Hukum Menyemir Rambut


Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Setelah kita mengetahui hukum mencabut uban, berikut ini adalah pembahasan mengenai menyemir uban dan menyemir rambut secara umum. Semoga Allah memudahkan kami untuk menjelaskan hal ini dan semoga para pembaca dimudahkan untuk memahaminya.

Ubahlah Uban Untuk Menyelisihi Ahli Kitab

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memerintahkan kita untuk menyelisihi ahli kitab di antaranya adalah dalam masalah uban.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ

Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Manakah yang lebih utama antara membiarkan uban ataukah mewarnainya?

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Para ulama salaf yakni sahabat dan tabi’in berselisih pendapat mengenai masalah uban. Sebagian mereka mengatakan bahwa lebih utama membiarkan uban (daripada mewarnainya) karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai larangan mengubah uban [Namun hadits yang menyebutkan larangan ini adalah hadits yang mungkar atau dho’if, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Tamamul Minnah].

… Sebagian mereka berpendapat pula bahwa lebih utama merubah uban (daripada membiarkannya). Sehingga di antara mereka mengubah uban karena terdapat hadits mengenai hal ini. ” (Nailul Author, 1/144, Asy Syamilah). Jadi dapat kita katakan bahwa mewarnai uban lebih utama daripada tidak mewarnainya berdasarkan pendapat sebagian ulama. Adapun pendapat yang mengatakan lebih utama membiarkan uban daripada mewarnainya, maka ini adalah pendapat yang lemah karena dibangun di atas hadits yang lemah.

Ubahlah Uban dengan Pacar dan Inai

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu  berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ

Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hal ini menunjukkan bahwa menyemir uban dengan hinna’ (pacar) dan katm (inai) adalah yang paling baik. Namun boleh juga menyemir uban dengan selain keduanya yaitu dengan al wars (biji yang dapat menghasilkan warna merah kekuning-kuningan) dan za’faron. Sebagaimana sebagian sahabat ada yang menyemir uban mereka dengan kedua pewarna yang terakhir ini.

Abu Malik Asy-ja’iy dari ayahnya, beliau berkata,

كَانَ خِضَابُنَا مَعَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَرْسَ وَالزَّعْفَرَانَ

“Dulu kami menyemir uban kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan wars dan za’faron”. (HR. Ahmad dan Al Bazzar. Periwayatnya adalah periwayat kitab shahih selain Bakr bin ‘Isa, namun dia adalah tsiqoh –terpercaya-. Lihat Majma’ Az Zawa’id)

Al Hakam bin ‘Amr mengatakan,

دَخَلْتُ أَنَا وَأَخِي رَافِعٌ عَلَى أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ ، وَأَنَا مَخْضُوبٌ بِالْحِنَّاءِ ، وَأَخِي مَخْضُوبٌ بِالصُّفْرَةِ ، فَقَال عُمَرُ : هَذَا خِضَابُ الإِْسْلاَمِ . وَقَال لأَِخِي رَافِعٍ : هَذَا خِضَابُ الإِْيمَانِ

“Aku dan saudaraku Rofi’ pernah menemui Amirul Mu’minin ‘Umar (bin Khaththab). Aku sendiri menyemir ubanku dengan hinaa’ (pacar). Saudaraku menyemirnya dengan shufroh (yang menghasilkan warna kuning). ‘Umar lalu berkata: Inilah semiran Islam. ‘Umar pun berkata pada saudaraku Rofi’: Ini adalah semiran iman.” (HR. Ahmad. Di dalamnya ada ‘Abdurrahman bin Habib. Ibnu Ma’in mentsiqohkannya. Ahmad mendho’ifkannya. Namun periwayat lainnya adalah periwayat yang tsiqoh. Lihat Majma’ Az Zawa’id)

Diharamkan Menyemir Uban dengan Warna Hitam

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”.

Ketika menjelaskan hadits di atas An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Menurut madzhab kami (Syafi’iyah), menyemir uban berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yaitu dengan shofroh (warna kuning) atau hamroh (warna merah) dan diharamkan menyemir uban dengan warna hitam menurut pendapat yang terkuat. Ada pula yang mengatakan bahwa hukumnya hanyalah makruh (makruh tanzih). Namun pendapat yang menyatakan haram lebih tepat berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “hindarilah warna hitam”. Inilah pendapat dalam madzhab kami.”

Adapun ancaman bagi orang yang merubahnya dengan warna hitam disebutkan dalam hadits berikut.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih). Karena dikatakan tidak akan mencium bau surga, maka perbuatan ini termasuk dosa besar. (Lihat Al Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 60/23, 234/27)

Sebenarnya jika menggunakan katm (inai) akan menghasilkan warna hitam, jadi sebaiknya katm tidak dipakai sendirian namun dicampur dengan hinaa’ (pacar), sehingga warna yang dihasilkan adalah hitam kekuning-kuningan. Lalu setelah itu digunakan untuk menyemir rambut. (Lihat Al Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 234/27)

Bolehkah menggunakan jenis pewarna lainnya –selain inai dan pacar, inai saja, za’faron dan wars- untuk mengubah uban semacam dengan pewarna sintetik? Jawabannya: boleh karena yang penting adalah tujuannya tercapai yaitu merubah warna uban selain dengan warna hitam. Sebagaimana keumuman hadits:

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Di sini menggunakan kata syaa-i’, bentuk nakiroh, yang menunjukkan mutlak (baca: umum). Namun kalau pewarna tersebut tidak menyerap ke rambut, malah membentuk lapisan tersendiri di kulit rambut, maka pewarna semacam ini harus dihindari karena dapat menyebabkan air tidak masuk ke kulit rambut ketika berwudhu sehingga dapat menyebabkan wudhu tidak sah. Wallahu a’lam.

Bagaimana Jika Menyemir Uban Dengan Warna Hitam Untuk Membuat Penampilan Lebih Menarik?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsamin pernah ditanyakan mengenai menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam, apakah dibolehkan?

Syaikh rahimahullah menjawab:

Menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam, maka aku katakan semuanya adalah haram. Alasannya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam”. Juga dalam masalah ini terdapat dalil dalam kitab sunan yang menunjukkan ancaman bagi orang yang menyemir ubannya dengan warna hitam.

Kemudian yang bertanya kembali berkata: Apakah tidak boleh juga kalau maksudnya adalah untuk mempercantik diri?

Syaikh rahimahullah menjawab:

Umumnya yang mewarnai ubannya dengan warna hitam, tujuannya adalah untuk mempercantik diri, agar terlihat lebih muda. Kalau tidak demikian, lalu apa tujuannya?! Perbuatan semacam ini hanya akan membuang-buang waktu dan harta. (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 1/5, Mawqi’ Asy Syabkah Al Islamiyah)

Bagaimana Jika yang Masih Muda Muncul Uban, Bolehkah Diubah (Disemir)?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin ditanyakan: “Seorang pemuda sudah nampak padanya uban. Dia ingin merubah uban tersebut dengan warna hitam. Bagaimana hukum mengenai hal ini?”

Syaikh rahimahullah menjawab: Ini termasuk mengelabui (tadlis). Seseorang yang ingin menikah, lalu di kepalanya terdapat uban sedangkan dia masih muda, maka melakukan semacam ini termasuk mengelabui (tadlis). Akan tetapi kami katakan bahwa yang lebih utama jika dia ingin mengubah ubannya tadi, maka gunakanlah warna selain hitam. Dia boleh mencampur hina’ (pacar) dan katm (inai), lalu dia gunakan untuk menyemir ubannya. Pada saat ini, tidak nampak lagi uban. Bahkan perbuatan ini adalah termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu merubah uban dengan warna selain hitam. Adapun merubah uban tadi dengan warna hitam, maka yang benar hal ini termasuk perbuatan yang diharamkan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita menjauhi warna hitam ketika akan menyemir rambut, bahkan terdapat ancaman yang sangat keras mengenai hal ini dalam sabda beliau. (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 188/23)

Bagaimana Hukum Menyemir (Memirang) Rambut yang Semula Berwarna Hitam Menjadi Warna Lain?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pernah ditanyakan, “Apakah boleh merubah rambut wanita yang semula berwarna hitam disemir menjadi warna selain hitam misalnya warna merah?”

Syaikh rahimahullah menjawab:

Jawaban dari pertanyaan mengenai menyemir rambut wanita yang berwarna hitam menjadi warna selainnya, ini dibangun di atas kaedah penting. Kaedah tersebut yaitu hukum asal segala adalah halal dan mubah. Inilah kaedah asal yang mesti diperhatikan. Misalnya seseorang mengenakan pakaian yang dia suka atau dia berhias sesuai dengan kemauannya, maka syari’at tidak melarang hal ini. Menyemir misalnya, hal ini terlarang secara syar’i karena terdapat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ubahlah uban, namun jauhilah warna hitam”. Jika seseorang merubah uban tersebut dengan warna selain hitam, maka inilah yang diperintahkan sebagaimana merubah uban dengan hinaa’ (pacar) dan katm (inai). Bahkan perkara ini dapat termasuk dalam perkara yang didiamkan (tidak dilarang dan tidak diperintahkan dalam syari’at, artinya boleh -pen).

Oleh karena itu, kami dapat merinci warna menjadi 3 macam:

Pertama adalah warna yang diperintahkan untuk digunakan seperti hinaa’ untuk merubah uban.

Kedua adalah warna yang dilarang untuk digunakan seperti warna hitam untuk merubah uban.

Ketiga adalah warna yang didiamkan (tidak dikomentari apa-apa). Dan setiap perkara yang syari’at ini diamkan, maka hukum asalnya adalah halal .

Berdasarkan hal ini, kami katakan bahwa hukum mewarnai rambut untuk wanita (dengan warna selain hitam) adalah halal. Kecuali jika terdapat unsur merubah warna rambut tersebut untuk menyerupai orang-orang kafir, maka di sini hukumnya menjadi tidak diperbolehkan. Karena hal ini termasuk dalam masalah tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, sedangkan hukum tasyabuh dengan orang kafir adalah haram. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Yang namanya tasyabbuh (menyerupai orang kafir) termasuk bentuk loyal (wala’) pada mereka. Sedangkan kita diharamkan memberi loyalitas (wala’) pada orang kafir. Jika kaum muslimin tasyabbuh dengan orang kafir, maka boleh jadi mereka (orang kafir) akan mengatakan, “Orang muslim sudah pada nurut kami.” Sehingga dengan ini, orang-orang kafir tersebut menjadi senang dan bangga dengan kekafiran yang mereka miliki. Dan perlu diketahui pula bahwa orang yang sering meniru tingkah laku atau gaya orang kafir, mereka akan selalu menganggap dirinya lebih rendah daripada orang kafir. Oleh karena itu, mereka akan selalu mengikuti jejak orang kafir tersebut.

Juga dapat kita katakan bahwa tasyabbuh seorang muslim dengan orang kafir saat ini adalah bagian dari loyal kepada mereka dan bentuk kehinaaan di hadapan mereka.

Juga dapat kita katakan bahwa tasyabbuh dengan orang orang kafir termasuk bentuk kekufuran karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”. Oleh karena itu, jika seorang wanita menyemir rambut dengan warna yang menjadi ciri khas orang kafir, maka menwarnai (menyemir) rambut di sini menjadi haram karena adanya tasyabbuh.” (Al Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 15/20)

Namun ada penjelasan lain dari Syaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan. Beliau hafizhohullah mengatakan,

“Adapun mengenai seorang wanita mewarnai rambut kepalanya yang masih berwarna hitam menjadi warna lainnya, maka menurutku hal ini tidak diperbolehkan. Karena tidak ada alasan bagi wanita tersebut untuk mengubahnya. Karena warna hitam pada rambut sudah menunjukkan keindahan dan bukanlah suatu yang jelek (aib). Mewarnai rambut semacam ini juga termasuk tasyabbuh (menyerupai orang kafir).” (Tanbihaat ‘ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu’minaat, hal. 14, Darul ‘Aqidah)

Jika kita melihat dari dua penjelasan ulama di atas, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa hukum menyemir rambut, jika ada hajat semacam sudah beruban, maka pada saat ini dibolehkan bahkan diperintahkan. Namun apabila rambut masih dalam keadaan hitam, lalu ingin disemir (dipirang) menjadi warna selain hitam, maka hal ini seharusnya dijauhi. Kenapa kita katakan dijauhi?

Jawabannya adalah karena mewarnai rambut yang semula hitam menjadi warna lain biasanya dilakukan dalam rangka tasyabbuh (meniru-niru) orang kafir atau pun meniru orang yang gemar berbuat maksiat (baca: orang fasik) semacam meniru para artis. Inilah yang biasa terjadi. Apalagi kita melihat bahwa orang yang bagus agamanya tidak pernah melakukan semacam ini (yakni memirang rambutnya). Jadi perbuatan semacam ini termasuk larangan karena rambut hitam sudahlah bagus dan tidak menunjukkan suatu yang jelek. Jadi tidak perlu diubah. Juga melakukan semacam ini termasuk dalam pemborosan harta. Wallahu a’lam bish showab.

Demikian pembahasan yang kami sajikan mengenai uban dan menyemir rambut. Semoga pembahasan kali ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

Semoga Allah selalu memberikan kita ketakwaan dan memberi kita taufik untuk menjauhkan diri dari yang haram.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

****

29 Rabi’ul Awwal 1430 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar, SS

Artikel www.muslim.or.id

  • alwan

    syukron jazakumulloh atas tausyiahnya. ane mau tanya. menurut hadits diatas dilarang menyemir uban dengan warna hitam, tapi ada yang menafsirkan dilarang dengan warna asli rambut, jadi kalau orang luar negri warna rambutnya merah/ coklat tidak boleh menyemir dengan warna sama, tapi boleh dengan warna hitam. bgm dengan pendapat ini. syukron

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Alwan
      itu pendapat yg lemah krn menyelisihi zhohir hadits (tekstual hadits). Mengamalkn hadits scr tekstual itu lebih utama.

  • gerald

    salam. Kenapa masih dibiarkan “bertebaran” pewarna rambut hitam? Jikalau tidak diperbolehkan (haram)? Benarkah ini juga terjadi di Arab? sedemikian pelitkah Alloh jika sewajarnya anak muda yang dikenai cobaan dengan “uban” berusaha tampil dengan yang lebih baik? Apakah ada kesimpulan secara medis atau teknis ttg hal ini? Biasanya Alloh menempatkan secuil ilmu/pengertian di dalam semua anjuran-anjuranNYA. Subhanalloh… terima kasih

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #gerald
      - Bertebaran di masyarakat bukan berarti menjadi halal.
      - Terjadi di Arab bukan berarti menjadi halal.
      - Jika kita bandingkan, nikmat dari Allah Ta’ala jauh jauh jauh lebih banyak dari pada apa yang Ia larang. Sehingga sma sekali tidak ada hak bagi kita mengatakan Allah itu pelit.
      - Menyemir rambut boleh dengan warna selain hitam, jika ingin ‘tampil lebih baik’ silakan dengan yang selain hitam.
      - Andaikan tidak ada manfaat medis, kita sudah sepatutnya patuh dan taat kepada perintah Allah. Adapun jika hasil penelitian medis mendukung, itu sebagai penguat saja.

  • abu khansa

    bagaimana bila istri sengaja ingin mewarnai rambut agar menarik di mata suami dan suami bisa menundukkan mata di jalanan utk tidak melihat wanita lain atau pun artis2 yg diwarnai rambutnya? Kalau dikatakan orang yg agamanya bagus tidak mewarnai rambutnya, bagaimana mungkin orang seperti itu bisa dikatakan demikian krn orang yg bagus agamanya pasti memakai jilbab dan tidak menunjukkan rambutnya dijalanan atau di televisi yg menggoda hati seorang suami. Tentu krn bnyk wanita di luar rumah berhias dengan mewarnai rambut dan menggoda hati seorang suami, alangkah baiknya seorang istri melakukannya juga utk menjaga hati suami krn tidak ada larangan secara tegas akan hal ini dan hanya krn dianggap tasyabuh. Tentunya menjaga hati suami lebih baik drpd dilarang tanpa dalil yg tegas.

  • abu khansa

    saya melihantnya hanyalah sarana istri berhias utk suami, sama seperti memakai lipstik. Kalau mewarna rambut dianggap tasyabuh maka, lisptik dan kosmetik lainnya juga tasyabuh. Padahal mewarna rambut tidaklah seperti wanita fasik atau kafir yg menunjukkannya di luar rumah, tetapi hanya utk dilihat suami di dalam rumah.

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #abu khansa
      Wanita atau pria yang beruban boleh menyemir rambutnya asal bukan dengan warna hitam.

  • Putri

    mau tanya, bagaimana kalo orang yang masih muda yang masih hitam warna rambutnya kemudian disemir hitam lagi agar warna hitamnya lebih mengkilat, apakah diperbolehkan?

  • SAGON

    SYA MW TANYA, KNP GA BOLEH PAKAI SEMIR WARNA HITAM PADAHAL KAN SAMA” SEMIR RAMBUT?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Sagon #Putri
      Tidak diperbolehkan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang yang berwarna hitam, dan sudah sepatutnya kita taat kepada beliau.

  • tommi

    @gerald,

    Astaghfirullah, jgnlah karena ada larangan sekecil ini kemudian kita mengatakan Allah Ta’ala itu pelit, na’udzubillah. Afwan, sekedar anda tahu, saya jg sudah banyak beruban pdhl umur saya baru 29 tahun tp saya masih tetap bisa tampil baik di kantor maupun di tmpt lain dengan semir rambut selain warna hitam. Lagian, yg dilarang kan hanya warna hitam akhi.

  • sofyan syahid

    tapi bagi orang muda yg sdh beruban,menurut hemat sy diperbolehkan…dalil pastinya sy kurang hafal tp silahkan merujuk kpd kitab Zadul Ma’ad karya Syeikh Ibnu Qoyyim Rahimakumullah.dlm kitab itu dijelaskan apa makna larangan nabi menyemir dg warna hitam atas Abu Quhafah.Dan diterangkan juga beberapa sahabat yg pernah memakai semir warna hitam…wallahu’alam

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Sofyan
      Sebagian ulama memang berpendapat spt itu. Namun sebaik-baik pendapat yg patut diikuti adl petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

      Cobalah renungkan bagaimanakah perkataan Imam Malik:
      “Sesungguhnya aku hanyalah manusia yang bisa keliru dan benar. Lihatlah setiap perkataanku, jika itu mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka ambillah. Sedangkan jika itu tidak mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka tinggalkanlah.”

  • abu khansa

    Ustadz
    Maksud saya mengenai pembahasan akhir tulisan di atas yg melarang wanita yg belum beruban utk mewarnai rambutnya, pdhl hal itu termasuk berhias utk suami yg tidak ditunjukkan di luar rumah. Hanya utk suami dan tidak beda dengan kosmetik lain yg dipakai istri hanay dalam rumah utk suami seperti lipstik ataupun parfum. Krn klo mewarna rambut seperti wanita fasik, maka memakai parfum dann kosmetik lain pun sama. Pdhl pembedanya adalah memakainya di luar rumah utk semua laki2 atau di dalam rumah hanya utk suami yg sudah halal.

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Abul Khansa
      Silakan direnungkan kembali fatwa ulama yg telah ditunjukkan dlm tulisan di atas.
      Jika saudara mendapatkan fatwa ulama lainnya, silakan ditunjukkan alasannya pd muslim.or.id.

      Moga kita tdk asal berpendapat krn ini masalah agama yg amat berat. Wallahu waliyyut taufiq.

  • http://masfauzan.tk fauzan

    ass wrwb
    ustadz…
    seperti yang kita tau, bahwa penggunaan bahan dasar pewarna rambut saat ini tidaklah sama dengan yang di gunakan pada masa kerasulan dulu.
    beberapa bahan yang digunakan saat ini untuk mewarnai rambut ataupun kuku (saya tambahkan perihal mewarnai kuku) mungkin saja akan menghalangi air wudhu ke kuku atau rambut.

    mohon pengarahan..

    • http://kangaswad.wordpress.com Aris Munandar

      #fauzan
      Kalo memang menghalangi sampainya air ke kulit maka haram dipakai.

  • Ummu Faid

    assalamualaikum, Abu Khansa ikut nimbrung,pembahasan di atas kan mengenai bolehnya seorang muslim/muslimat mewarnai rambut yang telah beruban, kalau rambut yang masih hitam dan indah diwarnai dengan warna pirang sehingga menyerupai orang kafir, maka itu sudah dianggap bertasyabuh. Tasyabuh dengan warna pirangnya itu yang tidak diperbolehkan, lagipula rambut hitam yang lebat milik istri, nampaknya akan lebih indah, dibandingkan dengan rambut pirang yang bertebaran di luar sana. Bukankah Alloh telah berfirman untuk senantiasa menahan pandangan dan memelihara kemaluannya kepada orang laki-laki beriman (Annur ayat 30)sehingga sudah sewajarnya akhi bisa menahan pandangan dr para artis dan perempuan yang berpakaian tapi telanjang, dan bersyukur mempunyai istri yang dikaruniai rambut yang hitam dan tebal, afwan, kalau menyinggung perasaan akhi, wassalamualaikum

  • Rahmad

    Assalamualaikum wrwb.terimakasih atas ilmu&pencerahan nya yg sudah jelas dgn dalilnya. Ana mau tanya nih stadz,’ bgaimana pula hukum nya bagi seorang tukang semir’ rambut yg pasien nya meminta utk diwarnai hitam jelasnya sudah di anjurkan oleh Rasul utk menjauhinya. Sukron jzzkllah..

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Rahmad
      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh
      Tetap tukang semir tersebut haram menyemirnya jk menggunakan warna hitam. Upahnya jadinya upah haram krn berasal dr pekerjaan yg haram.

  • http://cryzzahwa87.blogspot.com Kriswantoro

    Terima kasih atas informasinya ustadz….
    Semoga bermanfaat buat kita semua. amin. amin. amin.

  • lia

    Alhamdulillah,ini mjawab ptanyaan sy slama ini, mohon ijin untuk menjadikannya materi kajian bagi kami para wanita (mohon ijin untk menyebarkannya dlm majlis ilmu). Jazakillah khoir.

  • abdiz

    akhir nya aku jadi tau.. terimakasi pa ustadz.. semoga berkah

  • Rinus

    Tapi saya sudah terlanjur pakai semir hitam dulu saya tidak tau .terus saya harus bagaima.mohon di jelaskan

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Rinus
      Jika tidak tahu maka tidak dosa.

  • alfa

    asalamualaikum wr.wb saya mau tanya bagaimana hukumnya jika sudah terlanjur menyemir rambut dengan warna hitam dan apakah boleh di ganti dengan warna lain jika sudah terlanjur dengan warna hitam mohon penjelasannya

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #alfa
      Wa’alaikumussalam, boleh diganti

  • wiwi

    ustadz, saya membaca pada ” Halan dan Haram-nya Yusuf Qardawi” bahwaa ada beberapa ulama salaf yang membolehkan menyemir dengan warna hitam pada usia muda. bagaimana kita menyikapinya ust?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #wiwi
      Pendapat yang membolehkan terlalu lemah karena tidak didukung dalil shahih

  • ame

    Pa Ustadz, gimana kalo kita masih muda, belum beruban, memiliki rambut hitam namun kemerah – merahan. kemudian ingin mewarnai rambut tersebut dengan warna hitam (misal dengan pewarna rambut merek henna)supaya warna hitam rambut lebih rata dan lebih enak dipandang…(tidak terlihat kusam / rusak) . terima kasih banyak atas jawaban dan penjelasannya..semoga Allah membalas dengan kebaikan berlipat. amin.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #ame
      Sudah dijawab dalam artikel, wallahu’alam.

  • Dewa sKti

    Assalamu alaikum….
    Saya blm beruban awalnya tergiur rambut teman yg di warnai biru saya lun ikut mewarnai tapi hasilnya tidak jadi rambut saya rusak dan saya hitamkan rambut Saya apakah shalat Saya sah ? Bagaimana cara agar Saya bisa terhindar dari dosa karena rambut Saya terlanjur di cat hitam makasi

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Dewa sKti
      Wa’alaikumussalam. Shalat anda tetap sah. Jika memang anda melakukannya karena tidak tahu, semoga Allah maafkan.

  • Ahmad

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz,saya mau tanya tentang pewarna rambut.
    Rambut saya sudah tumbuh uban meskipun umur saya baru 23Th, saya mau mewarnai rambut saya dengan warna yang jika terkena cahaya akan tampak merah/biru tapi jika tidak terkena cahaya maka akan tidak tampak warna merah/biru tersebut, karena jika saya warnai dengan warna merah/biru mutlak maka keluarga saya melarang hal tersebut, bagaimana hukum hal tersebut?

    Mohon bimbingannya.
    Sukron.
    semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Ahmad
      Kami sarankan menyemir rambut dengan warna coklat, merah, atau warna-warna yang tidak membuat anda jadi pusat perhatian atau mirip seperti orang fasiq

  • simbah

    menanggapi pewarnaan rambut. saya rasa dalilnya jelas, yg disebutkan adalah “uban” bukan “rambut” pada umumnya. Uban adalah rambut yg sudah memutih. juga disebutkan menghindari mewarna hitam (telah jelas juga). menurut saya, kalo belum beruban y menghindari diwarnai, kalo mau mewarnai yg jangan hitam. (TITIK) kalo masih nawar ikut aja selain Rasulullah. maaf. wallahualam

  • syahrun

    setuju ama simbah, udah kaya’ bani israil aja..
    di kasih tau ama Rasul begini, banyak tanya, kenapa gini, apa ini nya apa itunya? ujung2nya dilanggar juga.

    udah kalo ada hadist shahih dengar, patuhi..
    gak usah banyak tanya
    afwan sebelumnya

  • Sally maharany

    Ass, sy mau nanya uzt, rambut saya bnyk ubanx, sy kdg mrasa minder klo didpan swami.blhkah sy mnyemirx dgn wrna htam hax ut swami sy sja krn sy brjilbab jd sy tdk mnampakkanx pda org lain kcli pda swami n anak2 sya sja…wassalam

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Sally maharany
      Hukumnya tidak boleh, semirlah dengan warna lain selain hitam

  • GENDUT

    bagaimana hukum nya jika UDAH BERUBAN DI SEMIR DULU DGN WARNA SELAIN HITAM,TRS BARU DI SEMIR HITAM

    • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

      sama saja, hukumnya tidak boleh

  • Azka

    Gimana hukumnya jika rambut kering berwarna merah silau dan disemir berwarna hitam?

    • http://kangaswad.wordpress.com/ Yulian Purnama

      tidak boleh dengan warna hitam

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.