<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kritik Anjuran Adzan di Telinga Bayi</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html</link>
	<description>Muslim.or.id adalah pesantren online bagi siapa saja yang ingin mempelajari agama Islam berdasarkan pemahaman para salafus shalih</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 09:49:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Muslim.Or.Id</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-47033</link>
		<dc:creator>Muslim.Or.Id</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:57:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-47033</guid>
		<description>@ Robby
Cukup kami katakan sebagaimana perkataan Ibnu Mas&#039;ud:
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
&quot;Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.” (HR. Ad Darimi. Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayid) 

Yang namanya amalan bukan hanya dgn niat baik agar diterima namun jg harus ada tuntunan dari Nabi ataukah tidak. Jadi niat baik semata2 belumlah cukup.
Hanya Allah yang beri taufik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Robby<br />
Cukup kami katakan sebagaimana perkataan Ibnu Mas&#8217;ud:<br />
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ<br />
&#8220;Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.” (HR. Ad Darimi. Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayid) </p>
<p>Yang namanya amalan bukan hanya dgn niat baik agar diterima namun jg harus ada tuntunan dari Nabi ataukah tidak. Jadi niat baik semata2 belumlah cukup.<br />
Hanya Allah yang beri taufik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robby</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-47031</link>
		<dc:creator>Robby</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:40:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-47031</guid>
		<description>Adzan dan iqamah adalah suatu perbuatan yg baik dan bertujuan
utk mengajak umat manusia terutama umat Islam utk beribadah dan
bukan hanya utk shalat saja. Jadi ketika bayi baru lahir dibaca
kan adzan dan iqamah adalah utk mengajak insan yg baru datang
kedunia utk diserukan dan diajak menjalankan ibadah.
Firman: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan suci ( Islam )
orang tua nya lah yg menyebabkan anak menjadi Yahudi, Nasrani
atau Majusi. Jadi walaupun mungkin perawi hadits itu lemah atau
pendusta sekalipun kalau isi dan tujuan dari perbuatan yg disam
paikan itu adalah baik adanya dan tidak bertentangan dengan Asma Allah swt dan dapat dipergunakan, maka akan tetap lebih baik utk
digunakan. wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Adzan dan iqamah adalah suatu perbuatan yg baik dan bertujuan<br />
utk mengajak umat manusia terutama umat Islam utk beribadah dan<br />
bukan hanya utk shalat saja. Jadi ketika bayi baru lahir dibaca<br />
kan adzan dan iqamah adalah utk mengajak insan yg baru datang<br />
kedunia utk diserukan dan diajak menjalankan ibadah.<br />
Firman: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan suci ( Islam )<br />
orang tua nya lah yg menyebabkan anak menjadi Yahudi, Nasrani<br />
atau Majusi. Jadi walaupun mungkin perawi hadits itu lemah atau<br />
pendusta sekalipun kalau isi dan tujuan dari perbuatan yg disam<br />
paikan itu adalah baik adanya dan tidak bertentangan dengan Asma Allah swt dan dapat dipergunakan, maka akan tetap lebih baik utk<br />
digunakan. wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fudhoil</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-47021</link>
		<dc:creator>Fudhoil</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 14:34:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-47021</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,

Bagi ikhwan saudara2ku sekalian yg mempertanyakan apa salahnya mengamalkan hadits dhoif. Perlu saudaraku ketahui, bahwasanya yg disebut hadits dhoif itu adalah hadits yg dipermasalahkan sanad maupun matannya atau bisa dua2nya. Adapun bila matan yg dipermasalahkan biasanya matannya bertentangan dengan Qur&#039;an atau hadits lainnya, namun bila sanad yg dipermasalahkan biasanya berhubungan dengan keadaan perawi, apakah perawi tersebut dho&#039;if (lemah), majhul (tidak dikenal), pelaku bid&#039;ah, suka memalsukan hadits atau bermasalah dengan daya ingat (bisa karena sudah tua)

Bahwasanya memang sudah dikenal bahwa hadits2 dhoif sering dijadikan untuk fadhoil amal, bahkan imam Bukhari dalam adabul mufrad membawakan beberapa hadits dhoif, namun perlu dicatat, dhoif disini bukan dhoif jiddan (dhoif sekali) atau palsu namun hanya sekedar dhoif dan itupun harus ada hadits shohih sebelumnya. Jadi, hadits dhoifnya hanya untuk pendukung.

Kembali pada permasalahan hadits adzan untuk bayi. Akhi, coba baca lagi artikel diatas dengan seksama, terutama pada bagian ini : &quot;Jubaaroh dinilai oleh Ibnu Hajar dan Adz Dzahabi dho’if (lemah).

Yahya bin Al ‘Alaa’ dinilai oleh Ibnu Hajar orang yang dituduh dusta dan Adz Dzahabi menilainya matruk (hadits yang diriwayatkannya ditinggalkan).

Marwan bin Salim dinilai oleh Ibnu Hajar matruk (harus ditinggalkan), dituduh lembek dan juga dituduh dusta.

Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 321 menilai bahwa Yahya bin Al ‘Alaa’ dan Marwan bin Salim adalah dua orang yang sering memalsukan hadits.&quot;

Akhi, klo udh ada indikasi dari ahli hadits yg meneliti riwayatnya bahwa ternyata ada rawi2 yg diketahui pendusta, maka hukumnya hadits itu palsu, bukan lagi lemah dan hadits palsu dilarang untuk dipakai bahkan untuk fadhoil amal sekalipun, karena apa? Bisa jadi hadits itu hanya karangan dari rawi pendusta tersebut, bukan berasal dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam namun diatasnamakan beliau padahal Rasulullah pernah mengancam pada siapapun yg suka berdusta atas dirinya, &quot;Barangsiapa yg berdusta atas namaku, hendaknya menyiapkan tempatnya di neraka.&quot;

So, skrg masalahnya bukan : &quot;apa salahnya mengamalkan hadits lemah?&quot; Saya hanya ingin memberi saran, kerjakanlah sunnah2 yg sudah pasti shohih dan tinggalkanlah yg masih meragukan (masih jadi perdebatan para ulama). Merupakan akhlak yg baik dari seorg muslim bila ia mampu menjauhi yg meragukan dan mengamalkan yg sudah pasti. Wong yg shohih aja banyak banget kok akhi, buat apalagi kita masih menengok yg dhoif apalagi terindikasi palsu?

Mohon maaf klo ada kata2 yg tidak enak. Hanya kepada Allah Ta&#039;ala kita memohon taufiq dan petunjuk. Mohon untuk koreksinya bila ada yg salah.

Wassalamu&#039;alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>Bagi ikhwan saudara2ku sekalian yg mempertanyakan apa salahnya mengamalkan hadits dhoif. Perlu saudaraku ketahui, bahwasanya yg disebut hadits dhoif itu adalah hadits yg dipermasalahkan sanad maupun matannya atau bisa dua2nya. Adapun bila matan yg dipermasalahkan biasanya matannya bertentangan dengan Qur&#8217;an atau hadits lainnya, namun bila sanad yg dipermasalahkan biasanya berhubungan dengan keadaan perawi, apakah perawi tersebut dho&#8217;if (lemah), majhul (tidak dikenal), pelaku bid&#8217;ah, suka memalsukan hadits atau bermasalah dengan daya ingat (bisa karena sudah tua)</p>
<p>Bahwasanya memang sudah dikenal bahwa hadits2 dhoif sering dijadikan untuk fadhoil amal, bahkan imam Bukhari dalam adabul mufrad membawakan beberapa hadits dhoif, namun perlu dicatat, dhoif disini bukan dhoif jiddan (dhoif sekali) atau palsu namun hanya sekedar dhoif dan itupun harus ada hadits shohih sebelumnya. Jadi, hadits dhoifnya hanya untuk pendukung.</p>
<p>Kembali pada permasalahan hadits adzan untuk bayi. Akhi, coba baca lagi artikel diatas dengan seksama, terutama pada bagian ini : &#8220;Jubaaroh dinilai oleh Ibnu Hajar dan Adz Dzahabi dho’if (lemah).</p>
<p>Yahya bin Al ‘Alaa’ dinilai oleh Ibnu Hajar orang yang dituduh dusta dan Adz Dzahabi menilainya matruk (hadits yang diriwayatkannya ditinggalkan).</p>
<p>Marwan bin Salim dinilai oleh Ibnu Hajar matruk (harus ditinggalkan), dituduh lembek dan juga dituduh dusta.</p>
<p>Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 321 menilai bahwa Yahya bin Al ‘Alaa’ dan Marwan bin Salim adalah dua orang yang sering memalsukan hadits.&#8221;</p>
<p>Akhi, klo udh ada indikasi dari ahli hadits yg meneliti riwayatnya bahwa ternyata ada rawi2 yg diketahui pendusta, maka hukumnya hadits itu palsu, bukan lagi lemah dan hadits palsu dilarang untuk dipakai bahkan untuk fadhoil amal sekalipun, karena apa? Bisa jadi hadits itu hanya karangan dari rawi pendusta tersebut, bukan berasal dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam namun diatasnamakan beliau padahal Rasulullah pernah mengancam pada siapapun yg suka berdusta atas dirinya, &#8220;Barangsiapa yg berdusta atas namaku, hendaknya menyiapkan tempatnya di neraka.&#8221;</p>
<p>So, skrg masalahnya bukan : &#8220;apa salahnya mengamalkan hadits lemah?&#8221; Saya hanya ingin memberi saran, kerjakanlah sunnah2 yg sudah pasti shohih dan tinggalkanlah yg masih meragukan (masih jadi perdebatan para ulama). Merupakan akhlak yg baik dari seorg muslim bila ia mampu menjauhi yg meragukan dan mengamalkan yg sudah pasti. Wong yg shohih aja banyak banget kok akhi, buat apalagi kita masih menengok yg dhoif apalagi terindikasi palsu?</p>
<p>Mohon maaf klo ada kata2 yg tidak enak. Hanya kepada Allah Ta&#8217;ala kita memohon taufiq dan petunjuk. Mohon untuk koreksinya bila ada yg salah.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agus</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-47008</link>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 05:31:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-47008</guid>
		<description>izin copy paste untuk disebarkan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izin copy paste untuk disebarkan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amin husein</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-46063</link>
		<dc:creator>amin husein</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 02:45:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-46063</guid>
		<description>Bagus, semoga keluarga kami ditetapkan di dalam jalan salaf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus, semoga keluarga kami ditetapkan di dalam jalan salaf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oemars</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-45333</link>
		<dc:creator>Oemars</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 03:10:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-45333</guid>
		<description>Assalamualaikum, wr.wb.
Hadis lemah ataupun sahih hendaknya ditinjau dari segi manfaat dan mudarat apabila hadis itu dilaksanakan, yang sangat disayangkan penulis tidak menguraikan manfaat ataupun mudarat dari pelaksanaan hadis tersebut (yaitu azan ditelinga bayi yang baru lahir), APA SALAHNYA.????????????????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, wr.wb.<br />
Hadis lemah ataupun sahih hendaknya ditinjau dari segi manfaat dan mudarat apabila hadis itu dilaksanakan, yang sangat disayangkan penulis tidak menguraikan manfaat ataupun mudarat dari pelaksanaan hadis tersebut (yaitu azan ditelinga bayi yang baru lahir), APA SALAHNYA.????????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zoelfan azmir</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-44829</link>
		<dc:creator>zoelfan azmir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 12:56:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-44829</guid>
		<description>karena di situs MUI hal tersebut di sunnahkan...
saya orang awam jadi bingung...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>karena di situs MUI hal tersebut di sunnahkan&#8230;<br />
saya orang awam jadi bingung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Miftakul Huda</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-44612</link>
		<dc:creator>Miftakul Huda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 06:53:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-44612</guid>
		<description>Assalamu’alaikum Ustadz…

Mohon izin paste copy Syukron, akan saya kirimkan ke saudara.

Jazakumullah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum Ustadz…</p>
<p>Mohon izin paste copy Syukron, akan saya kirimkan ke saudara.</p>
<p>Jazakumullah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bisnis islami</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-44458</link>
		<dc:creator>bisnis islami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 07:02:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-44458</guid>
		<description>Assalamu’alaikum. ....

jazakumullah khoiron ya ustadz.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum. &#8230;.</p>
<p>jazakumullah khoiron ya ustadz.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andy odank</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kritik-anjuran-adzan-di-telinga-bayi.html/comment-page-1#comment-44456</link>
		<dc:creator>andy odank</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 06:46:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1565#comment-44456</guid>
		<description>Pak,

Saya sering dengar katanya suara yang pertama kali di dengar bayi adalah suara adzan. Tolong dijelaskan akan hal ini. Kalo gak dikasih adzan, terus sang bayi dengar apa dunk.. Mohon pencerahannya..


Trims,
Andy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak,</p>
<p>Saya sering dengar katanya suara yang pertama kali di dengar bayi adalah suara adzan. Tolong dijelaskan akan hal ini. Kalo gak dikasih adzan, terus sang bayi dengar apa dunk.. Mohon pencerahannya..</p>
<p>Trims,<br />
Andy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->