<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ensiklopedia Maulid Nabi (2): Antara Cinta Rasul &amp; Perayaan Maulid</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 19:07:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ysaraysa</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-84572</link>
		<dc:creator>ysaraysa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 17:35:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-84572</guid>
		<description>memang unik ya manusia ini diciptakan Alloh...... beda kepala, beda pula isinya  tapi semua manusia yang beriman pasti setuju dengan ini : sesuatu yang BENAR pasti datang dari Alloh, kemudian kebenaran itu via malaikat disampaikan kepada  nabi dan rosul, agar diteruskan kepada manusia..
nah masalahnya sekarang para manusia-manusia ini saling meng-klaim &quot;saya yang BENAR !!!&quot; 
kalo dulu manusia tinggal nanya langsung (waktu beliau masih hidup) kalo ada perselisihan..
nah sekarang udah ribuan tahun lewat... sama siapa? 
kata saya... tanya sama DATA
akhirnya manusia-manusia bingung..... dimana nyari DATA? 
kata saya... BELAJAR
makin valid (sohih) data... itu yang kita jadikan pedoman
maka..., 
bagi yang punya data tapi masih remang-remang apalagi yang tidak punya data, gak usah ngomong deh!! daripada sesat dan lebih parah lagi menyesatkan orang.. sesat itu dosa, menyesatkan orang tambah dosa.. mirip kayak MLM dosa.
bagi yang mau ngomong, landasi dengan data selengkap mungkin, biar kami-kami ini bisa nyari sendiri dari sumbernya, jadi nantinya kami sendirilah yang menentukan mana yang BENAR, bukan bersikap karena ikut-ikutan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang unik ya manusia ini diciptakan Alloh&#8230;&#8230; beda kepala, beda pula isinya  tapi semua manusia yang beriman pasti setuju dengan ini : sesuatu yang BENAR pasti datang dari Alloh, kemudian kebenaran itu via malaikat disampaikan kepada  nabi dan rosul, agar diteruskan kepada manusia..<br />
nah masalahnya sekarang para manusia-manusia ini saling meng-klaim &#8220;saya yang BENAR !!!&#8221;<br />
kalo dulu manusia tinggal nanya langsung (waktu beliau masih hidup) kalo ada perselisihan..<br />
nah sekarang udah ribuan tahun lewat&#8230; sama siapa?<br />
kata saya&#8230; tanya sama DATA<br />
akhirnya manusia-manusia bingung&#8230;.. dimana nyari DATA?<br />
kata saya&#8230; BELAJAR<br />
makin valid (sohih) data&#8230; itu yang kita jadikan pedoman<br />
maka&#8230;,<br />
bagi yang punya data tapi masih remang-remang apalagi yang tidak punya data, gak usah ngomong deh!! daripada sesat dan lebih parah lagi menyesatkan orang.. sesat itu dosa, menyesatkan orang tambah dosa.. mirip kayak MLM dosa.<br />
bagi yang mau ngomong, landasi dengan data selengkap mungkin, biar kami-kami ini bisa nyari sendiri dari sumbernya, jadi nantinya kami sendirilah yang menentukan mana yang BENAR, bukan bersikap karena ikut-ikutan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu faris</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-84482</link>
		<dc:creator>abu faris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 10:38:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-84482</guid>
		<description>kita sering mengaku cinta rasul dg merayakan hari kelahiran beliau,mendendangkan syair puji pujian yang kita sendiri banyak tidak mengetahui apa akan arti dan maksudnya,kita menganggap perayaan tersebut menjadikan kita lebih cinta dan sayang kepada rasulullah, coba kita renungkan apakah kita yang suka.dg perayaan maulid sdh benar benar mencinta rasulullah?,apa bukti kita telah mencintai rasulullah?apakah kita sdh mengamalkan ssgala apa yg diajarkan rasulullah?apakah kita sdh termasuk kedalam orang orang yang memakurkan masjid dg shalat berjemaah?ana khawatir kita menjadi orang orang fasik.Tunjukan sikap kita sebagai umat yang cinta rasulullah dg i&#039;tiba kepada beliau. jadikan beliau sebenar benar suri tauladan yang patut dicontoh.bela beliau dg mengamalkan sunnah beliau.makmurkan masjid bantu tetangga kita yg sedang perlu bantuan.perbanyak shodaqoh dijalan Allah.sampai sekarang ana  belum mendapati orang yang merayakan maulid benar benar cinta rasul dg mengamalkan sunnah rasul buktinya masjid masji sering kosong tiap kali waktu sholat,tapi saya sering mendapati mereka cenderunv jadi jemaah musiman.semoga kita senantisa mendapatkan hidayah dari Allah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita sering mengaku cinta rasul dg merayakan hari kelahiran beliau,mendendangkan syair puji pujian yang kita sendiri banyak tidak mengetahui apa akan arti dan maksudnya,kita menganggap perayaan tersebut menjadikan kita lebih cinta dan sayang kepada rasulullah, coba kita renungkan apakah kita yang suka.dg perayaan maulid sdh benar benar mencinta rasulullah?,apa bukti kita telah mencintai rasulullah?apakah kita sdh mengamalkan ssgala apa yg diajarkan rasulullah?apakah kita sdh termasuk kedalam orang orang yang memakurkan masjid dg shalat berjemaah?ana khawatir kita menjadi orang orang fasik.Tunjukan sikap kita sebagai umat yang cinta rasulullah dg i&#8217;tiba kepada beliau. jadikan beliau sebenar benar suri tauladan yang patut dicontoh.bela beliau dg mengamalkan sunnah beliau.makmurkan masjid bantu tetangga kita yg sedang perlu bantuan.perbanyak shodaqoh dijalan Allah.sampai sekarang ana  belum mendapati orang yang merayakan maulid benar benar cinta rasul dg mengamalkan sunnah rasul buktinya masjid masji sering kosong tiap kali waktu sholat,tapi saya sering mendapati mereka cenderunv jadi jemaah musiman.semoga kita senantisa mendapatkan hidayah dari Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tanman</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-83696</link>
		<dc:creator>tanman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 17:49:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-83696</guid>
		<description>Ya nabi salam &#039;alaika Ya Rasul Salam &#039;alaika Ya habib salam &#039;alaika Sholawatullah &#039;alaika...Marhaban ya marhaban ya nurul &#039;aini marhaban jaddal husaini marhaban marhaban....Robbi fagfirly dzunubi Ya Allah bibarkati hadi muhammad Ya Allah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya nabi salam &#8216;alaika Ya Rasul Salam &#8216;alaika Ya habib salam &#8216;alaika Sholawatullah &#8216;alaika&#8230;Marhaban ya marhaban ya nurul &#8216;aini marhaban jaddal husaini marhaban marhaban&#8230;.Robbi fagfirly dzunubi Ya Allah bibarkati hadi muhammad Ya Allah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: 'Abdullah</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-71702</link>
		<dc:creator>'Abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 22:35:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-71702</guid>
		<description>kullu bid&#039;atin dholalah wa kullu dholalatin finnaar.

setiap bid&#039;ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya dineraka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kullu bid&#8217;atin dholalah wa kullu dholalatin finnaar.</p>
<p>setiap bid&#8217;ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya dineraka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fauzan q.a</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-68315</link>
		<dc:creator>fauzan q.a</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 04:59:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-68315</guid>
		<description>marilah memurnikan akidah kita
jauhi perkara bid&#039;ah
Segala bentuk bid&#039;ah haram hukumnya

allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya): &quot;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian.&quot; (Al-Maa`idah:3).

Berkata Al-Imam Malik bin Anas: &quot;Barangsiapa mengada-adakan di dalam Islam suatu kebid’ahan yang dia melihatnya sebagai suatu kebaikan maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhianati risalah, karena sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: &quot;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian.&quot; Maka apa-apa yang tidak menjadi agama pada hari itu, maka tidak menjadi agama pula pada hari ini.&quot; (Al-I’tisham, Al-Imam Asy-Syathibiy 1/64)

Berkata Asy-Syaukaniy: &quot;Maka, sungguh apabila Allah subhanahu wa ta’ala telah menyempurnakan agama-Nya sebelum mematikan Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana dengan pendapat orang yang mengada-adakan setelah Allah subhanahu wa ta’ala menyempurnakan agama-Nya?! Seandainya sesuatu yang mereka ada-adakan termasuk dalam urusan agama menurut keyakinan mereka, berarti belum sempurna agama ini kecuali dengan pendapat mereka, ini berarti mereka telah menolak Al-Qur`an. Dan jika apa yang mereka ada-adakan bukan termasuk dari urusan agama, maka apa faedahnya menyibukkan diri dengan sesuatu yang bukan dari urusan agama??

Ini adalah hujjah yang terang dan dalil yang agung, tidak mungkin orang yang mengandalkan akalnya dapat mempertahankan hujjahnya selama-lamanya. Maka jadilah ayat yang mulia ini (Al-Maa`idah:3) sebagai hujjah yang pertama kali memukul wajah ahlur ra`yi (orang yang mengandalkan dan mendahulukan akalnya daripada wahyu) dan menusuk hidung-hidung mereka dan mematahkan hujjah mereka.&quot; (Al-Qaulul Mufiid fii Adillatil Ijtihaad wat Taqliid hal.38)

Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam suatu khuthbahnya (yang artinya): &quot;Ammaa ba’d, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitaabullaah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.&quot; (HR. Muslim no.867)


Dari ‘Irbadh bin Sariyah rodhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang mendalam, yang karenanya berlinanganlah air mata (karena terharu) dan membuat hati kami bergetar. Seseorang dari kami berkata: Ya Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Maka beliau bersabda (yang artinya): &quot;Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasyi (Etiopia). Barangsiapa hidup (berumur panjang) di antara kalian niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa`ur Rasyidin yang mendapat petunjuk (yang datang sesudahku), gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama, pent.). Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.&quot; (HR. Ahmad 4/126, Abu Dawud no.4607, At-Tirmidziy no.2676 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiihul Jaami’ no.2546)

Berkata Ibnu Rajab: &quot;Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: &quot;(Kullu bid’atin dholaalah = semua bid’ah adalah sesat)&quot; merupakan kata (qa’idah) yang menyeluruh dan tidak ada pengecualian sedikitpun (dengan mengatakan, &quot;Ada Bid’ah Hasanah&quot;, pent.) dan merupakan dasar yang agung dari dasar-dasar agama.&quot; (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih hal.549)

Berkata Ibnu Hajar: &quot;Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: &quot;(Kullu bid’atin dholaalah = semua bid’ah adalah sesat)&quot; merupakan qa’idah syar’iyyah yang menyeluruh baik lafazh maupun maknanya. Adapun lafazhnya, seolah-olah mengatakan: &quot;Ini hukumnya bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.&quot;

Maka, bid’ah tidak termasuk bagian dari syari’at, karena semua syari’at adalah petunjuk (bukan kesesatan, pent.), apabila telah tetap bahwa hukum yang disebut itu adalah bid’ah, maka berlakulah &quot;semua bid’ah adalah sesat&quot; baik secara lafazh maupun maknanya, dan inilah yang dimaksud. (Fathul Baary 13/254)

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin: &quot;Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: &quot; Kullu bid’atin= semua bid’ah&quot; maknanya menyeluruh, umum, mencakup dan didukung dengan kata yang kuat, mencakup dan umum pula yaitu lafazh &quot; Kullu=semua&quot;. Maka segala sesuatu yang didakwahkan sebagai bid’ah hasanah, jawabannya adalah dengan kata di atas, sehingga tidak ada pintu masuk bagi ahlul bid’ah untuk menjadikan bid’ah mereka sebagai bid’ah hasanah. Dan di tangan kami ada pedang yang sangat tajam dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni (Kullu bid’atin dholaalah). Pedang yang sangat tajam ini dibuat di atas nubuwwah dan risalah, dan tidak dibuat di atas sesuatu yang goyah. Dan bentuk (kalimat yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) ini sangat jelas, maka tidak mungkin seseorang menandingi pedang yang tajam ini dengan mengatakan adanya bid’ah hasanah sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (Kullu bid’atin dholaalah =semua bid’ah adalah sesat). (Al-Ibdaa’ fii Kamaalisy Syar’i wa Khathiiri Al-Ibtida’ oleh Ibnu ‘Utsaimin hal.13)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>marilah memurnikan akidah kita<br />
jauhi perkara bid&#8217;ah<br />
Segala bentuk bid&#8217;ah haram hukumnya</p>
<p>allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya): &#8220;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian.&#8221; (Al-Maa`idah:3).</p>
<p>Berkata Al-Imam Malik bin Anas: &#8220;Barangsiapa mengada-adakan di dalam Islam suatu kebid’ahan yang dia melihatnya sebagai suatu kebaikan maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhianati risalah, karena sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: &#8220;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian.&#8221; Maka apa-apa yang tidak menjadi agama pada hari itu, maka tidak menjadi agama pula pada hari ini.&#8221; (Al-I’tisham, Al-Imam Asy-Syathibiy 1/64)</p>
<p>Berkata Asy-Syaukaniy: &#8220;Maka, sungguh apabila Allah subhanahu wa ta’ala telah menyempurnakan agama-Nya sebelum mematikan Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana dengan pendapat orang yang mengada-adakan setelah Allah subhanahu wa ta’ala menyempurnakan agama-Nya?! Seandainya sesuatu yang mereka ada-adakan termasuk dalam urusan agama menurut keyakinan mereka, berarti belum sempurna agama ini kecuali dengan pendapat mereka, ini berarti mereka telah menolak Al-Qur`an. Dan jika apa yang mereka ada-adakan bukan termasuk dari urusan agama, maka apa faedahnya menyibukkan diri dengan sesuatu yang bukan dari urusan agama??</p>
<p>Ini adalah hujjah yang terang dan dalil yang agung, tidak mungkin orang yang mengandalkan akalnya dapat mempertahankan hujjahnya selama-lamanya. Maka jadilah ayat yang mulia ini (Al-Maa`idah:3) sebagai hujjah yang pertama kali memukul wajah ahlur ra`yi (orang yang mengandalkan dan mendahulukan akalnya daripada wahyu) dan menusuk hidung-hidung mereka dan mematahkan hujjah mereka.&#8221; (Al-Qaulul Mufiid fii Adillatil Ijtihaad wat Taqliid hal.38)</p>
<p>Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam suatu khuthbahnya (yang artinya): &#8220;Ammaa ba’d, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitaabullaah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.&#8221; (HR. Muslim no.867)</p>
<p>Dari ‘Irbadh bin Sariyah rodhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang mendalam, yang karenanya berlinanganlah air mata (karena terharu) dan membuat hati kami bergetar. Seseorang dari kami berkata: Ya Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Maka beliau bersabda (yang artinya): &#8220;Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasyi (Etiopia). Barangsiapa hidup (berumur panjang) di antara kalian niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa`ur Rasyidin yang mendapat petunjuk (yang datang sesudahku), gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama, pent.). Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.&#8221; (HR. Ahmad 4/126, Abu Dawud no.4607, At-Tirmidziy no.2676 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiihul Jaami’ no.2546)</p>
<p>Berkata Ibnu Rajab: &#8220;Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: &#8220;(Kullu bid’atin dholaalah = semua bid’ah adalah sesat)&#8221; merupakan kata (qa’idah) yang menyeluruh dan tidak ada pengecualian sedikitpun (dengan mengatakan, &#8220;Ada Bid’ah Hasanah&#8221;, pent.) dan merupakan dasar yang agung dari dasar-dasar agama.&#8221; (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih hal.549)</p>
<p>Berkata Ibnu Hajar: &#8220;Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: &#8220;(Kullu bid’atin dholaalah = semua bid’ah adalah sesat)&#8221; merupakan qa’idah syar’iyyah yang menyeluruh baik lafazh maupun maknanya. Adapun lafazhnya, seolah-olah mengatakan: &#8220;Ini hukumnya bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.&#8221;</p>
<p>Maka, bid’ah tidak termasuk bagian dari syari’at, karena semua syari’at adalah petunjuk (bukan kesesatan, pent.), apabila telah tetap bahwa hukum yang disebut itu adalah bid’ah, maka berlakulah &#8220;semua bid’ah adalah sesat&#8221; baik secara lafazh maupun maknanya, dan inilah yang dimaksud. (Fathul Baary 13/254)</p>
<p>Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin: &#8220;Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: &#8221; Kullu bid’atin= semua bid’ah&#8221; maknanya menyeluruh, umum, mencakup dan didukung dengan kata yang kuat, mencakup dan umum pula yaitu lafazh &#8221; Kullu=semua&#8221;. Maka segala sesuatu yang didakwahkan sebagai bid’ah hasanah, jawabannya adalah dengan kata di atas, sehingga tidak ada pintu masuk bagi ahlul bid’ah untuk menjadikan bid’ah mereka sebagai bid’ah hasanah. Dan di tangan kami ada pedang yang sangat tajam dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni (Kullu bid’atin dholaalah). Pedang yang sangat tajam ini dibuat di atas nubuwwah dan risalah, dan tidak dibuat di atas sesuatu yang goyah. Dan bentuk (kalimat yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) ini sangat jelas, maka tidak mungkin seseorang menandingi pedang yang tajam ini dengan mengatakan adanya bid’ah hasanah sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (Kullu bid’atin dholaalah =semua bid’ah adalah sesat). (Al-Ibdaa’ fii Kamaalisy Syar’i wa Khathiiri Al-Ibtida’ oleh Ibnu ‘Utsaimin hal.13)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi &#171; makmureffendi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-67441</link>
		<dc:creator>Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi &#171; makmureffendi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 15:56:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-67441</guid>
		<description>[...] “Anda bersedia diajak diskusi…?” Syaikh: “Ya, silakan saja..” Dr. Said: “Menurut Anda, perayaan Maulid merupakan ibadah ataukah maksiat?” Syaikh: “Ibadah tentunya!” (dengan nada yakin). Dr. Said: [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] “Anda bersedia diajak diskusi…?” Syaikh: “Ya, silakan saja..” Dr. Said: “Menurut Anda, perayaan Maulid merupakan ibadah ataukah maksiat?” Syaikh: “Ibadah tentunya!” (dengan nada yakin). Dr. Said: [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-67395</link>
		<dc:creator>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 02:14:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-67395</guid>
		<description>[...] Ensiklopedia Maulid Nabi (2): Antara Cinta Rasul &amp; Perayaan Maulid [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ensiklopedia Maulid Nabi (2): Antara Cinta Rasul &amp; Perayaan Maulid [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oeky</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-67320</link>
		<dc:creator>Oeky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 20:08:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-67320</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.
Ibadah dalam Islam sudah mutlak sempurna, krn sudah Allah tetapkan AlQur&#039;an dan telah Rasulullah sampaikan penjelasannya kpd umat.  tidak butuh ditambah2.
Kalau mau ditambah2, tambahlah dengan akhlak yg sebaik baiknya akhlak. beramal dan bersedekah baik melalui hati, harta maupun anggota badan. (Kalau dana yg dikumpul dari sumbangan warga atau jamaah di berikan kepada anak yatim, janda atau memberi makan org fakir, Kok malah utk mkn2 orang2 yg jg ikut menyumbang?, kepikir ga kyk gini utk panitia maulid??). 
Rasulullah mengatakan yg mengada-ada dlm ibadah dan tdk diajarkan oleh Beliau itu tertolak, ungkapan ini penuh arti kekhawatiran Beliau kepada umatnya. Niat baik awalnya OK, tp akibatnya kpd orang2 selanjutnya akan terjadi penyimpangan2.Contoh: sy diceritakan oleh teman ada di daerah karawang yg tahlilan pake menyan-menyanan. itu hny salah satu dampak dari sekian bnyk dampak negatifnya. belajar dan berfikirlah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum.<br />
Ibadah dalam Islam sudah mutlak sempurna, krn sudah Allah tetapkan AlQur&#8217;an dan telah Rasulullah sampaikan penjelasannya kpd umat.  tidak butuh ditambah2.<br />
Kalau mau ditambah2, tambahlah dengan akhlak yg sebaik baiknya akhlak. beramal dan bersedekah baik melalui hati, harta maupun anggota badan. (Kalau dana yg dikumpul dari sumbangan warga atau jamaah di berikan kepada anak yatim, janda atau memberi makan org fakir, Kok malah utk mkn2 orang2 yg jg ikut menyumbang?, kepikir ga kyk gini utk panitia maulid??).<br />
Rasulullah mengatakan yg mengada-ada dlm ibadah dan tdk diajarkan oleh Beliau itu tertolak, ungkapan ini penuh arti kekhawatiran Beliau kepada umatnya. Niat baik awalnya OK, tp akibatnya kpd orang2 selanjutnya akan terjadi penyimpangan2.Contoh: sy diceritakan oleh teman ada di daerah karawang yg tahlilan pake menyan-menyanan. itu hny salah satu dampak dari sekian bnyk dampak negatifnya. belajar dan berfikirlah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-63545</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 16:57:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-63545</guid>
		<description>#abdul kadir 
- Kebetulan atau dipas-paskan ?
- Sejalan dengan Al Qur&#039;an? Dalam Al Qur&#039;an tertulis: &lt;em&gt;aqiimis shalah&lt;/em&gt;, dirikanlah shalat. Mengamalkan ayat ini bolehkan saya membuat shalat zhuhur 5 rakaat? Bukankah juga tetap termasuk mendirikan shalat? 
Mungkin anda akan mengatakan: &#039;Boleh, kecuali ada hadits yang melarang shalat zhuhur 5 rakaat baru tidak boleh&#039;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#abdul kadir<br />
- Kebetulan atau dipas-paskan ?<br />
- Sejalan dengan Al Qur&#8217;an? Dalam Al Qur&#8217;an tertulis: <em>aqiimis shalah</em>, dirikanlah shalat. Mengamalkan ayat ini bolehkan saya membuat shalat zhuhur 5 rakaat? Bukankah juga tetap termasuk mendirikan shalat?<br />
Mungkin anda akan mengatakan: &#8216;Boleh, kecuali ada hadits yang melarang shalat zhuhur 5 rakaat baru tidak boleh&#8217;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abdul kadir</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/ensiklopedia-maulid-nabi-2-antara-cinta-rasul-perayaan-maulid.html/comment-page-1#comment-63516</link>
		<dc:creator>abdul kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 08:06:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=567#comment-63516</guid>
		<description>maulid menurut saya hanya Pengajian yg kebetulan pada bulan dimana nabi dilahirkan...apa salahnya kalau pada momen itu membicarakan seluk-beluk dan khuluk -suluk Rosululloh S.A.W kok Bid&#039;ah aneh???...bungkusnya memang indonesia tapi isinya/kegiatan nya ya sejalan dgn Al-Qur&#039;an. ....katanya kita mesti uswah pd beliau ?....kalau pengajian biasa kan bisa mengambil judul sholat,sabar,tobat dll apasalahnya saat bulan robiul awal ngambil judul &quot;mengenai Rosululloh&quot;kan nggak ada salahnya...jadi apasich yg bid&#039;ah...jgn ngasal kali...banyak ungkapan /cara mengenal rosul SALAH SATUNYA lewat pengajian maulid yg khusus bicara akhlak Rosul..itu aja.mudah kan... biar damai beragama...sejuk berkumpul dgn orang beriman lagi.(kecuali ada hadist yg melarang ngomongin akhlak nabi dalam Pengajian..baru maulid salah)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maulid menurut saya hanya Pengajian yg kebetulan pada bulan dimana nabi dilahirkan&#8230;apa salahnya kalau pada momen itu membicarakan seluk-beluk dan khuluk -suluk Rosululloh S.A.W kok Bid&#8217;ah aneh???&#8230;bungkusnya memang indonesia tapi isinya/kegiatan nya ya sejalan dgn Al-Qur&#8217;an. &#8230;.katanya kita mesti uswah pd beliau ?&#8230;.kalau pengajian biasa kan bisa mengambil judul sholat,sabar,tobat dll apasalahnya saat bulan robiul awal ngambil judul &#8220;mengenai Rosululloh&#8221;kan nggak ada salahnya&#8230;jadi apasich yg bid&#8217;ah&#8230;jgn ngasal kali&#8230;banyak ungkapan /cara mengenal rosul SALAH SATUNYA lewat pengajian maulid yg khusus bicara akhlak Rosul..itu aja.mudah kan&#8230; biar damai beragama&#8230;sejuk berkumpul dgn orang beriman lagi.(kecuali ada hadist yg melarang ngomongin akhlak nabi dalam Pengajian..baru maulid salah)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

