Risalah untuk Mengokohkan Ukhuwah dan Ishlah (1)


Terkejut, prihatin, dan rasa kasihan bercampur menjadi satu. Ketika mencari-cari artikel di internet secara kebetulan saya menemukan sebuah artikel dalam sebuah koran tanah air yang pernah muncul beberapa bulan silam (Jawa Pos. Senin 1 Oktober 2007). Artikel itu berjudul Risalah untuk Mengokohkan Ukhuwah dan Ishlah. Risalah ini dikeluarkan oleh sebuah partai ternama yang konon katanya partai dakwah dan sangat menginginkan ishlah (perbaikan) dan kokohnya jalinan ukhuwah (persaudaraan). Begitulah idealisme mereka, sebagaimana terkesan dari judul risalah yang mereka keluarkan di atas. Namun, sayangnya risalah ini justru telah berubah menjadi batu sandungan yang menghambat terjalinnya ukhuwah sesama kaum muslimin yang ingin berpegang teguh dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Marilah kita buktikan bersama…

Di dalam risalah itu telah disebutkan kalimat-kalimat yang kurang bijak sebagai berikut, “Tidak seperti kelompok yang disebut sebagai Wahabi, PKS adalah Partai politik yang beraktifitas di NKRI, yang menjadikan partai sebagai sarana/wasilah untuk berdakwah dan menyebarkan yang ma’ruf dengan tetap menghormati perbedaan furuiyah, mengedepankan ukhuwwah dan memahami bahwa ikhtilaf ijtihad bisa menjadi rahmat. Karenanya melakukan tabdi’ (membid’ahkan) dan takfir (mengkafirkan) para ulama apalagi para Wali songo yang sangat berjasa itu bukanlah Manhaj PKS yang menganut Ahlus Sunnah wal Jamaah. Karenanya PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barzanji yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlus Sunnah wal Jamaah. Jadi foto kopi surat edaran yang mengatas namakan DPP tanpa ada yang menanda tanganinya dan menggunakan kop yang berbeda itu adalah palsu dan merupakan fitnah terhadap PKS. Maka tidak aneh bila kader PKS seperti DR Nur Mahmudi Ismail yang juga adalah walikota Depok, menyelenggarakan peringatan Maulid dengan penceramah K.H. Zainuddin MZ dan Habieb Rizieq Shihab.” (Risalah untuk Mengokohkan Ukhuwah dan Ishlah).

Sebelum lebih dalam menanggapi isi risalah ini, maka izinkanlah kami untuk terlebih dulu memaparkan hakikat persaudaraan dan ishlah yang menjadi tujuan disebarkannya risalah tersebut dan juga menjadi tujuan ditulisnya artikel ini, semoga Allah memberikan taufik kepada kita kepada kebenaran dan keistiqamahan di atasnya.

Hakikat Persaudaraan

Allah Yang Maha Bijaksana berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu…” (QS. Al Hujurat: 10)

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Maka orang-orang mukmin adalah bersaudara dalam agama dan akidah. Meskipun garis keturunan, negeri-negeri, dan masa hidup mereka saling berjauhan…” (Al Irsyad ila Sahih Al I’tiqad, hal. 349). Syaikh Abdullah bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Maka saudaramu seakidah itulah saudaramu yang sejati. Dan musuhmu yang sebenarnya adalah musuhmu dalam hal akidah…” (Hushulul Ma’mul, hal. 37).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

{ لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا }

“Janganlah kalian saling membenci. Janganlah kalian mendengki. Dan janganlah kalian saling membelakangi (memboikot). Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah sebagai orang-orang yang bersaudara..” (HR. Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Di dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

{ انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ }

“Tolonglah saudaramu yang zalim atau yang dizalimi.” Maka para sahabat berkata, “Orang yang terzalimi jelas kami tolong, lalu bagaimanakah cara menolong orang tersebut kalau dia yang melakukan kezaliman?” Beliau pun mengatakan, “Yaitu dengan cara mencegahnya dari perbuatan zalim itu.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Dalil-dalil di atas dengan jelas menggambarkan kepada kita bahwa persaudaraan yang hakiki adalah persaudaraan di atas keimanan. Persaudaraan yang dibangun di atas kecintaan dan kebencian karena Allah, karena itulah simpul iman yang paling kuat sebagaimana telah diungkapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan Allah ta’ala meniadakan keimanan pada diri orang-orang yang masih menyimpan rasa sayang dan kecintaan yang dalam kepada siapa saja yang secara terang-terangan menentang Allah dan Rasul-Nya. Allah ta’ala berfirman,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

“Tidak akan kamu temukan sebuah kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir namun berkasih sayang kepada orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun mereka itu adalah ayah-ayah mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, ataupun sanak kerabat mereka…” (QS. Al Mujadilah: 22)

Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Maka tidaklah seorang hamba menjadi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir secara hakiki kecuali dia pasti menunaikan konsekuensi keimanan dan tuntutan-tuntutannya. Di antara konsekuensi itu adalah mencintai dan membela orang-orang yang menegakkan keimanan serta membenci dan memusuhi orang-orang yang tidak menegakkan nilai-nilai keimanan meskipun orang itu adalah orang terdekat dengannya.” (Taisir Al Karim Ar Rahman, hal. 848).

Inilah akidah al wala’ wal bara’ yang menjadi salah satu pilar utama tegaknya agama Islam. Sehingga ada di antara manusia yang harus kita berikan kecintaan dan loyalitas secara penuh. Mereka itu adalah orang-orang mukmin yang terpilih seperti para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin. Dan ada pula yang harus kita benci dan kita kibarkan bendera permusuhan. Mereka itu adalah orang-orang kafir, musyrik, murtad, mulhid (atheis, menyimpang dari prinsip Islam, dsb.) dengan segala macam aliran mereka. Dan ada juga yang dari satu sisi mendapatkan kecintaan dan loyalitas, namun dari sisi yang lain mereka juga berhak untuk mendapatkan kebencian dan permusuhan. Mereka inilah yang disebut dengan ‘ushatul mukminin (orang-orang beriman yang terjerumus dalam kemaksiatan). Mereka dicintai sesuai kadar keimanannya dan mereka dibenci sesuai kadar kemaksiatan yang telah mereka lakukan (lihat Al Irsyad ila Sahih Al I’tiqad, hal. 359-360).

Sehingga dalam konteks ini -yaitu sikap kepada orang Islam yang berbuat salah- kita tidak mengenal istilah tasamuh atau toleransi dalam artian membiarkan sebagian umat Islam yang melakukan maksiat tanpa ada upaya untuk melarang atau membendung kemungkaran yang mereka lakukan. Dan perlu kiranya kita ingat bahwa kandungan istilah maksiat lebih luas daripada dosa-dosa yang biasa dikenal masyarakat seperti berzina, mencuri, minum khamr, dsb. Sebab dalam al-Qur’an dan as-Sunnah kata maksiat digunakan untuk mewakili segala macam penentangan kepada Allah atau Rasul-Nya. Sehingga maksiat itu meliputi segala macam dosa, termasuk di antaranya adalah perbuatan bid’ah. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang berpuasa pada hari yang diragukan (sudah masuk bulan Ramadhan atau belum) maka sesungguhnya dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari secara mu’allaq dan disambungkan sanadnya oleh Abu Dawud serta dinyatakan hasan oleh penulis buku Shifat Shaum Nabi hal. 28 karena banyaknya jalan periwayatan dan hadits-hadits penguatnya).

Oleh sebab itulah, wahai pembaca yang budiman… adalah sebuah pengkhianatan atas ukhuwah islamiyah apabila ada seorang muslim yang mengetahui saudaranya berada di atas kemungkaran dan dia barang sedikitpun tidak tergerak untuk berupaya menasihatinya. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya, dst… (HR. Muslim). Beliau juga bersabda, “Tolonglah saudaramu yang zalim atau yang dizalimi.” Maka para sahabat berkata, “Orang yang terzalimi jelas kami tolong, lalu bagaimanakah cara menolong orang tersebut kalau dia yang melakukan kezaliman?” Beliau pun mengatakan, “Yaitu dengan cara mencegahnya dari perbuatan zalim itu.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Inilah hak-hak ukhuwah imaniyah yang akan mempererat ikatan ukhuwah dan mewujudkan ishlah yang hakiki. Bahkan para sahabat radhiyallahu ‘anhu pun berjanji setia kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu menasihati setiap muslim. Sebagaimana yang dikatakan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu, “Aku berbai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk senantiasa mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan bersikap nasihat (mencintai kebaikan) kepada setiap muslim.” (Muttafaq ‘alaih)

Karena sikap nasihat dan menyukai kebaikan bagi saudaranya semacam inilah para ulama yang terdahulu (as-sabiqun) dari kalangan sahabat dan tabi’in memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bakar ibnu ‘Ayasy tentang Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, “Tidaklah Abu Bakar melebihi para sahabat yang lain gara-gara banyaknya mengerjakan puasa atau shalat. Akan tetapi karena sesuatu yang bersemayam di dalam hatinya.” Dan yang ada di dalam hati beliau adalah “Kecintaan untuk Allah dan keinginan menasihati sesama makhluk.” (Faedah ini kami dapatkan dari ceramah Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah yang terdapat dalam CD kajian Untaian Nasihat dari Kitab Arba’in An Nawawiyah, penerbit Pustaka Muslim). Dan bukankah kita ingat bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama kali mengobarkan peperangan kepada kaum yang sepakat untuk tidak mau membayar zakat, padahal mereka mengucapkan syahadat? Apakah akan kita katakan bahwa manusia terbaik sesudah para nabi ini telah mencabik-cabik ukhuwah dan memorak-porandakan bangunan Islam? Dan bukankah kita juga masih ingat bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memboikot (mendiamkan) Ka’ab bin Malik bersama dua orang temannya gara-gara tidak ikut perang Tabuk tanpa alasan? Apakah akan kita katakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencerai-beraikan jalinan ukhuwah dan menghambat upaya ishlah?

Oleh sebab itulah, wahai pembaca yang budiman… tatkala para ulama kita menuliskan berbagai kitab dan risalah untuk membantah ahli bid’ah dan membongkar kesesatan dan penyimpangan mereka bukanlah itu artinya mereka sedang mengobral aib tanpa hak dan merusak ukhuwah islamiyah apalagi menodai kehormatan orang-orang yang berjasa kepada kaum muslimin. Dikisahkan oleh Abu Turab An Nakhasyabi bahwa pada suatu saat dia mendengar Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sedang membicarakan kritikan atas sebagian periwayat hadits. Maka dia berkata kepada beliau, “Apakah anda hendak menggunjing para ulama?!” Maka Imam Ahmad menjawab, “Celaka kamu! Ini adalah nasihat, bukan gunjingan.” (Al Ba’its Al Hatsits, hal. 228).

Bukankah kalau ada seorang oknum polisi yang membiarkan seorang pencuri melakukan aksi pencurian di hadapannya dan mengatakan, “Jangan kalian sebut dia maling, biarkan saja. Dia ‘kan saudara kita!” maka tentunya akan kita katakan bahwa orang ini akalnya kurang waras atau bahkan pengkhianat. Lalu bagaimana kita bisa diam terhadap para penyeru kebid’ahan dan penebar pemikiran sesat yang telah ditokohkan oleh sebagian umat Islam, padahal kesesatan mereka telah meracuni hati dan pikiran masyarakat sampai-sampai kebenaran dianggap sebagai kebatilan dan kebatilan justru dianggap benar? Wahai orang-orang yang beriman, manakah yang lebih kalian sukai harta kalian hilang ataukah akidah dan Sunnah Nabi kalian yang hilang?

Hakikat Ishlah

Makna ishlah dapat kita tinjau dari dua sisi. Ishlah dengan makna perbaikan secara umum yaitu dengan melakukan ketaatan apapun bentuknya. Atau ishlah dengan makna mendamaikan antara dua golongan yang sedang terlibat permusuhan atau persengketaan. Kedua makna ini bisa kita temukan dalam ayat dan hadits berikut ini.

