<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kesalahan-Kesalahan Makmum Dalam Shalat</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kesalahan Umum Dalam Shalat &#171; Media Islam</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-78162</link>
		<dc:creator>Kesalahan Umum Dalam Shalat &#171; Media Islam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 08:45:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-78162</guid>
		<description>[...] http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kesalahan Umum Dalam Shalat &#171; Al Washiyyah Foundation</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-78115</link>
		<dc:creator>Kesalahan Umum Dalam Shalat &#171; Al Washiyyah Foundation</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 04:14:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-78115</guid>
		<description>[...] ceramah KH Mohamad Hidayat dengan penambahan dari sumber lainnya seperti di bawah:http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.htmlhttp://www.ustsarwat.com/search.php?id=1173143533Share this:EmailPrintFacebookDiggRedditSeptember [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ceramah KH Mohamad Hidayat dengan penambahan dari sumber lainnya seperti di bawah:<a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.htmlhttp://www.ustsarwat.com/search.php?id=1173143533Share" rel="nofollow">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.htmlhttp://www.ustsarwat.com/search.php?id=1173143533Share</a> this:EmailPrintFacebookDiggRedditSeptember [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-75814</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 16:56:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-75814</guid>
		<description>#Muhammad Mabdury 
Hadits-hadits larangan shalat sendiri di belakang shaf itu shahih, namun hadits tentang menarik orang dari shaf depan tidak ada yang shahih. Adapun hadits:
أَلَا دَخَلْتَ مَعَهُمْ أَوْ اِجْتَرَرْتَ رَجُلًا
&quot;Mengapa engkau tidak masuk dalam shaf mereka atau engkau tarik seseorang?&quot;
Adalah hadits yang sangat dha&#039;if atau bahkan maudhu, karena di dalamnya terdapat As Sari bin Isma&#039;il (السري بن إسماعيل) yang matruk bahkan kadzib.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Muhammad Mabdury<br />
Hadits-hadits larangan shalat sendiri di belakang shaf itu shahih, namun hadits tentang menarik orang dari shaf depan tidak ada yang shahih. Adapun hadits:<br />
أَلَا دَخَلْتَ مَعَهُمْ أَوْ اِجْتَرَرْتَ رَجُلًا<br />
&#8220;Mengapa engkau tidak masuk dalam shaf mereka atau engkau tarik seseorang?&#8221;<br />
Adalah hadits yang sangat dha&#8217;if atau bahkan maudhu, karena di dalamnya terdapat As Sari bin Isma&#8217;il (السري بن إسماعيل) yang matruk bahkan kadzib.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Mabrudy</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-71674</link>
		<dc:creator>Muhammad Mabrudy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 04:47:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-71674</guid>
		<description>TAdz mau nanya kalo yang dimaksud dha&#039;f tuh hadits yang mana, saya pernah baca d bulugul marom :

Hadits ke-280
Dari Wabishoh Ibnu Ma&#039;bad Radliyallaahu &#039;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#039;alaihi wa Sallam pernah melihat seseorang sholat di belakang shaf sendirian. Maka beliau menyuruhnya agar mengulangi sholatnya. Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban

Hadits ke-281
Menurut riwayatnya dari Tholq Ibnu Ali r.a: &quot;Tidak sempurna sholat seseorang yang sendirian di belakang shaf.&quot; Thabrani menambahkan dalam hadits Wabishoh: &quot;Mengapa engkau tidak masuk dalam shaf mereka atau engkau tarik seseorang?&quot; 

Jadi gimana,.?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TAdz mau nanya kalo yang dimaksud dha&#8217;f tuh hadits yang mana, saya pernah baca d bulugul marom :</p>
<p>Hadits ke-280<br />
Dari Wabishoh Ibnu Ma&#8217;bad Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam pernah melihat seseorang sholat di belakang shaf sendirian. Maka beliau menyuruhnya agar mengulangi sholatnya. Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban</p>
<p>Hadits ke-281<br />
Menurut riwayatnya dari Tholq Ibnu Ali r.a: &#8220;Tidak sempurna sholat seseorang yang sendirian di belakang shaf.&#8221; Thabrani menambahkan dalam hadits Wabishoh: &#8220;Mengapa engkau tidak masuk dalam shaf mereka atau engkau tarik seseorang?&#8221; </p>
<p>Jadi gimana,.?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-69404</link>
		<dc:creator>Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 19:38:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-69404</guid>
		<description>@ Aryasaga
Wa&#039;alaikumus salam
1. Iya diperkenankan spt itu, ada hadits yang maknanya: &quot;Jika shalat tlh ditegakkan, tdk ada lagi shalat kecuali shalat wajib&quot;
2. Syaikh Ibnu Baz katakan: Lutut dulu, lalu tangan. Namun jk tidak mampu, maka tidak mengapa tangan dulu baru lutut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Aryasaga<br />
Wa&#8217;alaikumus salam<br />
1. Iya diperkenankan spt itu, ada hadits yang maknanya: &#8220;Jika shalat tlh ditegakkan, tdk ada lagi shalat kecuali shalat wajib&#8221;<br />
2. Syaikh Ibnu Baz katakan: Lutut dulu, lalu tangan. Namun jk tidak mampu, maka tidak mengapa tangan dulu baru lutut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aryasaga</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-68936</link>
		<dc:creator>Aryasaga</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 22:17:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-68936</guid>
		<description>Asslamu Alaikum,
Sy ingin bertanya:1. seseorang sedang melakukan sholat tahiyat masjid, namun dipertengahan rakaat 1 muadzin mengumandangkan iqomat lalu ia membatalkkan solat tahyiat masjid tsb, apakah d1bolehkan spt itu?2. jika hendak turun sujud yg mana diletakaan trlebih dahulu: lutut atau kedua telapak tangan. Terima Kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslamu Alaikum,<br />
Sy ingin bertanya:1. seseorang sedang melakukan sholat tahiyat masjid, namun dipertengahan rakaat 1 muadzin mengumandangkan iqomat lalu ia membatalkkan solat tahyiat masjid tsb, apakah d1bolehkan spt itu?2. jika hendak turun sujud yg mana diletakaan trlebih dahulu: lutut atau kedua telapak tangan. Terima Kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-67143</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 17:30:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-67143</guid>
		<description>#amintarada 
- Shalat qabliyah anda sudah dianggap shalat tahiyyatul masjid. 
- Syaikh Al Albani adalah salah seorang ulama sunnah di zaman ini. Dan tidak ada ulama yang bebas dari kesalahan. Fiqih shalat yang dijelaskan oleh Syaikh dalam bukunya bukan hal yang bebas dari kritik para ulama dan hal ini wajar. Pendapat siapapun boleh dikritik jika bertentangan dengan dalil. Tentunya kritik harus disampaikan dengan ilmiah berporos pada dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang benar. Adapun sanggahan dari web yang anda sampaikan, lebih banyak berporos pada hawa nafsu dan kebencian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#amintarada<br />
- Shalat qabliyah anda sudah dianggap shalat tahiyyatul masjid.<br />
- Syaikh Al Albani adalah salah seorang ulama sunnah di zaman ini. Dan tidak ada ulama yang bebas dari kesalahan. Fiqih shalat yang dijelaskan oleh Syaikh dalam bukunya bukan hal yang bebas dari kritik para ulama dan hal ini wajar. Pendapat siapapun boleh dikritik jika bertentangan dengan dalil. Tentunya kritik harus disampaikan dengan ilmiah berporos pada dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang benar. Adapun sanggahan dari web yang anda sampaikan, lebih banyak berporos pada hawa nafsu dan kebencian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amintarada</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-66816</link>
		<dc:creator>amintarada</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 13:10:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-66816</guid>
		<description>alhamdulillah bertambah ilmu saya,,,,,maaf,, saya msh bingung ne,,jadi jika kita masuk ke mesjid pas di antara waktu stelah azan dan iqomah,,langsung mengerjakan shalat qobliyah aja,,,tanpa shalat tahiyatul lagi,,,

terus ada situs di yg mnyanggah buku sifat shalat nabi karangan syaikh al bany,,,apa tanggapan pak usatadz,,mohon maaf sebelumnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah bertambah ilmu saya,,,,,maaf,, saya msh bingung ne,,jadi jika kita masuk ke mesjid pas di antara waktu stelah azan dan iqomah,,langsung mengerjakan shalat qobliyah aja,,,tanpa shalat tahiyatul lagi,,,</p>
<p>terus ada situs di yg mnyanggah buku sifat shalat nabi karangan syaikh al bany,,,apa tanggapan pak usatadz,,mohon maaf sebelumnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-66788</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 23:57:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-66788</guid>
		<description>#amintarada 
Wa&#039;alaikumussalam. Sebelum membahas masalah fiqih tentang apapun, sebaiknya camkan pada diri anda bahwa setiap ibadah itu perlu dilandasi oleh dalil berupa Al Qur&#039;an, hadits atau perkataan serta perbuatan sahabat Nabi. Pendapat yang tidak dilandasi dalil tentu tidak layal untuk diikuti. Dengan demikian hilanglah kebingungan atas perbedaan yang ada.  
1. Tidak ada bacaan khusus sebelum takbiratul ihram, karena dalam hadits-hadits yang menyebutkan urutan shalat, disebutkan setelah berdiri adalah langsung takbiratul ihram. 
Tidak ada lafal niat shalat, atau lafal niat ibadah lainnya karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam. Niat itu itikad, keinginan dalam hati. 
2. Shalat tahiyatul masjid bukanlah shalat tersendiri, namun shalat apapun 2 rakaat sebelum duduk di masjid. Jadi setelah wudhu, sebelum duduk silakan anda shalat sunnah wudhu. Nah shalat sunnah wudhu anda tsb sudah dianggap tahiyatul masjid.
3. Jika demikian, kami sarankan untuk memanfaatkan waktu untuk berdoa, karena antara adzan dan iqamah adalah waktu mustajab untuk berdoa. Shalat qabliyah bisa anda qadha setelah selesai shalat fardhu. 
4. Perihal bersedekap, hal ini didasari oleh hadits-hadits yang shahih dan tidak ada perselisan. Namun tentang dimana letak bersedekap, hal ini menjadi khilafiyah ijtihadiah. Sebagian ulama memang berpendapat di dada, dan ini yang lebih rajih insya Allah.

Mengenai wahabi, silakan simak:
http://muslim.or.id/manhaj/apa-itu-wahabi-1.html
http://muslim.or.id/manhaj/apa-itu-wahabi-2.html
http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html
http://muslim.or.id/manhaj/antara-wahabi-dan-teroris.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#amintarada<br />
Wa&#8217;alaikumussalam. Sebelum membahas masalah fiqih tentang apapun, sebaiknya camkan pada diri anda bahwa setiap ibadah itu perlu dilandasi oleh dalil berupa Al Qur&#8217;an, hadits atau perkataan serta perbuatan sahabat Nabi. Pendapat yang tidak dilandasi dalil tentu tidak layal untuk diikuti. Dengan demikian hilanglah kebingungan atas perbedaan yang ada.<br />
1. Tidak ada bacaan khusus sebelum takbiratul ihram, karena dalam hadits-hadits yang menyebutkan urutan shalat, disebutkan setelah berdiri adalah langsung takbiratul ihram.<br />
Tidak ada lafal niat shalat, atau lafal niat ibadah lainnya karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Niat itu itikad, keinginan dalam hati.<br />
2. Shalat tahiyatul masjid bukanlah shalat tersendiri, namun shalat apapun 2 rakaat sebelum duduk di masjid. Jadi setelah wudhu, sebelum duduk silakan anda shalat sunnah wudhu. Nah shalat sunnah wudhu anda tsb sudah dianggap tahiyatul masjid.<br />
3. Jika demikian, kami sarankan untuk memanfaatkan waktu untuk berdoa, karena antara adzan dan iqamah adalah waktu mustajab untuk berdoa. Shalat qabliyah bisa anda qadha setelah selesai shalat fardhu.<br />
4. Perihal bersedekap, hal ini didasari oleh hadits-hadits yang shahih dan tidak ada perselisan. Namun tentang dimana letak bersedekap, hal ini menjadi khilafiyah ijtihadiah. Sebagian ulama memang berpendapat di dada, dan ini yang lebih rajih insya Allah.</p>
<p>Mengenai wahabi, silakan simak:<br />
<a href="http://muslim.or.id/manhaj/apa-itu-wahabi-1.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/apa-itu-wahabi-1.html</a><br />
<a href="http://muslim.or.id/manhaj/apa-itu-wahabi-2.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/apa-itu-wahabi-2.html</a><br />
<a href="http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html</a><br />
<a href="http://muslim.or.id/manhaj/antara-wahabi-dan-teroris.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/manhaj/antara-wahabi-dan-teroris.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amintarada</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html/comment-page-1#comment-66775</link>
		<dc:creator>amintarada</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 15:17:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=169#comment-66775</guid>
		<description>asslamualaikum,,,seprti yg pak ustad sebutkan dia atas merekomendasikan buku sifat shalat nabi karangan syaik albany,,,,tetapi ada yg mengatakan itu adalah ajaran sesat sakte wahabi,ajaran wahabi,,mana yg benar,,saya jadi bingung ttg islam ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asslamualaikum,,,seprti yg pak ustad sebutkan dia atas merekomendasikan buku sifat shalat nabi karangan syaik albany,,,,tetapi ada yg mengatakan itu adalah ajaran sesat sakte wahabi,ajaran wahabi,,mana yg benar,,saya jadi bingung ttg islam ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

