<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html</link>
	<description>Muslim.or.id adalah pesantren online bagi siapa saja yang ingin mempelajari agama Islam berdasarkan pemahaman para salafus shalih</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 10:20:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Erlina</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-41883</link>
		<dc:creator>Erlina</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 03:53:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-41883</guid>
		<description>Sebenarnya saya menunggu jawaban dari Akh M Abduh Tuasikal atau ustadz yang lain tentang hal ini. 
Saya berani melakukan puasa Syawal terlebih dahulu sebelum membayar hutang puasa Ramadhan dengan dasar hadits dari ibunda Aisyah (seperti yang dikemukakan sdr. guskn). Karena perempuan normal akan mengalami hutang puasa Ramadhan, ditambah lagi mengalami haid di bulan syawal. Sehingga kalau harus membayar hutang puasa dahulu ada kemungkinan tidak bisa berpuasa 6 hari di bulan syawal dan akan terburu-buru.

Apakah ibunda Aisyah tidak pernah puasa 6 hari di bulan syawal, atau memang perempuan tidak disarankan untuk puasa syawal karena perempuan yang normal akan mengalami hutang puasa?

Jawaban pertanyaan di atas akan bermanfaat bagi akwat2 yang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya saya menunggu jawaban dari Akh M Abduh Tuasikal atau ustadz yang lain tentang hal ini.<br />
Saya berani melakukan puasa Syawal terlebih dahulu sebelum membayar hutang puasa Ramadhan dengan dasar hadits dari ibunda Aisyah (seperti yang dikemukakan sdr. guskn). Karena perempuan normal akan mengalami hutang puasa Ramadhan, ditambah lagi mengalami haid di bulan syawal. Sehingga kalau harus membayar hutang puasa dahulu ada kemungkinan tidak bisa berpuasa 6 hari di bulan syawal dan akan terburu-buru.</p>
<p>Apakah ibunda Aisyah tidak pernah puasa 6 hari di bulan syawal, atau memang perempuan tidak disarankan untuk puasa syawal karena perempuan yang normal akan mengalami hutang puasa?</p>
<p>Jawaban pertanyaan di atas akan bermanfaat bagi akwat2 yang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guskn</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-41179</link>
		<dc:creator>guskn</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 00:46:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-41179</guid>
		<description>@Muhammad Abduh Tuasikal
Bagaimana dengan hadits di bawah ini.
Aisyah r.a. berkata: Biasa jika aku berhutang puasa Ramadhan maka tidak dapat meng-qadha-nya kecuali pada bulan Sya’ban. (Bukhari, Muslim).
Apakah berarti ibunda Aisyah tidak pernah mendapatkan faidah setahun puasa? Bukankah dia menjadi contoh bagi kaum muslimah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Muhammad Abduh Tuasikal<br />
Bagaimana dengan hadits di bawah ini.<br />
Aisyah r.a. berkata: Biasa jika aku berhutang puasa Ramadhan maka tidak dapat meng-qadha-nya kecuali pada bulan Sya’ban. (Bukhari, Muslim).<br />
Apakah berarti ibunda Aisyah tidak pernah mendapatkan faidah setahun puasa? Bukankah dia menjadi contoh bagi kaum muslimah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdullah Taslim</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-41120</link>
		<dc:creator>Abdullah Taslim</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 04:14:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-41120</guid>
		<description>Abdullah Taslim
Assalamu alaikum....
jwbn ust Muhammad Abduh sngat bagus, jazahullahu khairan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abdullah Taslim<br />
Assalamu alaikum&#8230;.<br />
jwbn ust Muhammad Abduh sngat bagus, jazahullahu khairan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-40866</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 10:39:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-40866</guid>
		<description>Sedikit membantu Saudara Budi:

Berikut adalah Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts &#039;Ilmiyyah wal Ifta&#039; (Komisi Tetap dalam Penelitian Ilmiah dan Fatwa, di Saudi Arabia), Fatwa no. 2264.

Soal:

Ada yang menunaikan puasa enam hari di bulan Syawwal namun belum menyempurnakan puasa Ramadhan karena masih memiliki utang puasa sebanyak sepuluh hari disebabkan ada udzur syar&#039;i. Apakah dia mendapatkan ganjaran puasa syawwal setelah sebelumnya menunaikan puasa Ramadhan yaitu pahala puasa setahun penuh?
Berilah penjelasan pada kami, semoga Allah membalas dengan yang lebih baik.

Jawab:

Perlu diketahui bahwa penentuan balasan suatu amal menjadi kekhususan bagi Allah &#039;azza wa jalla. Dan apabila seorang hamba berkeinginan untuk meraih pahala di sisi Allah dan berusaha untuk melakukan ketaatan, maka Allah tidaklah mungkin menyia-nyiakan amalannya. Allah Ta&#039;ala berfirman yang artinya, &quot;Sesungguhnya Aku tidaklah mungkin menyia-nyiakan orang yang berbuat amalan kebaikan.&quot;

Namun bagi orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka hendaklah dia terlebih dahulu menunaikannya, kemudian baru setelah itu dia menunaikan puasa Syawwal. Karena jika tidak melakukan seperti ini, maka dia tidak akan mendapatkan pahala menunaikan puasa enam hari di bulan Syawwal setelah sebelumnya menunaikan puasa Ramadhan. Dia bisa mendapatkan ganjaran puasa Syawwal (yaitu puasa setahun penuh, pen) jika dia telah menunaikan puasa Ramadhan dengan sempurna.

Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts &#039;Ilmiyyah wal Ifta&#039;

Anggota: &#039;Abdullah bin Qu&#039;ud, &#039;Abdullah bin Ghadyan
Wakil Ketua: &#039;Abdur Rozaq Afifi
Ketua: &#039;Abdul &#039;Aziz bin Baz

Sumber:
http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&amp;PageID=73&amp;PageNo=1&amp;BookID=12

***
Ringkasnya, orang yang menunaikan puasa Syawwal dan masih memiliki utang puasa Ramadhan tetap akan mendapatkan keutamaan melakukan puasa sunnah dan puasanya tetap sah. Namun dia tidak mendapatkan pahala berpuasa setahun penuh karena untuk mendapatkan keutamaan ini, puasa Ramadhan haruslah ditunaikan secara sempurna. 

Wal &#039;ilmu &#039;indallah, wallahu a&#039;lam.
Semoga dimudahkan untuk memahami. Barakallahu fiikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit membantu Saudara Budi:</p>
<p>Berikut adalah Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts &#8216;Ilmiyyah wal Ifta&#8217; (Komisi Tetap dalam Penelitian Ilmiah dan Fatwa, di Saudi Arabia), Fatwa no. 2264.</p>
<p>Soal:</p>
<p>Ada yang menunaikan puasa enam hari di bulan Syawwal namun belum menyempurnakan puasa Ramadhan karena masih memiliki utang puasa sebanyak sepuluh hari disebabkan ada udzur syar&#8217;i. Apakah dia mendapatkan ganjaran puasa syawwal setelah sebelumnya menunaikan puasa Ramadhan yaitu pahala puasa setahun penuh?<br />
Berilah penjelasan pada kami, semoga Allah membalas dengan yang lebih baik.</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Perlu diketahui bahwa penentuan balasan suatu amal menjadi kekhususan bagi Allah &#8216;azza wa jalla. Dan apabila seorang hamba berkeinginan untuk meraih pahala di sisi Allah dan berusaha untuk melakukan ketaatan, maka Allah tidaklah mungkin menyia-nyiakan amalannya. Allah Ta&#8217;ala berfirman yang artinya, &#8220;Sesungguhnya Aku tidaklah mungkin menyia-nyiakan orang yang berbuat amalan kebaikan.&#8221;</p>
<p>Namun bagi orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka hendaklah dia terlebih dahulu menunaikannya, kemudian baru setelah itu dia menunaikan puasa Syawwal. Karena jika tidak melakukan seperti ini, maka dia tidak akan mendapatkan pahala menunaikan puasa enam hari di bulan Syawwal setelah sebelumnya menunaikan puasa Ramadhan. Dia bisa mendapatkan ganjaran puasa Syawwal (yaitu puasa setahun penuh, pen) jika dia telah menunaikan puasa Ramadhan dengan sempurna.</p>
<p>Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts &#8216;Ilmiyyah wal Ifta&#8217;</p>
<p>Anggota: &#8216;Abdullah bin Qu&#8217;ud, &#8216;Abdullah bin Ghadyan<br />
Wakil Ketua: &#8216;Abdur Rozaq Afifi<br />
Ketua: &#8216;Abdul &#8216;Aziz bin Baz</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&amp;PageID=73&amp;PageNo=1&amp;BookID=12" rel="nofollow">http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&amp;PageID=73&amp;PageNo=1&amp;BookID=12</a></p>
<p>***<br />
Ringkasnya, orang yang menunaikan puasa Syawwal dan masih memiliki utang puasa Ramadhan tetap akan mendapatkan keutamaan melakukan puasa sunnah dan puasanya tetap sah. Namun dia tidak mendapatkan pahala berpuasa setahun penuh karena untuk mendapatkan keutamaan ini, puasa Ramadhan haruslah ditunaikan secara sempurna. </p>
<p>Wal &#8216;ilmu &#8216;indallah, wallahu a&#8217;lam.<br />
Semoga dimudahkan untuk memahami. Barakallahu fiikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-40835</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 01:03:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-40835</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum warohmatullohi wabarokatuh
ustadz, saya mo tanya,
mengutip dari : 
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-syawal-puasa-seperti-setahun-penuh.html
dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin:
Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)

dan dari yang dikutipkan dari artikel kali ini,syaikh Abdullah al-Fauzan dalam kitab “Ahaadiitsush shiyaam” berpendapat barangsiapa yang berpuasa Syawwal sebelum membayar utang puasa Ramadhan, maka puasanya sah, tinggal kewajibannya membayar utang puasa Ramadhan.

Apakah pendapat syaikh &#039;Utsaimin dan Syaikh Abdullah al-Fauzan memang berbeda? mohon penjelasan dari ustadz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh<br />
ustadz, saya mo tanya,<br />
mengutip dari :<br />
<a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-syawal-puasa-seperti-setahun-penuh.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-syawal-puasa-seperti-setahun-penuh.html</a><br />
dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin:<br />
Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)</p>
<p>dan dari yang dikutipkan dari artikel kali ini,syaikh Abdullah al-Fauzan dalam kitab “Ahaadiitsush shiyaam” berpendapat barangsiapa yang berpuasa Syawwal sebelum membayar utang puasa Ramadhan, maka puasanya sah, tinggal kewajibannya membayar utang puasa Ramadhan.</p>
<p>Apakah pendapat syaikh &#8216;Utsaimin dan Syaikh Abdullah al-Fauzan memang berbeda? mohon penjelasan dari ustadz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amir gozali</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-40751</link>
		<dc:creator>amir gozali</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 03:58:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-40751</guid>
		<description>mantab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: si miskin ilmu</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-40286</link>
		<dc:creator>si miskin ilmu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 02:13:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-40286</guid>
		<description>Jazakallahu khairan Ustadz.
Artikel ini sangat cocok bagi saya, yang miskin ilmu ini. 
Walhamdu kulluhu lillah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazakallahu khairan Ustadz.<br />
Artikel ini sangat cocok bagi saya, yang miskin ilmu ini.<br />
Walhamdu kulluhu lillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ismail</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-40282</link>
		<dc:creator>ismail</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 01:04:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-40282</guid>
		<description>Jazakallah pak. Artikelnya bermanfaat sekali</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazakallah pak. Artikelnya bermanfaat sekali</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: one</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html/comment-page-1#comment-40272</link>
		<dc:creator>one</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 14:30:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1382#comment-40272</guid>
		<description>Luar biasa...
berarti tidak beeturut-turut tidak mengapa y?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa&#8230;<br />
berarti tidak beeturut-turut tidak mengapa y?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->