapkan selamat ketika idul fitri datang. ketika rasa tersinggung itu terbakar, sering juga mereka membahas segala sesuatu tentang islam yang hampir semuanya didahului dengan ‘katanya’, ‘gue denger’, ‘menurut si anu’, dan ‘dari yang gue baca’. saya dan rekan-rekan ‘ya sudahlah’ yang lain biasanya memilih untuk pergi dan tidak ikut diskusi yang dikendalikan emosi seperti itu. lagipula tidak bagus untuk tekanan darah dan nafsu makan. :D

    belakangan kami dengar juga ada beberapa karyawan muslim yang juga tidak ikut bahasan-bahasan panas seperti itu ketika sedang berkumpul dengan karyawan muslim lain. yang saya tahu, bagi mereka, sudah cukup mereka tahu bahwa mereka tidak diperbolehkan mengucapkan selamat tapi tidak melebih-lebihkan kondisi itu dan bersikap biasa saja. saya respek dengan sikap mereka yang seperti itu. tapi sama seperti teman-teman non muslim saya, itu bukan sikap merata yang dimiliki setiap karyawan muslim lain.

    saya dan beberapa teman tahu posisi agama-agama kami di mata islam tapi lebih memilih untuk tidak menganggap itu hal besar (dari posisi kami sendiri). meminjam kata-kata seorang kawan saya: “ya anggeplah islam itu mercedez benz dan katolik itu mikrolet. kalo lu nyaman naek mikrolet, ya udah, cukup. yang penting gak usah ngejer-ngejer orang laen suruh naek mikrolet juga mentang-mentang lu nyaman. gak usah nyusain orang.”

    yang ingin saya katakan dan yang dimaksud teman saya adalah kami tahu, tapi tolong jangan lebih-lebihkan sikap tersebut. bila memang tidak mau mengucapkan selamat, ya tidak apa. tapi jangan kemudian memberi kuliah tentang inferioritas atau cacat agama kami di mata islam langsung di depan kami atau menjaga jarak terlalu kentara. lakukan itu dalam komunitas muslim yang cukup dewasa untuk tidak menerima mentah-mentah dan kemudian mengantagoniskan orang lain. cukup tahu sama tahu dalam pikiran karena di mata kami, tentu saja, agama kami ini tidak inferior atau cacat. dan tentu saja kata-kata saya ini berlaku untuk teman-teman saya yang sering ‘katanya’ itu.

    salam.

    nb.

    1. saya tahu mengenai larangan mengucapkan selamat dari semacam surat mingguan yang diedarkan setiap jumat oleh pengurus komunitas islam di gedung tempat perusahaan kami bekerja. saya dapat edaran tersebut dari ibu resepsionis, seorang muslimah, yang rutin meminjamkan ke saya setiap hari senin.
    2. dalam pengertian saya, muslim dan muslimah adalah penganut islam. mohon maaf kalau salah menggunakan kata tersebut.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Hendra
      Kami sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa masalah ucapan natal ini dalam Islam termasuk dalam masalah aqidah atau keyakinan, yang tidak bisa ditoleransi. Karena masalah keyakinan adalah masalah paling penting dalam hidup. Menentukan nasib kita di akhirat kelak. Kami tidak percaya sama sekali bahwa Tuhan itu banyak dan semua agama sama. Karena penting dan urgennya masalah keyakinan ini, lebih dari apapun, maka wajarlah jika seorang muslim tidak diperkenankan mengambil sahabat dekat atau teman dekat dari kalangan Kristiani.

      Adapun dalam pergaulan dengan umat Kristen ada aturan tersendiri dalam syariat Islam. Diantara aturan tersebut, kami dilarang berbuat zhalim terhadap orang non-muslim. Menyakiti, melukai, menipu, mencurangi, orang non-muslim sembarangan. Semua itu perbuatan dosa di mata Islam. Muslim juga dilarang mencela agama lain di depan pengikutnya, karena akan menjadi sebab mereka akan mencela Islam. Sehingga mencela agama lain di depan penganutnya juga merupakan perbuatan tercela dalam Islam.

      Terakhir, kami sangat menghargai rasa ingin tahu anda terhadap hukum-hukum dalam Islam dengan sering membaca buletin Islam. Semoga kelak hati anda terpanggil untuk memeluk Islam.

  • Pingback: Kumpulan Artikel Terkait Natal dan Tahun Baru | Abu Faqih Yusuf Al-Bughury

  • Pingback: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? « Teada Perbedaan Dalam Islam

  • handoyo aljawi

    ijin copas ya akhi….

  • Pendekar 1903

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Menurut pendapat saya, memang ini benar harus ditekankan karena menyangkut aqidah atau keyakinan. Sedikit kita salah dan menjurus pada dosa syirik maka nauzdzubillahi mindzalik itu adalah dosa yang tidak diampuni dan kekal di dalam neraka. Karena menyekutukan Allah SWT.
    Berarti dengan kata lain jika kita ikut mengucapkan kita sama saja mendukung dan mengakui hari Natal itu. Padahal Tuhan itu Maha Esa, Ialah Allah SWT.
    Terjemahnya |Surat Al Ikhlas 4 Ayat, Surat ke-112.
    1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
    2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
    3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
    4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

    Namun bukan berarti kita harus saling memusuhi, menggunjing dan hal buruk lainnya. Islam tidak mengajarkan permusuhan apalagi dengan nonmuslim.

    Ayat ke-6 “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.(QS. Al Kafirun: 1-6)
    _____________________________________________________________________________
    Pak Ustadz, ada yang ingin saya tanyakan terkait hubungan antara 2 Surat&ayat berikut:
    “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs. Ali Imron (3): 85).

    “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin[56], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah[57], hari kemudian dan beramal saleh[58], mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Qs. Al Baqarah (2): 62).

    [56]. Shabiin ialah orang-orang yang mengikuti syari’at Nabi-nabi zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah bintang atau dewa-dewa.
    [57]. Orang-orang mukmin begitu pula orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin yang beriman kepada Allah termasuk iman kepada Muhammad s.a.w., percaya kepada hari akhirat dan mengerjakan amalan yang saleh, mereka mendapat pahala dari Allah.
    [58]. Ialah perbuatan yang baik yang diperintahkan oleh agama Islam, baik yang berhubungan dengan agama atau tidak.

    Wassalamualaikum Wr.Wb. Mohon pencerahannya…

  • Pingback: Mengapa Muslim Tidak Boleh Mengucapkan Selamat Natal? « indika’s Blog

  • Pingback: Mengapa Muslim Tidak Boleh Mengucapkan Selamat Natal? « DKM AN NAHL Dekat Bersahabat…

  • http://senyumsyukurbahagia.blogspot.com Senyum Syukur

    Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (QS Maryam 88-95)

    Jika Langit hampir pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh ketika mendengar perkataan itu, lalu bagaimana dengan telinga dan hati manusia yang terbuat dari daging?

    Setelah membaca ayat ini, masih adakah seorang muslim yang tega mengucapkan selamat kepada mereka yang mengatakan Allah mempunyai anak?

    Ataukah hati itu telah mengeras melebihi gunung?

    Kawan, jika kita belum bisa mencegah kemungkaran itu, setidaknya hati membencinya dengan kebencian yang sangat.

    “Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya (mulutnya). Jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya (iaitu membenci kemungkaran yang berlaku) dan itulah selemah-lemah iman” (Hadis riwayat Muslim).

    Nah, adakah benci dihati orang yang mengucapkan selamat??!!
    Biarkan hati yang menjawabnya!

  • http://senyumsyukurbahagia.blogspot.com Senyum Syukur

    Bagaimana dengan meminjamkan kursi untuk perayaan natal?
    teman saya punya jasa peminjamaan kursi dan mereka ingin meminjamnya?
    mohon Jawabannya. Syukran

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Senyum Syukur

      Tidak boleh, itu termasuk loyal yang haram.

  • Pingback: Apa Boleh Umat Muslim Ngucapin ‘Selamat Nata’? | asyaran

  • Pingback: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal??? « ikamayasti

  • Pingback: Megucapkan SELAMAT NATAL, Haramkah ? | Corat-Coret

  • dhea

    Assalamualaikum
    kak, maaf yah numpang bertanya..

    aku habis ngucapin selamat natal kepada mereka yang nashrani, :)
    yah, dengan niat menghargai tapi disisi lain mendoakan mereka agar cepat mendapatkan kebenaran akan islam dan Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah SWT.
    mereka juga sering mengucapkan selamat hari raya idul fitri dan lain lain kepada kami yang muslim :)
    bagaimana nih kak?

    bukannya, pengucapan tergantung dari niat seseorang?

    Allah memang berkata dalam Al-Qur’an kak, tapi bukankah iman juga dipondasikan dengan niat? begitupun dengan perkataan, tekat, dan keinginan? semuanya berdasar dan berhadapkan pada Allah?

    tapi jika memang tidak Dibolehkan dalam Al-Qur’an mungkin itu ucapan yang terakhir aku sebutkan untuk mereka.
    Walau agama aku pas-pasan, Alhamdulillah saya belajar agama menggunakan mata hati saya karena Allah semata :)

    Assalamualaikum

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #dhea
      Wa’alaikumussalam, karena anda belum tau dan belum paham hukumnya, mudah-mudahan Allah memaafkan. Dalam Islam, niat baik saja tidak cukup, caranya juga harus baik. Jadi, tidak boleh mencuri dengan niat ingin sedekah. Tidak boleh juga mengebom orang di Indonesia dengan niat jihad. Kalau sekedar niat baik saja, berarti teroris yang suka ngebom itu tidak boleh disalahkan. Shalat maghrib walau niatnya ikhlas ingin mencari ridha Allah, tapi kalau cuma dua rakaat ya tidak diterima. Adapun hadits “sesungguhnya amal tergantung niatnya” itu jika amalnya sudah benar sesuai aturan syariat.

      Lalu, belajar agama itu bukan dengan mata hati semata. Belajar agama itu dengan mempelajari Al Qur’an dan hadits sesuai dengan pemahaman yang benar. Ilmu yang benar sesuai Al Qur’an dan hadits akan sejalan dengan hati yang bersih.

  • pengikut Isa

    “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa Al-Masih, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu ( Nasrani ) di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu . . . .” (Qs 3:55).

  • ririara

    Alhamdulillah islam adalah agamaku. Terima kasih pak ustadz & ustadzah atas penjelasannya, Mudah2an islam selalu terjaga kebenarannya dgn ilmu dan manfaat yang diamalkan oleh orang2 yg sholeh dan bertakwa seperti kalian. Y Allah mudahkanlah jalan dakwah mereka dan berilah mereka tempat yg mulia disisiMu. Amiin.

  • Anonymous

    Assalammualaikum,
    bagaimana dengan menyanyikan lagu Hari Natal ??
    Adakah ia akan menjerumuskan akidah ??
    Minta dijeaskan. Terima kasih.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Anonymous
      Wa’alaikumussalam, itu lebih parah lagi. Karena menyanyikan musik itu hukumnya haram, lebih lagi jika musik Natal.

  • http://dimasfy.com dimasfy

    adakah memakan makanan natal yg diantar kerumah kita termasuk merayakannya?

    natal sendiri adalah memperingati krlahiran yesus, jika kita merayakannya berarti kita juga merayakan kelahiran yesus,
    adakah drngan merayakannya kita menghormati yesus, kita menganggap bahwa yesus ada dan secara tidak langsung kita tidak meng-ESA kan allah? dan terjerumus dalam kesyirikan? kesyirikan dapat mengeluarkan orang tsb dr islam

    terimakasih jika berkenan menjawab

  • Pingback: Artikel di muslim.or.id « Abdul Rahman Saleh

  • MUHAMMAD

    assalamualaikum ustadz …….saya mau bertanya benarkah menyanyikan lagu di iringi musik itu hukum nya haram……terus bagaimana dengan lagu2 haddad alwi …..dan sekarang saya sering lihat televisi banyak penceramah islam selalu hadir dalam acara musik band….sebelumnya saya ucapkan trima kasih

  • Ade Inarwanty

    Assalamualaikum,
    Saya tinggal dieropa dan memiliki suami yang mempunyai keluarga non muslim. Dieropa natal atau chrismas dirayakan tidak seperti di indonesia seperti ke greja. Disini hanya kumpul keluarga dan memberikan hadiah atau menukar kado,seperti sebuah tradisi atau budaya. Apakah haram yang saya lakukan? Tapi dalam niat saya dan suami tidak merayakan hanya menunjukan rasa hormat kepada mertua.
    “Sesungguhnya Allah SWT maha mengetahui”

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Ade Inarwaty
      Wa’alaikumussalam, hukumnya terlarang menghadiri acara natal. Allah tentu lebih kita takuti daripada mertua. Bahkan andaikan yang non-muslim adalah orang tua kandung anda, tetap tidak boleh menghadiri acara natal atau mengucapkan selamat.

