Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.
Cikal Bakal Hari Valentine
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)
Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:
- Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
- Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
- Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
- Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.
Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.
Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.
Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir
Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ
“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)
Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.
Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman
Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.
Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)
Ibnul Jauziy dalam Zaadul Maysir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.
Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.
Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti
Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
مَا أَعْدَدْتَ لَهَا
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”
Orang tersebut menjawab,
مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,
فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”
Anas pun mengatakan,
فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”
Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?
Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!
Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat
“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)
Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.
Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”
Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.
Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.
Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan
Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)
Penutup
Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”
Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Abu abdurrazaq mohammad sholeh
20 Feb 2009 [Permalink]
Buat yang beragama lain teruslah mencari dan membaca, bagus mungkin belum selesai pencarian anda, kalo ada artikel yang menurut anda terlalu memojokkan atau menghina, hal itu tentu sangat berbeda penerimaan setiap orang, bahkan orang islam sendiri kalau di ingatkan untuk kembali kepada ajaran yg benar sesuai perintah Rosululloh ada jg yg tersinggung atau ga suka, itu wajar da itulah dunia, ada yg benar ada yg salah, ada yg jelek ada yg baik, mengenai masalah kasar dan ga kasar dalam berdakwah, dalam islam sudah ada tuntunananya, kapan harus alus, kapan agak kasar, kapan harus perang, bagaimana mengahadapi orang di luar islam, dan sebagainya, bagi kami umat islam jg sering merasakan tersinggung oleh orang diluar islam, dan bahkan tersiksa, lihattlah dengan hati yg bersih di dunia ini, kejadian2 yg menimpa orang islam, andalusia/sepanyol yg dulunya islam, sekarang bahkan sisa2 umat islamnya pun sulit dicari, siapa yg melakukan, di bosnia, palestine, irak dan di manapun di dunia, tolong anda cari ada umat islam yg membantai suatu kaum umat lain, ada ga ? atau berlaku kasar terhadap orang bukan islam, kalo ada tolong pelajarilah apa betul yang dilakukan orang islam itu sesuai agama islam, coba hitung lebih kejam mana umat islam dengan umat yg lain, ada ga umat agama lain yg tersiksa di negeri islam, separti indonesia ini, atau di negara lain, hanya dengan tulisan artikel ini yg nota bene mengingatkan hanya kepada orang islam agar tidak terjerumus kepada kesalahan akidah dan membuat anda tersinggung, bagaimana perasaan kami dengan tersiksanya saudara islam kami ..hubungan orang islam dengan orang bukan islam sudah di atur diislam, kami tidak boleh bercampur baur dengan bukan islam dalam masalah agama dan ibadah, seperti doa bersama dan lain2 …. hubungan kami dengan kalian hanyalah masalah keduniaan …
teruslah mencari dan membandingkan, mungkin suatu saat anda akan berubah, situs ini ( muslim.or.id ) adalah sangat bagus anda bisa membandingkan dengan ajaran agama anda ..
Abu abdurrazaq mohammad sholeh
20 Feb 2009 [Permalink]
Kalau muslim.or.id mengatakan BU Erlina adalah seorang mualaf yg kemudian setelah sekian lama mencari dan menemukan kebenaran islam, anda mengatakan bahwa ada jg umat islam yg masuk agama kalian, mari kita berhitung dengan adil dan anda bisa cari di internet, siapakah umat islam yg masuk agama lain, apakah dia awam atau orang yg benar2 mengerti islam, atau karena iming2 harta, lihatlah cara para misionaris kalian dalam “berdakwah” kepada umat islam di daerah terpencil, bagaimana mereka mempengaruhi umat islam, dan anda bisa lihat bagaimana para mualaf masuk islam, apakah karena pencarian kebenaran atau karena pengaruh, berapa banyak bekas pendeta masuk islam, ada nggak ulama islam yg masuk agama lain, carilah … semoga anda menemukan kebenaran, karena kebenaran yg hakiki itu cuma satu, walaupun semua pemeluk agama mengatakan agama mereka yg benar, karena tidak mungkin islam itu benar sekaligus salah, dan tidak mungkin agama lain pun salah sekaligus benar, dan islam sangat berbeda dengan agama lain, yg masuk sorga adalah satu yaitu kebenaran yg hakiki, islam mengatakan yg masuk sorga adalah yg beramal dan yg dosa tidak, agama nasrani mengatakan mereka akan masuk sorga karena dosa mereka sudah di tebus oleh pengorbanan yesus, kalau anda benar2 meyakini sorga dan neraka, maka jangan lah bosan mencari kebenaran yg hakiki … carilah situs2 islam yg mengajak kepada islam yg benar pemahamannya yaitu seperti pemahaman islam yg asli dari para salaf ( orang2 islam terdahulu) yaitu memahami islam separti jaman Rosululloh dan sahabatnya …
Erlina sih Mahanani (komentar 6)
22 Feb 2009 [Permalink]
@ Kristiani, ada satu pertanyaan dari komentar anda tgl 16 February mohon dijawab.
Anda mengatakan:
“memang benar,Allah yang aku sembah tidaklah allah yang kmu sembah,dan aku tidak akan pernah mahu tentang hal itu..
kita berbeda ALLAH dan ajaran,,aku tidak akan pernah setuju jika ada yang bilang ALLAH yang disembah semua agama sama..sampai kapan pun tidak akan pernah…
lakukan sesuai perintah allah mu ku lakukn perintah ALLAH ku..”
Jadi intinya anda tidak menyembah dan tidak akan pernah mau menyembah Tuhan orang Islam, menurut anda Tuhan kita berbeda.
Kristiani,
Pada prinsipnya orang Islam menyembah sesuatu yang menciptakan, memelihara, menguasai langit, bumi dan seisinya, yang menciptakan rasa sakit, perih, nyeri, nyaman, gembira, sedih, dll.
Yang di kalangan orang Yahudi mereka memanggil sesuatu yg menciptakan ini dengan nama YAHWE, ELOHIM, ELLOH dsb, sedangkan orang Islam memanggilNya sesuai dengan yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad saw, yaitu Tuhan kami mempunyai banyak sekali nama bahkan jumlah namaNya tak terhingga dan ada 99 nama yang dikabarkan dlm Quran dan hadist (nama-nama inilah yg kami gunakan), contohnya Allah, Ar Rahman=Maha Pengasih, Ar Rahim=Maha Penyayang, Al Khaliq=Maha Pencipta, dll.
Itu adalah Tuhan yang disembah oleh orang Islam, Sang pencipta, pemelihara, penguasa langit dan bumi, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Maaf kalau Tuhan kita berbeda lalu siapa yang Kristiani sembah, Tuhan yang mana?
Padahal diluar menyembah Pencipta langit dan bumi berarti menyembah berhala.
Ansori
23 Feb 2009 [Permalink]
Assalam
Sepengetahuan saya dalam injil tdk di terangkan bahwa agama yang yang di bawa yesus adalah agama kristen dan tak ada seruan untuk pergi ke greja tetapi kenapa kok sekarang ada agama kristen dn tempat ibadahnya gereja? tetapi kalou agama islam memang di terangkan dengan jelas dlm alqur’an dan tempat ibadahnya adalah mesjid. Berarti agama kristen itu adalah ciptaan manuasia bukan ciptaan tuhan atau yesus dan sejarah mengatakan injil itu di tulis setelah yasus meningal 150 thn oleh Barnabas yang dulu pernah beredar di masyarakat dan sekarang tdk lantaran di dalamnya menyebutkan tentang nabi Muhammad
Tommi
23 Feb 2009 [Permalink]
Assalamu’alaikum…
Wah komentar2nya panjang lebar euy, dan jadi melebar ke masalah aqidah masing2 ya hehehe…Padahal tadinya bahas valentine.
Dari saya, simpel saja, perayaan hari valentine di masa skrg ini memang udh melenceng jauh dari yg tadinya merayakan sekedar kasih sayang, skrg ini muda mudi justru kebablasan dengan mensalahartikan bahwa kasih sayang ga akan lengkap tanpa seks, menghambur2kan uang dengan membeli hadiah yg mahal2, pdhl didalam Islam kita diajarkan untuk selalu berkasih sayang setiap hari dan wujud dari kasih sayang itu diantaranya adalah dengan pelaksanaan sholat berjamaah dengan anggota keluarga, dan puncak dari kasih sayang itu sendiri dalam Islam adalah rasa cinta kita pada ALLAH SWT, Rabb yang telah menciptakan kita, yaitu dengan rajin berzikir, memuliakan AsmaNya, dan membaca Qur’an, memuliakan dan mengamalkan KalamNya.
Valentine memang bukan tradisi Islam karena Rasulullah tidak pernah sama sekali mengajarkan tentang itu. Oleh karena itu pada para pemuda muslimin, hendaknya kita tidak usahlah mengerjakan sesuatu yg sia2 yg jauh dari mengingat ALLAH dan RasulNya. Lagipula ALLAH membenci perbuatan yg sia2 yg dapat mendorong kalian untuk berbuat maksiat dan zalim.
Untuk kawan2 beragama lain, tidak perlu tersinggung. Lakum diinukum wa liya diin. Ini adalah keyakinan dalam ajaran agama Islam. Okeh :)
NANANG
27 Apr 2009 [Permalink]
makacih aku dapat ilmu ri blog ne
Yudi
18 Jun 2009 [Permalink]
syukron alhamdulillah saya ucapkan kepada penulis artikel ni
mori
21 Jun 2009 [Permalink]
kok baru tw ya apa makna dari valentine itu….
tito
23 Jun 2009 [Permalink]
Assalamu’alaikum..
saya iseng2 baca comment nya, lagi2 soal aqidah ujung2 nya..
tapi salut deh bwt artikel ne,buat admin nya, yang semangat ya biar membukakan wawasan muslim nusantara
buwat mas mbak juga temen islam awam kaya diriku, ya harap dimaknai dengan seksama, biar tidak keblinger.. karena perayaan’ yang bid’ah rawan dimasuki hal2 yang membawa kita pada keburukan di dunia..
ya contonya ne valentine, liat aja jaman sekarang “hari kasih sayang” topengnya, nyatanya dimanfaatin ke hal2 yang gak baik. yang memicu adrenalin n menyesatkan kaum muda jaman sekarang..
satu lagi deh, pelajaran berharga.. kalo urusan antar agama n keyakinan mending jangan dicampur2in ya.. baik ajarannya maupun pelaksanaannya.
bwt belajar lebih adil terhadap apa yang kita yakini sebagai muslim, nah..
ayo temen2 jadi lah muslim yang mengerti Islam dengan pemahaman yang baik, biar gak menggerutu kalo di nasehati…
bwt yang non muslim, juga terimakasih apresiasinya.. Allah pembuka hati siapa saja yang dikehendaki,semoga Allah membukakan hati kita menjadi insan yang dicintai Allah didunia dan akhirat..
:D
ares
13 Jul 2009 [Permalink]
assalamu’alaikum
komentar antum – antum sekalian dahsyat men!lebih – lebih dari acara dahsyat di rcti!!HEHEHE. klo pendapat ane cum dikit, yang pasti buang buang coklat ataupun kado lainnya di event valentin sama aja sedekah sama setan! kenapa ane bilang gitu, jawabnya simpel aja yaitu “PEMBOROSAN” innal mubadziri nakanuu ikhwans syaiton, mendingan infaaaaqin aja money lo kemasjid or ke anak – anak yang kurang mampu, udh jelas pahala yang ente terima, bukannya dosa.
wass.
mardi
22 Jul 2009 [Permalink]
Ini bagus untuk disebarkan agar umat islam indonesia khususnya tidak terjebak ikut-ikutan yang tidak punya dasar tuntunannya.Dan semoga selalu waspada dengan budaya barat yang selalu menjerumuskan umat muslim ,walaupun kelihatannya sepintas bagus aling2 kasih sayang
iwan
10 Aug 2009 [Permalink]
terima kasih atas informasi yang sangat berharga ini
Arief Ghofar
22 Aug 2009 [Permalink]
Tuk sohib seiman nihh…
kita mesti banyak baca n cari rujukan2 lain tentang apa yang dibahas diatas, biar kita makin paham dan jelas sehingga tidak salah dalam menempatkan duduk permasalahannya.
Intinya ” Makin banyak wawasan makin tahu mana yang salah dan mana yang benar “.
Met cari literatur lain yang lebih berqualitas lagi
BriNa
25 Aug 2009 [Permalink]
Assalamualaikum…
Ternyata valentine’s day seluruhnya yak lain bersumber pd pastor dan pemujaan free sex.Bahkan, tdk ada kaitan dg “kasih sayang”.Bila demikian, sangat disayangkan remaja islam menjadi bebek2 n’ mengekor budaya barat n’ acara ritual agama lain. Duh…kecian deh!!!!
piton
25 Aug 2009 [Permalink]
Allohu Akbar , sungguh perhatianmu kepada pemuda semoga diberkahi Alloh, salam kenal semua, untuk mas muhammad abduh, tulis dong tentang kristenisasi, kabarnya di gunung kidul dan daeah jawa selatan lagi marak ya, wassalam, semoga saya bisa bantu.
ndut
26 Aug 2009 [Permalink]
syukur alkhamdulillah…..dngn dituliskNYa artikel ini,
smoga akan membawa kt pd jalan yg di ridhoi ALLAH SWT.
AMIN………..
yanto
27 Aug 2009 [Permalink]
Alhamdullilah..semua menjadi sangat jelas tentang valentine days, akan sebaiknya dibuat sesingkat mungkin dgn bahasa yang efektif sehingga mudah dicerna semua kalangan..trim’s
guntur
03 Sep 2009 [Permalink]
saya setuju banget tuh kita ini orang islam yang suci dan tidak akan terpengaruh oleh budaya barat laknatullah
yon ariel
10 Sep 2009 [Permalink]
article baik ‘tuk pengetahuan
yon ariel
10 Sep 2009 [Permalink]
alhamdulillah,sangat bagus article ini,terutama bg mereka2 yg blm th tentang hr val’day,dan lbh terutama lg bg mereka2 yg sdh th tetap ngejalanin nich val’day,jgn asal cuman prinsif cuman ikut2n merayakan,tanpa tau juntrungnya apa it yg diikutin?????????
yon ariel
10 Sep 2009 [Permalink]
Alhamdulilla,article yg ringan tp berbobot.perlu benar2 dicamkan untk mereka2 yg blm tahu tentang apa hr val’day,dan benar2 perlu dicamkan bg mereka yg sdh th tentang val’day tp tetap ngejalanin.Wahai saudaraku umat islam,penjaga ‘n pelindung bendera la ilaaha illalloooooh,jgn lah kita sampai di cap oleh Rasulullah termasuk dlm golongan ahlul kitab,kafir dikerenakan mengikutin perayaan2 yg mereka ada2kan/di buat2
fitri ayu
13 Sep 2009 [Permalink]
bagaimana caranya agar umat manusia tidak masuk ke dalam perbuatan maksiat & bagaimana pula caranya agar umat manusia tidak masuk neraka????
eva
15 Sep 2009 [Permalink]
sebenarnya qu sudah tahu. bahwa peringatan valantine, tapi kenapa masih bnyk skl orang islam yang masih merayakannya. mungkin dia dah tahu tapi. hanya sekedarnya. Lakukan yang terbaiklah pada diri kita… Amin
andreade
17 Sep 2009 [Permalink]
alhamdulillah..
arti Valentine’s Day sudah dikupas disini
yang mana intinya kita sebagai umat Islam untuk tidak ikut menyambut dan merayakannya..
‘ namun alangkah lebih baiknya di Fatwa kan oleh MUI
agar yang tidak tau menjadi tau
wassalam
shodiq
20 Sep 2009 [Permalink]
artikel yg bagus, bs d gunakn utk dakwah, tlg krm k alamat email ku ya!
mkch.
Fuad Munir
25 Sep 2009 [Permalink]
Apakah anda termasuk pemuja Valentine Days?????Mudah-maudahan tdk!!!!
Chandra Purnama
05 Oct 2009 [Permalink]
Assalamu’alaikum wr wb
ana minta ijin untuk meng-copy artikel ini.
jojo
08 Nov 2009 [Permalink]
Menurut gue sih yang namanya VALENTIE DAY adalah HARAM dan SYIRIK, tak ada tawar menawar lagi. Masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah. Ajaran Islam tidak boleh dikombinasikan dengan ajaran agama lain.
bagus
15 Jan 2010 [Permalink]
boleh copas ke blog ana??
jazakallah…
Muslim.Or.Id
16 Jan 2010 [Permalink]
@ Bagus, silakan. Semoga Allah juga memberi taufik pada yang lainnya.
Dirgantara
24 Jan 2010 [Permalink]
terima kasih artikelnya, bsa untuk Dakwah kepada mereka yang belum paham, bsa d copy kn untuk d sebarkan? nama website Anda jg akan Saya cntumkan, terima kasih
Muslim.Or.Id
24 Jan 2010 [Permalink]
@ Dirgantara
Silakan, semoga bermanfaat untuk yang lainnya.
majid
03 Feb 2010 [Permalink]
makan tuh valentin, kiamat akan mengintili anda semua.sebagai umat muslim haram hukumnya untuk valentine days, apapun bentuknya.
hadi sukaryanto
03 Feb 2010 [Permalink]
assalamu alaikum wr.wb
ternyata blog ini bagus bagi umat islam, apalagi yang mau mempelajari lebih dalam. tentang valentine kalau menurut saya terserah kepercayaan dan keimanan masing2 ajadech, kalau saja tidak akan menjelek2an agama lain ataupun oranglain.karena ada alqur’an yang membenarkan sebuah kitab2 allah SWT. semua kembali kepada sang maha pencipta……
wassalamu alaikum wr.wb
Muslim.Or.Id
04 Feb 2010 [Permalink]
@ Mas Hadi,
Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,
Semoga Allah senantiasa merahmati antum.
Mungkin satu hal yang harus diluruskan dan ini menyangkut Aqidah antum. Yg benar, Al Qur’an itu menentukan manakah bagian kitab2 terdahulu sebelum Islam yang benar dan keliru. Jadi Islam sebenarnya bukan membenarkan ajaran agama terdahulu semacam Yahudi dan Nashrani. Mohon bisa menyimak tulisan berikut >>
http://muslim.or.id/aqidah/kesesatan-ajaran-%E2%80%9Cpenyatuan-agama%E2%80%9D.html
Hanya Allah yang memberi taufik.
arvi
05 Feb 2010 [Permalink]
Aslamualaikum,,,,,…
terimkasih…. dengan membca ini ku bisa tau arti valentini yang seb enarny…… dan ternyata tu semua hanyalah perbuatan dosa……
abu salman
09 Feb 2010 [Permalink]
Baarakallohu fiik..
ana ijin copy ya…
syukron
yusuf
10 Feb 2010 [Permalink]
remaja muslim wajib baca ini.
erwina
12 Feb 2010 [Permalink]
makna valentine untuk orang2 muslim,… ???????? BID’AH,….. sesuatu yg bid’ah,..dilarang agama,.. karena valentine hanya di proklamirkan oleh orang2 kristiani,…. dan rasulullah,.. juga menyukai kasih sayang,.. tapi gak harus nunggu hari special,… setiap detik, menit, jam,.hari, minggu,bulan,..dan tahun,… qt bisa berkasih sayang kepada sesama,…….. apakah qt harus menghambur2kan duit qt,.. hanya untuk sesuatu yg gak bermanfaat,.. bener komentar salah satu dari teman2 yg berkomentar,.. lebih baik,.. qt amalkan duit qt ke anak2 yatim yg lebih membutuhkan,… remaja kadang berusaha membohongi ortunya,.. dg meminta uang,.. yg katanya untuk beli buku lah,.. beli apa aja,.. tetapi,.. ternyata duit itu hanya dipake untuk,… beli bunga,.. yg bisa layu,.. coklat,.. yg hanya bikin gemuk,.. ato bingkisa2 yg manfaatnya gak begitu penting,…….???? hai remaja,.. ayo pikirkan,… apakah qt orang2 muslim,… masih ingin meniru-niru kebudayaan,.. yg di ajaran agama qt tidak ada???? akan kah qt menambah dosa?????
Azwar Banez
13 Feb 2010 [Permalink]
Nauzubillah min zalik…..
Dunia sudah kebolak-kebalik.
yudo sasmoro
13 Feb 2010 [Permalink]
dengan munculnya hari falentine umat di dunia ini mengira hari valentine day itu adalah hari kasih sayang tp malah menyesatkan, hari kasih sayang ialah dengan apa adanya tp sekarang dengan adaya acara hari valentine disalah gunakan dan di padukan dengan hari kasih sayang seolah-olah semua itu di perboleh kan oleh islam tp malah itu semua dilarang dan dikira oleh majelis MUI indonesia hari valentine dianagap menyesatkan pemuda-pemuda islam jd kami moho pada majelis MUI indonesia agar memberan tas semua orang yang menyebarkan agama dengan cara di campuradukan / musionaris-misionaris yg menyesatkan harap di basmi
Edi yusuf raspati
13 Feb 2010 [Permalink]
Ass.wr.wb,edi sangat beruntung mendapatkan artikel ini karena menambah wawasan untuk tidak terjerumus ke jurang kemusyrikan dan dosa2 yg tdk terasa karena dikemas dg rapi dalih kasih sayang,edi sangat berharap untuk selalu di kirim berbagai artikel2 ilmu dalam agama.terimakasih pd seluruh pengelola dan nara sumber situs ini,wass.wr.wb,semoga segala kebaikan yg di sebar mendapat balasan yg berlipat ganda dari Allah SWT.Amiiiin.
ucup
13 Feb 2010 [Permalink]
pemahaman yang dangkal….
atau malah terlalu mendalam….
karakter masyarakat sekarang beda daengan jaman dulu.
orang arap beda dengan orang indonesia…..
persetan…….
edward
13 Feb 2010 [Permalink]
saya harus mengyatakan setujun untuk artikel ini. sebagian intinya (sumber, & pemahaman valentine) benar. dan paganisme memang tidak untuk di ikuti oleh manusia sekarang (dengan alasan apapun mnurut saya). tapi klo merujuk ke arah ajaran, sy masih ada ganjalan 1 hal yg belum terjawab. (im a christian).
yaitu salah 1 dari istri (by respect) Mohhammad,anissa klo ga salah, yg saya tau dr bbrp buku, adalah trnyta seorang anak di bawah umur! (yg sekarang jd alasan utk syekh Puji).
tolong kasi penjelasan mengenai pandangan anda, tentunya sebagai seorang muslim penganut ajaran nabi (by respect) anda.
lalu ada 1 issue lg yg saya masi juga bingung. mengapa your prophet mengambil istri dari anak (angkatnya) sendiri, padahal sang anak angkatnya jelas” masih HIDUP????
saya ga bermaksud sara. hanya minta di jelaskan pandangan dr seorang muslim mengenai masalah ini. saya berharap media ini bs menjelaskan dan menyelesaikan rasa penasaran saya. thx.
yudi salis
13 Feb 2010 [Permalink]
sya stuju dgan artikel ini…bahwa valentine cuma budaya salah yg kita tiru..jadi NO TIME FOR VALINTINE…
totok murynto
13 Feb 2010 [Permalink]
Alhamdulillah..Semoga artikel ini dibaca oleh muslim/muslimat terutama muda mudi yg bisanya ikut2an tanpa tahu maknanya. Untuk lebih terbuka sebaiknya sebarkan via face book..
firda wahyu l.
14 Feb 2010 [Permalink]
assalamu’alaikum…..
stelah sya mmbca blog nie… sya tw apa yg dmksd dngan valentine… sebagai sntri sys mngnjurkan bwd tman2 sya agar mmbcablog nie…. krna mskipn dpndok tman2 sering sekali mrayakn valentine…. trimksh…
wassalamu’alaikum….
Nahari
14 Feb 2010 [Permalink]
Tulisan yg bagus.. dengan 1-2 komentar dari umat non muslim yang sangat keras juga. Buat non muslim, biarkanlah kami menjelaskan kepada umat kami tentang apa hari valentine itu. Bagi umat kami hal merayakan valentine adalah salah satu bentuk keharaman. Jangan anda meluber ke masalah/hal-hal lain. Saya memang tidak sependapat bila efek buruk perayaan valentine (pemborosan/zina/dll) dihubungkan dengan perayaan valetine yang agung oleh umat kristiani – yaitu pengorbanan st. valentine.Keburukan hari valentine tentu bukan dari ajaran kristiani. Jadi pada dasarnya kami hanya mengingatkan umat kami tentang apa itu hari valentine, dan bagaimana kerusakan akidah yang akan terjadi apabila umat kami masih merayakan valentine. Umat kami aturan sudah jelas, apa yang boleh dan tidak boleh dirayakan – baik perayaan biasa atau agama. Dan sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan nasihat kebenaran kepada umat kami secara terus menerus dengan penuh kesabaran (surah Ashr).
Kazub
14 Feb 2010 [Permalink]
alkhmdlilh.. artikelnya sngat berguna,smoga sobat muslim indonesia yg membaca jd tau dan tdk trpngaruh budaya barat yg pnuh kmusyrikan,amin..
ezs
15 Feb 2010 [Permalink]
lanjutkan moga menjadi pencerahan bagi kaum muslim supaya ingat pada Allah dan Rasulnya