Hukum Qurban Secara Kolektif


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman.

Hewan yang digunakan untuk sembelihan qurban adalah unta, sapi[1], dan kambing. Bahkan para ulama berijma’ (bersepakat) tidak sah apabila seseorang melakukan sembelihan dengan selain binatang ternak tadi.[2]

Ketentuan Qurban Kambing

Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.”[3]

Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”[4]

Ketentuan Qurban Sapi  dan Unta

Seekor sapi boleh dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang (atau 7 orang)[5]. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً

“Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”[6]

Begitu pula dari orang yang ikut urunan qurban sapi atau unta, masing-masing boleh meniatkan untuk dirinya dan keluarganya. Perhatikan fatwa Al Lajnah Ad Da-imah berikut.

Soal pertama dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’ no. 8790

Soal:

Bolehkah seorang muslim berqurban unta atau sapi untuk tujuh orang, lalu masing-masing meniatkan untuk orang tua, anak, kerabat, pengajar dan kaum muslimin lainnya.  Apakah urunan tujuh orang tadi masing-masing diniatkan untuk satu orang saja (tanpa disertai lainnya) atau pahalanya boleh untuk yang lainnya?

Jawab:

Yang diajarkan, unta dan sapi dibolehkan untuk tujuh orang. Setiap tujuh orang itu boleh meniatkan untuk dirinya sendiri dan anggota keluarganya.

Yang menandatangai fatwa ini:

Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Wakil ketua: ‘Abdur Rozaq ‘Afifi
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[7]

Bagaimana Hukum Qurban Secara Kolektif?

Sebagaimana ketentuan di atas, satu kambing hanya boleh untuk satu orang (dan boleh diniatkan untuk anggota keluarga), satu sapi untuk tujuh orang (termasuk anggota keluarganya), dan satu unta untuk sepuluh orang (termasuk anggota keluarganya), lalu bagaimana jika 1 kambing dijadikan qurban untuk 10 orang atau untuk satu sekolahan (yang memiliki murid ratusan orang) atau satu desa? Ada yang melakukan seperti ini dengan alasan dana yang begitu terbatas.

Sebagai jawabannya, alangkah baiknya kita perhatikan fatwa ulama yang terhimpun dalam Al Lajnah Ad Da-imah (komisi fatwa di Saudi Arabia) mengenai hal ini.

Soal kedua dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 3055

Soal:

Ada seorang ayah yang meninggal dunia. Kemudian anaknya tersebut ingin berqurban untuk ayahnya. Namun ada yang menyarankan padanya, “Engkau tidak boleh menyembelih unta untuk qurban satu orang. Sebaiknya yang disembelih adalah satu ekor kambing. Karena unta lebih utama dari kambing. Jadi yang mengatakan “Sembelihlah unta”, itu keliru.” Karena apabila ingin berkurban dengan unta, maka harus dengan patungan bareng-bareng.

Jawab:

Boleh berkurban atas nama orang yang meninggal dunia, baik dengan satu kambing atau satu unta. Adapun orang yang mengatakan bahwa unta hanya boleh disembelih dengan patungan bareng-bareng, maka perkataan dia yang sebenarnya keliru. Akan tetapi, kambing tidak sah kecuali untuk satu orang dan shohibul qurban (orang yang berqurban) boleh meniatkan pahala qurban kambing tadi untuk anggota keluarganya. Adapun unta boleh untuk satu atau tujuh orang dengan bareng-bareng berqurban. Tujuh orang tadi nantinya boleh patungan dalam qurban satu unta. Sedangkan sapi, kasusnya sama dengan unta.

Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Yang menandatangai fatwa ini:

Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[8]

Dari penjelasan ini, maka kita bisa ambil beberapa pelajaran:

  1. Seorang pelaku qurban dengan seekor kambing boleh mengatasnamakan qurbannya atas dirinya dan keluarganya.
  2. Qurban dengan sapi atau unta boleh dipikul oleh tujuh orang.
  3. Yang dimaksud kambing untuk satu orang, sapi dan unta untuk tujuh orang adalah dalam masalah orang yang menanggung pembiayaannya.
  4. Tidak sah berqurban dengan seekor kambing secara kolektif/urunan lebih dari satu orang lalu diniatkan atas nama jama’ah, sekolah, RT atau desa. Kambing yang disembelih dengan cara seperti ini merupakan daging kambing biasa dan bukan daging qurban.

Solusi Dalam Iuran Qurban

Solusi yang bisa kami tawarkan untuk masalah iuran hewan qurban secara patungan adalah dengan cara arisan qurban. Jadi setiap tahun beberapa orang bisa bergantian untuk berqurban. Di antara alasan dibolehkan hal ini karena sebagian ulama membolehkan berutang ketika melakukan qurban.

Imam Ahmad bin Hambal mengatakan tentang orang yang tidak mampu aqiqah, “Jika seseorang tidak mampu aqiqah, maka hendaknya ia mencari utangan dan berharap Allah akan menolong melunasinya. Karena seperti ini akan menghidupkan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[9] Qurban sama halnya dengan aqiqah.

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Dulu Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, “Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, “Aku telah mendengar firman Allah,

لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ

“Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya.” (QS. Al Hajj: 36)”[10]

Catatan:

  1. Yang mengikuti arisan tersebut hendaknya orang yang berkemampuan karena yang namanya arisan berarti berutang.
  2. Harga kambing bisa berubah setiap tahunnya. Oleh karena itu, arisan pada tahun pertama lebih baik setorannya dilebihkan dari perkiraan harga kambing untuk tahun tersebut.
  3. Ketika menyembelih tetap mengatasnamakan individu (satu orang untuk kambing atau tujuh orang untuk sapi dan unta) dan bukan mengatasnamakan jama’ah atau kelompok arisan.

Bagaimana dengan Hadits “Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban”?

Sebagian orang ada yang beralasan benarnya qurban secara kolektif melebihi ketentuan syari’at yang dikemukakan di atas dengan alasan hadits Jabir bin ‘Abdillah berikut,

شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ وَقَالَ « بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى ».

“Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiri shalat Idul Adha di tanah lapang. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, beliau turun dari mimbar kemudian beliau diserahkan satu ekor domba. Lalu beliau memotong dengan tangannya, lantas bersabda, ‘Bismillah, wallahu akbar. Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang tidak ikut berqurban.’”[11] Mereka beralasan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja niatkan untuk seluruh umatnya yang tidak berqurban, maka berarti kami boleh niatkan qurban untuk satu RT, satu sekolahan atau satu desa.

Sanggahan: Mengenai hadits “qurban siapa saja yang tidak ikut berqurban”, ini adalah khusus untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak untuk yang lainnya. Jadi, beliau diperbolehkan berkurban untuk seluruh umatnya (selain keluarganya). Sedangkan umatnya hanya diperbolehkan menyembelih qurban untuk dirinya dan keluarganya sebagaimana dijelaskan di muka.

Al Qodhi Abu Ishaq mengatakan, “Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini –wallahu a’lam- sebagaimana seseorang boleh  berqurban untuk dirinya dan keluarganya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh berqurban atas nama seluruh kaum muslimin karena beliau adalah ayah mereka dan istri-istri beliau adalah ibu mereka.”[12] Oleh karena, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ayah kaum muslimin, maka beliau diperbolehkan meniatkan qurban untuk dirinya dan keluarganya (yaitu seluruh kaum muslimin).

Kesimpulan:

  1. Penyembelihan qurban untuk diri dan keluarga dibolehkan sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
  2. Penyembelihan qurban untuk diri sendiri dan untuk seluruh umat Islam selain keluarga hanyalah khusus bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya, para sahabat tidak ada yang melakukan hal tersebut sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ada mereka hanya menyembelih qurban untuk diri sendiri dan keluarga.
  3. Sebagian kaum muslimin yang menyembelih qurban untuk satu sekolah atau untuk satu RT atau untuk satu desa adalah keliru, seperti ini tidak dilakukan oleh para salaf terdahulu.

