Mengenal Salaf dan Salafi

Kategori: Manhaj

118 Komentar // 23 June 2008

Para pembaca yang budiman -semoga Allah menunjuki kita kepada kebenaran-. Salaf dan salafi mungkin merupakan kata yang masih asing bagi sebagian orang atau kalau toh sudah dikenal namun masih banyak yang beranggapan bahwa istilah ini adalah sebutan bagi suatu kelompok baru dalam Islam. Lalu apa itu sebenarnya salaf? Dan apa itu salafi? Semoga tulisan berikut ini dapat memberikan jawabannya.

Pengertian Salaf

Salaf secara bahasa berarti orang yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang artinya, “Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut). Dan Kami jadikan mereka sebagai SALAF dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (QS. Az Zukhruf: 55-56), yakni kami menjadikan mereka sebagai SALAF -yaitu orang yang terdahulu- agar orang-orang sesudah mereka dapat mengambil pelajaran dari mereka (salaf). Oleh karena itu, Fairuz Abadi dalam Al Qomus Al Muhith mengatakan, “Salaf juga berarti orang-orang yang mendahului kamu dari nenek moyang dan orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu.” (Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani, ‘Amr Abdul Mun’im Salim dan Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih, Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsary)

Kata ‘Salaf’ Tidaklah Asing di Kalangan Ulama

Mungkin banyak orang saat ini yang merasa asing dengan kata salaf, namun kata ini tidaklah asing di kalangan ulama. Imam Bukhari -ahli hadits terkemuka- menuturkan, “Rasyid bin Sa’ad mengatakan, ‘Dulu para SALAF menyukai kuda jantan, karena kuda seperti itu lebih tangkas dan lebih kuat’.” Kemudian Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa salaf tersebut adalah para sahabat dan orang setelah mereka.

Imam Nawawi -ulama besar madzhab Syafi’i- mengatakan dalam kitab beliau Al Adzkar, “Sangat bagus sekali doa para SALAF sebagaimana dikatakan Al Auza’i rahimahullah Ta’ala, ‘Orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat istisqo’ (minta hujan), kemudian berdirilah Bilal bin Sa’ad, dia memuji Allah …’.” Salaf yang dimaksudkan oleh Al Auza’i di sini adalah Bilal bin Sa’ad, dan Bilal adalah seorang tabi’in. (Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani)

Siapakah Salaf?

Salaf menurut para ulama adalah sahabat, tabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in). Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan salafush sholih (orang-orang terdahulu yang sholih). Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Bukhari dan Tirmidzi). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mempersaksikan ‘kebaikan’ tiga generasi awal umat ini yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan mereka, semangat mereka dalam melakukan kebaikan, luasnya ilmu mereka tentang syari’at Allah, semangat mereka berpegang teguh pada sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih dan Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Dr. Muhammad Kholifah At Tamimi)

Wajib Mengikuti Jalan Salafush Sholih

Setelah kita mengetahui bahwa salaf adalah generasi terbaik umat ini, maka apakah kita wajib mengikuti jalan hidup salaf?

Allah telah meridhai secara mutlak para salaf dari kaum muhajirin dan anshor serta kepada orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100). Untuk mendapatkan keridhaan yang mutlak ini, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti salafush sholih.

Allah juga memberi ancaman bagi siapa yang mengikuti jalan selain orang mukmin. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115). Yang dimaksudkan dengan orang-orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat (para salaf). Barangsiapa yang menyelisihi jalan mereka akan terancam kesesatan dan jahannam. Oleh karena itu, mengikuti jalan salaf adalah wajib.

Menyandarkan Diri Pada Salafush Sholih

Setelah kita mengetahui bahwa mengikuti jalan hidup salafush sholih adalah wajib, maka bolehkan kita menyandarkan diri pada salaf sehingga disebut salafi (pengikut salaf)? Tidakkah ini termasuk golongan/kelompok baru dalam Islam?

Jawabannya kami ringkas sebagai berikut: [1] Istilah salaf bukanlah suatu yang asing di kalangan para ulama, [2] Keengganan untuk menyandarkan diri pada salaf berarti berlepas diri dari Islam yang benar yang dianut oleh salafush sholih, [3] Kenapa penyandaran kepada berbagai madzhab/paham dan pribadi tertentu seperti Syafi’i (pengikut Imam Syafi’i) dan Asy’ari (pengikut Abul Hasan Al Asy’ari) tidak dipersoalkan?! Padahal itu adalah penyandaran kepada orang yang tidak luput dari kesalahan dan dosa!! [4] Salafi adalah penyandaran kepada kema’shuman secara umum (keterbebasan dari kesalahan) sehingga memuliakan seseorang, [5] Penyandaran kepada salaf bertujuan untuk membedakan dengan kelompok lainnya yang semuanya mengaku bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah, namun tidak mau beragama (bermanhaj) seperti salafush sholih yaitu para sahabat dan pengikutnya. (Lihat Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh al-Albani).

Kesimpulannya sebagaimana dikatakan Syaikh Salim Al Hilali, “Penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. Penyandaran seperti ini adalah penyandaran yang terpuji dan cara beragama (bermanhaj) yang tepat. Dan bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru.” (Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salaf)

Solusi Perpecahan Umat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan solusi mengenai perpecahan umat Islam saat ini untuk berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah khulafa’ur rasyidin -yang merupakan salaf umat ini-. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Dan sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kalian terhadap sunnahku dan sunnah khulafa’rosyidin yang mendapat petunjuk. Maka berpegang teguh dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham.” (Hasan Shohih, HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Jalan Salaf Adalah Jalan yang Selamat

Orang yang mengikuti jalan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya (salafush sholih) inilah yang selamat dari neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. Ada sahabat yang bertanya,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah Al-Jama’ah‘.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’Siapakah mereka wahai Rasulullah?‘ Beliau menjawab,‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi)

Sebagai nasihat terakhir, ‘Ingatlah, kata salafi -yaitu pengikut salafush sholih- bukanlah sekedar pengakuan (kleim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.’

Ya Allah, tunjukilah kami pada kebenaran dengan izin-Mu dari jalan-jalan yang menyimpang dan teguhkan kami di atasnya. Alhamdulillahillazi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

***

Disusun oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Muroja’ah: Ustadz Syamsuri (Pengajar Ma’had Jamilurrohman)
Artikel www.muslim.or.id

118 Komentar

  1. amir aboe zaid
    24 Jun 2008 [Permalink]

    Jazakumullahu khoer mas…

    http://cambuk-hati.web.id

  2. abu abdillah
    24 Jun 2008 [Permalink]

    alhamdulillah, ada pembahasan ini, tapi sayang masyarakat awam belum banyak yang faham apa itu manhaj salaf dan siapa itu salafi. kewajiban bagi ikhwan fillah untuk mendakwahkan kepadanya agar mereka faham.

  3. Fikr al-'Arif
    27 Jun 2008 [Permalink]

    Segala puji hanya milik Allah. Terima kasih atas penjelasannya, ustadz. Kita memang harus mengikuti jalan para Salafus Shalih, bukan mengikuti orang-orang yang mengaku salafi, tapi tidak mengikuti Salafus Shalih. Sayangnya, banyak orang/golongan yang mencela golongan lain, padahal sama-sama benar. Saya sangat kecewa saat membaca artikel yang menghujat Hassan al-Banna atau tidak menghargai perbedaan. Abu Bakar dan Umar memiliki perbedaan, namun mereka sama-sama benar dan sama-sama menghargai. Semoga Allah menunjuki kita jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Dia beri nikmat atas mereka.

  4. luqman
    28 Jun 2008 [Permalink]

    as salaamu ‘alaikum

    ‘afwan ustadz. saya pernah baca buku ” EMOSI OKNUM SALAFY” yang ditulis oleh seorang pemuda sebuah ormas islam sebagai bantahan terhadap slh seorang ustadz kita. mohon dikomentari karena pemuda itu dengan “bahasa ilmiah”nya mengungkap istilah2 salaf & salafi tidak ada dasarnya dalam islam.

