<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Menghadirkan dan Mengikhlaskan Niat Dalam Amal Ibadah</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 19:07:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Menghadirkan Dan Mengikhlaskan Niat Dalam Amal Ibadah &#124; Kursus Komputer &#124; Kursus Bahasa Inggris &#124; Jasa Pembuatan Web</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/comment-page-1#comment-86483</link>
		<dc:creator>Menghadirkan Dan Mengikhlaskan Niat Dalam Amal Ibadah &#124; Kursus Komputer &#124; Kursus Bahasa Inggris &#124; Jasa Pembuatan Web</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 14:14:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=145#comment-86483</guid>
		<description>[...] Muslim.or.id Related [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Muslim.or.id Related [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abdullah bin Al-Mubarak berkata, “Bisa j&#8230; &#171; Kata-Kata Mutiara Dari Para Ulama Salaf</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/comment-page-1#comment-61416</link>
		<dc:creator>Abdullah bin Al-Mubarak berkata, “Bisa j&#8230; &#171; Kata-Kata Mutiara Dari Para Ulama Salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 03:34:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=145#comment-61416</guid>
		<description>[...] yang besar dikecilkan nilainya karena niat pula.” (Kitab Jami’ Al ‘Ulum Wa Al Hikam 1/35).http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html   [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] yang besar dikecilkan nilainya karena niat pula.” (Kitab Jami’ Al ‘Ulum Wa Al Hikam 1/35).<a href="http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html</a>   [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Tidak ada se&#8230; &#171; Kata-Kata Mutiara Dari Para Ulama Salaf</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/comment-page-1#comment-61415</link>
		<dc:creator>Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Tidak ada se&#8230; &#171; Kata-Kata Mutiara Dari Para Ulama Salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 03:31:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=145#comment-61415</guid>
		<description>[...] Al ‘Ulum Wa Al Hikam I/34. Lihat juga kitab Tadzkirah As Sami’ karya Al-Kittani hal. 681).http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html   [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Al ‘Ulum Wa Al Hikam I/34. Lihat juga kitab Tadzkirah As Sami’ karya Al-Kittani hal. 681).<a href="http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html</a>   [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Imam Ahmad berkata, “Dasar-dasar Islam a&#8230; &#171; Kata-Kata Mutiara Dari Para Ulama Salaf</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/comment-page-1#comment-61414</link>
		<dc:creator>Imam Ahmad berkata, “Dasar-dasar Islam a&#8230; &#171; Kata-Kata Mutiara Dari Para Ulama Salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 03:29:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=145#comment-61414</guid>
		<description>[...] Wa Al Hikam I/23): اَلْحَلاَلُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌhttp://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html   [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Wa Al Hikam I/23): اَلْحَلاَلُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌhttp://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html   [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muh Abduh T</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/comment-page-1#comment-15129</link>
		<dc:creator>Muh Abduh T</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 15:18:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=145#comment-15129</guid>
		<description>Mengenai hadits :
&lt;blockquote&gt;“Barangsiapa membuat
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang
mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat
buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang
mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits
no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi
Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). &lt;/blockquote&gt;

Silakan Akhi Abu Labib membaca artikel dalam website ini

http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html#comments

Dalam kolom komentar kami sudah menjelaskan maksud hadits tersebut :

Adapun hadits yang antum katakana (HR. Muslim no. 1017) :
 
&lt;blockquote&gt;“Barangsiapa melakukan suatu amalan kebaikan (sunnah hasanah) lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan (sunnah sayyi’ah) lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” Apa yang dimaksudkan dengan amalan kebaikan dan kejelekan dalam hadits ini?
Asy Syatibi dalam Al I’tishom mengatakan, “Tidak mungkin kita memaksudkan sunnah hasanah (amalan kebaikan) dan sayyi’ah (amalan kejelekan) di sini dengan suatu perkara yang baru diada-adakan tanpa ada contoh sebelumnya. Tetap yang dimaksud dengan hasanah (kebaikan) dan sayyi’ah (kejelekan) dikembalikan pada syari’at. Menganggap baik (tahsin) dan buruk (taqbih) sesuatu tetap harus dikembalikan kepada syari’at dan bukan dengan semata-mata logika.”&lt;blockquote&gt;

Silakan menyimak komentar tersebut secara lengkap pada link tadi. Semoga Allah selalu memberi taufik padamu.

Muh Abduh T</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenai hadits :</p>
<blockquote><p>“Barangsiapa membuat<br />
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang<br />
mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat<br />
buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang<br />
mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits<br />
no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi<br />
Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). </p></blockquote>
<p>Silakan Akhi Abu Labib membaca artikel dalam website ini</p>
<p><a href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html#comments" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html#comments</a></p>
<p>Dalam kolom komentar kami sudah menjelaskan maksud hadits tersebut :</p>
<p>Adapun hadits yang antum katakana (HR. Muslim no. 1017) :</p>
<blockquote><p>“Barangsiapa melakukan suatu amalan kebaikan (sunnah hasanah) lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan (sunnah sayyi’ah) lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” Apa yang dimaksudkan dengan amalan kebaikan dan kejelekan dalam hadits ini?<br />
Asy Syatibi dalam Al I’tishom mengatakan, “Tidak mungkin kita memaksudkan sunnah hasanah (amalan kebaikan) dan sayyi’ah (amalan kejelekan) di sini dengan suatu perkara yang baru diada-adakan tanpa ada contoh sebelumnya. Tetap yang dimaksud dengan hasanah (kebaikan) dan sayyi’ah (kejelekan) dikembalikan pada syari’at. Menganggap baik (tahsin) dan buruk (taqbih) sesuatu tetap harus dikembalikan kepada syari’at dan bukan dengan semata-mata logika.”<br />
<blockquote>
<p>Silakan menyimak komentar tersebut secara lengkap pada link tadi. Semoga Allah selalu memberi taufik padamu.</p>
<p>Muh Abduh T</p></blockquote>
</blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Labib</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/comment-page-1#comment-15076</link>
		<dc:creator>Abu Labib</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 05:09:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=145#comment-15076</guid>
		<description>Mohon penjelasan tentang hadits dibawah ini :

“Barangsiapa membuat
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang
mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat
buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang
mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits
no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi
Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan
makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.

Ana tunggu penjelasannya.

Wassalamu&#039;alaykum,

Abu Labib</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon penjelasan tentang hadits dibawah ini :</p>
<p>“Barangsiapa membuat<br />
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang<br />
mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat<br />
buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang<br />
mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits<br />
no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi<br />
Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan<br />
makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.</p>
<p>Ana tunggu penjelasannya.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum,</p>
<p>Abu Labib</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tamam</title>
		<link>http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html/comment-page-1#comment-944</link>
		<dc:creator>tamam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 03:50:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=145#comment-944</guid>
		<description>ikhlas enak diucapkan,akan tetapi susah diimplemensikan dalam hati dan perbuatan. berdalil atau berapologi dengan ayat-ayat lebih mudah daripada mempraktekkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ikhlas enak diucapkan,akan tetapi susah diimplemensikan dalam hati dan perbuatan. berdalil atau berapologi dengan ayat-ayat lebih mudah daripada mempraktekkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