Semoga pelajaran yang kami sajikan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Dipublikasikan dari rumaysho.com
Pangukan, Sleman, siang hari, 16 Dzulqo’dah 1430 H

Footnote:

[1] Sebagian ulama menyamakan kerbau dengan sapi.

[2] Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 2/369, Maktabah At Taufiqiyah.

[3] HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 1142.

[4] Nailul Author, Asy Syaukani, 8/125, Mawqi’ Al Islam.

[5] Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa satu unta hanya dijadikan urunan tujuh orang untuk udh-hiyah karena diqiyaskan dengan unta pada al hadyu. Sedangkan Asy Syaukani mengatakan bahwa unta udh-hiyah boleh untuk sepuluh orang dan unta al hadyu untuk tujuh orang. (Shahih Fiqih Sunnah, 2/370)

[6] HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih, sebagaimana dalam Misykatul Mashobih 1469 [17].

[7] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/405, Darul Ifta’

[8] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/403

[9] Lihat Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/11011, Multaqo Ahlul Hadits.

[10] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Abul Fida’ Ibnu Katsir, 5/426, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.

[11] HR. Abu Daud no. 2810, At Tirmidzi no. 1521. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

[12] Al Muntaqo Syarh Al Muwatho’, 3/113, Mawqi’ Al Islam.

  • Mala Hayati

    berqurban dengan nama orang yang sudah meninggal??
    bukannya saat seseorang meninggal dunia, maka mulai saat itu juga segala amalan didunia dengan dirinya terputus? kecuali doa anak sholeh, ilmu dan harta yang bermanfaat yang orang tersebut berikan waktu masih hidup..? CMIIW

  • http://alimalbantuliy.blogspot.com abu hanifah alim

    assalamu ‘alaikum wa rahmatullah,

    alhamdulillah tambah ilmu lagi,

    kalo inget waktu sekolah dulu..
    setiap tahun saya dan murid-2 yg lain ditarik iuran untuk membeli hewan qurban..
    sungguh pengajaran dari guru-guru sekolah saya dulu yg menyelisihi syariat,
    mudah-2an artikel semacam ini sampai kpd mereka yg belum memahami masalah ini,

    idzin share artikel mudah-2an bermanfaat

  • Rifai

    Alhamdulillah ana jadi mengerti tentang tidak dibenarkannya cara kolektif. tetapi ana juga mau bertanya mengenai hal yang semisal dengan itu. Permasalahannya kami biasa menjadi panitia penitipan hewan kurban. tetapi yang menjadi pertanyaan adalah kami menghimbau orang tua murid untuk menitipkan pada kami. Tetapi bagi orang tua yang tidak menitifkan hewan kurban dihimbau untuk berinfak seiklasnya dan alhamdulillah kami mendapatkan uang infak tersebut digunakan keperluan pengurusan hewan kurban dan terkadang bisa dibelikan hewan kurban. yang menjadi permasalahan hewan tersebut di atas namakan salah satu pengurus dan pengurus yang lain akan mendapatkan giliran pada tahun berikutnya? Jajakallahhu Khoeron Kasiro

  • ummu afadh

    subhanallah,trims atas kajiannya,semoga bermanfaat bg masyarakat pembaca..

  • heri

    Assalamualaikum
    ustadz izin copy artikelnya

  • ummu afadh

    Terimakasih atas kajiannya,semoga menggugah kesadaran kaum mulimin umtuk berkurban, selama ini yang kita saksikan adalah minimnya kesadaran kaum muslimim unt berkurban, mgkn krn minim ilmu.

  • Kust

    Artikelnya bagus, apakah kurban d ukur dr ekonomi seseorang? Misal, si A mampu, kmdian si A korban 2 kmbing tau sapi atas nama sndri, hukumnya bgmna?

