Tata Cara Shalat Malam dan Witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


Tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah. Secara bahasa berarti jalsah (duduk). Kemudian perbuatan duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai shalat malam 4 rakaat disebut tarwihah; karena dengan duduk itu orang-orang bisa beristirahat setelah lama melaksanakan qiyam Ramadhan.

Menegakkan Shalat malam atau tahajud atau tarawih dan shalat witir di bulan Ramadhan merupakan amalan yang sunnah. Bahkan orang yang menegakkan malam Ramadhan dilandasi dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Sebagaimana dalam hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ قاَمَ رَمَضَانَ إِيـْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »

“Siapapun yang menegakkan bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim 1266)

Pada asalnya shalat sunnah malam hari dan siang hari adalah satu kali salam setiap dua rakaat. Berdasarkan keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah shalat malam itu?” Beliau menjawab:

« مَثْنىَ مَثْنىَ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »

“Dua rakaat – dua rakaat. Apabila kamu khawatir mendapati subuh, maka hendaklah kamu shalat witir satu rakaat.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu yang lain dikatakan:

« صَلاَةُ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ رَكْعَتَانِ رَكْعَتَانِ »

“Shalat malam hari dan siang hari itu dua rakaat – dua rakaat.” (HR Ibn Abi Syaibah) (At-Tamhiid, 5/251; Al-Hawadits, 140-143; Fathul Bari’ 4/250; Al-Muntaqo 4/49-51)

Maka jika ada dalil lain yang shahih yang menerangkan berbeda dengan tata cara yang asal (dasar) tersebut, maka kita mengikuti dalil yang shahih tersebut. Adapun jumlah rakaat shalat malam atau shalat tahajud atau shalat tarawih dan witir yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah lebih dari 11 atau 13 rakaat.

Shalat tarawih dianjurkan untuk dilakukan berjamaah di masjid karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melakukan hal yang sama walaupun hanya beberapa hari saja. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Nu’man bin Basyir rahimahullah, ia berkata:

“Kami melaksanakan qiyamul lail bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam 23 Ramadhan sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan sampai separuh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur.” (HR. Nasa’i, Ahmad, Al-Hakim, Shahih)

Beserta sebuah Hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dia berkata:

Kami puasa tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memimpin kami untuk melakukan shalat (tarawih) hingga Ramadhan tinggal tujuh hari lagi, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami shalat sampai lewat sepertiga malam. Kemudian beliau tidak keluar lagi pada malam ke enam (tinggal 6 hari lagi – pent). Dan pada malam ke lima (tinggal 5 hari – pent) beliau memimpin shalat lagi sampai lewat separuh malam. Lalu kami berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Seandainya engkau menambah lagi untuk kami sisa malam kita ini?’, maka beliau bersabda:

« مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتىَّ يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ »

“Barang siapa shalat tarawih bersama imam sampai selesai maka ditulis baginya shalat malam semalam suntuk.”

Kemudian beliau tidak memimpin shalat lagi hingga Ramadhan tinggal tiga hari. Maka beliau memimpin kami shalat pada malam ketiga. Beliau mengajak keluarga dan istrinya. Beliau mengimami sampai kami khawatir tidak mendapatkan falah. Saya (perowi) bertanya ‘apa itu falah?’ Dia (Abu Dzar) berkata ‘sahur’. (HR. Nasa’i, Tirmidzi, Ibn Majah, Abu Daud, Ahmad, Shahih)

Hadits itu secara gamblang dan tegas menjelaskan bahwa shalat berjamaah bersama imam dari awal sampai selesai itu sama dengan shalat sendirian semalam suntuk. Hadits tersebut juga sebagai dalil dianjurkannya shalat malam dengan berjamaah.

Bahkan diajurkan pula terhadap kaum perempuan untuk shalat tarawih secara berjamaah, hal ini sebagaimana yang diperintahkan oleh khalifah Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu yaitu beliau memilih Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi imam untuk kaum lelaki dan memilih Sulaiman bin Abu Hatsmah radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi imam bagi kaum wanita.

Tata Cara Shalat Malam

Perlu kita ketahui bahwa tata cara shalat malam atau tarawih dan shalat witir yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ada beberapa macam. Dan tata cara tersebut sudah tercatat dalam buku-buku fikih dan hadits. Tata cara yang beragam tersebut semuanya pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Semua tata cara tersebut adalah hukumnya sunnah.

Maka sebagai perwujudan mencontoh dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka hendaklah kita terkadang melakukan cara ini dan terkadang melakukan cara itu, sehingga semua sunnah akan dihidupkan. Kalau kita hanya memilih salah satu saja berarti kita mengamalkan satu sunnah dan mematikan sunnah yang lainnya. Kita juga tidak perlu membuat-buat tata cara baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau mengikuti tata cara yang tidak ada dalilnya.

Shalat tarawih sebanyak 13 rakaat dengan perincian sebagai berikut:

  1. Beliau membuka shalatnya dengan shalat 2 rakaat yang ringan.
  2. Kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang panjang.
  3. Kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan tiap rakaat yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya hingga rakaat ke-12.
  4. Kemudian shalat witir 1 rakaat.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Kholid al-Juhani, beliau berkata: “Sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam, maka beliau memulai dengan shalat 2 rakaat yang ringan, Kemudian beliau shalat 2 rakaat dengan bacaan yang panjang sekali, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat witir 1 rakaat.” (HR. Muslim)

Faedah, Hadits ini menjadi dalil bolehnya shalat iftitah 2 rakaat sebelum shalat tarawih.

Shalat tarawih sebanyak 13 rakaat dengan perincian sebagai berikut:

  1. Melakukan shalat 8 rakaat dengan sekali salam setiap 2 rakaat.
  2. Kemudian melakukan shalat witir langsung 5 rakaat sekali salam.

Hal ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan tidur malam, maka apabila beliau bangun dari tidur langsung bersiwak kemudian berwudhu. Setelah itu beliau shalat delapan rakaat dengan bersalam setiap 2 rakaat kemudian beliau melakukan shalat witir lima rakaat yang tidak melakukan salam kecuali pada rakaat yang kelima.”

Shalat tarawih sebanyak 11 rakaat dengan perincian sebagai berikut:

  1. Melakukan shalat 10 rakaat dengan sekali salam setiap 2 rakaat.
  2. Kemudian melakukan shalat witir 1 rakaat.

Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah, beliau berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يُصَلىِّ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَ هِيَ الَّتِي يَدْعُوْ النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلىَ الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلَّمُ بَيْنَ كُلّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam atau tarawih setelah shalat Isya’ – Manusia menyebutnya shalat Atamah – hingga fajar sebanyak 11 rakaat. Beliau melakukan salam setiap dua rakaat dan beliau berwitir satu rakaat.” (HR. Muslim)

Shalat tarawih sebanyak 11 rakaat dengan perincian sebagai berikut:

  1. Melakukan shalat 8 rakaat dengan sekali salam setiap 4 rakaat.
  2. Kemudian shalat witir langsung 3 rakaat dengan sekali salam.

Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata:

مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 Rakaat. Beliau shalat 4 rakaat sekali salam maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir 3 rakaat.” (HR Muslim)

Tambahan: Tidak ada duduk tahiyat awal pada shalat tarawih maupun shalat witir pada tata cara poin ini, karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Bahkan ada larangan menyerupai shalat maghrib.

Shalat tarawih sebanyak 11 rakaat dengan perincian sebagai berikut:

  1. Melakukan shalat langsung sembilan rakaat yaitu shalat langsung 8 rakaat, tidak duduk kecuali pada rakaat yang kedelapan tanpa salam kemudian berdiri 1 rakaat lagi kemudian salam.
  2. Kemudian shalat 2 rakaat dalam keadaan duduk.

Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah, beliau berkata:

كُناَّ نُعِدُّ لَهُ سِوَاكَهُ وَ طَهُوْرَهُ، فَيَـبْعَثُهُ اللهُ مَا شَاءَ أَنْ يَـبْعَثَهُ مِنَ الَّيْلِ، فَيَتَسَوَّكُ وَ يَتَوَضَأُ وَ يُصَلِى تِسْعَ رَكْعَةٍ لاَ يَـجْلِسُ فِيْهَا إِلاَّ فِي الثَّامِنَةِ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ، ثُمَّ يَنْهَضُ وَ لاَ يُسَلِّمُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّى التَّاسِعَةَ، ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيْمًا يُسْمِعْناَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ مَا يُسَلِمُ وَ هُوَ قَاعِدٌ (رواه مسلم)

“Kami dahulu biasa menyiapkan siwak dan air wudhu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas kehendak Allah beliau selalu bangun malam hari, lantas tatkala beliau bangun tidur langsung bersiwak kemudian berwudhu. Kemudian beliau melakukan shalat malam atau tarawih 9 rakaat yang beliau tidak duduk kecuali pada rakaat yang kedelapan lantas membaca pujian kepada Allah dan shalawat dan berdoa dan tidak salam, kemudian bangkit berdiri untuk rakaat yang kesembilan kemudian duduk tahiyat akhir dengan membaca dzikir, pujian kepada Allah, shalawat dan berdoa terus salam dengan suara yang didengar oleh kami. Kemudian beliau melakukan shalat lagi 2 rakaat dalam keadaan duduk.” (HR. Muslim 1233 marfu’, mutawatir)

Faedah, Hadits ini merupakan dalil atas:

  1. Bolehnya shalat lagi setelah shalat witir.
  2. Terkadang Nabi shalat witir terlebih dahulu baru melaksanakan shalat genap.
  3. Bolehnya berdoa ketika duduk tasyahud awal.
  4. Bolehnya shalat malam dengan duduk meski tanpa uzur.

Shalat tarawih sebanyak 9 rakaat dengan perincian sebagai berikut:

  1. Melakukan shalat dua rakaat dengan bacaan yang panjang baik dalam berdiri, ruku’ maupun sujud kemudian berbaring.
  2. Setelah bangun kemudian shalat 2 rakaat lagi dengan bacaan yang panjang baik ketika berdiri, ruku’ maupun sujud kemudian berbaring.
  3. Setelah bangun kemudian shalat 2 rakaat lagi dengan bacaan yang panjang baik ketika berdiri, ruku’ maupun sujud kemudian berbaring.
  4. Setelah bangun shalat witir 3 rakaat.

Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

…ثُمَّ قَامَ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَأَطَالَ فِيْهْمَا الْقِيَامَ وَ الرُّكُوْعَ وَ السُّجُوْدَ ثُمَّ انْصَرَفَ فَنَامَ حَتَّى نَفَغَ ثُمَّ فَعَلَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ سِتُّ رَكَعَاتٍ كُلُّ ذَلِكَ يَشْتاَكُ وَ يَتَوَضَأُ وَ يَقْرَأُ هَؤُلاَءِ الآيَاتِ ثُمَّ أَوْتَرَ بِثَلاَثٍ

“…Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri melakukan shalat 2 rakaat maka beliau memanjangkan berdiri, rukuk dan sujudnya dalam 2 rakaat tersebut, kemudian setelah selesai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbaring sampai mendengkur. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi hal tersebut sampai 3 kali sehingga semuanya berjumlah 6 rakaat. Dan setiap kali hendak melakukan shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak kemudian berwudhu terus membaca ayat (Inna fii kholqis samawati wal ardhi wakhtilafil laili… sampai akhir surat) kemudian berwitir 3 rakaat.” (HR. Muslim)

Faedah, Hadits ini juga menjadi dalil kalau tidur membatalkan wudhu

Shalat tarawih sebanyak 9 rakaat dengan perincian sebagai berikut:

  1. Melakukan shalat langsung 7 rakaat yaitu shalat langsung 6 rakaat, tidak duduk kecuali pada rakaat yang ke-6 tanpa salam kemudian berdiri 1 rakaat lagi kemudian salam. Maka sudah shalat 7 rakaat.
  2. Kemudian shalat 2 rakaat dalam keadaan duduk.

Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah yang merupakan kelanjutan hadits no.5 beliau berkata: “Maka tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah tua dan mulai kurus maka beliau melakukan shalat malam atau tarawih 7 rakaat. Dan beliau melakukan shalat 2 rakaat yang terakhir sebagaimana yang beliau melakukannya pada tata cara yang pertama (dengan duduk). Sehingga jumlah seluruhnya 9 rakaat.” (HR. Muslim 1233)

Disunnahkan pada shalat witir membaca surat “Sabbihisma…” pada rakaat yang pertama dan membaca surat al-Ikhlas pada rakaat yang kedua dan membaca surat al-Falaq atau an-Naas pada rakaat yang ketiga. Atau membaca surat “Sabbihisma…” pada rakaat yang pertama dan membaca surat al-Kafirun pada rakaat yang kedua dan membaca al-Ikhlas pada rakaat yang ketiga.

Tata cara tersebut di atas semua benar. Boleh melakukan shalat malam atau tahajud atau tarawih dan witir dengan cara yang dia sukai, tetapi yang lebih afdhol adalah mengerjakan semua tata cara tersebut dengan berganti-ganti. Karena bila hanya memilih satu cara berarti menghidupkan satu sunnah tetapi mematikan sunnah yang lainnya. Bila melakukan semua tata cara tersebut dengan berganti-ganti berarti telah menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang banyak ditinggalkan oleh kaum Muslimin.

Adapun pada zaman Khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu Kaum muslimin melaksanakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat, 13 rakaat, 21 rakaat dan 23 rakaat. Kemudian 39 rakaat pada zaman khulafaur rosyidin setelah Umar radhiyallahu ‘anhu tetapi hal ini khusus di Madinah. Hal ini bukanlah bid’ah (sehingga sama sekali tidak bisa dijadikan dalil untuk adanya bid’ah hasanah) karena para sahabat memiliki dalil untuk melakukan hal ini (shalat tarawih lebih dari 13 rakaat). Dalil tersebut telah disebutkan di atas ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang shalat malam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

« مَثْنىَ مَثْنىَ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »

“Dua rakaat – dua rakaat. Apabila kamu khawatir mendapati subuh, maka hendaklah kamu shalat witir satu rakaat.” (HR. Bukhari)

Pada hadits tersebut jelas tidak disebutkan adanya batasan rakaat pada shalat malam baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Batasannya adalah datangnya waktu subuh maka diperintahkan untuk menutup shalat malam dengan witir.

Para ulama berbeda sikap dalam menanggapi perbedaan jumlah rakaat tersebut. Jumhur ulama mendekati riwayat-riwayat tersebut dengan metode al-Jam’u bukan metode at-Tarjih (Metode tarjih adalah memilih dan memakai riwayat yang shahih serta meninggalkan riwayat yang lain atau dengan kata lain memilih satu pendapat dan meninggalkan pendapat yang lain. Hal ini dipakai oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam menyikapi perbedaan jumlah rakaat ini. Metode al-Jam’u adalah menggabungkan yaitu memakai semua riwayat tanpa meninggalkan dan memilih satu riwayat tertentu. Metode ini dipilih oleh jumhur ulama dalam permasalahan ini). Berikut ini beberapa komentar ulama yang menggunakan metode penggabungan (al-Jam’u) tentang perbedaan jumlah rakaat tersebut:

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Ia boleh shalat 20 rakaat sebagaimana yang masyhur dalam mazhab Ahmad dan Syafi’i. Boleh shalat 36 rakaat sebagaimana yang ada dalam mazhab Malik. Boleh shalat 11 dan 13 rakaat. Semuanya baik, jadi banyak atau sedikitnya rakaat tergantung lamanya bacaan atau pendeknya.” (Majmu’ al-Fatawa 23/113)
  • Ath-Thartusi berkata: “Para sahabat kami (malikiyyah) menjawab dengan jawaban yang benar, yang bisa menyatukan semua riwayat. Mereka berkata mungkin Umar pertama kali memerintahkan kepada mereka 11 rakaat dengan bacaan yang amat panjang. Pada rakaat pertama imam membaca 200 ayat karena berdiri lama adalah yang terbaik dalam shalat. Tatkala masyarakat tidak kuat lagi menanggung hal itu maka Umar memerintahkan 23 rakaat demi meringankan lamanya bacaan. Dia menutupi kurangnya keutamaan dengan tambahan rakaat. Maka mereka membaca surat Al-Baqarah dalam 8 rakaat atau 12 rakaat.”
  • Imam Malik rahimahullah berkata: “Yang saya pilih untuk diri saya dalam qiyam Ramadhan adalah shalat yang diperintahkan Umar yaitu 11 rakaat itulah cara shalat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun 11 dekat dengan 13.
  • Syaikh Abdul ‘Aziz bin Bazz berkata: “Sebagian mereka mengira bahwa tarawih tidak boleh kurang dari 20 rakaat. Sebagian lain mengira bahwa tarawih tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Ini semua adalah persangkaan yang tidak pada tempatnya, BAHKAN SALAH. Bertentangan dengan hadits-hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa shalat malam itu muwassa’ (leluasa, lentur, fleksibel). Tidak ada batasan tertentu yang kaku yang tidak boleh dilanggar.”

Adapun kaum muslimin akhir jaman di saat ini khususnya di Indonesia adalah umat yang paling lemah. Kita shalat 11 rakaat (Paling sedikit) dengan bacaan yang pendek dan ada yang shalat 23 rakaat dengan bacaan pendek bahkan tanpa tu’maninah sama sekali!!!

Doa Qunut dalam Shalat Witir

Doa qunut nafilah yakni doa qunut dalam shalat witir termasuk amalan sunnah yang banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya. Karena tidak mengetahuinya banyak kaum muslimin yang membid’ahkan imam yang membaca doa qunut witir. Kadang-kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai qunut dalam shalat witir dan terkadang tidak. Hal ini berdasarkan hadits:

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقْنُتُ فِي رَكْعَةِ الْوِتْرِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang membaca qunut dalam shalat witir.” (HR. Ibnu Nashr dan Daraquthni dengan sanad shahih)

يَجْعَلُهُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ

“Beliau membaca qunut itu sebelum ruku.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Dawud dan An-Nasa’i dalam kitab Sunanul Qubro, Ahmad, Thobroni, Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir dengan sanad shahih)

Adapun doa qunut tersebut dilakukan setelah ruku’ atau boleh juga sebelum ruku’. Doa tersebut dibaca keras oleh imam dan diaminkan oleh para makmumnya. Dan boleh mengangkat tangan ketika membaca doa qunut tersebut.

Di antara doa qunut witir yang disyariatkan adalah:

« الَلَّهُمَّ اهْدِناَ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِناَ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّناَ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَباَرِكْ لَناَ فِيْماَ أَعْطَيْتَ، وَقِناَ شَرَّ ماَ قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّناَ وَتَعَالَيْتَ، لاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ »

Maraji’:

  1. Shohih Muslim
  2. Qiyaamur Ramadhan li Syaikh Al-Albanyrahimahullah
  3. Sifat Tarawih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
  4. Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
  5. Majalah As-Sunnah Edisi 07/1424H/2003M
  6. Tata Cara Shalat Malam Nabi oleh Ustadz Arif Syarifuddin, Lc.

Timika, 3 Ramadhan 1428 H

Kumpulan artikel fikih shalat atau sifat shalat Nabi silakan simak Kumpulan Artikel Fikih Shalat Sesuai Sunnah Nabi

***

Penulis: R. Handanawirya (Alumni Ma’had Ilmi)
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar

  • Iman

    Hendak tanya mengenai tidak adanya duduk tahiyat awal dalam shalat tarawih jika yang kita lakukan 4-4-3, bukankah hal itu mengembalikan kepada kemuthlaqan hadits – hadits mengenai sifat shalat? Adanya larangan untuk menyerupai shalat maghrib itu bukankah khusus pada shalat witir saja , mengapa diqiyaskan untuk shalat tarawih ?

    Jazakallahu khairan

  • RUSDIANTO

    kenapa umat muslim dalam melakukan shalat tahajjud yang dipake selalu 2 rakaat x 5 plus witir 3 rakaat, padahal ada hadist yang lebih shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan muslim yang didasarkan pada keterangan Siti Aisyah yang menyebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah shalat malam lebih dari 10 rakaat baik dibulan ramadhan maupun diluar ramadhan, 4 rakaat salam yang cukup lama dan sempurna lalu shalat lagi 4 rakaat yang sama panjang dan sempurna, kemudian dia shalat witir 3 rakaat, lihat di RIYADUS SHALIHIN hal.203 , mohon diperhatikan demi kemaslahatan ummat.
    terima kasih

  • Ali Rido

    Assalamu’alaikum, Syaikh Dana yang ana hormati dan ana segani. penjelasan antum sangat detail dan menarik sekali mengenai “tata cara sholat malam dan witir nabi”. semua dalil hadits yang antum kemukakan dari hadits-hadits shohih.
    Ada beberapa yang ingin ana tanyakan sbb :
    1. Apa perbedaan antara sholat tarawih dengan sholat tahajud?, apakah perbedaannya sebatas jumlah rokaat ataukah sebatas perbedaaan bulan saja,romadhon atau diluar romadhon?
    2. yang saya tahu selama ini, jumlah rokaat sholat tahajjud tidak terbatas sampai waktu shubuh tiba. ini artinya bisa 11 rokaat bisa 39 rokaat bahkan 100 rokaat. padahal hadits yang diriwayatkan siti Aisyah,bahwa rosululloh tidak pernah sholat malam lebih dari 11 rokaat.
    mohon penjelasannya.
    terima kasih.

  • Naufal Nur Zahid

    Ass.wrwb,saya langsung mau btanya,apakah boleh doa qunut itu dilakukan dlm sholat subuh?terimakasih jawabannya.jazakallah khairan

  • Handanawirya

    Assalamu’alaikum warohmatulloh, Bismillah…alhamdulillah ash-sholaatu was-salaamu ‘ala rosulillah wa ‘ala alihi wa ashhaabihi wa ba’du:

    untuk akhi Iman, Afwan ana kurang paham pertanyaan antum. Yang jelas demikianlah praktek Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bahwa sholat 4 rokaat pada tatacara ini tidak ada tahiyat awal dan begitu juga pada sholat witir 3 roka’at. Hal ini (tidak melakukan tahiyat awal pada tatacara ini) adalah sunnah tarkiyah (tuntunannya adalah ditinggalkan!) yang akan menjadi bid’ah jika kita lakukan. Larangan menyerupakan witir dengan sholat maghrib adalah penguat, tanpa hal itu pun kita terlarang melakukan sesuatu yang Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam tinggalkan dalam ibadah dan sebaliknya.

    Akhi Rusdi, mungkin yang benar dari perkataan ‘Aisyah rodhiallohu ‘anha adalah “tidak pernah lebih dari 11 rokaat” bukan “10 rokaat”. Semua tatacara diatas adalah sunnah dan harus kita lestarikan tanpa harus menghilangkan/menolak salah satu atau beberapa tatacara diatas. Silahkan antum tanya kepada personil-personil terkait mengapa mereka hanya selalu sholat dua roka’at – dua roka’at kemudian coba antum ajak untuk mengamalkan tatacara 4-4-3 beserta penjelasan haditsnya (tatacara 4-4-3 juga telah dijelaskan ditulisan ana diatas mungkin antum terlewat membacanya sehingga antum menuliskan kembali pada pertanyaan antum). Tapi tidak perlu menyerang/menolak apa yang selama ini mereka lakukan selama masih sesuai dengan hadits-hadits diatas karena hal tersebut juga sunnah (semua kata sunnah pada jawaban ini bermakna = tutunan Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bukan sunnah >< makruh).
    Tambahan dari ana bahwa tidak dikenal tambahan “Siti” pada nama ‘Aisyah rodhiallohu ‘anha, demikian juga untuk Khodijah rodhiallohu ‘anha. Bisa antum cek diseluruh hadits-hadits dimana nama mereka disebut, niscaya antum tidak akan mendapati tambahan “Siti”. Dan merupakan adab bagi kita untuk selalu menyertai pengucapan atau penulisan Nabi atau Rosululloh dengan sholawat dan salam (Sholallohu ‘alaihi wa sallam).

    Akhi Ali Rido, sejauh yang ana dapatkan sholat malam dan sholat tahajjud adalah sama hanya masalah bulan pelaksanaannya saja. Sholat malam Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam pada malam Romadhon itulah yang disebut sholat tarawih.
    Sholat malam dua roka’at-dua roka’at adalah Perkataan Nabi ‘alaihish sholaatu was salaam dan dipahami tanpa batas, sedangkan praktek Nabi tidak lebih dari 13 roka’at adalah perbuatan beliau ‘alaihish sholaatu was salaam dan hal ini tidak dipahami sebagai pembatas bagi para ulama yang menggunakan metode al-jam’u karena tidak ada pernyataan tegas dari Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam tentang pembatasan sholat malam. Pernyataan tersebut adalah dari ‘Aisyah rodhiallohu ‘anha. Dalam ilmu ushul fiqh perkataan lebih didahulukan atas perbuatan beliau ‘alaihish sholaatu was salaam. Akan tetapi jelas dengan adanya perbuatan nabi sholalllohu ‘alaihi wa sallam yang tidak melebihi 13 roka’at diambil faidah yang lebih utama dan berpahala adalah dengan mengikuti apa yang telah beliau laksanakan (tidak lebih dari 13 roka’at) sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Malik rohimahulloh.

    Akhi Naufal, qunut yang dilakukan Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam ada dua yaitu qunut witir dan qunut nazilah. Qunut witir adalah qunut yang dilakukan pada saat sholat witir dengan doa seperti yang ana tuliskan pada artikel ini. Sedangkan qunut nazilah adalah qunut yang dilakukan disetiap sholat lima waktu (tidak terbatas pada shubuh saja) dan lafaz doanya-pun berbeda. Qunut nazilah dilakukan hanya pada keadaan-keadaan tertentu saja. Adapun qunut khusus untuk sholat shubuh saja tidak pernah dilakukan oleh Nabi ‘alaihish sholaatu was salaam dan praktek yang marak saat ini…doa yang biasa dibaca ketika qunut shubuh adalah doa untuk qunut witir. Sehingga kesalahannya terletak pada pengamalan qunut pada sholat shubuh saja dan yang kedua bacaan doa yang salah penempatan. Allohu A’lam. Bisa antum baca buku “Shifat Sholat Nabi” karya syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang sudah diterjemahkan dan beredar luas, insya Alloh banyak ilmu yang antum dapatkan dari buku tersebut.

  • http://www.yahoo.co.id fidya islamiah

    assalamu alaikum wr.wb
    apa seorng makmun dalam sholat tarwih boleh meninggalkan imamnya yang cara sholatnya terburu-buru?? soalnya segala sesuatu yang di lakukan secara teburu-buru adalah perbuatan syaitan………..

  • http://www.yahoo.co.id idha

    assalamu.alaikum.wr.wb

    apakah tahiyat dlm sholat dengan cara menggerakkan telunjuk itu d benarkan dlm hukum tata cara sholat?????????afwan

  • herman ismanto

    bagaimanakah posisi duduk tasyahud sholat witir?seperti tasyahud awal(iftirosi) atau tasyahud akhir(tawaruk)?..sukron

  • Rahmad Ardiansyah

    Saya melihat selama bulan Ramadhan ini ada yang shalat witir bukan 3 rakaat sekali salam, melainkan di pecahkan menjadi 2 kali salam: salam pertama 2 rakaat dan salam ke dua 1 rakaat.
    Pertanyaan : Apakah bisa dilakukan salam pertama 2 rakaat dan salam ke dua 1 rakaat.?
    mohon penjelasan…

  • http://qurandansunnah.blogspot.com Fikri

    Kalo Qunut memang benar itu sunnah. Tapi yang jadi masalah adalah jika itu dijadikan wajib. Seperti pada sholat Subuh. padahal Rasululloh Saw tidak pernah mewajibkan Qunut Subuh. Ini yang perlu digaris bawahi.

  • Agus juwaeni

    Ass Wb Saya sngt bersukur krn bisa membaca artikel ini,sehingga menambah ilmu buat saya.tp saya sngt bersedih kl melihat kampung saya.krn berbeda pndpt(khilafiah)mslh taraweh.yg satu klmpk ingin11 rakaat dg 4-4-3.yg satu klmpk lg ingin 23 rakaat dg 2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-1.semua nggak mau mengalah.slng mempertahankan pndt masing2.kt klmpk yg 11 rakaat.trwh yg 23 itu di jaman sahabat umar.kt klmpk yg 23. Berkata 11 rakaat adalah agama anyar2(baru) mk terjadilah perpecahan.sholat tarawih di kmpng saya jd 2klpk.yg 11 rakaat di mesjid.yg 23 di rumah memisahkan diri.saya mohon bantuan Bpk bgmn caranya spy msrkt di kmp saya bersatu tdk berpecah belah?trm kash sebelumnya.wassalaam.

  • abidin

    Minta ijin copy untuk teman

  • madan

    Setelah saya perhatikan artikel diatas, saya kurang yakin karena ada beberapa hadist yang tidak begitu jelas

  • asikin

    apakah hadits yang menyatakan bolehnya shalat sunat genap rakat setelah shalat witir(HR. muslim 1233 marfu;mutawatir)shahih?, karna setau saya shalat witir itu syalat penutup dan kalo memang shahih apakah setelah shalat sunat genap itu harus ditutup lagi dengan shalat sunat witir mohon tanggapanya, terima kasih

  • MAS JO

    mohon ijin copy tulisan

  • http://deeqee.blogspot.com Dicky

    Assalamu’alaikum wr. wb.,

    Mohon pencerahan, apakah setiap salam itu, kemudian memulai shalat berikutnya harus membaca doa ifitah? Jadi misal sholat 2-2-2-2-2-2-1 maka membaca 10x doa iftitah dan sholat 4-4-3 membaca 2x doa iftitah? Mohon saudaraku semua bersedia menjawab.

    Kemudian yang menjadi pertanyaannya, walaupun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi batasan jumlah raka’at tapi beliau memberi contoh bagaimana sholatnya, mengapa kita tidak mengikutinya? Mungkin saja dia tidak memberi tahu batasan karena dia yakin umat adalah umat yang cerdas yang akan tau dari contoh yang telah dia berikan tanpa harus dijelaskan.

    Terima kasih, Wassalamu’alaikum wr. wb.

  • nurul

    kok beda nya cara mengerjakan solat witir nya………..setahu saya 3 rakaat!!!

  • nurul

    aslmkm………

    maaf sbelumnya……..stau saya solhat witir itu kok 3 rakaat ya??/tp dalam hadits kok tidak ada???tolong kebenarannya??………agar saya bs lebih mantap mlkkn ibadah…….trus ktanya stlah witir tdk boleh solat lagi kcuali solat sblum subuh???bgmn itu ya

    trims

    wasalam

  • yeye

    Assalamualaikum..!!

    Pingin banget rutin melakukan shalat malam, tapi kenapa susah banget ya?? T.T

  • m nurhan

    trimakasih atas pengetahuannya saya masih agak awam agama

  • awe

    ada beberapa ulama yang menyatakan bahwa sholat 4-4-3 itu tidak ada berdasarkan hadits bahwa sholat malam itu dua-dua, jadi menurut mereka 4-4-3 itu maksudnya 2-2 terus istirahat disambung lagi 2-2 terus istirahat lagi dan disambung sholat witir 2-1 atau 3 sekaligus

  • ramadhan

    pukul berapakah kira-kira 1/3 malam itu dan apakah bersiwak yang dilakukan Rasulullah SAW bisa kita samakan dengan menyikat gigi dengan pasta gigi? Mohon penjelasan dari saudara2 ku ikhwanul muslimun yang memahaminya, syukron.

    • http://rumaysho.com Muslim.Or.Id

      @ Ramadhan
      1. 1/3 malam itu dihitung dari waktu maghrib hingga shubuh, kalau dihitung2 sekitar jam setengah 2.
      2. Yang tepat bersiwak berbeda dengan pasta gigi. Namun kalau sulit dapati siwak, maka sebagai solusi bisa gunakan pasta gigi karena tujuannya sama2 untuk menghilangkan bau mulut.

  • Abdullah

    Assalamu’alaykum.
    Smga ustadz slalu dirahmati ALLAH SWT..
    Bolehkah sholat malam hnya dgn 2 roka’at tahajud dan 1 roka’at witir?

  • rizky

    Ustadz, Shalat malam kan tidak hanya Shalat Tahajut. Kalo saya biasanya shalat iftitah dulu 2 rakaat, dilanjutkan shalat tahajut 8 rakaat, dengan 4 rakaat salam. Terus kadang saya tambah shalat hajat 2 rakaat dan diakhiri witir 3. Menyalahi tidak ya…

  • chiell

    apakh shalat wtr hrs mnjadi shalat t’akhir qt sblm shlt sbh?

  • Abu abdirrahman

    Assalamu alaikum,akhi posi2 antum ditimika di mana?ana jg kerja disana,jwb via email ja akh.

  • ahmad saud

    Mas Saryanto,gimana kabarnya ?

  • lia

    assallamu,allaikum wr..wb sebelom nya minta maaf .ini mau tanya…kepingin sholat sunah tapi contohnya sholat dhuha tapi bacaan surat nya harus surat duha juga tapi saya belom hafal gmn solosinya sebelom nya trimakasih wasalam ..

  • Ahmad

    Asww, menarik sekali menyimak beberapa cara shalat malamnya Rasulullah seperti yang diterangkan diatas, namun ada beberapa pertanyaan dari saya yaitu:
    1. Saya terbiasa melakukan Tahajjudnya 8 raka’at, tiap 2 raka’at salam + Shalat Witir 3 raka’at, dengan 2 raka’at salam kemudian shalat lagi 1 raka’at. Apakah yang demikian juga sunnah Rasul saw? karena cara ini tidak termasuk salah satu variasi yang disebutkan diatas?
    2. Bolehkan apabila kita shalat tarawihnya berkali2,di berbagai tempat yang menyelenggarakan shalat tarawih, dengan setiap 2 raka’at salam, sehingga jumlah raka’atnya melebihi 20? Namun tetap ditutup 3 raka’at witir, dengan cara witir seperti diatas?
    Mohon maaf klo pertanyaannya kebanyakan, agar saya lebih mengerti. Jazakallah Khair.

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Ahmad
      Nantikan pembahasan shalat tawarih dalam 3 seri beberapa saat lagi. Insya Allah semua pertanyaan antum akan terjawab.

  • http://www.yahoo.com Fahrul

    Assalamu`alaikum
    Ana kemarin mendapat 2 pelajaran dari 2 ustadz bebeda tentang mengikuti imam yang shalat tarawih 23 rakaat padahal makmum meyakini shalat tarawih itu terbatas hanya sampai 11 atau 13 rakaat saja. Ada yang berpendapat:
    1.Ikuti sampai imam selesai walaupun 23 rakaat itu bid’ah supaya mendapat keutamaan tarawih sebagaimana pendapat Syaikh Utsaimin
    2.Cukup sampai 11 atau 13 rakaat,karena kelebihannya adalah bid`ah.
    Nah setelah mendengar hal itu ana jadi bimbang manakah yang lebih kuat karena kedua-duanya sama kuat dan masjid dekat ana tinggal sampai 23 rakaat?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Fahrul
      Wa’alaikumus salam.
      Siapa bilang shalat tarawih 23 raka’at itu bid’ah. Datangkan buktinya.
      Cukup kami sanggah dg perkataan Ibnu Taimiyah berikut:
      Dan memang lebih utama adalah melaksanakan shalat malam sesuai dengan kondisi para jama’ah. Kalau jama’ah kemungkinan senang dengan raka’at-raka’at yang panjang, maka lebih bagus melakukan shalat malam dengan 10 raka’at ditambah dengan witir 3 raka’at, sebagaimana hal ini dipraktekkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri di bulan Ramdhan dan bulan lainnya. Dalam kondisi seperti itu, demikianlah yang terbaik.
      Namun apabila para jama’ah tidak mampu melaksanakan raka’at-raka’at yang panjang, maka melaksanakan shalat malam dengan 20 raka’at itulah yang lebih utama. Seperti inilah yang banyak dipraktekkan oleh banyak ulama. Shalat malam dengan 20 raka’at adalah jalan pertengahan antara jumlah raka’at shalat malam yang sepuluh dan yang empat puluh. Kalaupun seseorang melaksanakan shalat malam dengan 40 raka’at atau lebih, itu juga diperbolehkan dan tidak dikatakan makruh sedikitpun. Bahkan para ulama juga telah menegaskan dibolehkannya hal ini semisal Imam Ahmad dan ulama lainnya.
      Oleh karena itu, barangsiapa yang menyangka bahwa shalat malam di bulan Ramadhan memiliki batasan bilangan tertentu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tidak boleh lebih atau kurang dari 11 raka’at, maka sungguh dia telah keliru.
      [Majmu’ Al Fatawa, 22/272]
      Nantikan pembahasan tarawih, ada tiga seri di web ini.

  • anak aqil

    ustadz,
    Saya masih bingung nich, rasa nya saya klo sholat tarawih berjamaah kurang khusu’ terlalu ramai, terlalu cepat atau terlalu nga enak semua terjantung Imam dengan bacaannya.

    karena shalat tarawih di katakan diatas sebaiknya berjamaah, saya akan laksanakan.
    cuma boleh tidak disaat 1/3 malam nanti saya sambung lagi tambahankan rakaat shalat tarawihnya?

    Ana lebih senang tarawih 4-4-3
    klo boleh tambahan rakaat shalat tarawih itu di 1/3 malam sendirian..sebaiknya gunakan bilangan 4-4-4 dst atau 2-2-2..dst hingga jelang sahur.?
    mohon dalil hadist nya di sertakan…
    atau rujukan website nya jika ada..

    sukran
    salam
    Anak Aqil

  • margo

    assalamualaikum
    ustadz,
    saya sering ragu ketika saya ingin melaksanakan shalat sunnah seperti tahajjud, hajat, istiharah, dll karena pkurangnya pengetahuan saya ttg bacaan.
    mohon kalo ada saya dikirimi tata cara shalat2 sunnah dan bacaannya.
    karena buku2 yg saya baca selama ini kurang dapat membantu
    terima kasih
    wassalamualaikum

  • alfaishol

    “Tambahan: Tidak ada duduk tahiyat awal pada shalat tarawih maupun shalat witir pada tata cara poin ini, karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Bahkan ada larangan menyerupai shalat maghrib.”

    yang kita ketahui bersama, larangan menyerupai sholat maghrib itu ada di witir, apakah bisa diqiyashkan ke dalam 4 raka’at itu,

    atau mungkin ada qoul ulama dalam hal ini?

  • zzulmi

    ms mo nanya nech,,,,,jika kita udah witir setelah solat tarawih,pada saat solat tahajud boeh gak kita meakukan solat witir sebagai penutup………..tolong baasannya dikirim via email yaaa…zzulmi@yahoo.com….terima kasih…

  • Budiman

    Ustadz, bolehkah bagaimana dengan shalat tarawih 2-2-2-2, dan witir 2-1?
    Oh ya sekedar komentar, widget radio yang mengikuti scroll terasa mengganggu. Tampilan yang dulu lebih rapi.

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Budiman
      Shalat tarawih dg dua raka’at salam itu lebih bagus kata imam nawawi.

  • alvian ansori

    Assalamu’alaikum wrb

    saya menunaikan sholat tahajud tidak di tutup dengan sholat witir karna sholat witir sudah saya lakasanakan bersamaan sholat tarawih apakah sholat tahajud yg saya kerjakan itu syah tolong penjelasannya….

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Alvian anshori
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,
      Tetap sah, karena shalat witir bukan syarat sah shalat tahajjud.

  • yusuf

    assalamualaikum pak ustadz,saya mau tanya,apakah solat witir 1 rokaat setelah selesai solat tarawih,itu ada zaman rasullullah swa.wasallamualaikum

  • harga ponsel terbaru

    shalat witir itu kan shalat penutup, kalau kita shalat witir sebelum shalat tahajjud, hukumnya bagaimana ya pak ustadz?

  • ainun

    assalamu alaikum wr.wb
    saya mengikuti sholat tareweh 8 rakaat secara berjamaah di mesjid apakah sy harus mengikuti imam hingga selesai witir 3 rakaat atau saya bisa meninggalkan witir? sy bermaksud untuk sholat tahajud barulah saya tutup dng witir. mohon penjelasan

  • Pencari Ilmu

    bismillah…
    afwan akh, apakah ada tutunannya tentang pelaksanaan shalat lail yg dilakukan setelah shalat tarawih? karena yg ana dapati dr dalil2 maupun penjelasan ulama, tdk disebutkan adanya shalat lail yg dikerjakan setelah shalat tarawih. jadi ana hanya mencukupkan diri dg shalat tarawih saja, kemudian malamnya digunakan utk membaca Al-Qur’an atau lainnya yg bermanfaat.
    barakallahu fiikum…

  • Abdul

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Ustadz,dalil tentang bacaan surat al-Qadr pada setiap rakaat terakhir(2 rakaat) pada shalat taraweh di 15 malam terakhir ada gg?

    syukron & barokallahu fik…

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Abdul
      Wa’alaikumus salam.
      Itu amalan yg mengada-ada.

  • yudha

    saya masih bingung dgn cara mengerjakan sholat tahajud.apakah dikerjakan 2 rakaat salam dan langsung berdoa atau 2 rakaat salam lgsg lanjut melaksanakan 2 rakaat berikutnya sampai 8 rakaat n 3 witir.terima kasih

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #yudha
      Keduanya boleh.

  • by yudik priyambodo

    klow sholat subuh gimana dg doa qunut,mhon saya dibri thu hadist yg mnjdidsarnya,trimakasih

  • ‘Muallaf’

    Assalammu’alikum Wr. Wb
    Yth. Ustadz
    Saya Islam sejak kecil, tetapi karena kebodohan saya, selama ini saya tidak pernah mensyukuri nikmat itu, alhamdullillah… walaupun dengan pengetahuan yang sangat terbatas, sekarang saya mencoba untuk menjadi muslim yang sebenarnya, mohon ustadz berkenan mengirimkan hal-hal yang berkaitan dengan tata cara shalat yang benar, baik itu yang fardhu maupun sunat, selama ini saya mencoba untuk melakukannya, alhamdullillah, saya merasakan ketenangan luar biasa yang selama ini tidak pernah saya dapatkan, saya ingin belajar, tetapi terkadang saya masih merasa malu (mudah2an Allah SWT mengampuni saya) untuk belajar secara langsung, saya sangat berterima kasih jika ustadz mau membantu saya, dan mudah2an Allah membalas kebaikan ustadz, terima kasih, wassalammu’alaikum wr.wb

  • Dinar

    Assalamu’alaikum wr. wb.,

    Bolehkan sholat Tahajjud berjamaah bersama suami sebagai imam dan anak 2 kami..? krn ada teman saya yg bilang klo sohlat tahajjud itu harus sendiri…terima kasih.

    wasalam

  • http://www.herahadi.com herahadi

    kalau tahajud itu wajib make witir atau tidak?
    apa benar tahajud tidak boleh berjamaah?

  • http://muslim.or.id han

    ass..sebaiknya solat witir duluan apa solat tahajjud dan ditutup solat witir. tks

  • Abdus Salam

    apakah Rosululloh SAW mengamalkan sholat qobliyah Jum’at sebelum khutbah Jum’at?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Abdus Salam
      Beliau tidak pernah mengamalkan shalat yang diistilahkan shalat qabliyah jum’at tersebut.

  • http://hancurkanbentengkhoibar.blogspot.com azzam mrc

    assalamu’alaikum wr. wb

    afwan ustad…ana mau tanya ne…apakah hadis yg ustad jadikn dalil soal do’a qunut to di dalam buku karangan siapa dan hadist riwayat siapa…satau ana ga tuntunan do’a qunut dalam sholat… meskipn ada to adalah dalil yg dhoif…alias hadits lemah…jadi ana leh saran jika ingin memberikan suatu dalil tlong brikan secara lengkap agar kita bisa cermati…yg jadi masalahnya sekarang adalah do’a qunut to banyak perdebatan krn status hadits to adalah dhoif…boleh kita jadikan hadit dhoif to tuk…hanya sekedar pemahaman ja tapi jgn menganggap bahwa tu adalah sunnah…krn ga tuntunan do’a qunut to…ana tungggu jawaban ustad…1. karangan imam siapa 2. dalam kitab apa 3. perowinya siapa…
    syukron katsir…
    afmingkum
    wassalam…

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #azzam
      Wa’alaikumussalam. Silakan dibaca kembali dengan lebih cermat.

  • andy

    asalamualaikum wr wb
    ustd,saya mau tanya tentang sholat iftitah yg mengiringi sholat tahajud,bagaimana lafal niatnya,syukron…

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #andy
      Wa’alaikumussalam. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah mengajarkan lafal niat untuk ibadah shalat apapun. Berkeinginan, beritikad, berkemauan dalam hati untuk shalat itulah niat. Islam itu mudah.

  • Ulfah Suryani

    semoga bermanfaat….

  • Riskha

    assalammu’alaikum wr.wb…

    ustadz saya mau bertanya..
    apakah boleh setelah shalat tahajud, dilanjutkan dengan shalat hajat lalu ditutup dengan witir??

    bolehkah dalam 1 waktu kita melakukan shalat sunnah yang berbeda???
    jika tidak boleh, adakah hadits yg shahih yg melarang/memperbolehkan????

    satu lagi, apakah jika bulan ramadhan jika sudah melaksanakan shalat tarawih kita tidak boleh melaksanakan shalat tahajud???

    mohon bantuannya ustadz,,
    terima kasih,,
    wassalam..

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam.
      @ Riskha
      1. Mengenai shalat hajat di sini yg perlu diteliti keabsahan haditsnya.
      2. boleh lakukan beberapa macam shalat sunnah yg berbeda dlm satu waktu, bhkn ada beberapa shalat sunnah yg niatnya bisa digabungkan dlm satu shalat.
      3. boleh stelah tarawih laksanakan lagi shalat tahajud.

  • http://Muslim.or.id Junaidi

    Semoga Di ridhoi ALLAH.

  • Aryasaga

    Asslamu ‘Alaikum
    Ustad Mau Bertanya:
    1. Kata teman saya , jika ingin tahajud yg 8 rakaat (setiap 4 rakaat 1x salam) tdk usah ada tahiyat awalnya apa benar?
    2. Bgaimana hukumnya jika krn bangun tidurnya telat (kira-2 30 menit lg masuk waktu sholat subuh), sholatnya tahajud hanya dapat 4 rakaat dan 3 witir?
    Terima Kasih

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Aryasaga
      Wa’alaikumussalam,
      1. Sudah dibahas dalam artikel, mohon dibaca kembali
      2. Selama belum masuk waktu subuh maka masih bisa melakukan shalat tahajjud dan witir. Mengenai rakaatnya tidak ada batasan dan ketentuannya sebagaimana di artikel.

  • Aryasaga

    Maaf, satu lagi:
    Jika sholat tahajud berjamaah dgn isrti saya dgn 4 rakaat 1x salam dan juga ketika sholat tahajud sendirian , apakah bacaan Alfatiha dan Surah nya boleh dikeraskan pada setiap rakaatnya atau pada 2 rakaat awal saja atau tidak dikeraskan sama sekali?
    Terima Kasih

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Aryasaga
      Bacaan alfatihah dan surat ketika tahajud boleh dikeraskan, boleh juga tidak.

  • Faisal Gultom

    assalamu’alaikum…

    ijin share beberapa notes ya akhi\ukhti..

  • Aulia

    Assalamu’alaikum, wr, wb. Saya lebih cenderung bahwa hadist2 di atas untuk merujuk masalah shalat malam (tahajjud)saja bukan shalat tarawih. jika “Rasulullah shalat malam tidak lebih dari 11 rakaat” adalah juga termasuk sholat tarawih, berapa jumlah rakaat shalat tahajjud yang rasul kerjakan di bulan ramadhan? Jika dalam hitungan Rasul mengerjakan tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat, bukankah itu berarti Rasul tidak mengerjakan tahajjud di bulan ramadhan? mohon penjelasannya ustadz.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Aulia
      Wa’alaikumussalam, shalat tahajjud dan shalat tarawih keduanya termasuk shalat malam.

  • farih abdurrahman

    subhanallah,saya sangat bruntung bisa membaca ilmu-ilmu yg terdapat disini semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi kita semua,dan semoga setiap hari makin banyak lagi ilmu2 yg lainnya oh ya dan semoga fatwa2 para ulama salaf makin banyak lagi.amien

  • farih abdurrahman

    assalamu’alaikum ustadz afwan anna mau nanya masalah tentang sholat!!!kapankah seorang makmum dapat membaca surat al-fatihah ketika sedang sholat berjama’ah?
    1.apakah mengikuti imam yg sedang membaca,dgn
    dibaca didalam hati,atau
    2.dibaca setelah imam selesai membaca al-fatihah
    “padahal rasulullah pernah bersabda:tidak sah sholat seseorang jika tdk membaca al-fatihah”
    mohon penjelasannya.jazakumullahukhoiron

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #farih abdurrahman
      wa’alaikumussalam, ada 2 cara:
      1. Mengikuti bacaan imam. Ketika imam selesai membaca “alhamdulillahirabbil’alamin” baru anda membaca “alhamdulillahirabbil’alamin“, ketika imam selesai membaca “arrahmanirrahim” baru anda membaca “arrahmanirrahim“, dst.
      2. Dibaca setelah imam selesai. Yaitu waktu antara setelah amin sampai sebelum ruku’.

  • nilam

    Mashallah, terima kasih atas artikelnya, sangat membantu saya terlebih untuk di share ke suami saya yg mualaf.

  • yudo

    assalammualaikum, mohon maaf mohon penjelasannya mengenai:
    Dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu yang lain dikatakan:

    « صَلاَةُ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ رَكْعَتَانِ رَكْعَتَانِ »

    “Shalat malam hari dan siang hari itu dua rakaat – dua rakaat.” (HR Ibn Abi Syaibah) (At-Tamhiid, 5/251; Al-Hawadits, 140-143; Fathul Bari’ 4/250; Al-Muntaqo 4/49-51)

    Maka jika ada dalil lain yang shahih yang menerangkan berbeda dengan tata cara yang asal (dasar) tersebut, maka kita mengikuti dalil yang shahih tersebut.
    dan hadist :
    hadits shahih yang diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata:

    مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 Rakaat. Beliau shalat 4 rakaat sekali salam maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir 3 rakaat.” (HR Muslim)
    terima kasih sebelumnya, wasasalam

  • ulil amri

    ustad apa yang dibaca setelah 2rakaat pertama sholat tarawih…… dan selanjutnya…????

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #ulil amri
      Tidak ada bacaan khusus, boleh diam saja atau berdzikir bebas masing-masing dengan suara lirih.

  • reey

    saya mau tanya.. bacaan shalat ketikamelakukan shalat sunnah itu apakah sama dengan bacaan shalat fardhu..?? maksudnya bacaan iftitah,. karena seringkali ketika shalat sunah berjamaah, seringkali saya mendapati imam saya seperti langsung membaca al-fatihah setelah takbiratul ikhram..
    seperti tidak ada jeda..
    selama ini saya tahunya tetap saya baca ketika saya shalat sunah..
    terimakasih sebelumnya..

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #reey
      Membaca doa iftitah hukumnya sunnah, tidak wajib

  • fahmy

    Akhi..ana ijin download..syukron.

  • http://mnaufals.blogspot.com m naufal s

    kalo solat teraweh di mesjid 8 rakaat, terus diterusin di rumah solat witir 3 rakaat boleh,’kan?

    #makasihsebelumnya

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #m naufal s
      Boleh, namun bila mengikuti imam sampai selesai akan mendapatkan pahala shalat semalam suntuk.

  • Mukti

    maaf tanya ustadz, dikampung saya tarawih 23 raka’at tapi imamnya “ngebut” bacaanya jadi saya ga sampe selesai baca fatihahnya setiap rak’at trus ga bisa khusyu juga, jadi saya kadang memilih tarawih dirumah jama’ah sama istri dan anak tarawih 8 raka’at + 3 witir, lebih afdhol mana?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Mukti
      Sebaiknya mencari masjid lain yang shalatnya bisa tuma’ninah.

  • Pingback: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah » Kumpulan Artikel Ramadhan Di Muslim.Or.Id

  • Munawar

    Assalamualaikum,
    Di mesjid saya 23 rakaat (dengan witir), namun oleh pengurus diberi kesempatan bagi yang taraweh 8 rakaat untuk mengerjakan 3 rakaat witir terlebih dahulu dengan imam yang berbeda.
    setelah selesai imam pertama melanjutkan taraweh (20 rakaat) dan witir dengan jamaah sisa. pertanyaan : apakah yg 8 rakaat taraweh + 3 rakaat witir dengan imam yang berbeda dengan tempat dan jamaah yang sama digolongkan dalam kategori mendapatkan pahala shalat semalam suntuk juga?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Munawar
      Wa’alaikumussalam, perbuatan demikian tidak semestinya dilakukan, karena berakibat mengkotak-kotakan kaum muslimin. Sebaiknya masyarakat dipahamkan untuk mengikuti imam sampai selesai berapapun rakaat tarawihnya.

  • bagas

    Assalamu’alaikum.. ustadz ana mo tanya, bolehkah qunut 2 kali dalam 1 malam, misalnya saat salat taraweh dan saat salat tahajud ?
    Jazakumullah Khairan

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #bagas
      Qunut itu letaknya pada shalat witir dan tidak boleh mengerjakan 2 shalat witir dalam 1 malam. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
      لا وتران في ليلة
      “Tidak boleh ada 2 witir dalam 1 malam”

  • Sugeyono

    Kalo tarawih 8 rakaat dilakukan 2rakaat sekali salam boleh gk ya..??
    Dan bukankah beliau shallallahu ’alaihi wasallam bersabda bhw sholat malam hari dan siang hari itu 2rakaat 2rakaat.?? Tp ’Aisyah kok mengatakan 4rakaat sekali salam..?? Waduh bingung saya pak ….

  • tjipuk

    Ass wr wb
    mohon mau nanya ustadz, setelah selesai sholat witir di masjid. Kemudian bangun tengah malam sholat sunnah tahajud atau istikharah apakah masih diperbolehkan ?

  • http://belajarberislam.wordpress.com/ mahdiy

    يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ
    afwan sebelumnya. pada hadits Aisyah di atas, lafazhnya umum, hanya menunjukkan bahwa beliau shalat 4rakaat, tidak dijelaskan apakah beliau sekali salam atau 2x salam. namun koq dalam terjemahannya ditulis “Beliau shalat 4 rakaat sekali salammaka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya.”
    nah tambahan terjemahan “sekali salam” itu tambahan darimana ya?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #mahdiy
      Dalam hadits terdapat kata ثم yang menunjukkan urutan. Artinya dalam hadits tsb diceritakan bahwa Rasulullah shalat 4 rakaat lalu selesai, kemudian shalat 4 rakaat lagi setelah itu. Tentu ini jelas sekali dipahami bahwa salamnya setiap 4 rakaat.

  • wenan

    Sholat malam atau qiyamul lail syaratnya apa benar-benar harus tidur dulu?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #wenan
      Tidak harus

  • risa

    mau ikut2tan jawab nih, sepengetahuan saya,menurut yg saya dengar dari mamah dedeh klo tahajud itu artinya bangkit. dan menurut yg saya baca rasulmenganjurkan untuk tidur, agar tidak mengantuk dan terjadi kesalahan dalam membaca bacaan sholat tahajud. semoga saya tdak salah

  • husni

    Assalaamu’alaikum..bolehkah kita sebelum melanjutkan sholat witir,kita berdoa yg tercantum dlm al-qur’an

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #husni
      Jika dilakukan secara rutin apalagi secara berjama’ah maka tidak boleh, karena ini ritual yang diada-adakan. Jika dilakukan sendirian, dan sesekali saja, maka tidak masalah.

  • dwix

    apakah bisa kita melakukan dzikir setelah melakukan beberapa shalat malam seperti tobat, hajat dan tahajud dan dzikirnya itu d satukan??? trims

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #dwix
      Shalat tobat tidak harus di malam hari.
      shalat hajat juga tidak harus pada malam hari.
      Tidak ada dzikir khusus setelah selesai shalat tahajud, tobat dan hajat.

  • Abu Abdullah

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    saya mau bertanya, apakah tidur setelah shalat tahajud itu disunnahkan?? berdasarkan hadis berikut Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

    “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.”HR. Bukhari dan Muslim no. 1159

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Abu Abdullah
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh. Dianjurkan jika tidak dikhawatirkan mengganggu shalat shubuh.

  • Hendra Setya Senjaya

    Pa Ustadz dalam shalat tharawih rassul hanya mengerjaka secara berjama’ah selama 3 hari karena di takutkan akan di pikir wajib, berarti tarawih adalah shalat sunnah, sedangkan hadist rasul dengan sanad yang sahih bahwasannya sholat terbaik adalah di rumah kecuali shalat wajib, dan sudah pasti sisa dari shalat tarawih rasul dalam 1 bulan ramadhan adalah di rumah, jadi apakah 3 hari bulan amadhan lebih baik dari pada 27 hari ramadhan! maaf ustadz, saya masih awam, dan hanya menerima hadist dengan tanpa ragu!

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Hendra Setya Senjaya
      Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
      من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة
      Orang yang shalat tarawih bersama imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk

  • hary

    assalamualaikum ustad
    sy mau tanya dalam shalat tahajud apakah di wajibkan membaca doa iftitah pada rakaat pertama?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #hary
      Doa iftitah hukumnya sunnah

  • Namirah

    Assalamu’alaikum,

    Tolong disediakan artikel tuntunan sholat-sholat sunah. Saya baca buku panduan sholat sunnah menurut rosulullah terbitan Imam syafii, tapi disana tertulis bida’ah-bid’ah sholat termasuk sholat hajat. Di dalam buku tersebut juga menyebutkan sholat tasbih termasuk sholat sunnah sesuai rosul. Aapakah bisa admin memberikan artikel yang saya minta tsb beserta dalilnya.

    Terimakasih

  • http://rumahbukuislami.com/ suroto

    artikelnya luar biasa…………
    rumah buku

  • sri suprapti

    Assalamu’alaikum,
    saya senang membaca artikelnya, ustadz tolong dong gimana caranya saya dapat melaksanakan sholat dengan khusuk, saya dah berusaha, tapi kadang suka lupa bacaannya …….
    sebelumnya trimakasih ustadz …….

  • ahmad

    Assalamualaikum
    Terimakasih sbelumnya atas artikel diatas, menjadi lebih tercerahkan bagi saya. Saya mau nanya untuk sholat iftitah ini bisa dilakukan smua model diatas atau hanya yg sesuai artikel diatas (2 rakaat iftitah, 2 rakaat salam untk tarawih dan 1 rakaat witir).
    Terima kasih

  • walker

    Maaf jika tata cara witir ada sumbernya? karena saya baru nemu di kampung kkn witirnya (2 terus 1)2rakaat salam + 1 rakaat salam

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Walker
      Witir 3 raka’at boleh dilakukan dengan dua cara:
      1. 2 rakaat salam, 1 rakaat salam.
      2. 3 rakaat salam sekaligus, lalu salam.

  • duta

    assalamualaikum ustad
    gimana caranya melaksanakan sholat sunah hajat makasih..
    wassalamualaikum..

  • kandar

    tolong beri saya alamat sholat malam, yang lengkap.

  • Abu Rafif

    Di atas, dikatakan, bahwa witir boleh dilakukan 3 rak’at dengan dua cara 2(dua) raka’at salam tambah 1 (satu) raka’at dan 3 raka’at salam ( yuang ini sudah lazim). tapi 2 (dua ) raka’at tambah 1 (satu) nraka’at salam, dikatakan boleh, tapi tak disebutkan dalilnya. Boleh dong dicantumkan dailnya Ustadz?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal, ST., MSc.

      Ini dalilnya cara shalat witir:
      Di sini boleh dapat dilakukan dengan dua cara: [1] tiga raka’at, sekali salam, [2] mengerjakan dua raka’at terlebih dahulu kemudian salam, lalu ditambah satu raka’at kemudian salam.

      Dalil cara pertama:

      كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِى الْحُجْرَةِ وَأَنَا فِى الْبَيْتِ فَيَفْصِلُ بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمٍ يُسْمِعُنَاهُ.

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad 6/83. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

      Dalil cara kedua:

      كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi)

      Selengkapnya:
      http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3031-panduan-shalat-witir.html

  • Abu Zahidah

    Assalamualaikum !!!

    Alhamdulilah dengan membaca artikel dari website ini,menambah wawasan saya untuk lebih mendalami lagi ilmu agama yang haq ini,jazak Alloh khoir…

    Pertanyaan :

    1.Di Sydney Australia,tepatnya di masjid besar yang berada di Lakemba,saya coba untuk sholat teraweh disana,karena isu yang saya dengar, kata sebagian teman saya bahwa sholat witirnya persis sekali seperti sholat maghrib,karena saya khawatir fitnah ini maka saya coba sholat disana,ternyata betul begitu adanya…

    Bagaimana cara saya untuk memberikan nasehat kepada pengurus disana yang “salah” dalam mengamalkan hal itu? sebab para syech disana termasuk syech yang dijadikan guru di daerah Sydney ini,maaf kalau dari kata-kata saya kurang kurang baik,dan terima kasih tanggapannya….

    Wasalam.

  • Pingback: Tj Shalat Ringan (Iftitah) Sebelum Tarawih - BBG-Al Ilmu

  • Nardi Benjo

    Assalamualaikum wr. wb.!

    Numpang belajar ya. Semoga pengetahuan Anda semua yang di share ini dicatat sebagai amal kebaikan Anda semua. Terima kasih.

  • Adi
  • http://belajar-fiqih.blogspot.com Fiqih

    Semoga kita bisa mengamalkan shalat lail secara langgeng.

  • hakim fadhlullah

    ustadz, ana mau tanya klo shalat tahajud tapi tidak tidur terlebih dahulu bagaimana? syukron

    • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

      Boleh

  • Muhammad Ilham Maulana

    izin copy y artikelny, jazakumullah khairan

  • Muhammad Ilham Maulana

    artikel yang keren, izin copy nih buat pegangan

    jazaakallahu khairan….

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.