Terorisme dan Pengeboman


“DR Azahari telah tewas!” Demikian salah satu berita hangat di media massa beberapa waktu yang lalu. Nama DR. Azahari tidak dapat dipisahkan dengan terorisme dan pengeboman, dia diyakini sebagai ahlinya merakit bom. Begitu pula dunia internasional sebelumnya dikejutkan dengan munculnya seseorang bernama Usamah bin Laden. Namun disini kita tidak akan membahas tentang sepak terjang DR Azahari atau Usamah bin Laden. Dan yang menjadi pertanyaan sekarang ialah: “Apakah aksi-aksi pengeboman ini memiliki dasar syari’at ataukah semata-mata salah penafsiran terhadap dalil-dalil syar’i, yang tentunya akan berdampak buruk baik bagi kaum muslimin dan manusia secara umum?” Insya Allah di sini akan sedikit dibahas mengenai terorisme dalam Islam dan bagaimanakah pemahaman salah yang mendasari tindakan ini. Masalah ini sangat urgen dan harus diketahui umat, agar tidak tertipu dengan pemahaman mereka atau bahkan merasa simpati dan ikut tertarik dengan pemikiran mereka.

Awas Bahaya Laten Khowarij !!!

Jika kita tilik ke belakang, maka akan kita dapati bahwa pemahaman mereka ini bukanlah pemahaman baru yang dipelopori oleh Azahari cs, namun pemahaman ini telah ada sejak dulu dan akan berlangsung hingga hari kiamat. Kemudian diikuti pula oleh orang-orang jahil yang sebetulnya punya semangat tinggi, tapi salah jalan.

Pemikiran ini sudah ada sejak di masa Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu ketika Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam membagi ghonimah (harta rampasan perang). Dalam pembagian tersebut ada yang mendapat bagian banyak adapula yang sedikit, tentunya dengan kebijakan Nabi. Kemudian muncullah seseorang yang bernama Dzulkhuwaishiroh, tidak terima dengan pembagian yang dilakukan oleh Nabi dan mengatakan, “Berbuat adillah wahai Muhammad, karena sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak ikhlas!” Maka Nabi bersabda, “Celaka engkau, siapa lagi yang bisa berbuat adil jika saya saja sudah (dikatakan) tidak adil. Sungguh celaka dan rugi saya jika saya tidak bisa berbuat adil.” Tatkala itu Umar rodhiyallahu ‘anhu meminta izin pada Nabi untuk memenggal leher orang tersebut. Maka Nabi bersabda, “Biarkan dia. Sesungguhnya dia mempunyai pengikut yang menganggap kecil sholat kalian dibanding sholat mereka, puasa kalian dibanding puasa mereka (Mereka adalah ahli ibadah, -ed). Mereka membaca Alqur’an tetapi tidak sampai tenggorokan mereka. Mereka telah keluar dari batas-batas agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya.” (HR. Bukhori 3610 dan Muslim 1064)

Kemudian paham ini muncul dengan terang di masa kekholifahan Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhuma, yang berbuntut pada terbunuhnya kedua kholifah tersebut. Pada masa Kekholifahan Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu terjadi suatu peristiwa yang sangat besar berkaitan dengan kelompok Khowarij ini. Ketika terjadi perselisihan antara Ali bin Abi Tholib dengan Mu’awiyah, maka mereka berdua mengirim utusan masing-masing. Dan pasca Shulh (perdamaian antara Khalifah Ali dan Mu’awiyah), sekelompok orang tidak setuju dengan sikap beliau dan memisahkan diri, dan menetap di Haruro’ sehingga mereka dikenal dengan Haruriyah. Mereka menganggap bahwa Kholifah Ali telah berhukum dengan selain hukum Allah.

Setelah itu Ali mengutus Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma untuk berdialog dengan mereka. Diantara isi dialognya adalah penentangan mereka terhadap Ali karena berhukum dengan hukum manusia dimana beliau mengutus Abu Musa Al Asy’ari dan dari pihak Muawiyah adalah Amr bin Ash untuk menyelesaikan perselisihan mereka. Para penentang ini berdalil dengan firman Allah, “Sesungguhnya hukum hanya milik Allah.” (QS. Al-An’am: 57). Maka Ibnu Abbas mengatakan, “Jika aku bacakan ayat dalam kitab Allah yang membantah pendapat kalian, maukah kalian kembali?” Mereka menjawab, “Ya”. Lantas Ibnu Abbas menyebutkan ayat, “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan.” (QS. Annisa’: 35). Akhirnya dua ribu orang sadar dan kembali ke pangkuan kekholifahan Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu.

