Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin

Kategori: Manhaj

153 Komentar // 25 Juli 2008

MUQADDIMAH

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.


Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya).

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.

Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta mengamalkannya.

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).

HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’

Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

Hadist 1

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).

Hadits 2

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).

Hadits 3

Artinya: “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

Hadits 4

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.

(Periksa: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).

Hadits 5

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

(Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadits 6

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

(Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadits 7

Artinya: “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 304 8) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa: Silsilah Hadits Dha’if no. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata: Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i: Muqatil bin Sulaiman sering dusta.

(Periksa: Mizanul I’tidal IV:173).

Hadits 8

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa: Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283).

Hadits 9

Artinya: “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

Hadits 10

Artinya: “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa: Mizanul I’tidal IV : 90-91).

PENJELASAN

Abdullah bin Mubarak berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Periksa: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).

KESIMPULAN

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.

***

Penyusun: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id dari blog Abu Aufa

buku saku

153 Komentar

  1. Muh Abduh T
    16 Okt 2008 [#]

    Kepada saudara kami Jaafar Dahlan, kami memberi memberi sedikit komentar pada Tuan pada pembahasan kami

    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html

    Silakan dilihat ya akhi. Kami mencintaimu karena Allah. Semoga kita bisa bertemu di surga nanti walaupun tidak bertatap muka di dunia

  2. Jaafar Dahlan
    16 Okt 2008 [#]

    Amin ya saudaraku M abduh T.
    semoga kita bertemu di sorga.
    Bukankah Sorga itu luas , rahmat Allah maha Luas, ampunan Allah maha luas mampu menampung semua paham tidak keluar dari syariat ( koridor )Islam.

  3. Iriansyah
    18 Okt 2008 [#]

    Ass.Wr.Wb. Saudara-saudara ku kaum muslim, telah banyak sekali penjelasan yang telah diberikan baik oleh yang pro yasinan maupun yang anti yasinan. Selanjutnya kita bisa nilai sendiri kalau yang pro yasinan berdasarkan hanya pada Kebiasaan, adat istiadat, turun temurun, hawa nafsu dan dalil dhoif dan palsu sebaliknya yang anti yasinan berdasarkan al-qur’an dan hadist soheh. Tinggal kita mau milih yang mana dan ingat hidayah datangnya dari ALLah. Kita sesama kaum muslim untuk saling ingat mengingatkan dalam kebenaran perkara mau menerima atau tidak , mau mengikuti atau tidak itu kita kembalikan kepada Allah. Secara pribadi saya menentang adanya yasinan (Membaca surat yasin bersama-sama). Sebagai informasi untuk memberantas Yasinan dan juga tahlilan khususnya pada acara kematian bahwa di daerah saya di Sekayu Kab.Musi Banyuasin Prov.Sum-Sel kami membentuk organisasi kematian yang setiap acara kematian (Ta’ziyah) kami isi dengan acara sebagai berikut : 1. Ta’ziyah dilaksanakan hanya 3 hari dan tidak ada acara 7 hari, 40 hari dst. 2. Selama 3 hari khususnya pada malam hari ditempat ahli musibah kami isi dengan acara ceramah agama seputar kematian kemudian berdo’a dan tidak ada tahlilan. 3. Bila pun dilakukan pembacaan surat Yasin maka hanya satu yang membaca yang lain mendengar dan menyimak dan ini hanya sekali-kali saja tidak terus menerus. 4. Keluarga ahli musibah dilarang untuk menjamu (makan-makan) untuk para peta’ziyah.5. Dalam penguburan jenazah tidak ada azan dalam kubur. 6. Tidak ada talqin di atas kuburan.7. Keluarga ahli musibah diberikan sumbangan dana dari anggota organisasi.8. Bagi anggota yang melanggar akan diberikan pengarahan dan peringatan serta sanksi keluar dari anggota. Demikan saudara-saudara ku marilah kita berdakwah dengan sikap dan cara yang santun dan tunjukkan caranya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi kita bukan hanya ngomong tapi langsung kita praktek di tengah-tengah masyarakat.Semoga kita semua mendapat hidayah dari Allah, Amiiin ya robbal a’lamin.

  4. Jaafar Dahlan
    20 Okt 2008 [#]

    Saudara Iriansayah yang terhormat,
    Tuan mengatakan kami berdasarkan hawa nafsu.
    Apakah dalil koridor yang diberikan Allah dengan ayat qur`an tidak kuat ? surat Al-baqarah (2) ; 197 dan hadits shahih Muslim hadits no.1017
    Apakah itu berdasarkan hawa nafsu ?
    Tuan lupa mengatakan haram yang tidak diharamkan Allah dan Rasul itulah makar sebenarnya kepada Allah dan Rasul.
    Tuan-tuan tidak ada yang bisa menunjukkan dalil dari Qur`an maupun hadits yang melarang yasinan. dalil yang diajukan Tuan-tuan hanya berdasarkan hawa dan ambisi sekte Tuan.
    Jangan gampang mengatakan ini bid`ah itu boleh, ini halal itu haram, ingat :
    “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung”
    (QS Annahl :116 ).

    Semoga Allah merahmati orang yang gemar baca ayat Qur`an, walaupun cuma baca yasin Tok.
    Baca bismilah saja sudah besar pahalanya. Apalagi Yasin 83 ayat.
    Sepertinya cuma sekte Tuan yang paling benar ya akhi ?
    Sekali lagi bertobatlah dari menyempitkan rahmat Allah dan rasulnya.
    Wass….

  5. Muslim.or.id
    20 Okt 2008 [#]

    Pak Jaafar Dahlan, kami sangat merekomendasikan Bapak untuk membaca 4 artikel bersambung tentang bid’ah pada link berikut terlebih dahulu:

    1. Pengertian Bid’ah
    2. Adakah Bid’ah Hasanah
    3. Berbagai Alasan Dalam Membela Bid’ah
    4. Dampak Buruk Bid’ah

    Silakan dibaca 4 artikel di atas terlebih dahulu. Jika ada poin yang Bapak tidak pahami, silakan ditanyakan.

  6. ibnu sholeh
    21 Okt 2008 [#]

    ya akhi jaafar dahlan, nampaknya anda sangat pro sekali dengan yasinan, hingga berbagai hujjah dan masukan dlm diskusi ini semuanya mentah dn mentah lagi…..
    anda selalu bertanya, mana dalil yg melarangnya?
    lalu anda mulai bermain logika, membawa pamahaman sendiri ketika menafsirkan ayat maupun hadits. sehingga menimbulkan kesan, anda memiliki hujjah dan dalil yg kuat dlm melegalkan acara yasinan, padahal agama ini bukan hanya akal logika dan pendapat semata.
    semoga Allah melunakkan hati2 kita, ketika menerima kebenaran.
    perlu dipertanyakan ttg nalar dan logika anda ketika berdiskusi:
    1. bertanya dalil yg melarangnya??. sungguh banyak trdapat dlm quran maupun hadits, walaupun tdk secara tersurat. diantaranya, rosulullah bersabda: “man ‘amila ‘amalan laisa alaihi amrunaa fahuwa raddun”, kmudian sabda beliau : fainna kulla muhdatsatin bid’ah, wa kulla bid’atin dhalaalah,
    apakah kaum salaf shaleh pernah melakukannya?? jika tidak, maka itu merupakan dalil tentang pelarangannya.
    2.jika yasinan itu baik, mendapatkan pahala, mengapa para pendahulu kita yg shaleh tidak pernah melakukannya?? “lau kaana khairan lasabaquuna ilaihi”.
    ‘jika perbuatan itu baik, tentulah para shahabat telah lbh dahulu melakukannya’. Apakah kita merasa lbh alim, lbh semangat,lbh pintar dlm ibadah dibanding mereka??
    3. adakah para ulama menafsirkan -ayat yg saudara bawa itu- sprti penafsiran anda. sehingga para ulama membolehkan ritual yasinan?? kalau ada, siapa ulamanya?, dikitab apa? jgn sampai kita berpendapat ttg agama ini tanpa ada seorang ulama pun yg menjadi sandaran kita.
    wallahu a’lam.

  7. Muslim.or.id
    22 Okt 2008 [#]

    Mudah-mudahan semua ikhwah bisa mengambil hikmah dari artikel Derajat Fadhilah Surat Yasin ini. Sudah jelas, bahwa sebagian besar masyarakat yang mengamalkan ibadah yasinan termotivasi dengan adanya keutamaan membaca surat yasin yang diketahui mereka dari hadits-hadits lemah dah palsu. Dan kita bisa maklum bahwa mereka mengamalkannya karena ketidaktahuan mereka tentang derajat hadits fadhilah surat yasin tersebut. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kita semua untuk menyampaikan kepada saudara-saudara kita kaum muslimin bahwa amalan yasinan tidak ada dalilnya di dalam Islam, dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, dan bahkan tidak pernah pula dicontohkan oleh imam yang empat (termasuk diantaranya adalah imam Syafi’i). Yang terbaik bagi kita adalah beramal dengan mengikuti pada taudalan kita para salafus shaleh.

    Diskusi pada kolom ini kami tutup.

  8. kudama
    10 Jan 2009 [#]

    Semoga Allah merahmati orang yang gemar baca ayat Qur`an, walaupun cuma baca yasin Tok.
    Baca bismilah saja sudah besar pahalanya. Apalagi Yasin 83 ayat.
    Sepertinya cuma sekte Tuan yang paling benar ya akhi

    Wah pernyataan ini bisa menyesatkan , seolah olah cukup baca yasin saja , bagaimana dengan surat yang lainnya ?..
    Dulu dikampung saya ,, orang lebih senang ke acara yasinan dari pada menghadiri shalat fardhu berjamaah, tetapi sekarang Alhamdulillah sudah jauh lebih baik.
    Shaft di masjid kami bertambah menjadi satu shaft penuh pada saat subuh dan lebih banyak lagi pada saat mahgrib dan isya …

  9. Tommi
    13 Feb 2009 [#]

    Saya dapat poin dari topik ini, intinya kita jangan mengkhususkan surah Yasin apalagi pada acara2 seperti musibah kematian karena tidak ada dalilnya dari Rasul SAW dan para sahabat, dan bisa mendorong untuk pengkultusan surah Yasin karena org yg awam agama islam bisa berpendapat, “oh jadi cuma baca surah Yasin udh cukup ya?”. Surah Yasin derajadnya sama dengan surah2 Al Qur’an lain yg mana bila kita baca semua dan khatamkan, maka insya ALLAH kita akan mendapatkan petunjuk dan pahala dari Yang Maha Pemurah, Rabb kita, ALLAH SWT.

    Terima kasih sudah menunjukkan artikel yg berharga, saya minta ijin untuk diprint dan akan saya sebarluaskan pada keluarga saya. Semoga yang punya situs ini dirahmati ALLAH karena telah beritikad baik menyebarkan tuntunan Sunnah Rasul SAW. Amin

  10. Muslim.or.id
    16 Feb 2009 [#]

    Buat Pak Jaafar Dahlan, sedari dulu kami katakan kepada Anda: Silakan Anda Yasinan! Rupanya bagi Anda Yasinan adalah ritual suci yang sangat sangat Anda agungkan. Rupanya bagi Anda, mengkhususkan membaca surah Yasin sangat sangat istimewa dibandingkan dengan membaca surah yang lainnya dalam Al-Quran. Bagi kami, kami istimewakan semua surah di dalam Al-Quran. Kami mencintai surah Yasin dan kami pun mencintai surah-surah lainnya di dalam Al-Quran. Akan tetapi kami tidak mengkhususkan membaca satu surah tertentu di dalam Al-Quran yang itu tidak pernah dikhususkan oleh teladan kami yang mulia, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami khidmat kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya insya Allah, dan kami tidak ingin membuat-buat ajaran dan ibadah baru yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mudah-mudahan kali ini Anda bisa mengerti ya Pak Jaafar, biar tidak salah paham terus… dan adapun perkataan Anda yang mengatakan sesat dakwah salafiyah yang Anda sebut dengan dakwah wahabiyah, tidak akan kami muat disini, Pak. Mohon berikan hujjah Anda berdasarkan Al-Quran dan Sunnah sesuai pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

    Ingat Pak bahwa kaidah dalam agama, bahwa pada asalnya semua kegiatan ibadah itu HARAM hukumnya untuk dilakukan KECUALI ada tuntunannya dalam agama, dan kegiatan muamalah selain ibadah itu pada asalnya BOLEH untuk dilakukan, KECUALI ada dalil yang melarangnya. Jadi kaidah ini jangan Anda balik ya Pak…

    Anda katakan bahwa boleh-boleh saja Yasinan, toh tidak ada dalil yang melarangnya. Wah, bahaya sekali jika kaidah Anda tersebut Anda terapkan pada hal-hal yang lainnya. Bisa jadi ada orang yang memakai kaidah Anda tersebut bisa melegalkan semua perbuatannya yang dia anggap ibadah…

    Mudah-mudahan Allah memberi Anda hidayah taufiq…

  11. Ansori
    18 Feb 2009 [#]

    Assalam

    mas Supriyadi justru orang2 yang melakukan Bid’ah adalah penyebab dari perpecahan & perselisihan karena ibadahnya mengada-ada dan tdk ada tuntunan dari Nabi kita seandinya kita semua kembali dngn ajaran nabi tdk mengada -ngada pastilah kita tdk akan berselisih, marilah kita perangi bid’ah dan selamatkan sunah nabi dan lestarikan dan perkanalkan pd yg belum paham

  12. Muslim.or.id
    20 Feb 2009 [#]

    Jaafar Dahlan, komentar tuan hanyalah mengulang-ulang komentar tuan yang terdahulu. Jika tuan ingin Yasinan seumur hidup tuan, silakan tuan! yang jelas sudah kami sampaikan ilmu untuk tuan, tinggal lagi tuan mau tunduk dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Tuan Jaafar, tolong tuan simak pernyataan kami berikut ini:

    Salafi adalah pengikut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

    Salafi memahami agama Islam ini berdasarkan pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

    Semua permasalahan ibadah sudah tuntas diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena agama Islam ini sudah sempurna, maka tidak perlu lagi tuan mengada-adakan suatu amalan yang tidak diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh sangat mengherankan sekali tuan begitu fanatik buta dengan ibadah bid’ah Yasinan… Subhanallah… seakan-akan tidak ada ibadah lainnya yang lebih afdhol untk tuan perjuangkan!

    Perlu tuan ketahui, bahwa Salafi bukanlah pengikut negara Saudi Arabia (Arab Saudi). Dan segala perbuatan negara Arab Saudi BUKANLAH DALIL KEBENARAN! Ingat wahai tuan Jaafar, bahwa Islam ini tidaklah identik dengan Arab! Salafi yang mengikuti Islam yang masih murni pun tidaklah identik dengan negara Arab Saudi.

    Semua orang memiliki hak untuk menjadi Salafi (pengikut Rasulullallah shallallahu ‘alaihi wa sallam)…

    Salafi bukanlah pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Salafiyah sudah ada dari sejak zaman dahulu, bahkan sudah ada sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir ke bumi ini. Bahkan seandainya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab kembali hidup ke dunia dan kemudian beliau mengatakan bahwa ajaran-ajaran yang disampaikan oleh beliau lewat kitab-kitab beliau adalah salah, maka kami tidak akan menghiraukannya, karena Salafi adalah tunduk kepada ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya dan bukan kepada orang tertentu…

    Mohon ini jadi renungan Anda wahai tuan Jaafar…

  13. Abu abdurrazaq mohammad sholeh
    20 Feb 2009 [#]

    Saran buat temen2, ana banyak ketemu orang model pak jaafar ini yg asal ngeyel yg penting mbantah, tidak ilmiah, karena orang2 model ini sudah menganggab bid’ah adalah bagian tubuhnya yg harus dipertahankan mati2an, sudah berlimpah tulisan ulama tentang bid’ah, kita berdoa saja semoga pak jaafar dan orang yg seperti dia suatu saat dibukakan hatinya untuk menerima kebenaran, dan sebaiknya debat ini dihentikan …

  14. Pakdhe Gogon
    03 Mar 2009 [#]

    kenapa kita masih berkutat di masalah ini terus…
    sedangkan masih banyak saudara kita yang harus kita islamkan dan harus kita selamatkan dari bahaya pemurtadan…

  15. Abu Abdullah
    03 Mar 2009 [#]

    @Jaafar Dahlan:
    Ketahuilah bahwa kaidah yang SANGAT PENTING dalam ibadah adalah:
    Hukum asal ibadah adalah terlarang (haram) sampai ada perintah untuk melaksanakannya.
    Karena segala macam amal ibadah yang kita tujukan untuk bertaqarrub kepada Allah, haruslah memiliki hujjah, dalil, landasan yang tegas. Terbalik jika anda katakan bahwa anda menanyakan mana dalil yang melarang kita untuk yasinan, justru andalah yg mesti ditanya mana dalil SHAHIH yang bisa dijadikan hujjah untuk melakukan yasinan?

    Segala amalan telah diatur sedemikian rupa oleh Rabbul ‘Alamin dan disampaikan oleh utusan-Nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua ada dalilnya, ada hujjahnya. Hujjahnya ialah dari nash Al Qur’an dan Sunnah, bukan akal-akalan dan menganggap baik terhadap sesuatu. Kalu menggunakan kaidah ‘bukankan perbuatan / amal ini baik?’ maka niscaya orang bisa saja merubah jumlah rokaat sholat shubuh menjadi 4 rokaat (bukankah semakin banyak rokaat semakin baik??).

    Namun bukan itu hakikat yang benar, pahamkanlah, bahwa amal ibadah itu tidak serta merta kita boleh menambah-nambah atau membuat seenak-enak kita. Agama kita adalah agama yang sempurna, tidak perlu penambahan atau pengurangan. Jalankalah syariat dengan merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman para shahabat dan para salafushshalih, karena telah sampai pada kita keutamaan 3 generasi yang terbaik pada ummat ini, yakni generasi shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, yang Allah telah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.

    Semoga Allah Tabarok Wa Ta ‘Ala senantiasa memberikan kita petunjuk.

  16. hamba Allah
    03 Mar 2009 [#]

    Assalamu’alaikum
    membaca surat yasin itu bagus,tp membaca surat Yasin dng mengkhususkan pd waktu2 tertentu yg dan dng cara2 tertentu (khusus),itulah yg jd permasalahan. Kalo saya tidak membenci orang yg membaca surat yasin ataupun membenci surat yasin,tapi yg saya Ingkari adalah Pembacaan surat Yasin dng cara2 tertentu atopun pd waktu2 tertentu yg saya ketahui sampe saat ini tidak ada dalil yg menjelaskan pengkhususan pembacaan tersebut. Yg diingkari bukanlah Surat Yasin nya,tapi kemungkaran dlm pembacaan surat Yasin

    bila kita umat islam Sholat Shubuh 4 rakaat scr disengaja bgmn hukumnya/blh atau tdk?atau posisi berdiri dalam sholat dengan berkacak pinggang,bolehkah?tentu hal itu tidak boleh,tp apakah ada dalil khusus yg menyatakan: tidak boleh Sholat Shubuh 4 raka’at”??atau adakah dalil yg menyatakan :”tidak boleh berdiri dlm sholat dengan berkacak pinggang”?
    Justru krn Yasinan(membaca surat yasin bersama2 pd waktu2 tertentu,misal pada hari ke 40 kematian,hr ke 100 kematian) tidak ada dalilnya,maka hal itu terlarang.Jadi pertanyaannya bukanlah:mana dalil yg melarang membaca surat Yasin scr bersama2 pd waktu tertentu?tp:adakah dalil yg menytakan adanya kekhususan pembcaan surat Yasin pd sata2 tertentu dng cara2 tertentu?

    seorang yg melaksanakan amalan Bid’ah belum tentu orang tersebut akan masuk neraka(Bisa saja nantinya orang tersebut masuk Surga,atau Neraka),tapi perbuatan tersebut adalah jelek dan bisa mnjdi salah st penyebab sesorang masuk ke neraka

    sesuatu yg kita anggap baik belum tentu hal itu memang benar2 suatu hal yg baik.Kita kmbalikan pada Al Quran dan As Sunnah berdasar pemahaman generasi awal umat ini untuk menilai suatu perbuatan itu baik ato tidk,benar ato salah.
    wallahu a’lam

  17. hamba Allah
    03 Mar 2009 [#]

    NB:dari yg saya dapat dulu pas masih kecil,wali songo menyebarkan agama Islam di Indonesia dng menyelipkan pada ritual yg ada pd masyarakat sblm datangnya Islam di Indonesia karena masyrakat pada masa itu msh sulit menerima ajaran Islam scr menyeluruh dan meninggalkan adat budaya yg ada yg bertentangan dng islam. Misal lewat wayang,lwt peringatan kematian seseorang dlm 7 hri,40 hr,100 hr,dll dng pembacaan surat Yasin atopun dzikir2. Pada acara sadranan,diisi dng pembacaan do’a2 secara Islam
    saya menyimpulkan,jika memang spt itu adanya,maka ajaran Islam yg disebarkan belumlah murni dan menyeluruh. Trus saya smpt tmbul prtanyaan:kalo ajaran itu belum menyeluruh,masih terpengaruh agama masy Indonesia sblm Islam masuk,alangkah lebih baiknya bila skrng sy berusaha utk mempelajari dan mengamlkan Islam yg murni scr menyeluruh,semampunya??
    wallahu a’lam

  18. Muslim.or.id
    04 Mar 2009 [#]

    Buat Pakdhe Gogon, insya Allah kajian atau pembahasan kita tidak hanya berkutat pada permasalahan amalan bid’ah Yasinan saja, Pak. Pada website ini terdapat ratusan artikel, dan artikel tentang Yasinan hanya ada 2 artikel dari ratusan artikel lainnya. Hanya saja permasalahan ini menjadi “besar” ketika diantara saudara kita yang lainnya sangat fanatik dalam membela ibadah Yasinan ini.

    Buat Hamba Allah:
    Jazakallahu khaira atas komentar Anda…

  19. abu faisal
    05 Mar 2009 [#]

    Assalamu’alaikum

    Buat akhi hamba Allah, sedikit tambahan, yang ana tahu pernah dimuat dimajalah adz-dzakirah, bahwa ada sebuah surat/dokumen resmi milik sunan Bonang, yang mana beliau mewasiatkan agar kita berhati-hati terhadap bid’ah. Setahu ana tidak ada satupun riwayat yang kredibel mengenai manhaj wali songo. Bahkan yang menurut ana aneh, jika memang upacara 7hr, 40, 100, 1000, yasinan dll itu ajaran dari wali songo, kok gak ada satupun kitab karangan mereka mengenai itu?. Padahal acara itu kan selalu ada ritualnya, habis baca a, b, c dst. Tapi pada kenyataannya, bacaan2 itu disusun sendiri oleh kyai/ajengan dsb. Padahal logika mereka kan wali itu paling hebat. Kalo sama yg katanya keturunan setengah wali saja taat 100%, berarti sama wali kan harusnya 1000%.

