Mengenal Salaf dan Salafi


Para pembaca yang budiman -semoga Allah menunjuki kita kepada kebenaran-. Salaf dan salafi mungkin merupakan kata yang masih asing bagi sebagian orang atau kalau toh sudah dikenal namun masih banyak yang beranggapan bahwa istilah ini adalah sebutan bagi suatu kelompok baru dalam Islam. Lalu apa itu sebenarnya salaf? Dan apa itu salafi? Semoga tulisan berikut ini dapat memberikan jawabannya.

Pengertian Salaf

Salaf secara bahasa berarti orang yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang artinya, “Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut). Dan Kami jadikan mereka sebagai SALAF dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (QS. Az Zukhruf: 55-56), yakni kami menjadikan mereka sebagai SALAF -yaitu orang yang terdahulu- agar orang-orang sesudah mereka dapat mengambil pelajaran dari mereka (salaf). Oleh karena itu, Fairuz Abadi dalam Al Qomus Al Muhith mengatakan, “Salaf juga berarti orang-orang yang mendahului kamu dari nenek moyang dan orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu.” (Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani, ‘Amr Abdul Mun’im Salim dan Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih, Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsary)

Kata ‘Salaf’ Tidaklah Asing di Kalangan Ulama

Mungkin banyak orang saat ini yang merasa asing dengan kata salaf, namun kata ini tidaklah asing di kalangan ulama. Imam Bukhari -ahli hadits terkemuka- menuturkan, “Rasyid bin Sa’ad mengatakan, ‘Dulu para SALAF menyukai kuda jantan, karena kuda seperti itu lebih tangkas dan lebih kuat’.” Kemudian Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa salaf tersebut adalah para sahabat dan orang setelah mereka.

Imam Nawawi -ulama besar madzhab Syafi’i- mengatakan dalam kitab beliau Al Adzkar, “Sangat bagus sekali doa para SALAF sebagaimana dikatakan Al Auza’i rahimahullah Ta’ala, ‘Orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat istisqo’ (minta hujan), kemudian berdirilah Bilal bin Sa’ad, dia memuji Allah …’.” Salaf yang dimaksudkan oleh Al Auza’i di sini adalah Bilal bin Sa’ad, dan Bilal adalah seorang tabi’in. (Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani)

Siapakah Salaf?

Salaf menurut para ulama adalah sahabat, tabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in). Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan salafush sholih (orang-orang terdahulu yang sholih). Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Bukhari dan Tirmidzi). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mempersaksikan ‘kebaikan’ tiga generasi awal umat ini yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan mereka, semangat mereka dalam melakukan kebaikan, luasnya ilmu mereka tentang syari’at Allah, semangat mereka berpegang teguh pada sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih dan Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Dr. Muhammad Kholifah At Tamimi)

Wajib Mengikuti Jalan Salafush Sholih

Setelah kita mengetahui bahwa salaf adalah generasi terbaik umat ini, maka apakah kita wajib mengikuti jalan hidup salaf?

Allah telah meridhai secara mutlak para salaf dari kaum muhajirin dan anshor serta kepada orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100). Untuk mendapatkan keridhaan yang mutlak ini, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti salafush sholih.

Allah juga memberi ancaman bagi siapa yang mengikuti jalan selain orang mukmin. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115). Yang dimaksudkan dengan orang-orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat (para salaf). Barangsiapa yang menyelisihi jalan mereka akan terancam kesesatan dan jahannam. Oleh karena itu, mengikuti jalan salaf adalah wajib.

Menyandarkan Diri Pada Salafush Sholih

Setelah kita mengetahui bahwa mengikuti jalan hidup salafush sholih adalah wajib, maka bolehkan kita menyandarkan diri pada salaf sehingga disebut salafi (pengikut salaf)? Tidakkah ini termasuk golongan/kelompok baru dalam Islam?

Jawabannya kami ringkas sebagai berikut: [1] Istilah salaf bukanlah suatu yang asing di kalangan para ulama, [2] Keengganan untuk menyandarkan diri pada salaf berarti berlepas diri dari Islam yang benar yang dianut oleh salafush sholih, [3] Kenapa penyandaran kepada berbagai madzhab/paham dan pribadi tertentu seperti Syafi’i (pengikut Imam Syafi’i) dan Asy’ari (pengikut Abul Hasan Al Asy’ari) tidak dipersoalkan?! Padahal itu adalah penyandaran kepada orang yang tidak luput dari kesalahan dan dosa!! [4] Salafi adalah penyandaran kepada kema’shuman secara umum (keterbebasan dari kesalahan) sehingga memuliakan seseorang, [5] Penyandaran kepada salaf bertujuan untuk membedakan dengan kelompok lainnya yang semuanya mengaku bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah, namun tidak mau beragama (bermanhaj) seperti salafush sholih yaitu para sahabat dan pengikutnya. (Lihat Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh al-Albani).

Kesimpulannya sebagaimana dikatakan Syaikh Salim Al Hilali, “Penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. Penyandaran seperti ini adalah penyandaran yang terpuji dan cara beragama (bermanhaj) yang tepat. Dan bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru.” (Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salaf)

Solusi Perpecahan Umat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan solusi mengenai perpecahan umat Islam saat ini untuk berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah khulafa’ur rasyidin -yang merupakan salaf umat ini-. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Dan sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kalian terhadap sunnahku dan sunnah khulafa’rosyidin yang mendapat petunjuk. Maka berpegang teguh dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham.” (Hasan Shohih, HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Jalan Salaf Adalah Jalan yang Selamat

Orang yang mengikuti jalan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya (salafush sholih) inilah yang selamat dari neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. Ada sahabat yang bertanya,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah Al-Jama’ah‘.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’Siapakah mereka wahai Rasulullah?‘ Beliau menjawab,‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi)

Sebagai nasihat terakhir, ‘Ingatlah, kata salafi -yaitu pengikut salafush sholih- bukanlah sekedar pengakuan (kleim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.’

Ya Allah, tunjukilah kami pada kebenaran dengan izin-Mu dari jalan-jalan yang menyimpang dan teguhkan kami di atasnya. Alhamdulillahillazi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

***

Disusun oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Muroja’ah: Ustadz Syamsuri (Pengajar Ma’had Jamilurrohman)
Artikel www.muslim.or.id

  • amir aboe zaid

    Jazakumullahu khoer mas…

    http://cambuk-hati.web.id

  • abu abdillah

    alhamdulillah, ada pembahasan ini, tapi sayang masyarakat awam belum banyak yang faham apa itu manhaj salaf dan siapa itu salafi. kewajiban bagi ikhwan fillah untuk mendakwahkan kepadanya agar mereka faham.

  • Fikr al-’Arif

    Segala puji hanya milik Allah. Terima kasih atas penjelasannya, ustadz. Kita memang harus mengikuti jalan para Salafus Shalih, bukan mengikuti orang-orang yang mengaku salafi, tapi tidak mengikuti Salafus Shalih. Sayangnya, banyak orang/golongan yang mencela golongan lain, padahal sama-sama benar. Saya sangat kecewa saat membaca artikel yang menghujat Hassan al-Banna atau tidak menghargai perbedaan. Abu Bakar dan Umar memiliki perbedaan, namun mereka sama-sama benar dan sama-sama menghargai. Semoga Allah menunjuki kita jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Dia beri nikmat atas mereka.

  • luqman

    as salaamu ‘alaikum

    ‘afwan ustadz. saya pernah baca buku ” EMOSI OKNUM SALAFY” yang ditulis oleh seorang pemuda sebuah ormas islam sebagai bantahan terhadap slh seorang ustadz kita. mohon dikomentari karena pemuda itu dengan “bahasa ilmiah”nya mengungkap istilah2 salaf & salafi tidak ada dasarnya dalam islam.

    jazakumullohu khoir

  • Lebah

    Assalamu’alaikum,…
    Kita adalah muslim, itulah nama yang diberikan Allah kepada Umat rosululloh sallalahu ‘alaihi wassalam, dan itu adalah lebih utama, sedangkan madzab adalah cara mengistimbatkan hukum dari hadist – hadist dan attsar, bermadzab syafii berarti mengikuti metode imam syafii dalam mengistimbatkan hukum, sedangkan menamakan salafy, afwan menurut ana ( ini pendapat ana, kalau salah ya memang ana yang salah ) adalah salah satu pengakuan bahwa ia yang paling benar, karena memang salafus shalih insya Allah berada dalam kebenaran . Sedangkan madzab dalam rangka untuk mengikuti salafus sholih . Tapi tetap ada mereka para imam mujtahid tidak merasa paling benar ,sehingga mereka tidak menamakan diri salafy. ( mereka sangat tawadhuk) . Karena konsekwensi dari pengakua salafy adalah ketika ada orang yang berbeda dengan kita , berarti dia bukan salafy, atau bukan ahlus sunnah. Ini yang terjadi pada intern salafy. Saling mengaku yang paling benar..sehingga jika ada perbedaan langsung …dikeluarkan /dianggap bukan salafy. Terus kalau salafy sebagai pembeda, kemudian ada salafy lain yang berbeda …namanya salafy apalagi…? salafy yamani, salafy haroki, salafy jakfari, salafy lukmany…?..
    Sudahlah ..kita ini muslim yang satu, muhammadiyah, pks , persis , muslim.or.id, yayasan.., itu hanyalah organisasi /wadah untuk memudahkan kita beramal jamai…muslim adalah bersaudara..tidak usahlah kita memecah belah umat dengan mengatakan ana salafy, antum ikhwani, antum muhammadiyah, antum NU….

    salam ukhuwah..

  • rendy

    punten bang luqman,,yang didalam buku emosi oknum salafiy,,bahasa yang manany yang ga ada dasarnya menurut versi antum??

