<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Panduan Puasa Ramadhan</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 14:39:11 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-58272</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 07:02:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-58272</guid>
		<description>#Hamba Allah 
Niat itu tidak perlu diucapkan karena niat adalah perbuatan hati. Berniat artinya berkeinginan; bertekad. Jadi, anda bangun sahur sudah menunjukkan bahwa anda sudah berniat puasa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Hamba Allah<br />
Niat itu tidak perlu diucapkan karena niat adalah perbuatan hati. Berniat artinya berkeinginan; bertekad. Jadi, anda bangun sahur sudah menunjukkan bahwa anda sudah berniat puasa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hamba Allah</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-58259</link>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 02:20:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-58259</guid>
		<description>Assalamualaikum,
Saya mau tanya terkait dengan niat puasa. Kadang saya lupa untuk berniat untuk berpuasa. Menurut keterangan diatas, puasa saya menjadi tidak syah? Lalu apa yang harus saya lakukan untuk itu?Apakah saya harus membayar denda / qada? Mohon penjelasannya..
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,<br />
Saya mau tanya terkait dengan niat puasa. Kadang saya lupa untuk berniat untuk berpuasa. Menurut keterangan diatas, puasa saya menjadi tidak syah? Lalu apa yang harus saya lakukan untuk itu?Apakah saya harus membayar denda / qada? Mohon penjelasannya..<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Panduan Puasa Ramadhan &#171; BLOG PENJELAJAH ILMU ISLAM</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-58164</link>
		<dc:creator>Panduan Puasa Ramadhan &#171; BLOG PENJELAJAH ILMU ISLAM</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 23:43:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-58164</guid>
		<description>[...] www.muslim.or.id [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://www.muslim.or.id" rel="nofollow">http://www.muslim.or.id</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bambang</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-57680</link>
		<dc:creator>bambang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 02:18:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-57680</guid>
		<description>assalamualaikum wr.wb.                                           pak ustadz mohon izin copy-paste artikelnya(penulis dan link tdk dihapus)diblog ana untuk kepentingan syiar islam..jazakallah khair</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr.wb.                                           pak ustadz mohon izin copy-paste artikelnya(penulis dan link tdk dihapus)diblog ana untuk kepentingan syiar islam..jazakallah khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rihando</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-57463</link>
		<dc:creator>rihando</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 04:32:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-57463</guid>
		<description>Assalamua&#039;alikum wr.wb.
 mhn penjelesan serta nash yang menyatakan bahwa bagi perempuan yg sedang hamil dan meyusui boleh berbuka, namun wajib bayar fidyah dan tidak wajib mengqadha
jazakallah khair</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamua&#8217;alikum wr.wb.<br />
 mhn penjelesan serta nash yang menyatakan bahwa bagi perempuan yg sedang hamil dan meyusui boleh berbuka, namun wajib bayar fidyah dan tidak wajib mengqadha<br />
jazakallah khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tifany minasheila</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-37533</link>
		<dc:creator>Tifany minasheila</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 13:04:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-37533</guid>
		<description>Semua hal yang berkaitan dengan bulan ramadhan semua.a ada d sni...
Pkk.a lengkap deh d sni,.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semua hal yang berkaitan dengan bulan ramadhan semua.a ada d sni&#8230;<br />
Pkk.a lengkap deh d sni,.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: firman</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-36810</link>
		<dc:creator>firman</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 06:22:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-36810</guid>
		<description>Assalamualaikum... Pak/Ibu, Minta izin copy paste ya artikelnya... untuk saya sebarkan ke saudara yang lain... Semoga amal kebaikan anda di terima Allah SWT... terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230; Pak/Ibu, Minta izin copy paste ya artikelnya&#8230; untuk saya sebarkan ke saudara yang lain&#8230; Semoga amal kebaikan anda di terima Allah SWT&#8230; terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: eko susanto</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-35828</link>
		<dc:creator>eko susanto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 07:22:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-35828</guid>
		<description>Asalamu&#039;laikum wr. wb

Salam kenal ..mohon ijin mengkopi file untuk referensi mudah2an Allah membalas atas kebaikan saudara. Amin

Wasalaamu&#039;laiku
Eko susanto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asalamu&#8217;laikum wr. wb</p>
<p>Salam kenal ..mohon ijin mengkopi file untuk referensi mudah2an Allah membalas atas kebaikan saudara. Amin</p>
<p>Wasalaamu&#8217;laiku<br />
Eko susanto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ummu hanum</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-24869</link>
		<dc:creator>ummu hanum</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 02:43:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-24869</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum

Saya masih kurang jelas tentang masalah fidyah yang disebutkan dalam hadits Anas di atas, yang ingin saya tanyakan adalah;
Bolehkah membayar fidyah dengan beras saja (tidak dimasak)? Kalau boleh, berapa takarannya?

terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum</p>
<p>Saya masih kurang jelas tentang masalah fidyah yang disebutkan dalam hadits Anas di atas, yang ingin saya tanyakan adalah;<br />
Bolehkah membayar fidyah dengan beras saja (tidak dimasak)? Kalau boleh, berapa takarannya?</p>
<p>terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laksana</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-puasa-ramadhan.html/comment-page-1#comment-8296</link>
		<dc:creator>Laksana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 16:05:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=335#comment-8296</guid>
		<description>Bagaimana mengembangkan teknologi namun umat Islam tidak mau lagi mengikuti Kitabulloh dan Sunnah Nabi-nya?

Insya Alloh, dengan kita berpegang teguh dengan Al Qur&#039;an dan As Sunnah dengan pemahaman para pendahulu kita yang sholih maka Alloh akan memberikan kekuasaan dunia kepada ummat Islam dengan tidak lupa kita selalu berdoa dan berusaha. Saya melihat bahwa pengelola muslim.or.id semuanya kuliah di berbagai jurusan dan banyak juga yang telah lulus dan perhatian mereka terhadap perbaikan ummat sangatlah besar.

Mengapa harus menambah amalan-amalan yang belum tentu (atau bahkan tidak) ada tuntunannya padahal yang ada tuntunannya saja belum tentu kita kerjakan semuanya? Juga yang wajib apa sudah mampu kita tunaikan semua? [Ini tidak berarti apabila sudah mampu melaksanakan semua sunnah kemudian kita boleh menambah amalan sendiri].

Perhatikan wahai saudaraku...
janganlah sampai amalan ibadah yang susah payah kita lakukan  sia-sia karena apa yang kita amalkan itu ditolak oleh Alloh Ta&#039;ala karena tidak diridhoi-Nya sebab menyelisihi tuntunan Nabi dan Rosul-Nya. 

&quot;Barang siapa beramal dan tidaklah ada pada amalan tersebut perintah kami maka amal tersebut tertolak&quot;(HR Muslim)

Yang dimaksud disini adalah amalan ibadah.

Mari kita menuju jalan memahami agama dengan benar.
Saran saya apabila ada sesuatu yang tidak kita setujui maka sampaikanlah dalil dari Al-Qur&#039;an dan Sunnah yang shohih, jangan dulu kita bicara &quot;ini kan bagus, ini kan baik&quot; sebelum ada landasan shohih  dan jangan pula kita bicara dengan emosi dan caci maki. Yang penting ada dalilnya dulu. Setelah ada dalilnya maka mari kita luruskan pemahaman kita terhadap dalil tersebut.

&quot;....jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan ia kepada Alloh (al Qur&#039;an) dan Rasul (Sunnah yang Shohih), jika kalian benar-benar beriman kepada Alloh dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.&quot; (An Nisaa&#039; 59)

Mari kita menyatukan ummat Islam diatas jalan memahami agama ini dengan benar

&quot;Berpegang teguhlah kalian dengan tali Alloh dan janganlah kalian berpecah belah....&quot; (Aali Imron 103)

Marilah kita merealisasikan ayat ini 

&quot;Katakanlah : Inilah jalanku, aku menyeru kalian kepada Alloh diatas hujjah yang nyata, Maha Suci Alloh, dan tiadalah aku termasuk orang-orang musyrik&quot; (Yusuf 108)

Dan juga wasiatkan nabi kita tercinta sholallohu &#039;alaihi wa sallam

&quot;Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Alloh, patuh, dan taat, sekalipun yang memerintah kalian adalah budak Habsyi. Sebab, siapa saja diantara kalian ditakdirkan hidup (setelah nabi wafat), niscaya kalian akan melihat banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kalian pada sunnahku dan dan sunnah para kholifah yang mendapatkan bimbingan dan petunjuk. Pegang teguhlah kuat-kuat! Berhati-hatilah terhadap segala perkara yang diada-adakan, karena segala perkara yang diada-adakan itu adalah bid&#039;ah, sedangkan setiap bid&#039;ah adalah sesat dan setiap yang sesat itu tempatnya di neraka&quot; (Hadits diriwayatkan oleh An-Nasa`i dan At Tirmidzi dan At Tirmidzi berkata, &#039;hadits ini hasan shohih)

Wallohu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana mengembangkan teknologi namun umat Islam tidak mau lagi mengikuti Kitabulloh dan Sunnah Nabi-nya?</p>
<p>Insya Alloh, dengan kita berpegang teguh dengan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah dengan pemahaman para pendahulu kita yang sholih maka Alloh akan memberikan kekuasaan dunia kepada ummat Islam dengan tidak lupa kita selalu berdoa dan berusaha. Saya melihat bahwa pengelola muslim.or.id semuanya kuliah di berbagai jurusan dan banyak juga yang telah lulus dan perhatian mereka terhadap perbaikan ummat sangatlah besar.</p>
<p>Mengapa harus menambah amalan-amalan yang belum tentu (atau bahkan tidak) ada tuntunannya padahal yang ada tuntunannya saja belum tentu kita kerjakan semuanya? Juga yang wajib apa sudah mampu kita tunaikan semua? [Ini tidak berarti apabila sudah mampu melaksanakan semua sunnah kemudian kita boleh menambah amalan sendiri].</p>
<p>Perhatikan wahai saudaraku&#8230;<br />
janganlah sampai amalan ibadah yang susah payah kita lakukan  sia-sia karena apa yang kita amalkan itu ditolak oleh Alloh Ta&#8217;ala karena tidak diridhoi-Nya sebab menyelisihi tuntunan Nabi dan Rosul-Nya. </p>
<p>&#8220;Barang siapa beramal dan tidaklah ada pada amalan tersebut perintah kami maka amal tersebut tertolak&#8221;(HR Muslim)</p>
<p>Yang dimaksud disini adalah amalan ibadah.</p>
<p>Mari kita menuju jalan memahami agama dengan benar.<br />
Saran saya apabila ada sesuatu yang tidak kita setujui maka sampaikanlah dalil dari Al-Qur&#8217;an dan Sunnah yang shohih, jangan dulu kita bicara &#8220;ini kan bagus, ini kan baik&#8221; sebelum ada landasan shohih  dan jangan pula kita bicara dengan emosi dan caci maki. Yang penting ada dalilnya dulu. Setelah ada dalilnya maka mari kita luruskan pemahaman kita terhadap dalil tersebut.</p>
<p>&#8220;&#8230;.jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan ia kepada Alloh (al Qur&#8217;an) dan Rasul (Sunnah yang Shohih), jika kalian benar-benar beriman kepada Alloh dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.&#8221; (An Nisaa&#8217; 59)</p>
<p>Mari kita menyatukan ummat Islam diatas jalan memahami agama ini dengan benar</p>
<p>&#8220;Berpegang teguhlah kalian dengan tali Alloh dan janganlah kalian berpecah belah&#8230;.&#8221; (Aali Imron 103)</p>
<p>Marilah kita merealisasikan ayat ini </p>
<p>&#8220;Katakanlah : Inilah jalanku, aku menyeru kalian kepada Alloh diatas hujjah yang nyata, Maha Suci Alloh, dan tiadalah aku termasuk orang-orang musyrik&#8221; (Yusuf 108)</p>
<p>Dan juga wasiatkan nabi kita tercinta sholallohu &#8216;alaihi wa sallam</p>
<p>&#8220;Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Alloh, patuh, dan taat, sekalipun yang memerintah kalian adalah budak Habsyi. Sebab, siapa saja diantara kalian ditakdirkan hidup (setelah nabi wafat), niscaya kalian akan melihat banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kalian pada sunnahku dan dan sunnah para kholifah yang mendapatkan bimbingan dan petunjuk. Pegang teguhlah kuat-kuat! Berhati-hatilah terhadap segala perkara yang diada-adakan, karena segala perkara yang diada-adakan itu adalah bid&#8217;ah, sedangkan setiap bid&#8217;ah adalah sesat dan setiap yang sesat itu tempatnya di neraka&#8221; (Hadits diriwayatkan oleh An-Nasa`i dan At Tirmidzi dan At Tirmidzi berkata, &#8216;hadits ini hasan shohih)</p>
<p>Wallohu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