Khowarij ini akan tetap ada sampai akhir zaman. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Akan muncul satu generasi yang membaca Al Quran namun tidak memahaminya. Setiap kali berlalu satu kurun pasti tertumpas.” Ibnu Umar berkata, “Saya mendengar beliau mengulangi kalimat: ‘Setiap kali berlalu satu kurun pasti tertumpas’ sampai lebih dari dua puluh kali. Kemudin beliau bersabda, ‘Hingga muncullah Dajjal dalam barisan mereka’.” (Shohih, riwayat Ibnu Majah)

Kelompok ini dalam Islam kemudian lebih dikenal dengan istilah Khowarij. Bisa saja mereka bisa saja mengatakan, “Kami bukan Khowarij.” Namun perlu diketahui bahwa perubahan nama tidak merubah hakekat dan wajah asli.

Waspadailah Ciri-Ciri Pemikiran Khowarij!!

Pemikiran Khowarij memiliki ciri-ciri yang selalu ada di setiap zaman, diantara ciri-ciri itu adalah:

1. Mengkafirkan pelaku dosa besar

Seperti tersebut dalam kisah di atas bahwa khowarij generasi awal begitu mudahnya mengkafirkan Ali dan Mu’awiyah rodhiyallahu ‘anhuma. Syailkhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “… Disebabkan karena kesalahpahaman mereka (khowarij) terhadap Al Quran meski mereka tidak bermaksud menentang Al Quran, mereka memahami wajibnya mengkafirkan pelaku dosa besar. Hal ini beralasan bahwa orang mukmin itu hanyalah orang yang baik lagi bertaqwa saja. Maka barang siapa tidak baik lagi bertaqwa dia kafir dan kekal di neraka.” (Majmu’ Fatawa XIII/20)

Perlu diketahui bahwa masalah pengkafiran adalah hukum syar’i yang harus dikembalikan kepada pada Allah dan Rosul-Nya, sebagaimana penghalalan, pengharaman. Kita tidak boleh mengkafirkan kecuali orang yang telah ditunjuk oleh kitab dan sunnah atas kekafirannya dengan jelas. Pengkafiran tidaklah cukup dengan semata-mata didasari prasangka, karena akan menimbulkan akibat-akibat yang berbahaya, seperti penghalalan darah, harta benda, dan tidak boleh saling mewarisi, pernikahannya menjadi batal dan lain-lainnya yang ditimbulkan akibat murtadnya seseorang. Karena itulah Nabi memperingatkan dari hukum pengkafiran terhadap seseorang yang bukan kafir, beliau bersabda: “Apabila seseorang mengatakan kepada saudaranya: ‘Wahai kafir! Maka sungguh akan kembali kalimat itu pada salah satu diantara keduanya. Jika memang benar ucapan itu (maka kalimat itu tidak akan mengenainya) dan jika tidak, maka akan kembali kepadanya’.” (Muttafaqun’alaih)

Pemahaman mereka ini tentunya berlawanan dengan pemahaman ahlus sunnah yang didasari firman Allah, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan mengampuni dosa lain di bawah syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.” Intinya, bila seseorang berbuat kesyirikan dan belum bertaubat sampai ia meninggal maka Allah tidak akan mengampuninya. Akan tetapi dosa lain di bawah syirik seperti judi, minum khomr dan sebagainya maka boleh jadi Allah mengadzabnya dan boleh jadi mengampuninya.

Adapun pengkafiran secara khusus (baca: tunjuk hidung) maka itu adalah wewenang ulama, bukan orang-orang jahil. Tidak boleh bagi seseorang ketika melihat ada orang lain yang melakukan perbuatan kekufuran atau syirik akbar langsung mengarahkan meriam takfir kepadanya. Sebab pengkafiran seperti ini harus melihat apakah syaratnya terpenuhi dan tidak adanya penghalang (seperti dipaksa atau karena ketidaktahuan). Dari sini kita dapat mengerti, mengapa dengan mudahnya mereka membom dan menewaskan korban dari kaum muslimin sendiri. Yah, karena mereka anggap kaum muslimin telah kafir maka darah mereka halal untuk ditumpahkan.

2. Suka mencela dan memberontak kepada penguasa yang sah

Khowarij amat gemar dan menganjurkan untuk memberontak pada pemerintah yang sah seperti kita lihat pada kisah di atas. Mereka telah memberontak kepada Ali bin Abi Tholib dan kholifah selanjutnya. Kalau Ali bin Abu Tholib saja yang menegakan hukum Islam namun karena satu kesalahan dalam berhukum -menurut paham mereka- mereka berontak, apalagi apalagi penguasa yang jelas-jelas menerapkan hukum thogut.

Memberontak kepada penguasa yang sah ini berseberangan dengan pemahaman Ahlus Sunnah yang mengharuskan untuk tetap mendengar dan taat kepada mereka selama tidak bertentangan dengan syariat Allah, sekalipun mereka berbuat zholim kepada rakyatnya. Bahkan Nabi melarang untuk menentang kepada para penguasa kecuali bila melihat ada kekufuran yang sangat jelas dengan sabdanya, “Kecuali engkau melihat kufur yang nyata, yang padanya di sisimu ada bukti dari Allah.” (Mutafaqun’alaih). Maksud dari “Kecuali Engkau melihat!” yaitu tidaklah cukup berdasar pada persangkaan dan kabar angin semata. Maksud dari “… kekufuran” yaitu tidak cukup adanya kefasikan meskipun besar seperti kezholiman, minum khomr, berjudi, berzina dan melakukan monopoli yang diharamkan. “yang nyata” maksudnya yaitu tidaklah cukup kekufuran yang tidak nyata, tidak jelas, lagi tidak tampak. Dan “Padanya di sisimu ada bukti dari Allah”, maksudnya yaitu harus ada dalil yang jelas, yaitu dalil yang benar penetapannya dan gamblang penunjukannya. Maka tidak cukup jika dalil itu sanadnya lemah dan samar penunjukannya. Serta sabda Nabi “Dari Allah”, maksudnya yaitu didukung oleh dalil yang benar dari Al Quran dan As Sunnah.

3. Menghalalkan darah kaum muslimin

Dalam satu riwayat, Rasulullah bersabda tentang Khowarij, “Mereka membunuh kaum muslimin dan membiarkan penyembah berhala.” (HR. Bukhori, Muslim). Sehingga pada kenyataannya kita saksikan mereka tidak merasa berdosa telah membunuh kaum muslimin akibat bomnya, bahkan justru merasa bangga dengan aksinya itu.

Syari’at Islam menjaga lima pokok yang amat mendasar dan haram untuk diterjang, yaitu: agama, jiwa, harta, kehormatan dan akal. Tidak ada perselisihan diantara kaum muslimin tentang haramnya menganiaya jiwa orang tidak boleh dibunuh tanpa alasan yang benar. Barangsiapa melanggarnya, niscaya dia memikul dosa yang besar.

Allah berfirman, “Dan barangsiapa membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya adalah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa’: 93). Begitu juga sabda Nabi dalam sunan Nasa’i dari Abdulloh bin Amr, “Sungguh hancurnya dunia itu lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim.”

Termasuk jiwa yang dilindungi adalah orang yang terikat perjanjian dan Ahli dzimmah (orang bukan islam yang berada di bawah perlindungan pemerintahan Islam). Nabi bersabda: “Barangsiapa membunuh seorang mu’ahid (orang kafir yang ada ikatan perjanjian) maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya bisa dirasakan dari jarak sejauh 40 tahun perjalanan.” (HR. Bukhori)

4. Mereka selalu berdalil dengan, “Barangsiapa yang tidak berhukum berdasarkan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (Al Maidah: 44)

Telah kita lihat tentang awal kemunculan mereka, dan ayat di ataslah alasannya. Dan demikianlah syiar khowarij dari masa ke masa. Kebodohan mereka yang berdalil dengan ayat di atas minimalnya mereka tidak memperhatikan makna lafazh kufur ini. Mereka memahami makna kafir secara tekstual dan tanpa perincian. Mereka menganggap bahwa sekedar berhukum dengan selain hukum Allah merupakan kekufuran yang mengeluarkan keluar dari Islam sebagaimana kekafirannya orang musyrik, Nasrani dan yahudi. Kata kufur tidak menunjukkan satu makna saja seperti juga dzolim dan fasik. Kata dzolim dan fasik tidak mesti pelakunya keluar dari Islam.

