<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 19:07:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Awdi Maula Farhan Zaydan</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-84722</link>
		<dc:creator>Awdi Maula Farhan Zaydan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 20:47:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-84722</guid>
		<description>Assalamualaikum....
Bismillah. Saya Mengakui kemampuan saya mengenai ilmu agama memang sangat kurang . Namun bagi saya perdebatan tidak perlu dilakukan kalau kita tidak punya dasar yang kuat untuk itu.dan kita tidak perlu merndah dengan keterbatasan kita ,untuk itu kita sebagi umat islam punya anutan /ajaran /Imam yang dipercaya sebagai Madhab untuk menjalankan apa yang Rosul ajarkan .Kita memang dituntut untuk mencari Ilmu setinggi tingginya .Untuk Apa.....?
Kita harus tau maksud dan tujuannya.Kalau semua itu kita peroleh hanya untungnya pada materi saya kira ilmu yang diperoleh cuman materi yang dia dapat.Namun Kita sebagi manusia gimana cara kita menyikapi persoalan,masalah tanpa didorong oleh Nur hati itu sendiri untuk mencari kebenaran yang hakiki.Kalau nafsu ikut andil kukira ini semua akan sia sia.
yang penting kiat kita benar benar menjalankan apa yang dilarang dan apa yang diperintahkan menurut Ajaran Islan berdasarkan tuntunan Hadist dan Alqur!an.
Namun kita tidak bisa diam begitu saja menerima hadist-hadist yang datang bahwasannya itu Dhoif Atau Shohih.Kita dituntut untuk tau mana yang Dhoif dan Shohih.pada dasarnya yang bisa memilah itu hanya Hati kita yang bersih dengan pertolongan Ke Esaan Allah semata, Yang Maha dari segala Dhat tanpa ada yang menyamai. Sebelumnya mohon maaf atas tulisan yang saya buat ini .
Wassalam .....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;.<br />
Bismillah. Saya Mengakui kemampuan saya mengenai ilmu agama memang sangat kurang . Namun bagi saya perdebatan tidak perlu dilakukan kalau kita tidak punya dasar yang kuat untuk itu.dan kita tidak perlu merndah dengan keterbatasan kita ,untuk itu kita sebagi umat islam punya anutan /ajaran /Imam yang dipercaya sebagai Madhab untuk menjalankan apa yang Rosul ajarkan .Kita memang dituntut untuk mencari Ilmu setinggi tingginya .Untuk Apa&#8230;..?<br />
Kita harus tau maksud dan tujuannya.Kalau semua itu kita peroleh hanya untungnya pada materi saya kira ilmu yang diperoleh cuman materi yang dia dapat.Namun Kita sebagi manusia gimana cara kita menyikapi persoalan,masalah tanpa didorong oleh Nur hati itu sendiri untuk mencari kebenaran yang hakiki.Kalau nafsu ikut andil kukira ini semua akan sia sia.<br />
yang penting kiat kita benar benar menjalankan apa yang dilarang dan apa yang diperintahkan menurut Ajaran Islan berdasarkan tuntunan Hadist dan Alqur!an.<br />
Namun kita tidak bisa diam begitu saja menerima hadist-hadist yang datang bahwasannya itu Dhoif Atau Shohih.Kita dituntut untuk tau mana yang Dhoif dan Shohih.pada dasarnya yang bisa memilah itu hanya Hati kita yang bersih dengan pertolongan Ke Esaan Allah semata, Yang Maha dari segala Dhat tanpa ada yang menyamai. Sebelumnya mohon maaf atas tulisan yang saya buat ini .<br />
Wassalam &#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Seri hadits palsu :“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.” &#124; Pesantren UGM</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-79780</link>
		<dc:creator>Seri hadits palsu :“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.” &#124; Pesantren UGM</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 23:30:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-79780</guid>
		<description>[...] maka ini tidak menunjukkan kemuliaan negeri China dan juga tidak menunjukkan kemuliaan masyarakat China. Karena maksud dari ‘Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China’ –seandainya hadits ini [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] maka ini tidak menunjukkan kemuliaan negeri China dan juga tidak menunjukkan kemuliaan masyarakat China. Karena maksud dari ‘Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China’ –seandainya hadits ini [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ifoel</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-74432</link>
		<dc:creator>ifoel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 01:16:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-74432</guid>
		<description>nyimak gan, sebagian kita copy buat artikel kami......syukron pencerahannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nyimak gan, sebagian kita copy buat artikel kami&#8230;&#8230;syukron pencerahannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-70249</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 05:56:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-70249</guid>
		<description>#Rummi 
- Hadits palsu tidak perlu repot-repot ditelaah maknanya, karena itu bukan perkataan Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam.
- Setiap ada lafadz &#039;ilmu&#039; dalam Al Qur&#039;an dan Hadits maksudnya adalah ilmu agama. 
- Menganjurkan orang untuk belajar ilmu dunia ke Cina ini sangat beresiko. Karena mayoritas penduduk Cina adalah non-muslim dan seorang muslim berkewajiban untuk menjaga aqidahnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Rummi<br />
- Hadits palsu tidak perlu repot-repot ditelaah maknanya, karena itu bukan perkataan Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam.<br />
- Setiap ada lafadz &#8216;ilmu&#8217; dalam Al Qur&#8217;an dan Hadits maksudnya adalah ilmu agama.<br />
- Menganjurkan orang untuk belajar ilmu dunia ke Cina ini sangat beresiko. Karena mayoritas penduduk Cina adalah non-muslim dan seorang muslim berkewajiban untuk menjaga aqidahnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rummi</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-70072</link>
		<dc:creator>Rummi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 11:38:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-70072</guid>
		<description>Mohon maaf kalau saya menggunakan logika. Karena memang ilmu saya masih sebatas analisis logika :). Jelas dalam arti hadist tersebut tertulis &quot;Tuntutlah ilmu walaupun sampai negeri Cina&quot;.

Hanya tertulis ilmu. Menurut saya kalau hanya tertulis kata &quot;ilmu&quot; maka artiannya menjadi luas. Bukan hanya ilmu agama. Kenapa?
1. Bangsa China mengenal tulis menulis sekitar 4000 tahun sebelum masehi (maaf kalau salah). Jelas bahwa mereka memang pandai.
2. ilmu pengobatan terbaik berkembang dari negeri China. Jauh sebelun ibnu sina (Avicenna). Salah satunya akupuntur yang terkenal hingga saat ini http://en.wikipedia.org/wiki/Acupuncture
3. Perkembangan mesiu bermula dari Negeri China. Dahulu digunakan sebagai kembang api. yang hingga sekarang berkembang menjadi senjata. Jelas bahwa bangsa China menguasai Ilmu Kimia.

Kenapa bukan Romawi, Yunani, Jepang, Inggris? Wallahualam. Saya tidak memiliki kepandaian yang cukup untuk menganalisis tersebut. Kebenaran Sejati Berada Ditangan Allah.
NB: Pure, saya tidak memiliki darah Tionghoa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf kalau saya menggunakan logika. Karena memang ilmu saya masih sebatas analisis logika :). Jelas dalam arti hadist tersebut tertulis &#8220;Tuntutlah ilmu walaupun sampai negeri Cina&#8221;.</p>
<p>Hanya tertulis ilmu. Menurut saya kalau hanya tertulis kata &#8220;ilmu&#8221; maka artiannya menjadi luas. Bukan hanya ilmu agama. Kenapa?<br />
1. Bangsa China mengenal tulis menulis sekitar 4000 tahun sebelum masehi (maaf kalau salah). Jelas bahwa mereka memang pandai.<br />
2. ilmu pengobatan terbaik berkembang dari negeri China. Jauh sebelun ibnu sina (Avicenna). Salah satunya akupuntur yang terkenal hingga saat ini <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Acupuncture" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Acupuncture</a><br />
3. Perkembangan mesiu bermula dari Negeri China. Dahulu digunakan sebagai kembang api. yang hingga sekarang berkembang menjadi senjata. Jelas bahwa bangsa China menguasai Ilmu Kimia.</p>
<p>Kenapa bukan Romawi, Yunani, Jepang, Inggris? Wallahualam. Saya tidak memiliki kepandaian yang cukup untuk menganalisis tersebut. Kebenaran Sejati Berada Ditangan Allah.<br />
NB: Pure, saya tidak memiliki darah Tionghoa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-67935</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 16:19:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-67935</guid>
		<description>#cho yong 
Oleh karena itu jangan menilai hadits dengan logika, namun dengan ilmu hadits.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#cho yong<br />
Oleh karena itu jangan menilai hadits dengan logika, namun dengan ilmu hadits.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: chu yong</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-67879</link>
		<dc:creator>chu yong</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 15:45:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-67879</guid>
		<description>........tuntutlah ilmu sampai negri china.
menurut logika memang sulit dipercaya bahwa itu adalah perkataan rasullullah SAW, namun jika kita mengkaji secara seksama mengapa rasul mengatakannya seperti itu, tentu memiliki arti tersendiri, jadi menurut saya meskipun mayoritas cina adalah buddha dan bukan muslim tetapi nggk bs disalahkan, karena memng cina adalah tempat beljar terbaik selain pendidikan agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;&#8230;..tuntutlah ilmu sampai negri china.<br />
menurut logika memang sulit dipercaya bahwa itu adalah perkataan rasullullah SAW, namun jika kita mengkaji secara seksama mengapa rasul mengatakannya seperti itu, tentu memiliki arti tersendiri, jadi menurut saya meskipun mayoritas cina adalah buddha dan bukan muslim tetapi nggk bs disalahkan, karena memng cina adalah tempat beljar terbaik selain pendidikan agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-67381</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 23:17:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-67381</guid>
		<description>#Deli Ismaniar 
Wa&#039;alaikumussalam. Sebelumnya anda perlu mengetahui bahwa hadits palsu itu bukanlah hadits. Hadits palsu adalah perkataan orang biasa entah siapa, lalu di klaim sebagai perkataan Nabi Shallallahu&#039;alaihi Wasallam. Jadi, hadits palsu itu nilainya setara dengan perkataan anda dan perkataan saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Deli Ismaniar<br />
Wa&#8217;alaikumussalam. Sebelumnya anda perlu mengetahui bahwa hadits palsu itu bukanlah hadits. Hadits palsu adalah perkataan orang biasa entah siapa, lalu di klaim sebagai perkataan Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Jadi, hadits palsu itu nilainya setara dengan perkataan anda dan perkataan saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aisy</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-66704</link>
		<dc:creator>Aisy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 01:05:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-66704</guid>
		<description>Assalam...

saya akan berangkat ke negeri China itu dalam 20 hari lagi... So, mau di negeri kafir sekali pun, asalkan kita tetap ingat Allah dan mematuhi perintah-Nya dan juga tuntut semua ilmu yang baik2 di negeri China itu bukanlah suatu masalah. 

Karena Zaid bin Tsabit pun pernah belajar bahasa Ibrani (yahudi) di negeri yahudi itu sendiri, kan? Tetap semangat, I&#039;m coming China...^_^ ALLAHU AKBAR..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalam&#8230;</p>
<p>saya akan berangkat ke negeri China itu dalam 20 hari lagi&#8230; So, mau di negeri kafir sekali pun, asalkan kita tetap ingat Allah dan mematuhi perintah-Nya dan juga tuntut semua ilmu yang baik2 di negeri China itu bukanlah suatu masalah. </p>
<p>Karena Zaid bin Tsabit pun pernah belajar bahasa Ibrani (yahudi) di negeri yahudi itu sendiri, kan? Tetap semangat, I&#8217;m coming China&#8230;^_^ ALLAHU AKBAR..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Deli Ismaniar</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html/comment-page-1#comment-65212</link>
		<dc:creator>Deli Ismaniar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 06:39:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=646#comment-65212</guid>
		<description>assalamualaikum wr. wb. 
Bismilahirohmanirrohim....
Saya ingin mengungkapkan pendapat saya... Gimana kalau kita mengambil sisi positifnya saja dari hadist tersebut... Menurut penafsiran saya mengenai tututlah ilmu sampai kenegeri cina tersebut bukan berarti nuntut ilmu agamanya yg kita tau mereka bukan beragama islam.. tapi tuntut ilmu disini adalah ilmu ekonomi. Coba kita perhatikan perekonomian didunia ini yang banyak dikuasai oleh Cina baik disektor industri, perbankan dll
Jadi kita harus mempelajari ilmu mereka yang sukses menguasai perekonimian di Dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr. wb.<br />
Bismilahirohmanirrohim&#8230;.<br />
Saya ingin mengungkapkan pendapat saya&#8230; Gimana kalau kita mengambil sisi positifnya saja dari hadist tersebut&#8230; Menurut penafsiran saya mengenai tututlah ilmu sampai kenegeri cina tersebut bukan berarti nuntut ilmu agamanya yg kita tau mereka bukan beragama islam.. tapi tuntut ilmu disini adalah ilmu ekonomi. Coba kita perhatikan perekonomian didunia ini yang banyak dikuasai oleh Cina baik disektor industri, perbankan dll<br />
Jadi kita harus mempelajari ilmu mereka yang sukses menguasai perekonimian di Dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

