Donasi Semarak
Ramadhan 1433 H

Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi

Kategori: Manhaj

36 Komentar // 29 Januari 2012

Berikut ini kami sajikan kumpulan penjelasan mengenai perayaan Maulid Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Semoga permasalahan yang selalu menjadi polemik setiap tahunnya ini dapat dipahami secara ilmiah dan juga menyeluruh. Bagi pihak yang kontra, harap menyimak penjelasan-penjelasan berikut dengan seksama, hati yang tenang dan pikiran yang  jernih agar tidak muncul prasangka-prasangka buruk, semisal prasangka bahwa melarang perayaan Maulid adalah mengkafirkan dan menyesatkan setiap orang yang mengikuti perayaan tersebut.

Semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.

Kewajiban Cinta Kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam

Antara Cinta Nabi dan Maulid Nabi

Hukum Merayakan Maulid

Maulid Nabi Adalah Bid’ah Hasanah?

buku saku

36 Komentar

  1. har rizal m rizki
    13 Feb 2011 [#]

    sy masih belajar…dan ingin belajar tahu mengenai hukum islam..

  2. sagit
    14 Feb 2011 [#]

    @har rizal alhamdulillah semoga Allah memudahkan Antum untuk menuntut ilmu syariat islam dengan benar dan istiqomah.amin

  3. Salim
    15 Feb 2011 [#]

    saran, agar semua artikel di atas digabung dalam satu ebook agar mudah didownload

  4. ahmad sudjai
    15 Feb 2011 [#]

    ya Allah ya Tuhanku ampunilah dosa2ku yang telah lalu tunjukilah aku ke jalan yang lurus yang Engkau ridhoi dan jauhkanlah aku dari segala perbuatan maksiat dan dosa.hanya kepadaMu aku menyembah dan hanya kepadaMU aku mohon perlindungan dan pertolongan ya Allah yang Maha Kuasa kuatkanlah imanku padaMU dan mudahkanlah aku memahami ilmu agama agar ibadah yang aku lakukan sesuai dengan tuntunanMU sebagaimana yang telah dicontohkan utusanMU Nabi Muhammad SAW.amiiin…

  5. Ancha
    15 Feb 2011 [#]

    Terkadang saya merasa heran dengan orang yang menganggap adanya bid’ah hasanah..
    Mereka mengatakan bahwa bid’ah dibagi dua, ada yang baik dan ada yang sesat.
    Sedangkan Rasulullah mengatakan bahwa “bid’ah” itu “sesat” adapun kata “hasanah” yang berarti berarti “baik” jika dua kata itu digabungkan menjadi “bid’ah hasanah” berarti apakah a…da “sesat yang baik…”
    membingungkan tanya kenapa?

  6. har rizal m rizki
    15 Feb 2011 [#]

    ..man a’dhoma maulidi kuntu syafi’an lahu yaumal qiyamah…
    …barang siapa yg mengagungkan maulidku,padanya akan aku beri syafaat di hari qiyamat..
    Prtnyn.: apakah ini bunyi sbh hadis atw apa? Bagaimana kedudukannya apakah bisa dijadikan landasan dalil untk merayakan maulid nabi..bila berkenan dijelaskan…
    Mohon maaf sy blm menyimak seluruhnya.

  7. abdullah
    15 Feb 2011 [#]

  8. Dani
    16 Feb 2011 [#]

    ustadz , ana mau tanya… ada seseorang yang berdalih knp maulid itu diharuskan…. dia berkata hadits ini dari Abu Qatadah… maaf isinya agak lupa saya tapi rincinya seperti ini , seorang sahabat bertanya ,kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa pada hari senin, lalu Rasul menjawab karena aku berpuasa pada hari kelahiran ku… …

    jazakallah khoiron ustadz atas perhatiannya…

  9. uut
    16 Feb 2011 [#]

    ya begitu juga di kumpulkan juga per materi

  10. alfitra
    16 Feb 2011 [#]

    assalamu’alaikum.. idem dengan salim..

  11. nurhadi
    16 Feb 2011 [#]

    assalamualaikum,bagaimana caranya link ini supaya bisa di kirim lewat email? syukron

  12. Muhammad Nur Ichwan
    16 Feb 2011 [#]

    @har rizal m rizki
    perkataan itu bukanlah hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak terdapat dalam berbagai kitab induk hadits dan hanya rekayasa (hadits palsu). dengan demikian tidak bisa dijadikan dalil untuk merayakan maulid.

  13. Dynha
    16 Feb 2011 [#]

    sangat membantu

  14. har rizal m rizki
    16 Feb 2011 [#]

    syukron akhi atas penjelasannya…karena keterangan tsb sempat membuat saya bertanya tanya..

  15. Yulian Purnama
    16 Feb 2011 [#]

    #Dani
    Kalau demikian seharusnya mereka merayakannya dengan puasa dan bukan setahun sekali.

  16. faisal
    17 Feb 2011 [#]

    mau tnya nc ustadz. .
    Mnghdiri acara pryaan maulid,tetapi hanya ingin mndengarkan tausiah yg d smpai kn saja. . !!
    Apakah trmsuk bid’ah. . ?

  17. Dani
    18 Feb 2011 [#]

    mereka yang berzikir bersama berdalih seperti ini….Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Bila malaikat Allah mendapati (menemukan) Majelis Dzikir, ia duduk bersama, kelilingi dengan sayapnya hingga menutupi sampai ke langit (HR:Muslim)”
    apakah benar hadits ini mohon perhatiannya…
    apakah ada dalam kitabnya Imam Muslim????
    jazakallah khoiron….

  18. Yulian Purnama
    18 Feb 2011 [#]

    #faisal
    Datang ke acara tersebut adalah sikap mendukung kebid’ahan. Adapun mendengar tausiah atau bercengkrama dengan tetangga, silakan cari kesempatan lain insya Allah sangat banyak. Walhamdulillah, majelis ta’lim di negeri kita ini hampir setiap hari ada.

  19. rifki
    19 Feb 2011 [#]

    Assalamualaikum.

    bagaimana jika orangtua mengajak kita untuk menghadiri acara Maulid Nabi, bila kita mengatakan itu Bid’ah pada orangtua, maka pastinya kita akan berdebat dengan orangtua. dan kemungkinan orangtua akan marah dan kita menjadi anak yang durhaka???

    lantas bagaimana cara menolak yg sopan?

    wassalam

  20. Yulian Purnama
    19 Feb 2011 [#]

    #nurhadi
    Wa’alaikumussalam. Di copy-paste saja.

  21. toko aslam online
    19 Feb 2011 [#]

    syarat diterimanya beribadah:
    1. Ikhlas
    2. Mengikuti Sunnah

  22. arif
    20 Feb 2011 [#]

    assalmualaikaum,
    Mohn penjelasan ttg bid’ah. Apa ada bid’ah hasanah dalm amal dan peribadatan ?

  23. Yulian Purnama
    20 Feb 2011 [#]

    #arif
    Wa’alaikumussalam. Ada penjelasannya di salah satu artikel di atas.

  24. Abduh Tuasikal
    21 Feb 2011 [#]

    @ Rifki
    Wa’alaikumus salam
    Menasehatilah dg lemah lembut dan trus doakan kebaikan pada orang tua.

  25. obat herbal
    21 Feb 2011 [#]

    syukron atas rujukan artikel2 bermanfaat di atas

  26. islam
    28 Feb 2011 [#]

    Lalu bagaimana dengan perayaan pekan raya pada saat hari kelahiran Muhammab ibn Abdul Wahab?

  27. Yulian Purnama
    28 Feb 2011 [#]

    #islam
    Jangan percaya info yang tidak benar. Tidak ada acara Maulid (perayaan kelahiran) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Yang ada adalah Usbu’ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab atau “Pekan Memorial Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab”. Silakan simak:
    http://kangaswad.wordpress.com/2011/02/28/antara-pekan-muhammad-bin-abdul-wahhab-dan-maulid-nabi/

  28. islam
    02 Mar 2011 [#]

    Ternyata bukan maulid tapi Usbu’. Kang Yulian, itu acara Usbu’ pada tgl kelahiran Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahab kegiatannya apa saja? Kang Aswad cuma menjelaskan tujuannya seperti meluruskan info mengenai Syaik, tapi tidak ada penjelasan apa saja kegiatannya.

  29. Yulian Purnama
    05 Mar 2011 [#]

    #islam
    Usbu’ artinya pekan. Sepengetahuan kami pekan memorial ini tidak di pas-paskan dengan tanggal kelahiran beliau. Mengenai rincian kegiatannya kami kurang mengetahui namun sudah dijelaskan secara umum pada link yg saya sampaikan.

  30. Firman
    15 Mar 2011 [#]

    Assalammualaikum,

    Dari sejarah awal, bahwa maulidan adalah usaha Shalahuddin al-Ayyubi, sultan Mesir dari Bani Ayyub yang memerintah pada 570-590 Hijriah atau 1174-1193 Masehi. untuk membangkitkan semangat jihad kaum muslimin. Awalnya, gagasan Shalahuddin ditentang para ulama, sebab sejak zaman Nabi perayaan maulid itu tidak ada. Apalagi, di dalam agama islam hari raya resmi cuma ada 2 yaitu, Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Namun Shalahuddin menegaskan bahwa perayaan Maulid hanyalah semarak syiar Islam, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dikategorikan sebagai bid’ah. Kebetulan Khlaifah An Nashir di Baghdad pun menyetujuinya.

    Ternyata, peringatan Maulid Nabi yang digagas oleh Shalahuddin al-Ayyubi mampu menggelorakan semangat jihad kaum muslim dalam menghadapi serangan agresi Barat dalam Perang salib. Shalahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga Yerusalem berhasil direbut pada 583 H atau 1187 M.

    kalau niatnya untuk kejayaan islam bagaimana pak ustad.

  31. Yulian Purnama
    16 Mar 2011 [#]

    #Firman
    Wa’alaikumussalam. Cerita tersebut tidak benar dan tidak bersumber pada referensi yang valid. Silakan simak:
    http://muslim.or.id/manhaj/ibnu-taimiyah-ibnu-hajar-shalahuddin-al-ayubi-pro-maulid-nabi.html

  32. Tommi
    16 Mar 2011 [#]

    Assalamu’alaikum

    @saudaraku Firman,
    Andaikan berita itu shahih bahwa Shalahuddin Al Ayyubi yg menggagas kembali perayaan maulid, tetap saja apa yg beliau lakukan bukanlah hujjah sebab agama ini bukan berasal dari Shalahuddin -rahimahullah-. Apa2 yg datang dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam lebih patut kita terima dan kita laksanakan, itulah hujjah kita akhi sebab beliaulah sang pembawa risalah Islam ini.

    Jadi, simpel saja, kalo memang Rasulullah dan para sahabatnya saja tidak melaksanakannya (padahal merekalah yg lebih mencintai Rasulullah dibanding kita yg hidup di zaman skrg), untuk apa kita repot2 mencari “dalih2″ pembenaran kegiatan itu?

  33. Yulian Purnama
    25 Mar 2011 [#]

    #Dani
    Yang bersabda demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, namun beliau tidak pernah membuat majelis dzikir jama’i sebagaimana yang dibuat orang-orang sekarang, berarti bukan demikian maksudnya. Majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis ilmu.

  34. rusmanjay
    01 Feb 2012 [#]

    ijin share ya

  35. Bagdja
    05 Feb 2012 [#]

    Mari kita mengagungkan beliau Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan mengikuti & mencontoh sunnah-sunnahnya, menjauhi larangan serta amalan yang tidak ada tuntunannya dari beliau. Mulai dari sekarang! bukan besok ataupun tahun2 yang akan datang. aamiin!

  36. Ikhsan
    06 Mar 2012 [#]

    iJIN SHARE Y USTADZ

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas