<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Lailatul Qadar dan I&#8217;tikaf</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Aris Munandar</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-78224</link>
		<dc:creator>Aris Munandar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 16:13:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-78224</guid>
		<description>#ellis khairunnisa 
harus dengan seizin orang tuanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#ellis khairunnisa<br />
harus dengan seizin orang tuanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77415</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:42:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77415</guid>
		<description>#daksa 
wa&#039;alaikumussalam. Jika memang warga dan jama&#039;ah masjid sanggup datang ke masjid ketika itu, maka tidak masalah. Jika mereka tidak menyanggupi ada baiknya dikerjakan setelah isya. Jika orang yang beri&#039;tikaf ingin shalat lagi nantinya pun dibolehkan. 
I&#039;tikaf itu berdiam diri di masjid untuk melakukan berbagai aktifitas ibadah: membaca qur&#039;an, berdzikir, shalat sunnah, dll</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#daksa<br />
wa&#8217;alaikumussalam. Jika memang warga dan jama&#8217;ah masjid sanggup datang ke masjid ketika itu, maka tidak masalah. Jika mereka tidak menyanggupi ada baiknya dikerjakan setelah isya. Jika orang yang beri&#8217;tikaf ingin shalat lagi nantinya pun dibolehkan.<br />
I&#8217;tikaf itu berdiam diri di masjid untuk melakukan berbagai aktifitas ibadah: membaca qur&#8217;an, berdzikir, shalat sunnah, dll</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77412</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:38:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77412</guid>
		<description>#luthfiah faqih 
Boleh. Namun tidur tidak membatalkan i&#039;tikaf.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#luthfiah faqih<br />
Boleh. Namun tidur tidak membatalkan i&#8217;tikaf.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77407</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:29:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77407</guid>
		<description>#ummu Latifah 
Doa tersebut sangat dianjurkan untuk di perbanyak, namun doa-doa yang lain pun dibolehkan. Membaca “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’” bebas waktunya, namun lebih utama di malam hari.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#ummu Latifah<br />
Doa tersebut sangat dianjurkan untuk di perbanyak, namun doa-doa yang lain pun dibolehkan. Membaca “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’” bebas waktunya, namun lebih utama di malam hari.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: daksa</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77283</link>
		<dc:creator>daksa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 02:29:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77283</guid>
		<description>assalamulaikum ustadz, 
saya bertanya bolehkah memindahkan waktu sholat tarawih di masjid yang biasa kita lakukan selepas isya dipindahkan pada waktu dinihari sampai menjelang sahur?dengan harapan mendapatkan lailatul qodar? karena dibenak saya i&#039;tikaf dilakukan di masjid dengan berdiam diri.
mohon penjelasan ustadz jazakulloh khoir 

semoga Allah menjaga Ustadz dan ditetapkan di atas kebenaran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamulaikum ustadz,<br />
saya bertanya bolehkah memindahkan waktu sholat tarawih di masjid yang biasa kita lakukan selepas isya dipindahkan pada waktu dinihari sampai menjelang sahur?dengan harapan mendapatkan lailatul qodar? karena dibenak saya i&#8217;tikaf dilakukan di masjid dengan berdiam diri.<br />
mohon penjelasan ustadz jazakulloh khoir </p>
<p>semoga Allah menjaga Ustadz dan ditetapkan di atas kebenaran</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfiah faqih</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77245</link>
		<dc:creator>luthfiah faqih</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 07:37:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77245</guid>
		<description>izinkan bertanya:
bolehkan tidur dulu di rumah lalu i&#039;tikaf dimulai setelah pukul 00.00, bagaimana kl tak kuasa menahan kantuk lalu tertidur di masjid ?, batalkah i&#039;tikafnya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izinkan bertanya:<br />
bolehkan tidur dulu di rumah lalu i&#8217;tikaf dimulai setelah pukul 00.00, bagaimana kl tak kuasa menahan kantuk lalu tertidur di masjid ?, batalkah i&#8217;tikafnya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iswatun</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77196</link>
		<dc:creator>iswatun</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 07:47:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77196</guid>
		<description>syukron katsir u ilmunya ana berharap th ini mendapatkan malam lailatul qodar..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syukron katsir u ilmunya ana berharap th ini mendapatkan malam lailatul qodar..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77161</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 23:14:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77161</guid>
		<description>#hasonangan nasution 
Wa&#039;alaikumussalam, tidak ada pendapat yang kuat dalam masalah ini, dan para ulama pun tidak terlalu memberikan perhatian soal ini karena tidak ada ibadah yang berhubungan dengannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#hasonangan nasution<br />
Wa&#8217;alaikumussalam, tidak ada pendapat yang kuat dalam masalah ini, dan para ulama pun tidak terlalu memberikan perhatian soal ini karena tidak ada ibadah yang berhubungan dengannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ummu Latifah</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-77027</link>
		<dc:creator>ummu Latifah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 02:38:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-77027</guid>
		<description>Assalamualaykum,
spt yg ditulis bhw sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar.  Apakah doa yang dimaksud adalah ini &quot;Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’&quot; . Jika benar, apakah spt kita ber dzikir (jd tidak terikat dgn sholat?).
Atau hanya saat terasa datangnya lailatul qadar (insyaAllah, aamiin)?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaykum,<br />
spt yg ditulis bhw sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar.  Apakah doa yang dimaksud adalah ini &#8220;Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’&#8221; . Jika benar, apakah spt kita ber dzikir (jd tidak terikat dgn sholat?).<br />
Atau hanya saat terasa datangnya lailatul qadar (insyaAllah, aamiin)?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hasonangan nasution</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html/comment-page-1#comment-76883</link>
		<dc:creator>hasonangan nasution</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 04:11:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=356#comment-76883</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum. Peristiwa pertama kali turunnya Alquran yg diterima Nabi Muhammad di gua hira itu sesungguhnya terjadi pada tanggal berapa ya ustadz?(menurut penanggalan hijriyah dan masehi)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum. Peristiwa pertama kali turunnya Alquran yg diterima Nabi Muhammad di gua hira itu sesungguhnya terjadi pada tanggal berapa ya ustadz?(menurut penanggalan hijriyah dan masehi)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

