<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Akankah Kita Memberontak ?</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: ronym</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-81548</link>
		<dc:creator>ronym</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 10:35:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-81548</guid>
		<description>That&#039;s right... Divide and Conquer
Apalagi... jika &quot;kegiatan&quot; saudara-saudara kita ( yang disindir dalam pembahasan diatas )
Telah &quot;dimanfaatkan&quot; oleh Kaum Kuffar... untuk menjatuhkan pemimpin muslim
( Yaaa... Dinasti Turki Utsmani... contohnya )
.
Bagaimana dengan yang terjadi di Timur tengah, Irak, Afghanistan, dll ?
( Hmmm... ada kemiripannya bukan ? )
.
Dulu... pada era Penjajahan Belanda...dikenal dengan &quot;Devide et impera&quot;
( politik mengadu domba )
.
Namun perlu dicatat... Ana tidak bermaksud &quot;memihak&quot; Mulkan Jabbariyah manapun...
.
Walau begitu...
Sudut pandang yang disampaikan pada pembahasan diatas... banyak benarnya
( menolak mafsadat lebih didahulukan... daripada menarik manfaat )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>That&#8217;s right&#8230; Divide and Conquer<br />
Apalagi&#8230; jika &#8220;kegiatan&#8221; saudara-saudara kita ( yang disindir dalam pembahasan diatas )<br />
Telah &#8220;dimanfaatkan&#8221; oleh Kaum Kuffar&#8230; untuk menjatuhkan pemimpin muslim<br />
( Yaaa&#8230; Dinasti Turki Utsmani&#8230; contohnya )<br />
.<br />
Bagaimana dengan yang terjadi di Timur tengah, Irak, Afghanistan, dll ?<br />
( Hmmm&#8230; ada kemiripannya bukan ? )<br />
.<br />
Dulu&#8230; pada era Penjajahan Belanda&#8230;dikenal dengan &#8220;Devide et impera&#8221;<br />
( politik mengadu domba )<br />
.<br />
Namun perlu dicatat&#8230; Ana tidak bermaksud &#8220;memihak&#8221; Mulkan Jabbariyah manapun&#8230;<br />
.<br />
Walau begitu&#8230;<br />
Sudut pandang yang disampaikan pada pembahasan diatas&#8230; banyak benarnya<br />
( menolak mafsadat lebih didahulukan&#8230; daripada menarik manfaat )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mengapa Mudah Mengkafirkan Pemerintah? &#171; Masalah-Masalah Jihad</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-53642</link>
		<dc:creator>Mengapa Mudah Mengkafirkan Pemerintah? &#171; Masalah-Masalah Jihad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 06:37:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-53642</guid>
		<description>[...] yang nyata maka wajib untuk mengingkarinya dan menyampaikan kebenaran kepada mereka. Adapun memberontak atau memeranginya -sezalim atau sefasik apapun mereka- maka tidak boleh selama dia masih [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] yang nyata maka wajib untuk mengingkarinya dan menyampaikan kebenaran kepada mereka. Adapun memberontak atau memeranginya -sezalim atau sefasik apapun mereka- maka tidak boleh selama dia masih [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari wahyudi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-1668</link>
		<dc:creator>ari wahyudi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:16:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-1668</guid>
		<description>Salah satu sebab salah paham pada sebagian orang, ia tidak bisa membedakan pembicaraan tentang kaidah dan penerapan kaidah, antara sikap umum dan kasus khusus. Oleh sebab itu, menasihati penguasa dengan cara sirr adalah tuntunan Nabi. Ini adalah kaidah. Sedangkan apakah si fulan sudah menasihatinya dengan cara demikian, itu adalah tentang masalah khusus. Dan masalah khusus ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak kaidah umum. Ini artinya tidak boleh cara yang benar dibatalkan gara-gara menurut sebagian orang kaidah itu tidak atau sulit diterapkan. atau karena si fulan tidak melakukannya. Ini bukanlah patokan. Sebab banyak hal yang harus diperhatikan untuk bisa melakukannya. Hanya orang yang mencari-cari kesalahan saja yang berusaha menggugurkan kaidah dengan cara menjatuhkan pribadi orang yang menyampaikannya. Ini adalah cara-cara yang licik dan tidak ilmiah. Marilah kita berpikir dengan jernih meresapi manhaj salaf ini dengan hati nurani kita, bukan dengan semangat belaka. Allahul muwaffiq.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu sebab salah paham pada sebagian orang, ia tidak bisa membedakan pembicaraan tentang kaidah dan penerapan kaidah, antara sikap umum dan kasus khusus. Oleh sebab itu, menasihati penguasa dengan cara sirr adalah tuntunan Nabi. Ini adalah kaidah. Sedangkan apakah si fulan sudah menasihatinya dengan cara demikian, itu adalah tentang masalah khusus. Dan masalah khusus ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak kaidah umum. Ini artinya tidak boleh cara yang benar dibatalkan gara-gara menurut sebagian orang kaidah itu tidak atau sulit diterapkan. atau karena si fulan tidak melakukannya. Ini bukanlah patokan. Sebab banyak hal yang harus diperhatikan untuk bisa melakukannya. Hanya orang yang mencari-cari kesalahan saja yang berusaha menggugurkan kaidah dengan cara menjatuhkan pribadi orang yang menyampaikannya. Ini adalah cara-cara yang licik dan tidak ilmiah. Marilah kita berpikir dengan jernih meresapi manhaj salaf ini dengan hati nurani kita, bukan dengan semangat belaka. Allahul muwaffiq.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rizky</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-1640</link>
		<dc:creator>rizky</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 16:56:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-1640</guid>
		<description>ass.akh, apakah antum sudah menasehati presiden atau pemimpin kita dengan tidak cara berdemonstrasi? antum mendatangi presiden lalu berbicara langsung? atau seperti apa...?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass.akh, apakah antum sudah menasehati presiden atau pemimpin kita dengan tidak cara berdemonstrasi? antum mendatangi presiden lalu berbicara langsung? atau seperti apa&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari wahyudi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-1105</link>
		<dc:creator>ari wahyudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 15:05:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-1105</guid>
		<description>Pemimpin muslim negeri ini adalah yang memimpin kita di negara ini. Selama dia masih muslim maka tetap wajib taat kepadanya, meskipun dia bermaksiat. Dengan catatan kita tidak menaatinya dalam hal kemaksiatan tersebut. Syariat telah menggariskan cara yang benar dan tepat untuk menasihati mereka. Bukan dengan mengobral aib mereka di muka umum. Jelas cara semacam ini bukan cara yang hikmah dalam berdakwah. Alasannya : 1. Ia menyelisihi dalil, 2. Ia menimbulkan mafsadat yang besar yaitu kekacauan. 3. Ia menimbulkan kebencian rakyat kepada penguasa yang pada akhirnya melahirkan pemberontakan, padahal itu tidak dibenarkan. Oleh sebab itu menempuh cara yang benar yaitu dengan nasihat rahasia atau nasihat yang umum -tanpa menyebut nama/individu tertentu- adalah solusi terbaik. Masalah nasihat itu didengar atau tidak bukanlah urusan kita. Kewajiban kita hanya menyampaikan, hidayah ada di tangan Allah. Kalau cara berpikir kita; setiap merasa nasihat kita tidak didengar maka setiap orang boleh mengobral aib penguasa maka yang terjadi adalah kekacauan di tengah-tengah masyarakat karena mereka semua merasa aspirasinya tidak dihiraukan. Dan ini pada akhirnya akan merusakan stabilitas keamanan negara dan ketundukan rakyat kepada sistem yang ada, akhirnya runtuhlah negara tersebut diakibatkan fungsi kepemimpinan tidak lagi diindahkan. Wallahul muwaffiq. Pikirkanlah ini baik-baik...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemimpin muslim negeri ini adalah yang memimpin kita di negara ini. Selama dia masih muslim maka tetap wajib taat kepadanya, meskipun dia bermaksiat. Dengan catatan kita tidak menaatinya dalam hal kemaksiatan tersebut. Syariat telah menggariskan cara yang benar dan tepat untuk menasihati mereka. Bukan dengan mengobral aib mereka di muka umum. Jelas cara semacam ini bukan cara yang hikmah dalam berdakwah. Alasannya : 1. Ia menyelisihi dalil, 2. Ia menimbulkan mafsadat yang besar yaitu kekacauan. 3. Ia menimbulkan kebencian rakyat kepada penguasa yang pada akhirnya melahirkan pemberontakan, padahal itu tidak dibenarkan. Oleh sebab itu menempuh cara yang benar yaitu dengan nasihat rahasia atau nasihat yang umum -tanpa menyebut nama/individu tertentu- adalah solusi terbaik. Masalah nasihat itu didengar atau tidak bukanlah urusan kita. Kewajiban kita hanya menyampaikan, hidayah ada di tangan Allah. Kalau cara berpikir kita; setiap merasa nasihat kita tidak didengar maka setiap orang boleh mengobral aib penguasa maka yang terjadi adalah kekacauan di tengah-tengah masyarakat karena mereka semua merasa aspirasinya tidak dihiraukan. Dan ini pada akhirnya akan merusakan stabilitas keamanan negara dan ketundukan rakyat kepada sistem yang ada, akhirnya runtuhlah negara tersebut diakibatkan fungsi kepemimpinan tidak lagi diindahkan. Wallahul muwaffiq. Pikirkanlah ini baik-baik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: noerhadi</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-1074</link>
		<dc:creator>noerhadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 22:05:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-1074</guid>
		<description>assalamualaikum
1. hal apa saja yang dimaksud boleh melawan bila diperintah dalam hal kemaksiatan ? (apakah pemimpin + antek-antek yang korup, pemimpin yang tidak berani membubarkan aliran islam yang menyimpang termasuk pada kategori ini )
2. adakah syarat-syarat yang ditentukan oleh syariat dalam memilih pemimpin dan bolehkah kita tidak memilih bila syarat-syarat tsb tidak terpenuhi ? 
3. sudahkah ustad yang membimbing rubrik ini pernah memberi nasehat secara hikmah ( berbicara berdua tidak didepan umum ) kepada pemimpin negara ini untuk hal-hal yang tidak benar secara syariat yang masih berjalan di negara kita tercinta ini ? ( apa mudah untuk bisa bertemu berdua dengan pemimpin negara pada saat sekarang ini, apalagi tujuannya jelas-jelas untuk menasehati kesalahannya )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum<br />
1. hal apa saja yang dimaksud boleh melawan bila diperintah dalam hal kemaksiatan ? (apakah pemimpin + antek-antek yang korup, pemimpin yang tidak berani membubarkan aliran islam yang menyimpang termasuk pada kategori ini )<br />
2. adakah syarat-syarat yang ditentukan oleh syariat dalam memilih pemimpin dan bolehkah kita tidak memilih bila syarat-syarat tsb tidak terpenuhi ?<br />
3. sudahkah ustad yang membimbing rubrik ini pernah memberi nasehat secara hikmah ( berbicara berdua tidak didepan umum ) kepada pemimpin negara ini untuk hal-hal yang tidak benar secara syariat yang masih berjalan di negara kita tercinta ini ? ( apa mudah untuk bisa bertemu berdua dengan pemimpin negara pada saat sekarang ini, apalagi tujuannya jelas-jelas untuk menasehati kesalahannya )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ABU HASS</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-554</link>
		<dc:creator>ABU HASS</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 02:00:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-554</guid>
		<description>Siapa lagi pemimpin kaum muslimin Indonesia yang disepakati kalau bukan presiden ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa lagi pemimpin kaum muslimin Indonesia yang disepakati kalau bukan presiden ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jalaludin</title>
		<link>http://muslim.or.id/manhaj/akankah-kita-memberontak.html/comment-page-1#comment-531</link>
		<dc:creator>jalaludin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 08:13:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=117#comment-531</guid>
		<description>lha kalo mereka bukan pemimpin kaum muslimin, apa yang harus kita lakukan?
terus, presiden indonesia apakah termasuk pemimpin kaum muslimin?
siapakah pemimpin kaum muslimin sekarang?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lha kalo mereka bukan pemimpin kaum muslimin, apa yang harus kita lakukan?<br />
terus, presiden indonesia apakah termasuk pemimpin kaum muslimin?<br />
siapakah pemimpin kaum muslimin sekarang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

