11 February 2009 | 105 komentar
Kategori: Manhaj
Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.
Cikal Bakal Hari Valentine
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)
Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:
Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.
Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.
Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir
Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ
“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)
Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.
Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman
Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.
Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)
Ibnul Jauziy dalam Zaadul Maysir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.
Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.
Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti
Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
مَا أَعْدَدْتَ لَهَا
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”
Orang tersebut menjawab,
مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,
فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”
Anas pun mengatakan,
فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”
Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?
Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!
Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat
“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)
Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.
Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”
Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.
Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.
Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan
Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)
Penutup
Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”
Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Doa masuk masjid
— (HR. Muslim: 1/494. Dalam Sunan Ibnu Majah, dari hadits Fathimah Allahummagh fir li dzunubi waftahli abwaba rahmatik”, Al-Albani menshahihkannya karena beberapa syahid. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/128-129.)
“Ya Allah, bukakanlah pintu-pinturahmat-Mu untukku.”
Silakan menyebarkan artikel yang ada di muslim.or.id dengan harus menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel. Muslim.or.id menerima bantuan penerjemahan artikel muslim.or.id ke dalam bahasa inggris. Silakan hubungi muslim.or.id@gmail.com. Info iklan silakan hubungi muslimadv@gmail.com
© 2005 - 2009 muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah












Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan adanya artikel ini. Kebanyakan pemuda dan pemudi islam akan semakin sadar dengan jati dirinya yaitu islam dan bukan pemuda yang hedonis dan metropolis.
asalamualikum wr wb, luar biasah dawahnya maju trus allah makum…….. gazak allah kir
assalamualaikum kang.
semoga generasi muda kita kembali ke jalan yang benar. yaitu mengikuti sunnah.
minta izin untuk ,
ikut ngopy artikelnya buat blog ana yaa..?
sukron.
Hari raya valentine memang hari raya orang kafir nashrani, tapi banyak di antara kita terutama anak2 muda yang masih jahil terhadap hal tersebut sehingga mereka malah dengan bangga merayakannya, bahkan merasa rugi kalau tidak merayakannya dan inilah relita kaum muslimin sekarang dimana mereka jauh dari manhaj yang haq yaitu manhaj salaf. semoga Allah memberi hidayah pada mereka untuk kembali ke manhaj yang benar ini. Maju terus da’wah salafiyyah! laa tahzan innallaha ma’anaa!
assalamualaikum,..
begitu banyak siswa/i di sekolah umum tidak mengetahui apa makna dari valentine itu sendiri. mereka hanya ikut-ikutan saja, atau merasa bahwa itu merupakan kesenangan belaka. mungkin hal itu karena kurangnya sosialisasi dari sekolah, atau guru agama Islam kurang mengupas hal-hal seperti itu.
Assalaumalaikum.
Sangat bermanfaat tulisanmu bang Abduh,
Minta izin untuk saya sebarkan ke saudara2 muslim lainnya.
Jazakumullah Khairan Katsira.
minta izin ngopy ya. buat blog saya.
thanks
Saya beragama muslim,
Orang tua saya mualaf karena memutuskan pindah agama sewaktu ingin menikahi ibu saya yang islam. Keluarga papa saya berlatarbelakang agama katolik, tapi rasanya mereka tidak melihat agama islam sepicik anda melihat agama katolik atau kristen.
Ini sudah saya cermati sejak lama gejala ini di lingkungan sosial anda; walaupun ada teman2 islam saya ada juga yang toleransinya begitu tinggi terhadap agama lain, tapi sebagian besar menaruh perasangka yang negatif.
Saya sebagai muslim, juga tidak suka melihat saudara muslim yang merasa dirinya sok benar dan sok yakin bahwa hanya orang islam yang masuk surga, dan agama lain tidak pantas masuk surga.
Coba deh anda periksa diri anda masing-masing, apa anda-anda yang paling pantas masuk surga?
Menurut saya, itu rahasia yang di atas. Kita masuk surga itu karena amal dan ibadah, terlepas dari agama apapun itu. Itu semua urusan yang diatas, bagaimana menimbang sholat kita, amal dan ibadah kita, setiap kata dan ucapan kita dan hati kita.
Jadi aneh kalau kita mencap tradisi orang, valentine kah, natalkan itu sebagai sesuatu yang dimurkai Allah atau bagaimana, toh itu agama mereka.
Saya sendiri tidak merayakan valentine, karena buat saya kasih sayang memang harusnya tiap hari, terlepas dari budaya mana itu berasal.
Akan tetapi saya menghargai tradisi orang lain.
Assalamualaikum,
Minta ijin tulisannya saya link ke blog saya.
Terima kasih.
Amat jauh dari ridho Allah jika kita membiarkan suasana Islam tertimpa kebiasaan valentine yang berfoya-foya ini. Bawalah keluarga untuk menikmati kasih sayang Allah dalam shalat berjamaah. dan pada Q.S.2:143 “……Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” Jadi kita sebagai umat Islam bukan menyambut hari kasih sayang 14 Februari saja, tetapi kita sehari-hari bergelut dengan Kash Sayang dari Allah: Shalat, dzikir dan berdoa.
Assalamu’allikum…
aq selamani tlh meng-copy artikel2 “muslim” tuk belajar& insyaalloh tuk sebarkan k,kluarga&saudara2q.mhon maaf y jika terlambat/blom minta ijin.
Jazakumulloh
Wassalamu’allaikum…
temen2 kita byk yg msh mengagungkan valentine, nah jadikan aja temen2 kita itu utk ladang kita berdakwah, myadarkan mereka bahwa valentine tu ga penting bgt, gitu,,,, valentine ga banget kale,,,,
Akhi Patrick, semoga Allah memantapkan hati anda dan hati saya di jalan Islam
Akhi, hanya Islam yang benar dan hanya pemeluk Islam yang masuk surga. Itu bukan pernyataan saya tapi pernyataan Yang Di Atas (yaitu Allah Ta’ala). Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)
Jika anda menafsirkan ‘Islam’ dengan pasrah kepada Tuhan berserah diri sehingga ndak perlu masuk agama Islam pun nda apa-apa. Sebagaimana penafsiran orang Liberal. Maka perhatikan penafsiran dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa yang diperangi Islam adalah kekafiran, bukanlah ke-tidak-berserah-diri-an:
أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة
Artinya: ”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau mengucapkan laa ilaaha illalloh (Tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh), menegakkan sholat, dan membayar zakat” [HR. Bukhari-Muslim]
Anda benar, bahwa soal masuk surga atau neraka hanya Yang Di Atas (yaitu Allah Ta’ala) yang tahu. Jika demikian, kita harus percaya pada firman dari Yang Di Atas, yang berbunyi:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” (QS Al-Bayyinah: 6)
Sekarang tinggal anda yang mau berserah diri atau tidak pada firman Allah Ta’ala?
bismillah…sy rasa ini bukan ajang saling menghina. sudah jls bhw asal-muasalx lahirnya tradisi ini. qt sbg muslim hanya berpegang pd ajaran islam dan teladan rosul.
qt juga dilarang menghina atau menghadik ummat lain
di islam sangat banyak sekali sikap toleransi. namun, terkadang org2 yg diberi toleransi yg g tahu diri. dlm islam perayaan kasih-sayang tsb adl setiap hari..buktinya qt slalu ucapkan assalamu’alaikum wr wb…. valentine day apaan tuh? terlepas dari dy dari agama apa namun yg namanya zina adl perbuatan dosa yg teramat besar. saya hanya ingin meliaht masalah ini dari sudut pandang lain yaitu baik dan buruk dalam kehidupan klo secara syariat susah untuk ketemu
sy adl muslim yg moderat dan sy selalu khawatir apakah sy masuk syurga / g cz itu adalah kehendak dan rahmat 4Wi
wallahu’alam…smoga qt tetap menjadi warga indonesia yg cinta damai.
Seorang Muslim WAJIB membenci kekufuran dan kesyirikan. Serta tidak meniru-niru kebiasaan orang kafir dan orang musyrik.
Namun tentunya tidak berarti seorang muslim bersikap garang dan kejam terhadap orang kafir dalam setiap keadaan.
Simak pembahasan hal ini di:
http://kangaswad.info/islami/bagaimana-menyikapi-non-muslim
asalamualikum,, alhamdulillah artikelnya bagus, semoga pemuda dan pemudi kaum muslimin semakin sadar dan kembali kepada jlan yang lurus, ana minta izin artikelnya untuk dicopy ya.
makanya pada ngaji tiap hari….
biar tau ilmu agama..
beragama kok pake perasaan
duh wong dheso ternyata aktif juga yach di site ini…
yach saya juga termasuk orang yang bodoh jadi belum bisa ngasih ayat atau hadis yang berkaitan dengan tema yang di tulis diatas maka saya belajar dari sumber yang satu ke sumber yang lain
memang benar yang di tulis oleh penulis di atas
saya juga setuju dengan pendapat tentang bahaya hari valentine yang sekarang ini banyak umat islam yang ikut-ikutan dalam merayakan hari valentine.
mengenai pendapat kang patrik saya merasa sedih akan pandangan akang selama ini, mungkin akang melihat dari sebagian orang saja sehingga dapat berasumsi seperti diatas
dengan tidak melihat secara menyeluruh
menurut hemat saya umat islam juga diperkenankan untuk bersosialisasi dengan umat agama lain, hanya saja umat islam saat ini banyak yang ikut-ikutan dengan mengikuti suatu kebudayaan yang seharusnya tidak di perkenankan dalam ajaran islam, boleh dibilang umat islam sekarang ini banyak yang mengikuti kebudayaan lain tetapi kewajiban sebagai umat islam sendiri di lalaikan
oleh karena itu. saya rasa bolehlah kita mengohormati yang “merayakannya” tetapi umat islam jangan sekali-kali ikut dalam kebudayaan tsb.
mungkin pendapat saya salah atau kurang yach mohon untuk yang lebih paham dan mengerti mohon ditambahkan dan diluruskan
Assalamualaikum,wr,wb.
Alhamdulillah..
Semoga artikel ini menjadi wacana utama kaum muda-mudi muslim yg brkaitan dengan valentine day.
Semoga allah menyadarkan mereka yg tersesat.
Amin.
sori agak menceng dikit, untuk perbandingan aja.
weh…weh, mumet dewe nek ngene…
sunan kalijaga tu salah besar menurutku…, dia mengadopsi wayang, jelas-jelas budaya hindu…, sejarahnya jelas….
bahkan di situ masih ada dewa-dewa…., trus itu gimana…?
kalau saya baca artikel yang di atas.., trus sunan kalijaga tu pakai pandangannya siapa ya….., jadi mumet…?
bahkan wayang sudah di akui secara internasional.
Trus satu lagi kenapa masjid-masjid, bahkan orang jawa
membangun masjid meniru-niru bangunan hindu, yang filosofinya jelas-jelas hindu, tiga tingkatan pada atapnya…
yang berarti tiga tataran dalam hidup…., menurut hindu yaitu kama dhatu, rupa dhatu, arupa ddatu
kenapa….itu sampai sekarang setiap bangun masjid kok masih seperti itu, bahkan masjid agung yang cukup punya nama di semarang di bangun seperti itu……
wah mbuh dadi mumet……, yang benar yang mana ni….
kok itu ngak di protes atau disarankan yang gimana….????? gitu….
mohon tanggapanya…penulis ni…..
gimana ya? kuncinya adalah bisa menguasai media massa (cetakj dan elektronik), banyak muslim di dunia ini, tapi “muslim ktp” doang, ga bisa kita mengharapkan mereka paham kebenaran agama islam, bila mereka salah atau kurang paham dalam mempelajari agama nya sendiri.. jangankan hari valentine .. ajaran sesat mengatas namakan islam tumbuh subur di negara ini, ini sudah bentuk nyata kurang pahamnya (mantan) kaum muslim pengikutnya ttg kebenaran agama islam…
situs ini baik dalam menyampaikan dakwah akan kebenaran agama islam, do’a saya, kita kaum muslim lebih lebih tergerak untuk berjuang dengan kekuatan baru, kekuatan teknologi informasi dan telekomunikasi.
Dalam ajaran yang diajarkan nabi isa, nabi yang saya ikuti, setahu saya, tidak disebutkan orang yang “agama” ini itu yang masuk surga.
Cuma dikatakan bahwa hanya orang yang berkenan di mata Tuhan-lah yang terpilih masuk surga, dari ibadah dari amal,,,tidak dari agamanya.
saya setuju dengan tulisan sebelumnya bahwa yang menentukan surga neraka adalah hak veto yang di atas. Kita sebagai manusia berusaha terbaik buat jadi umat yang baik. Baik itu sendiri abstrak sekali. Baik buat kita tapi menyakiti orang lain? nah itulah urusan yang di atas buat nimbang2 semuanya. Ukuran buat nimbangnya itu pun di luar batasan kekuasaan kita buat mengkajinya.
Saya secara pribadi tidak mau memandang bagaimana2 terhadap saudara saya yang beragama lain. Saya berteman baik dengan saudara yang beragama Islam, dan tidak mau menggagap diri sendiri paling baik dari orang lain. Saya natal juga memberikan bingkisan kue buat tetangga saya; saya memberikan sedikit sumbangan ke pengemis tanpa melihat agama mereka; giliran tetangga saya lebaran, saya mengucapkan lebaran; mereka juga memberikan ketupat ke keluarga saya.
Saya tidak keberatan jika saya tidak diucapkan selamat natal oleh teman2 saya, atau dianggap kafir, dianggap penghuni neraka,,,yang penting saya tidak begitu terhadap mereka yang berbuat demikian terhadap saya.
Masalah valentine dikalangan agama katolik, tidak sebegitu yang dianggap,,,toh kalau teman yang bergama islam tidak suka, mohon jangan dirayakan, jangan dijelek2an, tetapi hargailah orang yang merayakan. Dalam spirit yang sekarang, valentine lebih diartikan sebagai hari kasih sayang, sebagaimana hari ibu, hari bapak,,,tanpa ada batas agama, sama seperti budaya yang diterima.
Jika ada nilai yang tidak baik, ada pemborosan, dlll, yah jangan diterima, tapi hargailah orang yang mau merayakan itu. Itu saja saran saya.
Saya dan keluarga besar saya tidak merayakan hari valentine, tapi justru saya lihat anak2 pelajar, ada juga yang bergama Islam sangat antusias sekali menyambut valentine. Jika ada orang tua yang tidak suka, boleh lah menasehati anak2 mereka, bahwa valentine tidak berakar dari budaya arab dan budaya islam,,,tapi mohon kiranya berkenan untuk tidak memojokkan siapapun.
Assalamualaikum ,…
1. Al-Qur’an surat Al-Kafirun ayat 1 – 6:
”Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.
Buktikan … saat maut menjemput , Allah tdk pernah ingkar dg janjinya ( Orang kafir pasti neraka tempatnya ) !!! segeralah bertaubat saudaraku , sebelum nafas sampe tenggorokan
1. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 72:
”Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah itu ialah Almasih putera Maryam. Pada hal Almasih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya sorga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zalim itu seorang penolong pun”.
2. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 73:
”Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), pada hal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih”.
3. Al-Qur’an surat At Taubah ayat 30
”Orang-orang Yahudi berkata” Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Almasih itu anak Allah. Demikian itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling”
Akhi Fatahillah
kalo ngasih dalil Ayat dan hadits ke orang2 yg beragama pake perasaan, percuma aja….
perkataan Allah dan RasulNya pun disingkirkan. tergantikan oleh persaan dan ‘hati’ masing2…
kasian.. mudah2an mendapatkan hidayah kepada orang2 dgn tipikal begitu….
saudaraku..
jangan memberikan khotbah atau ceramah untuk orng sperti aq hanya brlndaskan UU alkitab klen..
memang benar,Allah yang aku sembah tidaklah allah yang kmu sembah,dan aku tidak akan pernah mahu tentang hal itu..
kita berbeda ALLAH dan ajaran,,aku tidak akan pernah setuju jika ada yang bilang ALLAH yang disembah semua agama sama..sampai kapan pun tidak akan pernah…
lakukan sesuai perintah allah mu ku lakukn perintah ALLAH ku..
terima kasih..
satu lagi,,,
apa perbedaan hari valentine dengan hari ibu,ayah,anak,ham,dll sehingga klen begitu benci dengan valentine.??
ga usah ngomong pnjang lebar,,
umat klen pun bnyak yang merayaknnya dan termasuk yang melebih-lebihkan perayaannya..
lakuin ini itu..dan yang ga jelas,termask dosa..
valentine kami rayakan bukan untuk jinah,,hanya klen aja yang melebih-lebihkannya..
agama itu masalah keyakinan bukan logika, jadi kalo umat non muslim mau membahas tentang syariat islam, pertama ya harus percaya bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh dan Al Qur’an adalah wahyu dari Alloh yg mutlak/pasti benarnya (karena semua dasar syariat islam dari situ), supaya percaya akan hal tsb ya harus serius mencari informasi secara obyektif tentang hal tsb.
Semoga dimudahkan dan diberi hidayah oleh Alloh.
to: Kristiani
Anda menyatakan:”…lakukan sesuai perintah allah mu ku lakukn perintah ALLAH ku..”
Tunjukkan (buktikan) perintah “tuhan” anda yang anda jalankan yang benar-benar ada dasarnya dari kitab anda atau dari pembawa Risalah anda (“yesus”)!
NATAL? VALENTINE? BERNYANYI di gereja?
Assalamu’alaikum li ikhwati Fillah wa Assalamu ‘ala manittaba’a huda li ghairuhum
Kepada bapak/ibu, saudara/saudari, adik2 nashrani (kristen), semoga Allah memberikan petunjuk bagi anda semua.
Satu hal yang ingin saya sampaikan mengenai Islam, bahwa agama Islam adalah agama yang sempurna. dan ini bukanlah klaim kami, tetapi kata Allah dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Allah berfirman:
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu (5:3)
Berkata Abu Dzar (sahabat Rasulullah):
Dari Shahabat Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat),dan tidaklah seekor burung yang terbang membalik-balikkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan ilmunya kepada kami.” Berkata Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada
kalian”HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676)
Maka untuk menilai suatu amalan (ibadah) dalam Islam itu benar atau salah sangat mudah. Jika tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, padahal tidak ada halangan maka itu salah/haram. Banyak atau tidaknya yang mengamalkan sama sekali bukan ukuran kebenaran dalam Islam. Maka dalam Islam, syarat diterima amal ibadah ada 2:
1. Ikhlas 2. Sesuai contoh. Salah satu saja tidak terpenuhi, maka amal itu tertolak
Mungkin bapak/ibu sekalian bertanya, kenapa kami mencela perayaan valentine, paskah, natal, tahun baru dll yang mana ini semua merupakan perayaan2 keagamaan ibu/bapak sekalian, padahal banyak juga orang Islam yang ikut merayakan, mengucapkan selamat, dan orang Islam sendiri merayakan mauludan (hari lahir nabi muhammad), nuzulul qur’an (turun qur’an), dll yang bapak/ibu lihat ada pada kaum muslimin, mulai dari tetangga, keluarga, teman dll.
Maka kami katakan, bahwa saudara-saudara kami itu, yang bapak/ibu lihat membuat2 perayaan yang mirip dengan keadaan yang ada pada bapak/ibu juga SALAH. Karena Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak pernah melaksanakannya. Dalam Islam, semua itu disebut bid’ah. Dan diweb ini bapak/ibu akan menemukan banyak sekali artikel membahas tentang bid’ah dan keburukannya. Bahkan lebih banyak daripada tulisan mengenai valentine, natal dll. (silahkan saja gunakan search diweb, masukkan kata kunci bid’ah atau syirik, maka akan bapak/ibu temukan banyak artikel yang mengharamkannya, yang ironinya banyak dari kaum muslimin melaksanakannya)
Maka, dalam Islam banyaknya pelaku, banyaknya tokoh yang berada pada suatu pendapat SAMA SEKALI BUKAN STANDAR KEBENARAN. Bahkan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم telah memperingatkan, bahwa umat Islam yang benar2 mengamalkan Islam akan terasing (dianggap aneh), bahkan diantara orang Islam sendiri.
Hal ini -maaf jika menyinggung- berbeda -sepengetahuan saya- dengan orang2 nashrani. Bukankah dahulu kaum nasrani juga menganggap orang selain nasrani kafir? Lihatlah sejarah masa-masa zaman pertengahan, betapa banyak orang terbunuh, muslim, penyihir atau orang yg dituduh penyihir yang menunjukkan bahwa orang nasrani sangat membenci selain nasrani. Tetapi kenapa sekarang bapak/ibu berpendapat bahwa kita harus saling menghargai? Apakah agama nasrani telah berubah? Kenapa berubah? Apakah karena apa yang terjadi dulu itu salah? atau sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sehingga harus berubah? Bukankah hal ini menunjukkan bahwa agama bapak/ibu tidak sempurna. sehingga harus selalu berubah sesuai zaman. Belum lagi kalau ditanya lebih lanjut, siapakah yang berhak merubah penafsiran2 agama nasrani? apa dasar wewenangnya? bagaimana metode penafsiran alkitab? Apa dalil dari alkitab mengenai penerapan metode itu? Akan tetapi lebih menyedihkan, banyak kaum muslimin mengambil jalan yang sama dengan yang bapak/ibu ambil.
sebenarnya sangat banyak yang ingin saya sampaikan kepada bapak/ibu sekalian mengenai betapa sempurnanya Islam, sempurnanya ajaran tauhidnya (ketuhanan), ibadahnya, hukum dan kaidah2nya. Tapi khawatir menjadi terlalu panjang
Wassalamu’alaikum
hmmmm… bagaimana klu yg lain agama yg kira2 tidak sependapat tdk perlu bkomentar yg sekiranya dapat merusak kerukunan? Soal valentine dsini dbahas menekankan soal aqidah…, jadi sdh pasti berbeda pandangan. Aqidah itu pondasi/ akar/ the root of believe, dg agama manapun akar itu tdk sama. trimakasih
Saya Kong Hu Chu,
Untuk diante,,,
Anda mengatakan bahwa “bagaimana klu yg lain agama yg kira2 tidak sependapat tdk perlu bkomentar yg sekiranya dapat merusak kerukunan?.
Sekiranya ARTIKEL dan komentar-komentar yang ada, menurut saya sudah merusak kerukunan kok,,,,anda tidak sadar?.
Saya harap yang beragama lain jangan terpancing atau tersinggung lah,,,mungkin ini website internal khusus buat yang beragama Islam,,,jadi jangan tersinggung kalo di bahas2. Kalau media dakwah menurut saya ini pas sekali buat orang2 yang memang mau mengenal Islam lebih jauh.
Mungkin bikin aja website agama kalian sendiri2. Tapi jangan merusak kerukunan ya……
@ Elisabeth Ayuningsih dan Kristiani:
Situs ini untuk belajar ilmu dien/agama Islam. Semua yg ditulis di sini bukan untuk menjelek jelekkan ataupun memusuhi agama lain. Artikel/pembahasan yg diberikan untuk mengupas, menjelaskan dan memberi nasehat terutama kepada yg beragama Islam sesuai dg aqidah/ajaran Islam dengan menyertakan dalil/dasar rujukannya. Menyatakan dan menjelaskan kebenarannya.
Sehingga kalaupun masih banyak pemuda/i Islam yg ikut merayakan dg antusias, hal itu karena mereka belum mengetahui dan memahaminya, oleh karena itu tulisan/artikel ini dibuat mestinya bermaksud untuk memberikan penjelasan, informasi sekaligus dengan alasan/argumentasi dan rujukannya mengapa demikian. Sama seperti kalau kita menulis tulisan ilmiah sudah semestinya harus menyertakan referensinya dan argumentasinya khan…
Dan perlu diketahui dan diingat (terutama yang beragama bukan Islam) bahwa Islam bukanlah budaya Arab, karena ketika Islam muncul di Arab, pada waktu itu terjadi KEHEBOHAN YANG LUAR BIASA karena dianggap sesuatu yang keluar dari budaya Arab. Sehingga tidak mengherankan Islam ketika itu diperangi oleh seluruh kaum arab, dan pengikutnya banyak yang disiksa dengan siksaan yang berat dan kejam, hal ini mungkin tidak banyak diketahui oleh orang kristen, dan banyak orang kristen mungkin mengira agama Islam diterima dengan baik oleh masyarakat arab jaman dulu karena sesuai dengan budaya mereka.
Toleransi beragama di dalam Islam sangatlah besar, untukmu agamamu, dan untukku agamaku. (Quran surat Al Kaffirun).
Dalam Islam hubungan antar agama telah diatur sebaik mungkin, bahkan MELUKAI orang kafir dzimni (kafir yang tdk melawan pemerintahan Islam, yang membayar pajak) dianggap melukai Nabi Muhammad sendiri, sehingga tidak heran orang non islam akan lebih aman berada di negara islam daripada orang islam berada di negara non islam (contohnya Bosnia, Palestina, Poso, Maluku dll).
-bersambung insya Allah-
Masuk surga atau tidak nya seseorang memang benar adalah hak veto Allah.
Tapi untuk masuk surga ada kunci dan caranya, dan Tuhan telah memberi tahu kunci dan caranya, nah manusia diberi kebebasan untuk memilih mengikuti kunci atau cara yang telah diberikan atau mau mencari jalan/kunci sendiri yang lain, terserah mau memilih yg mana. Akan sangat tidak adil dan kita bisa protes nanti di akhirat kalau kunci atau cara masuk surga itu tdk diberitahu.
Nabi2 adalah penunjuk jalan menuju keselamatan, memberi tahu kita bagaimana caranya dan kuncinya untuk bisa mendapatkan surga. Nabi Isa pun dlm Yohanes 14:16 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku.” Jadi itulah kuncinya, harus mengikuti Yesus/nabi Isa.
Pertanyaannya apakah mbak Elisabeth, mbak Kristiani dan umat Kristen saat ini sudah betul2 mengikuti Yesus/nabi Isa (yg membawa, memberitakan kunci surga, jalan untuk mendapatkan surga), mencontoh segala tindakannya dan apa yg diajarkan Beliau. Yesus sangat stick dan keras serta memegang teguh hukum Taurat dan beliau datang bukan untuk meniadakannya, karena satu titikpun tidak beliau hapuskan dari hukum Taurat tersebut (baca Matius 5:17-19). Apakah hukum Taurat masih dipegang dan dijalankan saat ini atau malah sudah dihapuskan?
Silakan pula rujuk di Matius 7:21- 28.
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada HARI TERAKHIR banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian PEMBUAT KEJAHATAN!”
Bukan yang berseru Tuhan, Tuhan akan masuk kerajaan sorga. Saat itu Yesus sedang membicarakan orang nasrani yg cukup qualified (di atas standard orang nasrani pada umumnya) karena mereka bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat dg nama Yesus. Dan ternyata Yesus mengatakan “AKU TIDAK PERNAH MENGENALMU! ENYAHLAH DARI PADAKU.”
Sehingga kalau Yesus tidak mengenalinya tentunya mereka tdk mengikuti Yesus dan tdk diakui Yesus sebagai pengikutnya.
Bahkan diakhir ayat dikatakan ……..KAMU SEKALIAN PEMBUAT KEJAHATAN. Apakah mereka itu (yg bernubuat, mengusir setan dan bermukjizat dengan nama Yesus) membunuh, merampok, memeras, menyiksa, dll, mereka adalah ahli2 agama. Jadi apa yg dimaksud kejahatan tersebut?
Karena mendustakan dan meliciki hukum yang telah diberikan Allah, mengingkari ketetapan Tuhan, dan puncaknya ……menduakan/menyekutukan Allah dg yang lainnya (yg dalam bahasa Islam kita kenal syirik, dan ini adalah dosa yg sangat besar yg tidak bisa diampuni).
Melihat perkembangan agama Kristen saat ini, dg tata ibadah menggunakan liturgi yang dibuat sendiri (bukan berasal dari Yesus), tiap gereja mempunyai liturgi sendiri-sendiri, perayaan natal, berdoa dg tanda salib, ibadah pada hari Minggu bukan Sabat, dll. Mungkinkah Yesus akan mengenali sebagai pengikut Beliau ketika di akhir jaman Yesus datang lagi ke dunia?
-bersambung insya Allah-
Elisabeth dan Kristiani,
Yesus meminta penghibur dan penolong yang lain (dlm paraklet disebut Ahmad/Muhammad). Coba baca Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,” Juga Yohanes 16:7, Yoh 16:13. Dan penolong itu TIDAK AKAN DATANG SEBELUM AKU/YESUS PERGI, sehingga penolong/penghibur/roh kebenaran yg dimaksud tersebut mestinya bukan Roh Kudus, karena Roh Kudus sudah datang/turun sebelumnya ketika Yesus dibabtis oleh Yohanes Pembabtis di sungai Yordan (baca Yohanes 1:19-33)
Jadi Saudariku, ikutilah penolong yang lain yang dimintakan Yesus kepada Bapa, yang tidak akan datang sebelum Yesus pergi dan yang mengajarkan hokum utama Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa (sama dg yg diajarkan Yesus dalam Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.”) Karena Tuhan itu esa adalah inti ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw., dan Nabi Muhammad akan bersaksi tentang Yesus/nabi Isa dan akan mengingatkan semua ajaran Yesus/nabi Isa.
Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita.
***
Tentang alasan mengapa orang Islam tidak bisa memberikan ucapan selamat natal, hal ini telah dibahas dalam artikel tersendiri dalam web ini dan silakan mbak merujuk komentar dan sedikit ulasan singkat saya tentang hal ini (rujuk/search artikel dan komentar Erlina: Bolehkah seorang muslim mengucapkan selamat natal)
coba admin, di kupas tuntas tentang al wara wal Bara…
supaya muslim tau pentingnya loyalitas dalam agama
Saya ingin memberikan komentar,,,
saya tahu bahwa sdr.Erlina sih Mahanani mengerti Injil dan banyak mengutip ayat2 Injil. Sepertinya Erlina melebihi seorang lulusan sekolah teologi.
Saya pernah sekolah di sekolah katolik, dari SD hingga SMP, setahu saya menafsirkan Injil itu ada ilmu tersendiri, ada sekolah yang namanya sekolah teologi dan prasyaratnya tidak gampang untuk dapat dikatakan sebagai orang yang mengerti ilmu teologi.
Dalam kaca mata anda yang beragama Islam, tentu yang dicari adalah justifikasi yang mengarah ke agama anda.
Saya walaupun bersekolah di sekolah katolik dan pernah kuliah hukum Islam, saya tetap pada apa yang saya anut.
Susah mba rasanya kalau kita mau ngujuk2 orang lain yang sudah kuat keimananya, untuk ikut ke jalan yang mba pilih.
Kalau usaha sih nga apa2…dakwah,,,saya hargai itu, setiap agama itu pastu ada unsur dakwahnya,,,,entah itu Islam, Nasrani, Budha, dll….tapi dalam banyak pengalaman; agama ini kan dari hati masing-masing orang ya mba,,,,kapan orang itu bisa dapat hidayah dari yang di atas, memang susah buat digituin,,,mau dibilang awas loh nanti kamu masuk neraka, namanya hatinya udah yakin sama apa yang dia pegang, saya rasa susah mba.
Kenyataannya sekarang banyak keragaman yang ada di dunia ini, agama Islam dan agama Nasrani berkembang dengan begitu pesat; dan nga bisa saling meniadakan. Kita ngomong realnya saja ya mba.
Apakah mba terpikir untuk suruh itu semua Nasrani, atau saya yang agamanya di anggap Kepercayaan, atheis, dll itu convert dan dunia dalam unity agama Islam,,,
Saya susah membayangkan itu, karena yang terpikirkan oleh saya yah..beginilah dunia ya mba, banyak aneka ragam, perbedaan agama, perbedaan pendapat, mungkin itu harus berpikir keras kenapa Yang Diatas menciptakan kenyataan sekarang seperti ini; apa memang memberikan tugas kepada yang muslim untuk menyadarkan yang di luar muslim, atau ada rahasia yang tidak kita ketahui dan diluar batas kemampuan manisiawi untuk menelaah-nya,,,,
Saya sampai saat ini masih berpegang teguh dengan apa yang saya anut, sama hal-nya dengan mba, sama halnya dengan orang2 yang agamanya lain,,,ini hanya sebagai saran untuk melihat perspektif orang lain saja mba.
Mbak Ayu, terimakasih atas kunjungan dan komentar mbak di website ini. Semoga Allah selalu menjaga mbak, serta memberikan hidayatuttaufiq-Nya.
Mbak Ayu, Bu Erlina yang memberikan komentar di atas adalah seorang mualaf. Beliau -semoga Allah menjaga beliau- dulunya adalah seorang penganut agama Nasrani/Kristen. Setelah pencarian yang berliku, berat dan panjang, akhirnya beliau mendapatkan hidayah Islam. Subhanallah… maha suci Allah…
Alhamdulillah, semakin banyak umat Islam yang faham dengan mendalam masalah aqidah bahkan sampai detil perbandingan agama.
Sebenarnya setiap manusia itu diberikan fitrah untuk faham kebenaran. Hanya saja ada yang menolak kebenaran sehingga disebut kufur.
Jadi orang kafir itu adalah orang yang menutupi atau menolak kebenaran padahal dia tahu dengan jelas kebenaran itu.
Dan kebenaran yang paling hakiki yang mereka ingkari yakni bahwa Alloh itu adalah esa atau tunggal sehingga tidak ada yang pantas disembah melainkan hanya Alloh.
Itulah sebabnya Alloh SWT sangat murka terhadap mahluk yang kafir terhadapNya sehingga mengancam mereka, baik dalam kitab Taurat, Zabur, Injil maupun Al Qur’an dengan azab neraka jahannam selama-lamanya.
Semoga Alloh SWT menghidupkan kita dalam keadaan beragama Islam dan mematikan kita pula dalam keadaan beragama Islam. Robbigfir Warham Wa Anta Khoirurroohimin. Amin.
Saya tidak heran; dengan pengetahuan mba Erlina. Saya tahu bagaimana rasanya menemukan kedamaian hati atas apa yang kita pegang; atau menemukan jalan kebenaran dalam hidup.
Ini sedikit pribadi; saya dulu pernah mempelajari Islam untuk mendapatkan pegangan hidup saya, tapi karena ada pengalaman yang tidak mengenak’kan saya mengundurkan diri, pasalnya buku yang saya baca terlalu keras dan menampikkan agama lain; jadi kesannya saya jadi takut sama agama Islam. Mungkin kalau disajikan dengan lebih adem mungkin lebih menyentuh.
Saya dulu punya guru agama katolik, seorang suster, ternyata dia dulunya agama Islam dan karena ada pengalaman pribadi dia pindah ke Katolik dan sampai jadi suster. Dan saya salut sama dia, dia tidak menjelekan agama Islam (setahu saya)
Keikutsertaan saya disini semata2 ingin memberikan pandangan lain sebagai orang awam. Maaf jika pendapat saya mengganggu.
saya rasa tidak ada gunanya saya mlampirkan isi alkitab yang menyuruh kami untuk memuji Allah kami di sini,,
walupun saya secara panjang lebar menuliskannya,,tetap saja klen tidak akan percaya dan menganggapnya tidak benar,karena saya pun demikian,,walu berjuta ayat alquran di lampirkan di sini,saya anggap itu hanya tulisan yang hanya menambah pengetahuan umum saya,,dan tidak berpengaruh sama sekali,,
untuk erlina..saya rasa anda sudah berlebihan untuk menafsirkan isi alkitab,kitab suci kami,,anda menafsirkannya berdasarkan iman anda dan tidak berdasarkan iman kristiani,
itu tidak bisa,dalm Kitab Suci kami,
orang2 yang menafsirkan Alkitab adalh orang2 yang terpilih dan telah dikaruniai karunia untuk menafsirkan (bukan orang sembarang orang)dan bukan dengan pembelajaran di kuliah,sekolah dan sebagainya,,
dan saya rasa anda tidak termasuk dalam kategori itu,karena penafsiran anda salah dan hanya menuju kepada kebenaran alquran,,
terima kasih.
masalhnya,tentang penfsiran
Alhamdulillah,,,
Terima kasih atas artikelnya. semoga remaja2 muslim membaca artikel ini dan memahaminya, n meninggalkan VALENTIN tsb.
Valentin’s day………………..
g’ lah.
Jazakallah
Maaf kepada saudara/i kristiani atau yang lainnya
sedikit klarifikasi, bukannya kami (kaum muslimin) tidak percaya bahwa injil benar-benar Allah wahyukan kepada Isa bin Maryam yang mulia. Bahkan siapa saja orang yang mengingkari bahwa Allah menurunkan Injil kepada Isa bin maryam, maka dia adalah kafir, keluar dari Islam.
Akan tetapi masalahnya apakah injil yang ada saat ini asli? benar2 sabda Isa ‘Alaihisholatu wassalam? Setahu saya, kitab suci agama kristen adalah injil dan taurat. Setahu saya, taurat nasrani dan yahudi berbeda, mana yang asli, apa buktinya? Setahu saya tidak ada. masing-masing saling klaim, berdasarkan asumsi2 mereka. Maka yang dilakukan oleh nasrani adalah percaya, tanpa sebuah pembuktian yang tidak terbantahkan akan keasliannya. Karena itulah -maaf kalo menyinggung- kaum muslimin menganggap nasrani sebagai orang tersesat (beramal tanpa ilmu), dan orang yahudi sebagai orang yang dimurkai (tahu ilmu tapi menyembunyikan), karena Yahudilah biang kerok segala tahrif (perubahan) terhadap Taurat dan Injil.
Bapak/ibu kristiani mengatakan bahwa orang yang menafsirkan alkitab itu terpilih, dan dikaruniai. Apa dalil dari alkitab? jika demikian mengapa bisa mereka berbeda pendapat? satu mengatakan Isa anak Allah, yang lain mengatakan Isa adalah Allah? mana yang benar? apa standardnya? yang jika saya sodorkan kepada pihak yang berlawanan, maka otomatis dia akan kalah atau kalaupun membantah, terlihat jelas dia mengada-ada saja?
Adapun Al Qur’an, ibu bisa dengan mudah mendapati mereka yang hafal, dan bersanad hafalannya (artinya tercatat/jelas gurunya, guru dari gurunya dan seterusnya sampai Rasulullah). mulai dari lahirnya, tinggalnya, guru-gurunya, akhlaqnya dll. padahal era percetakan modern baru abad2 akhir saja, tetapi semua mereka hafalannya sama. demikian juga hadits.
Marilah bapak/ibu kita saksikan kesaksian dari Heraklius, raja Romawi, seorang nasrani tulen. Mungkin bapak atau ibu akan berkata “ah…itukan kedustaan kalian orang Islam”. Saya mohon sabarlah dulu Lihatlah dulu, haditsnya saya akan tuliskan secara lengkap dengan sanadnya (jarang loh, dibuku terjemahan hadits ditulis dengan sanad) agar bapak/ibu tahu, perbedaan antara Islam dan nasrani dalam proses meyakini sesuatu (maaf bahasa Arab saya sangat jelek, kalau ada yang salah harap ada yang membenarkan):
SANAD (RANTAI ORANG YANG MENCERITAKAN):
Berkata Bukhari, menceritakan kepada kami Abul Yaman Al Hakkami bin Nafi’, berkata dia (abul yaman), mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Zuhri, zuhri berkata mengabarkan kepadaku Abdullah bin Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud dan dia itu Abdullah bin ‘Abbas dia mengabarkan bahwa Abu Sufyan bin Harb mengabarkan kepadanya :
MATAN (ISI HADITS)
Aku berangkat ke Syam pada masa perdamaian Hudaibiah, yaitu perjanjian antara diriku dan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Ketika aku berada di Syam, datanglah sepucuk surat dari Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam yang ditujukan ke Hiraklius, Penguasa Romawi. Yang membawa surat itu adalah Dihyah Al-Kalbi yang langsung menyerahkannya kepada Penguasa Basrah. Selanjutnya, Penguasa Basrah menyerahkan kepada Hiraklius. Hiraklius lalu bertanya: Apakah di sini terdapat seorang dari kaum lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Mereka menjawab: Ya! Maka aku pun dipanggil bersama beberapa orang Quraisy lainnya sehingga masuklah kami menghadap Hiraklius. Setelah mempersilakan kami duduk di hadapannya, Hiraklius bertanya: Siapakah di antara kamu sekalian yang paling dekat nasabnya dengan lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Abu Sufyan berkata: Lalu aku menjawab: Aku. Kemudian aku dipersilakan duduk lebih dekat lagi ke hadapannya sementara teman-temanku yang lain dipersilakan duduk di belakangku. Kemudian Hiraklius memanggil juru terjemahnya dan berkata kepadanya: Katakanlah kepada mereka bahwa aku akan menanyakan kepada orang ini tentang lelaki yang mengaku sebagai nabi itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka katakanlah bahwa ia berdusta. Abu Sufyan berkata: Demi Allah, seandainya aku tidak takut dikenal sebagai pendusta, niscaya aku akan berdusta. Lalu Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Tanyakan kepadanya bagaimana dengan keturunan lelaki itu di kalangan kamu sekalian? Aku menjawab: Di kalangan kami, dia adalah seorang yang bernasab baik. Dia bertanya: Apakah ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja? Aku menjawab: Tidak. Dia bertanya: Apa kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dikatakannya? Aku menjawab: Tidak. Dia bertanya: Siapakah pengikutnya, orang-orang yang terhormatkah atau orang-orang yang lemah? Aku menjawab: Para pengikutnya adalah orang-orang lemah. Dia bertanya: Mereka semakin bertambah ataukah berkurang? Aku menjawab: Bahkan mereka semakin bertambah. Dia bertanya: Apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agamanya setelah dia peluk karena rasa benci terhadapnya? Aku menjawab: Tidak. Dia bertanya: Apakah kamu sekalian memeranginya? Aku menjawab: Ya. Dia bertanya: Bagaimana peperangan kamu dengan orang itu? Aku menjawab: Peperangan yang terjadi antara kami dengannya silih-berganti, terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya. Dia bertanya: Apakah dia pernah berkhianat? Aku menjawab: Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat. Dia melanjutkan: Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam kalimat jawaban selain ucapan di atas. Dia bertanya lagi: Apakah perkataan itu pernah diucapkan oleh orang lain sebelum dia? Aku menjawab: Tidak. Selanjutnya Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Katakanlah kepadanya, ketika aku bertanya kepadamu tentang nasabnya, kamu menjawab bahwa ia adalah seorang yang bernasab mulia. Memang demikianlah keadaan rasul-rasul yang diutus ke tengah kaumnya. Ketika aku bertanya kepada kamu apakah di antara nenek-moyangnya ada yang menjadi raja, kamu menjawab tidak. Menurutku, seandainya ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja, aku akan mengatakan dia adalah seorang yang sedang menuntut kerajaan nenek-moyangnya. Lalu aku menanyakan kepadamu tentang pengikutnya, apakah mereka orang-orang yang lemah ataukah orang-orang yang terhormat. Kamu menjawab mereka adalah orang-orang yang lemah. Dan memang merekalah pengikut para rasul. Lalu ketika aku bertanya kepadamu apakah kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dia katakan. Kamu menjawab tidak. Maka tahulah aku, bahwa tidak mungkin dia tidak pernah berdusta kepada manusia kemudian akan berdusta kepada Allah. Aku juga bertanya kepadamu apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agama setelah ia memeluknya karena rasa benci terhadapnya. Kamu menjawab tidak. Memang demikianlah iman bila telah menyatu dengan orang-orang yang berhati bersih. Ketika aku menanyakanmu apakah mereka semakin bertambah atau berkurang, kamu menjawab mereka semakin bertambah. Begitulah iman sehingga ia bisa menjadi sempurna. Aku juga menanyakanmu apakah kamu sekalian memeranginya, kamu menjawab bahwa kamu sekalian sering memeranginya. Sehingga perang yang terjadi antara kamu dengannya silih-berganti, sesekali dia berhasil mengalahkanmu dan di lain kali kamu berhasil mengalahkannya. Begitulah para rasul akan senantiasa diuji, namun pada akhirnya merekalah yang akan memperoleh kemenangan. Aku juga menanyakanmu apakah dia pernah berkhianat, lalu kamu menjawab bahwa dia tidak pernah berkhianat. Memang begitulah sifat para rasul tidak akan pernah berkhianat. Aku bertanya apakah sebelum dia ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, lalu kamu menjawab tidak. Seandainya sebelumnya ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, maka aku akan mengatakan bahwa dia adalah seorang yang mengikuti perkataan yang pernah dikatakan sebelumnya. Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius bertanya lagi: Apakah yang ia perintahkan kepadamu? Aku menjawab: Dia menyuruh kami dengan salat, membayar zakat, bersilaturahmi serta membersihkan diri dari sesuatu yang haram dan tercela. Hiraklius berkata: Jika apa yang kamu katakan tentangnya itu adalah benar, maka ia adalah seorang nabi. Dan aku sebenarnya telah mengetahui bahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menyangka dia berasal dari bangsa kamu sekalian. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya. Dan seandainya aku berada di sisinya, niscaya aku akan membersihkan segala kotoran dari kedua kakinya serta pasti kekuasaannya akan mencapai tanah tempat berpijak kedua kakiku ini. Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius memanggil untuk dibawakan surat Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam lalu membacanya. Ternyata isinya adalah sebagai berikut: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, utusan Allah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran. Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu. (Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah). Selesai ia membaca surat tersebut, terdengarlah suara nyaring dan gaduh di sekitarnya. Lalu ia memerintahkan sehingga kami pun segera dikeluarkan. Lalu aku berkata kepada teman-temanku ketika kami sedang menuju keluar: Benar-benar telah tersiar ajaran Ibnu Abu Kabasyah, dan sesungguhnya ia benar-benar ditakuti oleh Raja Romawi. Abu Sufyan berkata: Aku masih terus merasa yakin dengan ajaran Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa ia akan tersiar luas sehingga Allah berkenan memasukkan ajaran Islam itu ke dalam hatiku.
Sebagaimana ibu lihat, diatas telah jelas bagaimana hadits itu bisa sampai ke kita, melalui Imam Bukhari sebagai pencatat terakhir. Kesemua orang dalam sanad itu, ada biografinya, mulai nama aslinya, nasab (sisilah keturunan), lahir, tinggal, mati, guru2nya, akhlaqnya, kejujurannya, kekuatan hafalannya dsb. Maka jika ada kekurangan di satu orang saja, misal dia suka bohong (walau bukan dalam agama), atau ada kemungkinan tidak bertemu dari salah satu saja dari orang2 itu (dan masih sangat banyak aturan-aturan lain), dan tidak ada sanad lain, maka hadits ini akan langsung turun derajat menjadi LEMAH sehingga tidak sah dijadikan dalil dalam Islam. Dan saya katakan, semua hadits, setiap satu hadits selalu ada sanadnya, dan bahkan tidak hanya satu, kadang sampai lebih dari 10 SANAD (artinya 10 jalur orang berbeda). Jika tidak ada sama sekali, maka langsung dihukumi “TIDAK ADA ASAL USULNYA” dan dianggap PALSU. Dan ini tidak terbatas pada Nabi dan sahabatnya saja, perkataan Ulama’ Islampun ada sanadnya. Sehingga keyakinan yang terbangun bukan sekedar keyakinan gelap semata tetapi jelas dasar dan pijakannya. Karena memang Allah menyuruh kita berilmu dulu baru amal. Tahu dulu baru diyakini. Jadi SAH TIDAKNYA hadits gak ada hubungannya dengan banyaknya yang mengamalkan, banyaknya tokoh dll.
Kembali ke MATAN/isi, jika memang orang yang menafsirkan al kitab terpilih, kenapa bisa Hiraklius membenarkan Nabi Muhammad? Dan bukan itu saja, pendeta yang merupakan guru dari Salman (sebelum beliau masuk Islam), Waraqah bin Naufal, Raja Najasyi semua membenarkan bahwa nasrani bukanlah agama terakhir, tetapi Islamlah agama terakhir. Dan tentunya, kesemuanya memiliki jalur/SANAD yang tidak hanya satu tapi sangat banyak. Bahkan Salman menguji Nabi terlebih dahulu, sesuai dengan berita di Injil dan Taurat, sebagaimana diajarkan gurunya dahulu:
1. Tidak mau menerima sedekah tapi mau menerima hadiah
2. ada tanda kenabian dipundak
Jika benar bahwa orang yang bisa menafsirkan injil itu terpilih, mengapa orang nasrani bisa berbeda-beda tokohnya? dan masing2 mereka memiliki pendapat sendiri-sendiri? Ataukah ini lebih tepat disebut taklid (mengikuti tanpa pengetahuan/ilmu)? siapa yang benar? Adapun dalam Islam, jika berbeda gampang solusinya, siapa yang berpegang dengan Al Qur’an, dan hadits lalu menafsirkan sesuai pemahaman sahabat nabi maka itulah yg benar. Lo kok bisa? Ya karena Allah dan RasulNya yang menyuruh demikian. Kalo masih beda juga gimana? maka Nabi mengatakan yang salah dapet 1 pahala, yang benar 2 pahala. Gampang kan?
@Mbak Ayu, terima kasih sekali berkenan membaca komentar saya, saya sangat menghargainya.
Di dalam Islam, kami tidak boleh memaksakan orang lain untuk menganut/memeluk agama kami. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku (Surat Al Kafiroon).
Seperti yang mbak tulis, ini dakwah, himbauan, pemberitaan, share tentang berita gembira/kebenaran……dan selanjutnya terserah pribadi masing2, kembali pada diri masing2, tidak ada unsur paksaan sedikit pun.
Kita diberi Tuhan kebebasan untuk memilih dan mencari, ada banyak pilihan, dan Tuhan telah menunjukkan caranya. Ilmu dan cara untuk mendapat keselamatan telah datang dg bukti nyata (bagi kaum muslimin silakan rujuk Surat Al Bayyina).
Betul sekali yang mbak Ayu katakan bahwa hidayah/petunjuk itu benar2 hanya hak/urusan Tuhan. Nabi2 (Nuh, Ibrohim/Abraham, Muhammad) pun tidak punya kekuatan untuk memintakan ampunan saudara/anak yg tidak mau menyembah Tuhan yg esa. Apalagi saya. Hal itu benar2 hak Allah.
Dunia ini adalah tempat ujian manusia, tidak lama kita tinggal di dunia, hanya sesore/mampir ngombe, karena ada kehidupan yg kekal setelah di dunia. Jadi di dunia ini banyak pilihan, perbedaan dan perbedaan pendapat, dll, itu semua ujian bagi kita, banyak hal yg belum dan tidak kita ketahui. Sehingga kembali pada diri kita masing2 apa yg akan menjadi prioritas bagi hidup kita, apa yg akan kita persiapkan untuk kehidupan setelah di dunia. Sekalipun saya mendapatkan segala kekayaan, pekerjaan mapan, gelar doctor, professor, setelah saya mati semua akan saya tinggalkan. Jadi saya harus memikirkan prioritas yang lebih jauh dari itu.
Mbak Ayu sekali lagi terima kasih, senang rasanya bisa mengenal mbak, semoga kita bisa bersilaturahmi.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada hamba yang rindu akan kebenaran.
Salam untuk mba Erlina,
Mba perlu diketahui saya senang mempelajari banyak hal mba. Ketika bulan puasa tiba, banyak televisi yang menayangkan acara bernuansa islam, terutama dari segi historis dari itu saya mengetahui banyak hal.
Saya juga pernah bersekolah disekolah katolik dan cukup tau bagaimana ajaran dan isi Alkitab, menurut saya agama Islam itu indah dengan segala hal yang diajarkan. Katolik juga indah dengan cinta kasihnya.
Saya melihat banyak salah paham dan perbedaan mendasar diantara 2 agama ini, terutama konsep trinitas, sampai kapan pun tidak akan pernah ketemu2 mba kalau didebat…ujung2nya adalah rukun2 aja deh,,,
masalah pindah agama tergantung panggilan hati memang. Kalau mba sudah yakin dengan jalan mba, selamat mba.
Saya punya teman beragama Islam, dia sekarang ini tidak memakai kerudung, lalu berkeinginan memakai kerudung. Dia meminta saran kepada saya, sebagai orang terdekat, saya bilang go head, jangan takut dengan apa yang kamu yakini, takut kurang menarik di depan pria2 atau bagaimana, jodoh itu dari yang di atas. Selama dia merasa mau melakukan itu, aku cuma bisa kasih dukungan.
Saya tidak pernah mengganggap Islam teroris karena beberapa hal karena saya tau apa penyebab dan latar belakang itu semua; toh orang terdekat saya, sahabat baik saya, beragama Islam tidak begitu, saya tidak mau menjustifikasi mba. Saya mencoba melihat itu dari persepektif berbagai sisi.
“Kalo masih beda juga gimana? maka Nabi mengatakan yang salah dapet 1 pahala, yang benar 2 pahala. Gampang kan?”
klw diajaran kmi,salah mengartikan Alkitab adalh dosa,bisa di kategorikan ajaran sesat,..
bukan malah mendapat berkat..
makanya,untuk menafsirkan Alkitab tidak boleh asal ngomong,,
hanya orang2 terpilih..
mengenai hiraklius,,yang membenarkan dan menyalahkan,
dia itu siapa,saya tidak tahu dia,,
mungkin dia trmasuk kedalm orang2 yang salah dan sesat,
dan mengenai pendeta yang anda bicarakan,saya rasa dia itu telah menympang dari Alkitab dan tlah sesat,karena setiap orang bisa saja di sesatkan oleh ajaran lain yang sesat,,
untuk sdr kristiani
Bukan tidak mungkin ramalan pada pasal Matius akan terjadi pada orang Kristen saat ini, karena siapa lagi yang membuat mukjizat atas nama Yesus selain orang Kristen. Dan mereka akan menemui kerugian yang sangat besar bila ternyata ditolak oleh Yesus karena tidak dikenal. Karena orang-orang yang disebut dalam Matius menurut ukuran kita adalah orang yang sangat baik, karena mereka bernubuat demi nama Yesus, dan mengusir setan demi nama Yesus, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Yesus juga. Dan juga dalam pasal Lukas bahwa mereka telah makan dan minum di hadapan Yesus dan Yesus telah mengajar di jalan-jalan kota mereka. Dan tidak mungkin orang seperti ini di mata kita melakukan kejahatan dan saya yakin juga mereka bukan sekedar kristen KTP, dan tingkatan mereka jauh di atas rata2 kaum kristen sekarang ini,
Tapi di mata Yesus mereka telah melakukan kejahatan terbesar yang pernah ada yaitu melanggar hukum 10 perintah Tuhan no 1 – 3, kejahatan yang “tak termaafkan” bahkan bagi Yesus yang lemah lembut dan memaafkan musuh2nya yang telah berbuat kejahatan besar, tapi untuk pelanggaran “10 perintah Tuhan” ini tetap “tidak dimaafkan” bahkan ditolak dengan kasar tidak dengan lemah lembut.
Dan Yesus meminta penolong dan penghibur yang lain yang bisa menawarkan dan menyambung 10 perintah Tuhan ini dengan total dari no 1 sampai 10 tanpa kecuali. Dengan hukum utama bahwa “Tiada tuhan kecuali Allah” dan ini dilaksanakan dengan ketat dan tidak boleh ada pelanggaran sebesar semutpun. Dan agama ini adalah Islam, karena di luar Islam kita tidak akan bisa menemukan kriteria ini, jadi dengan sangat terpaksa ataupun sukarela kita harus memilih agama ini.
Agama Islam memang banyak dipenuhi sesuatu yang tidak menyenangkan seperti poligami, hukum potong tangan, peperangan dsb (meskipun di Perjanjian Lama pun hukum2 seperti ini ada dan bahkan lebih berat hukumnya) dan hal ini bisa menghalangi orang untuk bisa masuk Islam (seperti suster yang diceritakan Ayu) dan Allah pun yang menurunkan agama ini sudah menentukan bahwa kita pasti akan berat dengan hal2 seperti ini dan akan menolak untuk pertama kali sebelum tahu hikmah2nya. Tapi di balik itu semua, di dalam agama Islam menawarkan sarana melaksanakan 10 perintah Tuhan dengan pasti dan tanpa keraguan sedikitpun dan tidak perlu membuat2 doktrin trinitas atau duonitas dsb. Dan menyembah, mencintai dan menyeru satu tuhan saja tanpa kecuali.
Mas Kristiani, saya ingin bertanya kepada anda tentang permasalahan mendasar dalam agama, yaitu tentang aqidah anda, lebih tepatnya tentang konsep Trinitas. dari konsep trinitas di kristen:
(1) emang tuhan orang-orang kristen berapa sih yang bener? 1 atau 3? trus kenapa yesus dikatakan oleh orang kristen sebagai anak tuhan? trus tuhan bapak itu benaran bapaknya yesus? ibunya yesus kan Maria namanya, nah… apakah tuhan bapak menikah (kawin?) dengan Maria dan kemudian lahir Yesus? di bagian injil yang lain dikatakan bahwa Yesus juga anak Yusuf si tukang kayu kalo gak salah.
(2) trus, Yesus itu beneran tuhan bukan sih? ketika Yesus mau disalib oleh orang-orang Yahudi, beliau berdo’a, kira-kira begini do’anya: “ela.. ela.. lama sabaqtani?” yang kira-kira artinya: “Allah.. Allah.. mengapa engkau tinggalkan aku?”. nah, yang jadi pertanyaan: Yesus berdo’a kepada siapa? kepada tuhan bapak? bagaimana status Yesus ketika beliau berdo’a kepada tuhan Bapak? apakah masih sebagai tuhan? kenapa tuhan berdo’a kepada tuhan?
(3) trus, kenapa kristen memiliki variasi kitab injil yang beraneka ragam? yang masing-masing kitab injil tersebut memiliki perbedaan yang banyak? dan kenapa juga ada VERSI REVISI nya, yang disusun oleh sarjana-sarjana kristen terbaik di seluruh dunia? apakah wahyu Allah pantas direvisi manusia?
(4) ketika Yesus disalib dan mati. selama beliau mati (3 hari), siapakah yang mengatur alam semesta? siapakah yang mengatur kehidupan? apakah selama beliau mati karena disalib maka selama itu alam semesta tidak bertuhan? atau mungkin masih ada tuhan Bapak yang mengatur alam semesta? lho berarti tuhannya lebih dari 1? (yang satu mati, masih ada yang lainnya…)
cukup 4 pertanyaan dulu… :) tolong jawab dengan iman kristiani Anda..
Coba Anda baca Al-Quran surah Al-Ikhlas, yang singkat dan padat menerangkan konsep ketuhanan dalam Islam. ini saya kutip artinya:
[1] Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
[2] Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
[3] Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
[4] dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (Allah).
Sungguh indah dan sangat lugas bukan?
ketahuilah bahwa Yesus atau Nabi Isa ‘alaihissalam adalah Nabi kami, beliau adalah Nabi kaum muslimin. pada beliau diturunkan Injil yang merupakan wahyu Allah. Kami beriman kepada kitab Injil yang telah diturunkan kepada beliau, yaitu kitab Injil yang benar2 masih asli/original. adapun kitab injil yang sekarang sudah banyak mengalami perubahan, Al-Quran sendiri yang mengabarkan bahwa Injil telah mengalami perubahan. dan ternyata kabar dari Al-Quran benar-benar terbukti, banyak sekali versi injil, dan bahkan ada versi revisinya yang direvisi oleh sarjana2 terbaik.
kemudian, saya ingin mengingatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin pada forum ini, bahwa Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kita berdebat dengan ahlul kitab (Nasrani dan Yahudi). kita juga dilarang mengingkari isi injil yang sekarang, dan kita juga dilarang untuk membenarkan isi injil yang ada sekarang, karena isi injil yang sekarang sudah bercampur baur antara wahyu Allah dan tulisan tangan manusia.
Coba simak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
“Janganlah kaum membenarkan ahli kitab dan jangan pula kamu mendustakannya, dan katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepadamu.’” (HR. Bukhari: 22/348)
Kemudian simaklah Ayat Allah berikut ini:
“Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.” (Qs. Ali Imron: 78)
tentang trinitas,,
bagaimanapun saya menjelaskannya,sepintar apapun saya mengatakannya,sejelas apapun saya menuturkannya,saya tahu itu tak akan berkenan di hati saudara-saudara,,
konsep ini hanya bisa di terima dengan iman kristen dan saudara2 sekalian tidak memilikinya,,
saya rasa anda harus memiliki iman kristen supaya anda mengerti konsep trinitas ini…
Buat bapak/ibu kristiani mbok kalo ngutip itu motongnya yang pas gitu loh. kan yang saya maksud disitu kalo sudah ngikut al Qur’an, hadits dan pemahaman sahabat. Itu menunjukkan bahwa dalam Islam, sangat dikembangkan sikap ilmiyah, dan disaat yang sama Allah sangat Pengampun, karena ketika seseorang telah melalui metodologi ilmiyah dalam pengambilan dalil, maka jika salah tetap dia mendapat pahala. Karena yang dibebankan adalah mengikuti dalil semampunya, bukan wajib benar. Kalau wajib benar, berarti Rasul dong.
Kalo di nasrani tidak boleh salah sama sekali, hmmm terus bagaimana dengan
1. Bukankah dulu nasrani (dan tentu sri paus) mendoktrinkan bahwa bumi datar, teori abiogenesis?
2. Bukankah gereja dulu membunuh siapa saja yang berseberangan dengan doktrin gereja? Kok sekarang menyerukan harus saling toleransi, menghargai, seolah2 masing2 agama itu benar semua. Mana dong yang benar? Apa standarnya?
Atau barangkali ada penafsir yang lebih tinggi ya dalam kristen selain sri paus?
Ketidaktahuan bapak/ibu mengenai hiraklius bukan berarti dia tidak ada to? (tapi heran juga ya kok bisa gak tau). Dia itu kaisar Romawi yang terkenal lho, karena bisa menaklukkan persia (abad VI) . dia hidup dimasa paus Honorius I, dan semua tahu, masa itu kerajaan Romawi menjadikan katolik sebagai asasnya.
Btw, standard benar/sesat dalam nasrani itu apa ya? apa kata pendeta/pemuka agama? karena kok -maaf kalo salah- bapak/ibu kristiani ketika menyalahkan/menyesatkan orang semata-mata karena beda dengan doktrin yang bapak/ibu terima.
Bahkan ketika ada orang yang membawakan injil yang mendukung bahwa Isa itu Rasul bukan anak Tuhan, bapak/ibu hanya menjawab yg intinya itu penafsiran yang salah, tanpa menunjukkan bagaimana tafsir yang benar, dan bukti bahwa memang tafsir yang bapak/ibu pegangi itu yang benar, dan yang beda salah. Padahal yang berbeda dengan ibu itu, juga dulunya lulusan sekolah teologi gereja lo.
Adapun Islam jelas, siapa yang menyelisihi penafsiran muhammad pasti salah. karena Allah berfirman:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (33:36)
Wah jadi kepikiran juga nih, apakah memang injil juga mewajibkan diangkat seorang pemimpin agama (paus), yang memiliki hak menyatakan halal-haramnya atau baik buruknya sesuatu? Atau sebuah persangkaan saja?
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (10:36)
Dan kepada siapa saja, baik rekan2 nasrani maupun saudara2ku muslim, ana harap kita tetap menjaga adab dalam berdiskusi. Terkhusus saudara-saudaraku muslim, Allah berfirman:
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. (6:108)
Sebaik-baik yang memberi kasih sayang bukan orang tua,kakak,adik,teman dekat ( pacarnya ),guru tapi Allah