Di dalam sebuah ayat Allah ta’ala berfirman,

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka (orang-orang munafik): ‘Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi’. Maka mereka justru mengatakan: ‘Sesungguhnya kami ini adalah orang yang berbuat perbaikan/ishlah.’ Ketahuilah sesungguhnya mereka itulah perusak, akan tetapi mereka tidak menyadari.” (QS. al-Baqarah: 11-12)

Syaikh As Sa’di rahimahullah berkata, “Artinya apabila orang-orang munafik itu dilarang melakukan perusakan di atas muka bumi yaitu perbuatan kufur dan maksiat, dan salah satu bentuknya ialah dengan membongkar rahasia-rahasia kaum muslimin di hadapan musuh-musuh mereka serta membela orang-orang kafir. Niscaya mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami ini adalah orang-orang yang melakukan perbaikan.” Sehingga mereka telah menghimpun antara perbuatan merusak di muka bumi dengan perbuatan menampakkan diri seolah-olah mereka bukan orang yang melakukan perusakan bahkan berani mengklaim apa yang mereka perbuat sebagai perbaikan. Mereka telah memutarbalikkan fakta. Dan mereka juga menggabungkan antara perbuatan batil dengan keyakinan bahwasanya hal itu adalah kebenaran. Ini adalah sebesar-besarnya tindak kejahatan yang lebih mengerikan daripada tindakan orang yang berbuat maksiat sementara hatinya masih meyakini bahwa apa yang dilakukannya memang perbuatan maksiat, sebab kejahatan yang ini lebih mudah untuk meraih keselamatan dan lebih besar harapannya untuk kembali taat.” Beliau juga mengatakan, “Sesungguhnya ishlah/upaya perbaikan di muka bumi yang dapat anda lakukan adalah dengan cara taat kepada Allah dan beriman kepada-Nya. Oleh sebab itulah Allah menciptakan semua makhluk dan menempatkan mereka untuk tinggal di bumi dan Allah pun telah melimpahkan rezeki untuk mereka. Itu semua Allah lakukan agar mereka menggunakannya dalam rangka taat kepada-Nya dan beribadah kepada-Nya. Karena itulah, apabila ada seseorang yang justru berbuat sesuatu yang bertentangan dengan tujuan ini maka sesungguhnya hal itu merupakan suatu bentuk upaya untuk melakukan perusakan di atasnya serta menyebabkan keruntuhan tatanannya hingga menyeleweng dari hikmah penciptaannya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 43).

Adapun di dalam hadits ialah seperti dalam hadits berikut ini yang berbicara tentang persoalan muamalah. Dari Amr bin ‘Auf Al Muzani radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Perdamaian antara kaum muslimin adalah diperbolehkan kecuali perdamaian yang berakibat mengharamkan sesuatu yang halal atau menghalalkan sesuatu yang haram…” (HR. Ahlu Sunan kecuali An Nasa’i, disahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ 3862. Lihat Bahjatu Qulub Al Abrar, hal. 121). Oleh sebab itu Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Apabila suatu perdamaian mengandung unsur pengharaman sesuatu yang dihalalkan atau penghalalan sesuatu yang diharamkan maka hukumnya tidak sah berdasarkan ketegasan teks hadits ini…” (Bahjatu Qulub Al Abrar, hal. 122).

Ini menunjukkan kepada kita bahwa ishlah bukanlah demi mencari kepuasan kelompok atau demi menjaga nama baik golongan di mata orang. Akan tetapi ishlah ditegakkan di atas kebenaran. Ishlah yang paling agung adalah dengan menyatukan manusia di atas kalimat tauhid dan memerdekakan mereka dari penghambaan kepada sesembahan selain-Nya. Termasuk dalam ishlah yang sangat agung adalah mengajak umat Islam dari kelompok manapun untuk tunduk kepada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melepaskan diri dari berbagai tradisi dan keyakinan bid’ah yang menodai kesucian syari’at Islam. Dan lebih luas lagi adalah melakukan perbaikan di atas muka bumi ini dengan melakukan berbagai bentuk ketaatan. Dan di antara bentuk ketaatan itu adalah mendamaikan sesama muslim yang bersengketa. Tentunya dengan cara yang benar dan memperhatikan norma-norma syari’at.

Betapa Banyak Orang yang Menginginkan Kebaikan Tapi Tidak Mendapatkannya

Itulah kesan yang muncul di benak saya ketika ingin lebih dalam menanggapi risalah dengan judul yang sangat bagus ini. Apalagi mereka ini dikenal sebagai kelompok orang-orang yang sangat giat menggerakkan dakwah dan begitu bersemangat untuk membela Islam. Namun sayang seribu sayang. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Itulah kata pepatah. Kalau saya boleh meminjam istilah mereka, maka risalah yang mereka keluarkan itu pun boleh jadi termasuk kategori ‘informasi yang tidak bertanggung jawab’ dan telah ‘mengganggu iklim ukhuwah yang sedang dijalin…’

Bagaimana tidak? Di dalam risalah ini para pembaca bisa menyaksikan dengan terang bagaimana sebuah kelompok berupaya menjaga ‘citra bersih’ dakwah mereka dengan cara mendiskreditkan atau menjatuhkan nama baik sesama kaum muslimin selain mereka yang disebut sebagai ‘Wahabi’. Marilah kita saksikan kembali penuturan mereka, “Tidak seperti kelompok yang disebut sebagai Wahabi, PKS adalah Partai politik yang beraktifitas di NKRI, yang menjadikan partai sebagai sarana/wasilah untuk berdakwah dan menyebarkan yang ma’ruf dengan tetap menghormati perbedaan furuiyah, mengedepankan ukhuwwah dan memahami bahwa ikhtilaf ijtihad bisa menjadi rahmat. Karenanya melakukan tabdi’ (membid’ahkan) dan takfir (mengkafirkan) para ulama apalagi para Wali songo yang sangat berjasa itu bukanlah Manhaj PKS yang menganut Ahlus Sunnah wal Jamaah. Karenanya PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barzanji yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlus Sunnah wal Jamaah. Jadi foto kopi surat edaran yang mengatas namakan DPP tanpa ada yang menanda tanganinya dan menggunakan kop yang berbeda itu adalah palsu dan merupakan fitnah terhadap PKS. Maka tidak aneh bila kader PKS seperti DR Nur Mahmudi Ismail yang juga adalah walikota Depok, menyelenggarakan peringatan Maulid dengan penceramah K.H. Zainuddin MZ dan Habieb Rizieq Shihab.” (Risalah untuk Mengokohkan Ukhuwah dan Ishlah). Maha Suci Allah, sungguh ini adalah kedustaan dan fitnah yang sangat besar! Di dalamnya terjalin berbagai kedustaan. Kedustaan atas nama Wahabi, kedustaan atas nama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan kedustaan dengan mengatas namakan dakwah, ukhuwah, dan ishlah

Oleh sebab itu pada kesempatan yang sangat berharga ini kami ingin menukilkan pengakuan yang tulus dari sebuah kelompok dakwah, “PKS menyadari sepenuhnya bahwa dirinya, seperti juga organisasi yang lain, bukanlah kelompok yang ma’shum, ia hanyalah sekumpulan manusia yang bisa melakukan kesalahan…” Mereka juga mengatakan sebuah ucapan yang sangat indah, “PKS tetap berkomitmen untuk mendengar serta menerima nasihat, agar terjadi ishlah, agar ukhuwwah islamiyah dapat terjaga.” (Risalah untuk Mengokohkan Ukhuwah dan Ishlah). Semoga orang-orang yang mengucapkannya mendapatkan taufik dari Allah untuk konsisten dengannya.

Berpijak dari kesadaran ini, maka perkenankanlah kami memberikan nasihat dan tanggapan untuk mereka, karena kami menyukai kebenaran dan kebaikan ada pada mereka sebagaimana kami menyukainya ada pada diri kami, wallahul musta’an. In uridu illal ishlaha mastatho’tu wa ma taufiqi illa billah ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unibu.

-bersambung insya Allah-

***
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id

  • Abu risa

    Sepengetahuan ana,dakwah PKS hanya memberi semangat ummat utk beribadah,sementara mereka tdk prnh berani membahas bagaimana TATA CARA ibadah yg HAQ (misalnya:sholat,dzikir,dsb).Ini meng-indasikan bhwa 7an meraka hnya mencari massa sebanyak2nya,tnpa ada maksud penyatuan ke manhaj yg satu.Jazakallah…

  • abdulah

    Ya Allah berikanlah saya petunjukMu dan berikanlah ilmu yang bermanfaat, serta berikanlah petunjuk dan ilmu kepada orang yang mengikuti jalan rasulMu. Berikanlah hidayahMu sehingga dapat membedakan mana yang haq dan yang bathil. Amiin

    Saya setuju dengan artikel diatas (muslim.or.id), namun saya belum membaca secara lengkap dalam koran Jawa Pos Senin 1 Oktober 2007(http://www.pksjogja.or.id/risalah-untuk-mengokohkan-ukhuwah-dan-ishlah/).

  • Feah

    wahai saudaraku seiman ! kenapa masih saja suka menghantam dan menyerang sesama muslim? sadar gak sih, kalo skrg antek-antek yahudi, amreika sedang memenggal leher kita? kenapa masih mau main kritik aj ke mereka?akhy al-karim…. sekarang waktunya kita BERSATU PADU, bukan waktunya kita berbdebat maslah manhaj, cara berdakwah…yang kudu kita pikirkan sekarang adalah mari kita bersatu…. antum dah hafal ayatnya QS 49: 10, al-Imran ayat 103…. apalagi? apakah hanya berdebat aja yang di ajarkan islam? ayolah akhy…sadarlah …. sekarang yang kita harus pikirkan bersama bagaimana kita sebagai orang muslim ini bisa menguasai dunia seutuhnya.n bagaimana kita bisa menghancurkan kaum kafir amerika dan yahudi yang nyata- adalah musuh kita. yang sedang memerangi sodara2 kita dipalestina. afganistan dll. tegakah antum melihat kondisi merek? sedangkan antum hanya tau meyerang dan suka mendebat sesama muslim? dimana leher antum,,,ketika melihat anak2 kecil yang ditembak mati oleh mereka musuh Allah? dimana perasaan antum ketika mereke mengahndcurkan sistem ekonomi kita? dimana mata antum ketika melihat kita dijajah secara dingin,,,, generasi muda kita diserang dengan perang pemikiran,,,, akhy al-karimmm mari kita bersatu… blom saatnya kita saling berdebat… menyalahkan gerakan dakwah lain….. akhy ,,,, ana yakin antum levbih faham akan hal ini…. seorang muslim adalh saudara oarang muslim yang lain….kita adalah umat terbaik….. Astagfirullah…. allahumma tsabbit qulubana ‘ala tho’athik….. amiin…akhukum fillah….

  • http://www.mediujogja.com agus

    “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (An-Nuur:55)

    Itulah janji Allah, dan Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.

    Lalu kenapa kaum muslimin sekarang tertindas?

    Tiada lain adalah karena kaum muslimin tidak mencukupi syarat2 untuk dipenuhinya janji tersebut. Syaratnya adalah beriman dengan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun dan beramal shalih sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya. sebagaimana yang dapat dipahamai dari ayat di atas.
    Bukankah khilafah islamiyah semakin melemah kekuasaannya saat bid’ah dan khurafat semakin merajalela di tengah2 kaum muslimin?

    Tidak diragukan lagi, bahwa persatuan kaum muslimin adalah mutlak diperlukan. Akan tetapi persatuan yang dikehendaki oleh Allah adalah bersatunya hati kaum muslimin pada tali Allah (QS 3:103), dan bukan sekedar bersatunya badan tetapi dengan memegang talinya masing-masing yang bukan tali Allah.
    Tali Allah adalah agama dan syari’atnya yang Allah turunkan dan jelaskan melalui lisan rasul-Nya, bukan syariat buatan yang diada-adakan orang dan diberi label islam.

    Saya rasa artikel ini bukan bermaksud untuk menyerang atau memojokkan kelompok tertentu, akan tetapi lebih kepada meluruskan kesalahan yang telah dilakukan oleh saudaranya, agar tidak ada orang lain yang terjerumus pada kesalahan yang sama.
    Bukankah seorang muslim itu adalah cermin bagi saudaranya. Cermin yang baik bukanlah yang menyembunyikan noda yang ada pada wajah saudaranya. akan tetapi dia harus menunjukkan bahwa diwajah saudaranya itu ada noda sehingga dia dapat membersihkannya.

    wa billaahitaufiiq

  • fairuz

    Ana setuju dengan akh feah.Marilah sama sama kita bersatu padu dan jangan sampai orang yang agama lain mengetawakan kita.Ittihadul quwwah itu juga penting.Allahu akbar!

  • abu yahya

    Saudara Feah, seharusnya koment antum itu terlebih dahulu antum tujukan kepada pengurus PKS yang tega mengkambinghitamkan wahabi hanya karena mereka tidak ingin disebut wahabi. Adapun tulisan di atas hanya sebagai tanggapan atas risalah PKS. Kalau antum bisa menulis jangan suka menyalahkan gerakan dakwah lain maka ana bertanya tidakkah risalah dari PKS tersebut telah menyalahkan gerakan dakwah lain? Bahkan risalah yang mengkambinghitamkan wahabi tersebut dimuat di website resmi PKS?
    Sekarang siapa yang suka menyalahkan????

    allahu a’lam

  • Abu Falih

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
    akhi Feah yang semoga dirahmati Allah, semoga Allah membalas kebaikan dan niat anda untuk menyatukan umat Islam ini. pernyataan anda tidaklah salah, ana setuju dengan pernyataan anda, kita harus segera bersatu padu. dan pengurs web ini ana melihat tidaklah ingin memecah belah umat Islam, malah sebaliknya ingin menyatukan umat Islam ini, Masya Allah mereka (saudara2 kita pengurus web ini berusaha meluruskan kekeliruan saudara2 kita lainnya seharusnya kita berterima kasih kepada pengurus web ini). Namun dari pernyataan anda ana mau bertanya, bagaimana persatuan yang di inginkan Allah Ta’ala? persatuan seperti apa yang di inginkan dalam Agama Islam? silahkan Anda merujuk dan perhatikan Tafsir Al Qur’an yang anda bawakan. Maka jelaslah bahwasannya Allah Ta’ala menginginkan agar kita semua bersatu di atas Aqidah yang benar, di atas Manhaj yang benar (Cara kita beragama sesuai Alqur’an dan Assunah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wassallam serta dengan pemahaman para shahabat), bukan bersatu mengajak kepada kelompoknya, kepada dirinya, kepada golongan atau kepada Mahdzab dan kepada lainnya, kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari keburukan seperti ini. Ya akhi (wahai saudaraku) Umat islam skrg ini belum mengerti hakikat Agamanya, bahwasannya Hakikat Agama islam ini ialah kita benar2 Mentauhidkan (mengesakan) Allah Ta’ala.Bagaimana kita dapat bersatu kalau keadaannya seperti ini, banyak kesyirikan, penyimpangan dan lain-lain, padahal agama ini telah sempurna (tidaklah boleh kita menambah-nambah ataupun menguranginya)? Ya akhi (wahai saudaraku) baarakallahu fiikum, perhatikanlah diri kita dahulu sebelum melihat orang lain, keadaan saudara2 kita di palestina atau lainnya merekalah yang lebih mengetahuinya apakah mereka mentauhidkan Allah atau malah mendurhakai-Nya. Ya akhi (wahai saudaraku) bila kita menginginkan persatuan umat ini, Pelajarilah Ilmu Agama Islam ini dengan benar, bersemangatlah, serta mengamalkannya dan mendakwahkan kepada diri sendiri, keluarga dan Masyarakat sesuai dengan kemampuan kita. tidak lupa kita berusaha menolong saudara2 kita, tentunya iringi usaha kita dengan do’a karena do’a merupakan senjata seorang muslim, akhi kita juga merasakan apa yang saudara2 kita rasakan. Maka apabila umat islam telah melaksanakan apa yang diinginkan Allah dan mengerti hakikat agama yang kita pegang, Umat Islam tidak akan mudah di obrak-abrik aqidahnya oleh siapapun, dan tidak mudah di tipu dengan pemikiran musuh2 kita, Allah Ta’ala akan memenuhi janji-Nya memberikan kemenangan untuk menguasai dunia dan Allah Ta’ala tidak pernah mengingkari janji-Nya. Semoga Allah memberi Taufik kepada kita semua. aamiin. Wallahu ‘alam bisshowab
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

  • Feah

    Akhi fillah (Abu Yahya & Abu Falih)…..Terus terang ana tidak begitu suka ketika kita berbicara dalam tataran agama bahkan saling menyalahkan padahal kita adalah ada dalam satu risalah. akhi…. sebenarnya siapa yang ashobiyah? antum atau PKS? ana bukan orang dari PKS…. dan Ana bukan orang dari kelompok antum ini. walaupun ana baru mempelajari islam, setahu ana yang Allah Ridhoi adalah orang2 yang bertaqwa kepadanya. BUkan PKS atau BUKAN SALAFy, WAhdah, WAhaby, HTI, JT dll. okelah….. ana sempat mengikuti perkembangan dakwah PKS…mereka mengeluarkan TULISAn itu setahu ana karena mereka difitnah, selebaran2 fitnah itu bahkan sempat ana baca. dan wajar kalau mereka membela diri. dan kewajiban kita mendukung itu. siapa yang bilang mereka wahabi? antum sudah cek mereka wahabi? Fatabayyanu …..konfirmasi dulu. dalam ayat khan begitu….. ana hanya bermaksud ingin agar antum yang dalam hal ini lebih faham agama… sudah saatnya kita tidak saling berbeda pendapat lagi….tunggu…blom saatnya… sekarang yang harus kita fikirkan bagaimana menyebarkan dakwah islam ini kepada mereka yang blom mengerti islam. supaya kekuatan islam muncul kedepan. sadar gak antum ya akhi fillah…kalo mereka amerika dan yahudi sedang membuat strategi untuk menyerang bahkan membunuh kita? daripada waktu hanya habis untuk berdebat masalah-masalah furuiyah…. lebih baik yang asholiyah kita jaga. bukankah dalam islam ukhuwah termasuk asholiyah? bukan furu’iyah…. maka ma la yatimmu al-wajib illa biha fahuwa wajib….. maka tidak akan sempurna keislaman kita kalo kita tidak menjaga ukhuwah itu…. jangan saling menyalahkan dalam hal furu’iyah…..

    ana sangat setuju dengan mereka orang2 PKS…. biarkanlah mereka berdakwah dengan cara mereka. mereka juga tidak asal ambil hukum ketika berbicra masalah syari’ah. karena didalam mereka sendiri ada dewan syariahnya. ada manhajnya. yang semuanya berasal dari Al-qur’an dan As-sunnah. mereka punya masyaikh….harusnya antum berterima kasih kepada PKS…. yang dengan dakwah politiknya sebagian UU dan peraturan daerah banyak yang diubah kearah yang lurus. mereka berusaha mendakwahkan ajaran islam kepada orang23 yang awwam. mereka jelas berkontribusi dalam proyek amal islami. walaupun mereka harus menonjolkan ke PKS san meraka itu. wajarlah akhi…. namanya juga partai islam….kalo gak dikenal… kita gak bakalan dianggap. dengan mereka juga para koruptor2 di negeri kita ini juga samapai detik ini sudah banyak yang tertangkap….dan semua anggota dewan tahu kalo itu kerjanya orang mrereka. namun sayang media kita tidak samapai hati menulis berita bahwa PKS lah yang mengungkap itu.

    akhi…. ana trus terang bukan orang PKS. ana hanya seorang yang baru kenal islam dan berusaha mengejarnya. kontribusi dakwah PKS sungguh jelas dan sudah diakui oleh masyarakat islam. wajar kalo mereka difitnah mereka membela diri. coba kalo antu diesrang orang antum juga bakalan membela diri? permasalahannya sekarang adalah posisi antu sebagai oarng islam jangan malah menambah keruh jalan dakwah mereka. denagn adanya statmen dari antum….mereka oarng2 kafir yang memusuhi PKS merasa bersyukur denga ulah antum itu. afwan aklo terlalu berat kalimat ana tadi….. ana hanya tidak mau sesama kafilah dakwah saling menghantam…… betapa indahnya jika dalam dunia ini semua kita bersatu dalam berdakwah…. ana punya gambaran sederhana….sekarang kita bagi2 tugas sebagai sesama pengemban dakwah…. orang2 salafy biarlah tugasnya mendidik orang dengan pendekatan aqidah…orang2 tabligh melakukan pendekatan dengan ajakan langsung kembali kemasjid…orang2 PKS dengan dakwah politik dan tarbiyahnya….orang2 NU dengan pendekatan ke NU an Nya begitu pula yang lainnya….nah tentunya saling mendukung satu sama lain….dan biaralah orang2 FPI dengan laskarnya melakukan dakwah langsung dengan memberantas hama dakwah itu dilapangan…. bekerjalah sesuai manhaj yang disepakati…. nah alangkah indahnya jika hal itu kemudian kita lakukan dan sama2 mengajak orang2 yang belum faham islma ini kedalam amsjid yang sama, sehingga islam itu kelihatan kekuatannya. kalau kita terpecah belah tidak saling mendukung……. ana yakin, kita bakalan dijadikan bubur oleh mereka kaum yahudi dan amerik serta antek2nya……

  • Feah

    dan mereka orang2 kafir sampai detik ini sedang memantau kita. bahkan sedang menguasai kita dalam banyak hal….. ekonomi ….sosial…budaya….keamanan…politik..hukum… semuanya mereka kuasai dinegeri ini. nah kalo kita tidak ambil bagian dalam hal ini…. mau jadi apa kita nanti? mau dijajah lagi? sekarang aja kita dijajah dalam hal pemikiran…. sekarang itu yang dituntut dari kita sebagai kafilah dakwah…. dimana posisi kita dalam mengambil bagian jati diri dan kemuliaan islam.? cukuplah akhy…..gak usah kita banyak berdebat masalah ashobiyah…masalah manhaj…. kalo ahmadiyah dah jelas mereka sesat. tapi yang lain? apalgi PKS yang antum sangat benci itu. manhaj mereka juga dari Qur’an da Sunnah. bahkan salah satu syekh antum (syekh Bin Baz) mengatakan bahwa kalo ada diantara ulama-ulama sekarang yang mentho’n ulama-ulama ikhwan al-muslimin maka mereka sesungguhnya adalah sesat.

    ana bisa mengambil kesimpulan begini akhy…. kalo mereka saja para masayikh saling mendukung dalam hal dakwah kenapa kita tidak mampu? mereka orang2 yang sudah faham lebih akan agama ini…. kita? wallahu a’lam.

    kalo syekh tadi bilang siapa sj yang mentho’on ulama ikhwan maka dia sesat berarti barang siapa yang tidak rela ikhwan berdakwah dengan dakwah mreka dalam hal ini PKS maka dia adalah …….. seperti kata syekh kita tadi rahimahullah Bin BAz.

    PKS di indonesia kalo gak salah ana baca dari manhaj mereka adalah implementasi dari jamaah ikhwan al-muslimin dimesir. jadi faham yang mereka pegang adalah faham yang sama kuatnya dengan yang antum pegang.

    ana dalam kapasitas orang luar dari antum berdua (PKS dan Antum) hanya ingin ada kesamaan langkah dalam dakwah supaya umat ini terperdayakan dengan optimal. itu saja.

    ana tidak menyalahkan antum juga tidak membenarkan PKS dengan dakwahnya…. bisa jadi ada diantara dua pemahaman antum pegang ada juga yang salah… karena kita bukan orang yang sempurna..bukan Nabi,

    nah jikalau antum atau PKS ada kesalahan kecil jangan sampai menegur dengan keras diantara sesama. khawatirnya gini kahy…mereka orang2 kafir akan mengerti kalo kita saja tidak saking toleransi dalam berpendapat, mereka bisa saja menyerang pemikiran bahkan membunuh kita…

    Wallahu A’lam.

  • Feah

    terakhira ana mohon maaf ke antu sekalian….. dengan maaf yang sangat dalam. ana terlalu banyak kata kasar…… ana mungkin terlalu emosi karena melihat kondisi kita yang semkin parah.

    terlepas dri koment ana semua ana mohon maaf beribu-ribu kali ke antum semua kahi fillah….

    doakan ana supaya tetap bisa mempelajari islam lebih baik dan diberi petunjuk kearah yang haq oleah Allah.

    Ana mohon Maaf sekali lagi ke antum. akhy… ketika menulis tadi ana sempat merintih dan menetskan air mata.. ana sadar ana masih terlalu dini memahami islam ana terlalu kaku memahami isla. ana terlalu bersemangat menonjolkan islam yang malah hal itu membawa ana kejurang yang begitu dalam.. akhy….maaf sekali lagi….. ana butuh nasihat antum….astagfirullah….

    akhy….. mohon doanya. ana baru kenal islam 3 tahun kemarin. jadi masih agak dangkal memahami problem itu. ana hanya ingin tetap istiqomah dijalan haq ini.

    mohon doakan akhukum yang lemah ini.

    semoga Allah memberkati langkah antum semua.
    wassalam

  • fairuz

    A’kum wr br.

    ihkwani waakhwati fillah,

    Ana ingin mengucapkan rasa bangga kepada antum kerana ada web semacam ini yang mengongsi imu ukhrowi.Walaupun ana baru mengikuti web ini dan web web lain dari indonesia semacam ini,ana sering dan dahagakan ilmu sebegini yang berdalilkan alquran dan hadith sohih.dan juga ada radio sunnah yang sangat ana minati.Islam cemerlang.Ameen!Ana du’akan kalian terus maju didalam menyebarkan agama Islam.Ameen!

    akhukum fil islam

  • abu yahya

    Saudara Feah, kita sama-sama belajar dan kita berdoa agar Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan hidayah kepada kita.

    Sebenarnya telah mencukupi apa yang tertulis dalam artikel di atas yang merupakan tanggapan dari sebuah risalah yang diterbitkan oleh PKS. Oleh karena itu, silakan membaca kembali dengan seksama.

    Akhi Feah, sebagaimana diketahui bahwa di negeri ini istilah wahabi yang diinginkan oleh orang-orang yang memberikan julukan tersebut berkonotasi buruk. Mereka yang memberikan julukan wahabi menisbatkannya kepada dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Padahal dakwah beliau tidaklah buruk sebagimana yang disangka sebagian orang yang memberikan julukan wahabi.