  • Abu Faqih

    Assalamu’alaikum…
    mungkin saja orang yang tidak mengaku sebagai salaf bisa jadi dia sebenarnya telah bermanhaj salaf. seperti ada seorang ikhwan saya, belum tahu apa itu salaf, yang pernah mengikuti taklim ust. abu ihsan, dia setuju dan tertarik dengan isi taklimnya. dia belum tahu apa itu salaf, tapi dia telah merasakan dan menerima manhaj salaf.

    memang tidak harus mengikuti kajian salaf untuk menjadi salaf, tetapi sulit karena dia harus pandai-pandai memfilter setiap pemahaman baru yang masuk. kemudian, apakah filter yg dia miliki sudah bagus?

    dan tidak ada larangan untuk menampakkan dan menisbatkan diri kepada salafy asal selaras dengan amal perbuatannya.

    wallahu a’lam

  • madinah

    saya sepakat bahwa salaf itu berarti orang dahulu yang banyak dipaparkan dalam alquran atau hadist tentang orang2 awallun ini dan mereka adalah sebaik2nya generasi. tapi yang mesti diingat islam bukan masalah istilah dan lain-lainnya. mengapa mereka begitu mulia? atau generasi terbaik? yang pasti bukan karena mereka orang dahulu. mereka jadi terbaik karna mereka berperang dijalan allah bersama rosul untuk memenuhi akad jual beli dengan allah. sehingga tidak ada lagi illah dimuka bumi ini kecuali allah. mereka berjuang untuk menghancurkan para thoqut yang berhukum selain pada alquran dan sunnah. kalau salafi ini memang seperti itu maka benarlah mereka tapi kalau tidak hanya klam belaka. sekali lagi islam bukan bermain2 didataran istilah.

  • ‘Irfani

    Alhamdulillah…
    setelah membaca bahasan ini, saya jadi mengerti.
    Kepada teman saya yang telah menyampaikan istilah salafi ke telinga saya. terima kasih.

  • http://muslim.or.id wahyu

    syukur, tapi pesan saya, jangan gampang membidahkan yang lain.

  • raju maulana

    assalammualaikum
    Saya kurang setuju dengan banyak hal yang anda sampaikan,bagaimana kita mendefinisikan orang yang memberontak terhadap penguasa muslim sebagai khawarij.Sedang pihak anda menyatakan Muaywiah sebagai Mujahid yang keliru,padahal saat itu pemimpinnya adalah Ali bin Abu thalib,yang lebih baik dari pemimpin yang ada sekarang.Kalau partai dilarang kenapa Kerajaan Arab Saudi mendiamkan sistem monarki sunguh sangat lucu sekali.dan tidak mencerminkan salaf sama sekali.Mohon dijawab dan kita renungkan bersama

    Tanggapan moderator muslim.or.id:
    Mas Raju Maulana, tentang hal tersebut silakan Anda tanyakan langsung kepada pemerintah Arab Saudi. Anda salah alamat jika menanyakannya kepada kami…

  • amin

    saya sangat setuju dengan tanggapan moderator. kita disini sebagai warga negara sehingga tidak layak menjawab/menanggapi pertanyaan tentang kebijakan pemerintahan (baik itu pemerintah RI, Saudi Arabia, Amerika dll)
    yg berhak ngasih tanggapan ya pejabat pemerintahan tsb yg memang mempunyai hak & kewajiban thd wewenang tsb. kita mungkin hanya bisa menyampaikan link resmi dari pejabat tsb (jika memang ada).

  • Endang hastuti

    Sy setuju dgn salaf n kt hrs brcermin pd salafus sholeh tp sy trkadang heran mengapa org yg mengaku dirinya salafi tp suka mengkafirkan org yg bukan salafi…bgmn mnghadapi org sprt itu?

  • http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com mr.dayson

    Mas Tuasikal, yang dipakai contoh kok Surat Az Zukhruf (43)55-56. Mereka yang terdahulu (salaf) yang dimaksud dalam ayat 56 itu adalah mereka yang ditenggelamkan oleh karena kemurkaan Allah. Yang dimurkai Allah kok dijadikan dasar.
    Salam

  • abu faisal

    Bu Endang, emang siapa saja yang ibu ketahui sudah dikafirkan? dan siapa yang mengkafirkan?

  • amin

    iya Bu emang harus hati2 dan terus belajar ilmu agama supaya tahu mana yg benar mana yg salah.
    Baca juga artikel ini :
    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/pelajaran-berharga-dari-syaikh-muhammad-bin-sholih-al-utsaimin-salafi-di-satu-sisi-tapi-mubtadi-di-sisi-yang-lain.html

  • Abu Adam

    Aslmkm. Wr.Wb

    Kita semua harus waspada bahwa ada skenario tingkat tinggi untuk membuat benturan antar sesama umat islam dilapisan bawah. Kita tidak sadar bahwa kita sebagai obyek dan alat untuk menghancurkan islam sendiri dari dalam. Dengan cara membuat interprestasi dari sudut pandang aturan agama Islam. Baik dengan perluasan makna sempit atau diperluas.

    Sudut pandang sesuatu masalah setiap orang akan berbeda tergantung intensitas dan kemampuan seseorang. Hal inilah yang dijadikan sebuah bahan bagi mereka untuk meluluhlantakan sendi-sendi ideologi kita.

    Belum ada pada zaman ini yang mampu mengexplorasi Alquran secara utuh. Alquran digambarkan didalam Alquran seperti lautan. Hal inilah yang dapat dimasuki oleh siapapun yang tidak rela dengan Islam untuk membolak-balik sudut pandang penganut Islam.. sehingga saling adu argument dan berakhir dengan bentrok. Yang belum lama ini terjadi di lombok…apakah kita rela???.

    Padahal di alquran dijelaskan kurang lebihnya janganlah kalian berdebat dengan ayat-ayat Allah tampa (Shulthan) maka akan datang kemurkaan Allah dst……….

    Apabila tidak ketemu maka kembalikanlah kepada Allah S.W.T.

    Bukankah Rosullullah diturunkan untuk merubah Akhlak kita semua?…

    Iblis akan menyesatkan semua anak turun Adam……diberi kesempatan oleh Allah terkecuali dia tidak sanggup menggoda orang-orang yang Mukhlashin. Marilah kita semua berlomba mengoreksi diri kita masing-masing apakah kita seduh menuju ke arah Mukhlashin, Mardhiah, Muthohar dll….
    are u ready????

  • eris

    Assalamualaikum, Ana mau minta info apa ada kajian salaf di daerah madiun, Jawa Timur?

  • ramadhan

    saya tertarik mengikuti kajian salafi,,,,
    dmanakah saya dapat mengikutinya di kota padang??

  • Yuli

    Saya ingin mengikuti kajian salaf, mhn infonya untuk daerah bekasi

  • mustofa al ghifari

    Sabtu kemarin saya membeli kambing untuk aqiqah anak saya yang perempuan. Sabtu sore saya potong kambing itu dan kami masak. Hari ini saya mengundang tetangga-tetangga saya untuk kerumah saya, saya jamu tamu-tamu saya dengan makanan yang paling enak dan daging kambing tersebut(jadi selain kambing saya juga beli kue, ayam dll). Para tamu berdatangan tugas tuan rumah adalah menjamu tamunya, kami menunjuk sesepuh dikampung ini(seorang ustadz) mewakili kami, dan sang ustadz tersebut bilang kalau umat nabi muhamad saw di anjurkan untuk memperbanyak sholawat maka kamipun bersholawat(tidak ada niat apa-apa disini yang ada adalah niat untuk mengikuti anjuran nabi) kemudian sang ustad bilang kalimat terbaik adalah la ilaha ilallah maka perbanyaklah mengucapkannya, maka kami bersama-sama mengucapkannya(kamipun mengucapkan la ilaha ilallah hanya karena Allah)
    Apakah saya salah telah melakukan ini, saya mengundang tamu-tamu saya karena Allah dan kebetulan saya ada rezeki maka saya bersyukur dengan mengadakan jamuan tersebut, mohon dijawab supaya saya tidak bimbang

  • Tri margono

    Amma Ba’du
    Kepada saudara Mustofa dalam hal Aqiqah seharusnya saudara memberikan penjelasan dalam usia berapa? anak saudara yang di Aqiqahkan, Karena menurut dalil dan keterangan dari agama dalam hadist
    ” Telah berkata Samurah ; Nabi S.A.W. telah bersabda: Tiap-tiap anak itu tertanggung dengan Aqiqahnya yang disembelih untuk dia pada hari ketujuhnya, dan dihari itu diberi nama : dan dicukur rambut kepalanya.
    ( H.S.R. Ahmad,Abu Dawud,Turmudzie,Nasaie,Ibnu Majah,Baihaqi dan Hakim )
    Telah berkata Aisyah : Rasulullah S.A.W. itu pernah aqiqahkan untuk Hasan dan Husain pada hari ketujuhnya.
    (H.S.R. Ibnu Hibban,Hakim dan Baihaqi)
    Adapun Aqiqah diselain hari tersebut sudah tidak bisa lagi dikatakan sunnah lagi.
    Adapun masalah jamuan dan makan-makan boleh saja, karna memang disajikan dalam keadaan matang

  • deni ramdhani

    Assalamualaikum wr. wb. sya ingin belajar bhasa arab….mohon refernsi/nasihat……wassalam

  • Santoso

    Fatwa MUI Jakarta Utara Tentang Salaf/Salafi

    http://ibnuramadan.files.wordpress.com/2009/04/fatwa-mui1.pdf

  • Umar

    Assalamualaikum wr.wb
    Disini saya berusaha menjawab beberapa pertanyaan yang masih mengganjal mengenai salaf/salafi
    saudara Luqman (Manhaj Salaf)
    coba saudara kunjungi situs http://www.almanhaj.or.id kategori Al-Manhaj As-Salafy
    Anda juga dapat membeca artikel berjudul “BEDA SALAF DENGAN SALAFI SEBUAH MAKAR UNTUK MENJATUHKAN MANHAJ SALAFI” karya Abu Ahmad As-Salafi. Tulisan tesebut dapat di baca di situs http://www.almanhaj.or.id kategori Al-Masaa’il (dapat ditemuai juga di ketegori As Sunnah)
    saudara Lebah (Muslim)
    Sudahlah ..kita ini muslim yang satu, muhammadiyah, pks , persis , muslim.or.id, yayasan.., itu hanyalah organisasi /wadah untuk memudahkan kita beramal jamai…muslim adalah bersaudara..tidak usahlah kita memecah belah umat dengan mengatakan ana salafy, antum ikhwani, antum muhammadiyah, antum NU….
    tanggapan:
    Persis, muhammadiyah, pks adalah sebuah organisasi, sementara salafi bukanlah sebuah organisasi. Bisa jadi ada orang yang bermanhaj salaf yang aktif di muhammadiyah, nu, persis,…
    Saya sarankan anda juga membaca artikel “DAKWAH TAUHID MEMPERSATUKAN UMAT DAN TIDAK MEMECAH BELAH” karya Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (http://www.almanhaj.or.id kategori Hizbiyyah Dan Harokah)
    Saya sarankan anda juga membaca buku “Manhaj Salaf Manhaj Alternatif” karya Salim Bin I’d Al Hilaly yang diterbitkan oleh Pustaka Azzam untuk memahami salafy secara lebih baik.

  • ibnu sani

    Bismillah, mungking barangkali yang harus diperhatikan dalam memahami dan mendakwahkan pemahaman salafi tersebut salah satunya adalah bagai mana kita bisa menerima secara legowo sebagaimana akhlak seorang muslim ketika ditunjukan akidah tauhid yang murni.Dakwah salafi bukan berarti untuk menghapus guratan emas jasa para ulama terdahulu tetapi sungguh hanya dengan memurnikan akidah tauhidlah kita akan selamat. para salafi bukan orang-orang yg tidak tau menghormati para ulama terdahulu tetapi kebutuhan akan kebenaran inilah yang jadi pokus utama.umat ini sudah sedemikian tersesat apakan akan dibiarkan saja.Para salafus shalih adalah orang-orang yg lebih dekat masa hidupnya dengan Rosululloh saw dan juga mereka telah dirahmati,maka sungguh suatu kebenaran apabila kita mengikuti pemahamannya.

  • didit

    assalamu’alaikum
    ustadz kenapa dalam bahasan kajian salafi tidak ada tentang jihad.

  • http://Munthebargot.peperonity.com Iwan ali syahbana

    Assalamua’laikum wr,wb.
    Maaf sblmnya mngkn da kjanggln2 dr komentr saya,sblmnya sya blm trmsuk klompk salaf tp ipar2 sya tlh trmsk kaum salafi dr tu sya mau pnjlsn dr artikel dbait prtma yg pdoman alquran yg isinya,sbgmna kaum2 yg dtengglamkn,dan tu sbgi pljarn kaum ssdhnya,komentr sya tu pljrn spya jgn ikut2 sprti kaum tu kan!naksh sblmnya,ma’assalamah insyaallah,

  • http://basweidan.wordpress.com Abu Hudzaifah

    Kpd Sdr. Didit… Assalaamu’alaikum wr wb…
    Sebelum menjawab saya ingin bertanya; apakah saudara sdh mendengarkan seluruh kajian salaf yang ada hingga mengambil kesimpulan tadi?
    Kemudian perlu diketahui bahwa jihad adalah bagian tak terpisahkan dari Islam, dan tidak ada seorang salafi pun yang mengingkari disyariatkannya jihad. sebab kalau dia ingkar dia langsung murtad…paham sampai disini?
    Oke, skrg masalahnya apa yg anda pahami ttg jihad?
    Bagaimana definisi jihad menurut kebanyakan orang dan bagaimana menurut islam?
    Menurut opini mayoritas kaum muslimin, istilah jihad selalu identik dengan mengangkat senjata untuk memerangi orang kafir, seperti AS, Israel, Rusia dsb… kalau ga pake senjata itu bukan mujahid namanya, bagaimana menurut Anda, benarkah opini tersebut?
    Inilah masalahnya, kadang kita mempersempit makna suatu istilah syar’i yang sebenarnya luas, atau sebaliknya, meluaskan sesuatu yang terbatas.
    Anda harus tahu bahwa jihad akan tetap ada hingga hari kiamat, hanya saja bentuknya berubah sesuai dengan situasi dan kondisi. Ketika kaum muslimin lemah –spt zaman ini– yang dianjurkan adalah jihad dengan lisan, dgn mendakwahkan kebenaran dan membantah setiap penyeru kebatilan. Ini juga jihad, bahkan dibilang jihad Akbar… karena tidak bnyk orang yg bisa melakukannya, beda dengan jihad ke Maluku, atau ke Afghanistan dll, masih banyak yg bisa, yg penting punya otot ada senjata tinggal berangkat. Tapi siapa yg akan menghadapi para ahli bid’ah dan firqah2 sesat? bisakah mereka melakukannya?
    Jadi, ketika kaum muslimin lemah, mereka berjihad dgn cara spt itu, namun bila mereka kuat, ya silakan pake senjata… lha wong umat islam satu kota ada ga’ rukun ko’ mau jihad… jadi, itu mungkin alasannya mengapa masalah jihad bersenjata kurang dibahas di kajian-kajian salaf.
    wallaahu a’lam

  • http://basweidan.wordpress.com Abu Hudzaifah

    Kpd saudara Raju Maulana…
    Sikap Ahlussunnah wal Jama’ah thd perselisihan yg terjadi di antara para sahabat adalah mendiamkan. Sebab mereka kaum yang telah lalu, bagi mereka apa yang mereka perbuat dan kita tidak dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan mereka. Hanya saja Ahlussunnah meyakini bahwa Ali dan pihaknya lebih dekat kepada kebenaran daripada Mu’awiyah dan pihaknya, Radhiyallaahu ‘anhum ajma’ien.
    Yang mengatakan bahwa Mu’awiyah adalah mujtahid adalah para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena dia tidak bersikap sebagai khalifah tandingan, namun beliau tidak mau bai’at sebelum Ali mengadili para pembunuh Utsman bin Affan, itu saja. Oleh karenanya sebutan Amirul Mukminin baru dipakai oleh beliau setelah Hasan bin Ali mengundurkan diri sebagai khalifah dan memberikannya kepada Mu’awiyah.

  • http://Www.google.com Wahdaniyah

    Bismillah..alhamdulillah.,sdkt komntar dr ana..sbgaimna d kthui bhwa org2 kafir tlah mengetahui cra utk mghncrkn umat islm..tdk dgn mengajak b’perang krena slmh2x iman kaum muslimin ttpi kmudian ada pggiln jihd mreka mau,.ttp bkn dgn jln it,.tp bgaimna kaum kafir menghncurkan islm dgn cra m’buat konflik intern umt islm it s’diri it s’tata mereka

  • Abu ali

    Asalammualaikum.Ana ikhwan purwakarta,alhamdulillah da’wah disini sudah mulai baik tapi masih baru dan kurang sosialisasi tlg sarannya,krm ke asap76@gmail.Com.

  • http://Muslim.or.id Yusuf umar

    Bismillah. Jazzakumullah akhi atas infonya. Smg allah ta’ala mengganti dg sst yg lbh baik.insya’allah. Afwn,ada sdkt prtnyaan mhn jwbn:penulisan yg bnr salafi atau salafy? Sukron katsir.

  • Rahmat

    alhamdulillah,salafi adlh jln yg trang nmn mngpa di antara mrk sndri sling berselisih dgn kras?innalillahi…

  • jamili

    Mohon diperbanyak kajian2 tentang salaf, untuk menuju ketaudidan
    mudah2an semua yang dilakukan oleh muslim.com dimudahkan segalanya oleh Allah SWT, aamiin

  • chozin machmud

    pernyataan saudara dalam artikel tersebut sangat baik dan sangat bermanfaat untuk memahami pengertian salaf dan salafi. dengan penjelasan tersebut menjadi lebih jelas perbedaan antara salaf dan salafy, syukron ya.

  • ayyubi

    Kaum salafi skrg ini banyak diserang karena berupaya memberantas bid’ah yg ada di masyarakat. Terus terang ana merasa sangat asing hidup di bumi indonesia ini.

  • dudungramdani

    Allah juga memberi ancaman bagi siapa yang mengikuti jalan selain orang mukmin. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115). Yang dimaksudkan dengan orang-orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat (para salaf). Barangsiapa yang menyelisihi jalan mereka akan terancam kesesatan dan jahannam. Oleh karena itu, mengikuti jalan salaf adalah wajib. (bukankah sabab nuzul ayat ini adalah berkenaan dengan seseorang yang murtad? silahkan baca di kitab-kitab tafsir). Terima kasih

  • Kurniawan

    Alhamdulillah hati saya sdah lama terketuk untuk menjadi seorang salafi.saya merasa lebih tenang dan yakin memang inilah jalan yg harus saya tempuh..walau saya berada di kalangan orang2 islam yg berbda beda dlm pemikiran.ingin sekali saya menimba ilmu dari teman2 salafi dan menjalin silaturrohim dgn teman2 semua. Makasih atas infonya .i

  • wendhi

    ass.saya sedikit lbih tau skrg tentang adanya salafi,ingin sekali rasanya lebih mendalami lbh dalam…..

  • Abu Alif

    alhamdulillah artikel ini di tampilkan,kalau bisa disebarkan melalui media televisi,agar semua umat Islam tahu apa arti Salaf yang sebenarnya,karena ada yg mengatakan Salaf ada yg keras dan lunak.

  • Hamdani

    Saya mendukung wendhi Oct 12, 2009, 2:14
    Semoga niat baik antum belajar manhaj salaf mendapat kemudahan dari Allah SWT.

  • sulis

    asalamualaikum ustad..

    d mana ustad ane bisa mengikuti liqo dari para salafus shalih..syukron ustad…..d tunggu kbr beritanya…

  • http://airparcel-express.com mega sudarwoto

    ini sebagian keterangan tentang manhaj yang haq, semoga difahami dengan bijak.

  • ubaidah

    Alhamdulillah,ana tlh knl dngn manhaj yg mulia ini,sprti perktaan Imam Malik:’tdk akan baik akhir umat ini kecuali apa yg menjadkn baik awal umat ini,’(mohon diralat kalo ana salah tulis)slm untuk tnm2 di Jogja, dr km ikwan Papua Nabire…

  • Rizaqu Abu Abdillah

    Menukil perkataan penulis:
    Sebagai nasihat terakhir, ‘Ingatlah, kata salafi -yaitu pengikut salafush sholih- bukanlah sekedar pengakuan (kleim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.’

    Komentar saya:
    Benar wahai Ustadz, menjadi seorang salafi yang benar-benar salafi itu tidak mudah, perlu menyelaraskan amaliah dengan ilmu dan senantiasa menjaga niat ikhlas (Lillahi Ta’ala) agar amal-amal tersebut tak sia-sia. Tidak sepatutnya sesama Ahlus Sunnah saling bermasam muka dan tidak mau mengucap salam. Bukankah kita harus memaafkan kesalahan saudara kita? Apalagi bila saudara yang berbuat salah tersebut sudah bertaubat…
    Wallohul Muwaffiq.

  • bayu

    Asaslamu’alaikum, wr.wb

    bagaimana pandangan salafi terhadap toriqoh atau sufi. Berikan dalilnya aqli naqli dari pandangan tersebut. Apa yang mendasari cara berpakaian khususnya untuk kaum wanita? Mengapa harus ditutup mulut dan hidungnya? bagaimana pula sikap panndang terhadap poligami? terima kasih

    wassalamu’alaikum wr.wb

  • frida

    Asaslamu’alaikum, wr.wb

    bagaimana pandangan salafi terhadap toriqoh atau sufi. Berikan dalilnya aqli naqli dari pandangan tersebut. Apa yang mendasari cara berpakaian khususnya untuk kaum wanita? Mengapa harus ditutup mulut dan hidungnya? bagaimana pula sikap panndang terhadap poligami? terima kasih

    wassalamu’alaikum wr.wb

  • abdul said

    djadjakumullahu khairan. sekarang koq banyak bermunculan yg mengatasnamakan salaf, tapi dia menjelekan salaf itu sendiri, bahkan sudah beredar luas juga di internet.

    • http://rumaysho.com Muslim.Or.Id

      @ Abdul Said

      Cukup kami katakan sebagaimana kata penyair Arab,
      فكل يدعى وصلا بليلى وليلى لا تقر لهم بذاكا!!
      “Semua orang bisa saja mengaku punya hubungan dengan Laila, namun Laila belum tentu mengakuinya.”
      والدعاوى ما لم تقيموا عليها بينات أبناؤها أدعياء.
      “Segala klaim tanpa adanya bukti, maka itu hanya pengakuan semata.”

  • http://www.satusalafy.wordpress.com Abu Abdillah

    Mengikuti pemahaman para Salafushalih adalah satu-satunya jalan selamat menuju keridhaan Allah ta’ala,

    Tidak ada jalan lain, kaum muslimin harus mengikuti pemahaman para salafushalih ini,

    Barangsiapa yang tidak mengikuti pemahaman generasi terbaik ini mendapat ancaman dari Allah,

    Dan dakwah salaf adalah dakwah yang menyeru kepada satu tujuan, yaitu mentauhidkan Allah,
    Dan banyak orang yang mengaku mendakwahkan dakwah salaf, tapi pada hakekatnya yang diajarkan bukanlah datang dari salafushalih, sehingga kesannya dakwah salaf ini memecah belah umat, padahal tidak,
    Mudah-mudahan dakwah salaf semakin tersebar di bumi indonesia, juga negeri-negeri lainnya,

  • ridwan AA

    Assalamualaikum,
    wahai kaum muslimin ketahuilah bahwa kebenaran itu hanya ada pada barangsiapa yang kembali kepada AL-Qur’an dan Sunnah Rasul. mereka ahlussunnah yang dijanjikan itu, sebab kalau bukan mereka siapa lagi.
    apa mungkin kita katakan bahwa ahlussunnah itu adalah orang-orang yang mengais barokah ke kuburan, dan senantiasa menyimpang dari ajaran keaslian yang diajarkan oleh Rasulullah!! sunnguh sangat jauh sekali.
    karena itu kita harus yakin dan tetap teguh diatas jalan ini meski tantangannya sangat berat, karena membelot dari jalan ini adalah neraka tempatnya, naudzu billah.

  • ridwan AA

    hari ini banyak sekali orang-orang yang membenci SALAFY padahal sebenarnya merekalah ahlussunnah itu, kenapa mereka disebut salafi, tidak lain karena mereka senantiasa mengikuti jejak SALAFUS SHOLIH yaitu para sahabat Nabi.
    jadi kalau anda mengaku ahlussunnah ternyata anda tidak tahu siapa salafi? berarti anda telah salah jalan karena justru mereka itulah ahlussunnah yang kamu cari!!!

  • ridwan AA

    kebanyakan komentar orang-orang yang membenci salaf itu disamping emang belun ngerti siapa salafi, dan terkadang karena dianggap keras, maka kalau anda beranggapan seperti itu!! maka sayapun dulu juga seperti itu, eh, ketika saya mencoba tahu siapa mereka nah, justru sekarang malah menjadi takut kalau saya nanti mati tidak berada dijala mereka, karena merekalah sebenarnya penerus sunnah Nabi itu.
    maka ketahuilah jika anda pernah ketemu dengan seorang yang aku salafi ternyata penampilannya keras, maka itu atas nama pribadi aja sebab seharusnya salafiy itu harus sejuk pribadinya seperti kesehukan tokohnya yaitu Rasulullah Shollalloohu alaihi wasallam.
    atau paling tidak, ambillah yang benar dan buang yang salah…

  • Muslimin Herman

    jagalah diri dan keluarga anda dari api neraka. maka ikutilah jalan orang-orang terdahulu dari kalangan salaf(Rasulullah salaulahu alaihi wasalam dan para sahabatnya)yang Allah subhanahu wataala telah memberikan jalan dan janji keselamatan dunia dan akhirat…

  • sodikin

    pak saya belum lama mengenal salafi walaupun awalnya agak asing namun saya berkeyakinan ini adalah ajaran yang benar karena menurut alqur an dan sunah nabi cuma saya bingung karna di sekitar rumah saya sering di adakan tahlilan/ wiridan bergiliran jadi saya bingung harus bagaimana soalnya orang sekitar saya menilai kalau saya ibadahnya aneh/ baru menurut mereka .jadi saya pada teman /saudara minta sarannya

  • Abu Muhammad Naufal Zaki

    Semoga Alloh menjadikan ana dan seluruh keluarga dan turunan ana bermanhaj salaf. Salaf adl manhaj yg haq, ilmiyyah dan penuh keberkahan krn berdasarkan hujjah yg nyata dan terang benderang krn selalu merujuk kpd Al QUran-sunnah yg shohih serta perjalanannya para sahabat dalam mengamalkannya. Maka siapa yg ingin melihat Islam yg shohih mk lihatlah bgmn Nabi dan para sahabat mengamalkannya dan para tabiin serta tabiut tabiin mengamalkannya pula. Dahulu ana menganggap setiap redaksi yg bagus adl hadits jk dibawakan oleh khutomah atau kyai2 namun ketika kemudian mengetahui bhw apa yg dibawakannya itu adl hadits lemah bhk palsu mk hilanglah ketakjub-an ana kpd mereka. Alhamdulillah Alloh telah memberikan hidayah untuk mengikuti manhaj yg mulia ini dg segala keterbatasan yg ada pd ana namun siapapun mereka yg bermanhaj salaf selalu ana bahagia mendengarnya meskipun mereka dikucilkan ditempatnya krn terkepung dg perbuatan2 yg jauh dari sunnah

  • Peter (Abdulgani) Tuwaidan

    Assalamualaikum
    saya suka ikut pengajian salaf didaerah Bogor & suka dengar Radio Roja.saya dulu kristen katolik yg tekun kegereja krn ketekunan saya kegereja sesering kali tidak hanya hari Minggu,terasa masih ada yg kurang.lalu belajar secara sekilas agama lain & dapat kalimat Sahadat krn saya tinggal dekat mesjid Agung Al Azhar.akhir hafal kalimat tsb,dr situ saya start belajar agama secara otodidak dr kawan2Muslim bukan dr pesantren & dr macam2 pengajian aliran spt NU,Nuhammadiyah,Persis,Mujahidin,tarekat,tradionil,Kejawen.Akhirnya masuk Islam oleh almarhum Buya Hamka.dlm masa belajar itu saya bingung,koq Islam ini membingungkan ajarannya yg akhir saya ketemu Jamaah Tabligh & Salafi.sekarang saya ikut ke dua2nya.yg saya dapati Jamaah Tabligh itu sangat perduli pd Jamaahnya & salaf memang ilmu tinggi tapi lenah akan keperdulian pd Jamaahnya.Silaturahminya sangat kurang,kalau ngaji disatu tempat yg datang kebanyakan bukan orang tempatan,sama orang sekitarnya tdk dekat.ini hanya hal kecil saja tapi perlu perhatian jangan menyampingkan hal ini krn dari situlah orang akan memandang kedalamnya

    wassallam

  • Taufiq

    @Peter (Abdulgani) Tuwaidan
    Sangat menarik apa yang Bapak sampaikan tentang salafi, mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi ikhwan salafi.
    Tetapi ada sesuatu yang menurut saya kurang tepat dari pernyataan Bapak, entah karena pemahaman saya tentang salafi yang masih kurang atau memang demikianlah yang seharusnya menjadi seorang salafi. Mohon koreksi dari ikhwan semua. Saya sendiri, insya Allah, bermanhaj salafi, yang masih banyak belajar.
    Tentang kedekatan jamaah, saya sendiri memahaminya bahwa hubungan antar salafi tidak harus terlihat “lebih bagus” dibanding hubungan seorang salafi dengan non-salafi. Karena memang salafi sendiri bukanlah kelompok, sehingga sudah sewajarnya mereka tidak hidup berkelompok-kelompok. Di salafi juga tidak ada keanggotaan, yang mewajibkan mereka untuk wajib hadir pada pertemuan tertentu. Wajar juga kalau anggotanya menyebar di masyarakat, tidak bergerombol. Wajar juga kalau pengajian banyak didatangi dari luar karena tempat tinggal salafi yang menyebar, sementara penduduk sekitar banyak yang tidak mau ikut. Alasan utamanya memang takut, atau memang karena mereka menganggap salafi kurang bersosialisasi.
    Pengalaman waktu kami studi ke salah satu kota di luar negeri. Semua orang Indonesia menjauhi. Padahal kami belum melakukan apa-apa, baru datang. Mungkin karena mereka tahu bahwa kami adalah salafi. Ada yang takut dipenjara (kok bisa?) jika dekat dengan kami. Ada yang menghindar karena kami dianggap kelompok yang menghendaki perpecahan (karena tidak mau kompromi dengan Syiah). Ada juga yang beralasan karena takut dapat ilmu dari kami, padahal mereka belum siap menjalankannya.
    Tentang kedekatan hubungan dengan non-salafi, orang seperti saya seperti menghadapi 2 sisi yang sama sulitnya. Satu sisi, mereka sudah menjauhi, mungkin karena ada berita-berita yang tidak benar telah sampai ke mereka. Sisi yang lain, kita tidak bisa bergabung (silaturahim) untuk semua acara mereka, yang kebanyakan diisi dengan hal-hal yang haram. Kalau hadir, juga dilema. Ada yang haram, kemudian kita diam, maka dianggap salafi menyetujui. Kalau kita ingatkan, maka dianggap kaku, keras, tidak toleran, dll.
    Dalam hal terakhir ini, saya memang berbeda dengan JT, yang bisa berkompromi dengan non-JT (kecuali salafi) meskipun berbau kesyirikan. Saya termasuk yang tidak mau ikut untuk semua kegiatan bersama yang di dalamnya ada kemungkaran maupun syubhat. Tetapi insya Allah tetap ikut untuk acara selain itu.
    Sangat senang kalau ada ikhwan salafi yang bisa mengoreksi kesalahan saya, atau memberi saran kepada saya yang masih belajar ini.
    BaarakAllahu fikum.
    Wassalaamu ‘alaykum.

  • abang

    @Peter (Abdulgani) Tuwaidan,

    Ya kalo begitu, saya katakan, umat nasrani lebih berjiwa sosial. mereka lebih perhatian dgn orang miskin, apalagi dgn orang2 Islam….

    lalu apa anda akan kembali kepada ajaran tersebut ?

    apakah anda pernah bertemu dgn masyaikh Ahlussunnah seperti syaikh bin baz, syaikh utsaimin, syaikh Al Albani di zaman ini ? mereka adalah contoh salafy sejati. bagaimana keluhuran akhlak mereka dan perhatian mereka terhadap orang yg membutuhkan, bisa anda cari artikel tentang syiakh binbaz di ustadzaris.com ?

    kenapa tidak anda katakan : ‘ selama saya mengenal Islam, saya melihat orang2 Islam pemalas, suka korupsi, ngga tepat janji, ngga disipin, dan kejelekan lainnya, dibandingkan teman2 nasrani ketika saya dulu masih menganut agama katolik ? ‘

  • abu aryan

    بسم الله الرحمن الرحيم

    الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

    Syaikh Salim Al Hilali, “Penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. Penyandaran seperti ini adalah penyandaran yang terpuji dan cara beragama (bermanhaj) yang tepat. Dan bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru.” (Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salaf)

    ini adalah benar namun ana yang masih baru mengenal manhaj ini bingung dengan sikap dari sebagaian ikhwa yang berbeda organisasi atau yayasan yg ngakunya bermanhaj salaf tetapi saling mentahzir satu dengan yang lainnya. apakah ini juga manhaj salaf? tentu tidak. ana mungkin masih bisa mengerti jika yang melakukan itu ikhwa yang baru kenal manhaj, namun ironisnya yang terang-terangan melakukan itu adalah orang yang telah berpredikat Ustadz.

    ana setuju dengan komentar akhi Peter (Abdulgani) Tuwaidan (meski ana tidak ingin jika ia terus berada di tabligh, karena dapat merusak ilmu agamanya.karena ana juga pernah di tabligh). Muamalah dengan ikhwa beda organisasi atau yayasan saja meski sama – sama bermanhaj salaf sudah rusak terlebih lagi dengan tetangga atau orang yang tidak bermahaj salaf.

    ana punya usul mungkin baiknya antum adakan pertemuan seluruh organisasi dan yayasan bermahaj salaf se-indonesia untuk mempererat hubungan dan digunakan sebagai ajang untuk membantah segala macam rumor bahwa salaf itu wahabi atau dekat dengan kekerasan (teroris) dan harus disiarkan langsung d TV dan radio(jika yang bid’ah2, sesat atau maksiat bisa siaran langsung kenapa yang Haq tidak). sampaikanlah apa itu manhaj salaf dan bahwa manhaj salaf itu Haq serta tegak berdiri di bumi indonesia.

  • Johan

    Assalam ridwan AA anda baik niru salafush-sholih. Tp tirulah salaf dn salafi dulu jmn rosulullah bkn salafi jaman ini, yg mengaku sok salaf dn srg mengaku bnar, dn yg lain yg bukn dr golngx dn ustadzx salah. Bukan dr rosululullah yg tdk dpotong2 dn qur’an jg td dslhkn artinya

  • Abu Muhammad Naufal Zaki

    Orang selalu mecela salaf dg hanya satu contoh jelek dari perilaku ikhwan yg baru mengenal salaf yg kata Ustadz krn semangatnya mudah membid’ahkan, kurang senyum, jalan nunduk terus. . dll. . Semoga ALloh mengampuni ikhwan tsb dan menambah ilmu kepadanya. . perbuatan segelintir ini kemudian dinisbatkan kpd salaf secara keseluruhan. Ini sungguh nisbat yg bathil krn yg benar adalah (manhaj) Salafnya bukan orang perorangnya yg tidak ma’shum. . sama saja dia mengatakan ISlam itu jelek krn adanya orang Islam yg korupsi, membunuh dstnya. . Krn itu Ustadz mengutip perkataan Syaikh Utsaimin yg maknanya bhw jangan dibandingkan Islam itu dengan keadaan kaum muslimin saat ini. . . jauh-jauh sekali. . di sini saya perhatikan mereka para pencela salaf mencela Manhaj ini dg contoh yg tidak fair (yakni dari perbuatan sebagian orang yg mengaku salaf ttp manhajnya jauh dari salaf spt harokiyyin) atau contoh yg dia lihat dari orang yg mengaku Salaf (pemula-pemula salaf) ttp tidak melihat isi Manhaj Salaf tsb . .
    Sungguh Manhaj ini adalah manhaj yg Haq dan semoga Alloh selalu menjaga para asatidz dan para ulama salaf. . dan spt perkataan salaf yg maknanya : sampaikan salam kami kpd mereka (pr ahlus sunnah) di manapun mereka berada. . hati kita bersatu dalam manhaj yg mulia ini meskipun raga kita berpisah jauh. . ana mencintai kalian semua krn Alloh. .

  • Chasan Fauzi

    salafus sholih yang dicontohkan dan diamalkan rosul dan para shahabat adalah sangat diyakinkan kebaikan dan kebenarannya, sedangkan yang dilakukan ummat saat ini yang belum seberapa, tapi begitu gampangnya dan begitu mudahnya mengaku seolah-olah yang dilakukannya sudah sesuai dan persis dengan yang dilakukan salafus sholih, lebih ironis lagi dengan meng claim seolah-olah paling benar, sedangkan abu hurairah sendiri yang hidup dijaman rosul dan tidak pernah pisah dengan rosul tidak berani mengatakan ibadahnya sudah persis dengan ibadah rosul, mohon direnungkan !!!

  • arrahmanh

    @Abu aryan: sepakat sekali dg antum. Namun perlu diketahui bhw media di indonesia sdh dikuasai oleh Yahudi yg tdk ingin Islam berkembang dg baik & benar, mknya acara2 “Islami” hampir semuanya berbau bid’ah, berita2 yg menyangkut Islam selalu dikaitkan dg isu terorisme & fundamentalis. Mrk selalu berpihak pd Islam tradisional, abangan, yg melestarikan kesyirikan, khurafat & bid’ah. Adl hal yg sgt urgent bagi para dermawan muslim bermanhaj salaf utk mendirikan media sendiri.

  • abu ayyub

    i love salafiyyin

  • Abu Muhammad Naufal Zaki

    Bersabarlah. . bersabarlah. . pelan-pelan. . pelan-pelan. . tuntutlah ilmu yg haq, amalkan lalu dakwahkan kepada diri2 kalian, kelurga, linkungan terdekat dan kemudian baru kepada masyarakat luas dna itupun oleh mereka yg ahlinya. . jk bukan yg ahlinya maka akan terlihat kecil manhaj yg mulia ini dan mudhorotnya lebih besar dari manfaatnya shg membuat orang lari semakin jauh dari manhaj ini. . sabar dan selalu sabar. . karena kita tidak mengejar banyaknya jamaah. . kita tidak sedih dg banyaknya umpatan dan hinaan serta fitnah. . dan kita berbahagia dg telah banyaknya radio-radio muslim. .taklim taklim yg tersebar di sejumlah daerah. . semakin banyak orang yg mengenal salaf meski lebih banyak yg mengenal secara salah. . tidak mengapa kata ustadz krn kitapun dahulu demikian (termasuk ana yg anti wahabi dan mencela ulama saudi sbg antek amerika dan tuduhan 2 keji lainnya. . Ya Rabb hamba memohon ampun atas kejahilan yg sangat ini). .
    Hanyalah kepada ALloh kita berharap dan memohon.. .

  • ahdy

    saya sependapat dengan abu muhammad, tentang sebagian kelompok salafi yg baru belajar tentang Agama syar`i, perlu diperbaiki adab dan etika mereka.Walluhu a`lam

  • ansyari

    Assalamualaikum, mo nanya di medan untuk kajian mengenai salafi dengan ustadz siapa yach?
    syukron atas jawabannya.

  • Abu_Hibban

    @ansyari

    semoga ana tidak salah..insya Allah Ustadz Abu Ihsan.

  • ecko sayyidina

    assalamu’alaikum…
    akhi saya mau belajar lebih jauh tentang manhaj salaf untuk daerah tangerang dimana ya?

  • Hanafi

    Apakah salafi mengenal syari’at, tarekat, hakikat & ma’rifat ? boleh dong tanya?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Hanafi
      Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta para sahabat tidak pernah mengajarkan yang demikian.

  • Pingback: Mengenal Salaf dan Salafi | Ma'had Tauhidullah Surabaya

  • muhamad imam

    assalamua’alikum.

    mohon izin “copas” & share akh..!!
    untuk yg ini dan lainnya…
    (ijazah muj’mal) hehehh..!

    wassalamu’alaikum.

  • fajria

    assalamu’alaykum
    ana ijin share ya……. syukron

  • Firman

    Assalamu alaikum wr,wb….
    Mau tanya perkumpulan salafih d balikpapan d manah yah apa ada kntr sekertariatnya ?
    Mohon infonya..!
    Sukron.

  • siyan sofyan

    dari mana saya hrs mulai tuk lebih mendalami islam yg benar dan baik.

  • aji

    maz saya mau tanya,

    apa c’ landasan hukumnya…..
    aq liat orang- orng salafi ko cenderung keras…..

    malah gak menunjukan orang islam yang sebenarnya……

    maaf mazzzz

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #aji
      Mohon tunjukkan bukti atas tuduhan tersebut.

  • sulistyo

    kenapa sih teman2 salaf lebih sibuk menjelek2kan saudara muslim sendiri

  • nurul

    assalamualaikum….apakah menikah dng ahli bid’ah dperbolehkan? bgm jk tdk ada pilihn selain menikah dng nya/ kt tdk menikah saja? sukron

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #nurul
      Wa’alaikumussalam. Cinta mati kepada seseorang saja tanpa mempertimbangkan faktor lain bukanlah cinta yang didasari dengan niat mencari ridha Allah. Apalagi yang dicintai adalah ahlul bid’ah. Buktikan iman dengan mendasari cinta kita kepada seseorang atas dasar mencari ridha Allah.
      مَنْ أَحَبَّ للهِ وَ أَبغَضَ للهِ وَ أَعْطَى للهِ وَ مَنَعَ للهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيْمَانُ
      “Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, tidak memberi pun karena Allah, maka telah sempurnalah imannya”

  • tofancq

    orang itu punya kurang dan lebih kenapa kalau kurang nya di ungkap ko tidak di tampilkan …

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #tofancq
      Sebelumnya mohon dipahami kembali bahwa manhaj salaf atau salafi bukanlah organisasi massa, sekte, kelompok atau aliran. Anda sendiri bisa jadi seorang salafi tanpa anda sadari.
      Artikel ini tidak membahas individu tertentu. Kalau individu tertentu jelas tidak ada yang lepas dari kesalahan. Namun manhaj salaf adalah manhaj para sahabat, jika manhaj para sahabat itu salah atau kurang maka siapa lagi yang benar??

  • tofancq

    kalau saya mau jadi salafi bgmn syaratnya

    • http://ikhwanmuslim.com Muhammad Nur Ichwan

      @tofancq
      tidak ada syarat untuk menjadi salafi, tidak perlu bai’at dan mengisi form pendaftaran anggota. selama anda mempelajari quran dan hadits berdasarkan pemahaman para sahabat serta mengamalkannya, maka anda itu salafi walaupun tidak mengikrarkan “saya salafi”. hadirilah kajian-kajian yang diasuh oleh ustadz-ustadz yang lurus akidah dan manhaj (cara beragama)-nya.

  • http://www.yahoo.com Fahrul

    Assalamu`alaikum
    Saya itu heran ama org2, setiap menerima pemahaman salafush shalih mereka segera menolak ya,ya memang hidayah datangnya dari Allah. Kalau saya dari pertama kali cepat menerima karena manhaj ini merupakan manhaj murni sih karena dari pertama menyuruh kita untuk kembali kepada pemahaman salafush shalih tentunya masih murni. Dan apa lagiu saya bercita2 memurnikan Islam sih.

  • http://www.yahoo.com Fahrul

    Saya aja dari kecil pernah bertanya apa benar bahwa gerakan shalat kita ini dari Nabi atau hanya sebatas pengetahuan Kyai. Inilah kenapa saya cepat menerima karena titik utama salafi penjelasan mereka kita wajib bermazhzb sahabat,tabi`in,tabiut tabi`in yng merupkan salafi dn adanya atsar2 yng harus diikuti.

  • Zubair D. Abdulloh

    Assalamu’alaikum… ana minta ijin mau nge-share artikel ini… biar teman2 ana lebih tahu salaf n salafi. terima kasih…

  • ahmad fauzi

    assalamualaikum…..

  • Bagong

    banyak orang yg mengaku sebagai seorang salafi, tpi mungkin tingkatan dalam meniru generasi salafus shalih berbeda-beda. mgkin saja orang itu baru belajar tentang manhaj salaf, sehingga adab dan etikanya masih kurang. Tapi ana yakin bahwa manhaj salaf adalah manhaj yang paling benar dalam memahami agama ini..

  • abu asrimen

    assalammualaikum,mau nanya pengajian salaf dikota payakumbuh ada ndak ya…,kl ada tempatnya dimana?sukron

  • mulyawan

    ass.. dmn cari majalah/buletin salafi, ? Ana ada di daerah terpencil way kanan lpg?

  • mulyawan

    ass..bagaimana ya kita hidup di lingkungan ahlul bid,ah rasanya asing.. Agar ttp istiqomah di manhaj salafy

  • abu abdurrahman

    Semoga Allah menolong kita senantiasa wahai salafiyyuun….

  • ahmad muslim

    sebenarnya salafi itu manhaj atau kelompok ?

  • http://my.opera.com/mkhairinnur m.khairin nur

    Alhamdulillah…!smoga blog ini menjdi sbb amal jariyah,ustad.amin….!

  • khumaeni

    sukron ya akhi, terus berjuang suburkan sunnah, kikis bi’ah. sampai tidak ada fitnah. dengan ahlaquk karimah. amin

  • andi rachmi

    apapun yg kalian bcarakan untuk merusak nama baik manhaj salaf.sy sdh berbagai kajian en taklim sy ikuti namun salaf,,,tetap yg terbaik diantara yg lain,..!! smoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua,,aminn..

  • Zakee Xeval

    apakah itu pengertian atau maksud salaf yang sebenar-benar nya?

  • Tony Miq Rona

    Saya kagak habis pikir, beraninya orang yang mencela seorang syaeik besar seperti ” Albani “.
    Darahnya seorang ulama sunnah sangat beracun. Sadarlah wahai saudaraku.
    Petunjuk yang benar adalah AlQur`an dan hadistnya yang sahih.. yang pasti sesuai dengan pemahaman para sahabat rasulullah tentunya, bukan lewat pendapat ulama yang kuburiyun, bukan ulama pemuja khurafat, bid`ah.
    Sekiranya semua orang dari arah barat dan timur membenci dakwah sunnah ini, saya tidak peduli, dan saya akan selalu belajar dan beramal lewat dakwah SALAFI. Aaamiin.
    Ya Allah ampuni aku yang telah banyak melakukan perbuatan yang bid`ah dan khurafat.

  • farhan

    dalam sejarah islam, kl tdk salah banyak terjadi perselisihan dan perang saudara pasca wafatnya rosulullah. Sahabat ustman, ali bin abi thalib, aisyah berkonflik dlm urusan politik. Bagaimana itu bs dijelaskan? Benarkah mrk maksum? Apakah manhaj mrk akan selalu sesuai sampe akhir jaman? Dunia berkembang cpt, apakah tafsir2 mrk akan selalu bs menjawabnya? Wallahu a’lam

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #farhan
      pribadi mereka masing-masing tidak ma’shum, namun manhaj mereka secara keseluruhan itu ma’shum. Ada sahabat yang tidak memahami suatu permasalahan, namun yang lain memahami. Ada yang berbuat kesalahan, sahabat yang lain mengingkari.

  • mustopa

    semoga Allah selalu memberi petunjuk bagi kita semua. ya Allah buka mata hati kami untuk menerima kebenaran.

  • Mahmud

    Tidak akan berhenti permusuhan antara haq dan batil selama dunia ini ada.Masalahnya kita ada di mana kita sekarang? Berada pada yang haq atau yang bathil.Manusia yang normal akan berusaha sekuat tenaga untuk membela yang haq,namun iblis tidak akan tinggal diam akan membuat warna bitah seperti sunah bahkan khurofat,tahayul,pendapat ulama nilainya lebih utama di mata teman teman setan. Sadarlah hai saudaraku mumpung masih ada waktu

  • ummu kultsum

    yang haq sudah jelas, dan yang bathil juga sudah jelas, barangsiapa yang dirinya blm bisa melihat & merasakan betapa indahnya dakwah salaf, berarti dia blm tahu tentang ajaran Islam yang sesungguhnya. Sejauh ini, setelah mencoba ikut ta’lim di berbagai organisasi, tidak ada yang lebih baik daripada dakwah salaf. Kemenangan Islam tidak ditunjukkan dengan banyaknya pengikutnya, tetapi ditunjukkan dengan iman dan taqwa, serta manhaj yang lurus di hati pemeluknya. wallohu musta’an.

  • Yanti Gustian Koto

    Alhamdulillah, ana dapat pemahaman yg sangat berarti,sukron akh ats infonya.

  • http://malsasa.tk Ade Malsasa Akbar

    Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.

  • Yanyan

    Rasulullah telah memberikan petunjuk tentang orang yang akan selamat kelak di akhirat, yaitu hanya satu golongan..orang berpegang teguh kepada Qur’an dan sunah rasulullah…Walohualam

  • http://BELAJARISLAMYANGBENAR.Seorangmuslimtidakakanmelaksanakanagamanyadenganbenar,kecualidenganbelajarIslamyangbenarberdasarkanAl-Qur'andanAs-SunnahmenurutpemahamanSalafushShalih udhy wont

    BELAJAR ISLAM YANG BENAR. Seorang muslim tidak akan melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali dengan belajar Islam yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih

  • karim

    Pada ayat 56 bukankah bunyi terjemahannya adalah : Dan kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian. Artinya mereka (orang2 fasik)dijadikan sebagai pelajaran bagi orang2 yg kemudian ( ya kita2 ini), bukannya sebagai salaf. Mohon maaf apabila saya keliru.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #karim
      Di situ penulis ingin memberikan contoh kata salaf dalam Al Qur’an. Bunyi ayatnya:
      فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلًا لِلْآخِرِينَ
      Faja’alnahum SALAFAN wa matsalan lil akhirin

      Salaf dalam ayat ini maknanya orang-orang yang terdahulu, agar orang-orang sesudah mereka dapat mengambil pelajaran.

  • Norman Noneone

    Selama penegakkan Al Qur-an tidak sesuai dengan manhaj (pola) yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW dan para sahabatnya, maka umat Islam akan senantiasa terpecah-pecah tidak akan pernah bersatu. Mereka masing-masing akan meng-claim bahwa golongannya yang paling sesuai sunnah, golongan lainnya tidak sesuai sunnah.

  • Sony Pramita

    Alhamdulillah saya telah mengenal & memahami salaf berkat dorongan teman2 walaupun msh belajar…dan saya tetap terus berusaha untuk mempelajari & mengaplikasikan salaf dalam ibadah & kehidupan sehari-hari….SALAF IS THE BEST

  • Siti rahmah

    Pemahaman salafy dg pemahaman mayoritas ulama di indonesia sangat berbeda,apakah anda yg mengaku salafi tdk takut perpecahan antara umat islam?masa sehabis solat dilarang bersalaman.ditempatku yg mengaku salafy sangat eklusip dia tida mau bergaul dg tetangga.wallohu a,lam bimurodih

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Siti Rahmah
      Semoga Allah merahmati anda. Pemahaman salafy adalah pemahamannya para imam madzhab yang empat dan para ulama terdahulu. Karena mereka meneladani generasi salafus shalih. Kebenaran bukan dinilai dari banyaknya orang yang melakukan. Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah (wafat 187 H) berkata: “Janganlah engkau mengangap buruk jalan-jalan kebenaran karena sedikit orang yang menjalaninya. Dan jangan pula terpedaya oleh banyaknya orang-orang yang binasa”

      Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak salam2an setelah shalat, para sahabat Nabi juga tidak. Tidak ada diantara imam madzhab yang empat yang bersalaman setelah shalat.

      Bergaul dengan baik terhadap tetangga adalah sunnah Rasul, jika seseorang mengaku salafy maka hendaknya bergaul dengan baik terhadap tetangga. Jika tidak demikian, maka hendaknya anda memberi nasehat yang baik.

  • abu khansa

    kalau standar yg dimaksud eklusif adalah sehabis sholat tidak mau salaman, malam jumat tidak ikut yasinan, ada yg ninggal ga ikut tahlilan, ada acara maulid ga datang ya emang semua itu ga ada contohnya dari nabi atau ga ikut ngobrol2 ngalur ngidul gosipin tetangga, nongkrong gitar2an di pinggir jalan, itu sih maksiat, maka wajar orang yg mengaku salafi tidak ikuta. Tp kalau eklusif artinya, tidak berakhlak baik, tidak mau mengucap salam ke tetangga, disapa tidak mau membalas maka hal ini pun tidak dicontohkan oleh nabi dan itu menunjukkan bahwa orang tersebut belumlah sepenuhnya mengikuti nabi, dan orang tersebut butuh nasehat, bukanlah celaan. Jangan menyalahkan manhaj-nya karena bisa jadi itu adalah kesalahan orang per-orang dalam praktek-nya. Cobalah lihat literatur yg diajarkan dalam masalah akhlak oleh ustadz2 salafi atau dari ulama.

  • bayu

    اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
    pak coba tolong lebih detail lagi penjelasan tentang pemahaman mengikuti salaf. dan ini adalah pendapat saya,
    1. pada 3 generasi awal umat islam, umat islam belum menggunakan teknologi komunikasi seperti internet atau kendaraan bermesin, apakah hal tersebut harus kita ikuti juga?
    2. mengenai penggunaan menara pada masjid apakah itu juga disebut bid’ah? (berlebihan dalam agama), karena pada zaman rasul S.A.W menara digunakan oleh bangsa persia untuk penyembahan tuhan mereka
    3. kemudian, penggunaan tanda baca dalam tulisan al-qu’an suci, menurut pendapat guru saya pada zaman rasul S.A.W tulisan arab nya masih gundul, dan yang kita ketahui sekarang al-qur’an sudah ditambah lengkap dengan tanda baca, apakah itu disebut bid’ah juga?.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #bayu
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh
      1. Yang dimaksud tulisan di atas adalah mengikuti salaf dalam metode beragama. bukan masalah keduniaan.
      2. Kami kami tahu dari para ulama bahwa menara masjid itu boleh jika memang dibutuhkan.
      3. Itu memang benar. Namun bukan termasuk bid’ah. Karena di zaman Nabi dahulu mereka tidak butuh tanda baca, sedangkan orang zaman sekarang butuh. Faktor pendorongnya tidak ada.
      Beda halnya dengan kasus berikut:
      Di zaman Nabi dahulu para sahabat cinta Nabi, muslim di zaman sekarang pun cinta Nabi. Artinya faktor pendorong untuk mengadakan Maulid sudah ada. Para sahabat dahulu andai diminta membuat acara Maulid Nabi, mereka mampu melakukannya, namun mereka tidak lakukan. Maka, ini termasuk bid’ah.

  • mualaf

    saya masih bingung, kalau sudah seperti itu penjelasannya kenapa masih banyak orang menghujat dan mengkategorikan salaf itu golongan, dan yang makin membingungkan kenapa justru orang-orang yg sangat mengerti dengan islam justru memperdebatkan salafi, dan apa kaitannya dengan wahabi ?
    Mohon bantu pencerahannya bagi yg lebih berilmu agar orang-orang awam seperti saya dapat pencerahan….

    Wasalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh …

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #mualaf
      Bisa jadi mereka nampaknya pandai namun sebenarnya belum paham apa itu manhaj salaf. Atau bisa jadi, mereka tahu makna dari manhaj salaf namun tidak mau menerima.
      Pepatah mengatakan:
      ان كنت لا تدري فتلك المصيبة
      ان كنت تدري فالمصيبة أعظم
      “Kalau sebenarnya engkau tidak paham, itu musibah. Namun kalau sebenarnya sudah paham, maka musibahnya lebih parah”

  • mualaf

    sebetul banyak sekali arikel yg sudah saya baca, terus terang pemahaman dari artikel-artikel salafi lebih gampang saya terima, tapi saya tidak tau harus belajar kemana, kawatir kalau belajar dari buku dan artikel saja malah akan membawa saya ke pemahaman atas diri saya sendiri dan itu jelas bisa menyesatkan, sedangkan belajar kepada pengajian-pengajian di mesjid-mesjid dekat tempat tinggal saya pun terasa selalu ada yang kurang, pakaian imam nya yang berjubah dan bersorban tapi masih doyan merokok, malah ada yg mengadakan pengajian sambil zikir keras-keras sampai tengah malam yg sangat mengganggu saya dan tetangga lain, dan itu dilakukan malam senin atau malam selasa dimana keesokan hari kita harus bangun pagi untuk kerja. Saya semakin heran sebetulnya melihat kondisi islam yang saya temui, hanya salafi yg saya kenal lewat artikel-artikellah yang membuat saya ingin mempelajari lebih dalam tentang islam, tetapi ketika saya temui artikel tentang salafi wahabi saya jadi goyang, entah ini fitnah atau perbedaan yang dibesar-besarkan atau lebih kepada perselisihan hingga golongan-golongan anti salafi atau “salafi tobat” mencoba-coba membongkar kesesatan-kesesatan salafi dari kitab-kitab wahabi. Yang lebih membuat hati saya miris, ketika saya sampaikan keluhan kepada seorang muslim agar dapat pencerahan yang benar ternyata mereka malah memanfaatkan kebodohan saya agar ikut golongan mereka, ketemu yang lain lagi akhirnya begitu lagi, hingga belasan saya jumpai aliran-aliran, baru itu saya tau kalu islam punya aliran-aliran, malah ada yang mengajak bai’at, saya tidak tau apa itu bai’at, kalau syahadat saya tau, dan itu sudah saya ucapkan resminya 5 tahun yang lalu disebuah mesjid dekat rumah saya. Akhir saya malah tidak berani lagi mencari ilmu ttg islam di majelis-majelis zikir karna takut ketemu aliran lagi, sakarang saya hanya belajar lewat 2 buah situs salafi lewat kajian-kajian dari mp3 yg saya download, tentu tidak semua menjawab pertanyaan saya. Dari situlah saya membagikan ilmu lagi kepada istri dan orang-orang yang datang mengajak saya ke majelis-majelis mereka.

  • http://kangcaraka.blogspot.com/ Kang Caraka

    betul ustadz,. di indonesia banyak yang masih memegang tradisi warisan jawa,. hendaknya langkah dakwah para ulama harus di maksimalkan lagi.

    syukran

  • Abdul Hakim

    Sangat mencerahkan. ty ty ty ty :D

  • Irman

    Alhamdulillah, saya selama ini sudah kesana kesini mencari kebenaran, ngikut aliran ini dan itu, dan malahan ada yang ujung ujungnya tidak sholat, ada yang mengajarkan kesaktian dengan zikir yang ribuan, dan malahan ada teman yang gila karena kebanyakan zikir, kemudian perlahan batin saya mulai bertanya, kalo memang kekebalan dan ilmu ilmu mistik ini sudah di ajarkan oleh nabi mengapa banya para sahabat zaman dahulu yang wafat ketika berperang melawan kaum kafir, akhirnya saya mencari dan mencari, insya’ alloh jalan ini yang terbaik dari selama ini pencarian saya

    Menurut pendapat saya agama itu di sampaikan untuk menyampaikan kebenaran dan merubah akhlak menjadi akhlakul karimah, dan bukan untuk gila ketika mengamalkannya

  • Heroe

    Assalamu’alaikum warahmatuLLAAHi wabarakatuh,,..saya sebenarnya pernah beberapakali ikut pengajian salafi yg jauh dari tempat saya, tapi ada beberapa hal yang menjadi keraguan dalam hati saya,
    1. kenapa da’wahnya mudah membid’ahkan & menuduh sesat saudara muslim yang lain hanya karena beda pengajian? padahal ALLAAH nya, Nabi nya, Al-Qur’an nya, haditsnya kan sama saja!!..
    2. Apakah di sunnahkan oleh Nabi Saw & dcontoh oleh para sahabat beliau serta salafussalih dalam da’wah wajib menghujat orang muslim lain?
    3. Kenapa ustad-ustad yang mengaku salafi tidak berani menda’wahkan agama secara langsung masuk ke kampung-kampung? Beraninya cuma lewat majalah, buletin, radio, internet, dsb…sehingga tidak menyentuh semua kalangan di masyarakat?
    4. Di kampung (tingkat kabupaten) saya belum ada ustad salafi mengadakan pengajian atau berda’wah…bagaimana kami bisa mengenal islam secara kaffah sesuai pemahaman salafussalih sementara anda tidak pernah menyampaikannya kepada kami secara langsung?
    5. Apakah Nabi Saw & para sahabat ada mencontohkan berda’wah lewat majalah, buletin, radio, internet dan media massa lainnya?
    Terimakasih jika mau menanggapi, tp sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang ingin saya pertanyakan terkait da’wah yang anda akui sebagai da’wahnya para salafussalih..

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Heroe
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh, silakan baca artikel-artikel web ini, semua jawaban keraguan anda sudah ada pada artikel-artikel kami.

  • heroe

    Terimakasih buat ust. Yulian atas sarannya….isi artikelnya bagus tp mohon maaf sepertinya tidak terlalu tepat untuk menjawab pertanyaan saya…isi kajian seperti di dalam artikel itu kurang lebihnya sudah pernah saya baca dalam beberapa buku, buletin & majalah salafi (mis:mulia dengan manhaj salaf/ust.Yazid bin Abdl Qadir Jawas, alfurqon, assunnah, qiblati, fatawa, dll)….Sebenarnya pertanyaan saya itu aktual sehingga butuh jawaban yang tepat…karena sampai detik ini saya belum menemukan jawaban yang tepat untk pertanyaan2 saya itu & pertanyaan yang ada bergejolak dalam hati saya….sekali lagi mohon maaf Ustad,,,

  • kaelani

    bagaimana ulama sunah yang salah ijtihad?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #kaelani
      Ijtihad yang salah tidak diikuti

  • http://www.hadisantosa.com Hadi Santosa

    Bagus…!

  • unnamed

    Mudah2an dengan mengikuti Jalan para Salafuna Sholih, kita menjadi selamat dalam thariqah ahlus sunnah wal jamaah. Karena zaman ini kita harus berhati-hati dengan ulama-ulama wahabi dan syiah yang berusaha mengikis ahlus sunnah wal jamaah

  • http://tqnku.wordpress.com tqnku

    Banyak yang mengaku manhaj salaf tapi dalam prakteknya masih jauh dari ahlak salafush sholeh karena qalbunya masih di penuhi penyakit : iri,hasut,dengki,takabur dll

  • Umar

    Ustadz, ana mau tahu kejelasan tengtang tuntunan Do’a, sholat, …. Mohon tunjukkan link/ website nya. jazaqallah khoer

  • http://www.edwins.com edwin sardi

    sukron

  • Pingback: Pelajaran Dasar Agama Islam — Muslim.Or.Id

  • Pingback: Mengenal Salaf dan Salafi

  • Rizky

    jadi apa beda “salafi dngan ahlusunnah wal jama’ah ya ustd ?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Rizky
      Pada hakikatnya sama

  • Pingback: Bukti Salafi yang Antiterorisme | Islam & Aliran Sesat

  • Pingback: Bukti Salafi yang Antiterorisme | Untuk bangsa

  • http://slumberblogger-freedownload.blogspot.com wadud

    Assalamualaikum…
    Terima kasih atas pencerahannya tentang salaf maupun salafi.. :)
    Moga Allah membalas jasa baik atas susah payah dalam menulis artikel ini..

  • Combino

    InsyaAlloh saya faham.Syech Albani beliau hidup kira2 th 1350H.dan Rosululloh SAW wafat kira2 th 11H.Jelas beda masa kira2 1300 tahun.(jelas syech Albani bukan hidup pada generasi salaf)
    pertanyaannya adalah
    1.Bagaimana bisa mengklaim salaf?
    2.Rosululloh jelas melakukan ziarah kubur,kenapa kelompok baru ini yang mengaku salaf justru menentang ziarah kubur?apakah ini tdk melebih lebihkan dan melakukan bid’ah besar?
    3.apakah syari’ah islam itu terbatas pada apa yang dilakukan oleh Nabi sendiri?

    Mudah2an kita semua mendapat petunjuk ALLOH ke jalan yg diridhoi AMIIN.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Combino
      1. Pengertian istilah ‘ulama salaf’ bisa secara khusus dan umum. Secara khusus, ulama salaf adalah generasi salaf. Secara umum, ulama salaf adalah para ulama yang meneladani dan mengambil metode beragama dari generasi salaf.
      2. Silakan baca: http://muslim.or.id/hadits/keutamaan-ziarah-kubur.html
      3. Silakan belajar ushul fiqih agar lebih paham, ada bahasan panjang lebar mengenai perkataan, perbuatan dan taqrir Nabi.

  • Amin

    Kalau meniru ajaran Rosul dan salafussoleh itu bagus dan itu disebut salafy.tapi kalo salah ,malah salafi itu = ( salah Fikir)

  • muz limah

    bagaimana kita mengetahui bahwa kita mengikut manhaj salaf atau bukan?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Muz

      Anda dapat mengetahui dari mempelajari akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang termuat dalam buku-buku akidah ulama masa silam, seperti Akidah Wasithiyah, Akidah Thohawiyah, dll.

  • http://kukasih89@ymail.com kasihku

    Assalamu’alaykum warahmatullah wabarokaatuh, ana izin post / share di web ya,

  • Pingback: Mengenal Salaf dan Salafi | Majelis Kerohanian Islam (MKI)

  • Pingback: Mengenal Salaf dan Salafi | amwah

  • hendry

    @ AMIN
    Tidak baik mencela jika minim akan pengetahuan, sehingga nanti anda dipanggil AMIN = “AMALANNYA MINIM”

  • hendry

    Menjalankan ibadah dengan murni adalah menjadikan ketenangan dalam bathin setiap individu,Alhamdulillah

  • hilyah

    assalamualaikum,saya akhir2 ini tertarik berbagai artikel tentang salafi.meskipun sebelumnya sempat bimbang krn bgt banyaknya yg menghujat salafi.sdh satu tahun saya ikuti artikel2 yg pro maupun kontra salafi.yg akhirnya saya merasa salafi adalah benar menurut saya (untuk saat ini).saya ingin mengkaji dan mengaji di pengajian salafi,adakah yg bs memberi tahu saya dimana pengajian salafi untuk wilayah lampung?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #hilyah
      Coba dengarkan Radio Rodja Lampung 91,1 Mhz
      Alamat. Jl Raya Alternatif IR. Sutami Poros Dua Ring Road Sribhawono – Panjang Bandar Sribhawono Lampung Timur
      KodePos. 34199
      Telp. (0725) 660811
      Sms. (0725) 6478125

  • http://yahoo.com amran

    alhamdulillah dan terima kasih banyak atas penjelasannya semoga Allah memberi kepahaman agama kepada kita.

  • http://zeintin-collection.blogspot.com Zeintin

    akhi.. ana izin share
    syukron

  • sukirman

    assalamu alaikum.. sy jg ingin belajar ilmu dan mengaji di salafi..

    Di mana tempat untuk belajar di wilayah parepare (sul-sel)
    terimah kasih..

  • Zam-zam

    InsyaAllah semoga kita semua mendapat petunjuk dari Allah Azza Wajala. Aamiin…

  • Pingback: Fatwa Ulama: Apakah Salafi Itu Khawarij? | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

  • Abanda Venusman

    Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah
    Beliau ditanya: “Apakah jamaah-jamaah yang ada masuk dalam 72 golongan yang binasa?”

    Jawab: “Ya, semua yang menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jamaah berupa kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam, (menyelisihi) dalam hal dakwah atau dalam hal aqidah, atau sesuatu dari pokok-pokok iman, maka ia masuk ke dalam 72 kelompok. Dan ia masuk dalam ancaman dan terkena celaan serta hukuman sesuai kadar penyelewengannya.”

    Beliau juga ditanya: “Apa hukum keberadaan kelompok-kelompok seperti Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan lain-lain di negeri muslimin secara umum?”

    Jawab: “Jamaah-jamaah pendatang ini wajib untuk tidak kita terima, Karena mereka ingin menyelewengkan kita dan memecah-belah kita. Menjadikan yang ini ikut jamaah Tabligh, yang ini ikut Ikhwanul Muslimin, yang ini begini… Kenapa berpecah seperti ini? Ini termasuk kufur terhadap nikmat Allah k. Kita berada di atas satu jamaah dan agama kita jelas. Kenapa kita menjadikan yang rendah sebagai ganti yang baik?” (diambil dari buku Al-Ajwibah Al-Mufidah)

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.