<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Poligami, Wahyu Ilahi Yang Ditolak</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 14:39:11 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: via</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-85859</link>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 07:13:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-85859</guid>
		<description>ehm...poligami selalu saja jadi perdebatan... mgkn krn baru sebatas membayangkan atau ada contoh tapi yang gagal. wahai kaum muslimin, bapak-bapak, ibu-ibu, mba2, mas2 dan semuanya...poligami tidak serumit, tidak pula seseram yang dibayangkan. ketika dijalani, biasa aja kok, sama saja dengan pernikahan yang tidak poligami. bahkan lebih baik yang poligami, rahmat Allah dan pertolongan-Nya benar-benar dirasakan. yang penting menjalankannya harus didasari niat yang ikhlas dan  mengharap rahmat Allah. ujian selalu ada, baik monogami atau poligami. selama manusia hidup dan mengharap surga, pasti ujian akan selalu datang menerpa. 
soal poligami, permasalahan utamanya adalah PERASAAN, merasa didzalimi, diabaikan, tidak adil dsb. namun, jika dipikir secara objyektif dengan hati yang bersih, ternyata semua itu hanya PERASAAN saja. 
sebenarnya dalam pernikahan poligami, bukan hanya pihak perempuan yang merasa &quot;terdzalimi&quot;, pihak suami juga merasakan hal yang sama. seorang suami yang berpoligami, akan timbul dalam benaknya, &quot;Andai monogami, pasti tidak begini.&quot;  kalau tidak kuat dan hanya mengandalkan PERASAAN para pelaku poligami baik suami atau istri tidak akan kuat, bisa2 sakit bengek.
saya bisa mengatakan demikian, karena pengalaman pribadi saya, saya menikah tiga kali, dua kali monogami, dan terakhir sekarang saya berada dalam pernikahan poligami jadi istri keempat lagi.semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kemudahan kepada kita semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ehm&#8230;poligami selalu saja jadi perdebatan&#8230; mgkn krn baru sebatas membayangkan atau ada contoh tapi yang gagal. wahai kaum muslimin, bapak-bapak, ibu-ibu, mba2, mas2 dan semuanya&#8230;poligami tidak serumit, tidak pula seseram yang dibayangkan. ketika dijalani, biasa aja kok, sama saja dengan pernikahan yang tidak poligami. bahkan lebih baik yang poligami, rahmat Allah dan pertolongan-Nya benar-benar dirasakan. yang penting menjalankannya harus didasari niat yang ikhlas dan  mengharap rahmat Allah. ujian selalu ada, baik monogami atau poligami. selama manusia hidup dan mengharap surga, pasti ujian akan selalu datang menerpa.<br />
soal poligami, permasalahan utamanya adalah PERASAAN, merasa didzalimi, diabaikan, tidak adil dsb. namun, jika dipikir secara objyektif dengan hati yang bersih, ternyata semua itu hanya PERASAAN saja.<br />
sebenarnya dalam pernikahan poligami, bukan hanya pihak perempuan yang merasa &#8220;terdzalimi&#8221;, pihak suami juga merasakan hal yang sama. seorang suami yang berpoligami, akan timbul dalam benaknya, &#8220;Andai monogami, pasti tidak begini.&#8221;  kalau tidak kuat dan hanya mengandalkan PERASAAN para pelaku poligami baik suami atau istri tidak akan kuat, bisa2 sakit bengek.<br />
saya bisa mengatakan demikian, karena pengalaman pribadi saya, saya menikah tiga kali, dua kali monogami, dan terakhir sekarang saya berada dalam pernikahan poligami jadi istri keempat lagi.semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kemudahan kepada kita semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arief</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-84972</link>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 08:38:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-84972</guid>
		<description>aku ingin menikahi 1 wanita sj. Insyaallah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku ingin menikahi 1 wanita sj. Insyaallah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arief</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-84971</link>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 08:36:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-84971</guid>
		<description>hai bro aku takut kalau aku tidak bsa berlaku adil. Sok Alim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai bro aku takut kalau aku tidak bsa berlaku adil. Sok Alim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: penonton</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-61119</link>
		<dc:creator>penonton</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 03:53:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-61119</guid>
		<description>wuahhh seru za....
mb dian, brppendapat dg data yg dpandang dr segi umur,.
ma&#039;af.,.,.apkah umur duhukumi &quot;pasti&quot; dlam msalah penentuan siap at tdknya seseorang itu mnikah,.
mb yang terhormat, bnyak siswa smp, yang masih umur dbwah 17,.ad yg wnita juga,.dia udah siap nikah lho mb??
terbukti, dya tau cara membuat anak, dan mampu menampung janin hingga lahir,.,(na&#039;as mereka melakukanya dg kada&#039;an ZINA)
pakah Zina sesuatu yang baik menurut data mba??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wuahhh seru za&#8230;.<br />
mb dian, brppendapat dg data yg dpandang dr segi umur,.<br />
ma&#8217;af.,.,.apkah umur duhukumi &#8220;pasti&#8221; dlam msalah penentuan siap at tdknya seseorang itu mnikah,.<br />
mb yang terhormat, bnyak siswa smp, yang masih umur dbwah 17,.ad yg wnita juga,.dia udah siap nikah lho mb??<br />
terbukti, dya tau cara membuat anak, dan mampu menampung janin hingga lahir,.,(na&#8217;as mereka melakukanya dg kada&#8217;an ZINA)<br />
pakah Zina sesuatu yang baik menurut data mba??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abdullah bin hadi</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-56652</link>
		<dc:creator>abdullah bin hadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 13:11:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-56652</guid>
		<description>@Dian.
Sekilas, data yang anda berikan berkata demikian. Tetapi sebenarnya, kalau diteliti lebih mendalam, tidak menggugurkan alasan yang anda maksud. 

Pertama, usia menikah.
Ukuran usia menikah anda berbeda dengan Islam. Untuk batas atas, Islam tidak membatasi umur. Kalau usia menikah (digabungkan dengan ukuran anda) adalah 15 tahun ke atas, maka jumlah wanita lebih besar (Perkecualian adalah asia dan oceania, insya Allah akan saya jelaskan). 

Kedua, usia laki-laki lebih pendek.
Kalau anda melihat dari sisi usia, justeru memperbesar rasio wanita/laki-laki (w/l) usia menikah. Dari trend data rasio sebelum menikah, laki-laki lebih banyak dari wanita. Setelah usia menikah, tidak memperkecil rasio w/l. Kenapa? Karena harapan hidup wanita lebih besar daripada harapan hidup laki2.
Jadi, kalau dilihat dari sisi usia, rasio w/l usia menikah justeru lebih besar dibandingkan rasio w/l secara keseluruhan.
Data tahun 2000, sebagai buktinya. Lihat di sini:
http://esa.un.org/unpd/wpp2008/peps_documents.htm
dan bandingkan dengan data yang anda kirimkan.

Ketiga, buruknya administrasi.
Salah satu masalah di negara2 asia, afrika, dan oceania adalah buruknya administrasi. Jadi, data dari negara2 tersebut masih diragukan ke-validitas-annya. Kalau kita hanya memperhatikan negara2 dg administrasi yang bagus (eropa dan amerika), maka semakin terbukti kalau wanita lebih banyak dari laki2.

Keempat, praktek pembunuhan anak2 wanita di negara2 kafir (terutama India dan China).
Pembunuhan anak2 wanita di India dan China bukanlah rahasia lagi. Di China, karena kebijakan &quot;hanya 1 anak&quot; mereka, menyebabkan banyak orang tua memilih 1 anak laki2 daripada 1 anak wanita. Dengan teknologi deteksi jenis kelamin dan praktek aborsi yang dilegalkan, banyak &quot;anak2 wanita&quot; yang digugurkan sebelum dilahirkan.
Demikian juga di India, tidak hanya menggugurkan kandungan bayi wanita, tetapi juga anak2 wanita dengan cara halus.
Padahal, penduduk kedua negara ini (&gt;2 miliar) lebih dari separuh penduduk Asia, sangat mempengaruhi rasio w/l di dunia. Tentunya, kedua negara ini dikecualikan karena praktek yang tidak normal tersebut.
Selain itu, mereka adalah jumlah terbesar penyumbang orang kafir. Dengan mengurangi jumlah mereka (karena muslim diharamkan menikah dengan mereka), semakin membuktikan bahwa wanita lebih banyak dari laki2.

Terkait dengan artikel di atas (tentang poligami), yang dimaksud dengan wanita lebih banyak daripada laki2 oleh penulis adalah wanita dan laki2 yang bisa menikah, yaitu laki2 muslim dan wanita muslimah (atau wanita ahli kitab). Dari penjelasan saya di atas, argumen penulis tidak gugur, bahwa wanita (muslimah) lebih banyak dari laki2 (muslim). Apalagi khusus untuk laki2, ada syarat tambahan, mampu menafkahi. Yang membuat jumlah laki2 berkurang. Sedangkan untuk wanita, tidak ada syarat tambahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Dian.<br />
Sekilas, data yang anda berikan berkata demikian. Tetapi sebenarnya, kalau diteliti lebih mendalam, tidak menggugurkan alasan yang anda maksud. </p>
<p>Pertama, usia menikah.<br />
Ukuran usia menikah anda berbeda dengan Islam. Untuk batas atas, Islam tidak membatasi umur. Kalau usia menikah (digabungkan dengan ukuran anda) adalah 15 tahun ke atas, maka jumlah wanita lebih besar (Perkecualian adalah asia dan oceania, insya Allah akan saya jelaskan). </p>
<p>Kedua, usia laki-laki lebih pendek.<br />
Kalau anda melihat dari sisi usia, justeru memperbesar rasio wanita/laki-laki (w/l) usia menikah. Dari trend data rasio sebelum menikah, laki-laki lebih banyak dari wanita. Setelah usia menikah, tidak memperkecil rasio w/l. Kenapa? Karena harapan hidup wanita lebih besar daripada harapan hidup laki2.<br />
Jadi, kalau dilihat dari sisi usia, rasio w/l usia menikah justeru lebih besar dibandingkan rasio w/l secara keseluruhan.<br />
Data tahun 2000, sebagai buktinya. Lihat di sini:<br />
<a href="http://esa.un.org/unpd/wpp2008/peps_documents.htm" rel="nofollow">http://esa.un.org/unpd/wpp2008/peps_documents.htm</a><br />
dan bandingkan dengan data yang anda kirimkan.</p>
<p>Ketiga, buruknya administrasi.<br />
Salah satu masalah di negara2 asia, afrika, dan oceania adalah buruknya administrasi. Jadi, data dari negara2 tersebut masih diragukan ke-validitas-annya. Kalau kita hanya memperhatikan negara2 dg administrasi yang bagus (eropa dan amerika), maka semakin terbukti kalau wanita lebih banyak dari laki2.</p>
<p>Keempat, praktek pembunuhan anak2 wanita di negara2 kafir (terutama India dan China).<br />
Pembunuhan anak2 wanita di India dan China bukanlah rahasia lagi. Di China, karena kebijakan &#8220;hanya 1 anak&#8221; mereka, menyebabkan banyak orang tua memilih 1 anak laki2 daripada 1 anak wanita. Dengan teknologi deteksi jenis kelamin dan praktek aborsi yang dilegalkan, banyak &#8220;anak2 wanita&#8221; yang digugurkan sebelum dilahirkan.<br />
Demikian juga di India, tidak hanya menggugurkan kandungan bayi wanita, tetapi juga anak2 wanita dengan cara halus.<br />
Padahal, penduduk kedua negara ini (&gt;2 miliar) lebih dari separuh penduduk Asia, sangat mempengaruhi rasio w/l di dunia. Tentunya, kedua negara ini dikecualikan karena praktek yang tidak normal tersebut.<br />
Selain itu, mereka adalah jumlah terbesar penyumbang orang kafir. Dengan mengurangi jumlah mereka (karena muslim diharamkan menikah dengan mereka), semakin membuktikan bahwa wanita lebih banyak dari laki2.</p>
<p>Terkait dengan artikel di atas (tentang poligami), yang dimaksud dengan wanita lebih banyak daripada laki2 oleh penulis adalah wanita dan laki2 yang bisa menikah, yaitu laki2 muslim dan wanita muslimah (atau wanita ahli kitab). Dari penjelasan saya di atas, argumen penulis tidak gugur, bahwa wanita (muslimah) lebih banyak dari laki2 (muslim). Apalagi khusus untuk laki2, ada syarat tambahan, mampu menafkahi. Yang membuat jumlah laki2 berkurang. Sedangkan untuk wanita, tidak ada syarat tambahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-56612</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 17:07:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-56612</guid>
		<description>#Dian 
Tentang wanita akan lebih banyak daripada lelaki adalah kabar dari Nabi Shallallahu&#039;alaihi Wasallam. Silakan simak &lt;a href=&quot;http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/03/laki-laki-lebih-banyak-dari-wanita.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/03/laki-laki-lebih-banyak-dari-wanita.html&lt;/a&gt;. Nabi yang keliru ataukah statistik anda yang keliru?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Dian<br />
Tentang wanita akan lebih banyak daripada lelaki adalah kabar dari Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Silakan simak <a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/03/laki-laki-lebih-banyak-dari-wanita.html" rel="nofollow">http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/03/laki-laki-lebih-banyak-dari-wanita.html</a>. Nabi yang keliru ataukah statistik anda yang keliru?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dian</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-56600</link>
		<dc:creator>Dian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 13:25:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-56600</guid>
		<description>satu argumen gugur, JUMLAH PRIA USIA MENIKAH TERNYATA LEBIH BANYAK DARI WANITA USIA MENIKAH, semua data statistik menunjukkan begitu, dua contohnya (perhatikan jangan hanya jumlah tapi juga USIA nya):

http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&amp;info1=6

dan ini:

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/2018.html

di Indonesia, hasil SENSUS 2010

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/07/01/brk,20100701-259980,id.html

enak aja bilang wanita lebih banyak TANPA MENYERTAKAN BUKTI, apa gak bahaya kalau banyak pria (yg tdk kaya), tidak dapt istri, karena WANITANYA HABIS DIPOLIGAMI OLEH PRIA KAYA?
saya ada data, kalau mau bantah dg data juga, biar diuji mana yg penelitiannya lebih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>satu argumen gugur, JUMLAH PRIA USIA MENIKAH TERNYATA LEBIH BANYAK DARI WANITA USIA MENIKAH, semua data statistik menunjukkan begitu, dua contohnya (perhatikan jangan hanya jumlah tapi juga USIA nya):</p>
<p><a href="http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&#038;info1=6" rel="nofollow">http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&#038;info1=6</a></p>
<p>dan ini:</p>
<p><a href="https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/2018.html" rel="nofollow">https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/2018.html</a></p>
<p>di Indonesia, hasil SENSUS 2010</p>
<p><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/07/01/brk,20100701-259980,id.html" rel="nofollow">http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/07/01/brk,20100701-259980,id.html</a></p>
<p>enak aja bilang wanita lebih banyak TANPA MENYERTAKAN BUKTI, apa gak bahaya kalau banyak pria (yg tdk kaya), tidak dapt istri, karena WANITANYA HABIS DIPOLIGAMI OLEH PRIA KAYA?<br />
saya ada data, kalau mau bantah dg data juga, biar diuji mana yg penelitiannya lebih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: salafiyyun</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-52327</link>
		<dc:creator>salafiyyun</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 01:31:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-52327</guid>
		<description>bismillah,ana sdh mnikah 3th lamanya,istri ana sakit yg menyebabkan ia sulit hamil.ia mempersilakan ana tuk poligami,adakah wanita sholihah yg mau?atau ada ikhwan yg bisa bantu ana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah,ana sdh mnikah 3th lamanya,istri ana sakit yg menyebabkan ia sulit hamil.ia mempersilakan ana tuk poligami,adakah wanita sholihah yg mau?atau ada ikhwan yg bisa bantu ana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba allah</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-51336</link>
		<dc:creator>hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 01:59:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-51336</guid>
		<description>Saya seorang suami dg satu istri yg ingin poligami, istri saya merestui asalkan syarat dan ketentuan sesuai syariat mampu memenuhinya. Sampai saat ini yg berat terpenuhi adalah masalah ekonomi,tp tidak hanya itu saja lha wong yg mau dijadiin istri kedua blm ada yg mau.... jd y bertawakal dan bersabar sj.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang suami dg satu istri yg ingin poligami, istri saya merestui asalkan syarat dan ketentuan sesuai syariat mampu memenuhinya. Sampai saat ini yg berat terpenuhi adalah masalah ekonomi,tp tidak hanya itu saja lha wong yg mau dijadiin istri kedua blm ada yg mau&#8230;. jd y bertawakal dan bersabar sj.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tuti aminingsih</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/poligami-wahyu-ilahi-yang-ditolak.html/comment-page-1#comment-46874</link>
		<dc:creator>tuti aminingsih</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 08:22:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=223#comment-46874</guid>
		<description>saya mungkin adalah segelintir keci dari wanita yang ada dipermukaan bumi Allah ini yang menerima dengan iklas wahyu Allah POLIGAMI ini. karena pada kenyataannya 99.9% wanita menolak dengan sadis wahyu Allah ini dengan dalih yang menurut saya berlebihan. kenapa saya menerima poligami ini ? saya orang awam maka pemikiran saya sederhana , seorang wanita yang memiliki teman dalam mengurus suami pastilah akan maksimal, apalagi bila siistri itu mempunyai aktifitas diluar rumah  . mereka bisa berbagi tugas dalam mengurus suami, karena menurut saya mengurus suami adalah salah satu ibadah kepada Allah.  dengan demikian diharapkan suami dapat bekerja maksimal dalam mencari nafkah untuk istri-istrinya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mungkin adalah segelintir keci dari wanita yang ada dipermukaan bumi Allah ini yang menerima dengan iklas wahyu Allah POLIGAMI ini. karena pada kenyataannya 99.9% wanita menolak dengan sadis wahyu Allah ini dengan dalih yang menurut saya berlebihan. kenapa saya menerima poligami ini ? saya orang awam maka pemikiran saya sederhana , seorang wanita yang memiliki teman dalam mengurus suami pastilah akan maksimal, apalagi bila siistri itu mempunyai aktifitas diluar rumah  . mereka bisa berbagi tugas dalam mengurus suami, karena menurut saya mengurus suami adalah salah satu ibadah kepada Allah.  dengan demikian diharapkan suami dapat bekerja maksimal dalam mencari nafkah untuk istri-istrinya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

