MUQADDIMAH
Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.
Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya).
Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.
Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.
Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta mengamalkannya.
KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN
Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.
Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).
HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’
Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :
Hadist 1
Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).
Keterangan: Hadits ini Palsu.
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).
Hadits 2
Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”
Keterangan: Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).
Hadits 3
Artinya: “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.”
Keterangan: Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).
Hadits 4
Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya.”
Keterangan: Hadits ini Lemah.
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.
(Periksa: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).
Hadits 5
Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).
Keterangan: Hadits ini Palsu.
(Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).
Hadits 6
Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).
Keterangan: Hadits ini Palsu.
(Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).
Hadits 7
Artinya: “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”
Keterangan: Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 304 8) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa: Silsilah Hadits Dha’if no. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata: Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i: Muqatil bin Sulaiman sering dusta.
(Periksa: Mizanul I’tidal IV:173).
Hadits 8
Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.”
Keterangan: Hadits ini Lemah.
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa: Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283).
Hadits 9
Artinya: “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.”
Keterangan: Hadits ini Lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).
Hadits 10
Artinya: “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.”
Keterangan: Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa: Mizanul I’tidal IV : 90-91).
PENJELASAN
Abdullah bin Mubarak berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Periksa: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).
KESIMPULAN
Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.
***
Penyusun: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id dari blog Abu Aufa


Muslim.Or.Id
10 Apr 2010 [#]
@ Rizky
Shalawat nariyah sj bukan ajaran Rasul, bagaimana mau temukan fadhilahnya dari hadits Nabi?
dede
15 Apr 2010 [#]
oke lah kalo begitu
abudaniel
11 Jun 2010 [#]
Seharusnya yang dibaca adalah Surat Al-Kahfi. Karena banyak hadits shahih yang menunjang amalan tersebut. Karena sudah dahulu dulu, dulu sekali, masyarakat muslim, wabilkhusus di dunia Melayu (Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, Singapore, Brunei, Philipina) diajarkan fadhilah Surat Yasin, maka hampir semua umat Muslim “mendewakan” Surat Yasin. Sehingga ada yang sholatnya bolong-bolong, tetapi wirid Yasin-nya “I lav yu pul”.
abudaniel
11 Jun 2010 [#]
Assalamu’alaikum
Ikhwan fillah,
Wirid Surat Yasin atau dikenal dengan “Yaasinan” sudah menjadi budaya dibumi Melayu. Tanpa hari tanpa Yaasinan, terlebih-lebih pada Malam Jum’at, pada saat musibah kematian, pada acara kenduri arwah, bahkan pada acara-acara syukuran. Bahkan tatkala seorang manusia dalam keadaan sakaratulmaut, pasti akana dibacakan Surat Yaasin.
Sholat boleh bolong-bolong, tapi Yaasinan sedapat mungkin jangan sampai bolong. Jadi sudah sangat melekat pada amalan masyarakat kita. Kalau kita tanyakan, apakah ada suruhan yang demikian?. Jawabnya (bagi masyrakat awam), orang tua-tua dulu melakukannya, jadi kami juga ikut melakukannya. Jawaban yang mudah dan persoalannya jadi selesai.
Membaca Al-Quran, termasuk Surat Yaasin, adalah salah satu Ibadah sunnah. ‘Ibadah yang mengandung pahala.
‘Ibadah yang merupakan syari’at.
Syari’at yang ditetapkan oleh Pembuat dan Yang mempunyai syari’at. Ditetapkan melalui penyampaian oleh manusia yang diutusNya, yaitu Rasulullah SAW.
Membaca Al-Quran, termasuk Surat Yaasin adalah satu diantara sekian banyak Syari’at didalam agama Islam yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dari sang Pembuat Syari’at.
Dengan diturunkannya Ayat didalam AQ S-5 Ayat 3, dan dengan kewafatan Rasulullah SAW, maka terputuslah wahyu dan lengkaplah Syari’at Islam dalam masaalah per’ibadatan. Tak ada lagi syari’at baru. Tidak ada lagi tata cara ‘ibadah baru yang boleh dilakukan.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran (AQ)S-5 Ayat 3 tersebut : ”
Pada hari ini telah Aku sempunakan agama bagimu dan telah Kucukupkan nikmatKu untukmu dan Aku telah redho Islam sebagai agamamu”.
Seandainya ada yang membuat cara baru, menentukan sesuatu ritual ‘ibadah baru, mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama (peribadatan) Islam, maka hal tersebut tertolak. Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Aisyah RA oleh Bukhari (hadits No. 2697) dan Muslim (hadits no.1718): Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu yang baru(bid’ah0 dalam urusan(agama) kami, maka hal itu tertolak”. dalam lafaz Muslim ” Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dalam urus(agama) kami, maka ia tertolak”.
dalam hadits yang lain dari Jabir bin Abdullah RA, Muslim meriwayatkan (Hadits no. 867)yang artinya : Selanjutnya saya sampaikan, bahwa sesungguhnya sebik-baik perkataan adalah Kitabullah; sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW; sebaliknya, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah”.
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, Muslim juga meriwayatkan (hadits no. 2674)bunyinya : Barang siapa menyeru manusia sehingga mendapatkan petunjuk, maka akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun; barang siapa mengajak kepada kesesatan maka akan menaggung dosa sebanyak dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.
Jadi, setelah putusnya wahyu dan kemangkatan Rasulullah SAW, sama sekali tidak ada dan tidak boleh dibuat dan diada-adakan syari’at baru. Kalau kita mengatakan bahwa hal yang kita buat tersebut adalah baik, seolah-olah kita mengatakan bahwa Sayari’at Islam belum lengkap (berlawanan dengan AQ S-5 : 3 diatas) dan juga seolah-olah kita mengatakan bahwa Rasulullah menghianati dan menyembunyikan dari umatnya sebahagian syari’at yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada Beliau; persis sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik bin Anasm seperti disampaikan oleh shahabat beliau Ibnul Majisyun : Aku mendengar Imam Malik mengatakan : Barang siapa membuat perkara bid’ah (perkara baru) dalam Islam yang dianggapnya baik, berarti dia mengatakan bahwa Muhammad SAW tidak amanah dalam menyampaikan risalah. Hal itu karena Allah SWT telah berfirman ” pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian”.
Jadi mengenai Yaasinan, kalau memang ada hadits shahih yang mendukungnya, maka silakan saja mengerjakannya, tetapi kalau tidak ada hadits shahih yang mendukungnya, maka tinggalkanlah; lebih baik mengerjakan amalan-amalan yang sudah mempunyai dalail yang qothi’, dari pada terjerumus pada yang shubhat yang akan membuat kita berdosa.
Jangan karena sebahagian ulama kita melakukannya, atau orang-orang tua kita melakukannya, maka pekerjaan itu kita anggap baik. Ingat Allah telah berfirman didalam kitabnya :” Dan apabila dikatakan kepada mereka : Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah!., mereka menjawab, “(Tidak mau!). Kami hanya akan mengikuti apa yang dilakukan oleh bapak-bapak kami”. Allah menjawa “(Apakah mereka mengikuti juga) walaupun bapak-bapak mereka itu tidak mengetahui suatu apapun dan tidak mendapat petunjuk? ( AQ S-2:170).
Wassalam, semoga komentar ini dapat sedikit membuka hati kita untuk memahami mana yang harus diikuti dan mana yang harus ditinggalkan.
Wabillahittaufiq wal hidayah
arif
16 Jun 2010 [#]
Assmlkm. ww,
Wahai kaum muslimin wal muslimat, beribadah dan beramal itu dengan ilmu. Belajarlah ilmu Ad Dienul Islam kepada ulama yang sahih ( yg berdalil dengan Al Kitab dan As Sunnah yg sahih) agar tidak tergelincir kedalam Bid’ah dan kesesatan
Wassalam.
Moho
03 Jul 2010 [#]
memcaba al-Qur’an adalah perintah Alloh, apapun surat dan ayat tidak perlu diragukan fadhilahnya, pasti mendapat fadhilah dan manfaat, tdk rugi membaca surat yaasin dan pasti ada manfaat dunia dan akherat.
