Para pembaca yang budiman -semoga Allah menunjuki kita kepada kebenaran-. Salaf dan salafi mungkin merupakan kata yang masih asing bagi sebagian orang atau kalau toh sudah dikenal namun masih banyak yang beranggapan bahwa istilah ini adalah sebutan bagi suatu kelompok baru dalam Islam. Lalu apa itu sebenarnya salaf? Dan apa itu salafi? Semoga tulisan berikut ini dapat memberikan jawabannya.
Pengertian Salaf
Salaf secara bahasa berarti orang yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang artinya, “Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut). Dan Kami jadikan mereka sebagai SALAF dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (QS. Az Zukhruf: 55-56), yakni kami menjadikan mereka sebagai SALAF -yaitu orang yang terdahulu- agar orang-orang sesudah mereka dapat mengambil pelajaran dari mereka (salaf). Oleh karena itu, Fairuz Abadi dalam Al Qomus Al Muhith mengatakan, “Salaf juga berarti orang-orang yang mendahului kamu dari nenek moyang dan orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu.” (Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani, ‘Amr Abdul Mun’im Salim dan Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih, Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsary)
Kata ‘Salaf’ Tidaklah Asing di Kalangan Ulama
Mungkin banyak orang saat ini yang merasa asing dengan kata salaf, namun kata ini tidaklah asing di kalangan ulama. Imam Bukhari -ahli hadits terkemuka- menuturkan, “Rasyid bin Sa’ad mengatakan, ‘Dulu para SALAF menyukai kuda jantan, karena kuda seperti itu lebih tangkas dan lebih kuat’.” Kemudian Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa salaf tersebut adalah para sahabat dan orang setelah mereka.
Imam Nawawi -ulama besar madzhab Syafi’i- mengatakan dalam kitab beliau Al Adzkar, “Sangat bagus sekali doa para SALAF sebagaimana dikatakan Al Auza’i rahimahullah Ta’ala, ‘Orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat istisqo’ (minta hujan), kemudian berdirilah Bilal bin Sa’ad, dia memuji Allah …’.” Salaf yang dimaksudkan oleh Al Auza’i di sini adalah Bilal bin Sa’ad, dan Bilal adalah seorang tabi’in. (Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani)
Siapakah Salaf?
Salaf menurut para ulama adalah sahabat, tabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in). Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan salafush sholih (orang-orang terdahulu yang sholih). Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Bukhari dan Tirmidzi). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mempersaksikan ‘kebaikan’ tiga generasi awal umat ini yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan mereka, semangat mereka dalam melakukan kebaikan, luasnya ilmu mereka tentang syari’at Allah, semangat mereka berpegang teguh pada sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih dan Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Dr. Muhammad Kholifah At Tamimi)
Wajib Mengikuti Jalan Salafush Sholih
Setelah kita mengetahui bahwa salaf adalah generasi terbaik umat ini, maka apakah kita wajib mengikuti jalan hidup salaf?
Allah telah meridhai secara mutlak para salaf dari kaum muhajirin dan anshor serta kepada orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100). Untuk mendapatkan keridhaan yang mutlak ini, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti salafush sholih.
Allah juga memberi ancaman bagi siapa yang mengikuti jalan selain orang mukmin. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115). Yang dimaksudkan dengan orang-orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat (para salaf). Barangsiapa yang menyelisihi jalan mereka akan terancam kesesatan dan jahannam. Oleh karena itu, mengikuti jalan salaf adalah wajib.
Menyandarkan Diri Pada Salafush Sholih
Setelah kita mengetahui bahwa mengikuti jalan hidup salafush sholih adalah wajib, maka bolehkan kita menyandarkan diri pada salaf sehingga disebut salafi (pengikut salaf)? Tidakkah ini termasuk golongan/kelompok baru dalam Islam?
Jawabannya kami ringkas sebagai berikut: [1] Istilah salaf bukanlah suatu yang asing di kalangan para ulama, [2] Keengganan untuk menyandarkan diri pada salaf berarti berlepas diri dari Islam yang benar yang dianut oleh salafush sholih, [3] Kenapa penyandaran kepada berbagai madzhab/paham dan pribadi tertentu seperti Syafi’i (pengikut Imam Syafi’i) dan Asy’ari (pengikut Abul Hasan Al Asy’ari) tidak dipersoalkan?! Padahal itu adalah penyandaran kepada orang yang tidak luput dari kesalahan dan dosa!! [4] Salafi adalah penyandaran kepada kema’shuman secara umum (keterbebasan dari kesalahan) sehingga memuliakan seseorang, [5] Penyandaran kepada salaf bertujuan untuk membedakan dengan kelompok lainnya yang semuanya mengaku bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah, namun tidak mau beragama (bermanhaj) seperti salafush sholih yaitu para sahabat dan pengikutnya. (Lihat Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh al-Albani).
Kesimpulannya sebagaimana dikatakan Syaikh Salim Al Hilali, “Penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. Penyandaran seperti ini adalah penyandaran yang terpuji dan cara beragama (bermanhaj) yang tepat. Dan bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru.” (Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salaf)
Solusi Perpecahan Umat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan solusi mengenai perpecahan umat Islam saat ini untuk berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah khulafa’ur rasyidin -yang merupakan salaf umat ini-. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Dan sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kalian terhadap sunnahku dan sunnah khulafa’rosyidin yang mendapat petunjuk. Maka berpegang teguh dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham.” (Hasan Shohih, HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Jalan Salaf Adalah Jalan yang Selamat
Orang yang mengikuti jalan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya (salafush sholih) inilah yang selamat dari neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. Ada sahabat yang bertanya,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah Al-Jama’ah‘.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’Siapakah mereka wahai Rasulullah?‘ Beliau menjawab,‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi)
Sebagai nasihat terakhir, ‘Ingatlah, kata salafi -yaitu pengikut salafush sholih- bukanlah sekedar pengakuan (kleim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.’
Ya Allah, tunjukilah kami pada kebenaran dengan izin-Mu dari jalan-jalan yang menyimpang dan teguhkan kami di atasnya. Alhamdulillahillazi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
***
Disusun oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Muroja’ah: Ustadz Syamsuri (Pengajar Ma’had Jamilurrohman)
Artikel www.muslim.or.id

Muslim.Or.Id
16 Jan 2010 [Permalink]
@ Abdul Said
Cukup kami katakan sebagaimana kata penyair Arab,
فكل يدعى وصلا بليلى وليلى لا تقر لهم بذاكا!!
“Semua orang bisa saja mengaku punya hubungan dengan Laila, namun Laila belum tentu mengakuinya.”
والدعاوى ما لم تقيموا عليها بينات أبناؤها أدعياء.
“Segala klaim tanpa adanya bukti, maka itu hanya pengakuan semata.”
Abu Abdillah
20 Jan 2010 [Permalink]
Mengikuti pemahaman para Salafushalih adalah satu-satunya jalan selamat menuju keridhaan Allah ta’ala,
Tidak ada jalan lain, kaum muslimin harus mengikuti pemahaman para salafushalih ini,
Barangsiapa yang tidak mengikuti pemahaman generasi terbaik ini mendapat ancaman dari Allah,
Dan dakwah salaf adalah dakwah yang menyeru kepada satu tujuan, yaitu mentauhidkan Allah,
Dan banyak orang yang mengaku mendakwahkan dakwah salaf, tapi pada hakekatnya yang diajarkan bukanlah datang dari salafushalih, sehingga kesannya dakwah salaf ini memecah belah umat, padahal tidak,
Mudah-mudahan dakwah salaf semakin tersebar di bumi indonesia, juga negeri-negeri lainnya,
ridwan AA
17 Feb 2010 [Permalink]
Assalamualaikum,
wahai kaum muslimin ketahuilah bahwa kebenaran itu hanya ada pada barangsiapa yang kembali kepada AL-Qur’an dan Sunnah Rasul. mereka ahlussunnah yang dijanjikan itu, sebab kalau bukan mereka siapa lagi.
apa mungkin kita katakan bahwa ahlussunnah itu adalah orang-orang yang mengais barokah ke kuburan, dan senantiasa menyimpang dari ajaran keaslian yang diajarkan oleh Rasulullah!! sunnguh sangat jauh sekali.
karena itu kita harus yakin dan tetap teguh diatas jalan ini meski tantangannya sangat berat, karena membelot dari jalan ini adalah neraka tempatnya, naudzu billah.
ridwan AA
17 Feb 2010 [Permalink]
hari ini banyak sekali orang-orang yang membenci SALAFY padahal sebenarnya merekalah ahlussunnah itu, kenapa mereka disebut salafi, tidak lain karena mereka senantiasa mengikuti jejak SALAFUS SHOLIH yaitu para sahabat Nabi.
jadi kalau anda mengaku ahlussunnah ternyata anda tidak tahu siapa salafi? berarti anda telah salah jalan karena justru mereka itulah ahlussunnah yang kamu cari!!!
ridwan AA
17 Feb 2010 [Permalink]
kebanyakan komentar orang-orang yang membenci salaf itu disamping emang belun ngerti siapa salafi, dan terkadang karena dianggap keras, maka kalau anda beranggapan seperti itu!! maka sayapun dulu juga seperti itu, eh, ketika saya mencoba tahu siapa mereka nah, justru sekarang malah menjadi takut kalau saya nanti mati tidak berada dijala mereka, karena merekalah sebenarnya penerus sunnah Nabi itu.
maka ketahuilah jika anda pernah ketemu dengan seorang yang aku salafi ternyata penampilannya keras, maka itu atas nama pribadi aja sebab seharusnya salafiy itu harus sejuk pribadinya seperti kesehukan tokohnya yaitu Rasulullah Shollalloohu alaihi wasallam.
atau paling tidak, ambillah yang benar dan buang yang salah…
Muslimin Herman
19 Feb 2010 [Permalink]
jagalah diri dan keluarga anda dari api neraka. maka ikutilah jalan orang-orang terdahulu dari kalangan salaf(Rasulullah salaulahu alaihi wasalam dan para sahabatnya)yang Allah subhanahu wataala telah memberikan jalan dan janji keselamatan dunia dan akhirat…
sodikin
07 Mar 2010 [Permalink]
pak saya belum lama mengenal salafi walaupun awalnya agak asing namun saya berkeyakinan ini adalah ajaran yang benar karena menurut alqur an dan sunah nabi cuma saya bingung karna di sekitar rumah saya sering di adakan tahlilan/ wiridan bergiliran jadi saya bingung harus bagaimana soalnya orang sekitar saya menilai kalau saya ibadahnya aneh/ baru menurut mereka .jadi saya pada teman /saudara minta sarannya
Abu Muhammad Naufal Zaki
09 Mar 2010 [Permalink]
Semoga Alloh menjadikan ana dan seluruh keluarga dan turunan ana bermanhaj salaf. Salaf adl manhaj yg haq, ilmiyyah dan penuh keberkahan krn berdasarkan hujjah yg nyata dan terang benderang krn selalu merujuk kpd Al QUran-sunnah yg shohih serta perjalanannya para sahabat dalam mengamalkannya. Maka siapa yg ingin melihat Islam yg shohih mk lihatlah bgmn Nabi dan para sahabat mengamalkannya dan para tabiin serta tabiut tabiin mengamalkannya pula. Dahulu ana menganggap setiap redaksi yg bagus adl hadits jk dibawakan oleh khutomah atau kyai2 namun ketika kemudian mengetahui bhw apa yg dibawakannya itu adl hadits lemah bhk palsu mk hilanglah ketakjub-an ana kpd mereka. Alhamdulillah Alloh telah memberikan hidayah untuk mengikuti manhaj yg mulia ini dg segala keterbatasan yg ada pd ana namun siapapun mereka yg bermanhaj salaf selalu ana bahagia mendengarnya meskipun mereka dikucilkan ditempatnya krn terkepung dg perbuatan2 yg jauh dari sunnah
Peter (Abdulgani) Tuwaidan
17 Mar 2010 [Permalink]
Assalamualaikum
saya suka ikut pengajian salaf didaerah Bogor & suka dengar Radio Roja.saya dulu kristen katolik yg tekun kegereja krn ketekunan saya kegereja sesering kali tidak hanya hari Minggu,terasa masih ada yg kurang.lalu belajar secara sekilas agama lain & dapat kalimat Sahadat krn saya tinggal dekat mesjid Agung Al Azhar.akhir hafal kalimat tsb,dr situ saya start belajar agama secara otodidak dr kawan2Muslim bukan dr pesantren & dr macam2 pengajian aliran spt NU,Nuhammadiyah,Persis,Mujahidin,tarekat,tradionil,Kejawen.Akhirnya masuk Islam oleh almarhum Buya Hamka.dlm masa belajar itu saya bingung,koq Islam ini membingungkan ajarannya yg akhir saya ketemu Jamaah Tabligh & Salafi.sekarang saya ikut ke dua2nya.yg saya dapati Jamaah Tabligh itu sangat perduli pd Jamaahnya & salaf memang ilmu tinggi tapi lenah akan keperdulian pd Jamaahnya.Silaturahminya sangat kurang,kalau ngaji disatu tempat yg datang kebanyakan bukan orang tempatan,sama orang sekitarnya tdk dekat.ini hanya hal kecil saja tapi perlu perhatian jangan menyampingkan hal ini krn dari situlah orang akan memandang kedalamnya
wassallam
Taufiq
18 Mar 2010 [Permalink]
@Peter (Abdulgani) Tuwaidan
Sangat menarik apa yang Bapak sampaikan tentang salafi, mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi ikhwan salafi.
Tetapi ada sesuatu yang menurut saya kurang tepat dari pernyataan Bapak, entah karena pemahaman saya tentang salafi yang masih kurang atau memang demikianlah yang seharusnya menjadi seorang salafi. Mohon koreksi dari ikhwan semua. Saya sendiri, insya Allah, bermanhaj salafi, yang masih banyak belajar.
Tentang kedekatan jamaah, saya sendiri memahaminya bahwa hubungan antar salafi tidak harus terlihat “lebih bagus” dibanding hubungan seorang salafi dengan non-salafi. Karena memang salafi sendiri bukanlah kelompok, sehingga sudah sewajarnya mereka tidak hidup berkelompok-kelompok. Di salafi juga tidak ada keanggotaan, yang mewajibkan mereka untuk wajib hadir pada pertemuan tertentu. Wajar juga kalau anggotanya menyebar di masyarakat, tidak bergerombol. Wajar juga kalau pengajian banyak didatangi dari luar karena tempat tinggal salafi yang menyebar, sementara penduduk sekitar banyak yang tidak mau ikut. Alasan utamanya memang takut, atau memang karena mereka menganggap salafi kurang bersosialisasi.
Pengalaman waktu kami studi ke salah satu kota di luar negeri. Semua orang Indonesia menjauhi. Padahal kami belum melakukan apa-apa, baru datang. Mungkin karena mereka tahu bahwa kami adalah salafi. Ada yang takut dipenjara (kok bisa?) jika dekat dengan kami. Ada yang menghindar karena kami dianggap kelompok yang menghendaki perpecahan (karena tidak mau kompromi dengan Syiah). Ada juga yang beralasan karena takut dapat ilmu dari kami, padahal mereka belum siap menjalankannya.
Tentang kedekatan hubungan dengan non-salafi, orang seperti saya seperti menghadapi 2 sisi yang sama sulitnya. Satu sisi, mereka sudah menjauhi, mungkin karena ada berita-berita yang tidak benar telah sampai ke mereka. Sisi yang lain, kita tidak bisa bergabung (silaturahim) untuk semua acara mereka, yang kebanyakan diisi dengan hal-hal yang haram. Kalau hadir, juga dilema. Ada yang haram, kemudian kita diam, maka dianggap salafi menyetujui. Kalau kita ingatkan, maka dianggap kaku, keras, tidak toleran, dll.
Dalam hal terakhir ini, saya memang berbeda dengan JT, yang bisa berkompromi dengan non-JT (kecuali salafi) meskipun berbau kesyirikan. Saya termasuk yang tidak mau ikut untuk semua kegiatan bersama yang di dalamnya ada kemungkaran maupun syubhat. Tetapi insya Allah tetap ikut untuk acara selain itu.
Sangat senang kalau ada ikhwan salafi yang bisa mengoreksi kesalahan saya, atau memberi saran kepada saya yang masih belajar ini.
BaarakAllahu fikum.
Wassalaamu ‘alaykum.
abang
19 Mar 2010 [Permalink]
@Peter (Abdulgani) Tuwaidan,
Ya kalo begitu, saya katakan, umat nasrani lebih berjiwa sosial. mereka lebih perhatian dgn orang miskin, apalagi dgn orang2 Islam….
lalu apa anda akan kembali kepada ajaran tersebut ?
apakah anda pernah bertemu dgn masyaikh Ahlussunnah seperti syaikh bin baz, syaikh utsaimin, syaikh Al Albani di zaman ini ? mereka adalah contoh salafy sejati. bagaimana keluhuran akhlak mereka dan perhatian mereka terhadap orang yg membutuhkan, bisa anda cari artikel tentang syiakh binbaz di ustadzaris.com ?
kenapa tidak anda katakan : ‘ selama saya mengenal Islam, saya melihat orang2 Islam pemalas, suka korupsi, ngga tepat janji, ngga disipin, dan kejelekan lainnya, dibandingkan teman2 nasrani ketika saya dulu masih menganut agama katolik ? ‘
abu aryan
26 Mar 2010 [Permalink]
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد
Syaikh Salim Al Hilali, “Penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. Penyandaran seperti ini adalah penyandaran yang terpuji dan cara beragama (bermanhaj) yang tepat. Dan bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru.” (Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salaf)
ini adalah benar namun ana yang masih baru mengenal manhaj ini bingung dengan sikap dari sebagaian ikhwa yang berbeda organisasi atau yayasan yg ngakunya bermanhaj salaf tetapi saling mentahzir satu dengan yang lainnya. apakah ini juga manhaj salaf? tentu tidak. ana mungkin masih bisa mengerti jika yang melakukan itu ikhwa yang baru kenal manhaj, namun ironisnya yang terang-terangan melakukan itu adalah orang yang telah berpredikat Ustadz.
ana setuju dengan komentar akhi Peter (Abdulgani) Tuwaidan (meski ana tidak ingin jika ia terus berada di tabligh, karena dapat merusak ilmu agamanya.karena ana juga pernah di tabligh). Muamalah dengan ikhwa beda organisasi atau yayasan saja meski sama – sama bermanhaj salaf sudah rusak terlebih lagi dengan tetangga atau orang yang tidak bermahaj salaf.
ana punya usul mungkin baiknya antum adakan pertemuan seluruh organisasi dan yayasan bermahaj salaf se-indonesia untuk mempererat hubungan dan digunakan sebagai ajang untuk membantah segala macam rumor bahwa salaf itu wahabi atau dekat dengan kekerasan (teroris) dan harus disiarkan langsung d TV dan radio(jika yang bid’ah2, sesat atau maksiat bisa siaran langsung kenapa yang Haq tidak). sampaikanlah apa itu manhaj salaf dan bahwa manhaj salaf itu Haq serta tegak berdiri di bumi indonesia.
Johan
26 Mar 2010 [Permalink]
Assalam ridwan AA anda baik niru salafush-sholih. Tp tirulah salaf dn salafi dulu jmn rosulullah bkn salafi jaman ini, yg mengaku sok salaf dn srg mengaku bnar, dn yg lain yg bukn dr golngx dn ustadzx salah. Bukan dr rosululullah yg tdk dpotong2 dn qur’an jg td dslhkn artinya
Abu Muhammad Naufal Zaki
07 Apr 2010 [Permalink]
Orang selalu mecela salaf dg hanya satu contoh jelek dari perilaku ikhwan yg baru mengenal salaf yg kata Ustadz krn semangatnya mudah membid’ahkan, kurang senyum, jalan nunduk terus. . dll. . Semoga ALloh mengampuni ikhwan tsb dan menambah ilmu kepadanya. . perbuatan segelintir ini kemudian dinisbatkan kpd salaf secara keseluruhan. Ini sungguh nisbat yg bathil krn yg benar adalah (manhaj) Salafnya bukan orang perorangnya yg tidak ma’shum. . sama saja dia mengatakan ISlam itu jelek krn adanya orang Islam yg korupsi, membunuh dstnya. . Krn itu Ustadz mengutip perkataan Syaikh Utsaimin yg maknanya bhw jangan dibandingkan Islam itu dengan keadaan kaum muslimin saat ini. . . jauh-jauh sekali. . di sini saya perhatikan mereka para pencela salaf mencela Manhaj ini dg contoh yg tidak fair (yakni dari perbuatan sebagian orang yg mengaku salaf ttp manhajnya jauh dari salaf spt harokiyyin) atau contoh yg dia lihat dari orang yg mengaku Salaf (pemula-pemula salaf) ttp tidak melihat isi Manhaj Salaf tsb . .
Sungguh Manhaj ini adalah manhaj yg Haq dan semoga Alloh selalu menjaga para asatidz dan para ulama salaf. . dan spt perkataan salaf yg maknanya : sampaikan salam kami kpd mereka (pr ahlus sunnah) di manapun mereka berada. . hati kita bersatu dalam manhaj yg mulia ini meskipun raga kita berpisah jauh. . ana mencintai kalian semua krn Alloh. .
Chasan Fauzi
07 Apr 2010 [Permalink]
salafus sholih yang dicontohkan dan diamalkan rosul dan para shahabat adalah sangat diyakinkan kebaikan dan kebenarannya, sedangkan yang dilakukan ummat saat ini yang belum seberapa, tapi begitu gampangnya dan begitu mudahnya mengaku seolah-olah yang dilakukannya sudah sesuai dan persis dengan yang dilakukan salafus sholih, lebih ironis lagi dengan meng claim seolah-olah paling benar, sedangkan abu hurairah sendiri yang hidup dijaman rosul dan tidak pernah pisah dengan rosul tidak berani mengatakan ibadahnya sudah persis dengan ibadah rosul, mohon direnungkan !!!
arrahmanh
20 Apr 2010 [Permalink]
@Abu aryan: sepakat sekali dg antum. Namun perlu diketahui bhw media di indonesia sdh dikuasai oleh Yahudi yg tdk ingin Islam berkembang dg baik & benar, mknya acara2 “Islami” hampir semuanya berbau bid’ah, berita2 yg menyangkut Islam selalu dikaitkan dg isu terorisme & fundamentalis. Mrk selalu berpihak pd Islam tradisional, abangan, yg melestarikan kesyirikan, khurafat & bid’ah. Adl hal yg sgt urgent bagi para dermawan muslim bermanhaj salaf utk mendirikan media sendiri.
abu ayyub
20 Apr 2010 [Permalink]
i love salafiyyin
Abu Muhammad Naufal Zaki
20 Apr 2010 [Permalink]
Bersabarlah. . bersabarlah. . pelan-pelan. . pelan-pelan. . tuntutlah ilmu yg haq, amalkan lalu dakwahkan kepada diri2 kalian, kelurga, linkungan terdekat dan kemudian baru kepada masyarakat luas dna itupun oleh mereka yg ahlinya. . jk bukan yg ahlinya maka akan terlihat kecil manhaj yg mulia ini dan mudhorotnya lebih besar dari manfaatnya shg membuat orang lari semakin jauh dari manhaj ini. . sabar dan selalu sabar. . karena kita tidak mengejar banyaknya jamaah. . kita tidak sedih dg banyaknya umpatan dan hinaan serta fitnah. . dan kita berbahagia dg telah banyaknya radio-radio muslim. .taklim taklim yg tersebar di sejumlah daerah. . semakin banyak orang yg mengenal salaf meski lebih banyak yg mengenal secara salah. . tidak mengapa kata ustadz krn kitapun dahulu demikian (termasuk ana yg anti wahabi dan mencela ulama saudi sbg antek amerika dan tuduhan 2 keji lainnya. . Ya Rabb hamba memohon ampun atas kejahilan yg sangat ini). .
Hanyalah kepada ALloh kita berharap dan memohon.. .
ahdy
29 May 2010 [Permalink]
saya sependapat dengan abu muhammad, tentang sebagian kelompok salafi yg baru belajar tentang Agama syar`i, perlu diperbaiki adab dan etika mereka.Walluhu a`lam
ansyari
29 May 2010 [Permalink]
Assalamualaikum, mo nanya di medan untuk kajian mengenai salafi dengan ustadz siapa yach?
syukron atas jawabannya.
Abu_Hibban
02 Jun 2010 [Permalink]
@ansyari
semoga ana tidak salah..insya Allah Ustadz Abu Ihsan.
ecko sayyidina
11 Jun 2010 [Permalink]
assalamu’alaikum…
akhi saya mau belajar lebih jauh tentang manhaj salaf untuk daerah tangerang dimana ya?
Hanafi
24 Jun 2010 [Permalink]
Apakah salafi mengenal syari’at, tarekat, hakikat & ma’rifat ? boleh dong tanya?
Yulian Purnama
24 Jun 2010 [Permalink]
#Hanafi
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta para sahabat tidak pernah mengajarkan yang demikian.
muhamad imam
26 Jul 2010 [Permalink]
assalamua’alikum.
mohon izin “copas” & share akh..!!
untuk yg ini dan lainnya…
(ijazah muj’mal) hehehh..!
wassalamu’alaikum.
fajria
03 Sep 2010 [Permalink]
assalamu’alaykum
ana ijin share ya……. syukron
Firman
14 Sep 2010 [Permalink]
Assalamu alaikum wr,wb….
Mau tanya perkumpulan salafih d balikpapan d manah yah apa ada kntr sekertariatnya ?
Mohon infonya..!
Sukron.
siyan sofyan
21 Sep 2010 [Permalink]
dari mana saya hrs mulai tuk lebih mendalami islam yg benar dan baik.
aji
30 Oct 2010 [Permalink]
maz saya mau tanya,
apa c’ landasan hukumnya…..
aq liat orang- orng salafi ko cenderung keras…..
malah gak menunjukan orang islam yang sebenarnya……
maaf mazzzz
Yulian Purnama
01 Nov 2010 [Permalink]
#aji
Mohon tunjukkan bukti atas tuduhan tersebut.
sulistyo
29 Nov 2010 [Permalink]
kenapa sih teman2 salaf lebih sibuk menjelek2kan saudara muslim sendiri
Yulian Purnama
30 Nov 2010 [Permalink]
#sulistyo
Sebelumnya, anda sendiri bisa jadi seorang salafi. Mungkin anda yang belum paham apa itu salafi. Silakan simak:
http://buletin.muslim.or.id/manhaj/salah-paham-tentang-salafi
nurul
07 Feb 2011 [Permalink]
assalamualaikum….apakah menikah dng ahli bid’ah dperbolehkan? bgm jk tdk ada pilihn selain menikah dng nya/ kt tdk menikah saja? sukron
tofancq
15 Feb 2011 [Permalink]
orang itu punya kurang dan lebih kenapa kalau kurang nya di ungkap ko tidak di tampilkan …
tofancq
15 Feb 2011 [Permalink]
kalau saya mau jadi salafi bgmn syaratnya
Muhammad Nur Ichwan
16 Feb 2011 [Permalink]
@tofancq
tidak ada syarat untuk menjadi salafi, tidak perlu bai’at dan mengisi form pendaftaran anggota. selama anda mempelajari quran dan hadits berdasarkan pemahaman para sahabat serta mengamalkannya, maka anda itu salafi walaupun tidak mengikrarkan “saya salafi”. hadirilah kajian-kajian yang diasuh oleh ustadz-ustadz yang lurus akidah dan manhaj (cara beragama)-nya.
Fahrul
16 Feb 2011 [Permalink]
Assalamu`alaikum
Saya itu heran ama org2, setiap menerima pemahaman salafush shalih mereka segera menolak ya,ya memang hidayah datangnya dari Allah. Kalau saya dari pertama kali cepat menerima karena manhaj ini merupakan manhaj murni sih karena dari pertama menyuruh kita untuk kembali kepada pemahaman salafush shalih tentunya masih murni. Dan apa lagiu saya bercita2 memurnikan Islam sih.
Fahrul
16 Feb 2011 [Permalink]
Saya aja dari kecil pernah bertanya apa benar bahwa gerakan shalat kita ini dari Nabi atau hanya sebatas pengetahuan Kyai. Inilah kenapa saya cepat menerima karena titik utama salafi penjelasan mereka kita wajib bermazhzb sahabat,tabi`in,tabiut tabi`in yng merupkan salafi dn adanya atsar2 yng harus diikuti.
Yulian Purnama
16 Feb 2011 [Permalink]
#tofancq
Sebelumnya mohon dipahami kembali bahwa manhaj salaf atau salafi bukanlah organisasi massa, sekte, kelompok atau aliran. Anda sendiri bisa jadi seorang salafi tanpa anda sadari.
Artikel ini tidak membahas individu tertentu. Kalau individu tertentu jelas tidak ada yang lepas dari kesalahan. Namun manhaj salaf adalah manhaj para sahabat, jika manhaj para sahabat itu salah atau kurang maka siapa lagi yang benar??
Yulian Purnama
04 Mar 2011 [Permalink]
#nurul
Wa’alaikumussalam. Cinta mati kepada seseorang saja tanpa mempertimbangkan faktor lain bukanlah cinta yang didasari dengan niat mencari ridha Allah. Apalagi yang dicintai adalah ahlul bid’ah. Buktikan iman dengan mendasari cinta kita kepada seseorang atas dasar mencari ridha Allah.
مَنْ أَحَبَّ للهِ وَ أَبغَضَ للهِ وَ أَعْطَى للهِ وَ مَنَعَ للهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيْمَانُ
“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, tidak memberi pun karena Allah, maka telah sempurnalah imannya”
Zubair D. Abdulloh
05 Mar 2011 [Permalink]
Assalamu’alaikum… ana minta ijin mau nge-share artikel ini… biar teman2 ana lebih tahu salaf n salafi. terima kasih…
ahmad fauzi
07 Mar 2011 [Permalink]
assalamualaikum…..
Bagong
09 Mar 2011 [Permalink]
banyak orang yg mengaku sebagai seorang salafi, tpi mungkin tingkatan dalam meniru generasi salafus shalih berbeda-beda. mgkin saja orang itu baru belajar tentang manhaj salaf, sehingga adab dan etikanya masih kurang. Tapi ana yakin bahwa manhaj salaf adalah manhaj yang paling benar dalam memahami agama ini..
abu asrimen
24 Mar 2011 [Permalink]
assalammualaikum,mau nanya pengajian salaf dikota payakumbuh ada ndak ya…,kl ada tempatnya dimana?sukron
mulyawan
02 Apr 2011 [Permalink]
ass.. dmn cari majalah/buletin salafi, ? Ana ada di daerah terpencil way kanan lpg?
mulyawan
02 Apr 2011 [Permalink]
ass..bagaimana ya kita hidup di lingkungan ahlul bid,ah rasanya asing.. Agar ttp istiqomah di manhaj salafy
abu abdurrahman
17 Apr 2011 [Permalink]
Semoga Allah menolong kita senantiasa wahai salafiyyuun….
ahmad muslim
18 Apr 2011 [Permalink]
sebenarnya salafi itu manhaj atau kelompok ?
Yulian Purnama
20 Apr 2011 [Permalink]
#mulyawan
Anda bisa memesan buletin At Tauhid : http://buletin.muslim.or.id
Yulian Purnama
22 Apr 2011 [Permalink]
#ahmad muslim
Salafi adalah metode beragama atau manhaj. Silakan baca artikel berikut agar lebih paham:
http://buletin.muslim.or.id/manhaj/salah-paham-tentang-salafi