  • luthfi

    sesuai dgn edaran dari pihak sekolah putra kami, tujuan dari iuran hewan kurban hanyalah untuk latihan berqurban dan syiar. dan kepada siswa telah diajarkan pula syarat dan ketentuan masalah qurban. bagaimana dengan hal tersebut? mohon bimbingan. Jazakallah.

  • http://erditia_sujana@yahoo.co.id erditia sujana

    tolong hadist sahih untuk berkurban buat orang yang mati!, mengapa harus arisan? bukankah sudah dicontohkan sahabat dengan berhutang?

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    @ Mala Hayati
    Semoga Allah senantiasa memberi hidayah demi hidayah.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Begitu pula menghajikan si mayit, menyembelih kurban atas namanya, memerdekakan budak atas namanya, mendoakan dan memintakan ampun untuknya, ini semua bermanfaat bagi mayit dan tidak ada perselisihan di antara para ulama mengenai hal ini.” (Majmu’ Al Fatawa,24/314)

    Lihat jawaban kami yg semisal dengan pertanyaan anti di artikel berikut:
    http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-ibadah-qurban-bagian-1.html

  • bass

    Ass.sblm’y trim ksh atas smua artikel yg dah d brkn.
    ana mau tny solusi yang bs d berikan untuk mengislah iuran Qurban yg sudah terlanjur di niatkan untuk berrqurban secara kolektif dari siswa,agar bisa di jadikan daging untuk berqurban agar tidak mubadir hewan yang dijadikan qurban.syukron katsiron.

  • http://spiritualpreneurship.com/?id=Wahyudin bisnis islami

    Terimakasih atas kajiannya
    semoga menggugah kesadaran kaum mulimin utuk berkurban, selama ini yang kita saksikan adalah minimnya kesadaran kaum muslimim untuk berkurban , walaupun telah memiliki dana yang cukup untuk berkurban dan tinggal niat saja yang belum punya.

  • Abu Ahmad

    Assalamu’alaikum

    Afwan ana mau minta tulisan arab lafal do’a ketika kita menyembelih Qurban yg diniatkan untuk diri kita dan keluarganya. Hal ini agar ana dapat sebar luaskan (ana ajarkan) ke teman-teman kantor yg akan berqurban, sebab dalam hal memotong hewan Qurban disunnahkan orang yg berqurban agar memotong (menyembelih) sendiri hewan Qurbannya.

    jazakalloh Hoir.

  • Jumiran

    Assalamu’ alaikum wr wb.

    saya punya anak umur 4 tahun dan 2 bulan. mereka sudah aqiqah. boleh ngak kami qurban atas nama mereka

  • Afridon

    Assalamu alaikum wa rahmatullah.saya mau bertanya masalah qurban ni.kalau misal saya mau qurban dijakarta.tapi sapi nya saya kirim keluar daerah sah ngak qurban.

  • Muhammad Hidayat

    Assalamualaikum Warahmatullah,
    Alhamdulillah jd ngerti cara berkurban…….
    oh ya di tempat kami biasanya hbis berkurban dagingnya di nikmati oleh murid-murid yang berkurban itu sendiri hukumnya gimana ya????
    Mohon penjelasan, trima kasih.

  • kacong

    jazakumullo khoiron pak ustad.

  • syaiful arif

    assalammu’alaikum wr wb

    saya punya pertanyaan tentan qurban
    1. bagaimana hukumnya jika qurban itu di keluarkan atas biaya perushaan penuh.apakah dagingnya itu termasuk daging qurban apa daging biasa..??? ,
    2. dan kita memberikan hewan qurban pada masjid / panitian qurban tp pembeliaan hewan qurban tsb biaya dari kantor penuh bukan biaya pribadi pemilik perusahaan, bagaimana hukumnya…???
    wassalam..

  • aginc

    assalamu’alaikum wr wb,
    saya ingin bertanya: bagaimana jika seseorang berqurban dan menyerahkannya kepada panitia lalu meminta bagian kepala hewan qurbannya?
    terima kasih.
    wassalamu’alaikum wr wb.

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Aginc
      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh
      Hal itu dibolehkan, krn shohibul qurban boleh mencicipi sebagian dari qurbannya, bahkan sebagian ulama katakan wajib.

  • moh.abdul rijal

    Asslmualaikum Wr.Wb
    Sya mau bertanya tentang qurban kambing yang di perbolehkan satu kambing berniat untuk seluruh keluarga….apa landasan keterangan tsb…??
    Terimakasih…
    Wsslmkum

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Abdul Rijal
      Wa’alaikumus salam.
      Ini landasan dalilnya:
      كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
      ”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.”
      (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, shahih)

  • triaji s.

    assalamualaikum wr wb..saya seorang laki2 usia 25 th, sampai saat ini orang tua sy belum menunaikan aqiqahnya atas diri saya. yang saya tanyakan, apakah benar saya bisa menggantikan orang tua saya menunaikan aqiqah? jika boleh, lantas apakah sy boleh menunaikannya dengan cara menyembelih kambing saat idul kurban (niat untuk aqiqah)? dan lalu apakah bisa dicicil (tahun ini 1 ekor, tahun berikutnya 1 ekor)? mohon pencerahan, maaf jika tdapat kesalahan. jazakallah

  • triaji s.

    oh jadi tidak boleh digabung ya..trus apakah saya bisa menggantikan orang tua saya menunaikan aqiqah?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Triaji

      Aqiqah hukumnya sunnah muakkad, dan jadi tanggungan ortu.

  • Abu Hamzah

    Assalamualaykum akh,
    apakah untuk pengadaan seekor sapi dengan 2 orang (dan keluarganya) lebih utama daripada dengan 7orang (dan keluarganya)?
    Jazakallah..

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Abu Hamzah
      Wa’alaikumussalam, lebih utama karena makin mahal itu makin afdhol.

  • mukhlas_naufal

    islam adalah agama sempurna. Tentang qurban dengan cara arisan sebaiknya dihentikan saja. karena ketentuan Islam bila punya kemampuan… jangan direkayasa dengan iuran atau arisan.
    kalau tidak mampu tidak usah berqurban

  • Muhammad Samiono

    terimakasih banyak udah memberi pelajaran yang sangat berharga, mohon bisa ngirim tulisan yang berkaitan dengan agama ke e-mail saya (Muhammad_Samiono@yahoo.com)sebelumnya terimakasih

    • http://aboeaswad.wordpress.com/ Wiwit Hardi Priyanto

      #muhammad samiono
      silahkan berlangganan artikel saja, insya Allah akan masuk email ketika ada artikel terbaru http://www.Muslim.Or.Id

  • abi alfha

    izin copy artikel

  • Pingback: Qurban Secara Kolektif | pendopoku

  • denis

    Assalamu’alaikum,

    Jika memang boleh qurban diniatkan untuk satu keluarga, bolehkah dalam satu keluarga tersebut, yang terdiri dari Ayah-Ibu-1Anak, patungan untuk membeli satu kambing?
    Karena Ayah dan Ibu sudah pensiun, sedangkan sang anak penghasilannya pas-pasan. Tapi jika patungan masih sanggup untuk membeli 1 Kambing.

    Terima kasih.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Denis

      Wa’alaikumussalam. Boleh

  • Pingback: Agribisnis Belajar Berqurban | UC SUPER !

  • emha

    arisan = berhutang secara tidak langsung bagi yang menang

  • Pingback: Satu Kurban untuk Satu keluarga | griyaasri.net

  • Pingback: Ulasan Fiqih Qurban | Direktori Online Tasikmalaya

  • Pingback: sutisna.com » Fiqih Qurban

  • Pingback: Fiqih Qurban | Dompet Sosial Ash Shofwah

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.