Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China


Setiap orang pasti telah mengetahui perkataan ini.

اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ

“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.”

Inilah yang dianggap oleh sebagian orang sebagai hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun perlu diingat bahwa setiap buah yang akan dipanen tidak semua bisa dimakan, ada yang sudah matang dan keadaannya baik, namun ada pula buah yang dalam keadaan busuk.

Begitu pula halnya dengan hadits. Tidak semua perkataan yang disebut hadits bisa kita katakan bahwa itu adalah perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Boleh jadi yang meriwayatkan hadits tersebut ada yang lemah hafalannya, sering keliru, bahkan mungkin sering berdusta sehingga membuat hadits tersebut tertolak atau tidak bisa digunakan. Itulah yang akan kita kaji pada kesempatan kali ini yaitu meneliti keabsahan hadits di atas sebagaimana penjelasan para ulama pakar hadits. Penjelasan yang akan kami nukil pada posting kali ini adalah penjelasan dari ulama besar Saudi Arabia dan termasuk pakar hadits, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah. Beliau rahimahullah pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi. Semoga Allah memberi kemudahan dalam hal ini.

Penjelasan Derajat Hadits

Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini adalah hadits dho’if (lemah) dilihat dari banyak jalan.

Syaikh Isma’il bin Muhammad Al ‘Ajlawaniy rahimahullah telah membahas panjang lebar mengenai derajat hadits ini dalam kitabnya ‘Mengungkap kesamaran dan menghilangkan kerancuan terhadap hadits-hadits yang sudah terkenal dan dikatakan sebagai perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam‘ pada index huruf hamzah dan tho’. Dalam kitab beliau tersebut, beliau mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Khotib Al Baghdadi, Ibnu ‘Abdil Barr, Ad Dailamiy dan selainnya, dari Anas radhiyallahu ‘anhu. Lalu beliau menegaskan lemahnya (dho’ifnya) riwayat ini. Dinukil pula dari Ibnu Hibban –pemilik kitab Shohih-, beliau menyebutkan tentang batilnya hadits ini. Sebagaimana pula hal ini dinukil dari Ibnul Jauziy, beliau memasukkan hadits ini dalam Mawdhu’at (kumpulan hadits palsu).

Dinukil dari Al Mizziy bahwa hadits ini memiliki banyak jalan, sehingga bisa naik ke derajat hasan.

Adz Dzahabiy mengumpulkan riwayat hadits ini dari banyak jalan. Beliau mengatakan bahwa sebagian riwayat hadits ini ada yang lemah (wahiyah) dan sebagian lagi dinilai baik (sholih).

Dengan demikian semakin jelaslah bagi para penuntut ilmu mengenai status hadits ini. Mayoritas ulama menilai hadits ini sebagai hadits dho’if (lemah). Ibnu Hibban menilai hadits ini adalah hadits yang bathil. Sedangkan Ibnul Jauziy menilai bahwa hadits ini adalah hadits maudhu’ (palsu).

Adapun perkataan Al Mizziy yang mengatakan bahwa hadits ini bisa diangkat hingga derajat hasan karena dilihat dari banyak jalan, pendapat ini tidaklah bagus (kurang tepat). Alasannya, karena banyak jalur dari hadits ini dipenuhi oleh orang-orang pendusta, yang dituduh dusta, suka memalsukan hadits dan semacamnya. Sehingga hadits ini tidak mungkin bisa terangkat sampai derajat hasan.

Adapun Al Hafizh Adz Dzahabiy rahimahullah mengatakan bahwa sebagian jalan dari hadits ini ada yang sholih (dinilai baik). Maka kita terlebih dahulu melacak jalur yang dikatakan sholih ini sampai jelas status dari periwayat-periwayat dalam hadits ini. Namun dalam kasus semacam ini, penilaian negatif terhadap hadits ini (jarh) lebih didahulukan daripada penilaian positif (ta’dil) dan penilaian dho’if terhadap hadits lebih harus didahulukan daripada penilaian shohih sampai ada kejelasan shohihnya hadits ini dari sisi sanadnya. Dan syarat hadits dikatakan shohih adalah semua periwayat dalam hadits tersebut adalah adil (baik agamanya), dhobith (kuat hafalannya), sanadnya bersambung, tidak menyelisihi riwayat yang lebih kuat, dan tidak ada illah (cacat). Inilah syarat-syarat yang dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab Mustholah Hadits (memahami ilmu hadits).

