<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apa Hukum Merayakan Maulid Nabi?</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html</link>
	<description>Muslim.or.id adalah pesantren online bagi siapa saja yang ingin mempelajari agama Islam berdasarkan pemahaman para salafus shalih</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 10:20:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: anwar harum</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-48507</link>
		<dc:creator>anwar harum</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 14:44:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-48507</guid>
		<description>Kalau kedudukan perayaan Maulid sudah sejelas itu, mengapa kita masih ngotot merayakannya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kedudukan perayaan Maulid sudah sejelas itu, mengapa kita masih ngotot merayakannya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: normala</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-48433</link>
		<dc:creator>normala</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 05:50:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-48433</guid>
		<description>iya, kesilapan kita hari ini menyambut maulidur rasul dgn cara yang salah.banyak hal -hal syariat tidak dijaga.baru2 ini saya mendengar ceramah maulid nabi.penceramah itu membicarakan sirah nabi.suaranya menggegar alam penuh semangat.diselangi dgn salawat.tapi ceramah beliau tak menjadikan saya rindu pada Nabi SAW. Saya pelik kerana sebelum ini jika saya ingat Muhammad saya akan rindu.airmata saya akan menitis.Terus saya merayu2 pd Tuhan mohon jumpa Nabi Muhammad dlm mimpi.Puas saya paksa diri saya merasakan kehadiran aura Nabi Muhammad.Bila penceramah kedua mengambil tempat barulah aura rindu itu datang. Saya bertanya pada Allah mengapa berlaku perasaan yang demikian.Iya mungkin penceramah hari ini kata2nya hebat sayang mungkin amalan sunnahnya sedikit.Dia tidak membawa sikap dan sifat nabi dlm ceramahnya. Nabi SAW suaranya lembut.bila bicara matanya tunduk.menyampaikan ilmu kerana sayangkan umat bukan setakat menyampaikan sahaja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya, kesilapan kita hari ini menyambut maulidur rasul dgn cara yang salah.banyak hal -hal syariat tidak dijaga.baru2 ini saya mendengar ceramah maulid nabi.penceramah itu membicarakan sirah nabi.suaranya menggegar alam penuh semangat.diselangi dgn salawat.tapi ceramah beliau tak menjadikan saya rindu pada Nabi SAW. Saya pelik kerana sebelum ini jika saya ingat Muhammad saya akan rindu.airmata saya akan menitis.Terus saya merayu2 pd Tuhan mohon jumpa Nabi Muhammad dlm mimpi.Puas saya paksa diri saya merasakan kehadiran aura Nabi Muhammad.Bila penceramah kedua mengambil tempat barulah aura rindu itu datang. Saya bertanya pada Allah mengapa berlaku perasaan yang demikian.Iya mungkin penceramah hari ini kata2nya hebat sayang mungkin amalan sunnahnya sedikit.Dia tidak membawa sikap dan sifat nabi dlm ceramahnya. Nabi SAW suaranya lembut.bila bicara matanya tunduk.menyampaikan ilmu kerana sayangkan umat bukan setakat menyampaikan sahaja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yogi Adisaputra</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-48296</link>
		<dc:creator>Yogi Adisaputra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 06:53:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-48296</guid>
		<description>Assalamualaikum
dalam artikel ini di tulis :
1. Hasil penelitian ulama masakini menyimpulkan bahwa kelahiran Rasul Shallallahu &#039;alaihi Wassalam terjadi pada malam 9 Rabiul awal bukan 12 Rabiul awal.
2. Perayaan Maulid terjadi setelah berlalunya 3 kurun waktu utama.

pertanyaan saya :
1. Adakah riwayat atau history yang menjelaskan bahwa kelahiran Nabi Shallallahu &#039;alaihi wassalam terjadi pada malam 9 Rabiul awal ?
2. Yang dimaksud 3 kurun waktu utama itu apa ?

saya sangat mengharapkan penjelasan dari pertanyaan itu karena keterbatasan pemahaman agama saya. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum<br />
dalam artikel ini di tulis :<br />
1. Hasil penelitian ulama masakini menyimpulkan bahwa kelahiran Rasul Shallallahu &#8216;alaihi Wassalam terjadi pada malam 9 Rabiul awal bukan 12 Rabiul awal.<br />
2. Perayaan Maulid terjadi setelah berlalunya 3 kurun waktu utama.</p>
<p>pertanyaan saya :<br />
1. Adakah riwayat atau history yang menjelaskan bahwa kelahiran Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wassalam terjadi pada malam 9 Rabiul awal ?<br />
2. Yang dimaksud 3 kurun waktu utama itu apa ?</p>
<p>saya sangat mengharapkan penjelasan dari pertanyaan itu karena keterbatasan pemahaman agama saya. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: barlaman</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-48078</link>
		<dc:creator>barlaman</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 14:46:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-48078</guid>
		<description>Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, mudah2an website ini bermanfaat bagi semua untuk pencerahan islam...

Ikhwah wa akhowaah yg budiman

Astaghfirullooh.. kenapa semua merasa benar.. kenapa semua merasa pintar.. Ingat..!!! Al haqqu min robbik (kebenaran hanya datang dari Tuhanmu). bukan dari interpretasi kita, pemahaman kita, imajinasi kita.

Ramainya komen soal maulid, ada yg bilang bid&#039;ah dan semua bid&#039;ah neraka, ada yg bilang ghuluw, ada yg bilang wujud dari kecintaan pada rasul, ada yg bilang tasyabbuh etc..mengingatkan saya akan peristiwa Nabi Khidlir dan Nabi Musa alaihimassalaam. Semua yg dilakukan nabi Khidlir (balya bin malkan) dikoreksi dan diprotes oleh Nabi Musa (yg merasa benar). Lalu apa pesan Nabi Khidlir sebelum berpisah dg Nabi Musa?. Beliau Nabi Khidlir berpesan pada Nabi Musa: 
لا تعير الخاطئين بخطاياهم وابك على خطيئتك
&quot;Jangan kau cela/kau maki/kau hina orang2 yg salah (menurutmu) dengan kesalahan2nya, tapi tangisilah kesalahanmu sendiri&quot;

Sungguh bijak kata2 itu sampai ditulis pada tongkat nabi Musa.

Jadi.....

Biarlah yg merasa tdk perlu merayakan kelahiran nabi (krn dianggap bid&#039;ah) tidak usah menyalahkan orang yg memperingati kelahiran nabi, toh mereka punya pendapat sendiri. 
Demikian juga sebaliknya, yg merayakan dan memperingati kelahiran nabi tidak usah mencela yg tidak merayakan. Semua belum tentu benar dan juga belum tentu salah. Tidak perlu diperdebatkan berkepanjangan sebagaimana hal-hal lain semisal dzikir jahr dan sirri, sholat ied dilapangan apa dimasjid, tarawih 8 rokaat atau 20 rokaat, dg berjama&#039;ah atau sendiri2..dll, itu semua sdh menjadi perdebatan sejak lama.
Jangan risau dengan perbedaan, Khilafu ummati rohmatun. Yg penting mari kita istibaq fil khoiroot..!!!

Hal ini sdh di sinyalemenkan oleh rasulullaah melalui sabdanya:
ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة الخ

Musuh kita yg sebenarnya dan harus dilawan adalah HAWA NAFSU KITA..!!!

Wallaahu a&#039;lam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaahirrahmaanirrahiim</p>
<p>Alhamdulillah, mudah2an website ini bermanfaat bagi semua untuk pencerahan islam&#8230;</p>
<p>Ikhwah wa akhowaah yg budiman</p>
<p>Astaghfirullooh.. kenapa semua merasa benar.. kenapa semua merasa pintar.. Ingat..!!! Al haqqu min robbik (kebenaran hanya datang dari Tuhanmu). bukan dari interpretasi kita, pemahaman kita, imajinasi kita.</p>
<p>Ramainya komen soal maulid, ada yg bilang bid&#8217;ah dan semua bid&#8217;ah neraka, ada yg bilang ghuluw, ada yg bilang wujud dari kecintaan pada rasul, ada yg bilang tasyabbuh etc..mengingatkan saya akan peristiwa Nabi Khidlir dan Nabi Musa alaihimassalaam. Semua yg dilakukan nabi Khidlir (balya bin malkan) dikoreksi dan diprotes oleh Nabi Musa (yg merasa benar). Lalu apa pesan Nabi Khidlir sebelum berpisah dg Nabi Musa?. Beliau Nabi Khidlir berpesan pada Nabi Musa:<br />
لا تعير الخاطئين بخطاياهم وابك على خطيئتك<br />
&#8220;Jangan kau cela/kau maki/kau hina orang2 yg salah (menurutmu) dengan kesalahan2nya, tapi tangisilah kesalahanmu sendiri&#8221;</p>
<p>Sungguh bijak kata2 itu sampai ditulis pada tongkat nabi Musa.</p>
<p>Jadi&#8230;..</p>
<p>Biarlah yg merasa tdk perlu merayakan kelahiran nabi (krn dianggap bid&#8217;ah) tidak usah menyalahkan orang yg memperingati kelahiran nabi, toh mereka punya pendapat sendiri.<br />
Demikian juga sebaliknya, yg merayakan dan memperingati kelahiran nabi tidak usah mencela yg tidak merayakan. Semua belum tentu benar dan juga belum tentu salah. Tidak perlu diperdebatkan berkepanjangan sebagaimana hal-hal lain semisal dzikir jahr dan sirri, sholat ied dilapangan apa dimasjid, tarawih 8 rokaat atau 20 rokaat, dg berjama&#8217;ah atau sendiri2..dll, itu semua sdh menjadi perdebatan sejak lama.<br />
Jangan risau dengan perbedaan, Khilafu ummati rohmatun. Yg penting mari kita istibaq fil khoiroot..!!!</p>
<p>Hal ini sdh di sinyalemenkan oleh rasulullaah melalui sabdanya:<br />
ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة الخ</p>
<p>Musuh kita yg sebenarnya dan harus dilawan adalah HAWA NAFSU KITA..!!!</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhirgham</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-48014</link>
		<dc:creator>dhirgham</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 15:07:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-48014</guid>
		<description>syukron atas infonya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syukron atas infonya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imam sayuti</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-47300</link>
		<dc:creator>imam sayuti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 17:35:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-47300</guid>
		<description>assalamualaikum.....!!! Saudaraku terimakasih saya merasa dapat hidayah setelah membaca tulisan tersebut smoga kita dapat menegakan kembali syareat2 ALLAH&#039; mikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;..!!! Saudaraku terimakasih saya merasa dapat hidayah setelah membaca tulisan tersebut smoga kita dapat menegakan kembali syareat2 ALLAH&#8217; mikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arief Rusdi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-40551</link>
		<dc:creator>Arief Rusdi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 07:06:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-40551</guid>
		<description>Assalamualaikum, saya selalu sibuk mencari info di dunia maya tentang jalan menuju kaya, tiap hari search engine membantu saya, dan hasilnya tidak membuat hati puas tetapi hidup semakin haus dan kering saja. Hingga dengan ijin Allah SWT saya datang di alamat Anda ini. Alhamdulillah, saya telah menemukan kekayaan yang sebenarnya, kekayaan yang memuaskan. Insya Allah, Allah membuka jalan, terima kasih. Jazakumulloh Khoiron jaza.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, saya selalu sibuk mencari info di dunia maya tentang jalan menuju kaya, tiap hari search engine membantu saya, dan hasilnya tidak membuat hati puas tetapi hidup semakin haus dan kering saja. Hingga dengan ijin Allah SWT saya datang di alamat Anda ini. Alhamdulillah, saya telah menemukan kekayaan yang sebenarnya, kekayaan yang memuaskan. Insya Allah, Allah membuka jalan, terima kasih. Jazakumulloh Khoiron jaza.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: melinda</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-2#comment-40315</link>
		<dc:creator>melinda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 13:42:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-40315</guid>
		<description>masyaalloh,, lewat tulisannya n koment2 dr ikhwah saya jd paham kenapa maulid tu dilarang .. komentnya bs saya pake u/ hujjah klo ada yg bantah maulid tu g pa2 .. jazakallah khairan katsiron..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masyaalloh,, lewat tulisannya n koment2 dr ikhwah saya jd paham kenapa maulid tu dilarang .. komentnya bs saya pake u/ hujjah klo ada yg bantah maulid tu g pa2 .. jazakallah khairan katsiron..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tommi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-1#comment-40302</link>
		<dc:creator>Tommi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 09:25:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-40302</guid>
		<description>Untuk akhi mamat yg dirahmati Allah, semoga penjelasan saya berikut bisa antum mengerti.

Secara nash, tidak ada hadits yg jelas melarang perayaan maulid, namun kita bisa berpatokan pada hadits Rasulullah berikut : &quot;Barangsiapa meniru2 (tasyabbuh) suatu kaum maka ia termasuk bagian dari kaum itu,&quot; (HR Ahmad dan Abu Daud, shahih). Sudah jelas bagi kita, perayaan maulid adalah bentuk perayaan ulang tahun biarpun itu dikemas dalam bentuk islami dan anda pun tentu mafhum, perayaan ultah adalah salah satu bentuk perayaan kaum kuffar dan bukan perayaan islami. Padahal Rasulullah telah jelas2 melarang kita untuk meniru2 kaum kuffar.

Lalu jika ada yg belum bisa menerima dengan mengatakan, &quot;ah hujjah antum kurang kuat, itu tidak mengindikasikan dilarangnya maulid&quot;, saya boleh dong balik bertanya, manakah hujjah/dalil dari Nabi yg secara jelas beliau memerintahkan kita untuk merayakan hari kelahirannya??? Manakah atsar dari para sahabat, tabi&#039;in, tabi&#039;ut tabi&#039;in bahwa mereka2 merayakan hari kelahiran Nabi Shallallahu alaihi wassalam dengan tujuan mencintai beliau, padahal kita semua tahu, mereka -radhiyallahu &#039;anhuma- adalah yg paling tau bagaimana cara mencintai beliau, mereka adalah sosok2 yg menjadi panutan kita dalam mencintai Nabi dan mengamalkan sunnahnya. Maaf kawan, maulid adalah perkara ibadah, sedangkan perkara ibadah adalah harus tauqifiyah (mengikuti dalil), ibadah baru disyariatkan bila ada dalil/hujjah yg mendasarinya.

Lalu tentang bid&#039;ah, para ulama terbagi, ada yg berpendapat bahwa ada bid&#039;ah hasanah, dan ada yg berpendapat bahwa semua bid&#039;ah itu sesat (dholalah). Dalam hal ini, jgnlah kita bingung, cukup kita kembalikan pada hadits dari Rasulullah dan berpegangan dengannya, &quot;...sebaik2 perkataan adalah Kitabullah, sebaik2 petunjuk adalah petunjuk Muhammad, setiap perkara baru yg diada2akan adalah bid&#039;ah, setiap bid&#039;ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka,&quot; (HR Muslim, shahih). Lihatlah dhohir haditsnya ya akhi, setiap bid&#039;ah adalah sesat. Jadi, pendapat yg mengatakan ada bid&#039;ah hasanah dengan sendirinya tertolak oleh hadits Rasulullah tersebut. Namun kita tidak boleh mencela pendapat org yg masih tetap mengatakan ada bid&#039;ah hasanah krn setiap org punya pendapat sendiri2.

Bersholawat kepada Rasulullah adalah perkara yg amat sangat ditekankan, Allah berfirman didalam surat Al Ahzab ayat 56 : &quot;Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.&quot; 

Allah Azza wa Jalla dan para malaikatNya saja bersholawat untuk Nabi, apalagi kita sebagai umatnya. Sabda Rasulullah :
1. &quot;Barang-siapa yang membaca shalawat kepada-ku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.&quot; (HR. Muslim).
2. &quot;Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebut, dia tidak membaca shalawat kepadaku.&quot; (HR. At-Tirmidzi, begitu juga imam hadist yang lain, lihat Shahihul Jami’ 3/25 dan Shahih At-Tirmidzi 3/177).

Namun perlu kita ingat, tidak semua bacaan sholawat itu shahih, bahkan ada yg ghuluw, bathil dan mengandung khurafat contohnya sholawat nariyah, oleh karena itu, cukupkanlah diri kita pada sholawat yg diajarkan Nabi Shallallahu alaihi Wassalam pada para sahabat, yaitu bacaan sholawat yg setiap hari kita baca di setiap tasyahud sholat, &quot;Allahumma sholli &#039;ala Muhammad wa &#039;ala ali Muhammad,...dst hingga...innaka hamidum majiid.&quot; Inilah bacaan sholawat yg shahih dari beliau. 

Kesimpulan : Allah Azza wa Jalla tidak membatasi kita bersholawat kepada Rasulullah, bahkan amat sangat dianjurkan kita bersholawat setiap hari, setiap kita mendengar nama beliau disebut atau setiap selesai sholat ketika akan berdo&#039;a, dan tidak dengan merayakan maulid. Namun yg perlu kita batasi adalah kalimat sholawatnya, agar jgn sampai kita terjebak pada kalimat2 sholawat yg palsu dan bathil yg tidak bersumber dari beliau.

Maaf, klo ada kata2 yg kurang berkenan. Hanya Allah-lah yg mampu memberi petunjuk. Semoga antum tambah bersemangat mencintai Rasulullah dengan cara2 yg sudah syar&#039;i dan bukan dengan cara2 baru yg diada2kan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk akhi mamat yg dirahmati Allah, semoga penjelasan saya berikut bisa antum mengerti.</p>
<p>Secara nash, tidak ada hadits yg jelas melarang perayaan maulid, namun kita bisa berpatokan pada hadits Rasulullah berikut : &#8220;Barangsiapa meniru2 (tasyabbuh) suatu kaum maka ia termasuk bagian dari kaum itu,&#8221; (HR Ahmad dan Abu Daud, shahih). Sudah jelas bagi kita, perayaan maulid adalah bentuk perayaan ulang tahun biarpun itu dikemas dalam bentuk islami dan anda pun tentu mafhum, perayaan ultah adalah salah satu bentuk perayaan kaum kuffar dan bukan perayaan islami. Padahal Rasulullah telah jelas2 melarang kita untuk meniru2 kaum kuffar.</p>
<p>Lalu jika ada yg belum bisa menerima dengan mengatakan, &#8220;ah hujjah antum kurang kuat, itu tidak mengindikasikan dilarangnya maulid&#8221;, saya boleh dong balik bertanya, manakah hujjah/dalil dari Nabi yg secara jelas beliau memerintahkan kita untuk merayakan hari kelahirannya??? Manakah atsar dari para sahabat, tabi&#8217;in, tabi&#8217;ut tabi&#8217;in bahwa mereka2 merayakan hari kelahiran Nabi Shallallahu alaihi wassalam dengan tujuan mencintai beliau, padahal kita semua tahu, mereka -radhiyallahu &#8216;anhuma- adalah yg paling tau bagaimana cara mencintai beliau, mereka adalah sosok2 yg menjadi panutan kita dalam mencintai Nabi dan mengamalkan sunnahnya. Maaf kawan, maulid adalah perkara ibadah, sedangkan perkara ibadah adalah harus tauqifiyah (mengikuti dalil), ibadah baru disyariatkan bila ada dalil/hujjah yg mendasarinya.</p>
<p>Lalu tentang bid&#8217;ah, para ulama terbagi, ada yg berpendapat bahwa ada bid&#8217;ah hasanah, dan ada yg berpendapat bahwa semua bid&#8217;ah itu sesat (dholalah). Dalam hal ini, jgnlah kita bingung, cukup kita kembalikan pada hadits dari Rasulullah dan berpegangan dengannya, &#8220;&#8230;sebaik2 perkataan adalah Kitabullah, sebaik2 petunjuk adalah petunjuk Muhammad, setiap perkara baru yg diada2akan adalah bid&#8217;ah, setiap bid&#8217;ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka,&#8221; (HR Muslim, shahih). Lihatlah dhohir haditsnya ya akhi, setiap bid&#8217;ah adalah sesat. Jadi, pendapat yg mengatakan ada bid&#8217;ah hasanah dengan sendirinya tertolak oleh hadits Rasulullah tersebut. Namun kita tidak boleh mencela pendapat org yg masih tetap mengatakan ada bid&#8217;ah hasanah krn setiap org punya pendapat sendiri2.</p>
<p>Bersholawat kepada Rasulullah adalah perkara yg amat sangat ditekankan, Allah berfirman didalam surat Al Ahzab ayat 56 : &#8220;Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.&#8221; </p>
<p>Allah Azza wa Jalla dan para malaikatNya saja bersholawat untuk Nabi, apalagi kita sebagai umatnya. Sabda Rasulullah :<br />
1. &#8220;Barang-siapa yang membaca shalawat kepada-ku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.&#8221; (HR. Muslim).<br />
2. &#8220;Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebut, dia tidak membaca shalawat kepadaku.&#8221; (HR. At-Tirmidzi, begitu juga imam hadist yang lain, lihat Shahihul Jami’ 3/25 dan Shahih At-Tirmidzi 3/177).</p>
<p>Namun perlu kita ingat, tidak semua bacaan sholawat itu shahih, bahkan ada yg ghuluw, bathil dan mengandung khurafat contohnya sholawat nariyah, oleh karena itu, cukupkanlah diri kita pada sholawat yg diajarkan Nabi Shallallahu alaihi Wassalam pada para sahabat, yaitu bacaan sholawat yg setiap hari kita baca di setiap tasyahud sholat, &#8220;Allahumma sholli &#8216;ala Muhammad wa &#8216;ala ali Muhammad,&#8230;dst hingga&#8230;innaka hamidum majiid.&#8221; Inilah bacaan sholawat yg shahih dari beliau. </p>
<p>Kesimpulan : Allah Azza wa Jalla tidak membatasi kita bersholawat kepada Rasulullah, bahkan amat sangat dianjurkan kita bersholawat setiap hari, setiap kita mendengar nama beliau disebut atau setiap selesai sholat ketika akan berdo&#8217;a, dan tidak dengan merayakan maulid. Namun yg perlu kita batasi adalah kalimat sholawatnya, agar jgn sampai kita terjebak pada kalimat2 sholawat yg palsu dan bathil yg tidak bersumber dari beliau.</p>
<p>Maaf, klo ada kata2 yg kurang berkenan. Hanya Allah-lah yg mampu memberi petunjuk. Semoga antum tambah bersemangat mencintai Rasulullah dengan cara2 yg sudah syar&#8217;i dan bukan dengan cara2 baru yg diada2kan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mamat</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/apa-hukum-merayakan-maulid-nabi.html/comment-page-1#comment-40296</link>
		<dc:creator>mamat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 05:38:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=563#comment-40296</guid>
		<description>Mau tanya Syeh Nashiruddin Al Albani dan Syeh Muhamad Shalih Al Utsaimin itu sebagai ulama, hidup dalam kurun/masa apa? 
Lalu Ibnu Taimiyah itu kenapa ada beberapa ulama yg melarang menggunakan fatwa beliau karena dianggap menyimpang. 

Terimakasih atas pencerahannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tanya Syeh Nashiruddin Al Albani dan Syeh Muhamad Shalih Al Utsaimin itu sebagai ulama, hidup dalam kurun/masa apa?<br />
Lalu Ibnu Taimiyah itu kenapa ada beberapa ulama yg melarang menggunakan fatwa beliau karena dianggap menyimpang. </p>
<p>Terimakasih atas pencerahannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->