Yulian Purnama
04 Jul 2010 [#]
#Moho
Silakan memperbanyak membaca Al Qur’an surat apa saja dan hari apa saja, tidak perlu mengkhususkan surat tertentu dan waktu tertentu.
mansur
18 Jul 2010 [#]
ana pernah berdebat dengan seorang ustad/ketua DKM mengenai yasinan pada malam jum’at meskipun ana sudah memberitahu seluruh dalil atau hadist yang berkenaan dengan fadilah yasin tetap saja tidak mau merubah tradisi dari amalan yang bid’ah ke amalan yang sunnah dengan alasan sudah dari guru-gurunya dulu seperti ini, semoga situs muslim ini menjadi media dakwah sunnah-sunnah rosulullah.
Rafi
30 Jul 2010 [#]
1. Tlg info Hadis sahih mengenai keutamaan surat Yasin.
2. Kita berprasangka baik saja bagi yang suka mengamalkan yasinan, begitu lbh baik daripada kumpul2 nggak jelas atau hanya nonton TV misalnya. Toh perkara diterima atau tidaknya amalan seseorang itu hak prerogatif Allah. Jangan suka mengolok2 orang, siapa tahu orang yang kita olok-olok lebih baik di sisi Allah dari kita. Dan sesungguhnya semua muslim bersaudara.
Wallahu Alam.
Yulian Purnama
30 Jul 2010 [#]
#Rafi
1. Tidak ada yang shahih
2. Anda benar diterima atau tidaknya adalah hak Allah, maka dari itu agar diterima ikuti aturan dari Allah, bukan membuat ibadah dengan aturan sendiri. Sebaiknya anda juga berprasangka baik penulis artikel ini ingin menasehati bukan mengolok-olok.
muhammad
08 Agu 2010 [#]
saya ingin bertanya bagaimana hadist-hadist tentang fadhilah surah al-ikhlas,,, apakah shahih atau tidak???
Abduh Tuasikal
09 Agu 2010 [#]
@ Muhammad
Silakan lihat di sini:
http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3011-fadhilah-surat-al-ikhlas.html
brian
22 Agu 2010 [#]
assalam mu’alaikum…
mohon ijin copy…
syukron…
arfin laporociacia
27 Agu 2010 [#]
assalaamu ‘alaikum ustaz.? Sy mau tanya, bgmana dg fadilah/keutamaan ,’basmalah, asmaul husna dan annas. Mohon penjelasannya pak. Wss…!
Yulian Purnama
01 Sep 2010 [#]
#afrin laporociacia
Wa’alaikumussalam. Silakan simak:
http://muslim.or.id/al-quran/faedah-seputar-basmalah.html
http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-surat-al-fatihah.html
http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-ayat-kursi.html
http://muslim.or.id/al-quran/memahami-surat-al-falaq.html
amin rachamad
06 Sep 2010 [#]
hendaknya kita semua berhati-hati dan sangat harus berhati-hati menyampaikan nasihat kepada sesama muslim, karena masalah bid’ah mempunyai pengertian yang berbeda-beda contohnya ; seseorang yg belajar ilmu nahwu dan ilmu shorof itu juga termasuk bid’ah sebab rasul tidak pernah belajar ilmu tersebut, contoh lainnya mendirikan rumah sakit, rosul juga tidak pernah mendirikan rumah sakit, nah semoga mengerti dan paham semuanya, oke Wassalam
Yulian Purnama
16 Sep 2010 [#]
#amin rachamad
Untuk memahami pengertian bid’ah yang dimaksud oleh artikel di atas, silakan simak:
http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-1.html
Pengumpulan Al Qur’an, ilmu nahwu dan sharaf bukan bid’ah dalam agama, silakan simak:
http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html
Fathanullah Salafy
13 Okt 2010 [#]
dakwah salafiyyin sudah demikian banyak tetapi masih saja ada yang salah dalam mengartikan bidah, ada yang sudah tau tetapi seperti ditulikan telinga dan dibutakan matanya dari kebenaran yang haq. semoga redaksi tetap istiqomah mendakwahkan dan menyebarluaskan manhaj yang mulia ini.
jalisatriani
18 Okt 2010 [#]
assalamu’alaikum…
kepada penulis..
1.inti dari tulisan ini apa???menganjurkan umat untuk mengurangi membaca surah yasin??saya rasa mereka yang rajin membaca yasin pun akan membaca alquran seutuhnya…ALLAh SWT menurunkan AlQURAN dengan segala mukjizat nya yang kita tidak bisa ukur..bukan dengan tafsir2 yang saudara buat…hampir semua artikel saudara hanya membenarkan tafsir2 saudara…jangan mengharamkan yang halal..
2. mohon saudara menampilkan biografi saudara supaya yang membaca artikel ini mengerti siapa yang menulis artikel ini.
mohon maaf sebelumnya,
Wassalam
jalisatriani
Yulian Purnama
18 Okt 2010 [#]
#jalisatriani
Wa’alaikumussalam. Saya anggap komentar anda adalah pertanyaan, maka saya jawab:
1. Inti dari tulisan ini adalah, silakan perbanyak membaca surat Yasin asal tidak dikhususkan pada hari tertentu, cara tertentu, dengan keyakinan tertentu yang tidak memiliki landasan hukum dalam agama.
2. Penulis adalah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwaz hafizhahullah, salah seorang da’i Ahlussunnah Wal Jama’ah di negeri ini. Maaf kami tidak memiliki biografinya, namun silakan anda ke toko buku Islami, insya Allah menemukan banyak karya tulis beliau.
jalisatriani
19 Okt 2010 [#]
#yulian purnama..
assalamu’alaikum
terima kasih sebelumnya….
1.dari semua komentar yang ada hampir 80% isinya saling menyerang pendapat satu sama lain..saya selaku pembaca sangat memohon hal2 seperti ini dihindari..hal ini dapat merusak ukhuwah islamiyah..mohon maaf para sahabat pun saling menghargai satu sama lain jika berselisih..
2.masih seputar surah yasin…kalau tidak salah era 80an booming & pernah dibahas soal ini???
( saya belum lahir )mohon penjelasan.
3,Saya terkesima ketika di Mekkah, ( masjidil haram ) ada banyak mahzab2, tetapi mereka saling menghargai satu sama lain…adapun tujuan mereka lillahi ta’ala…
wassalam.
Yulian Purnama
19 Okt 2010 [#]
#jali satriani
1. Setiap ilmu dalam agama ini berhak untuk didiskusikan dalam rangka saling bertukar ilmu dan melengkapi kekurangan satu-sama-lain. Jadi saya kita istilah ‘menyerang pendapat’ itu tidak tepat. Pendapat ulama bukan harga mati, namun sabda Nabi dan kalam Allah dalam Al Qur’an itulah harga mati. Dalam diskusi Islami, yang argumennya dirasa kurang baik, jangan merasa dijajah. Dan yang argumennya lebih baik, jangan merasa mengalahkan. Semua semestinya dilakukan dalam rangka saling menasehati dalam kebaikan.
2. Maaf saya kurang tahu.
3. Kita juga semestinya terapkan hal itu di mana pun, khilafiyah yang masih dalam koridor dalil syariat, semestinya saling menghargai. Namun berbeda masalahnya dengan hal yang tidak ada rujukannya sama sekali, dan tidak ada bukti otentik bahwa Imam Asy Syafi’i mengajarkan Yasinan.
rahmat
24 Okt 2010 [#]
ada yang gak hafal al qur’an,tapi surat yassin hafal?gimana sih?
Yulian Purnama
25 Okt 2010 [#]
#rahmat
Kalau itu tidak masalah, karena surat Yasin juga bagian dari Al Qur’an.
Agus Prasetyo
26 Okt 2010 [#]
Yogya, …disaat es em a (taun 1974), …AWAM tulen diriku! Alhamdulillah, …26 taun kemudian …kenalah aku tentang Allah bersemayam diatas ARSY, …sholat berjamaah, …jenggot, …celana diatas mata kaki, …dll, Subhanallah. Wahai saudaraku … masih banyak SANAK KELUARGA kita …kalau sholat masih jum’at saja, …dambakan lagu lagu daripada Al-Qur’an, …berkerudung hanya saat kematian saja, dll …dll. Kenalkan mereka! Semoga web ini dan radio semisalnya mendapat keberkahan.
chakoen
27 Okt 2010 [#]
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Memang untuk menyampaikan pendapat serta beradu argumen tidaklah mudah. Anna hanya bisa berharap dan berdoa, mudah-mudahan saudara kita sesama Muslim selalu diberi hidayah oleh Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
chakoen
27 Okt 2010 [#]
Alhamdulillahi robbil ‘alamin…
Anna jadi tambah ilmu dengan adanya web ini. Belajar ilmu tanpa agama…buta
Belajar agama tanpa ilmu…lumpuh
Apalagi nggak belajar kedua-duanya? Koplak…
abdullah
03 Nov 2010 [#]
Yulian Purnama says:
4 July 2010 at 6:24 am
#Moho
Silakan memperbanyak membaca Al Qur’an surat apa saja dan hari apa saja, tidak perlu mengkhususkan surat tertentu dan waktu tertentu.
bagaimana dgn hadist:
diriwayatkan bahwa Imam Masjid Quba menambahi bacaan surat Al Ikhlas setelah fatihah, ia selalu selesai fatihah ia membaca surat Al Ikhlas dulu, baru surat lainnya, maka ia telah menyamakan fatihah dengan surat Al Ikhlas, ia membuat surat al ikhlas mesti ada pada setiap rakaatnya.
bukankah hal ini tak pernah diajarkan oleh Rasul saw..?
maka makmumnya protes, dan ia tetap bersikeras, maka ia dilaporkan pada Rasul saw, maka Rasul saw memanggilnya, dan menanyakan apa sebab perbuatannya itu..?
maka Imam Masjid Quba itu berkata : aku mencintai surat al ikhlas, maka aku tak mau melepasnya pada setiap rakaat.
maka Rasul saw menjawab : Cintamu pada surat al ikhlas akan membuatmu masuk sorga! (Shahih Bukhari Bab Adzan).
AlHafidh Al Imam Ibn Hajar ALAsqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini beliau berkata : “pada riwayat ini menjadi dalil diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat Alqur’an dengan keinginan diri padanya, dan memperbanyaknya dg kemauan sendiri, dan tidak bisa dikatakan bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya” (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan.
Sabda Rasulullah saw : Sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnnya adalah yg bertanya tentang sesuatu yg tak diharamkan, menjadi diharamkan Karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)
Yulian Purnama
04 Nov 2010 [#]
#abdullah
Coba tolong cerna dengan baik perkataan Al Hafidz Ibnu Hajar tersebut.
- Beliau katakan, mengkhususkan untuk diri sendiri, bukan dibuat acara lalu dijadikan kebiasaan orang banyak
- Para sahabat yang lebih memahami hadits Shahib Sariyyah yang anda bawakan, apakah ada di antara mereka yang membuat acara semacam Yasinan?
- Hadits Shahib Sariyyah ini bukan dalil bolehnya bid’ah, karena tidak ada sahabat yang berbuat bid’ah, perbuatan mereka sendiri adalah sunnah, lebih lagi disetujui oleh Nabi.
- Al Hafidz Ibnu Hajar memahami hadits tersebut lalu apakah beliau pernah mengajarkan Yasinan atau yang semacam Yasinan?
Firman Allah Ta’ala:
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS Asy Syura: 21).
Ewox sholeh
20 Nov 2010 [#]
Udah pada bener belum ibadahnya…………!!!!!
sun
06 Des 2010 [#]
di atas pada bagian akhr dsebutkn..memg ad hadits2 yg shahih tentg surat yasin..tp knapa tidak dsebutkan dsitu..knpa yg lemah dan yg tidak bnar aj yg dbahas..kt sbg pembaca tidak puas..mhon lbh dilengkapi lagi.
Yulian Purnama
12 Des 2010 [#]
#sun
Maaf dibagian mana? Mungkin anda salah membaca.
tommi
13 Des 2010 [#]
Akhi Sun, yg akhi maksud mungkin kalimat ini ya : “Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.”
Maaf coba tolong dibaca lg, yg disebutkan tentang hadits2 shahih keutamaan surat Al Qur’an SELAIN surat Yasin kok.
Ian
19 Des 2010 [#]
Bismillah..
Berdebat dengan ilmu lebih utama daripada berdebat dengan hawa nafsu.
Saya hanya ingin menambahkan bahwa Yasiin sering dibaca dalam acara yg berhubungan dengan selamatan (syukuran).Umumnya orang menjawab kenapa melakukan selamatan, karena sudah tradisi/adat/turun-temurun, dianjurkan kyai²/ulama,dll.Sehingga sulit dibantah jika tradisi ini sudah dianggap sebagai ibadah.Sehingga jika ada segolongan penyeru seperti da’i² salafiyah pasti akan ditentang hingga titik darah penghabisan tanpa mau kompromi.Padahal jika kita teliti lebih dalam, budaya selamatan adalah peninggalan dari agama Hindu. Saya pernah menghadiri pengajian di masjid cabang Muhammadiyah Kepanjen yg dibawakan oleh seorang bekas pendeta Hindu yaitu Ust.Abdul Azis secara gamblang (hingga sang ustadz membacakan mantra² dari kitab Weda dan memperagakannya persis cara Hindu)membahas berbagai jenis selamatan dalam Hindu yg dilakukan oleh umat Islam umumnya. Silahkan untuk yg tertarik dg ini membaca buku Islam Menggugat Selamatan karya beliau, untuk memperkuat hujjah menentang tradisi² bid’ah yg mendarah daging di masyarakat kita.
Terakhir,selain membahas topik panas seperti ini, ada baiknya ditambahkan metode yg bisa digunakan untuk menghadapi bid’ah² dengan cara yang baik,taktis,dan efektif sehingga para da’i salafiyah tidak dihadapi scr konfrontatif.Semua perubahan dilalui dengan proses yaa akhii.
Saya jg sangat setuju diadakan penelitian tentang sejarah Islam di Jawa atau Indonesia untuk mengetahui banyaknya kekeliruan yg sangat fatal dalam kaitannya dengan ibadah kita.Seperti sejarah wali songo yg lebih beraroma mistis drpd dakwah tauhid. Jika didukung dengan data yg kuat, InsyaALLOH mungkin bisa membantu dakwah kita. Karena kondisi sosial masyarakat selalu berubah, maka ada baiknya kita pikirkan untuk mengantisipasi hal ini. Jika ada ikhwan dan ukhti yang kompeten dibidang ilmu sosial kemasyarakatan sumbangkanlah ilmu anda untuk mendukung dakwah ini.
Sekian dari saya yg miskin ilmu ini dan Terimakasih, semoga kita termasuk orang yang selalu dicerahkan ilmu dan amalnya oleh ALLOH SWT
thaariq s.f
26 Apr 2011 [#]
bagaiman bsa hadist palsu kok di sebarin hanya orang2 yang belum mengenal hadist nabi yg asli dan bersanad shohih yang akan tertipu dan mempercayainya
Netral
08 Jul 2011 [#]
@muslim.or.id
Saya bingung, mengapa hal yang positif aja kok masih aja dipersalahkan. Ini bukan berita baru..hal ini sudah dibahas sejak jaman dulu yang mohon maaf, mungkin yang membahas ilmunya sangat jauh dibawah anda.
Cek this out…
http://rajawana.com/artikel/akhak-a-agama/353-adakah-hadits-shahih-tentang-fadhilah-surah-yasin.html
Yulian Purnama
08 Jul 2011 [#]
#Netral
Kalau membuat ibadah baru itu perkara positif, tentu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak akan melarangnya. Penjelasan kelemahan hadits yang ada dalam artikel tersebut silakan simak:
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/10/hadits-keutamaan-membaca-surat-yasin.html
edi trengginas
20 Jul 2011 [#]
Assalamu’alaikum..
ana ijin copas
k_herman_pram
17 Agu 2011 [#]
dalam melaksanakan ibadah kalau memang ada dalil kuat dilaksanakan, kalau dalilnya gg kuat harus kita maklumi karena menjalankan agama bukan memori keindahan dan kepuasan masa lalu,kebenaran sesuai yang dilaksanakan rasul SAW. Saya suka di beri ilmu insya Allah tawakal
fimo afinesia
07 Sep 2011 [#]
semua hadits yang menjelaskan tentang fadilah surat yasin kesemua hadits tersebut tidak dapat digunakan sebagai dasar hukum.karena dari 40 hadits lenih itu,tidak ada 1 hadits-pun yang haditsnya shahih.
qu punya semua haditsnya itu,dan ternyata setelah diteliti tidak ada yang shahih sama sekali.
thanks….
Beny Ibn Albani
15 Sep 2011 [#]
afwan,,,ijin copas akh… Syukron. Jazakallahu Khairi
anton saputra
12 Nov 2011 [#]
salam…
teruslah berdakwah saudara ku(penulis artikel) agar kaum muslimin/muslimat akan lebih mengerti sunnah-sunnah rasulullah saw … agar tidak terjerat ke dalam kesesatan beribadah … dan jelas bahwah perkara yang diada-adakan dalam hal peribadahan adalah sesat dan sesat adalah neraka …
wassalam
abu salsabila
26 Nov 2011 [#]
assalamualaikum warohmatullohiwabarokaatuh.
Aneh ya masyarakat kita… apabila disampaikan kebenaran kepada mereka maka mereka akan berusaha menolak kebenaran tersebut, baik dng akal maupun dengan nafsu mereka… ada yg berpendapat “selama amalan itu baik (menurut mereka, bukan menurut Allah dan Rasulnya)maka apa salahnya di amalkan”. tetapi ketika di sampaikan ttg amalan yg jelas2 diperintahkan oleh Rasulullah Salallahu Alaihiwasallam mereka jg akan berusaha menolaknya… contoh hadits ttg Isbal (pakaian dibawah mata kaki) dan mencukir kumis memelihara jenggot. padahal amalan tersebut sangat mudah untuk diamalkan… yang perlu kita ingat adalah menuntut ilmu itu diwajibkan kepada seluruh umat Islam.
Barakallahu fiikum
priya
04 Feb 2012 [#]
lakukan apa yg anda yakini suatu kebenaran dan umum dilakukan oleh orang banyak.
Muhammad Abduh Tuasikal
04 Feb 2012 [#]
@ Priya
Ikuti dalil, bukan ikuti kelakuan orang banyak. Jika orang banyak bertindak maksiat, apa Anda juga ikut?
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al An’am [6] : 116)
beejo
08 Feb 2012 [#]
sebaiknya jangan asal bilang hadist palsu tapi sertakan juga perawi2nya agar mua bisa di lihat dan tau smua asal usul hadist yang di sampaikan palsu. kalo semua di jelaskan secara jelas mana yang menguatkan mana yang lemah maka orang akan berfikir sendiri. pemahaman tidak bisa di paksakan tapi bisa dengan di resapi.
Aris bersahaja
18 Feb 2012 [#]
Membaca surat Al-fatihah, Toha, dan Yasiin, itu sangat baik buat mendoakan siapa saja, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Terutama untuk yang masih hidup supaya mendapatkan manfaat dan hidayah (petunjuk) dari Allah, bagi yang mendoakan dan yang didoakan. juga sering-sering membaca rabbana aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanataw waqina adzabannar, setiap hari mohon diberi kebahagiaan di dunia & akhirat, buat mendoakan siapa saja, diri sendiri atau siapa saja.
mochrosi
18 Feb 2012 [#]
@Aris besahaja
baik menurut siapa mas ? kalau memang perbuatan itu baik pasti mas ini paling belakangan yang melakukan hal tersebut sebab apa yang menyakut kebaikan dalam beribadah pasti sudah didahului oleh para sahabat. laukana khoiran la sabakuna ilahi. carilah dalil baru beribadah, jangan melakukan ibadah lalu cari-cari jalil, ini musibah.
Ahmad
19 Feb 2012 [#]
assalamualaikum warohmatullohiwabarokaatuh.
semoga Allah Azza wa Jalla memberikan pertolongan dan kemudahan kepada penulis untuk mensyiarkan kebenaran,
Untuk saudara-saudaraku yang seiman, mari kita bersama-sama belajar ilmu yang benar, yang berasal dari Al Quran dan AsSunnah (Hadits), jangan mudah mengikuti pendapat tanpa dalil yang tidak bersumber dari AlQuran dan AsSunnah.
Barakallahu fiikum
sef frimuz
23 Feb 2012 [#]
asslam ….. ! Bagaimana hukum melantunkan bacaan Al Qur’an dengan lunggak lenggok nada / suara bacaan (Qiro’at) menurut dalil yang sahih ??? Syukron …