Mengenal Mani, Wadi dan Madzi

Kategori: Fiqh dan Muamalah

365 Komentar // 1 August 2008

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, mungkin sebagian di antara kita merasa asing dengan kata-kata yang terdapat pada judul di atas. Insya Allah kita semua telah paham mengenai mani. Namun, apa itu madzi ? dan apapula itu wadi ? Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama pembahasan mengenai ketiga hal ini beserta hukumnya masing-masing

Mani

Mani adalah cairan berwarna putih yang keluar memancar dari kemaluan, biasanya keluarnya cairan ini diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi dengan syahwat. Mani dapat keluar dalam keadaan sadar (seperti karena berhubungan suami-istri) ataupun dalam keadaan tidur (biasa dikenal dengan sebutan “mimpi basah”). Keluarnya mani menyebabkan seseorang harus mandi besar / mandi junub. Hukum air mani adalah suci dan tidak najis ( berdasarkan pendapat yang terkuat). Apabila pakaian seseorang terkena air mani, maka disunnahkan untuk mencuci pakaian tersebut jika air maninya masih dalam keadaan basah. Adapun apabila air mani telah mengering, maka cukup dengan mengeriknya saja. Hal ini berdasarkan perkataan Aisyah, beliau berkata “Saya pernah mengerik mani yang sudah kering yang menempel pada pakaian Rasulullah dengan kuku saya.” (HR. Muslim)

Wadi

Wadi adalah air putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah kencing. Keluarnya air wadi dapat membatalkan wudhu. Wadi termasuk hal yang najis. Cara membersihkan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu jika hendak sholat. Apabila wadi terkena badan, maka cara membersihkannya adalah dengan dicuci.

Madzi

Madzi adalah air yang keluar dari kemaluan, air ini bening dan lengket. Keluarnya air ini disebabkan syahwat yang muncul ketika seseorang memikirkan atau membayangkan jima’ (hubungan seksual) atau ketika pasangan suami istri bercumbu rayu (biasa diistilahkan dengan foreplay/pemanasan). Air madzi keluar dengan tidak memancar. Keluarnya air ini tidak menyebabkan seseorang menjadi lemas (tidak seperti keluarnya air mani, yang pada umumnya menyebabkan tubuh lemas) dan terkadang air ini keluar tanpa disadari (tidak terasa). Air madzi dapat terjadi pada laki-laki dan wanita, meskipun pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita. Sebagaimana air wadi, hukum air madzi adalah najis. Apabila air madzi terkena pada tubuh, maka wajib mencuci tubuh yang terkena air madzi, adapun apabila air ini terkena pakaian, maka cukup dengan memercikkan air ke bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah terhadap seseorang yang pakaiannya terkena madzi, “cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan). Keluarnya air madzi  membatalkan wudhu. Apabila air madzi keluar dari kemaluan seseorang, maka ia wajib mencuci kemaluannya dan berwudhu apabila hendak sholat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Cucilah kemaluannya, kemudian berwudhulah.” (HR. Bukhari Muslim)

Demikian yang dapat kami sampaikan dalam pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terakhir, kami tutup dengan firman Allah yang artinya, “Allah tidaklah malu dalam menjelaskan hal yang benar.” (QS. Al Ahzab: 53)

***

Penulis: Abu ‘Uzair Boris Tanesia
Artikel www.muslim.or.id

365 Komentar

  1. Yulian Purnama
    11 Oct 2010 [Permalink]

    #bejo
    Wa’alaikumussalam,
    1. Shalatnya tidak sah
    2. Puasanya sah

  2. Ryan
    12 Oct 2010 [Permalink]

    Asw.

    saya ingin mengetahui lebih detail tentang wadi, apabila wadi menempel pada pakaian dalam, apakah pakaian dalam tersebut harus dicuci atau hanya dipercikan oleh segenggam air saja????

  3. Yulian Purnama
    15 Oct 2010 [Permalink]

    #Aminullah
    Wa’alaikumussalam. Mani itu suci, tidak najis. Namun keluarnya mani menyebabkan orangnya wajib untuk mandi junub, baik keluar dengan sengaja atau tidak disengaja seperti mimpi basah.

  4. Firanda Andirja
    18 Oct 2010 [Permalink]

    #fulanah hamba Allah
    Tidak perlu mandi lagi, karena apa yang keluar adalah sisanya, kecuali kalau keluar lagi dalam bentuk menyemprot yang disertai kelezatan

  5. kiki
    21 Oct 2010 [Permalink]

    asslm. . ust, apakah wanita juga mengeluarkan air mani? mohon penjelasannya. .

  6. Yulian Purnama
    22 Oct 2010 [Permalink]

    #kiki
    Ya.

  7. umi
    23 Oct 2010 [Permalink]

    asslmkm ustad,
    ju2r sy msih bingung p’bdaan mani dgn cairan lain yg sring wanita alami, spt kputihn. Krn cri2′y tdk jauh b’da dgn yg ustd jlskn. Sya py kputihan, dn kluar’y sring, palgi klo cpek, pst byk. Nah, sy p’nah mqrkn dan mmbyangkn ttg seks, lma2 prut sy sqt, trus kluar cairn bening spt putih tlur, ap it mani y ustad. Sy tdk bs mngenali cri2′y krn sy blm mnikah..wjibkh utk mandi, dn hukum’y utk mlaksanakn sholat gmn, syah tdk?
    Trimaksih ats jwban’y.
    Wasslam

  8. yana ahmad
    27 Oct 2010 [Permalink]

    Assalamu’alaikum wr wb.
    afwan ustad, mohon berkenan menjawab pertanyaan saya. saya sering sebelum sholat buang air kecil terlebih dahulu, namun justru ketika sholat sedikit terasa keluar wadi, terkadang saya ragu apakah wadi tsb benar2 keluar atau hanya “perasaan” saya, setelah selesai sholat baru saya cek, dan terkadang ketika terbukti *maaf* celana dalam (CD) sy sedikit ada tetesan wadi, saya kembali mengulang sholat saya, dan ketika terbukti tidak ada tetesan wadi, saya tidak mengulang sholat saya. pertanyaan saya adalah =
    1. bagaimana hukum sholat saya yang “ragu2″ ketika itu dikarenakan tidak yakin keluar wadi atau tidak? ( walaupun setelah sholat tidak terbukti ada cairan wadi atau madzi)apakah tetap perlu diulang sholatnya?
    2. bagaimana cara membuktikan ada cairan wadi atau tidak ketika memakai cd yang gelap ( tidak terlihat jelas apakah ada wadi atau tidak)
    3. bagaimana jika sudah berkali2 mengulang sholat, tapi wadi tetap keluar, sedangkan waktu sholat sudah hampir habis ( misal waktu sholat pendek =maghrib dan subuh )
    4. Bagaimana jika waktu sholat sebenarnya kluar wadi, tapi tidak sadar, dan baru sadar setelah waktu sholat habis ( melihat bekas nya di cd saya. apakah perlu mengulang sholat?

    Jazakumullah khairan katsira atas jawaban yang diberikan

    Wassalamu’alaikum wr wb

  9. yana ahmad
    27 Oct 2010 [Permalink]

    afwan ustad, ada tambahan pertanyaan , mungkin sedikit menyimpang =
    berkaitan dengan pertanyaan saya sebelumnya, saya jadi sering menahan buang air kecil sebelum sholat, karena khawatir jika buang air kecil dulu, nantinya ketika sholat keluar wadi. apakah boleh demikian?
    Syukron katsira

  10. Abduh Tuasikal
    28 Oct 2010 [Permalink]

    @ Yana
    Wa’alaikumus salam
    1. Ingat kaedah yg perlu diperhatikan: Yg yakin tdk bisa dihilangkan dengan keragu-raguan. Sehingga ragu2 semacam itu tdk perlu diperhatikan. Sampai yakin baru boleh batalkan shalat.
    2. kami tidak tahu
    3. kalau itu penyakit, maka disikapi sebagaimana dr istihadhoh, yaitu cukup berwudhu sj di awal shalat, jk keluar dipertengahan shalat, maka silakan shalatnya terus dilanjutin. Ini krn keadaannya adl darurat dan memberatkan. Wallahu a’lam.
    4. Shalat tersebut harus diulangi, krn berarti ketika keluar dlm keadaan hadats, shg shalatnya jd tidak sah krn telah mengetahui.

  11. Abduh Tuasikal
    28 Oct 2010 [Permalink]

    @ Yana
    Sebaiknya tdk ditahan. Jk ditahan tdk sampai membatalkan shalat, namun dinilai makruh. Wallahu a’lam.

  12. Zine Vox
    30 Oct 2010 [Permalink]

    Aslm wr.wb. saya mau nanya.. saya punya masalah, kalo saya sudah buang air kecil kemudian saya duduk atau sujud, air kencingya suka keluar (keluar sendiri) lagi tapi sedikit. yg lebih parahnya kalo lagi sholat ( Sujud ) masalah itu suka terjadi, apakah sholatnya harus di ulang, lalu pakaiannya gmana? saya minta sarannya… trima ksh.

  13. Yulian Purnama
    01 Nov 2010 [Permalink]

    #Zine Vox
    Wa’alaikumussalam Warahmatullah. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, maka itu adalah penyakit yang sebaiknya anda konsultasikan dengan dokter anda. Para ulama, semisal Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah memfatwakan untuk kasus seperti anda, anda cukup berwudhu lalu memakai semacam pembalut agar air seni tidak mengenai pakaian, dan shalat anda tetap sah. Wallahu’alam.

  14. aziz
    10 Nov 2010 [Permalink]

    #aziz
    asalamualaikum. saya mau tanya kapan dan umur berapa keluar ya madzi,mani,wadi

  15. Yulian Purnama
    14 Nov 2010 [Permalink]

    #Ryan
    Wadi cukup dipercikkan sampai yakin bagian yang terkena wadi terpercik air semua.

  16. Novian
    16 Nov 2010 [Permalink]

    Setelah keluar mani kok selalu mengeluarkan cairan sedikit, itu hukumnya gimana??

  17. Zine Vox
    16 Nov 2010 [Permalink]

    Aslm wr.wb. saya mau tanya. tapi maaf sebelumnya..
    1. Apa boleh seseorang melakukan onani?
    2. Apa hukumnya bagi orang yang melakukan onani?
    3. Apa boleh (hukumnya) menonton video porno?

  18. Yulian Purnama
    22 Nov 2010 [Permalink]

    #aziz
    Wa’alaikumussalam. Wadi adalah sisa air kencing, jadi setiap orang berapapun umurnya akan mendapatinya. Sedangkan mani dan madzi, silakan bertanya kepada ahli kesehatan mengenai kapan perkiraan usia mulai keluarnya.

  19. yandi
    22 Nov 2010 [Permalink]

    bgmana jika air mani keluar, lalu mandinya salah? tp itu sblum saya tahu cara mandi wajib yg benar mnrut artikel ini?

  20. Abduh Tuasikal
    22 Nov 2010 [Permalink]

    @ Yandi
    Selama air mengguyur seluruh tubuh dan sudah diniatkan untuk mandi junub, mk mandinya sah. Wallahu a’lam.

  21. rizki
    23 Nov 2010 [Permalink]

    ASSALMKM

    ustd saya mau tanya.

    ketika saya tidur saya tidak merasakan apa apa di alat kemaluan saya. saya juga tidak bermimpi yang bisa mmbngkitkan syahwat saya.
    tapi ketika bangun tidur saya merasa ad cairan lengket dcelana saya
    yg sya ingin tanyakan adlah
    1. apakah itu mani atau bukan
    2. terus ap hukumnya. dan bagaimana cara mensucikannya

    mohon bantuannya

  22. zyifa
    25 Nov 2010 [Permalink]

    asslamu’alaikum . .
    ‘afwan tadz mw nnya..
    Kalo misal mlakukan masturbasi/onani dan keluar cairan,apa itu di sebut mani,dan apa d wjibkan mandi janabah?dan bgmna hkum onani itu sndri mnrut islam?
    sykron,wslam’alaikum . .

  23. ujih
    07 Dec 2010 [Permalink]

    Asslmkm, Wr. Wb
    Ustad saya mw menanyakan, disaat saya sedang berpuasa saya mimpi basah. pertanyaan saya apakah puasa saya batal apa tidak, truz apakah ada perbedaan cara mandinya???
    sekian terima kasih
    Wasslamukm. Wr. Wb

  24. Muslim.or.id
    08 Dec 2010 [Permalink]

    #zyifa
    Wa’alaikumussalam. Ya benar, itu mani. Onani diharamkan kecuali khawatir terjerumus pada zina.

  25. ita
    11 Dec 2010 [Permalink]

    assalamualaikum,
    ustadz..
    1.saya mau tanya apa maksud darii “Namun untuk wanita tidak disyaratkan air mani tersebut memancar sebagaimana disebutkan oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim dan diikuti oleh Ibnu Sholah.”
    kalau begitu klu wanita kluar mani nya bgamana?
    2.saya suka keluar cairan bening dan banyak banget ketika saya bertemu dengan pacar saya padahal saya hanya mengobrol saja,apakah itu air mani atau madzi?klu berpelukan jg yg keluar air mani atau madzi yahh?
    3.adik saya (laki2) mimpi basah,dan yg keluar itu cairan bening bukan putih,itu air madzi atau mani?

  26. Yulian Purnama
    12 Dec 2010 [Permalink]

    #Zine Vox
    1&2. Onani hukumnya haram, kecuali ketika sangat khawatir akan terjerumus pada zina.
    3. Hukumnya haram.

    #ujih
    Tidak batal. Cara mandinya sama.

    #ita
    1. Kadang keluarnya tidak memancar
    2. Kemungkinan besar itu adalah madzi. Namun perlu kami tekankan di sini, hal yang anda alami merupakan bukti jelas bahwa pacaran itu mendekati zina. Walau hanya sekedar ngobrol saja syahwat sudah menggebu dan lebih lagi sampai keluar madzi. Untuk menuju zina tinggal selangkah lagi. Maka, kami nasehat untuk meninggalkan pacaran karena perbuatan tersebut adalah maksiat kepada Allah.
    3. Kemungkinan besar itu adalah mani jika keluarnya memancar dan terasa nikmat.

  27. purnomo purwo
    13 Dec 2010 [Permalink]

    assalamualaikum wr wb,
    ustadz saya mau tanya, saya sering melihat celana dalam saya basah sehabis berjalan kaki jauh,,, hal ini sering menimbulkan perasaan ragu2 atau was2 pada diri saya,,basahnya celana dalam saya karena keringat atau karena air kencing yang saya tahan dan keluar tanpa terasa,,kalau saya cium baunya juga tidak pesing seperti layaknya bau air kencing, dan saya yakin yang keluar tersebut bukanlah madzi atau wadi..apakah hanya dengan melihat celana dalam yang basah tanpa tahu dari mana asal basahnya tersebut celana dalam saya dihukumi najis,
    mohon penjelasan dari ustadz
    terima kasih
    wasalamualaikum wr wb

  28. Awaluddin Ritonga
    15 Dec 2010 [Permalink]

    apa kah keluarnya maji hrus mandi junub?
    atw hny dibersihkan saja dibagian yg kena maji?

  29. Yulian Purnama
    15 Dec 2010 [Permalink]

    #Awaludin Ritonga
    Keluar madzi tidak perlu mandi junub, hanya perlu membersihkannya.

  30. Abduh Tuasikal
    17 Dec 2010 [Permalink]

    @Rizki.
    Wa’alaikumus salam
    1. Itu mani atau bukan, dpt dilihat dari ciri-cirinya. Silakan lihat dlm penjelasan artike di atas.
    2. Kalau itu mani, mk wajib mandi. Jk itu bukan mani atau itu adl madzi, mk cukup kemaluannya dibersihkan, celananya diganti (kalau berat, cukup diperciki). Namun jika masih ragu2, itu mani atau bukan, lebih baik tetap mandi wajib.

  31. Abduh Tuasikal
    17 Dec 2010 [Permalink]

    @ Novian
    Wallahu a’lam.. Silakan lihat dari ciri-cirinya. Kalau itu masih keluar dg mani, maka lebih baik dihukumi mani. Silakan perhatikan baik2 ciri2 mani dalam artikel di atas.

  32. Abduh Tuasikal
    17 Dec 2010 [Permalink]

    Mungkin ada yg bisa membantu menjawab pertanyaan umi? …. Mohon bantuannya.

  33. yasin
    22 Dec 2010 [Permalink]

    Assalamu alaikum,
    Di artikel dijelaskan cara membersihkan madzi yang menempel di pakaian dengan cara di percikkan dengan air, seandainya setelah di percikkan dgn air ternyata madzi masih ada (berbekas dan terlihat) apakah sudah dianggap suci. mohon penjelasannya?
    terima kasih,
    wasalam.

  34. Abduh Tuasikal
    23 Dec 2010 [Permalink]

    @ Purnomo
    Wa’alaikumus salam.
    1. Lihatlah ciri2 kencing atau bukan
    2. Berpeganglah pada yg kamu yakini, jauhkan was-was atau ragu-ragu.

  35. Abduh Tuasikal
    27 Dec 2010 [Permalink]

    @ Prima
    1. Kalau itu ciri2 mani, mk tetap wajib mandi junub
    2. Kami sarankan jangan mengulangi perbuatan semacam itu lagi. Carilah ridho Allah. Cobalah untuk menikah lagi. Semoga Allah beri taufik.

  36. ali
    29 Dec 2010 [Permalink]

    aslmw.
    saya ingin bertanya, wadi dan madzi itu membatalkan puasa atau tidak? terima kasih

  37. Yulian Purnama
    03 Jan 2011 [Permalink]

    #ali
    Tidak membatalkan puasa.

  38. nanang
    03 Jan 2011 [Permalink]

    asw, saya sering ketika tidur mengelarkan air mani dan mani terlihat encer, setelah bangun tidur tubuh terasa lemas, apa ya kira2 penyebabnya pak… mohon dijawab ya pak…

  39. za
    05 Jan 2011 [Permalink]

    asslmkm.maf mau nanya,penyebab keluar mani itu apa hanya berhubungan badan dan mimpi berhubungan badan saja??terima kasih.ditunggu jawabannya..

  40. Muhammad Nur Ichwan
    05 Jan 2011 [Permalink]

    wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh
    ada baiknya anda menghubungi dokter atau yang berkompeten dlm bidang kesehatan untuk mengetahui penyebab hal tersebut.

  41. Muhammad Nur Ichwan
    05 Jan 2011 [Permalink]

    @za
    wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
    dari keterangan para ulama ketika menjelaskan pembatal-pembatal i’tikaf, mani bisa juga keluar dengan bertafakkur (membayangkan) perkara jima’ atau dengan hanya melihat lawan jenis yang disertai syahwat. hal ini tergantung kondisi masing-masing manusia, wallahu ta’ala a’lam.

  42. za
    05 Jan 2011 [Permalink]

    dari post2 sebelumnya bukankah sudah dikatakan jika membayangkan perkara jima’ cairan yg keluar itu adalah madzi dan tidak diwajibkan mandi junub??

  43. Muhammad Nur Ichwan
    05 Jan 2011 [Permalink]

    @za
    hal itu bukanlah pembatasan. seperti yg sudah dijelaskan, hal ini tergantung kondisi masing-masing individu. bisa saja seseorang yang membayangkan perkara jima’ hanya mengeluarkan madzi, namun ada juga yang inzal (maaf: mengeluarkan mani) hanya dengan membayangkan perkara jima’ karena terdorong syahwat yang begitu besar. sekali lagi, hal ini tergantung kondisi masing-masing orang.
    untuk membedakan apakah cairan itu madzi ataukah mani dapat kita lihat dari sifat cairan yang keluar sebagaimana telah diterangkan di atas.
    anda dapat merujuk Al Fatawa Al Hindiyah 1/213; Raudhatuth Thalibin 2/392; Mathalib Ulin Nuha 2/250 untuk melihat pernyataan bahwa seorang dapat inzal hanya dengan membayangkan jima’.
    wallahu a’lam.

  44. za
    06 Jan 2011 [Permalink]

    oke,terima kasih penjelasannya..

  45. ukhti mufi
    07 Jan 2011 [Permalink]

    ijin share syukron

  46. angky
    07 Jan 2011 [Permalink]

    ijin copy-paste..

  47. dhan
    08 Jan 2011 [Permalink]

    artikel yang bermanfaat sekali, ohh iya, jadi kalo pakaian yang terkena mazi atau wadi hanya cukup di bersihkan dengan air pada bagian yang terkena saja ya gan.

  48. lanang
    10 Jan 2011 [Permalink]

    Assalamu’alaikum

    ustadz, sya mw tny..
    kn sbelumnya dijelaskan kalo air madzi kna suatu benda, mka benda itu jg trkena najis dan hrs dicuci. tp kalo air madzi trsebut sudah lama/sudah kering bgaimana? apa benda yg terkena trsbut najis dan jg hrs dicuci?

  49. Abduh Tuasikal
    12 Jan 2011 [Permalink]

    @ Lanang
    Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

    Jk madzi tsb dibiarkan begitu saja dlm rentan waktu yg lama, maka bila hilang bau, rasa, dan warnanya, pakaian atau benda yg terkena najis tsb kembali menjadi suci. Para ulama memberikan kaedah: “Al hukmu yaduuru ma’a ‘illatihi wujudan aw ‘adaman” (Hukum itu ada ketika ada atau tidak adanya sebab).

    Wallahu waliyyut taufiq

  50. Abduh Tuasikal
    12 Jan 2011 [Permalink]

    @ Dhan
    Iya betul.
    Lalu kemaluannya jangan lupa dibersihkan. Lalu berwudhu lagi jika ingin shalat.

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas