<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengenal Seluk Beluk BID&#8217;AH (3): Berbagai Alasan Dalam Membela Bid&#8217;ah</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 19:07:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Ja'far</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-2#comment-84250</link>
		<dc:creator>Abu Ja'far</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 03:30:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-84250</guid>
		<description># akh. Bambang
Dalam masalah bid&#039;ah kita perlu mengingat kaedah fiqh &quot;al &#039;Aadah Muhakkamah&quot;, disitu ada kaedah &quot;Apabila ada istilah syar&#039;i bertemu dengan istilah lughawi (bahasa) tanpa qarinah (indikator) dan tidak bisa dipadukan, maka istilah syar&#039;i itulah yang didahulukan.&quot; dalam kasus hadits &quot;Kullu bid&#039;atin dholalah.&quot; karena disini istilah syar&#039;i dan lughawi bertemu dan tidak ada indikator, maka yang dimenangkan adalah istilah syar&#039;i, Wallahu A&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># akh. Bambang<br />
Dalam masalah bid&#8217;ah kita perlu mengingat kaedah fiqh &#8220;al &#8216;Aadah Muhakkamah&#8221;, disitu ada kaedah &#8220;Apabila ada istilah syar&#8217;i bertemu dengan istilah lughawi (bahasa) tanpa qarinah (indikator) dan tidak bisa dipadukan, maka istilah syar&#8217;i itulah yang didahulukan.&#8221; dalam kasus hadits &#8220;Kullu bid&#8217;atin dholalah.&#8221; karena disini istilah syar&#8217;i dan lughawi bertemu dan tidak ada indikator, maka yang dimenangkan adalah istilah syar&#8217;i, Wallahu A&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gustaf</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-2#comment-82695</link>
		<dc:creator>Gustaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 14:28:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-82695</guid>
		<description>Syukron atas penjelasannya dan kesabarannya menjawab setiap pertanyaan yang ada. Ana aja yang baca kadang dibikin gemes. hehehe..

Jazakallah khairan ustadz...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syukron atas penjelasannya dan kesabarannya menjawab setiap pertanyaan yang ada. Ana aja yang baca kadang dibikin gemes. hehehe..</p>
<p>Jazakallah khairan ustadz&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rony Hn</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-2#comment-80661</link>
		<dc:creator>Rony Hn</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 08:00:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-80661</guid>
		<description>Assalamualaikum warahmatullah. Izin share ya Ustadz. Jazakumullah khairol jaza&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullah. Izin share ya Ustadz. Jazakumullah khairol jaza&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ridho Amrullah</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-2#comment-80612</link>
		<dc:creator>Ridho Amrullah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 11:38:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-80612</guid>
		<description>jd memank ada bid&#039;ah hasanah, tp bid&#039;ah tersebut dr segi lughoh.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jd memank ada bid&#8217;ah hasanah, tp bid&#8217;ah tersebut dr segi lughoh&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-2#comment-78423</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:50:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-78423</guid>
		<description>#anak sumatra 
Wa&#039;alaikumussalam. Silakan simak: http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#anak sumatra<br />
Wa&#8217;alaikumussalam. Silakan simak: <a href="http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-2#comment-78346</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 05:54:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-78346</guid>
		<description>#musafir 
sms tausiyah -&gt; perkara non-ibadah yang bernilai pahala
beribadah menggunakan kendaraan, adzan menggunakan microphone -&gt; ini murni perkara non-ibadah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#musafir<br />
sms tausiyah -&gt; perkara non-ibadah yang bernilai pahala<br />
beribadah menggunakan kendaraan, adzan menggunakan microphone -&gt; ini murni perkara non-ibadah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: musafir</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-1#comment-77850</link>
		<dc:creator>musafir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 06:15:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-77850</guid>
		<description>maaf pak,. mau bertanya.. saya mengutip dari pernyataan ini..

&quot;Asy Syatibi juga mengatakan, “Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika  perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.” (Al I’tishom, 1/348)&quot;

pertanyaan saya,..
kalo mengirim sms tausiyah, terus kita pergi beribadah menggunakan kendaraan, adzan menggunakan microphone,  itu bid&#039;ah bukan ya pak??

karena hp, kendaraan modern, microphone rasul tidak pernah gunakan..
tapi dalam hal ini kaitannya, kita menggunakan barang2 tersebut untuk beribadah.

mohon pencerahannya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf pak,. mau bertanya.. saya mengutip dari pernyataan ini..</p>
<p>&#8220;Asy Syatibi juga mengatakan, “Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika  perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.” (Al I’tishom, 1/348)&#8221;</p>
<p>pertanyaan saya,..<br />
kalo mengirim sms tausiyah, terus kita pergi beribadah menggunakan kendaraan, adzan menggunakan microphone,  itu bid&#8217;ah bukan ya pak??</p>
<p>karena hp, kendaraan modern, microphone rasul tidak pernah gunakan..<br />
tapi dalam hal ini kaitannya, kita menggunakan barang2 tersebut untuk beribadah.</p>
<p>mohon pencerahannya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-1#comment-77757</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 16:29:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-77757</guid>
		<description>#Miftah 
Aktifitas non-ibadah yang diniatkan untuk ibadah itu berpahala namun tetap saja kita sebut sebagai aktifitas non-ibadah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Miftah<br />
Aktifitas non-ibadah yang diniatkan untuk ibadah itu berpahala namun tetap saja kita sebut sebagai aktifitas non-ibadah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anak sumatra</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-1#comment-77686</link>
		<dc:creator>anak sumatra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 16:11:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-77686</guid>
		<description>Assalamualaikum..

maaf pak ustadz..saya mu numpang tanya..soal sholawat nariyah..dan sholawat yg sering di amalkan orang-orang yang di dalamnya ada kata &quot;ya rabbibil mustofa&quot; apa itu di syariatkan...atau malah dilarang..tolong penjelasannya mengenai sholawat2 diatas secara detail..karena saya merasa ragu dengan itu semua dan pernah membaca buku yg melarang sholawat itu tapi penjelasannya blum maksimal...terimakasih pak ustadz...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum..</p>
<p>maaf pak ustadz..saya mu numpang tanya..soal sholawat nariyah..dan sholawat yg sering di amalkan orang-orang yang di dalamnya ada kata &#8220;ya rabbibil mustofa&#8221; apa itu di syariatkan&#8230;atau malah dilarang..tolong penjelasannya mengenai sholawat2 diatas secara detail..karena saya merasa ragu dengan itu semua dan pernah membaca buku yg melarang sholawat itu tapi penjelasannya blum maksimal&#8230;terimakasih pak ustadz&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Miftah</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html/comment-page-1#comment-77548</link>
		<dc:creator>Miftah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 16:15:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=390#comment-77548</guid>
		<description>Assalamualaikum 

ya ustad saya mau tanya sepengetahuan saya Bid&#039;ah adalah perkara ibadah yang diada-adakan (belum ada contohnya &amp; anjurannya di Jaman Rasusulllah saw). yang mau saya tanyakan adalah bagaimana jika kita melakukan suatu kegiatan duniawi dan kita niatkan kegiatan tersebut sebagai ibadah agar bernilai ibadah? seperti contoh saat kita tidur kita niatkan agar besoknya kita dapat bangun pagi2 untuk sholat subuh. contoh lain misalnya kita rajin berolahraga dan kita niatkan olahraga tersebut agar kita kuat dalam menjalankan ibadah sholat. dan masih banyak lagi kegiatan2 duniawi yg dapat diaplikasikan seperti contoh diatas. hal tersebut bagaimana hukumnya ustad apakah termasuk ibadah ataukah bid&#039;ah?
mohon penjelasannya beserta dalil2 yg terkait

Jazzakallah khoiron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum </p>
<p>ya ustad saya mau tanya sepengetahuan saya Bid&#8217;ah adalah perkara ibadah yang diada-adakan (belum ada contohnya &amp; anjurannya di Jaman Rasusulllah saw). yang mau saya tanyakan adalah bagaimana jika kita melakukan suatu kegiatan duniawi dan kita niatkan kegiatan tersebut sebagai ibadah agar bernilai ibadah? seperti contoh saat kita tidur kita niatkan agar besoknya kita dapat bangun pagi2 untuk sholat subuh. contoh lain misalnya kita rajin berolahraga dan kita niatkan olahraga tersebut agar kita kuat dalam menjalankan ibadah sholat. dan masih banyak lagi kegiatan2 duniawi yg dapat diaplikasikan seperti contoh diatas. hal tersebut bagaimana hukumnya ustad apakah termasuk ibadah ataukah bid&#8217;ah?<br />
mohon penjelasannya beserta dalil2 yg terkait</p>
<p>Jazzakallah khoiron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