Seandainya Hadits Ini Shohih

Seandainya hadits ini shohih, maka ini tidak menunjukkan kemuliaan negeri China dan juga tidak menunjukkan kemuliaan masyarakat China. Karena maksud dari ‘Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China’ –seandainya hadits ini shohih- adalah cuma sekedar motivasi untuk menuntut ilmu agama walaupun sangat jauh tempatnya. Karena menuntut ilmu agama sangat urgen sekali. Kebaikan di dunia dan akhirat bisa diperoleh dengan mengilmui agama ini dan mengamalkannya.

Dan tidak dimaksudkan sama sekali dalam hadits ini mengenai keutamaan negeri China. Namun, karena negeri China adalah negeri yang sangat jauh sekali dari negeri Arab sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan dengan negeri tersebut. Tetapi perlu diingat sekali lagi, ini jika hadits tadi adalah hadits yang shohih. Penjelasan ini kami rasa sudah sangat jelas dan gamblang bagi yang betul-betul merenungkannya.

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber: Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 22/233-234, Asy Syamilah

Keterangan:

  1. Hadits shohih adalah hadist yang memenuhi syarat: semua periwayat dalam hadits tersebut adalah adil (baik agamanya), dhobith (kuat hafalannya), sanadnya bersambung, tidak menyelisihi riwayat yang lebih kuat, dan tidak ada illah (cacat).
  2. Hadits hasan adalah hadits yang memenuhi syarat shohih di atas, namun ada kekurangan dari sisi dhobith (kuatnya hafalan).
  3. Hadits dho’if (lemah) adalah hadits yang tidak memenuhi syarat shohih seperti sanadnya terputus, menyelisihi riwayat yang lebih kuat (lebih shohih) dan memiliki illah (cacat).

Pangukan, Sleman, 13 Muharram 1430 H

Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

  • Tommi

    Ini hadits yg sering saya dengar waktu saya masih SD dulu. Syukron skrg udh ada penjelasannya bahwa ternyata ini hadits dhoif bahkan bisa dibilang hadits bathil. Terima kasih artikelnya mas Abduh.

  • http://yanznun99al.blogspot.com Iyan

    Assalamikum,,
    Alhamdulillah dari pertama kali Iyan masuk situs ini,,Iyan banyak mendapat pengetahuan,,bahasannya mudah dimengerti,,jadi tidak bingung untuk Iyan yg usia remaja anak SMK,,terus tentang hadist Tuntut Ilmu sampai Negeri China Iyan bertanya-tanya,,kenapa harus Negeri China,,tapi sekarang udah tahu alasanya,,Syukron atas semuanya Artikelnya,,
    Wassalamikum

  • Dwi

    Trm ksh tas pnjlasnya!!tlng lbih bnyak lg pnjlsn tntng hdits plsu,yg populer!maksih

  • hamba Alloh

    bagaimana penjelasannya kalau menuntut ilmu pada orang yang ilmu masih sangat minim, dah menyampaikan dan mengajarkan

    karena banyak ihwan dijogja yang mengajarkan padahal ilmunya lebih minim banget dari orang yang diajar,

  • uson

    saya setuju dengan komentar di atas. ini memberikan pencerahan pada kita sebagai cendekiawan muslim. yang memiliki dasar quran dan hadist. oleh karena itu saya sangat mengucapkan terimakasih atas wawasan yang diberikan. saran yang saya ingin sampaikan adalah coba dalam akhir komemntar atau keritikan di atas di lampirkan beberapa hadist mengenai menuntut ilmu. terimakasih

  • Adi Prasetyo

    Assalamu’alikum

    afwan mohon izin untuk copy paste.

    syukron

  • Naang

    Negara China sekarang banyak memalsukan produk-produk negara maju, banyak terjadi pemalsuan di china, …. apa ya Rasullullah menganjurkan untuk menuntut ilmu sampai ke negeri China.
    Apa yang datang dari Rasullullah adalah wahyu, artinya tidak hanya untuk saat itu melainkan sampai akhir zaman. Jelaslah ke dho’if an hadits tersebut

  • http://www.ketanan.webs.com nurul

    Dhoif ataupun tidak, tetap pilihan ada di tangan kita, padahal untuk menuntut ilmu tidak selamanya jauh itu lebih baik (misal ke cina. ataupun ke yang lainnya) karena kita pernah tahu juga ada kata-kata bijak yang menyatakan bahwa jika sesuatu itu baik (menurut siapa?), ambillah, dan jika sesuatu itu tidak baik walaupun dari sesuatu / seseorang yang menjadi contoh/figur yang diikuti ya jangan diambil. intinya pilihan ada di tangan kita agama islam saja mengisyaratkan seperti itu kan ?

  • abu sufyan

    assalamualaykukum

    sdr nurul yg dirahmati Allah.

    Rasulullah salallahualaihiwasaalm pernah mengatakan dalam hadits shahih: “barangsiapa yang berdusta atas namaku siapkanlah tempat duduknya di neraka”.

    hadits dhoif (lemah) tidak bisa dijadikan sandaran/hujjah/argumentasi sehingga bisa dikatakan bahwa siapa yg mempercayai/meyakini hadits dhoif itu dari perkataan nabi salallahualaihiwasaalm , maka dia tergelincir kepada PERKATAAN DUSTA atas nama Rasulullah salallahualaihiwasaalm.

    jadi tidak setiap perkataan yg dinilai BAIK berasal dari nabi salallahualaihiwasaalm. Takutlah dengan ancaman tsb wahai saudaraku !!!

    Wallahua’lam

  • http://www.etalaseilmu.wordpress.com dudie

    terlepas dari kuat atau lemahnya hadits ini, bagi saya hadits ini sungguh memotivasi orang untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu

  • aris

    moga moga aja ilmu dari china bermanfaat untuk ummat

  • tia

    saya bingung.. kenapa dugaan hadist dhoif lebih diutamakan walaupun ada dugaan hadist tersebut hasan, karena ada jalan periwayatan yg baik. Menurut saya apa tidak sebaiknya mempelajari jalan yg dibilang baik itu terlebih dahulu, sebelum memfonis hadist tersebut dhoif bahkan palsu.

  • http://www.ovi.mobi.com Hamid

    Ass…Mnrut sy.. Kita ambil saja sisi baik dari ungkapan trsebt yaitu mnntut ilmu sgtlah pnting bgi slrh umat wlwpn smpai ke negri org. agar slmat ddunia dn d’akhirat.wass….

  • Ari

    Assalamualaikum wrwb Pak Abduh,
    Syaikh Isma’il bin Muhammad Al ‘Ajlawaniy rahimahullah telah membahas panjang lebar mengenai derajat hadits ini dalam kitabnya ‘Mengungkap kesamaran dan menghilangkan kerancuan terhadap hadits-hadits yang sudah terkenal dan dikatakan sebagai perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam‘ pada index huruf hamzah dan tho’. Dalam kitab beliau tersebut, beliau mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Khotib Al Baghdadi, Ibnu ‘Abdil Barr, Ad Dailamiy dan selainnya, dari Anas radhiyallahu ‘anhu. Lalu beliau menegaskan lemahnya (dho’ifnya) riwayat ini.
    Pak abduh, dalam artikel ini bapak tidak menyebutkan item-item yang melemahkan hadist tersebut? jika ada artikelnya tolong dikirimm ke email saya, terutama PDF “Mengungkap kesamaran dan menghilasngkan kerancuan terhadap hadist”, terima kasih. Wassalam.

  • Faris Akbar

    Hadits ini menjadi landasan aq untuk melanjutkan kuliah fakultas sastra cina loh

  • Aziz

    bismillah, untuk ikhwan akhwat fillah, Allah dan Rasul-Nya mestinya kita nomor satukan dari segalanya. karna ini merupakan konsekuensi syahadat kita. Jadi dalam segala hal dalam agama ini yang kita utamakan adalah keshahihan amal/ucapan tsb apakah betul dari Nabi atau bukan. Jadi pertimbangan baik atau buruk itu bukan perasaan tapi berdasarkan ilmu juga, itu dari Rasulullah atau bukan. Kalau dari Rasul pasti benar karna itu wahyu. kalau bukan dari Rasul ya nanti dulu. lebih parahnya lagi kalau bukan dari Rasul dikatakan dari Rasul itu namanya dusta atas nama Rasulullah, yang besar sekali ancaman sikssanya (neraka lho)

  • abu anggoro

    Assalamu ‘alaykum

    mas Aziz saya suangat setuju pendapat antum
    gak usah pake ngeyel

    wassalam

  • Rio

    bagus_ _ _ _ _bagus………….!!!!!!!

  • darman

    ana mohon izin copy dan share kpd teman ana yg msh meyakini kebenaran/keshahihan hadits tsb.jazakallahukhairan

  • http://muslim.or.id Deli Ismaniar

    assalamualaikum wr. wb.
    Bismilahirohmanirrohim….
    Saya ingin mengungkapkan pendapat saya… Gimana kalau kita mengambil sisi positifnya saja dari hadist tersebut… Menurut penafsiran saya mengenai tututlah ilmu sampai kenegeri cina tersebut bukan berarti nuntut ilmu agamanya yg kita tau mereka bukan beragama islam.. tapi tuntut ilmu disini adalah ilmu ekonomi. Coba kita perhatikan perekonomian didunia ini yang banyak dikuasai oleh Cina baik disektor industri, perbankan dll
    Jadi kita harus mempelajari ilmu mereka yang sukses menguasai perekonimian di Dunia.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Deli Ismaniar
      Wa’alaikumussalam. Sebelumnya anda perlu mengetahui bahwa hadits palsu itu bukanlah hadits. Hadits palsu adalah perkataan orang biasa entah siapa, lalu di klaim sebagai perkataan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Jadi, hadits palsu itu nilainya setara dengan perkataan anda dan perkataan saya.

  • Aisy

    Assalam…

    saya akan berangkat ke negeri China itu dalam 20 hari lagi… So, mau di negeri kafir sekali pun, asalkan kita tetap ingat Allah dan mematuhi perintah-Nya dan juga tuntut semua ilmu yang baik2 di negeri China itu bukanlah suatu masalah.

    Karena Zaid bin Tsabit pun pernah belajar bahasa Ibrani (yahudi) di negeri yahudi itu sendiri, kan? Tetap semangat, I’m coming China…^_^ ALLAHU AKBAR..

  • chu yong

    ……..tuntutlah ilmu sampai negri china.
    menurut logika memang sulit dipercaya bahwa itu adalah perkataan rasullullah SAW, namun jika kita mengkaji secara seksama mengapa rasul mengatakannya seperti itu, tentu memiliki arti tersendiri, jadi menurut saya meskipun mayoritas cina adalah buddha dan bukan muslim tetapi nggk bs disalahkan, karena memng cina adalah tempat beljar terbaik selain pendidikan agama.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #cho yong
      Oleh karena itu jangan menilai hadits dengan logika, namun dengan ilmu hadits.

  • Rummi

    Mohon maaf kalau saya menggunakan logika. Karena memang ilmu saya masih sebatas analisis logika :). Jelas dalam arti hadist tersebut tertulis “Tuntutlah ilmu walaupun sampai negeri Cina”.

    Hanya tertulis ilmu. Menurut saya kalau hanya tertulis kata “ilmu” maka artiannya menjadi luas. Bukan hanya ilmu agama. Kenapa?
    1. Bangsa China mengenal tulis menulis sekitar 4000 tahun sebelum masehi (maaf kalau salah). Jelas bahwa mereka memang pandai.
    2. ilmu pengobatan terbaik berkembang dari negeri China. Jauh sebelun ibnu sina (Avicenna). Salah satunya akupuntur yang terkenal hingga saat ini http://en.wikipedia.org/wiki/Acupuncture
    3. Perkembangan mesiu bermula dari Negeri China. Dahulu digunakan sebagai kembang api. yang hingga sekarang berkembang menjadi senjata. Jelas bahwa bangsa China menguasai Ilmu Kimia.

    Kenapa bukan Romawi, Yunani, Jepang, Inggris? Wallahualam. Saya tidak memiliki kepandaian yang cukup untuk menganalisis tersebut. Kebenaran Sejati Berada Ditangan Allah.
    NB: Pure, saya tidak memiliki darah Tionghoa.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Rummi
      - Hadits palsu tidak perlu repot-repot ditelaah maknanya, karena itu bukan perkataan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.
      - Setiap ada lafadz ‘ilmu’ dalam Al Qur’an dan Hadits maksudnya adalah ilmu agama.
      - Menganjurkan orang untuk belajar ilmu dunia ke Cina ini sangat beresiko. Karena mayoritas penduduk Cina adalah non-muslim dan seorang muslim berkewajiban untuk menjaga aqidahnya.

  • http://saifulhadiningratan.wordpress.com/ ifoel

    nyimak gan, sebagian kita copy buat artikel kami……syukron pencerahannya

  • Pingback: Seri hadits palsu :“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.” | Pesantren UGM

  • Awdi Maula Farhan Zaydan

    Assalamualaikum….
    Bismillah. Saya Mengakui kemampuan saya mengenai ilmu agama memang sangat kurang . Namun bagi saya perdebatan tidak perlu dilakukan kalau kita tidak punya dasar yang kuat untuk itu.dan kita tidak perlu merndah dengan keterbatasan kita ,untuk itu kita sebagi umat islam punya anutan /ajaran /Imam yang dipercaya sebagai Madhab untuk menjalankan apa yang Rosul ajarkan .Kita memang dituntut untuk mencari Ilmu setinggi tingginya .Untuk Apa…..?
    Kita harus tau maksud dan tujuannya.Kalau semua itu kita peroleh hanya untungnya pada materi saya kira ilmu yang diperoleh cuman materi yang dia dapat.Namun Kita sebagi manusia gimana cara kita menyikapi persoalan,masalah tanpa didorong oleh Nur hati itu sendiri untuk mencari kebenaran yang hakiki.Kalau nafsu ikut andil kukira ini semua akan sia sia.
    yang penting kiat kita benar benar menjalankan apa yang dilarang dan apa yang diperintahkan menurut Ajaran Islan berdasarkan tuntunan Hadist dan Alqur!an.
    Namun kita tidak bisa diam begitu saja menerima hadist-hadist yang datang bahwasannya itu Dhoif Atau Shohih.Kita dituntut untuk tau mana yang Dhoif dan Shohih.pada dasarnya yang bisa memilah itu hanya Hati kita yang bersih dengan pertolongan Ke Esaan Allah semata, Yang Maha dari segala Dhat tanpa ada yang menyamai. Sebelumnya mohon maaf atas tulisan yang saya buat ini .
    Wassalam …..

  • http://7topranking.blogspot.com Ibrahim Lubis

    saya sangat setuju pak ustadz pada penjelasan di atas, sebab, bukan dari segi kritik hadistnya saja, namun pada kajian akal atau kelogikaan matan hadist di atas sangat tidak masuk akal, kalaupun ada makna jauh,mungkin ada contoh yang lebih tepat untuk menyebutkannya dan yang pastinya bukan negeri china.

  • Pingback: Tuntutlah Ilmu Hingga Ke Negeri Cina, Mau Belajar KUNGFU?? Bagaimana Derajat Hadits Ini? Banyak Yang Tertipu,.. Sebab Ini Bukan Hadits,.. « "Bisa Karena Terbiasa"

  • Pingback: HADITS LEMAH : “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China” «

  • nofbrianto irsyad slusiens

    allahu akbar

  • Agus

    Membaca komentar2 diatas..
    Kenapa hadist yang dinilai dhoif langsung disamakan dengan hadist palsu (bukan hadist)?
    Masih ada kemungkinan hadist dhoif itu perkataan Rasul… hadist dhoif yang banyak jalannya malah naik menjadi hasan.. contoh komentar Mas Yulian Purnama:

    “- Hadits palsu tidak perlu repot-repot ditelaah maknanya, karena itu bukan perkataan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.
    - Setiap ada lafadz ‘ilmu’ dalam Al Qur’an dan Hadits maksudnya adalah ilmu agama.
    - Menganjurkan orang untuk belajar ilmu dunia ke Cina ini sangat beresiko. Karena mayoritas penduduk Cina adalah non-muslim dan seorang muslim berkewajiban untuk menjaga aqidahnya. ”

    dhoif = palsu ? otomatis?

    setiap lafadz ilmu selalu berarti ilmu agama? benarkah?
    “Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ILMUNYA ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat, wajiblah ia mengetahui ILMUNYA pula; dan barangsiapa yang meginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”(HR.Bukhari dan Muslim)

    Ada 50 juta muslim di China mas..dimulai saat Saad Bin Abi Waqqash berdakwah disana.. Bahkan Cheng Ho mentri Dinasti Ming pun masih keturunan Sayyidina Hussein RA.. Jumlah non muslimnya yang banyak bukannya ini menjadi ladang Dakwah yang besar buat Muslim? Tidak mengapa kita belajar ilmu kedokteran, fisika dan teknologi disana timbal baliknya kenalkanlah keindahan akhlak Islam dan sampaikan ayat-ayat Tuhanmu kepada mereka..

    Saya akan berterimakasih jika Muslim.or.id sudi menampilkan komentar ini

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Agus
      - Hadits palsu beda dengan hadits dhaif, namun terkadang hadits palsu dikategorikan dalam kelompok hadits dhaif. Dan Ibnul Jauzi menilai hadits di atas adalah palsu.
      - Jika lafadz ilmu disebutkan secara mutlak, maka maksudnya ilmu agama. Namun jika secara muqayyad seperti hadits yang anda sampaikan, maka artinya bisa berbeda.
      - Kami sangat terbantu jika anda mau menunjukkan bukti riwayat tentang Sa’ad bin Abi Waqqash pernah ke Cina dan bahwa Cheng Ho itu keturunan Husain radhiallahu’anhu. Karena selama ini kami hanya mendengar sebatas kisah yang tidak diketahui validitasnya.
      Bekerja di negeri yang mayoritas non-muslim, hukumnya asalnya terlarang namun boleh dengan syarat-syarat yang ketat. Jadi boleh dengan syarat, bukan dianjurkan dan jangan sembarang menganjurkan. Silakan simak:
      http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/3264-kuliah-di-eropa-dan-negeri-kafir.html
      http://www.konsultasisyariah.com/muslim-tinggal-negeri-kafir

  • Agus

    @mas Yulian

    Ok lah bila anda menafsirkan kata ilmu yang berdiri sendiri sebagai Ilmu agama semata saya hanya tergelitik saja dengan komentar sebelumnya bahwa setiap lafadz ilmu selalu berarti ilmu agama.. terus ilmu dunia istilahnya apa dalam AlQuran dan Hadist?

    Mengenai Sahabat Saad:

    Ini Masjid tertua di Guangzhou..bahkan lebih tua dari masjid tertua di Indonesia karena menurut catatan didirikan Sahabat Saad RA saat berkunjung kesana untuk berdakwah.

    http://www.chinahighlights.com/guangzhou/attraction/guangzhou-huaisheng-mosque.htm

    Berdasarkan Penelitian Prof. Kong Yuanzhi, dalam bukunya Muslim Tionghoa Cheng Ho, Jakarta, Pustaka Populer Obor, 2005, halaman 21-22, Dasar penelitian ini berdasarkan penemuan data arkeologi dari Professor Haji Lie Shihiou yang menemukan data-datanya berupa:
    1.Di Masjid Pintu Selatan Kota Kunming, Provinsi Yunnan, terdapat catatan berukir, yaitu Han Yang Wang Fu Dian Gong Ji (jasa Raja Han Yang dalam menjaga Provinsi Yunan) dan Mukaddimah yang ditulis para sarjana Liu Faxiang dan Sun Renlong pada tahun 1684, yang menyebutkan silsilah Chengho yang bersambung dengan Rasulullah Saw.
    2. Pada tahun Qian Long 3 (1738 M) oleh Jin tianzhu ditulis suatu karya Qing Zhen Shi Yi (Interpretasi tentang islam) disebutkan bahwa Chengho masih keturunan Rasulullah.
    3. Dalam Yuan Shi (Sejarah Dinasti Yuan) disebutkan bahwa Sayyid Ajal/ Sayyid Syamsuddin adalah Datuk Cheng Ho. Sementara fakta mengatakan bahwa Sayyid Ajal adalah keturunan rasulullah.
    4. Menurut Yu Zhi Tian Fang Guo Wang Sai Fu Ding Bei (Nisan yang dibuat menurut titah Kaisar Cheng Zu Dinasti Ming untuk Sayyid Syamsuddin (Datuknya Cheng Ho) yang menegaskan bahwa Cheng Ho masih keturunan nabi Muhammad Saw).
    5. Menurut Zhi Sheng Lu yang ditulis Sarjana Dinasti Ming, dijelaskan bahwa Cheng Ho adalah keturunan Raja Han Yang (Sayyid ‘Ajal/ Sayyid Syamsuddin) keturunan dari Rasulullah Saw.
    6.Berdasarkan Nisan keturunan Cheng Ho yang telah dibahas oleh Peng Jia Lian, yang menegaskan bahwa cheng Ho adalah keturunan Raja Han Yang (Sayyid ‘Ajal/ Sayyid Syamsuddin) keturunan dari Rasulullah Saw.

    Muslim di China memang minoritas (jumlahnya 50 juta dari 1 Milyar) dan tetap akan minoritas jika muslim di belahan dunia lain tidak mau berinteraksi dan mengenalkan Islam dengan alasan haram safar ke negeri non muslim sehingga saudara2 muslim di china tidak mengenal saudara2nya dibelahan dunia lain.

    Berikut daftar muslim china yang terkenal di berbagai era:
    Pelaut dan Penjelajah
    * Cheng Ho atau Zheng He: Laksamana Laut Cina yang menjelajahi dua benua dalam tujuh kali ekspedisi.
    * Fei Xin: Penerjemah andalan Cheng Ho.
    * Ma Huan: Seorang pengikut Ceng Ho.

    Militer
    * Jenderal pendiri Dinasti Ming: Chang Yuchun, Hu Dahai, Lan Yu, Mu Ying.
    * Pemimpin pemberontakan Panthay: Du Wenxiu, Ma Hualong.
    * Kelompok tentara Ma selama era Republik Cina: Ma Bufang, Ma Chung-ying, Ma Fuxiang, Ma Hongkui, Ma Hongbin, Ma Lin, Ma Qi, Ma Hun-shan Bai Chongxi.

    Sarjana dan Penulis
    * Bai Shouyi, sejarawan.
    * Tohti Tunyaz, sejarawan.
    * Yusuf Ma Dexin, penerjemah Alquran pertama ke dalam bahasa Cina.
    * Muhammad Ma Jian, penulis dan peberjemah Alquran terkemuka.
    * Liu Zhi, penulis di era Dinasti Qing.
    * Wang Daiyu, ahli astronomi pada era Dinasti Ming.
    * Zhang Chengzhi, penulis kontemporer.

    Politik
    * Hui Liangyu, Wakil Perdana Menteri Urusan Pertanian RRC
    * Huseyincan Celil, Imam Uyghur yang dipenjara di Cina
    * Xabib Yunic, Menteri Pendidikan Second East Turkistan Republic
    * Muhammad Amin Bughra, Wakil Ketua Second East Turkistan Republic

    Lainnya
    * Noor Deen Mi Guangjiang, ahli kaligrafi.
    * Ma Xianda, ahli beladiri.
    * Ma Menta, pengurus Federasi Wushu Tongbei Rusia.

    (heri ruslan/RioL )

    Maaf kalau kepanjangan komentarnya..Terima Kasih

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Agus
      Ilmu dunia tidak dianjurkan dan tidak dipuji dalam Qur’an dan hadits. Ilmu duniawi baru menjadi terpuji kalau bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin.

      Jadi jangan anda artikan hadist “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya ke surga” bahwa ilmu di sini adalah ilmu Matematika, Geografi, Arkeologi, Politik atau bahkan ilmu nujum, ilmu sulap, ilmu kebal, dll.

      Jangankan di Cina, di Amerika saja banyak orang Muslim. Namun bukan berarti kita bermudah-mudah untuk pergi ke sana atau tinggal di sana. Sudah dijelaskan dalam link yang saya berikan, jika ke negeri mayoritas kafir tujuannya untuk berdakwah, ilmu agamanya sudah mapan, imannya sudah kokoh, maka boleh bahkan dianjurkan. Namun jika tujuannya untuk wisata, atau untuk belajar ilmu dunia atau bekerja di sana dalam waktu yang lama, sementara ilmu agama kita seadanya, sangat membahayakan kondisi agama kita.

      Sedangkan kita tinggal di tengah-tengah kaum muslimin saja, masing sering terpengaruh hal-hal yang tidak baik, tergoda melakukan hal yang haram, malas belajar agama, malu menerapkan ajaran agama.

  • agus

    “Ilmu dunia tidak dianjurkan dan tidak dipuji dalam Qur’an dan hadits. Ilmu duniawi baru menjadi terpuji kalau bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin.”

    Berarti menuntut ilmu dunia seperti matematika dan komputer itu tidak dianjurkan dan tercela? bid’ah? Bagaimana kaum muslimin mengambil manfaat dari ilmu yang untuk mempelajarinya saja tidak dianjurkan.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #agus
      Kalau belajar ilmu dunia sekedar ingin meraih uang, cari dunia, cari penghargaan, cari nobel, dll tidak terpuji dalam agama, bahkan sia-sia.
      Kata Imam Asy Syafi’i:
      كل العلـوم سـوى القرآن مشغلة إلا الحـديث وإلا الفقه في الـدين
      العلـم مـا كـان فيـه قال حدثنا وما سوى ذاك وسواس الشـياطين
      “Setiap ilmu selain Qur’an itu melalaikan, kecuali ilmu hadits dan fiqih”
      “Ilmu itu adalah yang di dalamnya ada perkataan ‘haddatsana..’, adapun ilmu selain itu hanyalah was-was setan”

      Kalau niatnya ingin memberi manfaat bagi kaum muslimin, ingin menguatkan kaum muslimin, atau sebagai sarana ibadah, itu baru terpuji dan dianjurkan. Belajar komputer supaya kaum muslimin punya ahli komputer yang membuat orang muslim kuat dalam IT dan tidak kalah oleh orang kafir, atau untuk memperkuat sarana dakwah, atau untuk bekerja menafkahi keluarga, barulah itu menjadi terpuji dan berpahala.

  • kiki arie wibowo

    saya sangat tidak setuju dengan perkataan bahwa China saat itu mayoritas Non Muslim, karena saat Rasul hidup, di Arab pun juga belum menjadi Mayoritas, jadi diseluruh dunia pun belum ada negara Islam.
    Islam berkembang setelah sepeninggal Rasul, disebarkan luas oleh sahabat2 Rasul.

    Jadi saya tidak setuju dgn saudara Yulian Purnama yang mengatakan – Menganjurkan orang untuk belajar ilmu dunia ke Cina ini sangat beresiko. Karena mayoritas penduduk Cina adalah non-muslim dan seorang muslim berkewajiban untuk menjaga aqidahnya.

    Saat Rasul hidup, TIDAK ADA SATUPUN NEGARA bermayoritas Islam. Bahkan di Jazirah Arab sekalipun masih belum ada negara Mayoritas Islam, Islam berkembang pesat setelah meninggalnya Rasul.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Islam

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #kiki arie wibowo
      Yang saya katakan itu dalam konteks zaman sekarang. adapun di masa Nabi lebih tidak mungkin lagi menganjurkan orang ke Cina, karena seperti anda katakan di jazirah Arab saja muslim masih sedikit.

  • Pingback: Lelaku Sinau, Sinau Lelaku : Gatot Aribowo

  • Pingback: Benci Cina? Pikir Lagi! | catatan ndJoe

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.