Comments on: Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih Wed, 17 Dec 2014 14:48:04 +0000 hourly 1 http://wordpress.org/?v=4.0.1 By: Sarah Haidar http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-125310 Sat, 06 Dec 2014 00:53:00 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-125310 Setuju.. Baiknya sebelumnya kita tanyakan hal-hal ini ke petugas imunisasinya, karena dari pengalaman saya, jika kita bertanya tentang sesuatu ke petugas, maka mereka akan lebih memperhatikan hal-hal tersebut :)
Wallahu ‘alam

]]>
By: Yulian Purnama http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-125244 Wed, 03 Dec 2014 14:36:00 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-125244 Tahnik memang sunnah, tapi apakah tahnik itu imunisasi?
Silakan simak:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/benarkah-tahnik-termasuk-imunisasi-islami.html

]]>
By: Yulian Purnama http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-125197 Sun, 30 Nov 2014 04:34:00 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-125197 Perkataan “resiko ditanggung sendiri” kurang tepat. Baik vaksin atau tidak vaksin, ketika terkena musibah penyakit kita harus beriman bahwa itu takdir Allah yang tetap terjadi.
Dan baik vaksin atau tidak vaksin, kita juga mesti mengambil sebab dalam bertawakal.

]]>
By: Imunisasi, Perlukah ? « Oshigita's Page http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-122872 Mon, 12 May 2014 02:39:49 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-122872 […] http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html […]

]]>
By: Soeliono Mahcaya http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-122721 Sat, 19 Apr 2014 10:24:00 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-122721 Setahu saya yg pernah kerja di puskesmas..handling vaksin sudah diupayakan semaksimal mungkin untuk menghindari kerusakan. Jika terjadi handling yang salah maka pada kemasan vaksin sudah bisa dilihat adanya perubahan warna pada indikatornya. Jika petugas mengetahui vaksin yang akan diberikan sudah berubah indikatornya maka dia tidak akan menggunakan vaksin tersebut..untuk jelasnya bisa ditanyakan pada petugas imunisasi. Petugas imunisasi juga nggak mau memberikan vaksin yg tidak berguna kepada bayi..karena jika terjadi penyakit infeksi yg seharusnya bisa dicegah karena imunisasi, maka petugas itu juga yang akan kerepotan mempertanggungjawabkan.

]]>
By: Yuanita Safitri Heryati http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-122297 Mon, 03 Mar 2014 05:33:00 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-122297 maaf bahasanya tidak bisa diterima dengan baik..

]]>
By: Rumaysho.Com – Hukum Vaksinasi dari Enzim Babi http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-122186 Fri, 21 Feb 2014 06:54:49 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-122186 […] Kalau saja binatang yang jelas-jelas bersatu langsung dengan najis -karena makanannya kelak akan menjadi darah dan daging- saja bisa dimakan, maka jika hanya sebagai katalisator sebagaimana penjelasan di atas serta tidak dimakan, lebih layak lagi untuk dipergunakan atau minimal sama. [Dinukil dari http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html […]

]]>
By: Fatwa Para Ulama, Ustadz, Dan Ahli Medis Tentang Bolehnya Imunisasi | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-121736 Sun, 02 Feb 2014 17:59:44 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-121736 […] Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi […]

]]>
By: aniina http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-121975 Tue, 28 Jan 2014 16:46:00 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-121975 Assalamualaikum

alhadulillah anak ibu sangat sehat
berarti ibu saat hamil tidak kontak dengan virus tetanus ataupun toksoid saat hamil,
tapi bila kontak dengan virus namun belum vaksin….
nah, anaknya bisa2 keguguran, cacat dsb.
pemberian vaksin ini hanya sekedar mencegah bu
kalau tidak mau ya silahkan tapi risiko ditanggung sendiri

tidak ada yang salah dari penerapan penggunaan obat yang herbal, makan yang baik, pola hidup yang sehat..
tapi ingat penyakit itu tidak selalu tentang “kesehatan si host (manusia)”
tapi juga harus dipikirkan sisi “virulensi virus atau bakteri (kehebatan virus dalam menimbulkan penyakit)”
kalau suatu hari anak ibu sakit flu, lalu dekat2 dengan si pembawa penyakit difteri misalnya, lalu jadinya gimana?
“pertahanan tubuh lemah”+”virulensi tinggi”
risiko terkena penyakit akan jauh lebih besar

apakah yakin vaksin ini 100% haram dan jauh lebih banyak buruknya dibanding baiknya?

ada baiknya sebagai orang tua dan calon orang tua tidak termakan isu2 yang bisa membuat anak menjadi korban padahal isu itu belum tentu benar.
vaksin2 ini diciptakan bukan semata2 konspirasi dari suatu agama untuk menghancurkan agama lain
tapi semata2 karena dulu, sebelum vaksin ini ada, penyakit2 ini adalah adalah penyakit yang terjadi dimana2, mudah penyebarannya dan sangat mematikan.
itu sebabnya para ahli mencari obatnya…
bukan hanya penyakit2 bervaksin tapi penyakit2 lain pun dicari obatnya

alahkah baiknya kita semua berterima kepada semua ibu yang mengizinkan anaknya untuk divaksin..
karena dengan itu anak2 kita akan lebih sedikit risikonya terkena penyakit berbahaya.
bayangkan saja kalau anak2 ini banyak yang tidak divaksin..
lalu banyak yang sakit…
maka semakin besar juga kemungkinan anak2 yang tidak divaksin untuk tertular juga.

wassalamualaikum wr.wb

]]>
By: aniina http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html#comment-121974 Tue, 28 Jan 2014 16:00:00 +0000 http://muslim.or.id/?p=7073#comment-121974 ada baiknya diimunisasi..
disini dikatakan enzim babi itu dipakai dalam pembuatan vaksin sebagai “katalisator”
katalisator= suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.
untuk mudahnya ibaratkan saja seperti kita masak air, enzim dari babi ini hanya sebagai api untuk memanaskan air, bukan menjadi campuran air agair air bisa menjadi panas.
itu untuk mudahnya saja ya karena proses pembuatan vaksin panjang dan sulit.
kalaupun tercampur, seperti yang dijelaskan diatas, kadarnya sedikit sekali dan sudah hilang pada proses akhir.
coba bayangkan setiap hari kita wudhu, baik yang pakai air pam ataupun yang lain, air di dunia ini berputar.
sudah pasti air yang kita pakai, dulu pernah kotor ataupun terkena najis. namun karena sudah melalu banyak proses air inipun bisa kita gunakan untuk berwudhu

setiap hari kita menjaga anak kita dengan kasih sayang, sandang, pangan dan papan yang terbaik.
tapi saat penyakit2 ini menyerang sulit ditangani kasusnya.
misalkan saja difteri, penyakit ini merupakan penyakit yang mengancam jiwa walau hanya terlambat 2-3 hari.
kalau sudah terkena difteri misalkan, apakah orang tua akan mempertanyakan terlebih dahulu serum anti difteri (obat difteri, bukan vaksin difteri) itu halal atau tidak saat anak sedang gawat2nya?

]]>