    jazakumullohu khoir

  5. Lebah
    30 Sep 2008 [Permalink]

    Assalamu’alaikum,…
    Kita adalah muslim, itulah nama yang diberikan Allah kepada Umat rosululloh sallalahu ‘alaihi wassalam, dan itu adalah lebih utama, sedangkan madzab adalah cara mengistimbatkan hukum dari hadist – hadist dan attsar, bermadzab syafii berarti mengikuti metode imam syafii dalam mengistimbatkan hukum, sedangkan menamakan salafy, afwan menurut ana ( ini pendapat ana, kalau salah ya memang ana yang salah ) adalah salah satu pengakuan bahwa ia yang paling benar, karena memang salafus shalih insya Allah berada dalam kebenaran . Sedangkan madzab dalam rangka untuk mengikuti salafus sholih . Tapi tetap ada mereka para imam mujtahid tidak merasa paling benar ,sehingga mereka tidak menamakan diri salafy. ( mereka sangat tawadhuk) . Karena konsekwensi dari pengakua salafy adalah ketika ada orang yang berbeda dengan kita , berarti dia bukan salafy, atau bukan ahlus sunnah. Ini yang terjadi pada intern salafy. Saling mengaku yang paling benar..sehingga jika ada perbedaan langsung …dikeluarkan /dianggap bukan salafy. Terus kalau salafy sebagai pembeda, kemudian ada salafy lain yang berbeda …namanya salafy apalagi…? salafy yamani, salafy haroki, salafy jakfari, salafy lukmany…?..
    Sudahlah ..kita ini muslim yang satu, muhammadiyah, pks , persis , muslim.or.id, yayasan.., itu hanyalah organisasi /wadah untuk memudahkan kita beramal jamai…muslim adalah bersaudara..tidak usahlah kita memecah belah umat dengan mengatakan ana salafy, antum ikhwani, antum muhammadiyah, antum NU….

    salam ukhuwah..

  6. rendy
    10 Oct 2008 [Permalink]

    punten bang luqman,,yang didalam buku emosi oknum salafiy,,bahasa yang manany yang ga ada dasarnya menurut versi antum??

  7. Abu Faqih
    12 Dec 2008 [Permalink]

    Assalamu’alaikum…
    mungkin saja orang yang tidak mengaku sebagai salaf bisa jadi dia sebenarnya telah bermanhaj salaf. seperti ada seorang ikhwan saya, belum tahu apa itu salaf, yang pernah mengikuti taklim ust. abu ihsan, dia setuju dan tertarik dengan isi taklimnya. dia belum tahu apa itu salaf, tapi dia telah merasakan dan menerima manhaj salaf.

    memang tidak harus mengikuti kajian salaf untuk menjadi salaf, tetapi sulit karena dia harus pandai-pandai memfilter setiap pemahaman baru yang masuk. kemudian, apakah filter yg dia miliki sudah bagus?

    dan tidak ada larangan untuk menampakkan dan menisbatkan diri kepada salafy asal selaras dengan amal perbuatannya.

    wallahu a’lam

  8. madinah
    22 Dec 2008 [Permalink]

    saya sepakat bahwa salaf itu berarti orang dahulu yang banyak dipaparkan dalam alquran atau hadist tentang orang2 awallun ini dan mereka adalah sebaik2nya generasi. tapi yang mesti diingat islam bukan masalah istilah dan lain-lainnya. mengapa mereka begitu mulia? atau generasi terbaik? yang pasti bukan karena mereka orang dahulu. mereka jadi terbaik karna mereka berperang dijalan allah bersama rosul untuk memenuhi akad jual beli dengan allah. sehingga tidak ada lagi illah dimuka bumi ini kecuali allah. mereka berjuang untuk menghancurkan para thoqut yang berhukum selain pada alquran dan sunnah. kalau salafi ini memang seperti itu maka benarlah mereka tapi kalau tidak hanya klam belaka. sekali lagi islam bukan bermain2 didataran istilah.

  9. 'Irfani
    23 Dec 2008 [Permalink]

    Alhamdulillah…
    setelah membaca bahasan ini, saya jadi mengerti.
    Kepada teman saya yang telah menyampaikan istilah salafi ke telinga saya. terima kasih.

  10. wahyu
    31 Jan 2009 [Permalink]

    syukur, tapi pesan saya, jangan gampang membidahkan yang lain.

  11. raju maulana
    09 Feb 2009 [Permalink]

    assalammualaikum
    Saya kurang setuju dengan banyak hal yang anda sampaikan,bagaimana kita mendefinisikan orang yang memberontak terhadap penguasa muslim sebagai khawarij.Sedang pihak anda menyatakan Muaywiah sebagai Mujahid yang keliru,padahal saat itu pemimpinnya adalah Ali bin Abu thalib,yang lebih baik dari pemimpin yang ada sekarang.Kalau partai dilarang kenapa Kerajaan Arab Saudi mendiamkan sistem monarki sunguh sangat lucu sekali.dan tidak mencerminkan salaf sama sekali.Mohon dijawab dan kita renungkan bersama

    Tanggapan moderator muslim.or.id:
    Mas Raju Maulana, tentang hal tersebut silakan Anda tanyakan langsung kepada pemerintah Arab Saudi. Anda salah alamat jika menanyakannya kepada kami…

  12. amin
    10 Feb 2009 [Permalink]

    saya sangat setuju dengan tanggapan moderator. kita disini sebagai warga negara sehingga tidak layak menjawab/menanggapi pertanyaan tentang kebijakan pemerintahan (baik itu pemerintah RI, Saudi Arabia, Amerika dll)
    yg berhak ngasih tanggapan ya pejabat pemerintahan tsb yg memang mempunyai hak & kewajiban thd wewenang tsb. kita mungkin hanya bisa menyampaikan link resmi dari pejabat tsb (jika memang ada).

  13. Endang hastuti
    19 Feb 2009 [Permalink]

    Sy setuju dgn salaf n kt hrs brcermin pd salafus sholeh tp sy trkadang heran mengapa org yg mengaku dirinya salafi tp suka mengkafirkan org yg bukan salafi…bgmn mnghadapi org sprt itu?

  14. mr.dayson
    20 Feb 2009 [Permalink]

    Mas Tuasikal, yang dipakai contoh kok Surat Az Zukhruf (43)55-56. Mereka yang terdahulu (salaf) yang dimaksud dalam ayat 56 itu adalah mereka yang ditenggelamkan oleh karena kemurkaan Allah. Yang dimurkai Allah kok dijadikan dasar.
    Salam

  15. abu faisal
    20 Feb 2009 [Permalink]

    Bu Endang, emang siapa saja yang ibu ketahui sudah dikafirkan? dan siapa yang mengkafirkan?

  16. amin
    20 Feb 2009 [Permalink]

    iya Bu emang harus hati2 dan terus belajar ilmu agama supaya tahu mana yg benar mana yg salah.
    Baca juga artikel ini :
    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/pelajaran-berharga-dari-syaikh-muhammad-bin-sholih-al-utsaimin-salafi-di-satu-sisi-tapi-mubtadi-di-sisi-yang-lain.html

  17. Abu Adam
    28 Feb 2009 [Permalink]

    Aslmkm. Wr.Wb

    Kita semua harus waspada bahwa ada skenario tingkat tinggi untuk membuat benturan antar sesama umat islam dilapisan bawah. Kita tidak sadar bahwa kita sebagai obyek dan alat untuk menghancurkan islam sendiri dari dalam. Dengan cara membuat interprestasi dari sudut pandang aturan agama Islam. Baik dengan perluasan makna sempit atau diperluas.

    Sudut pandang sesuatu masalah setiap orang akan berbeda tergantung intensitas dan kemampuan seseorang. Hal inilah yang dijadikan sebuah bahan bagi mereka untuk meluluhlantakan sendi-sendi ideologi kita.

    Belum ada pada zaman ini yang mampu mengexplorasi Alquran secara utuh. Alquran digambarkan didalam Alquran seperti lautan. Hal inilah yang dapat dimasuki oleh siapapun yang tidak rela dengan Islam untuk membolak-balik sudut pandang penganut Islam.. sehingga saling adu argument dan berakhir dengan bentrok. Yang belum lama ini terjadi di lombok…apakah kita rela???.

    Padahal di alquran dijelaskan kurang lebihnya janganlah kalian berdebat dengan ayat-ayat Allah tampa (Shulthan) maka akan datang kemurkaan Allah dst……….

    Apabila tidak ketemu maka kembalikanlah kepada Allah S.W.T.

    Bukankah Rosullullah diturunkan untuk merubah Akhlak kita semua?…

    Iblis akan menyesatkan semua anak turun Adam……diberi kesempatan oleh Allah terkecuali dia tidak sanggup menggoda orang-orang yang Mukhlashin. Marilah kita semua berlomba mengoreksi diri kita masing-masing apakah kita seduh menuju ke arah Mukhlashin, Mardhiah, Muthohar dll….
    are u ready????

  18. eris
    06 Mar 2009 [Permalink]

    Assalamualaikum, Ana mau minta info apa ada kajian salaf di daerah madiun, Jawa Timur?

  19. ramadhan
    06 Apr 2009 [Permalink]

    saya tertarik mengikuti kajian salafi,,,,
    dmanakah saya dapat mengikutinya di kota padang??

  20. Yuli
    08 Apr 2009 [Permalink]

    Saya ingin mengikuti kajian salaf, mhn infonya untuk daerah bekasi

  21. mustofa al ghifari
    12 Apr 2009 [Permalink]

    Sabtu kemarin saya membeli kambing untuk aqiqah anak saya yang perempuan. Sabtu sore saya potong kambing itu dan kami masak. Hari ini saya mengundang tetangga-tetangga saya untuk kerumah saya, saya jamu tamu-tamu saya dengan makanan yang paling enak dan daging kambing tersebut(jadi selain kambing saya juga beli kue, ayam dll). Para tamu berdatangan tugas tuan rumah adalah menjamu tamunya, kami menunjuk sesepuh dikampung ini(seorang ustadz) mewakili kami, dan sang ustadz tersebut bilang kalau umat nabi muhamad saw di anjurkan untuk memperbanyak sholawat maka kamipun bersholawat(tidak ada niat apa-apa disini yang ada adalah niat untuk mengikuti anjuran nabi) kemudian sang ustad bilang kalimat terbaik adalah la ilaha ilallah maka perbanyaklah mengucapkannya, maka kami bersama-sama mengucapkannya(kamipun mengucapkan la ilaha ilallah hanya karena Allah)
    Apakah saya salah telah melakukan ini, saya mengundang tamu-tamu saya karena Allah dan kebetulan saya ada rezeki maka saya bersyukur dengan mengadakan jamuan tersebut, mohon dijawab supaya saya tidak bimbang

  22. Tri margono
    19 Apr 2009 [Permalink]

    Amma Ba’du
    Kepada saudara Mustofa dalam hal Aqiqah seharusnya saudara memberikan penjelasan dalam usia berapa? anak saudara yang di Aqiqahkan, Karena menurut dalil dan keterangan dari agama dalam hadist
    ” Telah berkata Samurah ; Nabi S.A.W. telah bersabda: Tiap-tiap anak itu tertanggung dengan Aqiqahnya yang disembelih untuk dia pada hari ketujuhnya, dan dihari itu diberi nama : dan dicukur rambut kepalanya.
    ( H.S.R. Ahmad,Abu Dawud,Turmudzie,Nasaie,Ibnu Majah,Baihaqi dan Hakim )
    Telah berkata Aisyah : Rasulullah S.A.W. itu pernah aqiqahkan untuk Hasan dan Husain pada hari ketujuhnya.
    (H.S.R. Ibnu Hibban,Hakim dan Baihaqi)
    Adapun Aqiqah diselain hari tersebut sudah tidak bisa lagi dikatakan sunnah lagi.
    Adapun masalah jamuan dan makan-makan boleh saja, karna memang disajikan dalam keadaan matang

  23. deni ramdhani
    22 Apr 2009 [Permalink]

    Assalamualaikum wr. wb. sya ingin belajar bhasa arab….mohon refernsi/nasihat……wassalam

  24. Santoso
    25 Apr 2009 [Permalink]

    Fatwa MUI Jakarta Utara Tentang Salaf/Salafi

    http://ibnuramadan.files.wordpress.com/2009/04/fatwa-mui1.pdf

  25. Umar
    26 Apr 2009 [Permalink]

    Assalamualaikum wr.wb
    Disini saya berusaha menjawab beberapa pertanyaan yang masih mengganjal mengenai salaf/salafi
    saudara Luqman (Manhaj Salaf)
    coba saudara kunjungi situs http://www.almanhaj.or.id kategori Al-Manhaj As-Salafy
    Anda juga dapat membeca artikel berjudul “BEDA SALAF DENGAN SALAFI SEBUAH MAKAR UNTUK MENJATUHKAN MANHAJ SALAFI” karya Abu Ahmad As-Salafi. Tulisan tesebut dapat di baca di situs http://www.almanhaj.or.id kategori Al-Masaa’il (dapat ditemuai juga di ketegori As Sunnah)
    saudara Lebah (Muslim)
    Sudahlah ..kita ini muslim yang satu, muhammadiyah, pks , persis , muslim.or.id, yayasan.., itu hanyalah organisasi /wadah untuk memudahkan kita beramal jamai…muslim adalah bersaudara..tidak usahlah kita memecah belah umat dengan mengatakan ana salafy, antum ikhwani, antum muhammadiyah, antum NU….
    tanggapan:
    Persis, muhammadiyah, pks adalah sebuah organisasi, sementara salafi bukanlah sebuah organisasi. Bisa jadi ada orang yang bermanhaj salaf yang aktif di muhammadiyah, nu, persis,…
    Saya sarankan anda juga membaca artikel “DAKWAH TAUHID MEMPERSATUKAN UMAT DAN TIDAK MEMECAH BELAH” karya Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (http://www.almanhaj.or.id kategori Hizbiyyah Dan Harokah)
    Saya sarankan anda juga membaca buku “Manhaj Salaf Manhaj Alternatif” karya Salim Bin I’d Al Hilaly yang diterbitkan oleh Pustaka Azzam untuk memahami salafy secara lebih baik.