    Bahkan dengan surat sunan bonang diatas, jangan2 para wali itu sebenarnya salafiyyun, yang berdiri diatas sunnah, hanya saja dirusak sejarah mereka seperti yang dialami syaikh Abdul Qadir Jaelani. Karena kl liat sejarah tanah jawa kan ceritanya didominasi kerajaan Pajang dan Mataram. Padahal raja2 kedua kerajaan ini konon lebih cenderung kepada pemikiran wihdatul wujudnya syaikh siti jenar. (ada yang bisa bantu gak beri referensi babat tanah jawa yang ebook). Terus terang ana masih penasaran dengan sejarah wali2 ini, diantaranya:
    1. Mereka juga mendorong jihad melawan portugis diMelayu, padahal orang sufi kan alergi dengan jihad.
    2. Mereka yang menasehati umara’ saat itu untuk memenggal Syaikh Siti Jenar yg wihdatul Wujud. berarti kan mereka mengimani Dzat Allah, dimana Allah terpisah dari makhluqNya. Dan setahu saya, sebelum itu ada iqomatul hujjah, berarti mereka kan paham kaidah2 sebelum memvonis kafir?
    3. Mereka dikenal sangat menjaga Sholat, Membaca Al Qur’an, suka berdzikir, padahal sufi tulen kan sholat dianggap gak perlu?
    4. Dan yang janggal, dengan data2 diatas kenapa tidak ada catatan sejarah mereka mengingkari Panembahan senopati yang mengklaim menikah dengan Nyi Roro Kidul, dan babat alas mataram katanya atas bantuan Nyi roro kidul ini, padahal ini jelas kesyirikan yang sangat nyata.

    Maka menurut ana -wallahua’lam-, yasinan, tahlilan dan -an2 yang lain ini hanyalah akal2an orang sufi macam syaikh siti jenar dkk, terutama dari kalangan bangsawan saja. Lalu mencatut nama2 orang shalih yang sangat dihormati di tanah jawa untuk melariskan dagangan bid’ah mereka. Sehingga jadilah seolah2 itu ajaran para wali, padahal sangat mungkin para wali itu berlepas diri dari itu semua.

    WallahuA’lam

    Wassalamu’alaikum

  20. umi
    11 Mei 2009 [#]

    aduhh…. pusing….Ya Robb kami, ampuni dosa dan kesalahan kami, persatukan kami dalam kecintaan kepadaMu Ya Alloh…persatukan kami dalam ketaatan dan ketundukan…persatukan kami dalam ketaqwaan… hingga kami semua dapat merasakan nikmatnya janjiMu dalam surat 3:133

  21. raksa
    20 Mei 2009 [#]

    mengikuti perbincangan tentang fadhillah yasinan yang cukup seru atau dibuat seru, sangat bersyukur ternyata umat islam masih peduli dengan ajarannya, bahkan sangat semangat menjaga kemurniannya, lepas dari pro dan kontra yang ada.

  22. muslim
    26 Mei 2009 [#]

    stuju, karena Nabi Muhammad Saw tidak akan mengkhususkan satu surat dengan surat yang lain. karena semua surat adalah firman Allah Swt. dan tentu semua surat yang ada di dalam Al Quran mempunyai manfaat. minimal adalah menentramkan hati.

  23. umi muhammad awa abdurrohman
    27 Jun 2009 [#]

    Bismillah,,,Alhamdulillah,,saya sangat seneng sekali dgn adanya artikel2 yg membahas tentang bid’ah2,,,sampai sekarang saya selalu berusaha untuk selalu dalam manhaj qur’an hadist yg bener2 murni,,tapi ternyata ada hadis yg selama ini saya anggap shohih karna baik isinya yaitu tentang surat yasin,,,dalam siapa yg membaca surat yassin maka sama aja dgn katam satu qur’an,,,tapi ternyata semua itu bid’ah,,,saya usulkan untuk pembahasan masalah “keamiran ” yg sekarang marak berdiri di mana2 ,,tolong dijelaskan keamiran yg sah dan sesuai hadis shohih dan sesuai dgn para sahabat2 terdahulu,,soalnya ini sangat penting bagi saya pribadi ,,syukron jazakallohukhoiron.

  24. syuku
    30 Jun 2009 [#]

    Akhi, ana mau tanya, beberapa kali ana diminta oleh para tetangga untuk memimpin pembacaan surat yasin… ana menyanggupinya.. tetapi ana menyampaikan kepada hadirin bahwa yasin bukan suatu do’a yg mengharap pahala seperti dalil2 hadits2 dhoif/maudlu yg dijelaskan tadi.
    Kemudian, bacaan dzikir apa yg sesuai dalil hadits sahih untuk membantu tetangga dalam beberapa acara penting… selama ini ana hanya membacakan tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan bacaan yg dianjurkan dalam beberapa hadits sahih….
    Mohon pencerahannya akhi, ana khawatir termasuk dalam golongan ahlul bid’ah… kebetulan tetangga selalu meminta bantuan ana, awalnya ana menganjurkan cari saja org lain.. tetapi tetap meminta kepada ana, mohon pencerahannya akhi..
    Jazakallah

  25. hendrizal
    30 Jun 2009 [#]

    setelah saya mmbaca pnjelasan ini. saya bru sadar dan ada gambaran ttg surat Yasin

  26. pungky
    05 Jul 2009 [#]

    assallamuallaikum…
    saya minta maaf krn menduplikatkan hadits2 tsb ke blog saya.tujuan saya untuk menyebarkan fatwa tsb.semoga ust memberi ijazah pd saya.semoga kita semua dapat selalu saling mengingatkan dan memogo kita semua dapat dapat hidayah dari ALLAH SWT.
    Amiiin ya robbal a’lamin……

  27. nesty
    07 Jul 2009 [#]

    alhamdulillah
    terima kasih artikelnya
    berguna sekali

  28. Sari
    12 Jul 2009 [#]

    Assalamu’alaikum,

    Jazakallahu khairon atas artikelnya sangat bermanfaat sekali untuk saya yg sedang memperdalam ilmu agama….mohon izin untuk menyebar luaskan artikelnya buat saudara2 yg belum paham tentang surat yasin.

    wassalam,

  29. denmas elka
    21 Jul 2009 [#]

    hari ini saya baca 3 artikel dari manhaj ilmi. thank, sukron, makasih. Jazaakumulloh khoiron katsiro..

  30. Irwansyah
    21 Jul 2009 [#]

    Anehnya yg ngakunya kiyai (kH) malah banyak mempopuler kan hadits2 itu. Dan pulang dari yasinan dapat uang yg dmasukin kdlm saku oleh tuan rumah.

  31. nashwa umar
    25 Jul 2009 [#]

    assalamu’alaikum… izin ana copy ya… syukron jazakumulloh

  32. sumpeno bayuadji
    18 Sep 2009 [#]

    waduuh… bahaya dan sia sia dong masyarakat Islam yang telah banyak mengamalkan Surat Yasin…untuk mendapatkan hajatnya.

    tapi kenapa hadist-hadis tersebut masih juga berewdar di masyarakat, berarti kita yang yang pernah paham bahasa Arab dikibulin dong sama mereka orang orang yang mengaku Islam.

    payah.. Orang Islam dijerumuskan sendiri oleh orang Islam…

  33. fuad
    29 Okt 2009 [#]

    sesungguhnya sesuatu punya hati dan hati AL-Qur’an adalah sura yasin

  34. novi
    31 Okt 2009 [#]

    Penjelasan yg sangat membuka pikiran sy !

  35. Syafrida
    07 Nov 2009 [#]

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
    Ananda pengasuh WEB ini :
    Ibu bernama Syafrida dari Tangerang umur 55 th.menunai kan haji th.2002
    Sebelumnya 2 th yang lalu ibu selalu mengikuti pengajian, tahlilan dan lainnya yang behubungan dengan pembahasan topik ini pada waktu itu pengetahuan ibu tentang bacaan Yasin adalah pengetahuan turun temurun dan merupakan kebiasaan agama kita (Islam)pokoknya setiap permasalahan bisa tuntas dengan membaca surat Yasin contoh : Naik rumah baru,Ngantenin anak, anak mau ujian,naik Haji,kematian dan kesusahan.
    Selama mengikuti pengajian,perasaan ibu biasa2 saja maksudnya koq udah begitu lama ngaji ilmu nggak nambah2 berkisar antara dosa dan pahala , klu ngerjakan ini pahalanya sekian klu ngerjain ini dosanya sekian.Akhirnya tanya sana sini ibu ketemu sama kawan yang mengajak ibu ke pengajian yang membahas Al Qur’an dan Hadits
    Disinilah ibu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
    Perobahan2 jelas dan sangat nyata terhadap diri ibu,tentu Ananda maklum kawan2 ibu yang belum sempat mengikuti pengajian merasah ibu dianggap aneh.
    Umum nya kawan2 ibu berangsur angsur menjahui ibu

    setiap waktu ibu ber do’a dan akhirnya salah seorang kawan ibu yang diandalkan(di kelurahan maupun di kecamatan) dalam memimpin bacaan Yasin mendengar salah satu siaran radio tentang penting nya memahami dan mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah . Alhamdulillah sekarang kawan ibu ikut pengajian yang membahas Al Qur’an dan Hadits.

    Menurut pendapat ibu yang bodoh ini , semua orang apapun agamanya selalu ingin masuk sorga. dan semua orang apapun bangsa dan kelompoknya selalu ingin kaya.hanya dalam mencapai itu bermacam macam cara baik halal maupun yang dihalalkan oleh manusia itu.
    kalau menurut seseorang dengan membaca Al Qur’an ber kali2 yakin masuk sorga walaupun isinya tidak diamalkan mungkin hanya segitu pengetahuan yang didapat, kasian deh ,… padahal tiket ke sorga nggak semudah ygn kita pikirkan . ibu yakin dengan ilmu yang ada pada ananda dapat menjawab nya. ini bukan gosip tapi kenyataan pernah salah seorang kawan ibu setelah diberikan pencerahaan ia mengatakan ” Oh Yasin ada didalam Qur’an yah ” ibu hanya berucap Astaghfirullah ,sampe segitunya pemahaman kawan itu tentang surat Yasin.
    Sekian lah yang dapat ibu sampaikan , semoga ada hikmahnya, seandainya ibu salah berucap mohon ampunan Allah SWT yang Maha benar.
    Wassalam,
    Tangerang, 06 Nopember 2009

  36. afgrie
    12 Nov 2009 [#]

    Allah SWT adalah Tuhanku, Rasulullah Muhammad SAW adalah Idolaku.. Al-Qur’an & Sunnah Rasul adalah pedomanku..
    Amal ibadah Rasulullah adalah yg terbaik.. Jauh lebih baik drpd ulama manapun d dunia ini.. Jelas toh? Ga perlu panjang lebar.. Rasul ga mencontohkan ya jgn dbuat. Yg dcontohkan beliau saja qta belum sanggup.. Tunjukkanlah kami jalan yg lurus y Allah..

  37. ummu zahra
    14 Nov 2009 [#]

    wallaahu yahdii mayyasyaa’…..smg Allah memberi hidayah buat kita semua…amin…
    “Abu Abdullah Mar 3, 2009, 13:14
    Terbalik jika anda katakan bahwa anda menanyakan mana dalil yang melarang kita untuk yasinan, justru andalah yg mesti ditanya mana dalil SHAHIH yang bisa dijadikan hujjah untuk melakukan yasinan?”

    setelah pernyataan abu abdullah…mdh2an bpk jaafar bisa mengerti…amin

  38. Salahuddin
    14 Nov 2009 [#]

    Saya senang dgn adanya web ini, sangat banyak manfaatnya, krn dunia manya sangat bnyk web yg tdk mendidik

  39. Islam Download
    15 Nov 2009 [#]

    Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh

    Afwan, hanya mau memberitahu bahwa ada dua situs baru dari
    jaringan Islam-Download.net, yaitu :

    Kini, telah dibuka dua buah situs Download Islami baru, yaitu:

    [1] http://download-mp3-free-gratis.com yang berisi kumpulan ceramah Islam berbahasa Indonesia

    dan

    [2] http://download-mp3-gratis-free.com yang berisi kumpulan ceramah Islam berbahasa Arab (& Inggris).

    Mohon jika berkenan untuk menambahkannya di daftar tautan (link) antum.

  40. wawansri
    07 Jan 2010 [#]

    Assalamu’alaikum,

    ijin save as…
    Jazakallahu khairon

  41. jablud
    06 Feb 2010 [#]

    Oleh: Al-Ustadz Abul Mundzir Dzul-Akmal As-Salafy

    Hadist pertama:

    عن معقل بن يسار رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “قلب القرآن ((يس))، لا يقرؤها رجل يريد الله والدار الآخرة: إلا غفر الله له، اقرؤها على موتكم.”

    Artinya: “Hati al Qur`aan adalah “Yaasin”, tidaklah membacanya seorang lelaki yang menginginkan Allah dan kehidupan akhirat; kecuali Allah Ta`aala akan memberikan ampunan baginya, bacakanlah “Yaasin” itu atas orang yang meninggal diantara kalian.”

    Asy Syaikh al Albaaniy rahimahullah telah berkata: “Hadist ini dho`iif (lemah), diriwayatkan oleh: Ahmad, Abu Daawud, an Nasaaiiy dan lafadz ini bagi an Nasaaiiy, dan Ibnu Maajah, dan al Haakim dan dishohihkan olehnya.[1]

    Hadist kedua:

    “إن لكل شيء قلبا، وقلب القرآن ((يس))، ومن قرأ ((يس)): كتب الله له بقراءتها قراءة القرآن عشر مرات.”

    Artinya: “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hati, dan hati al Qur`aan adalah “Yaasin”, dan barang siapa membaca “Yaasin”: Allah Tabaaraka wa Ta`aala menuliskan baginya dengan bacaannya itu seperti membaca al Qur`aan sepuluh kali.”

    Ada tambahan riwayat:

    “دون ((يس)).”

    “Tanpa disebutkan “Yaasin.” [2]

    Berkata asy Syaikh al Albaaniy rahimahullahu Ta`aala: Hadist ini Maudhuu` (palsu).

    Berkata Abu `Iisaa (al Imam at Tirmidziy): “Hadist ini hasan ghariib tidak kami ketahui kecuali hadist dari Humeiid bin `Abdurrahman, dan di Bashrah mereka tidak mengetahui dari hadist Qataadah kecuali dari jalan ini. Dan Haaruun Abu Muhammad seorang syaikh yang majhuul (tidak dikenal).”

    Berkata al Imam at Tirmidziy: telah menghadistkan kepada kami Abu Muusa Muhammad bin al Mutsanna; telah menghadistkan kepada kami Ahmad bin Sa`iid ad Daarimiy; telah menghadistkan kepada kami Qutaibah dari Humeid bin `Abdurrahman dengan hadist ini.

    Hadist ketiga:

    Dan pada bab ini juga dari jalan Abu Bakr as Shiddiiq, tidak shohih dari sisi sanadnya, isnadnya lemah. [3]

    وعن جندب رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “من قرأ ((يس)) في ليلة ابتغاء وجه الله: غفر له.”

    Artinya: Dari Jundub radhiallahu `anhu berkata: berkata Rasulullahi Shollallahu `alaihi wa Sallam: “Barang siapa yang membaca “Yaasin” pada malam hari mencari Wajah Allah, Allah Tabaaraka wa Ta`aala mengampuni dosanya.” [4]

    Berkata asy Syaikh al Baaniy rahimahullahu `Ta`aala: Hadist ini dho`iif (lemah).

    —————————————–

    [1] Berkata asy Syaikh al Albaaniy rahimahullahu Ta`aala: “Tidak terdapat disisi yang lainnya kecuali perintah untuk membacanya, kemudian disisi an Nasaaiiy di “al `Amal” dan lafadznya:

    ((ويس)) قلب…))

    Isyaarah secara ringkas, secara sempurna riwayat ini terdapat di “al Musnad”, sedangkan dalam sanadnya terdapat para rawi yang majhuul dan juga sanadnya goncang, dan dikeluarkan juga di dalam: “ad Dho`iifah” no. (6843).

    6843- ( “البقرة” سنام القرآن وذروته، ونزل مع كل آية منها ثمانون ملكا، واستخرجت ((الله لا إله إلا هو الحي القيوم)) من تحت العرش فوصلت بها-أو : فوصلت ب-سورة ((البقرة))، و((يس)) قلب القرآن، لا يقرؤها رجل يريد الله تبارك وتعالى والدار الآخرة، إلا غفر له، واقرؤوها على موتكم).

    Artinya: “al Baqarah adalah puncak al Quraan dan yang tertinggi, dan turun bersama setiap ayat dari al Baqarah tersebut delapan puluh orang Malaikat, dan dikeluarkan ayat al Kursi dari bawah al `Arsy maka disambungkan dengan surah al Baqarah, dan Yasin adalah hati daripada al Quraan, tidaklah membacanya seorang lelaki yang menginginkan Allah Tabaaraka wa Ta`aala dan kehidupan akhirat; kecuali diampuni dia, dan bacakanlah Yasin itu atas orang mati.”

    Asy Syaikh al Albaaniy rahimahullahu Ta`aala berkata: Munkar. Dikeluarkan oleh Ahmad (5/26): telah menghadistkan kepada kami `Aarim: telah menghadistkan kepada kami Mu`tamir dari bapaknya dari seorang lelaki dari bapaknya dari Ma`qil bin Yasaar marfuu`an.

    Dan telah diriwayatkan juga oleh an Nasaaiiy di “`Amalul Yaum wal Lailah” (581/1075) dari jalan lain dari Mu`tamar; secara ringkas atas perkataan:

    و ((يس)) …… إلخ.

    Dan dikeluarkan oleh Abu Daawud dan Jamaa`ah bahagian terakhir darinya. Dan riwayat lain bagi Ahmad (5/27), dan an Nasaaiiy (1074), dari jalan Sulaimaan at Taimiy dari Abi `Utsmaan- bukan an Nahdiy- dari bapaknya dari Ma`qil bin Yasaar.

    Berkata asy Syaikh al Albaaniy rahimahullahu Ta`aala: “ini sanadnya dho`iif; dikarenakan tidak dikenalnya lelaki dan bapaknya dalam sanad ini, adapun perkataan al Haitsamiy di “al Majma`” (6/311): “telah meriwayatkan Ahmad, padanya ada seorang rawi tidak disebutkan namanya, sementara rawi rawi yang lainnya adalah rawi rawi shohih.”

    Berkata asy Syaikh al Albaaniy: “padanya ada kelalaian…., dan yang benar dikatakan : “dua orang rawi yang tidak disebutkan nama mereka.”

    Padanya ada kecacatan selain itu; yaitu: goncangnya sanad hadist ini; lihat kembali di “al Irwaa” (3/150-151) kalau kamu ingin, dan padanya: bahwa ad Daaruquthniy berkata: “Hadist ini dho`iiful isnad, majhuulul matan, tidak satupun hadist shohih dalam hal ini.”

    Oleh karenanya; tidak baik sebenarnya al Mundziriy mendiaminya di “at Targhiib” (2/222/1) dan menampilkannya dengan kata kata: “`An”!, demikian juga asy Syaikh an Naajiy di “`Ujaalatuhu” (Q146/1), sekira kira disibukan bantahan terhadapnya; karena dia memuthlakkan penyandarannya terhadap an Nasaaiiy, sepantasnya bagi dia untuk mengikatkannya dengan “`Amalul Yaum wal Lailah.” (ad Dho`iifah 14/2/787-788 no.6843).

  42. inuel
    10 Feb 2010 [#]

    naudzubillah… semoga aku bisa menjadi lebih baik dari keterangan ini, dan seluruh isi Al-Qur’an adalah benar adanya.

  43. irna ristanti
    16 Feb 2010 [#]

    sy setuju sekali,padadasarnya seluruh isi alquran dari awal hingga akhir memiliki kandungan makna yang sama2 hebat,dalam dan memukau.

  44. karman al maidani
    16 Feb 2010 [#]

    SUBHANALLAH sekali lagi ALLAH telah menolong kita dngn ilmu

  45. Yoyo
    02 Mar 2010 [#]

    Assalamualaikum WR WB.

    Sy setuju dengan artikel ini :
    1. Yasinan tidak pernah dilakukan oleh Rasullah SAW dan Sahabat.

    2. Dalam Yasinan Kita mengirim Pahala dari Yasin kepada Orang orang yang sudah meningal seperti Orang Tua, Abdul Qadir Jaelani, dsb, yang mana hal ini juga tidak pernah dilakukan oleh rasullah SAW.

    3. Ketika ini menjadi suatu kewajiban maka akan menjadi masalah yang sangat besar, ingat ketika Rasul menlaksanakan Shalat tarawih di mesjid, beberapa hari kemudian tidak lagi dan berkata “Aku khawatir hal ini menjadi kewajiban.” hal seperti ini saja Rasullullah SAW bisa demikian, apalagi yasinan..

    4. Dengan memaksakan untuk yasinan kasihan orang yang tertimpa musibah harus mengeluarkan dana untuk mengadakan yasinan.

    5. Lucu nih : Mati Yasinan, Naik Haji Yasinan, Sykuran Yasinan , Naik Pangkat yasinan, dll, Coba bayangkan pemeluk agama lain melihatnya mereka akan berkata dan berpikir “Aneh…??? agama islam ngak jelas…., orang kena musibah dan sykuran sama aja bacaaaannya… agama ini hanya jadi olok-olokan pemeluk lain..”

    6. tampaknya di masyarakat ini menjadi syariat padahal ini syariat dari mana? Mungkin Abdul Qadir Jaelani ya karena di pembacaan sisilah nama beliau pasti disebutin…

    7. Tradisi 3,7,40 hari, 1 tahun, 3 tahun, 10 Tahun, dsb ini adalah tradisi dari agama hindu budha… Rasullulah SAW tidak pernah mengajarkan, menganjurkan, melaksanakan atau memerintahkan untuk melaksanakannya… jadi untuk apa kita lakukan…?

    Demikian info tambahan untuk kita semua.

    Wassalam.

  46. Nabila Hasna
    18 Mar 2010 [#]

    saya semakin yakin bahwa orang yang membuat hadits palsu tentang fadilah surat Yasin adalah orang-orang yang punya maksud agar orang Islam hanya sibuk dan terbuai dengan pahala akherat dengan jalan instan, sehingga lupa akan fungsi khalifahnya. Sudah saatnya ummat Islam meninggalkan hal-hal yang hanya membawa mimpi surga tetapi lupa jalannya, bahwa surga dapat diraih dengan iman dan amal sholeh nyata yang dilakukan dengan ilmu yang tinggi dan kerja keras.

  47. Abu Izzana
    18 Mar 2010 [#]

    Assalamualikum wr…wb Ustad ada yang mau meberikan jawaban lain dalam web ini http://www.rajawana.com/artikel/akhak-a-agama/353-adakah-hadits-shahih-tentang-fadhilah-surah-yasin.html moho penjelasannya Ustad………..terimakasih

  48. Ridwan محمد Amin
    01 Apr 2010 [#]

    maaf artikeln.a boleh saya link ke fb saya……
    saya rasa banyak orang yang harus tau mengenai agamanya sendiri ..

  49. adam
    02 Apr 2010 [#]

    Assalmualaikum,kalau bisa sama teks Arabnya

  50. rizky
    10 Apr 2010 [#]

    Lha kalo fadhilah dari Shalawat Nariyah gimana? Please kalo ada yg tau sekalian itu ada tuntunan hadits nya atau tidak..

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas