<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengikuti Ajaran Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam Bukanlah Teroris (1)</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 May 2012 07:17:50 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: yadi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-56919</link>
		<dc:creator>yadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 14:41:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-56919</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum 
@Akhi sandhi
wah kalo yg ini ana setuju bgt. kebenaran pasti tegak! Smoga sj yg msh ngaku warga &quot;Nahdliyin&quot; pada baca Keputusan muktamar NU Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 tsb. Ayo yg kmrn ngejelekin &quot;Ninja/Korban banjir/kambing Bandot&quot; pd minta maap ama saudaranya yg diejek tsb. Tapi kalo dasar belajar agamanya dg Taklid Buta, paling2 kep muktamar tsb jg ga dianggap. 
contoh kasus, Ngakunya bermadzhab Syafi&#039;i, tapi msh suka ngadain acara kenduri kematian. padahal imam Syafi&#039;i memfatwakan haram makan2 dirumah keluarga mayit &amp; tdk akan sampai pahala kirim bacaan Qur&#039;an&#039;nya tsb. oya, muktamar I NU sdh keluarin Kep Diniyyah No.18/13 Rabi&#039;uts tsaani 1345 H ttg larangan kenduri kematian lho...ayo mana yg msh suka bengok2 menebar fitnah wahabi ? baca dong hasil2 muktamar NU tsb...masak fatwa Kyai&#039;nya sendiri jg ga dibaca ?? cape deh...
Smoga Taufik n Hidayah tercurah kpd antum semua, baik yg suka memfitnah &amp; mencaci wahabi, maupun yg sbg korban caci maki slama ini. Terkhusus bagi yg slalu difitnah&amp; dicaci maki sbg wahabi smoga antum semua diberi ketabahan oleh Allah subhana wata&#039;ala.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
@Akhi sandhi<br />
wah kalo yg ini ana setuju bgt. kebenaran pasti tegak! Smoga sj yg msh ngaku warga &#8220;Nahdliyin&#8221; pada baca Keputusan muktamar NU Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 tsb. Ayo yg kmrn ngejelekin &#8220;Ninja/Korban banjir/kambing Bandot&#8221; pd minta maap ama saudaranya yg diejek tsb. Tapi kalo dasar belajar agamanya dg Taklid Buta, paling2 kep muktamar tsb jg ga dianggap.<br />
contoh kasus, Ngakunya bermadzhab Syafi&#8217;i, tapi msh suka ngadain acara kenduri kematian. padahal imam Syafi&#8217;i memfatwakan haram makan2 dirumah keluarga mayit &amp; tdk akan sampai pahala kirim bacaan Qur&#8217;an&#8217;nya tsb. oya, muktamar I NU sdh keluarin Kep Diniyyah No.18/13 Rabi&#8217;uts tsaani 1345 H ttg larangan kenduri kematian lho&#8230;ayo mana yg msh suka bengok2 menebar fitnah wahabi ? baca dong hasil2 muktamar NU tsb&#8230;masak fatwa Kyai&#8217;nya sendiri jg ga dibaca ?? cape deh&#8230;<br />
Smoga Taufik n Hidayah tercurah kpd antum semua, baik yg suka memfitnah &amp; mencaci wahabi, maupun yg sbg korban caci maki slama ini. Terkhusus bagi yg slalu difitnah&amp; dicaci maki sbg wahabi smoga antum semua diberi ketabahan oleh Allah subhana wata&#8217;ala.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sandhi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-34586</link>
		<dc:creator>sandhi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 04:33:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-34586</guid>
		<description>Sesungguhnya cadar telah dikenal di negeri ini Indonesia. Muktamar VII Nahdlatul Ulama bahwa pendapat yang mu&#039;tamad adalah menutup muka dan telapak tangan. Hanya saja sangat disayangkan hal ini tidak disosialisasikan ataupun dibahas pada kajian-kajian di pesantren tradisionil sehingga umat masih saja salah kaprah ttg hal ini. Berikut kutipannya:

MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA
Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 
Tentang
HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN 
TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA

Pertanyaan : 
Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh?  Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

Jawaban :  
Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad    ( yang kuat dan dipegangi - penj ). 
Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi,  demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya,  APABILA TIDAK ADA FITNAH.   

Keterangan : 

(a)   Kitab Maraqhil-Falah Syarh Nurul-Idlah (yang membolehkan):

(وَجَمِيْعُ بَدَنِ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ إلاَّ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا). بَاطِنَهُمَا وَظَاهِرَهُمَا فِيْ اْلأَصَحِّ وَهُوَ الْمُخْتَارُ. وَ ذِرَاعُ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ فِيْ ظَاهِرِ الرِّوَايَةِ وَهِيَ اْلأَصَحُّ. وَعَنْ أَبِيْ حَنِيْفَةَ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ (وَ) إِلاَّ (قَدَمَيْهَا) فِيْ أَصَحِّ الرِّوَايَتَيْنِ بَاطِنِهِمَا وَظَاهِرِهِمَا الْعُمُوْمِ لِضَرُوْرَةِ لَيْسَا مِنَ الْعَوْرَةِ فَشَعْرُ الْحُرَّةِ حَتىَّ الْمُسْتَرْسَلِ عَوْرَةٌ فِيْ اْلأَصَحِّ وَعَلَيْهِ الْفَتَوَي

Seluruh anggota badan wanita merdeka itu aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, baik bagian dalam maupun luarnya, menurut pendapat yang tersahih dan dipilih. Demikian pula lengannya termasuk aurat. Berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang tidak menganggap lengan tersebut sebagai aurat. Menurut salah satu riwayat yang sahih, kedua telapak kaki wanita itu tidak termasuk aurat baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sedangkan rambutnya sampai bagian yang menjurai sekalipun, termasuk aurat, demikian fatwa atasnya. 

(b)   Kitab Bajuri Hasyiah Fatchul-Qarib Jilid. II Bab Nikah (yang mengharamkan) :

(قَوْلُهُ إِلىَ أَجْنَـبِّيَةِ) أَي إِلىَ شَيْءٍ مِنْ اِمْرَأَةٍ أَجْنَـبِّيَّةٍ أَي غَيْرِ مَحْرَمَةٍ وَلَوْ أَمَةً وَشَمِلَ ذَلِكَ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا فَيَحْرُمُ النَّظَرُ إِلَيْهَا وَلَوْ مِنْ غَيْرِ شَهْوَةٍ أَوْ خَوْفٍ فِتْنَةٍ عَلىَ الصَّحِيْحِ كَمَا فِيْ الْمِنْحَاجِ وَغَيْرِهِ إِلىَ أَنْ قَالَ وَقِيْلَ لاَ يَحْرُمُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى &quot; وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا&quot; وَهُوَ مُفَسَّرٌ بِالْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ وَالْمُعْتَمَدُ اْلأَوَّلُ. وَلاَ بَأْسَ بِتَقْلِيْدِ الْـثَانِيْ لاَسِيَّمَا فِيْ هَذَا الزَّمَانِ الَّذِيْ كَثُرَ فِيْهِ خُوْرُجُ النِّسَاءِ فِيْ الطُّرُقِ وَاْلأَسْوَاقِ وَشَمِلَ ذَلِكَ أَيْضًا شَعْرَهَا وَظَفْرَهَا.

(PENDAPAT PERTAMA) (Perkataannya atas yang bukan mahram / asing) yakni, pada segala sesuatu pada diri wanita yang bukan mahramnya walaupun budak termasuk wajah dan kedua telapak tangannya, maka haram melihat semua itu walaupun tidak disertai syahwat ataupun kekhawatiran timbulnya adanya fitnah sesuai pendapat yang sahih sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Minhaj dan lainnya. PENDAPAT LAIN (KEDUA) menyatakan atau dikatakan (qila)    tidak haram sesuai dengan firman Allah “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS.An-Nuur : 31).
PENDAPAT PERTAMA (yang mengharamkan) LEBIH SAHIH, dan tidak perlu mengikuti pendapat kedua (yang tidak mengharamkan) terutama pada masa kita sekarang ini di mana banyak wanita keluar di jalan-jalan dan pasar-pasar. Keharaman ini juga mencakup rambut dan kuku. 

Lihat :  Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), h.123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif  wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya cadar telah dikenal di negeri ini Indonesia. Muktamar VII Nahdlatul Ulama bahwa pendapat yang mu&#8217;tamad adalah menutup muka dan telapak tangan. Hanya saja sangat disayangkan hal ini tidak disosialisasikan ataupun dibahas pada kajian-kajian di pesantren tradisionil sehingga umat masih saja salah kaprah ttg hal ini. Berikut kutipannya:</p>
<p>MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA<br />
Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933<br />
Tentang<br />
HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN<br />
TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA</p>
<p>Pertanyaan :<br />
Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh?  Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)</p>
<p>Jawaban :<br />
Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad    ( yang kuat dan dipegangi &#8211; penj ).<br />
Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi,  demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya,  APABILA TIDAK ADA FITNAH.   </p>
<p>Keterangan : </p>
<p>(a)   Kitab Maraqhil-Falah Syarh Nurul-Idlah (yang membolehkan):</p>
<p>(وَجَمِيْعُ بَدَنِ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ إلاَّ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا). بَاطِنَهُمَا وَظَاهِرَهُمَا فِيْ اْلأَصَحِّ وَهُوَ الْمُخْتَارُ. وَ ذِرَاعُ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ فِيْ ظَاهِرِ الرِّوَايَةِ وَهِيَ اْلأَصَحُّ. وَعَنْ أَبِيْ حَنِيْفَةَ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ (وَ) إِلاَّ (قَدَمَيْهَا) فِيْ أَصَحِّ الرِّوَايَتَيْنِ بَاطِنِهِمَا وَظَاهِرِهِمَا الْعُمُوْمِ لِضَرُوْرَةِ لَيْسَا مِنَ الْعَوْرَةِ فَشَعْرُ الْحُرَّةِ حَتىَّ الْمُسْتَرْسَلِ عَوْرَةٌ فِيْ اْلأَصَحِّ وَعَلَيْهِ الْفَتَوَي</p>
<p>Seluruh anggota badan wanita merdeka itu aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, baik bagian dalam maupun luarnya, menurut pendapat yang tersahih dan dipilih. Demikian pula lengannya termasuk aurat. Berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang tidak menganggap lengan tersebut sebagai aurat. Menurut salah satu riwayat yang sahih, kedua telapak kaki wanita itu tidak termasuk aurat baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sedangkan rambutnya sampai bagian yang menjurai sekalipun, termasuk aurat, demikian fatwa atasnya. </p>
<p>(b)   Kitab Bajuri Hasyiah Fatchul-Qarib Jilid. II Bab Nikah (yang mengharamkan) :</p>
<p>(قَوْلُهُ إِلىَ أَجْنَـبِّيَةِ) أَي إِلىَ شَيْءٍ مِنْ اِمْرَأَةٍ أَجْنَـبِّيَّةٍ أَي غَيْرِ مَحْرَمَةٍ وَلَوْ أَمَةً وَشَمِلَ ذَلِكَ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا فَيَحْرُمُ النَّظَرُ إِلَيْهَا وَلَوْ مِنْ غَيْرِ شَهْوَةٍ أَوْ خَوْفٍ فِتْنَةٍ عَلىَ الصَّحِيْحِ كَمَا فِيْ الْمِنْحَاجِ وَغَيْرِهِ إِلىَ أَنْ قَالَ وَقِيْلَ لاَ يَحْرُمُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى &#8221; وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا&#8221; وَهُوَ مُفَسَّرٌ بِالْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ وَالْمُعْتَمَدُ اْلأَوَّلُ. وَلاَ بَأْسَ بِتَقْلِيْدِ الْـثَانِيْ لاَسِيَّمَا فِيْ هَذَا الزَّمَانِ الَّذِيْ كَثُرَ فِيْهِ خُوْرُجُ النِّسَاءِ فِيْ الطُّرُقِ وَاْلأَسْوَاقِ وَشَمِلَ ذَلِكَ أَيْضًا شَعْرَهَا وَظَفْرَهَا.</p>
<p>(PENDAPAT PERTAMA) (Perkataannya atas yang bukan mahram / asing) yakni, pada segala sesuatu pada diri wanita yang bukan mahramnya walaupun budak termasuk wajah dan kedua telapak tangannya, maka haram melihat semua itu walaupun tidak disertai syahwat ataupun kekhawatiran timbulnya adanya fitnah sesuai pendapat yang sahih sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Minhaj dan lainnya. PENDAPAT LAIN (KEDUA) menyatakan atau dikatakan (qila)    tidak haram sesuai dengan firman Allah “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS.An-Nuur : 31).<br />
PENDAPAT PERTAMA (yang mengharamkan) LEBIH SAHIH, dan tidak perlu mengikuti pendapat kedua (yang tidak mengharamkan) terutama pada masa kita sekarang ini di mana banyak wanita keluar di jalan-jalan dan pasar-pasar. Keharaman ini juga mencakup rambut dan kuku. </p>
<p>Lihat :  Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), h.123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif  wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: isa</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-31213</link>
		<dc:creator>isa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 12:58:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-31213</guid>
		<description>assalamualaikum,,
insya Allah dan pasti ada manfaatnya jika kita berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah..
karena bukan pihak atasan atau kahalayk ramai yang menilai kita
cukup kita bertakwa saja dan berittiba
wallahu alam

wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum,,<br />
insya Allah dan pasti ada manfaatnya jika kita berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah..<br />
karena bukan pihak atasan atau kahalayk ramai yang menilai kita<br />
cukup kita bertakwa saja dan berittiba<br />
wallahu alam</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kudama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-22527</link>
		<dc:creator>kudama</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 06:02:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-22527</guid>
		<description>Hati hati sauadaraku, jangan saling berbangga bangga dengan kelompoknya , bukankan Al&#039;quran sudah mengisyaratkan bahwa kemuliaan seseorang ditunjukan kepada ketaqwaannya....
Bukan karena   keturunannya, rasnya, hartanya, ilmunya , penampilannya dan sebagainya  , setuju ?....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hati hati sauadaraku, jangan saling berbangga bangga dengan kelompoknya , bukankan Al&#8217;quran sudah mengisyaratkan bahwa kemuliaan seseorang ditunjukan kepada ketaqwaannya&#8230;.<br />
Bukan karena   keturunannya, rasnya, hartanya, ilmunya , penampilannya dan sebagainya  , setuju ?&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fathoni arief</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-8467</link>
		<dc:creator>Fathoni arief</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 06:34:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-8467</guid>
		<description>tidak bisa menilai ajaran islam hanya dari ulah segelintir orang islam, contoh dan panutan kaum muslimin adalah rosulullah shallallahu alaihi wa salam dan para shahabatnya.
syaikh utsaimin pernah berkata: &quot;sangat jauh jika islam dibandingkan dengan keadaan kaum muslimin sekarang&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tidak bisa menilai ajaran islam hanya dari ulah segelintir orang islam, contoh dan panutan kaum muslimin adalah rosulullah shallallahu alaihi wa salam dan para shahabatnya.<br />
syaikh utsaimin pernah berkata: &#8220;sangat jauh jika islam dibandingkan dengan keadaan kaum muslimin sekarang&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fachrul</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-8385</link>
		<dc:creator>fachrul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 09:05:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-8385</guid>
		<description>JENG FATHONI, SETUJU!!!!, saya lihat di tv/koran, ada sekelompok orang memakai sorban, islam banget deh kelihatannya. tapi kok mukulin orang sambil teriak allah akbar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>JENG FATHONI, SETUJU!!!!, saya lihat di tv/koran, ada sekelompok orang memakai sorban, islam banget deh kelihatannya. tapi kok mukulin orang sambil teriak allah akbar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fathoni arief</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-8366</link>
		<dc:creator>Fathoni arief</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 07:08:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-8366</guid>
		<description>tuk akhi fachrul.
 menurut syaikh ali, dalam ajaran islam tidak ada istilah isi dan kulit. semua ajaran islam adalah inti dan kesempurnaan dalam ber-islam adalah mengikuti semua ajaran rosulullah shallallahu alaihi wa salam tanpa membeda-bedakannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuk akhi fachrul.<br />
 menurut syaikh ali, dalam ajaran islam tidak ada istilah isi dan kulit. semua ajaran islam adalah inti dan kesempurnaan dalam ber-islam adalah mengikuti semua ajaran rosulullah shallallahu alaihi wa salam tanpa membeda-bedakannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fachrul</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-8356</link>
		<dc:creator>fachrul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:47:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-8356</guid>
		<description>dalam beragama yang paling penting adalah essensi/isi, bukan simbol/kulit. wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam beragama yang paling penting adalah essensi/isi, bukan simbol/kulit. wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Amrullah</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-489</link>
		<dc:creator>Amrullah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 09:53:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-489</guid>
		<description>Ada sedikit postingan dan diskusi dari milis assunnah, mungkin bisa menjadi masukkan untuk ikhwah semuanya.

Assalamu&#039;alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh,
Kenapa harus malu, saya malah mendapatkan banyak keuntungan dengan memakai celana &#039;cingkrang&#039;. Sekarang hampir tidak pernah ada yang mengajak saya berbuat curang dalam bekerja, salah-satunya ya melihat celana saya yang cingkrang.

Saya malah berharap saat ini banyak orang bertanya mengapa harus memakai celana cingkrang. Walaupun saat pertama kali memakai, banyak ucapan yang tidak mengenakkan mengenai celana yang saya pakai, mulai dari, &quot;rumahnya kebanjiran ya?&quot;, &quot;koq celana waktu SMP dipakai?&quot;, &quot;celana adiknya koq dipakai?&quot;, &quot;bahan celana sekarang mahal ya?&quot; dan lain sebagainya. 

Ucapan-ucapan itu paling lama hanya sebulan, setelahnya banyak faedah yang kita dapat, seperti terhindar dari ajakan berbuat maksiat -insyaAllah- . Dan yang pasti mutaba&#039;ah seperti apa yang dicontohkan Rasulullah. Semoga bisa membantu meneguhkan hati untuk bersegera mengamalkan sunnah. 
Wassalamu&#039;alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.
Abu Luthfi

2008/5/27 wisnu pramadyo :

&gt; wa&#039;alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
&gt;
&gt; akh, jadi mau tanya.
&gt; ana tau salafi sejak lama, tapi baru kenal istilahnya aja, pernah ikut
&gt; pengajiannya, tapi malah jama&#039;ah tablig, setelah itu, jadi takut
&gt; ikut-ikutan, Alhamdulillah, setelah kenal milis ini dan belajar banyak dari
&gt; almanhaj, blog akh abu salma, dan referensi lainnya, ana jadi mau ikutan
&gt; kajian2 salafi. sayangnya, istri ana belum setuju, takut aneh-aneh, seperti
&gt; kasus jama&#039;ah tablig dulu itu,
&gt; pertanyaannya, apakah untuk ikut pengajian salafi, penampilan harus seperti
&gt; itu ? (maaf, dengan celana nggantung dan baju koko panjang/gamis) maaf, tapi
&gt; ana kurang pede karena malu bila menggunakan celana agak naek sedikit dari
&gt; mata kaki untuk keluar dari rumah, karena sejak smp sudah bercelana panjang
&gt; terus bila keluar rumah, dan bajunya, ana belum punya.
&gt; ...mohon saran akh.
&gt;
&gt; syukron...
&gt; abu zahra</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sedikit postingan dan diskusi dari milis assunnah, mungkin bisa menjadi masukkan untuk ikhwah semuanya.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh,<br />
Kenapa harus malu, saya malah mendapatkan banyak keuntungan dengan memakai celana &#8216;cingkrang&#8217;. Sekarang hampir tidak pernah ada yang mengajak saya berbuat curang dalam bekerja, salah-satunya ya melihat celana saya yang cingkrang.</p>
<p>Saya malah berharap saat ini banyak orang bertanya mengapa harus memakai celana cingkrang. Walaupun saat pertama kali memakai, banyak ucapan yang tidak mengenakkan mengenai celana yang saya pakai, mulai dari, &#8220;rumahnya kebanjiran ya?&#8221;, &#8220;koq celana waktu SMP dipakai?&#8221;, &#8220;celana adiknya koq dipakai?&#8221;, &#8220;bahan celana sekarang mahal ya?&#8221; dan lain sebagainya. </p>
<p>Ucapan-ucapan itu paling lama hanya sebulan, setelahnya banyak faedah yang kita dapat, seperti terhindar dari ajakan berbuat maksiat -insyaAllah- . Dan yang pasti mutaba&#8217;ah seperti apa yang dicontohkan Rasulullah. Semoga bisa membantu meneguhkan hati untuk bersegera mengamalkan sunnah.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.<br />
Abu Luthfi</p>
<p>2008/5/27 wisnu pramadyo :</p>
<p>&gt; wa&#8217;alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh<br />
&gt;<br />
&gt; akh, jadi mau tanya.<br />
&gt; ana tau salafi sejak lama, tapi baru kenal istilahnya aja, pernah ikut<br />
&gt; pengajiannya, tapi malah jama&#8217;ah tablig, setelah itu, jadi takut<br />
&gt; ikut-ikutan, Alhamdulillah, setelah kenal milis ini dan belajar banyak dari<br />
&gt; almanhaj, blog akh abu salma, dan referensi lainnya, ana jadi mau ikutan<br />
&gt; kajian2 salafi. sayangnya, istri ana belum setuju, takut aneh-aneh, seperti<br />
&gt; kasus jama&#8217;ah tablig dulu itu,<br />
&gt; pertanyaannya, apakah untuk ikut pengajian salafi, penampilan harus seperti<br />
&gt; itu ? (maaf, dengan celana nggantung dan baju koko panjang/gamis) maaf, tapi<br />
&gt; ana kurang pede karena malu bila menggunakan celana agak naek sedikit dari<br />
&gt; mata kaki untuk keluar dari rumah, karena sejak smp sudah bercelana panjang<br />
&gt; terus bila keluar rumah, dan bajunya, ana belum punya.<br />
&gt; &#8230;mohon saran akh.<br />
&gt;<br />
&gt; syukron&#8230;<br />
&gt; abu zahra</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: think</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html/comment-page-1#comment-470</link>
		<dc:creator>think</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 02:17:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=71#comment-470</guid>
		<description>gmn cara njawab kalo ditanya celananya yg tdk isbal ? apa hrs kita terangkan panjang lebar. ttp kebanyakan g&#039; pd p&#039;caya, krn di tempat sy, walaupun banyak pesantren,  kbanyakan kiainya isbal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gmn cara njawab kalo ditanya celananya yg tdk isbal ? apa hrs kita terangkan panjang lebar. ttp kebanyakan g&#8217; pd p&#8217;caya, krn di tempat sy, walaupun banyak pesantren,  kbanyakan kiainya isbal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

