<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menjamak Shalat Karena Hujan</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html</link>
	<description>Muslim.or.id adalah pesantren online bagi siapa saja yang ingin mempelajari agama Islam berdasarkan pemahaman para salafus shalih</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 10:20:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: yudha</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-48077</link>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 14:14:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-48077</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum,,
ijin ngopy filenya,,makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum,,<br />
ijin ngopy filenya,,makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yudha</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-48076</link>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 14:13:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-48076</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum,,
iji ngopy filenya,,makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum,,<br />
iji ngopy filenya,,makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-46403</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 13:42:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-46403</guid>
		<description>@ hawru uba
Silakan lihat pembahasan di web ini pada link: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/musim-hujan-telah-tiba-2.html

Jama’ ketika hujan ini hanya boleh dilakukan di masjid bersama imam masjid. Karena ketika di masjid barulah ada kesulitan. Sedangkan jika seseorang berinisiatif shalat di rumah ketika hujan, maka ia tidak mendapat kesulitan sama sekali.

Dalam Fatawal Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) no. 4554 terdapat pertanyaan,

س: ما حكم الجمع في البيت في أيام المطر أو أيام البرد إذا كنا جماعة؟ والذي نعرفه أن الجمع في المسجد وليس في البيت، أفيدونا.

”Apa hukum menjama’ shalat di rumah ketika hujan atau cuaca dingin apabila kami adalah jama’ah? Yang kami ketahui bahwa jama’ hanya di masjid bukan di rumah.”

Jawab:

ج: المشروع أن يجمع أهل المسجد إذا وجد مسوغ للجمع، كالمطر، كسبا لثواب الجماعة، ورفقا بالناس، وبهذا جاءت الأحاديث الصحيحة. أما جمع جماعة في بيت واحد من أجل العذر المذكور فلا يجوز؛ لعدم وروده في الشرع المطهر، وعدم وجود العذر المسبب للجمع.

”Yang dibolehkan adalah para jama’ah masjid menjama’ apabila mendapatkan sesuatu yang membolehkan untuk menjama’ (seperti hujan, pen) untuk memperoleh pahala shalat berjama’ah dan untuk memberi kemudahan bagi banyak orang. Hal ini dibolehkan berdasarkan hadits yang shohih. Adapun menjama’ dengan berjama’ah di suatu rumah karena ada udzur yang telah disebutkan maka seperti itu tidak diperbolehkan. Karena tidak adanya dalil dalam syari’at yang suci ini dan tidak adanya udzur yang menyebabkan boleh untuk menjama’ shalat. Wa billahit taufiq wa shollallahu ’ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam.”

Fatwa ini ditandatangani oleh ’Abdullah bin Qu’ud dan ’Abdullah bin Ghodyan sebagai anggota, ’Abdur Rozaq ’Afifi sebagai Wakil Ketua, dan ’Abdul ’Aziz bin Baz sebagai Ketua

Lihat pula pembahasan di sini: http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2811-keringanan-ketika-turun-hujan-diperbolehkan-menjamak-shalat.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ hawru uba<br />
Silakan lihat pembahasan di web ini pada link: <a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/musim-hujan-telah-tiba-2.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/musim-hujan-telah-tiba-2.html</a></p>
<p>Jama’ ketika hujan ini hanya boleh dilakukan di masjid bersama imam masjid. Karena ketika di masjid barulah ada kesulitan. Sedangkan jika seseorang berinisiatif shalat di rumah ketika hujan, maka ia tidak mendapat kesulitan sama sekali.</p>
<p>Dalam Fatawal Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) no. 4554 terdapat pertanyaan,</p>
<p>س: ما حكم الجمع في البيت في أيام المطر أو أيام البرد إذا كنا جماعة؟ والذي نعرفه أن الجمع في المسجد وليس في البيت، أفيدونا.</p>
<p>”Apa hukum menjama’ shalat di rumah ketika hujan atau cuaca dingin apabila kami adalah jama’ah? Yang kami ketahui bahwa jama’ hanya di masjid bukan di rumah.”</p>
<p>Jawab:</p>
<p>ج: المشروع أن يجمع أهل المسجد إذا وجد مسوغ للجمع، كالمطر، كسبا لثواب الجماعة، ورفقا بالناس، وبهذا جاءت الأحاديث الصحيحة. أما جمع جماعة في بيت واحد من أجل العذر المذكور فلا يجوز؛ لعدم وروده في الشرع المطهر، وعدم وجود العذر المسبب للجمع.</p>
<p>”Yang dibolehkan adalah para jama’ah masjid menjama’ apabila mendapatkan sesuatu yang membolehkan untuk menjama’ (seperti hujan, pen) untuk memperoleh pahala shalat berjama’ah dan untuk memberi kemudahan bagi banyak orang. Hal ini dibolehkan berdasarkan hadits yang shohih. Adapun menjama’ dengan berjama’ah di suatu rumah karena ada udzur yang telah disebutkan maka seperti itu tidak diperbolehkan. Karena tidak adanya dalil dalam syari’at yang suci ini dan tidak adanya udzur yang menyebabkan boleh untuk menjama’ shalat. Wa billahit taufiq wa shollallahu ’ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam.”</p>
<p>Fatwa ini ditandatangani oleh ’Abdullah bin Qu’ud dan ’Abdullah bin Ghodyan sebagai anggota, ’Abdur Rozaq ’Afifi sebagai Wakil Ketua, dan ’Abdul ’Aziz bin Baz sebagai Ketua</p>
<p>Lihat pula pembahasan di sini: <a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2811-keringanan-ketika-turun-hujan-diperbolehkan-menjamak-shalat.html" rel="nofollow">http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2811-keringanan-ketika-turun-hujan-diperbolehkan-menjamak-shalat.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-46402</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 13:38:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-46402</guid>
		<description>Untuk pertanyaan semisal Ibnu Abdurrahman, silakan baca dan pahami tulisan pada link berikut:
http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2812-keringanan-menjama-shalat-ketika-mukim.html.

Semoga diberi kepahaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pertanyaan semisal Ibnu Abdurrahman, silakan baca dan pahami tulisan pada link berikut:<br />
<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2812-keringanan-menjama-shalat-ketika-mukim.html" rel="nofollow">http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2812-keringanan-menjama-shalat-ketika-mukim.html</a>.</p>
<p>Semoga diberi kepahaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-46401</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 13:33:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-46401</guid>
		<description>Dari Ibnu ’Abbas, beliau mengatakan,”Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah menjama’ shalat Zhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya di Madinah bukan karena keadaan takut dan bukan pula karena hujan.”
Dalam riwayat Waki’, ia berkata, ”Aku bertanya pada Ibnu ’Abbas mengapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan seperti itu (menjama’ shalat)?” Ibnu ’Abbas menjawab, ”Beliau melakukan seperti itu agar tidak memberatkan umatnya.”
Dalam riwayat Mu’awiyah, ada yang berkata pada Ibnu ’Abbas, ”Apa yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam inginkan dengan melakukan seperti itu (menjama’ shalat)?” Ibnu ’Abbas menjawab, ”Beliau ingin tidak memberatkan umatnya.” (HR. Muslim)
Ibnu Taimiyyah berkata, “Hadits-hadits seluruhnya menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjamak shalat dengan tujuan menghilangkan kesempitan dari umatnya. Oleh karena itu, dibolehkan untuk menjamak shalat dalam kondisi yang jika tidak jamak maka seorang itu akan berada dalam posisi sulit padahal kesulitan adalah suatu yang telah Allah hilangkan dari umat ini.&quot; (Majmu’ Al Fatawa, 24/84)

Intinya, jika menyulitkan mengerjakan shalat di masing2 waktu, baru diperbolehkan menjama&#039; shalat baik ketika safar atau pun mukim. Namun jika tidak ada kesulitan mengerjakan shalat di masing2 waktu, maka seharusnya shalat tersebut dilakukan di waktu masing2 tanpa dijama&#039;. Kami rasa, shalat tersebut bisa dilakukan di waktunya masing2 karena masih memungkinkan mencari tempat untuk shalat. Semoga Allah mudahkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Ibnu ’Abbas, beliau mengatakan,”Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah menjama’ shalat Zhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya di Madinah bukan karena keadaan takut dan bukan pula karena hujan.”<br />
Dalam riwayat Waki’, ia berkata, ”Aku bertanya pada Ibnu ’Abbas mengapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan seperti itu (menjama’ shalat)?” Ibnu ’Abbas menjawab, ”Beliau melakukan seperti itu agar tidak memberatkan umatnya.”<br />
Dalam riwayat Mu’awiyah, ada yang berkata pada Ibnu ’Abbas, ”Apa yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam inginkan dengan melakukan seperti itu (menjama’ shalat)?” Ibnu ’Abbas menjawab, ”Beliau ingin tidak memberatkan umatnya.” (HR. Muslim)<br />
Ibnu Taimiyyah berkata, “Hadits-hadits seluruhnya menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjamak shalat dengan tujuan menghilangkan kesempitan dari umatnya. Oleh karena itu, dibolehkan untuk menjamak shalat dalam kondisi yang jika tidak jamak maka seorang itu akan berada dalam posisi sulit padahal kesulitan adalah suatu yang telah Allah hilangkan dari umat ini.&#8221; (Majmu’ Al Fatawa, 24/84)</p>
<p>Intinya, jika menyulitkan mengerjakan shalat di masing2 waktu, baru diperbolehkan menjama&#8217; shalat baik ketika safar atau pun mukim. Namun jika tidak ada kesulitan mengerjakan shalat di masing2 waktu, maka seharusnya shalat tersebut dilakukan di waktu masing2 tanpa dijama&#8217;. Kami rasa, shalat tersebut bisa dilakukan di waktunya masing2 karena masih memungkinkan mencari tempat untuk shalat. Semoga Allah mudahkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hamba Allah</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-46371</link>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 15:37:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-46371</guid>
		<description>Afwan, ana mau tny,klo kt tgl &amp; bkrj di ngr non muslim (di eropa) yg sgt slt utk mcr tmp sholat di ktr, apakah blh sll menjamak sholat duhur dan ashar setiap hari? jk blh mhn di br dalilnya &amp; jk tdk blh mhn di br dalilnya jg. Ana sgt membthkan penjelasan ini. trm ksh byk. wassalamu&#039;alaikum wr. wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Afwan, ana mau tny,klo kt tgl &amp; bkrj di ngr non muslim (di eropa) yg sgt slt utk mcr tmp sholat di ktr, apakah blh sll menjamak sholat duhur dan ashar setiap hari? jk blh mhn di br dalilnya &amp; jk tdk blh mhn di br dalilnya jg. Ana sgt membthkan penjelasan ini. trm ksh byk. wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibadurrahman</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-44793</link>
		<dc:creator>ibadurrahman</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 07:06:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-44793</guid>
		<description>jazakallah....ana print buat belajar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jazakallah&#8230;.ana print buat belajar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: opick</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-44328</link>
		<dc:creator>opick</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 07:24:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-44328</guid>
		<description>pertanyaan saya sama dengan pertanyaan mas arif yang nomor 2 ? mohon ada jawaban...
Syukron.

arif
Dec 29, 2008, 6:40

ustadz saya mo tanya:

2) Apabila kitasafar dan melewati waktu sholat maghrib, ketika isya kita sampai di masjid yang baru memulai sholat isya berjamaah. Apakah kita sholat isya dahulu bersama jamaah kemudian sholat maghrib, atau kita sholat maghrib dahulu dengan bermakmum kepada imam tsb dan pada rakaat ketiga duduk menunggu sampai imam salam kemudian sholat bersama, ataukah kita membuat jamaah sendiri (tidak sholat bersama imam)?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaan saya sama dengan pertanyaan mas arif yang nomor 2 ? mohon ada jawaban&#8230;<br />
Syukron.</p>
<p>arif<br />
Dec 29, 2008, 6:40</p>
<p>ustadz saya mo tanya:</p>
<p>2) Apabila kitasafar dan melewati waktu sholat maghrib, ketika isya kita sampai di masjid yang baru memulai sholat isya berjamaah. Apakah kita sholat isya dahulu bersama jamaah kemudian sholat maghrib, atau kita sholat maghrib dahulu dengan bermakmum kepada imam tsb dan pada rakaat ketiga duduk menunggu sampai imam salam kemudian sholat bersama, ataukah kita membuat jamaah sendiri (tidak sholat bersama imam)?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salmon</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-29770</link>
		<dc:creator>salmon</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 10:24:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-29770</guid>
		<description>1. ada tetangga shalat isya berjamaah, karena sesuatu hal tidak shalat magrib pada waktunya, ybs meniatkan &amp; melakukan shalat magrib dulu (mengikuti imam sampai 3 rakaat) kemudian masih didapat shalat isya 1 rakaat dan melengkapi 3 rakaat sisanya.
2. pada saat azan dikumandangkan, tetangga kami setiba di masjid lantas shalat (tahiat masjid).
Mohon komentar ustadz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. ada tetangga shalat isya berjamaah, karena sesuatu hal tidak shalat magrib pada waktunya, ybs meniatkan &amp; melakukan shalat magrib dulu (mengikuti imam sampai 3 rakaat) kemudian masih didapat shalat isya 1 rakaat dan melengkapi 3 rakaat sisanya.<br />
2. pada saat azan dikumandangkan, tetangga kami setiba di masjid lantas shalat (tahiat masjid).<br />
Mohon komentar ustadz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rofiuddin</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menjamak-shalat-karena-hujan.html/comment-page-1#comment-29413</link>
		<dc:creator>Rofiuddin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 11:51:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=398#comment-29413</guid>
		<description>Alhamdulillah ana sdh memperaktekan, walau msh ada jamaah yg tidak percaya dg masalah ini. Imam hrs berani menyampaikan sunnah2 yg sdh mulai dilupakan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah ana sdh memperaktekan, walau msh ada jamaah yg tidak percaya dg masalah ini. Imam hrs berani menyampaikan sunnah2 yg sdh mulai dilupakan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->