<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kritik Anjuran Adzan di Telinga Bayi</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-81204</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 10:18:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-81204</guid>
		<description>@ Bambang
Itu bukan amalan yang dianjurkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Bambang<br />
Itu bukan amalan yang dianjurkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bambang murdafa</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-80973</link>
		<dc:creator>bambang murdafa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 00:26:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-80973</guid>
		<description>ust, sya mau tanya, APAKAH MENGADZANKAN MAYIT KTIKA BARU DIKUBURKAN ada dasar hukumnya? Sebab saya pernah mendengar perkataan seorang ustadz-bukan salafi- ketika taklim di masjid mengatakan bahwa BOLEHNYA MENGADZANKAN MAYIT KETIKA BARU DIKUBURKAN dengan alasan KETIKA ORANG BARU LAHIR SAJA DIADZANKAN sebagai tanda ucapan KULO NUWUN (sebgai ucapan SALAM)maka matinya juga HARUS DIADZANKAN SBG TANDA PAMITAN 
Terim kasih atas perkenan ust untuk menjawab pertny saya ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ust, sya mau tanya, APAKAH MENGADZANKAN MAYIT KTIKA BARU DIKUBURKAN ada dasar hukumnya? Sebab saya pernah mendengar perkataan seorang ustadz-bukan salafi- ketika taklim di masjid mengatakan bahwa BOLEHNYA MENGADZANKAN MAYIT KETIKA BARU DIKUBURKAN dengan alasan KETIKA ORANG BARU LAHIR SAJA DIADZANKAN sebagai tanda ucapan KULO NUWUN (sebgai ucapan SALAM)maka matinya juga HARUS DIADZANKAN SBG TANDA PAMITAN<br />
Terim kasih atas perkenan ust untuk menjawab pertny saya ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sabtu malam dan mensoal meng-adzan-i bayi .:. Dian Sigit Prastowo Pages - Meraih Syafaat dengan Ilmu yang Bermanfaat</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-78564</link>
		<dc:creator>Sabtu malam dan mensoal meng-adzan-i bayi .:. Dian Sigit Prastowo Pages - Meraih Syafaat dengan Ilmu yang Bermanfaat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 14:55:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-78564</guid>
		<description>[...] Kritik Anjuran Adzan di Telinga Bayi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kritik Anjuran Adzan di Telinga Bayi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syahraini sarban al-berawi</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-68964</link>
		<dc:creator>syahraini sarban al-berawi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 13:21:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-68964</guid>
		<description>Ada tiga faktor masyarakat awam salah menjalankan syariat islam yang telah sempurna ini (1) faktor keturunan..dianggap benar dan diikuti karena tradisi keturunan dari orangtua atau nenek moyangnya (2)faktor melihat kebanyakan orang....banyaknya umat yang melakukannya suatu ajaran sudah dianggapnya benart (3) faktor ikut-ikut/taklid buta...biasanya masyarakat awam akan mengikuti suatu ajaran jika hal tersebut diajarkan oleh mereka yang dianggapnya mumpuni masalah agama, padahal berbagai label/gelar keagamaan yang disandang seseorang tidak menjamin ibadah dan dahwahnya sesuai dengan manhaj salafi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada tiga faktor masyarakat awam salah menjalankan syariat islam yang telah sempurna ini (1) faktor keturunan..dianggap benar dan diikuti karena tradisi keturunan dari orangtua atau nenek moyangnya (2)faktor melihat kebanyakan orang&#8230;.banyaknya umat yang melakukannya suatu ajaran sudah dianggapnya benart (3) faktor ikut-ikut/taklid buta&#8230;biasanya masyarakat awam akan mengikuti suatu ajaran jika hal tersebut diajarkan oleh mereka yang dianggapnya mumpuni masalah agama, padahal berbagai label/gelar keagamaan yang disandang seseorang tidak menjamin ibadah dan dahwahnya sesuai dengan manhaj salafi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-64252</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 10:26:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-64252</guid>
		<description>#Rano 
Ya, benar. Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam tidak pernah mengajarkan lafadz niat shalat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Rano<br />
Ya, benar. Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam tidak pernah mengajarkan lafadz niat shalat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rano yuliansyah</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-63991</link>
		<dc:creator>Rano yuliansyah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 23:13:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-63991</guid>
		<description>ustad, apakah usholli fardu dst..dlam sholat adalah perbuatan bid&#039;ah?? karna niat dlm holat cukup dlm hati saja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustad, apakah usholli fardu dst..dlam sholat adalah perbuatan bid&#8217;ah?? karna niat dlm holat cukup dlm hati saja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-62352</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 00:23:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-62352</guid>
		<description>#sabur 
Kalau berbicara hukumnya, boleh saja dan halal untuk dimakan, karena tidak ada sebab yang bisa mengubah statusnya jadi haram.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#sabur<br />
Kalau berbicara hukumnya, boleh saja dan halal untuk dimakan, karena tidak ada sebab yang bisa mengubah statusnya jadi haram.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sabur</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-62263</link>
		<dc:creator>sabur</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 18:41:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-62263</guid>
		<description>Kalau di kasih Aqiqahan dari bayi yang sudah di adzani boleh ngak kita makan ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau di kasih Aqiqahan dari bayi yang sudah di adzani boleh ngak kita makan ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu izzat</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-62252</link>
		<dc:creator>abu izzat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 14:24:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-62252</guid>
		<description>Jazakallah ats penjelasan ust,mudah2an membuka hati yang jahil yg masih mencari2 dalil yg tidak semestinya utk melegitimasi perbuatan bid&#039;ah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazakallah ats penjelasan ust,mudah2an membuka hati yang jahil yg masih mencari2 dalil yg tidak semestinya utk melegitimasi perbuatan bid&#8217;ah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tommi</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-2#comment-61538</link>
		<dc:creator>tommi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 05:46:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-61538</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,

Kepada kawan2 wa bil khusus akhi arthur rasyid yg ingin memberitahukan mengenai kedho&#039;ifan hadits mengenai adzan di telinga bayi ini pada keluarganya, saran saya jgn cuma memberikan artikel ini pada mereka, tp hadirkanlah jg ustadz yg mengerti permasalahan hadits dan bermanhaj salafus sholeh agar dpt menjelaskan langsung. Karena dari pengalaman saya memberitahukan artikel ini pada istri dan keluarga, mereka susah menerima malah istri bilang, &quot;kamu masih belajar mas, ga usah aneh2 dulu.&quot;

Setelah saya hadirkan ustadz yg bermanhaj salaf dari kantor saya untuk memberikan keterangan pd mereka mengenai hal ini, barulah mereka mengerti bahwa hadits adzan di telinga bayi adalah dho&#039;if dan tidak perlu diamalkan. Jadi, untuk mendobrak tradisi keliru yg selama ini berjalan di masyarakat kita, diperlukan bantuan seorang yg berilmu untuk menjelaskan kekeliruan tersebut pd org2 terdekat lebih dulu dan agar menolak mafsadat yg mungkin menimpa diri kita jika kita terlalu ngotot menjelaskan seorang diri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>Kepada kawan2 wa bil khusus akhi arthur rasyid yg ingin memberitahukan mengenai kedho&#8217;ifan hadits mengenai adzan di telinga bayi ini pada keluarganya, saran saya jgn cuma memberikan artikel ini pada mereka, tp hadirkanlah jg ustadz yg mengerti permasalahan hadits dan bermanhaj salafus sholeh agar dpt menjelaskan langsung. Karena dari pengalaman saya memberitahukan artikel ini pada istri dan keluarga, mereka susah menerima malah istri bilang, &#8220;kamu masih belajar mas, ga usah aneh2 dulu.&#8221;</p>
<p>Setelah saya hadirkan ustadz yg bermanhaj salaf dari kantor saya untuk memberikan keterangan pd mereka mengenai hal ini, barulah mereka mengerti bahwa hadits adzan di telinga bayi adalah dho&#8217;if dan tidak perlu diamalkan. Jadi, untuk mendobrak tradisi keliru yg selama ini berjalan di masyarakat kita, diperlukan bantuan seorang yg berilmu untuk menjelaskan kekeliruan tersebut pd org2 terdekat lebih dulu dan agar menolak mafsadat yg mungkin menimpa diri kita jika kita terlalu ngotot menjelaskan seorang diri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