Sang penafsir Al Quran, Abdulloh bin Abbas mengatakan, “Kekufuran ini tidak seperti pendapat mereka, ini bukan kufur yang mengeluarkan dari Islam, tetapi kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari islam.” (Diriwayatkan dalam mustadrok 2/212, shohih menurut syarat Bukhori dan Muslim. Syaikh Albani memuat riwayat ini dalam As-shohihah 6/109-116 no 2552). Inilah pemahaman Ahlus Sunnah, yaitu bahwa seseorang tidak kafir hanya karena tidak berhukum dengan hukum Allah, terkecuali apabila ia meyakini dalam hatinya bahwa hukum Allah tidaklah wajib dilaksanakan atau meyakini bahwa hukum buatan manusia itu lebih baik ketimbang hukum Allah.

5. Meninggalkan Ulama dan su’udzon terhadap mereka

Dzul khuwaisroh demikian beraninya menuduh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam tidak ikhlas dalam pembagiannya, demikian juga khowarj dimasa Ali bin Abi Tholib dengan beraninya mereka menyelisihi paham para sahabat yang notabene adalah ulama umat ketika itu. Dan tentunya para sahabat lebih paham tentang maksud ayat daripada mereka. Demikian pula keadaan khowarij masa kini. Mereka menutup telinga terhadap nasehat para ulama bahkan menuduh para ulama sebagai ulama “piring” atau ulama pemerintah. Mereka maksudkan dengan tuduhan tersebut bahwa para ulama berfatwa demi kepentingan piring atau pemerintah semata.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mengangkat ilmu sekaligus dari umat manusia. Namun Allah mengangkatnya dengan mewafatkan para ulama. Sehingga apabila tidak lagi tersisa seorangpun ulama, manusia mengangkat orang-orang jahil sebagai tokoh. Ketika ditanya, mereka mengeluarkan fatwa tanpa dasar ilmu. Akhirnya mereka sesat lagi menyesatkan.”

Dapat dipahami dari hadits di atas bahwa di antara sumber kesesatan adalah meninggalkn fatwa ulama. Imam Ath Thurhusi berkata, “Resapilah hadits ini baik-baik. Sesungguhnya musibah menimpa manusia bukan karena ulama, bila para ulama telah wafat lalu orang-orang jahil mengerluarkan fatwa atass dasar kejahilannya, saat itulah musibah menimpa manusia.”

Aksi Bom Bunuh Diri, Jihadkah?

Jihad fisik adalah termasuk amal sholih yang diperintahkan Allah, bahkan jihad fisik adalah salah satu dari dua penopang Islam selain tiang bayan (ilmu), yang merupakan jihad lisan. Penyebaran ilmu syar’i merupakan jihad yang lebih utama dari jihad fisik, apalagi ketika meratanya kebodohan terhadap ilmu syar’i pada masyarakat. Dengan jihad maka tegaklah kemuliaan kaum muslimin. Sebaliknya jika kaum muslimin melalaikan jihad maka mereka akan ditimpa kehinaan. Jihad termasuk ibadah, dan ibadah tidak diterima kecuali terpenuhi dua syarat yaitu, amal itu ikhlash dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena jihad menyangkut kepentingan rakyat banyak, maka harus diserahkan kepada ulama senior. Merekalah yang berhak mengeluarkan fatwa. Bukan menjadi wewenang orang bodoh lagi masih ingusan. Rasulullah shollAllahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Akan tiba nanti atas umat manusia masa-masa penuh tipu daya. Para pembohong dianggap orang jujur sebaliknya orang jujur dicap pendusta. Orang yang khianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap khianat. Dan para ruwaibidhoh mulai angkat bicara.” Kemudian ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang bodoh berkomentar tentang urusan rakyat banyak.” (Shohih, riwayat Ibnu Majah)

Adapun apa yang dilakukan oleh sebagian orang dengan membawa bahan peledak di tubuhnya lalu meledakkan dirinya, maka perbuatan ini termasuk bunuh diri, merupakan perbuatan yang diharamkan dalam syariat Islam, sebagaimana sabda Nabi shollAllahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi tajam maka besi itu diletakkan ditangannya, ditusukkan keperutnya di neraka jahannam dia kekal di dalamnya.” (Bukhori: 5778 dan Muslim: 109). Hal ini disebabkan orang ini membunuh dirinya sendiri bukan untuk kemaslahatan Islam, bahkan malah sebaliknya. Mungkin mereka dapat membunuh sepuluh orang kafir akan tetapi orang kafir membalasnya dengan membantai ratusan kaum muslimin dengan cara-cara yang biadab.

Dan bahkan, tindakan tersebut bisa membunuh kaum muslim sendiri, padahal Allah telah berfirman, “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (An Nisa: 93) Di sisi lain perbuatan ini semakin membuat ruang gerak kaum muslimin makin sempit dan menyebabkan nama Islam tercoreng. Akibatnya dakwah Islam menjadi lebih sulit tersampaikan.

Penutup

Para pembaca sekalian, ulama tidak bosan-bosannya untuk memperingatkan ummat dari bahaya pemahaman khowarij. Hal ini mengingat bahwa pemahaman khowarij akan selalu ada sampai hari kiamat dan tidak bisa dimusnahkan begitu saja hanya dengan menangkapi tokoh-tokohnya. Sehingga jalan paling baik ialah membekali kaum muslimin dengan pemahaman Islam yang benar dan memperingatkan mereka dari setiap jalan kesesatan. Dan merupakan keharusan untuk selalu mengembalikan urusan besar yang berkaitan dengan darah kaum muslimin seperti jihad dan pengkafiran, kepada para ahlinya yaitu ulama. Tidakkah kita lihat bahwa kesesatan khowarij timbul karena mereka tidak mengembalikan pemahaman mereka kepada orang yang lebih alim dalam agama ketimbang mereka, yaitu para sahabat.

Kami juga menghimbau kepada kaum muslimin secara umum, agar tidak tergesa-gesa dan dengan mudahnya menghukumi setiap orang yang berpenampilan fisik sama dengan para pelaku teroris kemudian langsung menghukuminya sebagai teroris! Karena hal itu merupakan tindakan yang tidak didasari dengan ilmu, serta berasal dari rasa emosi belaka.

Mudah-mudahan Allah menjaga kita semua dari tipu daya musuh, dan kita bisa istiqomah dijaman yang penuh dengan fitnah ini. Marilah kita bertaqwa kepada Allah, dan bertaubat dengan jujur terhadap segala dosa-dosa yang kita lakukan.

***

Penulis: Abu Abdirrohman Bambang Wahono
Artikel www.muslim.or.id


Daftar RSS komentar

32 komentar

  1. Muslim Haidar says:

    Wahai akhi,seorang muslim tidak pantas menuding fulan paham khawarij,klo yg dituduh tak terbukti,maka akan berbalik ke penuduh,berhati-hatilah.Trio bom bali meninggal dengan kebaikan diantaranya:banyaknya pelayat,ad burung mengitari dikediamannya,muka tersenyum,darah mengalir terus-menerus,akhi bisa lihat di website arrahmah,muslim dialy,media kafir tidak akan memuat berita ini,itu merupakan kebaikan yg allah swt berikan kpd hamba2nya yang berjuang dijalan allah,dan akan mengampuni kesalahannya,
    mungkin akhi gak akan melihat website tsb,karena manhaj akhi melarang bergaul dengan ahlul bid’ah,khawrij(sangkaan beberapa orang)

  2. farhani says:

    Saya setuju dengan saudara kita Muslim Haidar, menuduh dengan memfitnah sangat tipis bedanya, daripada menuduh atau memfitnah lebih baik berjuang untuk Islam dengan kaafah,sepertinya akhi kita dari manhaj salaf yg berkomentar disini tidak seperti guru2 mereka & syaikh2 mereka yang sangat toleran dan santun dalam memberikan tausiyah kepada sesama muslim. Cari ilmu yang banyak dulu akhi sebelum menjustifikasi sesuatu,amal & niat hati seseorang itu kan tidak ada yang tau kecuali ALLAH.. OK.