  26. ibnu sani
    25 May 2009 [Permalink]

    Bismillah, mungking barangkali yang harus diperhatikan dalam memahami dan mendakwahkan pemahaman salafi tersebut salah satunya adalah bagai mana kita bisa menerima secara legowo sebagaimana akhlak seorang muslim ketika ditunjukan akidah tauhid yang murni.Dakwah salafi bukan berarti untuk menghapus guratan emas jasa para ulama terdahulu tetapi sungguh hanya dengan memurnikan akidah tauhidlah kita akan selamat. para salafi bukan orang-orang yg tidak tau menghormati para ulama terdahulu tetapi kebutuhan akan kebenaran inilah yang jadi pokus utama.umat ini sudah sedemikian tersesat apakan akan dibiarkan saja.Para salafus shalih adalah orang-orang yg lebih dekat masa hidupnya dengan Rosululloh saw dan juga mereka telah dirahmati,maka sungguh suatu kebenaran apabila kita mengikuti pemahamannya.

  27. didit
    04 Jun 2009 [Permalink]

    assalamu’alaikum
    ustadz kenapa dalam bahasan kajian salafi tidak ada tentang jihad.

  28. Iwan ali syahbana
    26 Jun 2009 [Permalink]

    Assalamua’laikum wr,wb.
    Maaf sblmnya mngkn da kjanggln2 dr komentr saya,sblmnya sya blm trmsuk klompk salaf tp ipar2 sya tlh trmsk kaum salafi dr tu sya mau pnjlsn dr artikel dbait prtma yg pdoman alquran yg isinya,sbgmna kaum2 yg dtengglamkn,dan tu sbgi pljarn kaum ssdhnya,komentr sya tu pljrn spya jgn ikut2 sprti kaum tu kan!naksh sblmnya,ma’assalamah insyaallah,

  29. Abu Hudzaifah
    26 Jun 2009 [Permalink]

    Kpd Sdr. Didit… Assalaamu’alaikum wr wb…
    Sebelum menjawab saya ingin bertanya; apakah saudara sdh mendengarkan seluruh kajian salaf yang ada hingga mengambil kesimpulan tadi?
    Kemudian perlu diketahui bahwa jihad adalah bagian tak terpisahkan dari Islam, dan tidak ada seorang salafi pun yang mengingkari disyariatkannya jihad. sebab kalau dia ingkar dia langsung murtad…paham sampai disini?
    Oke, skrg masalahnya apa yg anda pahami ttg jihad?
    Bagaimana definisi jihad menurut kebanyakan orang dan bagaimana menurut islam?
    Menurut opini mayoritas kaum muslimin, istilah jihad selalu identik dengan mengangkat senjata untuk memerangi orang kafir, seperti AS, Israel, Rusia dsb… kalau ga pake senjata itu bukan mujahid namanya, bagaimana menurut Anda, benarkah opini tersebut?
    Inilah masalahnya, kadang kita mempersempit makna suatu istilah syar’i yang sebenarnya luas, atau sebaliknya, meluaskan sesuatu yang terbatas.
    Anda harus tahu bahwa jihad akan tetap ada hingga hari kiamat, hanya saja bentuknya berubah sesuai dengan situasi dan kondisi. Ketika kaum muslimin lemah –spt zaman ini– yang dianjurkan adalah jihad dengan lisan, dgn mendakwahkan kebenaran dan membantah setiap penyeru kebatilan. Ini juga jihad, bahkan dibilang jihad Akbar… karena tidak bnyk orang yg bisa melakukannya, beda dengan jihad ke Maluku, atau ke Afghanistan dll, masih banyak yg bisa, yg penting punya otot ada senjata tinggal berangkat. Tapi siapa yg akan menghadapi para ahli bid’ah dan firqah2 sesat? bisakah mereka melakukannya?
    Jadi, ketika kaum muslimin lemah, mereka berjihad dgn cara spt itu, namun bila mereka kuat, ya silakan pake senjata… lha wong umat islam satu kota ada ga’ rukun ko’ mau jihad… jadi, itu mungkin alasannya mengapa masalah jihad bersenjata kurang dibahas di kajian-kajian salaf.
    wallaahu a’lam

  30. Abu Hudzaifah
    26 Jun 2009 [Permalink]

    Kpd saudara Raju Maulana…
    Sikap Ahlussunnah wal Jama’ah thd perselisihan yg terjadi di antara para sahabat adalah mendiamkan. Sebab mereka kaum yang telah lalu, bagi mereka apa yang mereka perbuat dan kita tidak dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan mereka. Hanya saja Ahlussunnah meyakini bahwa Ali dan pihaknya lebih dekat kepada kebenaran daripada Mu’awiyah dan pihaknya, Radhiyallaahu ‘anhum ajma’ien.
    Yang mengatakan bahwa Mu’awiyah adalah mujtahid adalah para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena dia tidak bersikap sebagai khalifah tandingan, namun beliau tidak mau bai’at sebelum Ali mengadili para pembunuh Utsman bin Affan, itu saja. Oleh karenanya sebutan Amirul Mukminin baru dipakai oleh beliau setelah Hasan bin Ali mengundurkan diri sebagai khalifah dan memberikannya kepada Mu’awiyah.

  31. Wahdaniyah
    27 Jun 2009 [Permalink]

    Bismillah..alhamdulillah.,sdkt komntar dr ana..sbgaimna d kthui bhwa org2 kafir tlah mengetahui cra utk mghncrkn umat islm..tdk dgn mengajak b’perang krena slmh2x iman kaum muslimin ttpi kmudian ada pggiln jihd mreka mau,.ttp bkn dgn jln it,.tp bgaimna kaum kafir menghncurkan islm dgn cra m’buat konflik intern umt islm it s’diri it s’tata mereka

  32. Abu ali
    09 Jul 2009 [Permalink]

    Asalammualaikum.Ana ikhwan purwakarta,alhamdulillah da’wah disini sudah mulai baik tapi masih baru dan kurang sosialisasi tlg sarannya,krm ke asap76@gmail.Com.

  33. Yusuf umar
    23 Jul 2009 [Permalink]

    Bismillah. Jazzakumullah akhi atas infonya. Smg allah ta’ala mengganti dg sst yg lbh baik.insya’allah. Afwn,ada sdkt prtnyaan mhn jwbn:penulisan yg bnr salafi atau salafy? Sukron katsir.

  34. Rahmat
    15 Aug 2009 [Permalink]

    alhamdulillah,salafi adlh jln yg trang nmn mngpa di antara mrk sndri sling berselisih dgn kras?innalillahi…

  35. jamili
    27 Aug 2009 [Permalink]

    Mohon diperbanyak kajian2 tentang salaf, untuk menuju ketaudidan
    mudah2an semua yang dilakukan oleh muslim.com dimudahkan segalanya oleh Allah SWT, aamiin

  36. chozin machmud
    28 Aug 2009 [Permalink]

    pernyataan saudara dalam artikel tersebut sangat baik dan sangat bermanfaat untuk memahami pengertian salaf dan salafi. dengan penjelasan tersebut menjadi lebih jelas perbedaan antara salaf dan salafy, syukron ya.

  37. ayyubi
    28 Aug 2009 [Permalink]

    Kaum salafi skrg ini banyak diserang karena berupaya memberantas bid’ah yg ada di masyarakat. Terus terang ana merasa sangat asing hidup di bumi indonesia ini.

  38. dudungramdani
    31 Aug 2009 [Permalink]

    Allah juga memberi ancaman bagi siapa yang mengikuti jalan selain orang mukmin. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115). Yang dimaksudkan dengan orang-orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat (para salaf). Barangsiapa yang menyelisihi jalan mereka akan terancam kesesatan dan jahannam. Oleh karena itu, mengikuti jalan salaf adalah wajib. (bukankah sabab nuzul ayat ini adalah berkenaan dengan seseorang yang murtad? silahkan baca di kitab-kitab tafsir). Terima kasih

  39. Kurniawan
    19 Sep 2009 [Permalink]

    Alhamdulillah hati saya sdah lama terketuk untuk menjadi seorang salafi.saya merasa lebih tenang dan yakin memang inilah jalan yg harus saya tempuh..walau saya berada di kalangan orang2 islam yg berbda beda dlm pemikiran.ingin sekali saya menimba ilmu dari teman2 salafi dan menjalin silaturrohim dgn teman2 semua. Makasih atas infonya .i

  40. wendhi
    12 Oct 2009 [Permalink]

    ass.saya sedikit lbih tau skrg tentang adanya salafi,ingin sekali rasanya lebih mendalami lbh dalam…..