    Nah, sekarang ana bertanya, jika ada yang menuduh kita wahabi apa yang kita lakukan?
    Apakah berusaha menjelaskan bagaimana hakikat dakwah Syaikh rahimahullah dan menjelaskan kesalahpahaman sebagian orang terhadap dakwah beliau ataukah justru membenarkan sangkaan buruk sebagian orang terhadap dakwah Syaikh Ibn Abdul Wahhab? Tentunya kita berusaha menjelaskan kesalahpahaman sebagian orang terhadap dakwah Syaikh rahimahullah.

    Namun dalam kasus ini, PKS yang mendapat tuduhan wahabi malahan membenarkan sangkaan buruk sebagian orang terhadap dakwah Syaikh Muhammad rahimahullah bahkan ikut-ikutan mencela dakwah beliau. Apakah seperti ini akhlaq sebuah sebuah partai yang katanya partai dakwah?

    Bukankah sebagian dari tokoh-tokoh partai tersebut pernah belajar di negeri Saudi tentunya tidak asing bagi mereka siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, bagaimana hakikat dakwah beliau dan karya-karya beliau. Namun kenapa justru sebaliknya?

    Alangkah bijaksana ketika mereka dituduh wahabi mereka justru menjelaskan bagaimana hakikat dakwah Syaikh rahimahullah yang sebenarnya bukannya malah ikut-ikutan mencela dakwah beliau.

    Allahu a’lam

  • Abu Falih

    Assalamu’alaikum

    Akhi Feah

    ana nasehatkan kepada ana dan semuanya ittaqillah,kemudian bersabarlah untuk tetap terus belajar ilmu Agama Islam. semoga Allah mengabulkan do’a anda dan membimbing anda serta kita semua kepada jalan kebenaran, serta istiqomah diatas jalan-Nya. aamiin

    Ana juga minta maaf, semua yg anda komentari sdh ana maafkan.

    Baarakallahu fiik’. Wassalamu’alaikum

  • Feah

    Jazakumllah akhy fillah,.,…… Ana ingin belajar banyak dari antum berdua bahkan seluruh pengasuh web ini. bisakah ana minta no HP atau alamat sekretariat antum?
    ana merasa ini kesempatan ana tuk belajar banyak dari antum……. Barokallah fiykum ya ikhwany fillah..

  • Abu Syakur

    Bismillah,
    Assalamualaikum wr.wb
    Masya Alloh, sebuah diskusi yang membuat ana terharu. Semoga Alloh Ta’ala membukakan pintu-pintu hati saudara-saudara kita. Buat saudara-saudaraku di Muslim.or.id tetaplah istiqomah dan sabar dalam mengemban dakwah ini dan jangan mudah terpancing. Karena dakwah ini begitu berat, butuh ilmu dan amal sholeh hingga masyarakat bisa tahu seperti apa dakwah kita yang hanif ini.
    Wassalamyualaikum

  • Ari Wahyudi

    Bagi siapa saja yang ingin bertemu atau memberikan faidah kepada kami silakan datang ke kantor sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari; wisma MTI Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yk. Utara Fak.Teknik UGM. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk meniti jalan-Nya yang lurus. Kami adalah manusia, sedangkan kebenaran tentu saja lebih berhak untuk diikuti dimanapun kebenaran itu berada. Inyuriidaa ishlaahan yuwaffiqillaahu bainahuma… Insya Allah ana ada di sana, kalau tidak bisa bertemu dengan ikhwah yang lain. Wallahul musta’aan.

  • abror

    salamu’alaikum,, barokallahu fikum ajma’in,,ana seneng bngt adanya jil2 muda dgn pemikiran yg hebat,,tp setidaknya jagalah suluk dalam segala hal,,perbedaan suatu pemikiran manhaj,,itu biasa yang penting bagi kita sekarang tidak saling menuding satu dengan lainya i’lamuu ya ikwani kita adalah ummat nabi muhammad sollallahu alaihi wasallam,,afwan minkum

  • abu muhammad

    @ abror

    “ana seneng bngt adanya jil2 muda dgn pemikiran yg hebat”

    jawab: apa maksudnya dng jil2 muda?,apakah yang anda maksud jil itu jaringan islam liberal?..kalau iya..maka maaf saja,kami bukanlah orang2 jil yang merupakan orang2 yang belajar agama islam kepada musuh2 islam..yang pikirannya telah dirusak oleh kaum kuffar…

  • indra

    assalamualaikum,,, ana ijin copas ya…syukron

  • http://Muslim.or.id Andrie

    Aslm.Ana senang tema bahasanya,karena saya meyakini islam tidak akan prnah bs tegak scr smpurna bila mn cara kita brdakwah kita meninggalkan manhajnya para nabi,seandainyapun bisa tegak itupun hanya smentara, dan prlu kita tau jg,bhwa islam akan kmbali tegak mana kala stiap pribadi2 muslim mau menuntut ilmu islam ini dengan benar,dengan dalil yg syah dan dengan mengikuti pemahaman salaf yg soleh,bukan menurut kata ustadku,kiayiku,murobiku apalagi dengan hawanafsunya!!

  • musafir hayat

    Ana orang yang gak faham agama..yang ana fahami, cara-cara mereka jauh lebih memberikan manfaat dan mashlahat bagi umat..dan tidak hanya duduk-duduk mengaji di majlis dan mengklaim dirinya benar dan yang lain sesat..dan kesesatan itu di neraka..mau kucing hitam ato putih, yg penting bisa nangkep tikus.simple

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #musafir hayat
      Terima kasih atas pengakuan anda yang begitu jujur. Dari pengakuan anda tersebut, kami menasehati anda agar lebih bersemangat untuk duduk-duduk mengaji di majelis agar lebih paham tentang agama kita ini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kami serta anda.

  • abu muhammad naufal zaki

    @ Musafir Hayat
    Dari mana antum tahu bhw cara-cara mereka jauh lebih memberikan manfaat dan mashlahat bagi ummat drpd mereka yg duduk2 di majlis, sedangkan antum mengaku tidak memahami agama. . . kalimat antum seperti yg diibaratkan Alloh (yg artinya) : Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24].” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan (Al Baqoroh : 11) dan juga “Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir’aun (kepada Fir’aun): “Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?.” (Al A’raf : 127)….
    Orang yg tidak faham kebenaran akan mengucapkan seperti yg dijelaskan di atas…dan merendahkan para penuntut ilmu. . . yang mereka itu bertindak dan berkata berdasarkan ilmu, mengerti mana yg mashlahat dan mana yg mudhorot, mana yg utama dan mana yg tidak, mana yg sunnah dan mana yg bid’ah, mana yang syirik dan mana yg tauhid, dst. . . mereka mendahulukan ilmu sebelum beramal dan bukan beramal dahulu kemudian mencari dalil pembenarannya krn setiap tindakan akan dimintakan tanggung jawabnya…
    Jadi menurut antum apa dia itu jahat (kucing hitam) maupun baik (kucing putih) yg penting bis amemberantas kejahatan??? Maka bagaimana bisa seorang pelaku zina akan memberantas zina? dst???. . . sungguh agama ini bukan digambarkan spt di atas. . . yakni mau dia ahli syirik kek mau dia ahli bid’ah kek yg penting melawan musuh-musuh Islam. . . sedangkan para sahabat saja yg tidak mematuhi perintah Nabi di perang Uhud kalah oleh kaum musyrikin apatah lagi dg sebagian besar ummat Islam ini yg berselimut khurofat, tahayul, Bid’ah dna Syirk….
    Maka fahaminlah dahulu agama kita ini shg kita dpt mengetahui mana yg memberikan mashlahat yg lebih besar dan mana yg mudhorotnya lebih besar meski di kacamata orang awwam dia seolah berjasa besar

  • Tommi

    Bagaimana bisa org yg kurang paham agama dengan enaknya mengatakan : “cara-cara mereka jauh lebih memberikan manfaat dan mashlahat bagi umat..dan tidak hanya duduk-duduk mengaji di majlis dan mengklaim dirinya benar dan yang lain sesat..dan kesesatan itu di neraka..mau kucing hitam ato putih, yg penting bisa nangkep tikus.simple”

    Hehehe…pernyataan kawan yg msh awam sama dakwah sunnah. Saya jg banyak menemukan pernyataan2 spt ini di weblog2 asatidz salafi.

    @mas musafir dan kawan2 yg sejenis, saran saya banyak2lah anda belajar lagi bagaimana sunnah Nabi itu dengan pemahaman salafus sholeh dan ulama yg amanah. Jgn perbanyak kumpul2 dengan ashobiyah. Perbanyak lg waktu anda untuk menghadiri majelis2 ilmu yg membahas Qur’an dan sunnah. Semoga Allah Ta’ala menunjuki kita jalan yg lurus. Amin

  • Abdul Hakim

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Setahu ana, kekalahan umat Islam di masa lampau, terutama dalam perang salib (the crusade), dan masa kini, adalah karena umat Islam telah meninggalkan tauhid. Sehingga orang-orang Yahudi dan Nasrani dapat dengan mudah mengalahkan kita umat Islam, yang tidak kokoh lagi akan ketauhidannya.

    Sumber ilmu utama umat Islam adalah Al Quran dan Assunnah telah dipinggirkan seperti buku-buku usang, yang tak perlu dibaca, dan bagaikan bangkai-bangkai yang berserakan. Itulah agaknya yang mengakibatkan umat Islam senantiasa dikalahkan dan dipecundangi oleh musuh-musuhnya.

    Kekokohan Tauhid Rasulullah Salallahualaihi wassalam dan para sahabat adalah cerminan kekuatan dan kebesaran Islam, sehingga seluruh peperangan dapat dimenangkan oleh pihak agama yang amat sangat mulia ini.

    Kekalahan umat Islam di Palestina adalah satu bukti bahwa ketauhidan mereka diragukan, karena mereka bekerja sama dengan pihak musuh (Syiah) untuk memerangi Israel…Padahal, hakikatnya Syiah justru akan melakukan pembusukan terhadap Islam itu sendiri dari dalam. Mereka benci kepada Ahlul sunnah wal jamaah (Sunni). Jadi, bisa ditebak tujuan mereka untuk apa. Bukankah yang mendirikan Syiah adalah Abdullah Bin Saba yang seorang Yahudi?

    Maka, jika umat Islam menginginkan kemenangan terhadap kaum kuffar (Yahudi, Nasrani dll), perkuat dan kokohkan tauhid. Jauhkan diri dari perbuatan bid’ah, khurafat, tahayul, kemusyrikan, kesyirikan dan sejenisnya.

    Kita ini sedang dikepung dari kanan, kiri, depan, belakang, samping, utara, selatan, barat, dan utara. Dan kita kalah. Kita selalu dikalahkan. Cap ekstrimis, fundamentalis, radikal, dan terakhir teroris, selalu kita sandang dan seakan menancap di dada kita. Padahal para pengebom itu (antek2 Yahudi/Nasrani?).

    Kalau kita menginginkan persatuan umat Islam seperti yang diutarakan dan diinginkan FEAH, hanya ada satu jalan: Kembali ke Tauhid, Al Quran dan Sunnah yang benar dan lurus seperti ditempuh Salafush Salih, bukan jalan yang lain, bukan jalan-jalan kebid’ahan, ketahayulan, kesyirikan, dan sejenisnya yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Azzawajalla dan Muhammad Salallahu alaihi wassalam.

    Apakah dengan merayakan Maulud, mempertahankan kuburan Mbak Priok, mengunjungi kuburan-kuburan keramat (contoh makam Gus Dur dan Soeharto)yang kini banyak diziarahi orang hingga ribuan orang bisa disebut bertauhid dan berIslam dengan baik menurut Sunnah? Semoga ana — dan seluruh umat Islam di Indonesia dan seantero dunia — diberikan rahmat dan hidayahNYA. Wallahu alam bisshowab

  • http://smart suwarno

    ASALAMUALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATU ALHAMDULILAH DGN ADANYA WEB SUNNAH .SEDIKIT DEMI SEDIKIT SY DAPAT MEMAHAMI ISLAM YG SESUNGGUH NYA MDH2AN ALLAH MEMBERIKAN KEKUATAN DAN KESABARAN …. KPD seluruh ustd2 nya wa salam

  • http://www.yahoo.com mochrosi

    tirulah Rosullah cara berdakwa, rosulullah pernah ditawari oleh orang2 qurais tahta, harta,dan wanita tapi sama rosulullah ditolak semua. jadi yang dipentingkan sama rosulullah adalah berdakwa mentauhidkan Allah pada setiap orang. bukan mendirikan kelompok/partai. apa mungkin menyatukan ummat yg masih banyak melakukan keserikan dan kebi’ahan, bisa bersatu? kalaupun bisa, itu persatuan semu. coba sekarang buktinya dengan kejadian video porno yg digedung dpr itu

  • metafisika

    salafi, HTI, JT, PKS, , syafii, hanafi mana yg harus dipilih???

@muslimindo