      Andaikan anda dijemput Malaikat maut ketika anda sedang menghadiri acara natal, anda akan dikumpulkan bersama mereka. Silakan simak: http://muslim.or.id/aqidah/menghadiri-undangan-natal.html

  • bumi032

    kalau diminta membantu membungkuskan parcel buat pelanggan yang merayakan natal oleh perusahaan bagaimana ??? bolehkah ?

  • Pingback: Haram Hukumnya Mengucapkan Selamat “NATAL” - Daulah Islam

  • Difan

    Assalamu’alaykum…

    Saya ingin bertanya, bagaimana jika seorang pedagang berjualan pas di malam natal dan tahun baru (profesi sehari-harinya memang berdagang), tentu pas di momen-momen tersebut penjualan meningkat di banding hari-hari biasa). Pertanyaan saya, apakah boleh pedagang itu menikmati hasil keuntungan dari penjualan tersebut?

    Terima kasih sebelumnya.

  • wirdawati tjahjadi

    Ass. Saya mau bertanya. Kebetulan almarhum ayah saya beragama kristen. Dan dimakamkan dengan cara yang diajarkan di agamanya. Bilamana saya sebagaimana anaknya menghadiri acara dari kremasi di rumah duka hingga pemakaman. Apa itu juga akan dikatakan haram? Mohon penjelasannya. Terimakasih

  • Pingback: Bagaimana Seorang Muslim Menyikapi Natal? | Amar Ma'ruf

  • Pingback: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal | Rayhan Fasya Firdausi New Post

  • Fak Jews

    INTINYA HARAM

    • robert stefan

      “Idz qaalallahu yaa ‘Iisaa innii mutawaffiika warafiuka ilayya wa muthahiruka minalladzii nakafaruu wa jaa’ilul ladzii nattaba ‘uuka fauqalladzii nakafaruu ilaa yaumil qiyaamah…”
      “(Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat” Qs. Ali Imran 3:55

      • rena

        MENGIKUTI bukan MENYEMBAH

        • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

          iya, mengikuti pun dilarang, apalagi kalau sampai ikut menyembah itu sudah keluar dari Islam

  • sam

    sekalian aja orang muslim jgn bekerja diperusahaan orang kafir dan sebaliknya

    • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

      Rasulullah shallallahu’alaihi Wasallam bermuamalah dengan orang kafir dalam bentuk jual-beli, sewa-menyewa, perjanjian-perjanjian dan aktifitas yang hukumnya mubah

  • gunawan

    apakah boleh jika org muslim bekerja atau mencari makan ditempat orang kafir ???

    • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

      bermuamalah urusan duniawi dengan orang kafir hukum asalnya boleh.

  • gamma

    kalo kita sebagai umat muslim menjaga perayaan natal umat nasrani bertujuan agar tertib dan tidak terjadi keributan, dan bukan bertujuan untuk ikut merayakan, itu boleh tidak?

    • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

      Tidak boleh karena itu menunjukkan wala’ (loyalitas) terhadap orang kafir, kecuali anda polisi yang memang ditugaskan oleh pemerintah

  • go vegez

    Membuat spanduk dan di pajang di publik yg menyatakan ” Umat Islam haram mengucapkan selamat Natal ” di benarkan ngak itu ?

    • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

      Tidak masalah karena itu menjelaskan aturan Islam, selama tidak membuat kericuhan di tengah masyarakat

  • Pingback: Bolehkah Menerima Kue dan Hadiah Natal? | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

  • Pingback: Daya Rusaknya Manhaj Bunglon Dzulqarnain Dkk Bersama Hajuriyun | Welcome to Mutalawwin's Blog

@muslimindo