  41. Abu Alif
    19 Oct 2009 [Permalink]

    alhamdulillah artikel ini di tampilkan,kalau bisa disebarkan melalui media televisi,agar semua umat Islam tahu apa arti Salaf yang sebenarnya,karena ada yg mengatakan Salaf ada yg keras dan lunak.

  42. Hamdani
    26 Nov 2009 [Permalink]

    Saya mendukung wendhi Oct 12, 2009, 2:14
    Semoga niat baik antum belajar manhaj salaf mendapat kemudahan dari Allah SWT.

  43. sulis
    18 Dec 2009 [Permalink]

    asalamualaikum ustad..

    d mana ustad ane bisa mengikuti liqo dari para salafus shalih..syukron ustad…..d tunggu kbr beritanya…

  44. mega sudarwoto
    24 Dec 2009 [Permalink]

    ini sebagian keterangan tentang manhaj yang haq, semoga difahami dengan bijak.

  45. ubaidah
    30 Dec 2009 [Permalink]

    Alhamdulillah,ana tlh knl dngn manhaj yg mulia ini,sprti perktaan Imam Malik:’tdk akan baik akhir umat ini kecuali apa yg menjadkn baik awal umat ini,’(mohon diralat kalo ana salah tulis)slm untuk tnm2 di Jogja, dr km ikwan Papua Nabire…

  46. Rizaqu Abu Abdillah
    04 Jan 2010 [Permalink]

    Menukil perkataan penulis:
    Sebagai nasihat terakhir, ‘Ingatlah, kata salafi -yaitu pengikut salafush sholih- bukanlah sekedar pengakuan (kleim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.’

    Komentar saya:
    Benar wahai Ustadz, menjadi seorang salafi yang benar-benar salafi itu tidak mudah, perlu menyelaraskan amaliah dengan ilmu dan senantiasa menjaga niat ikhlas (Lillahi Ta’ala) agar amal-amal tersebut tak sia-sia. Tidak sepatutnya sesama Ahlus Sunnah saling bermasam muka dan tidak mau mengucap salam. Bukankah kita harus memaafkan kesalahan saudara kita? Apalagi bila saudara yang berbuat salah tersebut sudah bertaubat…
    Wallohul Muwaffiq.

  47. bayu
    09 Jan 2010 [Permalink]

    Asaslamu’alaikum, wr.wb

    bagaimana pandangan salafi terhadap toriqoh atau sufi. Berikan dalilnya aqli naqli dari pandangan tersebut. Apa yang mendasari cara berpakaian khususnya untuk kaum wanita? Mengapa harus ditutup mulut dan hidungnya? bagaimana pula sikap panndang terhadap poligami? terima kasih

    wassalamu’alaikum wr.wb

  48. frida
    09 Jan 2010 [Permalink]

    Asaslamu’alaikum, wr.wb

    bagaimana pandangan salafi terhadap toriqoh atau sufi. Berikan dalilnya aqli naqli dari pandangan tersebut. Apa yang mendasari cara berpakaian khususnya untuk kaum wanita? Mengapa harus ditutup mulut dan hidungnya? bagaimana pula sikap panndang terhadap poligami? terima kasih

    wassalamu’alaikum wr.wb

  49. Muhammad Abduh Tuasikal
    12 Jan 2010 [Permalink]

    Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,
    Tentang TASAWUF dan SUFI, silakan lihat di link berikut di web ini: http://muslim.or.id/tag/tasawuf
    Tentang poligami, silakan lihat di sini: http://muslim.or.id/tag/poligami
    Tentang Cadar, silakan lihat di: http://muslim.or.id/manhaj/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bukanlah-teroris-1.html.

    Semoga bermanfaat.

  50. abdul said
    12 Jan 2010 [Permalink]

    djadjakumullahu khairan. sekarang koq banyak bermunculan yg mengatasnamakan salaf, tapi dia menjelekan salaf itu sendiri, bahkan sudah beredar luas juga di internet.

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas