<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Macam-Macam Najis</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: fajrizzio</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-79466</link>
		<dc:creator>fajrizzio</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 11:47:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-79466</guid>
		<description>5 – Kotoran hewan yang dagingnya tidak halal dimakan,

berarti kotoran hewan yg daingnya halal tidak najis dong tad ??

klu iya, wah....baru tahu ane. mantabh :thumbup:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>5 – Kotoran hewan yang dagingnya tidak halal dimakan,</p>
<p>berarti kotoran hewan yg daingnya halal tidak najis dong tad ??</p>
<p>klu iya, wah&#8230;.baru tahu ane. mantabh :thumbup:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aris Munandar</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-78370</link>
		<dc:creator>Aris Munandar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 13:58:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-78370</guid>
		<description>#Hani 
Wa&#039;alaikumussalam. Menurut pendapat yang paling kuat, nanah tidaklah tergolong najis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Hani<br />
Wa&#8217;alaikumussalam. Menurut pendapat yang paling kuat, nanah tidaklah tergolong najis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hani</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-78187</link>
		<dc:creator>Hani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 07:18:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-78187</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaykum..
Ustadz, ana mau tanya, apakah nanah juga najis? bagaimana juga jika nanah tersebut berbau dan jika mengenai pakaian meninggalkan bekas?
Syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaykum..<br />
Ustadz, ana mau tanya, apakah nanah juga najis? bagaimana juga jika nanah tersebut berbau dan jika mengenai pakaian meninggalkan bekas?<br />
Syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agus</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-73864</link>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 03:54:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-73864</guid>
		<description>Jazakallah Khairan Ustadz Tuasikal, mungkin bisa ditunjukkan link yang berhubungan dengan hal ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazakallah Khairan Ustadz Tuasikal, mungkin bisa ditunjukkan link yang berhubungan dengan hal ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-73851</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 18:44:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-73851</guid>
		<description>@ Agus
Iya itu tdk najis, spt kotoran ayam. Semoga bisa ada artikel tentang pertanyaan saudara di web ini. Semoga Allah mudahkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Agus<br />
Iya itu tdk najis, spt kotoran ayam. Semoga bisa ada artikel tentang pertanyaan saudara di web ini. Semoga Allah mudahkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agus</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-73166</link>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 06:01:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-73166</guid>
		<description>Ustadz saya ingin bertanya:  Dari uraian di atas kotoran hewan yang dagingnya tidak halal dimakan adalah najis, jadi apakah kalau  hewan yang dagingnya boleh dimakan maka kotorannya tidak najis? Karena tidak disebutkan dalam artikel di atas, dan kalau bisa disertakan dalil yang bekenaan dg hal tsb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz saya ingin bertanya:  Dari uraian di atas kotoran hewan yang dagingnya tidak halal dimakan adalah najis, jadi apakah kalau  hewan yang dagingnya boleh dimakan maka kotorannya tidak najis? Karena tidak disebutkan dalam artikel di atas, dan kalau bisa disertakan dalil yang bekenaan dg hal tsb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-73060</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 23:17:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-73060</guid>
		<description>#Rendi 
Wa&#039;alaikumussalam. Jika demikian keadaannya maka anda terlalu berlebihan dalam was-was terhadap najis. Kaidah mengatakan, hukum asal benda-benda adalah suci, kecuali kita benar-benar yakin benda tersebut adalah najis atau terkena najis. Dengan kata lain, jika anda masih ragu, maka benda tersebut dianggap suci.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Rendi<br />
Wa&#8217;alaikumussalam. Jika demikian keadaannya maka anda terlalu berlebihan dalam was-was terhadap najis. Kaidah mengatakan, hukum asal benda-benda adalah suci, kecuali kita benar-benar yakin benda tersebut adalah najis atau terkena najis. Dengan kata lain, jika anda masih ragu, maka benda tersebut dianggap suci.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Macam-macam Najis &#124; kakabbas.com</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-73038</link>
		<dc:creator>Macam-macam Najis &#124; kakabbas.com</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 22:35:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-73038</guid>
		<description>[...] Perlu dibedakan antara najis dan hadats. Najis kadang kita temukan pada badan, pakaian dan tempat. Sedangkan hadats terkhusus kita temukan pada badan. Najis bentuknya konkrit, sedangkan hadats itu abstrak dan menunjukkan keadaan seseorang. Ketika seseorang selesai berhubungan badan dengan istri (baca: jima’), ia dalam keadaan hadats besar. Ketika ia kentut, ia dalam keadaan hadats kecil. Sedangkan apabila pakaiannya terkena air kencing, maka ia berarti terkena najis. Hadats kecil dihilangkan dengan berwudhu dan hadats besar dengan mandi. Sedangkan najis, asalkan najis tersebut hilang, maka sudah membuat benda tersebut suci. Mudah-mudahan kita bisa membedakan antara hadats dan najis ini.[2] [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Perlu dibedakan antara najis dan hadats. Najis kadang kita temukan pada badan, pakaian dan tempat. Sedangkan hadats terkhusus kita temukan pada badan. Najis bentuknya konkrit, sedangkan hadats itu abstrak dan menunjukkan keadaan seseorang. Ketika seseorang selesai berhubungan badan dengan istri (baca: jima’), ia dalam keadaan hadats besar. Ketika ia kentut, ia dalam keadaan hadats kecil. Sedangkan apabila pakaiannya terkena air kencing, maka ia berarti terkena najis. Hadats kecil dihilangkan dengan berwudhu dan hadats besar dengan mandi. Sedangkan najis, asalkan najis tersebut hilang, maka sudah membuat benda tersebut suci. Mudah-mudahan kita bisa membedakan antara hadats dan najis ini.[2] [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rendi</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-71997</link>
		<dc:creator>Rendi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 15:18:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-71997</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr wb...
Mhn maaf saya ingin bertanya:
1. Terkadang saya merasa boros dalam menggunakan air untuk membersihkan setelah buang air kecil dan besar.. karena saya khawatir percikan air pada saat membersihkan itu memercik ke bagian tubuh saya yang lain... jadi terkadang saya bersihkan dengan menggunakan air yang banyak, dan kadang memakan waktu yang lama, sampai saya yakin bahwa saya sudah bersih dari najis. Bagaimanakah sebaiknya?

2. Saya terkadang sangat khawatir dengan teman2 atau keluarga saya di rumah yang kadang menurut saya setelah buang air dari kamar mandi suka seenaknya... setelah buang air, lalu mereka siram, kemudian keluar dari kamar mandi begitu saja tanpa membersihkan kakinya.. karena saya khawatir najis dari kamar mandi tersebar kemana-mana melalui telapak kaki merreka.. Bagaimana sebaiknya?

3. Dari dua pertanyaan di atas, apakah saya tergolong orang yang terlalu berlebihan dalam menilai masalah najis...? Karena terkadang saya melihat beberapa orang dengan entengnya kurang memperhatikan masalah menjaga kesucian ini(menurut saya).... Padahal bisa saja tempat-tempat umum itu kita gunakan untuk shalat berjamaah, seperti ruang tamu, ruang aula, dsb.. mohon nasihatnya...

Terimaksih...
Assalamu&#039;alaikum wr wb...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb&#8230;<br />
Mhn maaf saya ingin bertanya:<br />
1. Terkadang saya merasa boros dalam menggunakan air untuk membersihkan setelah buang air kecil dan besar.. karena saya khawatir percikan air pada saat membersihkan itu memercik ke bagian tubuh saya yang lain&#8230; jadi terkadang saya bersihkan dengan menggunakan air yang banyak, dan kadang memakan waktu yang lama, sampai saya yakin bahwa saya sudah bersih dari najis. Bagaimanakah sebaiknya?</p>
<p>2. Saya terkadang sangat khawatir dengan teman2 atau keluarga saya di rumah yang kadang menurut saya setelah buang air dari kamar mandi suka seenaknya&#8230; setelah buang air, lalu mereka siram, kemudian keluar dari kamar mandi begitu saja tanpa membersihkan kakinya.. karena saya khawatir najis dari kamar mandi tersebar kemana-mana melalui telapak kaki merreka.. Bagaimana sebaiknya?</p>
<p>3. Dari dua pertanyaan di atas, apakah saya tergolong orang yang terlalu berlebihan dalam menilai masalah najis&#8230;? Karena terkadang saya melihat beberapa orang dengan entengnya kurang memperhatikan masalah menjaga kesucian ini(menurut saya)&#8230;. Padahal bisa saja tempat-tempat umum itu kita gunakan untuk shalat berjamaah, seperti ruang tamu, ruang aula, dsb.. mohon nasihatnya&#8230;</p>
<p>Terimaksih&#8230;<br />
Assalamu&#8217;alaikum wr wb&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-macam-najis.html/comment-page-1#comment-70016</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 02:32:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1982#comment-70016</guid>
		<description>#Zaufi 
1. Jika hanya terjadi setelah buang air kecil maka cukup dibersihkan. Jika tidak terkendali dan sering keluar, gunakan penahan semacam pampers dan berwudhulah setiap kali shalat, tidak boleh sekali berwudhu untuk beberapa shalat.
2. Sebaiknya tidak mudah menuduh jin atas gangguan yang ada. Berusahalah melengkapi bacaan Al Fatihah saja dan shalatnya sah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Zaufi<br />
1. Jika hanya terjadi setelah buang air kecil maka cukup dibersihkan. Jika tidak terkendali dan sering keluar, gunakan penahan semacam pampers dan berwudhulah setiap kali shalat, tidak boleh sekali berwudhu untuk beberapa shalat.<br />
2. Sebaiknya tidak mudah menuduh jin atas gangguan yang ada. Berusahalah melengkapi bacaan Al Fatihah saja dan shalatnya sah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