  3. AWAM says:

    Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka (amrozi cs) memiliki ciri2 kematian yang baik, seperti:
    1. Banyak pelayat,
    2. Ada burung yg mengitari dikediamannya,
    3. Muka tersenyum,
    4. Darah mengalir terus-menerus.

    Mari kita bandingkan dengan Husnul Khotimah (akhir yang baik) sbb:
    1. Ucapan terakhirnya: Laa Ilaaha Illallah
    2. Ditandai dengan mengalirnya keringat di dahi
    3. Mati pada malam jum’at atau hari jum’at
    4. Mati syahid (terbunuh) di medan perang
    5. Mati ketika dalam perang di jalan Allah
    6. Mati karena penyakit Tha’un
    7. Mati karena sakit perut
    8. Mati karena tenggelam
    9. Mati Tertimpa reruntuhan
    10. Mati karena melahirkan (wanita)
    11. Mati karena terbakar
    12. Mati karena penyakit tumor
    13. Mati karena penyakit TBC
    14. Mati mempertahankan hartanya yang akan dirampas
    15. Mati karena mempertahankan agamanya
    16. Mati karena mempertahankan jiwa raganya
    17. Mati karena berjaga di tapal batas di jalan Allah
    18. Mati dalam keadaan berbuat amal sholih

    [Oleh Syaikh al-Albani dalam bukunya "Ahkaamul Janaa-iz wa Bida'uha"].
    Maaf saya tidak menyebutkan dalil2nya karena bisa terlalu panjang, jadi silahkan merujuk pada buku tersebut.

    Komentar saya ke 1:
    Ciri-ciri kematian mereka (Amrozi Cs) tidak ada yang cocok dengan Husnul Khotimah!!

    Komentar saya ke 2:
    Apakah mereka MATI syahid (terbunuh) DI MEDAN PERANG atau KETIKA DALAM PERANG di jalan Allah?
    Jawabnya adalah:
    BALI BUKAN MEDAN PERANG, tidak ada peperangan di sana. Mereka tidak Mati syahid Di Medan Perang, tapi FAKTAnya adalah mereka LARI TERBIRIT-BIRIT (buron/kabur) setelah perang yang mereka buat-buat sendiri.
    SYAHID? Yang pasti mereka ditembak mati oleh aparat hukum.

  4. Muslimin says:

    Assalamualaikum
    Sungguh bagus Artikelnya ya akhi, komentar ana bagi ikhwan2 kita kemballikan lah semua pada tempatnya, kalo agama kita ini maka kembalikanlah kepada Al-qur’an dan sunnah menurut pandapat salafussaleh jangan terdorong hawa nafsu, pelajarilah sirah nabawiyyah mulai dari awal hingga akhir jangan hanya membaca sirah peperangan saja baca juga bagaimana rasulullah berdakwa di mekkah kemudian awal2 di madinah, kebanyakan kita mengambil dalil yang hanya mendorong hawa nafsu kita tidak secara kaffah, lihat juga para nabi dan rasul sebelumnya apa yang mereka bawa peperangankah atau tauhid? kita semua orang muslim sangat bercita2 untuk mati syahid, tetapi bukan atas cara kita sendiri tetapi menurut syari’at. Ibadah yang di terima terdiri dari dua syarat yaitu ikhlas hanya kepada Allah dan Ittiba’ kepada rasulullah ini merupakan makna dari syahadat. Mengenai Amrozi cs yang telah mati maka kita sebagai sesama muslim mendo’akan mereka agar Allah mengampuni mereka tetapi jangan mengikuti langkah mereka yang keliru dalam pemahaman jihad ini.
    wallaahualam

  5. abdullah says:

    Amrozi Cs bukanlah syuhada! tetapi mudah2an mereka diampuni dosanya oleh Alloh. mereka para muslim yg mengaku berjihad di afghan atau daerah lainnya menyimpulkan bahwa taliban adalah pasukan Ashabu Sayati Suud (Panji hitam) yg akan menyertai Al mahdi, padahal itu keliru! pasukan al mahdi yg sesungguhnya bukan datang dari khurasan!

  6. abu ja'far says:

    kita harus bijaksana dalam melihat masalah yang rumit ini. saya tidak menyalahkan atau mendukung amrozi 100% tapi setidaknya kejadian ini dapat ditinjau dari beberapa segi:
    1. bom bali ini pada dasarnya adalah wujud kemarahan amrozi dkk terhadap pemerintah indonesia ini karena begitu mudahnya mereka- hafizhahumullah wa ashlah- tunduk pada kemauan asing (kuffar amerika, australia, dkk)dan kurang tanggap dalam amar ma’ruf nahi munkar, dan orang kafir yang telah mengobok-obok urusan dalam negeri indonesia. dalam hal ini dia jelas tidak salah karena memang begitulah kenyataannya.
    2. dia juga memiliki semangat dan keberanian dalam membela islam, insya Allah. hal ini terlihat dari beberapa ungkapan-ungkapannya dalam wawancara dengan wartawan. dan penulis melihat bahwa semangat dan keberanian inilah yang perlu ditiru oleh kaum muslimin lainnya.
    3. tindakannya dalam mengebom dan membuat kerusakan adalah jelas sebuah kesalahan dan inilah yang tidak boleh kita tiru.
    adapun mengenai nasib mereka di mata Allah swt itu urusan ghaib, kita hanya bisa mendo’akan mereka saja supaya Alah memberikan yang terbaik bagi mereka, demikianlah dalam memndang suatu masalah kita harus bersikap inshaf atau adil, wallahu a’lam bish shawaab.

  7. abu thalhah says:

    jangan juga ruh jihad luntur dari hati-hati kita, setelah kita tahu qawaid dan dhawabith tentang jihad maka tinggal kita pupuk terus semangat jihad dalam hati kita sehingga nanti pada saatnya jihad syar’i memanggil maka kita sambut dengan gegap gempita. Rasul pernah bersabda : barangsiapa tidak pernah berjihad di jalan Allah dan tidak pernah meniatkan untuk berjihad di jalan Allah maka matinya di atas salah satu cabang kemunafikan. wallahu a’lam

  8. abu khansa says:

    Ya kalau ada yg berkata soal pakai rasional, maka lihatlah akibat yg dihasilkan oleh bom yg katanya jihad tersebut kpd dakwah Islam. Jangankan mau mengajak orang kafir menjadi muslim, akan tetapi saudara2 kita sendiri yg sudah muslim tetapi masih jauh dari ajaran Islam akan menjadi antipati dengan ajaran agamanya sendiri. Jadi terikut2 menganggap bahwa Islam adalah kekerasan dan pembunuhan. Skrg bila kita berjenggot dan istri kita menggunakan jilbab dengan benar, maka banyak omongan mengatakan bahwa kita teroris, yg parahnya lebih banyak orang islam sendiri yg berkata seperti itu, pdhl jenggot dan jilbab adalah sunnah Rasul kita. Jadi bagaimana kita berharap saudara2 kita yg masih jauh dari sunnah Rasul mau menjalankan sunnah kalao menganggap sunnah adalah bagian dari ciri2 teroris. Bagaimana dakwah bisa membawa kebaikan kalau sudah terjadi antipati sebelumnya. Skrg banyak orang takut bila diajak pengajian, takut dicuci otak jadi teroris. Jadi secara rasional, yg untung adalah musuh Islam dengan semakin merapatnya orang2 Islam yg awam kepada mereka untuk memerangi Sunnah Rasul kita.

  9. y says:

    @ AWAM : ada yang bilang ketika jenazah Amrzy bersaudarah di buka keluarganya di Tenggulun katanya dahinya berkeringat . nah lho ? gimana ini .

    Saya setuju dengan semua penjelasan di muslim.or.id Tentang bom bunuh diri, jihad dan lain sebagainya. saya sudah sebarkan di fb baik ke profil saya , maupun kirim pesan ke teman2 .itu penjelasan yang paling mengena., ideal , dan terbaik dalam subyektifitas saya .

    Tapi kenapa ya meski sama2 anti bom bunuh diri dan syahidnya Amrz cs .saya gak suka dengan penjelasan orang2 JIL (baik di majalah Madina kepunyaan mereka , maupun di media2 TV).dengan statement2 dan penjelasan mereka saya malah bersympaty dengan Amrozy Cs , tapi dengan penjelasan di sini saya gak bersympaty dan tidak juga antipati dan melihat semua secara obyektif aja .Berharap Alloh mengampuni saudara2 kita yang salah langkah karena ketidak tahuan , ketidakpahamannya.Berharap yang punya pemahaman yang serupa di sadarkan.

    Ketika Amrzy Cs di ekskusi saya dapat sms yang panjang lebar penuh rasa haru biru dari sahabat saya (dia punya kakak pr yang besaudara ipar dengan Amrzy ), kami tetap bisa bersikap obyektif dalam arti saling menghormati pendapat masing2 .dia berkata yang intinya tidak memastikan kesyahidan Amrzy (padahal saya yakin dalam hati , dia pasti ingin meyakinkan saya kl Amrzy Cs itu syahid ) karena dia tahu saya pasti akan susah menerimahnya .subyektif c pertama dia keluarga , ke dua seideologi?

    Harapan saya yang sedang pro kontra di forum ini untuk tetap saling menyayangi (sebagai sesama muslim ) seperti saya dan sahabat saya.yang punya penjelasan terbaik jangan merasa di atas angin dan semena2 yang punya rasa sympaty terhadap Amrzy , bersikaplah obyektif.apalagi yang merasa punya ilmu.sebaiknya kl lawan memang benar , ya benarkan.Biar gak bikin yang awam macam saya jadi bingung .

  10. Sultan says:

    Sungguh telah nyata konspirasi yahudi untuk memecah belah umat islam. Dari komentar di atas sangat jelas bahwa ini lah yang diinginkan mereka. Berita yang antum semua terima dari televisi adalah berita yang tidak dapat dipercaya 100%. Apa antum percaya penuh bahwa amrozi cs yang benar2 melakukan pengeboman yang dahsyat tersebut? apa antum percaya 100% bahwa bom marriot dan ritz charlton adalah semata-mata kaki tangan al qaeda….???

    Lalu mengapa dilakukan di indonesia ??

    KONSPIRASI BESAR UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM SEDANG BERJALAN

    Penghancuran aqidah bahwa hukum Allah yang berhak berdiri di muka bumi sedang dicabik-cabik…Sehingga kita menjadi ragu akan pentingnya islam sebagai rahmatan lil alamin

    Galilah ilmu…
    Ingat Televisi dan media telah di atur sedemikian rupa oleh pembuat skenario…
    Akhirnya kebenaran hakiki yang akan menang…..
    Wallahualam bissawab

  11. jihad in my blood. ameeen... says:

    ya Allah, penggenggam semua makhluk, hanya ENGKAU yang kami takuti, hanya ENGKAU yang kami sembah, ENGKAU adalah yang menggenggam semua umat, ya Allah, satukanlah umat ISLAM, satukanlah umat ISLAM, satukanlah umat ISLAM. hilangkan kebencian diantara kami, sehingga bertambah ikatan silaturahmi kami, bertambah keimanan kami,sehingga kami bisa melakukan yang terbaik untuk agamaMU, semakin indah agamaMU, dan berbondong2 orang menuju agamaMU, dan menuju rahmatMU, karena sesungguhnya, hanya rahmatMU lah yang kami cari, kami meminta rahmatMU ya Allah, kami meminta rahmatMU ya Allah,hancurkan orang yang secara terang2an memusuhi agamaMU,hancurkan orang yang membantai saudara muslim kami di seluruh penjuru dunia ya Allah, ringankan beban kaum muslimin di dunia yang tertindas ya Allah. segala puji hanya kepadaMU ya Allah, tiada tuhan selain ENGKAU dan MUHAMMAD SAW. adalah utusanMU.ya Allah hanya ENGKAUlah pengabul doa ya Allah, MAKA KABULKANLAH DOA KAMI. AMIN……

1 2

Berkomentar

* wajib diisi